TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. Penerapan Teknologi QR Code untuk Meningkatkan Efisiensi Absensi Karyawan Berbasis Android Thufail Bintang Kastella*. Erik Iman Heri Ujianto Fakultas Saintek dan Teknologi. Program Studi Informatika. Universitas Teknologi Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia Email: 1,*bintangkastellaa@gmail. com, 2erik. iman@uty. Email Penulis Korespondensi: bintangkastellaa@gmail. AbstrakAPT. Harta Samudera Ambon menghadapi berbagai kendala dalam proses absensi karyawan karena masih menggunakan metode manual berupa tanda tangan dan pencatatan kertas. Sistem tersebut menimbulkan sejumlah permasalahan, antara lain tingginya potensi titip absen, kesalahan pencatatan, keterlambatan rekapitulasi data, serta kurangnya kemampuan untuk memantau kehadiran secara akurat dan real-time. Permasalahan ini berdampak pada efektivitas administrasi kepegawaian dan akurasi data presensi yang dibutuhkan perusahaan untuk evaluasi kinerja. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem absensi berbasis Android dengan teknologi QR Code yang mampu mencatat kehadiran secara otomatis, akurat, dan instan melalui proses pemindaian. Sistem juga dilengkapi fitur manajemen data karyawan, pengaturan jam kerja, pelacakan riwayat kehadiran, serta pengajuan cuti secara digital. Metode penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan arsitektur sistem, implementasi aplikasi, dan pengujian menggunakan Black Box Testing untuk memastikan setiap fungsi berjalan sesuai spesifikasi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mempercepat proses absensi, mengurangi kesalahan pencatatan lebih dari 85%, dan menghilangkan potensi kecurangan. Selain itu, dashboard admin memudahkan pengelolaan presensi secara terpusat. Meskipun demikian, sistem masih bergantung pada koneksi internet dan belum memiliki fitur keamanan lanjutan. Pengembangan berikutnya disarankan menambahkan integrasi GPS, enkripsi QR Code dinamis, dan laporan analitik otomatis. Kata Kunci: QR Code. Absensi Digital. Android. Presensi Karyawan. Sistem Informasi. Black Box Testing AbstractAPT. Harta Samudera Ambon faces several challenges in managing employee attendance due to the continued use of manual methods such as signatures and paper-based records. This conventional system creates a number of issues, including a high potential for proxy attendance, frequent recording errors, delayed data recap, and the inability to monitor employee presence accurately and in real time. These shortcomings negatively impact the effectiveness of administrative operations and the reliability of attendance data required for performance evaluation. To address these problems, this study develops an Android-based attendance system using QR Code technology, which enables automatic, accurate, and instant recording through a scanning mechanism. The system also incorporates additional features such as employee data management, work schedule configuration, attendance history tracking, and digital leave submission. The research methodology consists of requirement analysis, system architecture design, application implementation, and system evaluation using Black Box Testing to validate functional performance. The results indicate that the system significantly improves the speed of the attendance process, reduces recording errors by more than 85%, and eliminates the possibility of proxy attendance. Furthermore, the integrated admin dashboard simplifies centralized monitoring and management of attendance data. Despite these positive outcomes, the system still relies on internet connectivity and lacks advanced security features. Future enhancements may include GPS integration, dynamic QR Code encryption, and automated analytics Keywords: QR Code. Digital Attendance. Android Application. Employee Presence. Information System. Black Box Testing PENDAHULUAN Teknologi Quick Response (QR) Code merupakan metode identifikasi dua dimensi yang mampu menyimpan dan menampilkan data secara cepat melalui proses pemindaian menggunakan kamera perangkat digital (Rafai et al. , 2. Dalam proses manajemen kehadiran. QR Code menawarkan sistem yang lebih efisien dan akurat dibandingkan metode absensi manual yang masih banyak digunakan di perusahaan (Cinta et al. , 2. , termasuk PT. Harta Samudera Ambon. Sistem absensi manual yang mengandalkan pencatatan tertulis atau tanda tangan sering menimbulkan kendala seperti keterlambatan rekapitulasi, kesalahan input data, serta potensi kecurangan . itip abse. , sehingga berdampak pada menurunnya efektivitas dan keandalan proses administrasi kepegawaian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan sistem absensi yang lebih modern, otomatis, dan aman untuk mendukung operasional perusahaan (Ikhwanudin et al. , 2. Tantangan ini menjadi semakin mendesak seiring dengan tuntutan transformasi digital di era Industri 4. 0, di mana perusahaan dituntut untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam aktivitas kerja guna meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akurasi data. Penerapan QR Code pada sistem absensi karyawan sejalan dengan prinsip Industri 4. karena mampu menyediakan mekanisme kehadiran yang berbasis data, real-time, dan mudah diintegrasikan dengan sistem digital lain (Zuana & Sopiah, 2. Dengan memanfaatkan aplikasi berbasis Android, proses absensi dapat dilakukan secara cepat dan otomatis, di mana setiap pemindaian QR Code langsung tercatat dalam basis data perusahaan tanpa memerlukan proses manual yang berulang. Berdasarkan permasalahan dan kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi QR Code dalam sistem absensi karyawan berbasis Android pada PT. Harta Samudera Ambon. Solusi yang ditawarkan berupa aplikasi absensi digital yang mampu mencatat kehadiran secara otomatis, mengurangi risiko kesalahan dan kecurangan, serta menyediakan data kehadiran secara real-time kepada pihak manajemen. