Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2707-2713 Faktor Sosial Ekonomi dan Profitabilitas Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Kabupaten Maros Socio-Economic Factors And Profitability Of Rainfed Rice Farming In Maros Regency Arifin*1. Zulkifli2. Azisah1. Mohammad Anwar Sadat1. Abdul Asis Pata1. Megawati1. Asriyani1 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Peternakan dan Kehutanan. Universitas Muslim Maros Jl. Dr. Ratulangi No. 62 Maros. Sulawesi Selatan Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar. Sulawesi Selatan *Email: arifin@umma. (Diterima 06-04-2025. Disetujui 01-07-2. ABSTRAK Peningkatan dan penurunan produksi berpengaruh pada pendapatan atau profitabilitas petani dan kesejahteraan yang berhubungan kondisi sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor sosial ekonomi berpengaruh terhadap profitabilitas dan menganalisis profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. Penelitian ini dilakukan di Desa Bontocabu Kecamatan Lau dan Desa Bontobahari Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2024. Populasi penelitian 317 orang, sedangkan jumlah sampel petani yang dijadikan responden adalah 50 orang. Pengambilan sampel dengan teknik multi stage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan/observasi, dan wawancara, sedangkan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan adalah umur, luas garapan dan pengalaman usahatani. Profitabilitas diperoleh sebesar 62,18%. Hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas Usahatani Padi lebih besar daripada suku bunga deposito bank (BRI 3%), berarti usahatani padi layak diusahakan atau profitable. Sedangkan untuk Break Event Point (BEP) diperoleh hasil sebesar Rp. 589,18. Ini menunjukkan bahwa nilai BEP lebih kecil daripada penerimaan rata-rata yaitu sebesar Rp. 580,00. Berarti usahatani padi pada lahan sawah tadah hujan layak diusahakan. Kata kunci: Sosial Ekonomi. Profitabilitas. Usahatani. Sawah Tadah Hujan ABSTRACT Increases and decreases in production affect the income or profitability of farmers and welfare related to socio-economic conditions. The purpose of this study was to analyze socio-economic factors that affect profitability and the profitability of rainfed lowland rice farming. This research was conducted in Bontocabu Village. Lau District, and Bontobahari Village. Bontoa District. Maros Regency. The study was conducted in September - October 2024. The population of the study was 317 people, while the number of farmer samples used as respondents was 50 people. Sampling using multi-stage cluster random sampling technique. Data collection techniques used were observation, and interviews, while data sources were primary data and secondary data. Data analysis used multiple regression and quantitative description. The results of this study are socio-economic factors that affect the profitability of rainfed lowland rice farming are age, area of cultivation, and farming experience. Profitability was obtained at 62. This shows that the profitability of rice farming is greater than the bank deposit interest rate (BRI 3%), meaning that rice farming is viable or As for the Break Event Point (BEP), a result of IDR. 367,589. 18 was obtained. This shows that the value of BEP is smaller than the average revenue, which is IDR 8,087,580. This means that rice farming on rainfed rice fields is worth cultivating. Keywords: Socio-Economic. Profitability. Farming. Rainfed Rice Fields Faktor Sosial Ekonomi dan Profitabilitas Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Kabupaten Maros Arifin. Zulkifli. Azisah. Mohammad Anwar Sadat. Abdul Asis Pata. Megawati. Asriyani PENDAHULUAN Sektor pertanian salah satu memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang diiringi dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang berdampak terhadap peningkatan kebutuhan pangan. Sektor ini juga menjadi pemasok bahan baku industri, sumber devisa, dan penyerap tenaga kerja (Angin et al. , 2023. Arifin, 2023. Suyatno et al. