DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Kesehatan Prolanis Online (SIMPELPRO) Di Puskesmas Kota Semarang Studi Kasus di Puskesmas Padangsari Kota Semarang Implementation of the Prolanis Online Health Service Management Information System Application (SIMPELPRO) at the Semarang City Public Health Center . Case Study at Padangsari Primary Healtcare Semarang City Setya Wijayanta1. Siti Masrochah2. Subinarto3. Indah Naryanti4 1,2,3,4Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang Jl. Tirto Agung. Pedalangan. Banyumanik. Semarang *E-mail : setyawijayanta@poltekkes-smg. Abstract The government is working to reduce the prevalence of chronic diseases and prevent people with chronic diseases from entering the complication stage. One form of effort in this regard is through the chronic disease management program (Prolani. So that the participants do not know the types of activities and schedules of Prolanis activities so that participants do not take advantage of them. The purpose of this study was to examine the implementation of the online prolanis service management information system application (SIMPELPRO) at the Semarang City Public Health Center, a case study at the Padangsari Public Health Center. This research method is descriptive, with primary data sources from interviews, documentation studies and literature. System design using the prototype method. Prototypes were made and evaluated, and continued to the implementation stage. The result of this study Has been developed using SIMPELPRO web based application for service management of Prolanis The focus of the application in this research is still on the presentation of the health education materials. The development uses the prototype method with UML as a design tool. The application has received positives feedbacks from Prolanis participants. Although some participants have complained about limited access to smartphones and the need for assistance for elderly participants. Keywords: Information manajemen system. online prolanis Abstrak Pemerintah berupaya untuk mengurangi prevalensi penyakit kronis dan mencegah penderita penyakit kronis memasuki tahap komplikasi. Salah satu bentuk upaya dalam hal ini adalah melalui program manajemen penyakit kronis (Prolani. Tidak sedikit peserta yang tidak mengetahui jenis kegiatan dan jadwal kegiatan Prolanis sehingga peserta tidak Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti tentang implementasi aplikasi sistem informasi manajemen pelayanan prolanis online (SIMPELPRO) Di puskesmas Kota Semarang studi kasus di puskesmas padangsari. Metode penelitian ini adalah deskriptif, dengan sumber data primer dari wawancara, studi dokumentasi dan literatur. Perancangan sistem menggunakan metode prototype. Prototype dibuat dan dievaluasi, dan dilanjutkan ke tahap implementasi. Hasil penelitian ini bahwa telah dikembangkan aplikasi SIMPELPRO berbasis web untuk manajemen pelayanan kegiatan Prolanis. Fokus aplikasi pada penelitan ini masih pada penyajian materi edukasi kesehatan. Pengembangannya menggunakan metode prototype dengan UML sebagai alat desain. Aplikasi ini mendapatkan tanggapan positif dari peserta Prolanis, meskipun beberapa mengeluhkan keterbatasan akses ke smartphone dan kebutuhan pendampingan bagi peserta lanjut usia. Kata kunci: Sistem informasi manajemen. Prolanis online Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Pendahuluan Pemerintah PTM, mengenai PTM dititikberatkan pada pencegahan faktor risiko seperti melalui Peraturan Pemerintah tentang Standar Pelayanan Minimum di Kabupaten dan Provinsi. Instruksi Presiden tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. PMK tentang Penanggulangan PTM dan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) tentang Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) (KEMENKES, 