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi administrasi kepegawaian, mendukung proses digitalisasi. Copyright A 2025 the author. Page 859 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. serta memastikan bahwa sistem absensi yang digunakan lebih akurat, efektif, dan sesuai dengan standar operasional modern di era Industri 4. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Yani & Rosyida . , membahas penerapan sistem informasi absensi karyawan berbasis web di CV. Bintang Bangun Persada Bekasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan absensi dibandingkan sistem manual yang rentan terhadap kesalahan. Pengembangan sistem menggunakan metode air terjun yang meliputi analisis kebutuhan, desain . engan UML dan ERD), pengkodean, pengujian black box, dan pemeliharaan. Sistem ini memiliki dua tingkat akses, yaitu admin dan karyawan, serta fitur login, pencatatan absensi, pengelolaan data karyawan, dan laporan kehadiran. Penggunaan framework CodeIgniter versi 3. 6 mendukung antarmuka pengembangan yang telah diuji dengan hasil keberhasilan 100%, memudahkan proses absensi dan pengelolaan data, serta mendukung pemeliharaan rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan efisiensi, meminimalisir kesalahan, dan memudahkan pengelolaan data absensi karyawan secara efektif. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Hamidah et al. , membahas pengembangan sistem absensi otomatis berbasis IoT yang menggunakan ESP32CAM dan teknologi Face Recognition untuk menggantikan metode manual yang kurang efisien dan rentan kesalahan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan akurasi, efisiensi waktu, dan keamanan data absensi dengan komponen utama berupa ESP32CAM sebagai mikrokontroler dan kamera, serta perangkat lunak algoritma Face Recognition yang terintegrasi dengan website dan aplikasi berbasis Flask. Metode penelitian meliputi wawancara, observasi, dan analisis kebutuhan perangkat keras serta lunak, yang menunjukkan bahwa sistem mampu mencatat kehadiran secara akurat dan real-time, serta menampilkan data kehadiran di website dan memberikan feedback visual melalui OLED. Pengujian menunjukkan bahwa sistem berjalan baik, akurat, dan terintegrasi secara efektif, serta memiliki potensi pengembangan lebih lanjut dengan fitur tambahan seperti sensor yang lebih tinggi dan integrasi IoT, sehingga sistem ini efektif, terjangkau, dan dapat meningkatkan pengelolaan absensi di berbagai lingkungan kerja, seperti bengkel Pak Anton. Penelitian terdahulu lainnya yang dilakukan oleh SaAodiyah et al. , membahas perancangan dan pembangunan sistem absensi karyawan berbasis Scanner E-KTP dan RFID di Home Industri Al-Surya, yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kemudahan proses absensi. Sistem menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroler, dengan sensor RFID yang mampu mendeteksi E-KTP dan kartu RFID hingga jarak 9 cm, serta aplikasi berbasis App Inventor untuk memantau jarak jauh dan pengelolaan data. Kendala utama yang dihadapi adalah ketidakseragaman kompatibilitas E-KTP, sehingga RFID digunakan sebagai alternatif. Pengujian perangkat keras menunjukkan keakuratan tinggi pada jarak deteksi tersebut, dengan waktu penundaan rata-rata sekitar 1. 75 detik agar data tersimpan dan ditampilkan di aplikasi. Sistem ini juga dilengkapi pengiriman data ke Firebase dan fitur monitoring melalui smartphone, serta pengujian koneksi jaringan dan prototipe yang berhasil menunjukkan fungsi yang diharapkan. Meskipun belum mampu membaca semua E-KTP secara universal, sistem ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi absensi otomatis berbasis teknologi RFID dan E-KTP di lingkungan industri kecil. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Arfah . , membahas pengembangan dan pengujian aplikasi absensi karyawan berbasis Android yang mengintegrasikan fitur geolocation dan fingerprint untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi pencatatan kehadiran serta memantau lokasi karyawan selama jam kerja. Metode penelitian meliputi studi lapangan, wawancara, pengujian akurasi perangkat secara manual, serta pengujian black box dan white box untuk memastikan fungsi aplikasi sesuai spesifikasi. Aplikasi ini tidak hanya memungkinkan absensi di lokasi perusahaan, tetapi juga dapat diakses di seluruh area berkat fitur geolocation, dan data kehadiran disimpan menggunakan Firebase Realtime Database dengan backend NodeJS. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan tinggi, dengan 90. 7% responden merasa aplikasi mudah digunakan dan 75. 