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan memperluas lahan, meningkatkan produktivitas, penggunaan teknologi, dan memberikan insentif kepada petani dengan menetapkan harga input dan output yang sesuai. Upaya ini tidak akan memberikan hasil tanpa dukungan penuh dari para petani. Oleh karena itu, harus diciptakan kondisi yang dapat merangsang petani untuk meningkatkan produksi (Azisah et al. , 2. Kondisi sosial ekonomi kelompok masyarakat apabila ingin ditingkatkan maka diperlukan kegiatan pembangunan (Arifin, 2. Hubungan sosial ekonomi di dalam diri petani termasuk keluarganya dan di luar wilayah petani, dalam rangka memaksimalkan pendapatannya maka diambil suatu keputusan yang mempengaruhi jumlah, waktu dan kepastian kemajuan usahanya. Hal ini juga akan mempengaruhi harga jual, jumlah produksi dan menghasilkan pendapatan dari usahataninya (Rosdiaawan et al. , 2. Pengelolaan usahatani sangat diperlukan guna meningkatkan pendapatan Pengelolaan yang baik tidak lepas dari faktor sosial ekonomi yang melekat pada diri petani. Karakteristik petani merupakan sifat-sifat yang dimiliki oleh petani yang diwujudkan melalui tindakan terhadap lingkungannya (Yusuf et al. , 2. Usahatani merupakan suatu proses kegiatan produksi untuk memperoleh hasil dan pendapatan dari usahatani tersebut. Petani harus mempunyai pertimbangan yang tepat dalam berproduksi untuk mendapatkan keuntungan yang terbaik. Keuntungan optimal atau maksimal dicapai bila tingkat produksi optimal (Arifin et al. , 2. Produktivitas berpengaruh positif pada pendapatan dan profitabilitas usahatani. Produktivitas yang tinggi akan menyebabkan penerimaan petani tinggi dengan biaya produksi yang efisien sehingga pendapatan petani dan proftibalitas usahatani akan meningkat (Bozkurt & Kaya, 2. Peningkatan dan penurunan produksi akan mempengaruhi pendapatan atau profitabilitas petani dan kesejahteraan (Ifeoma et al. , 2. Kabupaten Maros merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan sawah tadah hujan cukup luas berada di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Maros memiliki luas lahan panen sebesar 925,46 ha dengan produksi sebesar 182. 344,01 ton dengan produktivitas sebesar 4,81 ton/ha (BPS Sulawesi Selatan, 2. Penelitian faktor sosial ekonomi dan pendapatan usahatani padi pada lahan sawah telah beberapa dilakukan, diantaranya (Arifin, 2. , (Zulkarnain et al. , 2. (Masitah et al. , 2. Sedangkan kajian tentang faktor sosial ekonomi dan profitabilitas usahatani padi pada lahan sawah belum ada yang mengkaji, oleh karena itu perlu dilakukan untuk memberikan hasil kajian berbeda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor sosial ekonomi berpengaruh terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan dan menganalisis profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Desa Bontocabu Kecamatan Lau dan Desa Bontobahari Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Lokasi penelitian dipilih secara purposive dengan pertimbangan bahwa kedua lokasi tersebut mempunyai sawah tadah hujan yang luas di Kabupaten Maros. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2024. Jumlah populasi penelitian 317 orang, sedangkan jumlah sampel petani yang dijadikan responden adalah 50 orang. Untuk mendapatkan jumlah sampel digunakan teknik multi stage cluster random sampling. Tahapannya menentukan dua kecamatan memiliki sawah tadah hujan yang luas yaitu Kecamatan Lau dan Bontoa. Kemudian masing-masing kecamatan terpilih satu desa yaitu Desa Bontocabu dan Desa Bontobahari. Kemudian masing-masing desa diambil responden secara random sampling yaitu 25 responden, sehingga jumlah total responden adalah 50 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan/observasi, dan wawancara. Sedangkan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan untuk analisis faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan digunakan rumus regresi berganda. Ln Y = Ln a bl Ln X1 b2 Ln X2 b3 Ln X3 b4 Ln X4 u Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2707-2713 Keterangan : : Profitabilitas . : Umur . : Pendidikan . : Luas lahan garapan . : Pengalaman usahatani . : Intersep b1 Ae b4 : koefisien regresi sekaligus elastisitas produksi : error tertentu Untuk analisis profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan digunakan rumus sebagai berikut. Profitabilitas = X 100% Kriteria : Profitabilitas Usahatani Padi > suku bunga deposito bank, berarti usahatani padi layak diusahakan atau profitable. Profitabilitas Usahatani Padi < suku bunga deposito bank, berarti usahatani padi tidak