2. Pemerintah wajib menjamin seluruh warganya agar dengan kualitas dan standar yang sama sesuai amanat undang-undang dasar dan pancasila, negara diperintahkan untuk mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (Tim Kebijakan Jaminan Sosial Kesehatan, 2. Pemerintah telah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai wujud komitmen konstitusi untuk kesehatan masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional. Sejak beroperasinya BPJS Kesehatan. PT Jamsostek (Perser. tidak lagi menyelenggarakan program (Undang Undang No. 24, 2. Pemerintah wajib menjamin seluruh pelayanan kesehatan dengan kualitas dan standar yang sama sesuai amanat undang-undang dasar dan pancasila, mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional. Pemerintah telah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial konstitusi untuk mengelola pelaksanaan Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. jaminan kesehatan masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 1 Januari 2014. Implementasi JKN pada pelayanan primer maupun lanjutan menganut prinsip managed care yang bertumpu pada kendali biaya dan kendali mutu. Pemerintah berusaha untuk mengurangi tingkat kejadian penyakit kronis dan mencegah pasien dengan penyakit kronis mencapai tahap Salah satu inisiatif dalam hal ini adalah program manajemen penyakit kronis (Prolani. (Tyas Purnamasari et , 2. Penelitian menunjukkan hasil minimnya informasi dan sosialisasi mengenai Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolani. menyebabkan peserta kurang aktif dalam mengikuti kegiatan Prolanis. Sehingga untuk mengatasinya perlu dilakukan beberapa hal yaitu dengan memberikan informasi, sosialisasi, dan edukasi mengenai jenis-jenis kegiatan Prolanis beserta manfaat dan tujuannya. Semakin baiknya tingkat informasi yang dimiliki peserta, maka terdapat kecenderungan besar untuk memanfaatkan Prolanis. Tidak sedikit peserta yang tidak mengetahui jenis kegiatan dan jadwal kegiatan Prolanis sehingga peserta tidak Kurangnya informasi pelayanan Prolanis karena nomor handphone peserta tidak aktif dan alamat di database tidak valid sehingga menyulitkan petugas untuk mengakses para peserta yang kurang informasi. Pemberian informasi dapat dilakukan secara langsung melalui ajakan petugas kepada pasien diabetes dan hipertensi pada masing-masing FKTP maupun secara tidak langsung melalui media cetak seperti brosur, buletin, atau menggunakan telepon dan sms serta menggunakan teknologi informasi. Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Penelitian menunjukkan hasil minimnya informasi dan sosialisasi mengenai Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolani. menyebabkan peserta kurang aktif dalam mengikuti kegiatan Prolanis. Sehingga untuk mengatasinya perlu dilakukan beberapa hal yaitu dengan memberikan informasi, sosialisasi, dan edukasi mengenai jenis-jenis kegiatan Prolanis beserta manfaat dan tujuannya. Semakin baiknya tingkat informasi yang dimiliki peserta, maka terdapat kecenderungan besar untuk memanfaatkan Prolanis. Tidak sedikit peserta yang tidak mengetahui jenis kegiatan dan jadwal kegiatan Prolanis sehingga peserta tidak Kurangnya informasi pelayanan Prolanis karena nomor handphone peserta tidak aktif dan alamat di database tidak valid sehingga menyulitkan petugas untuk mengakses para peserta yang kurang informasi. Pemberian informasi dapat dilakukan secara langsung melalui ajakan petugas kepada pasien diabetes dan hipertensi pada masing-masing FKTP maupun secara tidak langsung melalui media cetak seperti brosur, buletin, atau menggunakan telepon dan sms serta menggunakan teknologi informasi. (Arifa. Kemajuan teknologi informasi saat ini banyak membawa dampak positif bagi dunia kesehatan, teknologi komputer dan internet, baik dalam hal perangkat keras