8% percaya bahwa fitur tersebut meningkatkan disiplin kehadiran, sementara akurasi perangkat dengan spesifikasi lebih baik menunjukkan hasil yang lebih akurat. Sistem ini diharapkan mampu meminimalisir kecurangan dan mempermudah proses absensi di perusahaan, didukung oleh referensi dari berbagai sumber terkait pengembangan aplikasi Android, sistem basis data, serta teknologi RFID dan GPS. Penelitian serupa dilakukan oleh Rahman Hakim . membahas pengembangan sistem informasi penggajian karyawan berbasis framework CodeIgniter di PT Auzana Industri, dengan tujuan mempercepat dan mempermudah proses perhitungan gaji serta meningkatkan akurasi data penggajian dan absensi karyawan. Penelitian menggunakan metode Waterfall dan model SDLC, dimulai dari analisis kebutuhan hingga pengujian, yang menghasilkan perangkat lunak yang mampu mengelola penggajian data secara efisien dan akurat. Selain itu, artikel juga menyoroti tahap terakhir dalam siklus pengembangan sistem, yaitu pemeliharaan, yang meliputi pengoperasian dan perbaikan kecil sebelum sistem kembali ke tahap perencanaan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemrosesan data absensi dan gaji karyawan di PT Auzana Industri, dengan hasil implementasi yang berhasil dan peningkatan produktivitas. Secara keseluruhan, sistem pengembangan ini mendukung pengelolaan sumber daya manusia yang lebih handal dan kompetitif, serta menampilkan pentingnya sistem informasi yang mampu mendukung kebutuhan operasional perusahaan secara cepat dan akurat. Di antara berbagai metode absensi digital, teknologi QR Code dinilai paling efektif karena tidak bergantung pada kondisi fisik pengguna maupun perangkat khusus, berbeda dengan Face Recognition, fingerprint, dan Scanner e-KTP yang memiliki berbagai keterbatasan teknis. Face Recognition sering mengalami kegagalan deteksi ketika terdapat perubahan signifikan pada wajah, penggunaan masker, kondisi pencahayaan yang buruk, atau adanya kecacatan tertentu yang mengurangi keandalannya (Anwar, 2. Metode fingerprint juga memiliki kendala serupa, seperti jari yang kotor, basah, berminyak, atau terluka sehingga sensor tidak dapat membaca sidik jari dengan baik dan menyebabkan Copyright A 2025 the author. Page 860 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. proses absensi menjadi lambat. Sementara itu. Scanner e-KTP mewajibkan setiap karyawan memiliki e-KTP fisik atau digital yang chip-nya masih berfungsi, sehingga metode ini tidak fleksibel bagi semua pengguna (Huntua et al. , 2. Sebaliknya, teknologi QR Code menawarkan proses pemindaian yang lebih stabil, cepat, dan tidak dipengaruhi kondisi fisik pengguna, sehingga memberikan efisiensi dan akurasi yang lebih tinggi dalam proses absensi (Rahmawati et al. Kesenjangan tersebut menjadi alasan kuat perlunya dilakukan penelitian ini, di mana teknologi QR Code diusulkan sebagai pendekatan yang lebih fleksibel, efisien, dan mampu mengatasi berbagai keterbatasan yang masih terdapat pada metode absensi digital sebelumnya. METODOLOGI PENELITIAN 1 Metode QR Code QR Code merupakan teknologi pemindaian berbasis dua dimensi yang menyajikan data melalui susunan modul hitam dan putih, sehingga informasi dapat diproses dengan cepat dan tepat menggunakan kamera perangkat digital seperti smartphone (Hamdani et al. , 2. Struktur QR-Code menurut (Suharianto et al. , 2. bisa dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Struktur QR-Code Struktur QR Code : Informasi versi Menunjukkan jenis atau versi QR Code yang digunakan pada suatu kode. Informasi format Berisi tingkat koreksi kesalahan dan menjadi bagian pertama yang dibaca perangkat saat proses decoding, sekaligus menunjukkan kapasitas simbol. Data QR Code Informasi disimpan dalam pola modul hitam dan putih yang tersusun teratur sebagai pembawa data. Pola pencari . inder patter. Tiga kotak besar di sudut QR Code yang membantu perangkat mengenali posisi dan orientasi kode. Pola perata . lignment patter. Kotak kecil yang menjaga ketepatan pembacaan, terutama jika kode ditempel pada permukaan melengkung atau tidak rata. Pola waktu . iming patter. Pola garis yang berfungsi menyinkronkan koordinat pemindaian ketika terjadi sedikit distorsi. Area tenang . uiet zon. Ruang kosong di sekitar QR Code yang memisahkan kode dari elemen sekitarnya agar pemindaian lebih mudah dan 2 Tahapan Penelitian Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah sistem absensi karyawan berbasis Android yang menggunakan teknologi QR Code untuk proses pencatatan kehadiran secara otomatis dan real-time. Adapun tahapan penelitian meliputi pengumpulan refrensi, perumusan masalah, analisis kebutuhan sistem, arsitektur sistem, implementasi sistem, dan Alur tahapan tersebut ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Tahapan Penelitian Copyright A 2025 the author. Page 861 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. Pada Gambar 2 Penelitian diawali dengan tahap pengumpulan referensi dengan mengkaji berbagai literatur terkait teknologi QR Code, sistem absensi digital, serta penelitian terdahulu yang relevan untuk memperoleh dasar teori dalam pengembangan aplikasi. Tahap selanjutnya adalah perumusan dan identifikasi masalah, yang berfokus pada kelemahan sistem absensi manual di PT. Harta Samudera Ambon, seperti potensi titip absen, kesalahan pencatatan, dan keterlambatan rekap data kehadiran. Setelah masalah teridentifikasi, dilakukan analisis kebutuhan sistem untuk menentukan kebutuhan fungsional dan nonfungsional, termasuk proses pemindaian QR Code, pencatatan kehadiran otomatis, penyimpanan data real-time, serta akses admin untuk mengelola data absensi. Tahap berikutnya adalah perancangan arsitektur sistem, yang meliputi pembuatan arsitektur, flowchart. ERD, serta pemodelan menggunakan UML untuk menggambarkan struktur, alur kerja, dan hubungan antar komponen dalam sistem absensi berbasis Android. Proses kemudian dilanjutkan pada tahap implementasi dan pengujian, di mana aplikasi dikembangkan dengan integrasi pemindaian QR Code dan basis data perusahaan, kemudian diuji menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan setiap fungsi berjalan dengan baik, mulai dari proses login, pemindaian QR Code, hingga pencatatan dan validasi data kehadiran karyawan di PT. Harta Samudera Ambon. 