layak diusahakan atau tidak profitable. Break Event Point (BEP) BEP = 1Oe S Keterangan : FC : Biaya tetap (R. VC : Biaya variabel (R. : Penerimaan (Rp/k. Kriteria : Jika penerimaan usahatani padi sawah tadah hujan > BEP, berarti layak diusahakan. Jika penerimaan usahatani padi sawah tadah hujan < BEP, berarti tidak layak diusahakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Profitabilitas Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Kondisi sosial masyarakat dimaknai sebagai perkembangan masyarakat. Oleh karena itu, kondisi sosial adalah kondisi yang berkaitan dengan situasi dalam suatu masyarakat tertentu yang berkaitan dengan kondisi sosial. Status sosial suatu masyarakat terdiri dari beberapa indikator yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, kesehatan, dan keanggotaan dalam kelompok atau organisasi tertentu (Arifin, 2. Status sosial ekonomi merupakan kedudukan tertentu seseorang dalam hubungannya dengan orang lain dalam suatu kelompok sehingga kualitas hidup keluarga petani sangat dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, oleh karena itu apabila faktor sosial ekonomi berfungsi dengan baik maka kualitas kesejahteraan akan meningkat (Apid et al. , 2. Petani yang memahami hubungan dan besarnya tingkat hubungan faktor sosial ekonomi, maka dapat melakukan perubahan pola pengelolaan usahataninya dan mengharapkan pendapatan yang diperoleh akan meningkat (Rosdiaawan et al. , 2. Pengelolaan usahatani yang baik tidak terlepas dari faktor sosial ekonomi yang melekat pada diri petani. Karakteristik yang dimiliki petani ditampilkan melalui tindakan dalam mengelola lingkungan. Setiap petani memiliki sifat yang berbeda-beda, dengan sifatnya tersebut merupakan faktor pendorong untuk meningkatkan pendapatan dari usahatani yang dijalankan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (Yusuf et al. Hasil analisis faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap profitabiltas usahatani padi sawah tadah hujan di Kabupaten Maros dapat dilihat pada Tabel 1. Faktor Sosial Ekonomi dan Profitabilitas Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Kabupaten Maros Arifin. Zulkifli. Azisah. Mohammad Anwar Sadat. Abdul Asis Pata. Megawati. Asriyani Tabel 1. Faktor Sosial Ekonomi yang Berpengaruh Terhadap Profitabilitas Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Variabel Koefisien Regresi t-hitung Sig Konstanta (C) 542,986 -5,458 *** Umur (X. 3,204 5,627 *** Pendidikan (X. 0,005 0,075 Luas lahan garapan (X. 0,284 1,691 Pengalaman usahatani (X. 1,133 9,732 *** 0,985 R-square 0,970 of regression 920,460 F-statistik 359,414 *** Sumber: Data primer diolah . Keterangan ***) = signifikan pada tingkat kepercayaan 99% = signifikan pada tingkat kepercayaan 90% = tidak signifikan Hasil analisis Tabel 1 diperoleh nilai koefisien determinasi (R. 0,985. Hal ini berarti 98,50 persen variasi profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan dijelaskan oleh variabel independen dalam Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung (: 1%), diperoleh 359,414 lebih besar dari F tabel . berarti variabel independen yaitu faktor sosial ekonomi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap profitabiltas usahatani padi sawah tadah hujan. Hasil uji t terhadap variabel independen menunjukkan variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan adalah umur, luas lahan garapan, dan pengalaman usahatani. Variabel pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. Koefisien umur, luas lahan garapan, dan pengalaman usahatani bertanda positif. Berarti setiap penambahan faktor sosial ekonomi maka profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan bertambah atau naik. Umur (X. berpengaruh nyata dan positif terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. Berarti setiap penambahan umur akan menaikkan profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. Semakin matang umur petani, maka berpengaruh terhadap kemampuan dan cara berpikir petani Akan tetapi apabila umur bertambah maka berpengaruh terhadap produktivitas petani, dan juga berdampak pada penerimaan, pendapatan dan profitabilitas yang diperoleh dari kegiatan usahatani yang dilakukan petani (Chuzaimah et al. , 2. Pengalaman dan keahlian petani dalam mengambil keputusan perlu diterapkan pada usahataninya yang dipengaruhi secara positif oleh faktor umur. Penerapan inovasi baru akan lebih mudah diserap dan diterapkan oleh petani berumur produktif yang mempunyai kemampuan fisik dan pola pikir yang sangat baik. Umur petani mempengaruhi proses budidaya tanaman mulai dari proses perencanaan hingga proses menjalankan kegiatan budidaya tersebut (Kirana, 2. Pendidikan (X. tidak berpengaruh nyata terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. Hal ini disebabkan secara umum pendidikan petani masih dominan pendidikan rendah yaitu sekolah dasar. Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam menjalankan proses usahatani, karena semakin tinggi tingkat pendidikan petani maka akan semakin tinggi pula hasil produksi Kemandirian petani merupakan kemampuan dalam melakukan pengelolaan usahatani yang dipengaruhi oleh hubungan kemandirian dengan tingkat pendidikan, sehingga diperlukan upaya lebih untuk mencari informasi dalam mengelola usahatani (Djafar et al. , 2. Tingkat pendidikan mempengaruhi kemampuan berpikir dan menganalisis setiap usaha agar petani dapat menjalankan usahataninya dengan baik. Petani yang berpendidikan tinggi terbuka untuk menerima dan mencoba hal-hal baru untuk mengadopsi teknologi yang lebih maju (Kumaladevi & Sunaryanto, 2. Luas lahan garapan (X. berpengaruh nyata dan positif terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. Berarti setiap penambahan luas lahan garapan akan menaikkan profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. Semakin luas lahan yang digarap oleh petani, semakin besar jumlah produksi dan pendapatan yang diterima sehingga juga akan berpengaruh terhadap peningkatan profitabilitas dari kegiatan usahatani yang dijalankan petani tersebut (Andrias et al. , 2. Luas lahan garapan mempengaruhi skala usahatani yang dilakukan petani, dan pada akhirnya Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2707-2713 mempengaruhi efisiensi atau tidaknya usahatani tersebut (Tunas et al. , 2. Semakin luas lahan digarap petani maka semakin besar juga tingkat efisiensinya. Hal ini juga berpengaruh terhadap biaya produksi per satuan luas lahan semakin kecil sehingga meningkatkan pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani yang dilakukan (Mamondol & Sabe, 2. Pengalaman usahatani (X. berpengaruh nyata dan positif terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. Berarti setiap penambahan Pengalaman usahatani akan menaikkan profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan. Pengalaman petani dalam berusahatani merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi pertanian. Lamanya petani dalam menekuni bidang usahatani maka berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan mengelola usahataninya. Semakin lama menekuni bidang usahatani maka semakin meningkat pengetahuannya (Usman & Yanti, 2. Petani yang sudah lama dalam mengelola usahatani biasanya memiliki pemahaman dan pengetahuan yang lebih baik pada lahan usahatani yang dikelola (Gusti et al. , 2. Pengetahuan petani tentang pengelolaan usahatani padi dipengaruhi oleh pengalaman dalam berusahatani (Wahyuni et al. , 2. Profitabilitas Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Usahatani merupakan suatu proses kegiatan produksi untuk memperoleh produk dan pada akhirnya memperoleh keuntungan dari usahatani, yang diawali dengan mengeluarkan biaya produksi untuk memperoleh hasil produksi dan menjualnya sehingga diperoleh keuntungan (Sadat et al. , 2. Analisis profitabilitas digunakan untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh dalam suatu usaha dan juga dapat digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui perkembangan usaha yang dijalankan Nilai profitabilitas digunakan untuk menunjukan usaha tersebut untung atau tidak (Fadli et al. , 2. Analisis profitabilitas yang digunakan untuk kegiatan usahatani padi sawah tadah hujan adalah profitabilitas dan Break Event Point (BEP). Hasil analisis profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan dapat dilihat pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa penerimaan yang diperoleh petani dari hasil produksi dengan harga produksi rata-rata. Penerimaan merupakan hasil perkalian antara produksi dengan harga dari produksi tersebut. Penerimaan usahatani dipengaruhi oleh jumlah produksi yang