maupun perangkat lunak, memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia kesehatan untuk menunjang pelayanan keunggulan terletak pada faktor kecepatan untuk mendapatkan informasi serta dapat dengan mudah diakses dari mana saja dan kapan saja. Berdasarakan uraian permasalahan di atas penulis tertarik untuk meneliti Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. tentang implementasi aplikasi sistem informasi manajemen pelayanan prolanis online (SIMPELPRO) Di puskesmas Kota Semarang studi kasus di puskesmas Padangsari. Metode Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan sumber data primer yaitu menggunakan metode wawancara dan interview kepada petugas dan peserta prolanis di puskesmas padangsari, serta data sekunder dari dokumentasi dan Untuk metode perancangan sistem di penelitian ini, peneliti akan menggunakan metode prototype, metode ini digunakan untuk membuat rancangan dengan cepat dan bertahap sehingga dapat segera dievaluasi oleh calon pengguna (Renaningtias & Apriliani. Berikut adalah kerangka kerja metode prototype dari penelitian ini. Analisis Kebutuhan Desain Sistem Uji coba Impeleme Sistem Gambar 1. kerangka kerja metode Tahap awal dalam mengembangkan kebutuhan sistem, merupakan metode yang digunakan untuk mengevaluasi Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. segala persyaratan yang diperlukan oleh sistem sebelum melaksanakan program Analisis sistem menilai cara input data diproses dan informasi output untuk meningkatkan organisasi . eperti yang dijelaskan oleh Christian pada tahun 2. Dalam hal ini, untuk penulis melakukan wawancara dan berdiskusi dengan pihak terkait agar dapat menjelaskan secara rinci. terkait untuk mendapatkan data dan Selanjutnya, mengunjungi langsung lokasi penelitian, yaitu puskesmas padangsari untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam pembangunan prototipe. Setelah tahap pengumpulan data selesai, langkah berikutnya adalah tahap perancangan konsep menggunakan Unified Modeling Language (UML). Tahap digunakan untuk memudahkan penulis melaksanakan, dan menguji sistem, yang bertujuan memberikan gambaran tentang hasil sistem yang sebenarnya. Pada penelitian ini, tahap perancangan sistem menggunakan Object Oriented Design (OOD) dan pemodelannya menggunakan Unified Modeling Language (UML). (Budiharjo, 2. Hasil dan Pembahasan Tahapan PROLANIS Online ini meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi sistem dan pengujian Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Prolanis Online (SIMPELPRO) diharapkan dapat digunakan untuk PROLANIS di fasilitas kesehatan tingkat Aplikasi SIMPELPRO yang dibangun ini berupa ide-ide yang diambil menurut data yang didapat dari kegiatan Prolanis yang dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama dalam hal ini tempat yang digunakan sebagai studi kasus yaitu puskesmas padangsari Kota Semarang. Penjabaran pengembangan sistem yang yang diusulkan diantaranya adalah sebagai Proses dilakukan dengan merancang sementara sistem yang berfokus pada penggunaan, termasuk pembuatan format input dan output berdasarkan hasil wawancara dalam analisis kebutuhan. Proses ini berulang hingga prototipe sesuai dengan keinginan atau harapan pengguna. Prototipe yang telah dibuat kemudian Jika sudah sesuai dengan persyaratan dan keinginan pengguna, langkah selanjutnya adalah proses implementasi sistem. Namun jika masih belum sempurna, prototipe akan dimodel melanjutkan ke tahap implementasi Dalam wawancara dan tanya jawab langsung dengan pengelola Prolanis dan pihak Analisis Kebutuhan Tahap manajemen pelayanan Prolanis dengan melakukan analisis kebutuhan sistem (Enstayn et al. , 2. Data yang didapatkan adalah hasil wawancara dan interview dengan penanggung jawab Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. kegiatan PROLANIS sebagai pengguna aplikasi ini. Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, melalui tanya jawab langsung dengan penanggung jawab kegiatan PROLANIS Padangsari memperoleh data dan informasi yang Tahap selanjutnya penulis mendatangi langsung tempat penelitian Proses pelaksanaan pengumpulan data dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Kegiatan pengumpulan data Proses untuk mengidentifikasi masalah pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil wawancara fakta terkait permasalahan yang terjadi pada sistem informasi manajemen pelayanan Prolanis yang saat ini sedang berjalan, sebagai . Kegiatan Prolanis Kegiatan pemeriksaan masyarakat usia lanjut di UPTD puskesmas padangsari seperti Program Prolanis dan Lansia Ceria selalu mendapat respon positif dari masyarakat usia promotive dan preventif penyakit tidak menular dapat berhasil dengan (UPTD puskesmas padangsari. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Sistem yang berjalan saat ini belum tersedia modul untuk pengelolaan kegiatan pelayanan PROLANIS. Alur pengelolaan kegiatan pelayanan PROLANIS . Bagaimana pelayanan Prolanis yang berjalan saat ini Berdasarkan hasil wawancara Prolanis diketahui bahwa: Aualur pengelolaan sistem manajemen pelayanan Prolanis yang berjalan saat ini masih manual dan belum pelayanan Prolanis secara elektronik maupun OnlineAy Data dan informasi apa saja yang penyimpanan data dan informasi sampai dengan pelaporan? AuKegiatan Prolanis ada Senam sehat rutin setiap hari Sabtu . kali sebula. , penyuluhan kesehatan bulanan bagi anggota Prolanis, serta konsultasi medis dan pemantauan status kesehatan dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Ay . Berdasarkan hasil wawancara Prolanis puskesmas padangsari diketahui bahwa: AuSaat ini belum ada sistem yang secara khusus digunakan untuk memanajemen kegiatan pelayanan Prolanis, saat ini untuk kegiatan menggunakan aplikasi whatsapp, dan untuk penyampaian materi edukasi Prolanis dilaksanakan seccara langsung pada saat kegiatan Prolanis berlangsung, sehingga kalau ada peserta yang Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. datang terlambat mereka sudah tidak mendapatkan lagi materi edukasi tentang Prolanis. Ay . Kebutuhan pengguna . ntitas Berdasarkan hasil wawancara tim peneliti dengan pengelola dan Peserta Prolanis diketahui bahwa: Pengelola Prolanis (Penanggung Jawab Prolanis. Dokter. Petugas Laboratorium. Admi. memiliki entitas terhadap data Prolanis. Materi Prolanis. Pemeriksaan Laboratorium. Kegiatan senam Prolanis dan Rekreasi. Desain Sistem Desain sistem merupakan langkah yang digunakan untuk mempermudah analisis, implementasi, dan pengujian sistem, yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang hasil akhir sistem. Perancangan sistem dalam penelitian ini memanfaatkan Object Oriented Design (OOD) dengan penggunaan Unified Modelling Language (UML) sebagai alat untuk visualisasi dan dokumentasi desain perangkat lunak. (Shelly & Rosenblatt, 2. UML didasarkan pada konsep desain berorientasi objek dan menyediakan pemodelan grafis termasuk use case dan diagram urutan . equence diagra. (Hidayatuloh & Setyaningsih, 2. Diagram kelas digunakan penulis untuk menggambarkan hubungan antar tabel dalam database. Usecase diagram digunakan untuk mendeskripsikan tipe hubungan antara user sebuah sistem dengan sistem Usecase berfungsi sebagai gambaran bagaimana hubungan antar actor dan juga innteraksi antar sistem. Activity diagram digunakan untuk menggambarak aliran data digunakan. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Proses pengembangan sistem dilakukan dengan metode Prototype yaitu dengan menyusun rancangan sistem sementara yang terfokus pada penyajiian untuk peserta Prolanis, seperti membuat format masukan dan keluaran. Proses ini akan mengalami perulangan sampai prototype sesuai dengan keinginan pengguna. Prototype yang telah dibuat akan dievaluasi, jika sudah sesuai dengan ketentuan dan keinginan pengguna maka dilanjutkan ke proses implementasi Jika tahap rancangan sistem belum sempurna, akan dilakukan pemodelan ulang prototype sampai sempurna lalu bisa dilanjutkan ke tahap pemrograman pada implementasi sistem. Implementasi SIMPELPRO melalui tahap pemrograman . Software / perangkat lunak sebagai berikut: C FIGMA untuk interface design C XAMPP untuk virtual server C MySQL untuk database C PHP sebagai Bahasa pemrograman C Sublime text sebagai teks editor C HTML&CSS untuk user interface C Google Chrome SIMPELPRO Pemodelan sistem pada penelitian ini menggunakan use case diagram dan activity diagram. Use Case Diagram Use case pada sistem informasi ini terdiri dari 4 aktor yaitu Admin (Petugas Pengelola Prolani. Dokter. Petugas Laboratorium Pasien/Peserta Prolanis. Interaksi aktor dengan sistem informasi yang akan dibangun pada penelitian ini dijelaskan menggunakan Use Case. Penjelasan terhadap sistem Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Desain Antarmuka Sistem Pada tahap ini dilakukan tahapan perancangan antarmuka sistem untuk pemrograman, dimana hal ini berfungsi memberikan gambaran bagaimana hasil sistem yang sebenarnya. (Budiharjo, 2. Tahapan desain antarmuka sistem diantaranya sebagai berikut: Gambar 3. UseCase Diagram SIMPELPRO . Halaman Dashboard Di bawah ini merupakan tampilan desain halaman dashboar Simpelpro . Activity Diagram Workflow . liran kerj. atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis pada penelitian ini digambarkan dalam Activity Diagram, fungsinya aktivitas pada sistem, dan untuk membantu memahami proses secara keseluruhan, serta menggambarkan proses bisnis secara lebih detail. Berikut adalah Actvity Diagram dari sistem yang dibangun. (Wijayanta et , 2. Gambar 5. Rancangan Halaman Login SIMPELPRO Pada Gambar 5, rancangan halaman dashboard berisikan halaman awal yaitu logo aplikasi SIMPELPRO. Gambar 4. Activity Diagram SIMPELPRO Halaman Login . Tahapan selanjutnya merupakan desain tampilan halaman login yang menampilkan halaman login dan juga menu lupa password, serta tombol buat akun baru bagi yang belum memiliki Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. SIMPELPRO. Adapun desain tampilan halaman login dapat dilihat pada gambar 6. Gambar 7. Rancangan Halaman Buat Akun Baru Gambar 6. Rancangan Halaman Login SIMPELPRO Pada Gambar 5, rancangan halaman login terdiri dari 2 kolom yang berisi nama pengguna . dan kata kunci . dimana hak akses puskesmas dibatasi hanya pengguna yang diperbolehkan atau memiliki akun yang memiliki wewenang terhadap akses aplikasi SIMPELPRO. Halaman buat Akun baru Tahapan selanjutnya merupakan desain tampilan halaman buat akun baru yang nantinya akan digunakan untuk menampilkan halaman pembuatan akun baru bagi yang belum memiliki akun pada aplikasi SIMPELPRO, dalam tampilan akun baru akan ditampilkan form isian registrasi akun meliputi Nama. Email, dan Password. Adapun desain tampilan halaman login dapat dilihat pada gambar 7. Dapat dijelaskan bahwa rancangan halaman buat akun baru meliputi form isian registrasi akun meliputi Nama. Email, dan Password. Pada halaman ini SIMPELPRO. Halaman Materi Edukasi Prolanis Tahapan selanjutnya merupakan desain tampilan halaman materi edukasi Prolais yang nantinya akan digunakan untuk menampilkan halaman materi edukasi kesehatan yang dapat diakses oleh peserta Prolanis pada aplikasi SIMPELPRO, dalam tampilan materi edukasi Prolanis akan ditampilkan konten-konten materi edukasi Prolanis meliputi materi: info BPJS. Diabetes Melitus. Hipertensi dan penyakit tidak Adapun desain tampilan materi edukasi Prolanis dapat dilihat pada Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Tampilan halaman