Memupuk Motivasi Kewirausahaan bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Cianjur Jawa Barat Memupuk Motivasi Kewirausahaan bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Cianjur Jawa Barat Muhammad Sayyid Rifai,1 Milah Karmilah2 1Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Corresponden Author: sayyidrifai27@gmail. Kata Kunci: Kewirausahaan. Motivasi. Santri Abstrak Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan. Baik pendidikan formal maupun pendidikan informal digunakan untuk membangun sumber daya manusia. Pendidikan yang diberikan di Pondok Pesantren memiliki ciri khas khusus yang memungkinkan tim Pengabdian untuk melakukan kegiatan pelayanan dengan mendorong jiwa kewirausahaan para santri. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan metodologi pelatihan kewirausahaan. Pelatihan yang diberikan oleh tim layanan meliputi instruksi dalam mengenakan jilbab dan membuat masker organik. Pondok Pesantren At-Tawassul Cianjur Jawa Barat dipilih sebagai lokasi kegiatan pengabdian tersebut, dan dilakukan secara bertahap selama beberapa hari. Hasil dari kegiatan tersebut adalah motivator bagi siswa untuk memahami berbagai kegiatan kewirausahaan yang dapat mereka lakukan di luar pendidikan formal mereka. Untuk memaksimalkan hasil atau tujuan yang dicapai, tindakan ini harus dilanjutkan terus menerus. Keywords: Entrepreneurship. Motivation. Students Abstrak. To improve the welfare of the Indonesian people, human resource development must be carried out. Both formal education and informal education are used to build human The education provided at the Islamic Boarding School has special characteristics that allow the Community Service team to carry out service activities by encouraging the entrepreneurial spirit of the students. This service activity is carried out using entrepreneurship training methodology. The training provided by the service team includes instruction in wearing hijab and making organic masks. Islamic Boarding School of At-Tawassul Cianjur Jawa Barat was chosen as the location of the service activity, and was carried out gradually over several days. The results of such activities are motivators for students to understand the various entrepreneurial activities they can undertake outside of their formal education. To maximize the results or goals achieved, these actions must be continued continuously. PENDAHULUAN Sangat penting untuk mengejar pembangunan ekonomi bagi masyarakat untuk memastikan kemandirian finansialnya. Pembangunan ekonomi terjadi di berbagai industri dan profesi. Selain itu, pembangunan ekonomi harus dilakukan sesuai dengan persyaratan dan dengan perencanaan yang baik. Agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara mandiri dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhannya, kemajuan ekonomi di berbagai ranah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam kehidupan ekonomi. 46 | Muhammad Sayyid Rifai. Milah Karmilah Memupuk Motivasi Kewirausahaan bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Cianjur Jawa Barat Tujuan utama pembangunan ekonomi dalam suatu komunitas adalah untuk memberdayakan dan memberi manfaat bagi penduduk setempat. Pemberdayaan digunakan untuk memperkuat kontrol pasar, daya saing, dan produktivitas serta ekonomi lokal. Pembangunan ekonomi dicapai dengan mengenali potensi daerah, berkonsentrasi pada pengelolaan sumber daya alam, dan memanfaatkan sumber daya manusia dan teknologi untuk membuka berbagai pilihan bagi produksi barang dan jasa dengan nilai ekonomi tinggi. Pertumbuhan ekonomi dapat, secara teori, dilakukan oleh institusi manapun, termasuk yang publik dan swasta. Pesantren adalah salah satunya, dan mereka dapat menggunakan kewirausahaan untuk melakukan pengembangan ekonomi. Pesantren bisa menjadi wadah untuk membangun strategis bagi pertumbuhan ekonomi. Ribuan pondok pesantren di Indonesia sebenarnya menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, baik pemerintah maupun pesantren sendiri tidak memperhatikan potensi yang dimiliki pesantren. Karena pesantren dipandang sebagai lembaga pendidikan konvensional tanpa kepentingan strategis dalam bidang ekonomi, pemerintah jarang menyadari potensi ekonomi yang dimiliki pesantren. Sementara mayoritas pesantren percaya bahwa karena masalah ekonomi bersifat global dan bukan urusan mereka, mereka tidak boleh ditangani secara serius. Pesantren adalah lembaga yang mewakili pertumbuhan organik sistem pendidikan nasional. Pesantren, yang merupakan komponen dari lembaga pendidikan nasional, dikatakan memiliki identitas Indonesia yang unik, otentik dan sejarah sejak puluhan tahun atau bahkan berabad-abad. Kewirausahaan secara signifikan didorong oleh kemakmuran ekonomi masyarakat pesantren. Siswa dididik untuk menjadi makhluk yang mandiri dan giat dalam setting pesantren. 