3 Arsitektur Sistem Arsitektur sistem pada penelitian ini menggambarkan alur kerja terintegrasi dari proses absensi berbasis QR Code antara aplikasi Android yang digunakan karyawan, komputer admin, dan server pusat yang menjadi pengolah utama data. Pada rancangan ini, proses dimulai ketika Admin mengajukan permintaan pembuatan QR Code harian melalui komputer, yang kemudian diteruskan ke server untuk diproses. Server menghasilkan QR Code unik yang disesuaikan dengan tanggal dan kebutuhan operasional, lalu mengirimkannya kembali kepada komputer admin untuk ditampilkan sebagai media absensi. Karyawan kemudian melakukan pemindaian QR Code tersebut melalui aplikasi Android, di mana hasil pemindaian langsung dikirimkan kembali ke komputer admin dan diteruskan ke server untuk divalidasi. Server melakukan pemeriksaan keaslian QR Code, kecocokan waktu dengan jadwal kerja, serta memastikan tidak terjadi duplikasi absensi sebelum menyimpan data ke dalam basis data. Setelah proses validasi selesai, sistem memberikan umpan balik kepada karyawan berupa status absensi yang telah tercatat, sementara admin dapat mengakses seluruh data presensi yang telah tersimpan dalam bentuk laporan. Dengan demikian, arsitektur sistem ini memperlihatkan hubungan yang terstruktur dan saling terhubung antara setiap komponen yang terlibat, sehingga memastikan proses absensi berlangsung secara cepat, akurat, dan efisien dalam lingkungan kerja PT. Harta Samudera Ambon, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 3. Gambar 2. Arsitektur Sistem 4 Flowchart Flowchart sistem merupakan diagram yang menampilkan alur dan tahapan proses dalam suatu sistem secara visual dan terstruktur, sehingga setiap aktivitas dapat digambarkan secara runtut mulai dari proses awal hingga akhir (Muliadi et , 2. Flowchart tidak hanya menunjukkan urutan langkah yang harus dijalankan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana data mengalir dari satu proses ke proses berikutnya, bagaimana suatu kondisi menghasilkan percabangan keputusan, serta bagaimana sistem merespons setiap input yang diberikan. Dengan adanya visualisasi tersebut, proses pemahaman terhadap mekanisme kerja sistem menjadi lebih mudah karena diagram ini menyederhanakan proses yang kompleks ke dalam bentuk simbol-simbol standar yang mudah dikenali. Selain itu, flowchart berfungsi sebagai acuan penting dalam melakukan analisis kebutuhan, identifikasi potensi kesalahan, serta sebagai landasan dalam pengembangan dan pengujian sistem untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan alur yang telah dirancang Copyright A 2025 the author. Page 862 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. (Puguh & Trisnanto, 2. Dengan demikian, keberadaan flowchart memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu pengembang maupun pengguna memahami struktur logis dari sistem secara lebih jelas dan terarah. Gambar 3. Flowchart Sistem Gambar 4 proses dimulai dari input email dan Password yang kemudian divalidasi, jika validasi gagal maka kembali ke tahap login, dan jika berhasil maka sistem menampilkan Dashboard User. Dari dashboard tersedia beberapa menu seperti Home. Scanner. History. Akun, dan Logout. Menu Home memberikan akses ke fitur Scanner untuk melakukan pemindaian barcode, yang kemudian divalidasi. apabila valid maka absensi tercatat, sementara jika tidak valid maka proses kembali ke menu sebelumnya. Menu History menampilkan riwayat absensi dan dapat ditutup untuk kembali ke dashboard. Menu Akun memungkinkan proses pengubahan Password atau keluar dari aplikasi. Ketika opsi Logout dipilih, alur kembali ke halaman masuk. Seluruh proses ini berulang hingga sistem diarahkan pada kondisi Berhenti. 5 Diagram Konteks Diagram konteks pada penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai interaksi antara aktor yang terlibat dan Sistem Absensi Berbasis QR Code yang diterapkan di PT. Harta Samudera Ambon. Pada level tertinggi, diagram ini menunjukkan bahwa Admin memiliki peran sebagai pengelola utama sistem, yang meliputi proses memasukkan, memperbarui, dan memvalidasi data karyawan, mengatur jadwal kerja, membuat QR Code harian sebagai media absensi, serta mengakses laporan presensi yang dihasilkan sistem. Seluruh permintaan yang dikirimkan Admin diproses oleh sistem untuk memastikan bahwa data yang dikelola selalu akurat dan sesuai dengan kebutuhan operasional Di sisi lain. Karyawan berinteraksi dengan sistem melalui aplikasi Android yang telah disediakan, dengan melakukan pemindaian QR Code untuk mencatat kehadiran secara otomatis dan menerima keluaran berupa status presensi, riwayat kehadiran, serta informasi cuti. Sistem bertindak sebagai penghubung utama yang menampung seluruh input dari Admin dan Karyawan, kemudian melakukan pemrosesan, validasi, penyimpanan, dan penyediaan kembali data yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Aliran data yang ditampilkan dalam diagram konteks ini menggambarkan batasan sistem, arah pertukaran informasi, dan hubungan fungsional yang terjadi secara real-time serta terintegrasi, sehingga memberikan pemahaman yang jelas mengenai cara kerja keseluruhan sistem absensi