dashboard Gambar 9. merupakan tampilan hasil . , aplikasi SIMPELPRO dapat diakses melalui URL : https://w. Gambar 8. Rancangan Halaman Materi Edukasi PROLANIS Dapat dijelaskan pada gambar 8, adalah rancangan halaman materi edukasi Prolanis, pada halaman ini akan ditampilkan materi edukasi seputar kegiatan Prolanis, diantaranya leaflet Prolanis, materi hipertensi, materi diabetes, dan materi penyakit tidak Tahap Pemrograman Tahapan tahapan kelanjutan dari tahap desain, selanjutnya masuk tahapan implementasi prototype yaitu pemrograman atau kode-kode Rancanganrancangan yang telah dibuat selanjutnya Pada penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan menggunakan bantuan Sublime Text yang digunakan sebagai text editor. Pada tahap pemrograman ini tampilan, diantaranya adalah sebagai Gambar 9. Tampilan Halaman Dashboard Pada halaman dashboard ditampilkan logo SIMPELPRO, ucapan selamat datang, tombol login, tombol pilihan menu dan footer. Tampilan Halaman Login Tahapan selanjutnya merupakan implementasi halaman login . SIMPELPRO. Adapun tampilan hasil implementasi halaman login . dapat dilihat pada Gambar 10 Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Gambar 10. Tampilan Halaman Login Gambar 11. Tampilan pendaftaran akun Pada halaman login ditampilkan SIMPELPRO, pengguna&kata sandi, tombol masuk, tombol lupa sandi, tombol buat akun baru, dan tombol pilihan menu. Peserta harus melakukan login terlebih dahulu sebelum dapat mengakses materi edukasi Prolanis Pada 11 merupakan tampilan halaman ditampilkan form pendaftaran akun baru, yang berisi nama pengguna, kata sandi, alamat email, dll. Tampilan halaman pembuatan Tahapan selanjutnya merupakan implementasi halaman pembuatan akun aplikasi SIMPELPRO. Adapun tampilan hasil implementasi halaman pembuatan akun dapat dilihat pada Gambar 11. Tampilan halaman materi edukasi Tahapan implementasi halaman materi edukasi Prolanis. Adapun implementasi halaman materi edukasi diantaranya berisi: info BPJS, materi prolanis, materi diabetes melitus, materi hipertensi, dan materi penyakit tidak Tampilan materi edukasi Prolanis dapat dilihat pada Gambar 11. Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Semarang. Pertanyaan yang diajukan pada kuisioner telah dikelompokkan pada beberapa kategori sesuai yang ingin dianalisis dan dibandingkan dibagi menjadi Segi Kemudahan akses. Segi Tampilan, dan Segi Kinerja Aplikasi. Pada proses evaluasi ini diberikan pada 46 responden peserta Prolanis puskesmas Gambar 13. Uji coba SIMPELPRO Gambar 12. Tampilan Materi Edukasi PROLANIS Pada halaman jadwal materi edukasi konten-konten edukasi, diantaranya: info BPJS, materi prolanis, materi diabetes melitus, materi hipertensi, dan materi penyakit tidak Materi ini dapat diubah, diperbarui atau ditambahkan oleh Prolanis Tahap Pengujian Sistem Pengujian dilakukan beberapa perbandingan dari fungsi, segi tamplian, umpan balik dan Perbandingan ini jadi alat ukur terhadap perubahan dan pengembangan sistem informasi manajemen pelayanan Prolanis di puskesmas padangsari Kota Hasil uji coba aplikasi SIMPELPRO dengan item pertanyaan penilaian oleh responden meliputi : Kemudahan akses. Tampilan aplikasi. Kinerja aplikasi. diketahui sebagai berikut : Tabel 2. Distribusi responden uji coba aplikasi berdasarkan karakteristik Karakteristik Kategori Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan <= 45 tahun 46 Ae 59 tahun >= 60 tahun Umur Distribusi Frekuensi n=46 Dari hasil uji coba aplikasi kepada responden terhadap segi fungsi, dapat dilihat pada gambar di bawah ini yaitu tentang aplikasi SIMPELPRO diketahui Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Kemudahan akses Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Gambar 14. Grafik hasil uji dari segi kemudahan akses Tampilan Aplikasi Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Gambar 