JURNAL BASICEDU Volume 7 Nomor 5 Tahun 2023 Halaman 3290 - 3298 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengaruh Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Sartika Lukman1A. Andi Sukri Syamsuri2. Tarman A Arif 3 Universitas Muhammadiyah Makassar. Indonesia1,2,3 E-mail: sartikalukman092@gmail. com1, sukri. syamsuri@uin-alauddin. tarman@unismuh. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh metode field trip berbantuan media magic box terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi dan motivasi belajar siswa kelas V di Wilayah 1 Kabupaten Takalar. Desain kuasi-eksperimental dengan teknik non-probability sampling digunakan dalam penelitian ini, dengan data yang dikumpulkan melalui tes menulis karangan dan angket motivasi belajar dari 59 siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa metode field trip berbantuan media magic box memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa . ilai signifikansi = 0,. dan juga berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa . ilai signifikansi = 0,. Kesimpulannya, penggunaan metode field trip berbantuan media magic box efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis dan motivasi belajar siswa kelas V di Wilayah 1 Kabupaten Takalar. Kata Kunci: metode field trip, media magic box, menulis karangan deskripsi, motivasi belajar. Abstract This research aims to investigate the influence of the field trip method assisted by the magic box media on the descriptive essay writing skills and learning motivation of fifth-grade students in Region 1 of Takalar Regency. A quasi-experimental design with non-probability sampling technique was employed, and data were collected through essay writing tests and learning motivation questionnaires completed by 59 students. The data analysis revealed that the field trip method assisted by the magic box media significantly influences the improvement of students' descriptive essay writing skills . ignificance value = 0. and also has a positive impact on students' learning motivation . ignificance value = 0. In conclusion, the utilization of the field trip method assisted by the magic box media is effective in enhancing the writing skills and learning motivation of fifth-grade students in Region 1 of Takalar Regency. Keywords: Field Trip Method. Media Magic Box. Writing Essay Description. Learning Motivation. Copyright . 2023 Sartika Lukman. Andi Sukri Syamsuri. Tarman A Arif A Corresponding author : Email : sartikalukman092@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3291 Pengaruh Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Ae Sartika Lukman. Andi Sukri Syamsuri. Tarman A Arif DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Bahasa merupakan dasar bagi pengetahuan siswa, sehingga pengajaran bahasa adalah inti dan dasar bagi mata pelajaran yang lain. Terutama bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Kemampuan berbahasa seseorang sangat diperlukan dan harus berkembang bersama-sama dengan perkembangan bahasa mengikuti jaman Dalam pembelajaran bahasa Indonesia mencakup empat aspek yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis Menurut Safaria. Diponegoro, & Bashori. Sedangkan kemampuan berbahasa memiliki empat komponen yaitu, keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis (Pauzia dan Fatmawati 2. Keterampilan menulis salah satunya adalah menulis karangan. Menulis karangan merupakan kegiatan yang membutuhkan pengetahuan dan penalaran yang baik. Mengarang memerlukan pengetahuan dan penalaran yang logis. Mengarang pada hakikatnya adalah mengungkapkan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan bahasa tulis. Mengarang adalah kegiatan untuk mengungkapkan gagasan, ide, dan perasaan yang dituangkan dalam bahasa tulis yang disusun secara teratur dan sistematis sehingga memudahkan pembaca memahami isi pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Mengarang yang dimaksud yaitu mengarang tulisan yang berupa karangan deskripsi (Juliyantika dan Batubara 2. Berdasarkan hasil observasi keterampilan menulis deskriptif di kelas V wilayah 1 kabupaten Takalar, diketahui bahwa nilai hasil belajar saat menulis uraian masih rendah atau belum memenuhi KKM, begitu pula dengan proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran menulis deskripsi guru masih menggunakan metode konvensional. Terkait mata pelajaran bahasa Indonesia, guru mengakui banyak kendala pembelajaran yang sering ditemui siswa terkhusus pada menulis karangan deskripsi. Materi dianggap sulit sehingga siswa hanya menulis tanpa memperhatikan bagian lain seperti ejaan, kapitalisasi dan kalimat. Banyak dari mereka yang belum mengetahui cara menulis esai deskriptif yang baik dan