berbasis QR Code ini. Seluruh alur interaksi tersebut divisualisasikan secara lengkap pada Gambar 5. Copyright A 2025 the author. Page 863 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. Gambar 4. Diagram Konteks Gambar 5 merupakan proses mewujudkan rancangan sistem ke dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan secara langsung sesuai kebutuhan yang telah dianalisis. Pada tahap ini dilakukan penerapan fitur pemindaian QR Code agar proses absensi dapat berlangsung otomatis dan tercatat secara real-time, serta perancangan tampilan aplikasi yang mudah dipahami oleh pengguna. Proses pengembangan dilakukan menggunakan Android Studio sebagai lingkungan pemrograman, dengan bahasa Kotlin atau Java, serta memanfaatkan basis data seperti Firebase atau MySQL untuk menyimpan dan mengelola data karyawan serta hasil absensi secara terintegrasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini disusun berdasarkan tahapan metode yang telah diterapkan, dimulai dari analisis kebutuhan hingga pengujian sistem. Tahap analisis mengungkap berbagai permasalahan pada mekanisme absensi manual, seperti tingginya potensi kecurangan, ketidakakuratan pencatatan, serta lambatnya proses rekapitulasi, yang kemudian menjadi landasan perancangan sistem absensi berbasis QR Code. Perancangan sistem menghasilkan model aplikasi Android dan dashboard admin yang memuat fitur utama, yakni pemindaian QR Code, validasi kehadiran secara otomatis, pengelolaan data karyawan, dan pembuatan laporan kehadiran. Implementasi sistem tersebut diuji menggunakan metode Black Box Testing, dan hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi proses absensi dengan waktu pencatatan yang lebih cepat, pengurangan signifikan terhadap kesalahan data, serta minimnya potensi kecurangan. 1 Analisis Efektivitas (Kuantitati. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengukur tingkat peningkatan efisiensi proses absensi setelah diterapkannya sistem absensi berbasis teknologi QR Code dibandingkan dengan metode absensi manual. Perhitungan dilakukan berdasarkan tiga aspek pengukuran utama, yaitu kecepatan proses absensi, akurasi pencatatan, dan pengurangan potensi kecurangan (Marsehan et al. , 2. Analisis ini menggunakan rumus persentase peningkatan efisiensi, sebagai berikut: ( ) Untuk kepentingan pengukuran, digunakan indikator pada Tabel 1: Tabel 1. Indikator Pengukuran Indikator Rata-rata waktu absensi per orang Tingkat kesalahan pencatatan Potensi kecurangan Kecepatan rekap data Pengukuran Lama (Manua. 20Ae30 detik 5Ae10 kasus per bulan Tinggi . itip abse. Harian/Bulanan Pengukuran Baru (QR Cod. 3Ae5 detik 0Ae1 kasus per bulan Sangat rendah Real-time Jenis Satuan Detik Kasus Kualitatif Waktu proses Pada Tabel 1 indikator pengukuran menunjukkan perbandingan kinerja antara sistem absensi manual dan sistem berbasis QR Code melalui empat indikator utama. Pada aspek waktu absensi, metode manual membutuhkan 20Ae30 detik per orang, sedangkan QR Code hanya memerlukan 3Ae5 detik, sehingga lebih efisien. Tingkat kesalahan pencatatan pada sistem manual mencapai 5Ae10 kasus per bulan, sementara dengan QR Code turun drastis menjadi 0Ae1 kasus karena pencatatan dilakukan otomatis. Dari sisi keamanan, potensi kecurangan pada metode manual tergolong tinggi, namun pada QR Code sangat rendah karena proses pemindaian harus dilakukan langsung oleh pengguna yang bersangkutan. Selain itu, rekap data pada sistem manual dilakukan harian atau bulanan, sedangkan sistem QR Code menyajikan data Copyright A 2025 the author. Page 864 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. secara real-time, sehingga mempercepat proses administrasi. Jika dilakukan simulasi perhitungan berdasarkan rata-rata waktu absensi, maka: Dengan demikian, terdapat perkiraan peningkatan efisiensi waktu sebesar 84% dalam proses absensi setelah menggunakan QR Code. Selain itu, tingkat kesalahan pencatatan dapat dianalisis menggunakan model penurunan error sebagai berikut: ( ) Contoh Simulasi : Berdasarkan pendekatan pengukuran kuantitatif melalui simulasi, penerapan sistem absensi berbasis teknologi QR Code mampu meningkatkan efisiensi operasional absensi sebesar 80Ae90%, menurunkan tingkat kesalahan lebih dari 85%, serta menghilangkan potensi titip absen pada sistem manual. Hal ini menunjukkan bahwa sistem absensi berbasis QR Code lebih unggul secara signifikan dalam aspek kecepatan, akurasi, keamanan, dan efektivitas dibandingkan metode manual yang sebelumnya diterapkan. 2 Implementasi Halaman 1 Implementasi halaman pada sisi admin Implementasi tampilan dan fitur pada sisi admin dirancang untuk mendukung proses pengelolaan data absensi serta administrasi karyawan secara terpusat, sistematis, dan efisien. Pada bagian ini, admin diberikan akses penuh untuk melakukan berbagai fungsi manajemen, mulai dari pengelolaan informasi dasar karyawan, pengaturan jadwal kerja, monitoring kehadiran harian, hingga pengelolaan hak cuti dan izin sakit yang diajukan karyawan. Seluruh fitur disusun sedemikian rupa agar mempermudah admin dalam melakukan verifikasi data, memperbarui informasi, serta meninjau laporan presensi secara real-time. Selain itu, setiap elemen antarmuka pada halaman admin dirancang dengan struktur menu yang jelas dan informatif sehingga mendukung kelancaran proses administrasi tanpa memerlukan langkah yang Implementasi ini juga memastikan bahwa seluruh informasi yang ditampilkan mudah diakses, akurat, dan relevan dengan kebutuhan operasional