4 Siswa harus diberikan keterampilan hidup untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di dalamnya dan memungkinkan mereka untuk menggunakan bakat mereka untuk memberi manfaat bagi orang lain maupun diri mereka sendiri. Memiliki Keterampilan usaha bisnis termasuk perikanan dan peternakan, bengkel sepeda motor, kios kelontong, dan Koperasi Pesantren sebagai perusahaan 1 Dirjen PDM. Pedoman Program Kewirausahaan SMA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2 Endah Sudarsih. Mengembangkan Wirausaha Di Pondok Pesantren. Jurnal Sosial Humaniora Volume 3, nomor 1 June 2, 2010, hal. 3 Nurcholish. Madjid. Bilik-bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina, 1997, hal. 4 Nurcholish. Madjid. Bilik-bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan, hal. Esmi, dkk. Teaching learning methods of an entrepreneurship curriculum. Journal of advances in medical education & professionalism Volume 3 Nomor 4 tahun 2015 hal. 153Ae200. Available at: https://w. gov/pmc/articles/PMC4596383/. 47 | Muhammad Sayyid Rifai. Milah Karmilah Memupuk Motivasi Kewirausahaan bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Cianjur Jawa Barat induk untuk kesejahteraan bersama akan membantu mengembangkan karakter dan keterampilan ekonomi, semangat sosial, dan kolaborasi. Agar generasi lulusan pesantren menjadi generasi pembangun yang bermoral, berjiwa wirausaha, dan berkepribadian otonom yang mampu menghasilkan peluang ekonomi di lingkungan Pesantren mampu memainkan peran strategis dengan mengembangkan kurikulum yang lebih dari sekadar ilmu-ilmu umum dan agama dan dengan memperkenalkan kurikulum berbasis kewirausahaan sehingga alumni pesantren tidak fokus mencari pekerjaan tetapi telah diarahkan pada penciptaan lapangan kerja. Fakta praktis bahwa pesantren saat ini kurang siap untuk memaksimalkan potensi mereka tidak dapat dipisahkan dari masalah yang mereka hadapi saat ini. Berbagai inisiatif telah diambil untuk mengatasi hal ini, dan di antara pesantren sendiri, rasa urgensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu memenuhi tuntutan transformasi sosial . telah berkembang. Akibatnya, kerjasama dengan universitas dilakukan tanpa keraguan. Berdasarkan persoalan tersebut diatas dapat ditarik permasalahan sebagai berikut: Pertama, bagaimana pendidikan kewirausahaan bagi santri di Pondok Pesantren At-Tawassul Cianjur Jawa Barat ?. Kedua, bagaimana hambatan pendidikan kewirausahaan bagi santri di Pondok Pesantren At-Tawassul Cianjur Jawa Barat? METODE PENGABDIAN Pertumbuhan Pondok Pesantren . menuju Ponpes berbasis keterampilan otonom di bidang ekonomi, operasional tim pelayanan memiliki nilai urgensi yang sangat tinggi. Tim mengantisipasi bahwa efektivitas layanan yang diberikan oleh tim layanan akan menginspirasi administrator pesantren lainnya untuk menerapkan pemberdayaan ekonomi. Kurikulum yang tidak efektif untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada santri di pesantren dan isu-isu dengan strategi pengembangan ekonomi melalui kewirausahaan bagi santri di pesantren menjadi kendala yang dihadapi lembaga-lembaga tersebut. Strategi kegiatan yang akan dilakukan dalam pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren dapat dirumuskan sebagai berikut: Pertama, peningkatan pendidikan melalui pengadaan sarana pendidikan alternatif dan pemanfaatannya secara maksimal. Kedua, 6Riza Zahriyal Falah. Membangun Karakter Kemandirian Wirausaha Santri Melalui Sistem Pendidikan Pondok Pesantren. Tarbawi Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. https://doi. org/10. 34001/tarbawi. Sulaiman, dkk. Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren sebagai Pendidikan Sosial dan Ekonomi Santri. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyaraka. , 3. , 2016, 109-121. 8Syaiful Bahri Djamarah. Hasil Belajar Mengajar. Jakarta:Rineka Cipta, 1994, hal. 48 | Muhammad Sayyid Rifai. Milah Karmilah Memupuk Motivasi Kewirausahaan bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Cianjur Jawa Barat Peningkatan skill melalui pengadaan sarana pelatihan ketrampilan dan pelatihan keterampilan, secara aktif dan kreatif. Ketiga, pemberdayaan pengembangan usaha ekonomi melalui pelatihan pengembangan usaha ekonomi. Proses pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan secara bertahap, dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan dengan penerapan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren At-Tawassul Cianjur Jawa Barat, kemudian mengidentifikasi dan melaksanakan pelatihan-pelatihan untuk membantu mahasiswa memahami HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Pada tanggal 1 September 2022, tim pengabdian melakukan konsultasi kegiatan pelayanan perizinan dan mekanisme pelaksanaan kegiatan di Pondok Pesantren AtTawasul. Pada pertemuan ini, tim pengabdi mengidentifikasi dan menemukan isu-isu yang berkembang terkait kewirausahaan tertentu di pesantren At-Tawasul. Persoalannya, pembelajaran tentang kewirausahaan tidak diprioritaskan di pondok Pendalaman Islam adalah subjek pembelajaran yang paling signifikan. Karena mereka tidak memiliki mentalitas kewirausahaan, para siswa memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang sebelum mereka dapat mulai mendiskusikan kewirausahaan dengan mereka. Pada 6 September 2022, pelatihan untuk tugas-tugas penyuluhan dilakukan terkait dekorasi menghias. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08. 30 pagi hingga 45 sore WIB. Penyuluhan ini dipimpin oleh Sayyid Rifai. Pada tanggal 27 September 2022 telah dilaksanakan pelatihan pembuatan dan aplikasi masker organik. Mengingat peserta pelatihan ini adalah mahasiswi yang juga diinstruksikan dalam pembuatan masker organik, kegiatan ini dilakukan secara Hal ini dilakukan secara rahasia karena untuk menyelesaikan pelatihan maskeran, setiap peserta harus membuka jilbab mereka sendiri. Jumlah pesantren di Jawa Barat yang hanya melaksanakan studi kitab sebanyak 861, menurut data Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2016, sedangkan jumlah pondok pesantren di Jawa Barat yang juga menawarkan layanan pendidikan lainnya sebanyak 1. Terdapat 4. 501 pondok pesantren. di Jawa Barat. Terdiri dari 636 santri laki-laki dan 330. 469 santriwati. Pesantren dan santri adalah sumber daya penting bagi Indonesia, maka itu penting untuk dikelola dengan baik, terutama dengan memberi mereka wadah yang dibutuhkan untuk memberikan kontribusi bagi kesejahteraan negara. 9 Ausaf Ahmad. Lecture of Islamic Economics Jeddah. Islamic Development Bank, 1992, hal. 49 | Muhammad Sayyid Rifai. Milah Karmilah Memupuk Motivasi Kewirausahaan bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Cianjur Jawa Barat Tiga hal yang melekat pada karakteristik jiwa kewirausahaan, yaitu inovasi, pengambilan risiko, dan proaktif. 11 Desain inovatif mengacu pada penciptaan barang, layanan, atau metode tunggal yang membuat upaya sadar untuk mencapai tujuan tertentu dan berfokus pada potensi sosial ekonomi organisasi berdasarkan kreativitas dan intuisi individu. Pada dasarnya, mengambil resiko adalah secara aktif ingin mengejar peluang. Sementara aspek proaktif dari ide tersebut berkaitan dengan ketegasan dan penggunaan metode untuk mengidentifikasi peluang di "pasar" yang sedang berlangsung dan bereksperimen untuk memodifikasi lingkungan mereka. Pesantren harus menekankan pendidikan kewirausahaan yang menumbuhkan kreativitas, pengambilan risiko, dan inisiatif. Kurikulum kewirausahaan di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Bagi Pondok Pesantren At-Tawasul, kewirausahaan adalah konsep baru. Kurikulum kewirausahaan belum menjadi penekanan utama di sekolah. Pengembangan kurikulum merupakan salah satu elemen kunci dari proses pembelajaran pesantren untuk pengembangan mental kewirausahaan. 