benar. Misalnya, beberapa anak yang mengerjakannya tidak dapat menerapkan topik diskusi yang diperoleh dengan mengamati bentuk dengan cermat, dan beberapa anak juga lebih mengutamakan emosi dari pada logika saat menulis esai. Hal ini sangat berpengaruh terhadap eksistensi setiap karangan yang dihasilkan (Muchti dan Dewi 2. Berdasarkan data dari penelitian (Bi dkk. siswa diposisikan sebagai pendengar ceramah dari guru dalam proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran cenderung membosankan dan menjadikan siswa malas belajar. Bagi siswa kegiatan pembelajaran menulis karangan saat ini di sekolah sangatlah membosankan dimana siswa hanya diarahkan oleh guru untuk mengkhayalkan objek tanpa melihat bentuknya sendiri. (Risma Tartila. Anggraini, dan Faizah 2. Nilai hasil belajar saat menulis deskripsi masih rendah atau belum memenuhi KKM, begitu pula dengan proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran menulis deskripsi guru masih menggunakan metode tradisional. Menurut guru penanggung jawab kelas, hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain: . kurangnya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran menulis deskriptif. siswa mengalami kesulitan memahami materi saat menulis deskripsi. siswa bosan atau muak dengan pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan secara monoton. guru mengalami kesulitan dalam merangsang aktivitas siswa. guru tidak menggunakan metode pengajaran yang inovatif. kurangnya bimbingan guru pada siswa menulis tugas deskriptif. guru merasa kesulitan untuk menemukan dan menerapkan metode pengajaran yang tepat untuk mengajar menulis deskriptif. Masalah terbesar yang dialami siswa selama ini dalam menulis deskripsi adalah objek pengamatan langsung tidak terlihat, sehingga siswa kebingungan saat mendeskripsikan objek ilustratif sehingga hasil belajarnya tetap rendah. (Haristiani dan RifaAoi 2. Penelitian ini memiliki kebaruan yang signifikan dalam konteks penggunaan metode Field Trip berbantuan Media Magic Box untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi dan motivasi belajar siswa kelas V. Dalam penelitian terdahulu, meskipun beberapa penelitian telah mengeksplorasi efektivitas metode Field Trip atau penggunaan media dalam pembelajaran, namun penggabungan keduanya khususnya dalam kelas V belum banyak diteliti secara menyeluruh. Oleh karena itu. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3292 Pengaruh Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Ae Sartika Lukman. Andi Sukri Syamsuri. Tarman A Arif DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menggabungkan metode Field Trip yang melibatkan pengalaman langsung di luar kelas dengan penggunaan Media Magic Box sebagai alat pembelajaran yang Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang unik dan menarik bagi siswa, serta memperkaya keterampilan menulis mereka dan memotivasi mereka dalam proses pembelajaran. Dengan menggabungkan metode Field Trip dan Media Magic Box, penelitian ini memberikan pendekatan yang holistik dan berbeda dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi dan motivasi belajar siswa kelas V. Melalui pengalaman langsung di luar kelas dengan dukungan media interaktif, penelitian ini berusaha untuk menumbuhkan kreativitas siswa, kemampuan pengamatan, serta keinginan mereka untuk Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan baru dalam pengembangan metode pembelajaran yang efektif dan menghasilkan hasil yang lebih baik dalam pengembangan keterampilan menulis dan motivasi belajar siswa kelas V (Renovati Diana. Mardani, dan Sadyana 2. METODE Penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui Pengaruh metode field trip berbantuan media magic box terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi dan motivasi belajar siswa kelas V wilayah 1 Kabupaten Takalar. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experimental Design dengan tipe Nonequivalent Control Group Design. Menurut Sugiyono (Aziezah 2. desain ini hampir sama dengan Pretest-Posttest Control Group design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Desain ini dapat digambarkan seperti berikut: Gambar 1. Desain Penelitian Keterangan: O1 : Keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas sebelum diberi perlakuan. O2 : Keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas setelah diberi perlakuan O3 : Motivasi belajar siswa kelas sebelum diberi perlakuan. O4 : Motivasi belajar siswa kelas yang diberi perlakuan. X : Perlakuan yang diberikan, yaitu metode field trip berbantuan media magic box. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas . dan variabel terikat . Variabel bebas adalah variabel yang memiliki pengaruh terhadap timbulnya perubahan pada variabel Dalam penelitian ini, variabel bebas yang akan diuji pengaruhnya adalah metode field trip berbantuan media magic box. Metode ini digunakan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan kegiatan kunjungan lapangan dan penggunaan media magic box sebagai alat bantu. Variabel terikat, di sisi lain, adalah variabel yang dipengaruhi oleh penggunaan metode tersebut. Misalnya, variabel terikat dalam penelitian ini mungkin mencakup peningkatan pemahaman siswa tentang materi pelajaran, motivasi belajar siswa, atau tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan menggunakan metode field trip berbantuan media magic box, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap variabel-variabel terikat tersebut (Hildayanti. Samsuri, dan Arief 2. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3293 Pengaruh Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Ae Sartika Lukman. Andi Sukri Syamsuri. Tarman A Arif DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tabel. 1 Populasi Jumlah Keseluruhan Sekolah Dasar Wilayah 1 Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar Tahun Ajaran 2022/2023 Kelas V No. Nama Sekolah Jumlah Siswa Rombel A Rombel B 1 UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang 2 UPT SD Negeri 234 Inpres Takalar Kota 3 UPT SD Negeri 133 Inpres Paririsi 4 UPT SD Negeri 103 Inpres Sompu (Sumber data: Data Siswa Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar TA. 2022/2. Pada penelitian ini, penelti menggunakan teknik sampel Jenuh. Adapun sampel yang digunakan yaitu teknik sampel Nonprobability Sampling. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dengan pemilihan sampel dilakukan pada dua tahap. (Hendrickson dan Ward 1. dalam (Rizqi Abdul Majid. Riyadi, dan Kurniawan 2. Tahap pertama, penentuan sampel berdasarkan pertimbangan masalah tertentu yang terjadi disekolah. Dimana data hasil observasi guru mengenai keterampilan menulis karangan deskripsi dan motivasi belajar siswa di wilayah 1 Tepatnya di SD Negeri 234 Takalar Kota tergolong masih rendah, hal ini menunjukkan bahwa 70% . ertinggi di wilayah 1 kecamatan Pattallassan. siswa yang kesulitan dalam menulis karangan deskripsi serta kurangnya motivasi yang dimiliki siswa pada proses pembelajaran didalam kelas. Tahap kedua penentuan sampel pada rombel yang dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rombel yang dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu kelas V B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa dan kelas V A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah sebanyak 30 Siswa. Tabel 2. Sampel Murid Kelas V SDN No. 234 Inpres Takalar Kota Jenis Kelamin No. Kelas Jumlah Laki-laki Perempuan V A V B (Sumber data: Tata Usaha SDN No. 234 Inpres Takalar Kota TA. 2022/2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pengambilan data pada penelitian dilakukan menggunakan dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan menggunakan tes untuk menulis karangan deskripsi siswa dan menggunakan angket untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa (Dalbosco. Nolli, dan Maraschin 2. Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas V Wilayah 1 Kabupaten Takalar Melalui Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box (Mukhlishina 2. Keterlaksanaan pembelajaran pada kelas kontrol dan eksperimen yaitu memberikan tes menulis karangan deskripsi sebelum diberikan perlakuan . dan kembali memberikan tes menulis karangan deskripsi setelah diberi perlakuan . Sehingga dapat ditemukan hasil analisis deskriptif siswa sebagai berikut: Kelas Kontrol Adapun hasil analisis stattistik deskriptif pretestt kelas kontrol dan posttest kelas kontrol sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Pretest dan Posttest KelasKontrol Statistik Kelas Kontrol Pretest KontrolPosttest Kontrol Mean Minimum Maximum Std. Deviationi Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3294 Pengaruh Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Ae Sartika Lukman. Andi Sukri Syamsuri. Tarman A Arif DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Sumber: SPSS 26 Berdasarkan tabel 4. 