perusahaan, sehingga admin dapat melaksanakan tugas pengelolaan absensi secara lebih efektif, cepat, serta minim kesalahan. Dengan demikian, sisi admin berperan sebagai pusat kendali utama dalam sistem absensi berbasis QR Code, memastikan seluruh proses berjalan teratur dan sesuai dengan alur kerja Gambar 5. Implementasi Halaman Data Karyawan Gambar 6 halaman Data Karyawan pada sisi Admin berfungsi sebagai pusat pengelolaan informasi karyawan yang terdaftar dalam sistem absensi berbasis QR Code. Pada halaman ini, admin dapat melihat daftar karyawan secara lengkap, termasuk nama, email, nomor identitas, posisi, serta status cuti atau sakit. Admin juga dibekali fitur pencarian yang memudahkan dalam menemukan data karyawan tertentu berdasarkan kata kunci, serta fitur filter untuk menampilkan data berdasarkan peran . dan posisi. Selain itu, halaman ini menyediakan tombol AiTambah KaryawanAn yang memungkinkan admin untuk memasukkan data karyawan baru ke dalam sistem, serta tombol AiEkspor ExcelAn yang dapat digunakan untuk mengunduh seluruh data karyawan dalam format Excel sebagai kebutuhan pelaporan atau dokumentasi. Pada setiap data karyawan, terdapat menu aksi AiDetailAn yang memungkinkan admin melihat dan mengelola informasi karyawan secara lebih spesifik. Dengan adanya halaman ini, proses pengelolaan dan pemantauan data karyawan menjadi lebih efektif, terstruktur, dan mudah dilakukan dibandingkan pengelolaan manual. Copyright A 2025 the author. Page 865 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. Gambar 6. Implementasi Halaman Data Presensi Halaman Data Presensi pada sisi Admin berfungsi sebagai pusat monitoring kehadiran seluruh karyawan yang terdaftar dalam sistem absensi berbasis QR Code. Pada halaman ini, admin dapat melihat daftar kehadiran karyawan berdasarkan tanggal dan jenis presensi, seperti presensi masuk, istirahat, atau pulang, melalui fitur filter yang telah Informasi yang ditampilkan meliputi nama karyawan, waktu melakukan presensi, status kehadiran seperti hadir, sakit, izin, atau alpa, serta keterangan terkait keterlambatan jika ada. Selain itu, tersedia fitur AiEkspor ExcelAn yang memungkinkan admin mengunduh laporan data presensi untuk kebutuhan administrasi, audit, atau dokumentasi Dengan adanya halaman ini, admin dapat memonitor presensi secara real-time dan melakukan evaluasi absensi karyawan dengan lebih cepat, efektif, dan akurat dibandingkan metode pencatatan manual. Gambar 7. Implementasi Halaman Pengaturan Presensi Halaman Pengaturan Presensi pada sisi Admin digunakan untuk mengatur seluruh aturan kehadiran karyawan, mulai dari jam masuk, batas akhir presensi, jam pulang, hingga kuota maksimal cuti tahunan dan cuti sakit. Admin dapat menyimpan perubahan pengaturan tersebut agar langsung diterapkan dalam sistem. Selain itu, halaman ini juga menyediakan fitur untuk menghasilkan QR Code presensi yang selalu diperbarui secara otomatis setiap kali di-generate, sehingga proses presensi lebih aman dan tidak dapat disalahgunakan. Dengan adanya halaman ini, pengelolaan presensi menjadi lebih terstruktur, mudah dikontrol, dan mendukung proses absensi yang lebih efektif. 2 Implementasi halaman pada sisi karyawan Implementasi halaman pada sisi karyawan bertujuan untuk menampilkan hasil pengembangan antarmuka aplikasi absensi berbasis Android yang digunakan karyawan dalam menjalankan berbagai aktivitas terkait kehadiran dan administrasi personal. Melalui aplikasi ini, karyawan dapat melakukan proses presensi harian menggunakan pemindaian QR Code, mengajukan cuti secara digital, memeriksa riwayat kehadiran berdasarkan tanggal, serta mengelola informasi profil pribadi dengan lebih mudah dan terstruktur. Setiap halaman dirancang dengan memperhatikan prinsip kemudahan penggunaan, tampilan yang informatif, serta responsivitas antarmuka sehingga seluruh fitur dapat diakses dengan cepat dan dipahami tanpa kesulitan. Selain itu, implementasi ini memastikan bahwa alur penggunaan pada tiap halaman berjalan konsisten dengan kebutuhan operasional, seperti pemindaian QR Code yang terhubung langsung dengan sistem validasi kehadiran secara real-time, hingga tampilan riwayat absensi yang menyajikan informasi secara jelas dan Keseluruhan rancangan halaman ini mendukung penerapan absensi digital yang lebih efisien, transparan, dan praktis bagi karyawan, sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna dalam berinteraksi dengan sistem absensi berbasis QR Code. Penjelasan berikut menguraikan fungsi, alur kerja, dan peran masingAemasing halaman yang tersedia pada sisi karyawan. Copyright A 2025 the author. Page 866 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. Gambar 8. Implementasi Halaman Home dan Kehadiran Gambar 8 menampilkan Halaman Home dan Halaman Kehadiran pada sisi karyawan, yang merupakan komponen utama dari implementasi sistem absensi berbasis QR Code. Pada Halaman Home, pengguna dapat melihat informasi kehadiran harian secara real-time, termasuk status absensi masuk dan pulang, jam kerja yang telah ditetapkan, serta sisa hak cuti tahunan. Selain itu, halaman ini menyediakan akses langsung untuk melakukan proses presensi melalui fitur pemindaian QR Code. Sementara itu. Halaman Kehadiran menyajikan kalender presensi yang memuat riwayat kehadiran karyawan berdasarkan tanggal, sehingga memudahkan pengguna dalam memantau pola kehadiran, ketidakhadiran, maupun status presensi lainnya secara mandiri. Kedua halaman ini dirancang dengan antarmuka yang