13 Oleh karena itu, sangat penting untuk mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum pesantren. Tantangan untuk mengajar kurikulum tentang kewirausahaan Faktor-faktor berikut menghalangi tim penyuluh untuk menjalankan tugasnya: Santri belum mengedepankan jiwa kewirausahaan. Mereka tidak memahami nilai kewirausahaan bagi santri. Santri memiliki minat yang berbeda dengan pelatihan yang diberikan. Sulit untuk menyepakati waktu kegiatan antara tim penyuluh, pelatih, dan siswa. Dana yang tidak mencukupi untuk mendukung kegiatan pelatihan. Karena pendidikan di pesantren sebagian besar masih berbentuk pengajaran agama, siswa belum menempatkan prioritas tinggi pada semangat kewirausahaan. Inilah sebabnya mengapa siswa tidak menempatkan premi tinggi pada subjek Namun pada dasarnya, pesantren kini "melek bisnis". Hanya saja bisnis belum diberikan arti penting di pondok pesantren At-Tawasul. Megawati. Peran Corporate Social Responsibility (Cs. Dalam Revolusi Industri 4. Jurnal Ilmiah Bisnis. Pasar Modal dan UMKM Vol. 1 No. 2, 2019, hal. 79Ae84. 11 Andi Suarda. Kewirausahaan dalam Islam. Makasar: Aladin University Press, 2014, hal. 12Ahmad Zaini. Pengembangan Pondok Pesantren berbasis Usaha Kecil dan Menengah. Surabaya: Idea Press, 2014, hal. 13 Wianardi. Entrepreneur dan entrepreneurship. Jakarta:Pranata Media, 2004, hal. 50 | Muhammad Sayyid Rifai. Milah Karmilah Memupuk Motivasi Kewirausahaan bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Cianjur Jawa Barat Santri memiliki pengetahuan yang sangat terbatas tentang nilai kewirausahaan. Santri harus memiliki pemahaman yang kuat untuk menafsirkan pentingnya kewirausahaan bagi diri mereka sendiri. Minat Santri yang beragam dan instruksi yang diberikan, karena banyak siswa tertarik pada kewirausahaan, sangat penting untuk menyesuaikan program tim layanan dengan tuntutan banyak siswa. Tim penyuluh, pelatih, dan siswa memutuskan kapan harus melakukan kegiatan yang menantang. Hanya sejumlah kecil waktu luang yang tersedia bagi santri untuk tim layanan untuk terlibat dalam kegiatan. Tantangan yang dihadapi tim penyuluh adalah bahwa sulit untuk memberikan pelatihan karena jadwal yang ketat dari santri dan tim yang merasa sulit untuk mengakomodasi jadwal ini. Sangat sedikit untuk mendukung upaya pelatihan. Karena materi pelatihan harus dibeli, kegiatan pelatihan menghabiskan banyak uang. Tim harus menggunakan daya cipta karena tidak banyak sumber daya yang tersedia untuk layanan pendanaan. Hambatan lain adalah biaya pelatihan yang relatif tinggi, yang memaksa tim layanan untuk menyesuaikan pelatihan dengan iklim ekonomi saat ini. Kewirausahaan sangat penting untuk memberdayakan masyarakat. Pondok pesantren merupakan area yang krusial untuk pemberdayaan karena, khususnya bagi santri yang bersekolah di pondok pesantren, orientasi ke pondok pesantren yang menekankan ranah keagamaan harus diimbangi dengan pemberdayaan ekonomi. Setelah lulus dari pondok pesantren, santri akan memiliki akses pemberdayaan Untuk mencapai tujuan kewirausahaan seefektif mungkin, kewirausahaan membutuhkan pelatihan ekstensif dan berbagai tahap. Itu tidak bisa dilakukan dalam satu langkah. Untuk meningkatkan hasil kegiatan kewirausahaan bagi siswa, pelatihan lebih lanjut dalam kewirausahaan adalah tahap selanjutnya dari rencana tersebut. KESIMPULAN Kurikulum Pondok Pesantren At-Tawassul Cianjur Jawa Barat tidak mencakup pendidikan kewirausahaan. Mendapatkan siswa Pondok Pesantren At-Tawassul Cianjur Jawa Barat untuk memahami nilai kewirausahaan adalah tantangan yang sulit bagi tim pengabdi. Terdapat beberapa tantangan dalam mengedukasi santri Pondok Pesantren AtTawassul Cianjur Jawa Barat, tentang kewirausahaan, antara lain sebagai berikut: . 14 Rustam dan Ahmad Shofiyuddin Ichsan. Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal. IQRO: Journal of Islamic Education Volume 3 Nomor 1 tahun 2020, hal. 15 Danial. et al. Penguatan Ekonomi Desa Parungponteng Melalui Aktivitas Bisnis Yang Memanfaatkan Digitalisasi, 2019, pp. 50Ae58. 51 | Muhammad Sayyid Rifai. Milah Karmilah Memupuk Motivasi Kewirausahaan bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Cianjur Jawa Barat Santri belum menjadikan semangat kewirausahaan sebagai fokus utama. Ketidaktahuan mahasiswa tentang pentingnya kewirausahaan. Kepentingan Santri tidak sejalan dengan penyuluhan yang diberikan. Waktu kegiatan yang sulit ditentukan antara tim layanan, pelatih, dan siswa. Sangat sedikit dana untuk mendukung kegiatan pelatihan. REFERENSI