dihasilkan dan harga jual yang berlaku (Hutami et al. , 2. Produksi merupakan proses penciptaan barang atau jasa yang disebut faktor produksi yang kemudian diubah menjadi barang atau jasa yang disebut hasil produksi (Simatupang & Widuri, 2. Adapun penerimaan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp. 580,00. Biaya yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel mencakup biaya benih, pupuk, pestisida dan biaya tenaga kerja. Biaya tenaga kerja terdiri dari biaya pengolahan tanah, semai, penanaman, pemupukan, pengendalian hama, penyiangan, panen, dan transportasi. Sedangkan biaya tetap terdiri dari pajak lahan dan penyusutan alat. Dengan demikian biaya total merupakan biaya variabel ditambahakan dengan biaya tetap. Biaya variabel adalah penggunaan dengan jumlah tidak tetap atau bergerak ditunjukkan dengan sejumlah hasil yang diperoleh. Biaya tetap adalah biaya dengan jangka waktu tertentu jumlahnya tetap dan tidak berubah, meskipun terdapat perbedaan atau variasi jumlah kegiatan yang dilakukan (Agfrianti et , 2023. Geabo et al. , 2. Untuk biaya variabel rata-rata diperoleh Rp. 110,00, biaya tetap rata-rata sebesar Rp. 603,67, sedangkan total biaya diperoleh Rp. 713,67. Pendapatan yang diterima petani dari hasil usahatani yang dilakukan tergantung pada penerimaan diperoleh dan biaya produksi atau total biaya yang digunakan. Pendapatan diperoleh dengan cara menghitung selisih antara penerimaan dengan besarnya biaya yang digunakan dalam satu musim Pendapatan usahatani padi diperoleh dari selisih antara penerimaan dan total biaya usahatani padi yang dikeluarkan selama berusahatani atau satu kali proses produksi (Ibrahim et al. Peningkatan pendapatan yang diterima petani dari hasil usahataninya tergantung faktor yang mempengaruhi produktivitas lahan (MaAoruf et al. , 2. Berdasarkan Tabel 2 pendapatan rata-rata yang diperoleh adalah Rp. 866,33. Analisis profitabilitas digunakan dengan tujuan mengetahui laba atau keuntungan diperoleh pada suatu kegiatan usaha. Demikian juga dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan usaha yang sedang dilakukan atau dijalankan (Arifin et al. , 2024. Fadli et al. , 2. Ada dua pendekatan analisis profitabilitas yang digunakan pada penelitian ini yaitu profitabilitas dan Break Event Point (BEP). Berdasarkan hasil pada Tabel 2 diperoleh untuk profitabilitas sebesar 62,18%. Hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas Usahatani Padi lebih besar daripada suku bunga deposito bank (BRI 3%), berarti usahatani padi layak diusahakan atau profitable. Sedangkan untuk Break Event Faktor Sosial Ekonomi dan Profitabilitas Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Kabupaten Maros Arifin. Zulkifli. Azisah. Mohammad Anwar Sadat. Abdul Asis Pata. Megawati. Asriyani Point (BEP) diperoleh hasil sebesar Rp. 589,18. Ini menunjukkan bahwa nilai BEP lebih kecil daripada penerimaan rata-rata yaitu sebesar Rp. 580,00. Berarti usahatani padi pada lahan sawah tadah hujan layak diusahakan. Tabel 2. Rata-rata Hasil Analisis Profitabilitas Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Maros Uraian Nilai Penerimaan: Produksi rata-rata . 840,10 Harga rata-rata (R. 350,00 Penerimaan rata-rata 580,00 Biaya Variabel (R. Benih 900,00 Pupuk urea 700,00 Pupuk Phonska 803,60 Pestisida 000,00 Tenaga kerja (R. Pengolahan tanah 300,00 Penyemaian 700,00 Penanaman 600,00 Pemupukan 270,00 Pengendalian hama 700,00 Penyiangan 900,00 Panen 360,00 Transportasi 280,00 Jumlah biaya variabel 110,00 Biaya Tetap (R. Pajak lahan 900,00 Penyusutan alat: Cangkul 030,67 Parang 850,00 Sabit 343,33 Sprayer 479,67 Jumlah biaya tetap 603,67 Total Biaya (R. 713,67 Pendapatan (R. 866,33 Profitabilitas (%) 62,18 Break Event Point (BEP) (R. 589,18 Sumber: Data primer diolah . KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap profitabilitas usahatani padi sawah tadah hujan adalah umur, luas garapan dan pengalaman usahatani. Usahatani padi sawah tadah hujan menggunakan analisis profitabilitas dan Break Event Point (BEP) layak diusahakan atau profitable. Pendidikan petani perlu ditingkatkan dalam hal ini diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan sehingga bertambah pengetahuannya. Pengetahuan bertambah berdampak positif terhadap pengelolaan usahatani yang dilakukan. DAFTAR PUSTAKA