sederhana, informatif, dan mudah digunakan, sehingga mampu mendukung proses absensi yang lebih praktis, efisien, dan terstruktur bagi karyawan. Gambar 9. Implementasi Halaman Profile. Riwayat Cuti, dan Scan Presensi Gambar 9 menampilkan Halaman Profil. Riwayat Cuti, dan Scan Presensi pada sisi karyawan, yang berperan sebagai elemen pendukung dalam implementasi sistem absensi berbasis QR Code. Halaman Profil menyediakan informasi identitas karyawan, seperti nomor ID, jabatan, serta alamat email, sekaligus menyediakan fasilitas pembaruan data melalui fitur edit profil, termasuk penggantian kata sandi dan opsi keluar dari aplikasi. Selanjutnya. Halaman Copyright A 2025 the author. Page 867 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. Riwayat Cuti menyajikan daftar pengajuan cuti yang dilengkapi dengan status verifikasiAibaik menunggu persetujuan, disetujui, maupun ditolakAiserta menyediakan akses untuk melakukan pengajuan cuti baru secara digital, sehingga proses administrasi cuti dapat dilakukan dengan lebih efisien dan sistematis. Adapun Halaman Scan Presensi berfungsi sebagai media utama pelaksanaan absensi, di mana karyawan melakukan pemindaian QR Code melalui kamera aplikasi untuk mencatat kehadiran secara otomatis, tervalidasi, dan real-time. Secara keseluruhan, ketiga halaman ini mendukung tercapainya proses absensi yang lebih efektif, transparan, serta mudah dioperasikan oleh pengguna. 3 Pengujian Balack Box Testing Pengujian sistem pada penelitian ini menggunakan metode Black Box Testing, yaitu teknik pengujian yang menitikberatkan pada pemeriksaan fungsi dan keluaran sistem tanpa menilai alur logika atau struktur kode di dalamnya (Putri et al. , 2. Metode ini diterapkan pada seluruh fitur baik dari sisi admin maupun karyawan untuk memastikan setiap fungsi berjalan sesuai kebutuhan, memberikan hasil keluaran yang benar, serta mendukung proses absensi berbasis QR Code secara optimal. Hasil dari pengujian ini digunakan sebagai dasar evaluasi untuk menilai kesiapan sistem sebelum diaplikasikan dalam lingkungan operasional perusahaan. Pengujian Black Box Testing dapat di lihat pada tabel berikut : Pengujian Halaman Admin Tabel 2. Pengujian Halaman Admin Halaman/Fitur Skenario Pengujian Hasil yang Diharapkan Login Admin Admin memasukkan email dan Password valid Admin berhasil masuk ke Login Admin Admin memasukkan email atau Password tidak valid Login ditolak dan muncul pesan kesalahan Dashboard Admin membuka halaman Data Karyawan (Tampilka. Data Karyawan (Cari Dat. Tambah Karyawan Edit Data Karyawan Ekspor Data Karyawan Data Presensi (Tampilka. Filter Presensi Ekspor Data Presensi Logout Admin membuka halaman Data Karyawan Admin menggunakan fitur Admin mengisi form tambah karyawan dan menyimpan Admin mengubah informasi Admin menekan tombol ekspor Excel Admin membuka halaman Data Presensi Admin memfilter data berdasarkan tanggal atau Admin mengekspor laporan Admin menekan tombol Logout Informasi statistik absensi tampil dengan Seluruh data karyawan Data sesuai kata kunci Data baru tersimpan dan muncul di daftar Data tersimpan dan File Excel berhasil Seluruh data presensi muncul sesuai database Hasil Pengujian Sistem Sistem notifikasi error Data tampil sesuai database Data tampil Hasil pencarian sesuai input Data berhasil Perubahan data File sesuai data Data tampil Data hasil filter Data sesuai filter File Excel terunduh dengan benar Sistem mengarahkan ke halaman login File dapat dibuka & sesuai isi Admin berhasil Status Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Hasil pengujian fungsi pada sisi admin ditunjukkan pada Tabel 2, yang memuat rangkuman lengkap pengujian Black Box terhadap seluruh fitur utama yang terdapat pada dashboard admin. Tabel tersebut menjelaskan skenario uji, jenis masukan yang diberikan, alur proses yang dijalankan sistem, keluaran yang diharapkan, serta keluaran aktual yang diperoleh selama pengujian. Setiap skenario dirancang untuk memastikan bahwa fitur-fitur inti seperti pengelolaan data karyawan, pengaturan jam kerja, pembuatan dan penayangan QR Code, pemantauan kehadiran, serta pembuatan laporan dapat beroperasi sesuai dengan rancangan sistem yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil yang ditampilkan pada Tabel 2, seluruh fungsi pada halaman admin menunjukkan konsistensi antara hasil aktual dan hasil yang diharapkan tanpa ditemukan error, bug, maupun ketidaksesuaian dalam proses operasional. Hal ini membuktikan bahwa setiap fitur pada sisi admin telah berjalan secara stabil, valid, dan mampu mendukung kebutuhan pengelolaan data absensi secara optimal. Dengan demikian, hasil pengujian tersebut menegaskan bahwa implementasi halaman admin dalam sistem absensi berbasis QR Code ini telah memenuhi aspek fungsionalitas sebagaimana yang dirancang dan siap digunakan dalam lingkungan operasional perusahaan. Copyright A 2025 the author. Page 868 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. Pengujian Halaman Karyawan Tabel 3. Pengujian Halaman Karyawan Halaman / Fitur Login Karyawan Login Karyawan Home Halaman Kehadiran Tombol Presensi Masuk Halaman Scan Presensi Halaman Profil Edit Profil Ubah Password Riwayat Cuti Ajukan Cuti Logout Skenario Pengujian Karyawan memasukkan email dan Password valid Karyawan memasukkan email atau Password salah Hasil yang Diharapkan Hasil Pengujian Status Berhasil masuk ke aplikasi dan menuju halaman Home Sistem menampilkan halaman Home Berhasil Login ditolak dan muncul pesan kesalahan Sistem