15. Grafik hasil uji dari segi tampilan aplikasi Kinerja aplikasi Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Gambar 16. Grafik hasil uji dari segi kinerja aplikasi Berdasarkan hasil uji coba oleh responden diketahui bahwa Aplikasi SIMPELPRO mendapat tanggapan positif dari peserta Prolanis yang dijadikan Aplikasi ini dikembangkan sebagai media penghubung antara pasien peserta Prolanis dan penanggungjawab kegiatan Prolanis, dokter, peserta prolanis dan pihak-pihak terkait untuk menunjang pelayanan kegiatan Prolanis, serta digunakan untuk media informasi edukasi kesehatan yang diberikan secara berkala selama proses kegiatan Prolanis. Menurut peserta Prolanis yang dijadikan tester Aplikasi SIMPELPRO dapat digunakan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada peserta Prolanis terutama terkait penyakit tidak menular, mereka berharap aplikasi ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan dengan diisi materi-materi edukasi lain misalkan materi jantung koroner. Namun, bahwa tidak semua peserta Prolanis memiliki smartphone untuk mengakses aplikasi Prolanis, serta banyaknya peserta Prolanis yang lanjut usia masih perlu didampingi dalam menggunakan aplikasi ini sehingga perlu adanya sosialisasi atau pendampingan lebih lanjut dalam penggunaanya. Di sisi lain, bagi penanggung jawab kegiatan Prolain aplikasi ini juga mempermudah dan mendokumentasikan kegiatan Prolanis di Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah aplikasi sistem informasi manajemen pelayanan prolanis online (SIMPELPRO) di pusksesmas kota Semarang studi kasus di puskesmas Padangsari kota Semarang, maka dapat disimpulkan berikut ini. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Prolanis Online (SIMPELPRO) berbasis web dibangun untuk mendukung kegiatan pelayanan Prolanis di FKTP. Aplikasi ini masih berfokus pada penyajian materi edukasi kesehatan bagi peserta Prolanis, serta bertujuan untuk pasien peserta Prolanis, dokter, dan pihak terkait dalam menunjang Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. kegiatan Prolanis dan menyediakan informasi edukasi kesehatan berkala. Pengembangan sistem menggunakan metode prototype ini, melalui proses analisis kebutuhan dan desain sistem Unified Modelling Language. Desain sistem menggambarkan hubungan antar database dengan diagram kelas, use case diagram, dan activity diagram. Prototype akan diuji dan dievaluasi sampai sesuai dengan keinginan pengguna sebelum diterapkan. Penggunaan Ujicoba terhadap aplikasi SIMPELPRO mendapatkan tanggapan yang positif dari peserta Prolanis yang dijadikan sebagai tester. Mereka berharap aplikasi ini dapat terus berkembang dengan materi-materi edukasi kesehatan lain terutama terkait penyakit tidak menular, seperti materi jantung koroner. Beberapa responden mengeluhkan kurangnya akses ke smartphone dan kebutuhan pendampingan bagi peserta Prolanis yang lanjut usia. Namun di sisi lain, bagi pengelola kegiatan Prolanis aplikasi ini juga membantu dalam pendokumentasian kegiatan Prolanis di puskesmas. Saran berdasarkan dari penelitian ini antara lain:Aplikasi ini dapat diujicobakan ke Fasyankes Tingkat Pertama lainnya, ditambahkan fitur-fitur lain sesuai kebutuhan pengguna seperti notifikasi kegiatan Prolanis, dll. Aplikasi ini dapat dikembangan dalam bentuk mobile smartphone Application . obile app. , serta aplikasi ini masih perlu dievaluasi tingkat efektifitas dan penerimaan oleh Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Ucapan Terima Kasih Untuk terselenggaranya penelitian ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Semarang dimana sumber dana berasal. Direktur. Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan RMIK dan Pihak pengelola dan penanggung jawab kegiatan Prolanis puskesmas padangsari Kota Semarang. Daftar Pustaka