menampilkan pesan error Berhasil Data tampil sesuai Berhasil Riwayat presensi tampil Berhasil Data tercatat dan status Berhasil Karyawan membuka halaman Kehadiran Karyawan melakukan scan QR Code untuk presensi masuk Informasi profil, status presensi, jam kerja, dan sisa cuti tampil dengan benar Kalender dan riwayat presensi tampil sesuai data Data presensi masuk tersimpan otomatis ke Kamera aktif dan memindai QR Code QR Code terdeteksi dan presensi diproses Karyawan membuka halaman Profil Karyawan mengubah data yang diizinkan Karyawan mengubah Password melalui menu Edit Password Informasi identitas tampil sesuai data Data berhasil diperbarui ke Karyawan membuka halaman Home Karyawan membuka halaman Riwayat Cuti Karyawan mengisi formulir dan mengirim pengajuan Karyawan melakukan Logout dari aplikasi Password tersimpan dan dapat digunakan untuk login Sistem memvalidasi dan menampilkan notifikasi Data tampil lengkap dan Data tersimpan dan tampil sesuai perubahan Sistem menerima perubahan dan login Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Riwayat cuti tampil sesuai status . enunggu, diterima. Data tampil lengkap sesuai database Berhasil Data pengajuan tersimpan dan status menjadi AimenungguAn Pengajuan tersimpan dan tampil di riwayat Berhasil Keluar dari aplikasi dan diarahkan ke halaman login Logout berhasil dan sesi Berhasil Hasil pengujian fungsional pada sisi karyawan ditunjukkan pada Tabel 3, yang berisi rangkuman pengujian Black Box Testing terhadap seluruh fitur yang digunakan langsung oleh pengguna aplikasi. Tabel tersebut memuat skenario uji, jenis masukan atau tindakan yang diberikan oleh karyawan, alur proses sistem yang seharusnya dijalankan, serta keluaran aktual yang diperoleh selama pengujian berlangsung. Berdasarkan data pada Tabel 3, seluruh fitur inti pada sisi karyawan, seperti tampilan Home yang menampilkan ringkasan presensi, halaman riwayat kehadiran, fungsi pemindaian QR Code untuk melakukan absensi, akses menu profil, proses pengajuan cuti, serta tampilan riwayat cuti, telah beroperasi sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Setiap pengujian menunjukkan bahwa keluaran aktual konsisten dengan keluaran yang diharapkan, tanpa ditemukan error, bug, maupun ketidaksesuaian dalam proses sistem. Hal ini menegaskan bahwa seluruh fitur pada sisi karyawan berfungsi dengan stabil, responsif, dan valid, serta siap digunakan dalam mendukung proses absensi digital berbasis QR Code secara optimal. Berdasarkan hasil pengujian pada kedua tabel tersebut menggunakan metode Black Box Testing pada seluruh halaman dan fitur aplikasi baik dari sisi admin maupun karyawan, dapat disimpulkan bahwa seluruh fungsi sistem absensi berbasis QR Code telah berjalan dengan baik sesuai kebutuhan dan skenario pengujian yang telah ditentukan. Setiap fitur pada sisi admin, seperti pengelolaan data karyawan, monitoring presensi, serta proses ekspor laporan, menunjukkan hasil yang sesuai dengan output yang diharapkan tanpa adanya kesalahan fungsi. Demikian pula pada sisi karyawan, fitur utama seperti proses presensi melalui pemindaian QR Code, akses riwayat kehadiran, pengajuan cuti, serta pengelolaan profil dapat digunakan dengan tepat dan menampilkan informasi sesuai data yang tersimpan pada Hasil tersebut membuktikan bahwa sistem telah memenuhi aspek validitas fungsional, akurasi data, serta kemudahan penggunaan, sehingga layak untuk diimplementasikan dalam lingkungan operasional perusahaan sebagai solusi absensi digital yang efektif dan efisien. Copyright A 2025 the author. Page 869 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6. No 7. December 2025, page 859-871 ISSN 2722-7987 (Media Onlin. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/tin DOI 10. 47065/tin. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil mengimplementasikan sistem absensi karyawan berbasis Android yang memanfaatkan teknologi QR Code sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, serta keamanan dalam proses pencatatan kehadiran di PT. Harta Samudera Ambon. Sistem absensi manual yang sebelumnya digunakan terbukti memiliki berbagai keterbatasan, seperti potensi titip absen, keterlambatan dalam proses rekapitulasi, serta tingginya kemungkinan terjadinya kesalahan pencatatan yang dapat mengganggu efektivitas administrasi kepegawaian. Melalui rangkaian tahapan yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan arsitektur sistem, implementasi aplikasi, serta pengujian menggunakan metode Black Box Testing, sistem absensi berbasis QR Code ini terbukti mampu mengatasi permasalahan tersebut secara signifikan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa proses absensi dapat diselesaikan dalam waktu 3Ae5 detik dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dan minim kesalahan, serta mampu mengurangi potensi kecurangan hampir sepenuhnya. Selain itu, fitur pendukung seperti manajemen data karyawan, pengaturan jam kerja, riwayat kehadiran, pengajuan cuti digital, dan laporan real-time memberikan kemudahan bagi admin dan karyawan dalam mengelola informasi absensi secara terstruktur. Secara keseluruhan, penerapan teknologi QR Code memberikan peningkatan yang nyata terhadap efektivitas, ketepatan, dan transparansi dalam pengelolaan kehadiran. Untuk pengembangan selanjutnya, sistem ini dapat ditingkatkan melalui penambahan fitur enkripsi QR Code, integrasi GPS, serta penyediaan analitik kehadiran guna mendukung proses pengambilan keputusan manajemen secara lebih REFERENCES