1 di atas diperoleh nilai rata-rata keterampilan menulis karangan deskripsi siswa (Mea. pada pretest kelas kontrol adalah . Nilai Minimum . dan Maximum . dengan Standar deviasi . Sedangkan nilai rata-rata siswa . pada posttest kelas kontrol adalah 65. Nilai Minimum . dan nilai Maximum . dengan Standar Deviasi . Hasil ini menunjukkan bahwa ratarata siswa pada pretest dan posttest kelas kontrol hampir setara atau hampir tidak ada perbedaan, sehingga untuk mengetahui perbedaan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa, maka dapat dilihat pada analisis deskriptif kelas eksperimen. Untuk mengetahui kategorisasi, persentase dan frekuensi motivasi belajar siswa pada pretest dan posttest kelas kontrol maka dapat dilihat tabel berikut: Tabel 4. Ketegorisasi. Persentase dan Frekuensi Tingkat Keterampilan menulis karangan deskripsi Siswa pada Pretest dan Posttest Kelas Kontrol No. Interval Kategori Pretest Posttest F (%) F (%) 1 79,76 Ae 100 Sangat Kreatif 2 6,90% 2 6,90% 2 61,76 Ae 79,75 Kreatif 1655,1762,06% 3 43,76 Ae 61,75 Cukup Kreatif 1137,93% 9 31,03% 4 25 Ae 43,75 Kurang Kreatif 0 0% 0 0% Sumber : SPSS 26 Tabel 4 menunjukkan bahwa tidak terdapat siswa yang berada pada kategori kurang kreatif. Terdapat 11 siswa pada kategori cukup kreatif setelah pretest dengan persentase sebesar . ,93%) dan terdapat 9 siswa pada kategori cukup kreatif setelah posttest sebesar . ,03%). Adapun terdapat 16 siswa yang tergolong kreatif pada pretest denganpersentase sebesar . ,17%), setelah posttest meningkat dengan persentase sebesar . ,06%) dengan frekuensi sebanyak 18 siswa. Selanjutnya pada kategori sangat kreatif terdapat 2 siswa pada pretest dengan persentase sebesar . ,90%), setelah posttest hampir sama dengan pretest sebesar . ,90%) dengan frekuensi sebanyak 2 siswa. Jika melihat hasil pengkategorian, persentase dan frekuensi keterampilan menulis karangan deskripsi siswa baik pada pretest dan posttest kelas kontrol, maka dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan menulis karangan deskripsi siswa pada kelas kontrol, baik pada pretest maupun posttest. Kelas Eksperimen Adapun hasil analisis stattistik deskriptif pretestt kelas kontrol dan posttest kelas Eksperimen sebagai Tabel 5. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Pretest dan Posttest KelasEksperimen Statistik Kelas Eksperimen Pretest Posttest Mean 63,67 84,80 Minimum Maximum Std. Deviasi 10. Sumber: SPSS 26 Berdasarkan tabel di atas maka diperoleh hasil rata-rata keterampilan menulis karangan deskripsi siswa pada pretest kelas eksperimen adalah 63,67. Nilai Minimum . dan nilai Maximum . serta Standar Deviasi . Sedangkan rata-rata keterampilan menulis karangan deskripsi siswa pada posttest kelas eksperimen adalah 84,80. Nilai Minimum . dan nilai Maximum . serta Standar Deviasi . Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan rata-rata keterampilan menulis karangan deskripsi siswa pada pretest dan posttest kelas eksperimen. Untuk mengetahui kategorisasi, persentase dan frekuensi tingkat keterampilan menulis karangan deskripsi siswa pada pretest dan posttest kelas eksperimen maka dapat dilihat Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3295 Pengaruh Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Ae Sartika Lukman. Andi Sukri Syamsuri. Tarman A Arif DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. tabel berikut: Tabel 6. Kategorisasi. Persentase dan Frekuensi Tingkat Keterampilan menulis karangan deskripsi Siswa Pada Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen NoInterval Kategori Pretest Posttest F (%) F (%) 1 79,76 Ae 100 Sangat Kreatif 2 6,67% 1963,33% 2 61,76 Ae 79,75 Kreatif 1653,3336,67% 3 43,76 Ae 61,75 Cukup Kreatif 12 40% - 0% 4 25 Ae 43,75 Kurang Kreatif - 0% - 0% (Sumber data: Maulana & Ikhsan 2018 Sumber: SPSS 26 Tabel 6 menunjukkan bahwa pada pretest kelas eksperimensebanyak 0 siswa yang memperoleh nilai pada kategori kurang kreatifdengan persentase . %), sebanyak 12 siswa pada kategori cukup kreatif dengan persentase . %), sebanyak 16 siswa berada pada kategori kreatif dengan persentase . ,33%), serta 2 siswa berada pada kategori sangat kreatif dengan persentase . ,67%). Sedangkan pada posttest kelas eksperimen menunjukkan bahwa 0 siswa memperoleh nilai pada kategori kurang kreatif dengan persentase . %), sebanyak 0 siswa berada pada kategori cukup kreatif dengan persentase . %), sebanyak 11 siswa berada pada kategori kreatif dengan persentase . ,67%), serta 19 siswa berada pada kategori sangat kreatif dengan persentase . ,33%). Hasil pengkategorian, persentase dan frekuensi pada pretest dan posttest, menunjukkan bahwa persentase keterampilan menulis karangan deskripsi siswa setelah diberikan perlakuan lebih tinggi dari pada sebelum diberikan perlakuan. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian siswa pada pretest kelas eksperimen pada kategori sangat kreatif hanya 6,67% selebihnya pada kategori kreatif 53,33% dan cukup kreatif 40%, sedangkan setelah diberikan perlakuan menunjukkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa meningkat menjadi 63,33% pada kategori sangat kreatif, selebihnya berada pada kategori kreatif dengan persentase 36,67%. Sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan menulis karangan deskripsi siswa pada pretest . ebelum diberikan perlakua. dan posttest kelas eksperimen . etelah diberikan perlakua. Pembahasan Penting untuk memperluas dan mempertajam bagian pembahasan agar menjadi lebih lengkap dan Berikut adalah pengembangan lebih lanjut untuk bagian pembahasan: Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Metode Berbantuan Media Magic Box Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa penggunaan metode field trip berbantuan media magic box memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi Sebelum diberikan perlakuan dengan metode ini, nilai rata-rata keterampilan menulis karangan deskripsi siswa adalah 63,67, yang berada pada kategori kreatif. Namun, setelah penerapan metode field trip berbantuan media magic box pada kelas eksperimen, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 84,80, dan masuk ke dalam kategori sangat kreatif. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran field trip berbantuan media magic box memberikan dorongan yang efektif dalam mengembangkan keterampilan menulis deskripsi siswa. Penemuan ini mendukung temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh yang juga meneliti peningkatan kemampuan menulis deskripsi dengan menggunakan metode field trip pada siswa sekolah dasar. Dalam penelitiannya. Ratnawati menemukan bahwa metode field trip secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa. Hal ini menunjukkan konsistensi hasil penelitian yang menunjukkan manfaat metode field trip dalam pengembangan keterampilan menulis deskripsi siswa pada berbagai konteks. Perlu dicatat bahwa dalam penelitian ini, penggunaan media magic box sebagai alat bantu pembelajaran dalam metode field trip juga memberikan kontribusi penting. Media magic box memungkinkan siswa untuk memvisualisasikan konsep dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan field trip, sehingga memperkaya Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3296 Pengaruh Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Ae Sartika Lukman. Andi Sukri Syamsuri. Tarman A Arif DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. proses penulisan deskripsi mereka. Keberadaan media interaktif dapat merangsang imajinasi siswa, memperluas kosakata mereka, dan membantu mereka menyampaikan pengamatan dan pengalaman mereka secara lebih kreatif dan terperinci dalam karangan deskripsi. Oleh karena itu, penggabungan metode field trip dengan media magic box memberikan pendekatan pembelajaran yang holistik dan inovatif dalam mengembangkan keterampilan menulis deskripsi siswa. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam konteks pengembangan pembelajaran di sekolah. Metode field trip berbantuan media magic box dapat menjadi alternatif yang menarik untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa. Dalam hal ini, penting bagi pendidik dan pengembang kurikulum untuk mempertimbangkan integrasi metode pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung di luar kelas dengan dukungan media interaktif seperti media magic box. Dalam hal ini, dapat direkomendasikan kepada guru untuk menggunakan metode field trip berbantuan media magic box sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif dalam pengembangan keterampilan menulis deskripsi siswa. Motivasi Belajar Siswa Melalui Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box Selain keterampilan menulis karangan deskripsi, penelitian ini juga meneliti pengaruh metode field trip berbantuan media magic box terhadap motivasi belajar siswa. Sebelum diberikan perlakuan dengan metode ini, nilai rata-rata motivasi belajar siswa adalah 67,73, yang berada pada kategori setuju. Namun, setelah penerapan metode field trip berbantuan media magic box pada kelas eksperimen, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata motivasi belajar meningkat menjadi 86,23, dan masuk ke dalam kategori sangat setuju. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran field trip berbantuan media magic box memberikan dorongan yang kuat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Novarina. Santoso, dan Furaidah 2. yang menerapkan metode field trip dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V di SD Inpres 2 Tanamonindi Palu. Dalam penelitiannya. Nusi menemukan bahwa metode field trip secara signifikan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini menunjukkan konsistensi hasil penelitian yang menunjukkan manfaat metode field trip dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada berbagai konteks. (Binti Bachtiar 2. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya penggunaan media magic box sebagai alat bantu pembelajaran dalam metode field trip. Media magic box menyediakan sarana interaktif yang menarik bagi siswa, memicu rasa ingin tahu, dan memperkaya pengalaman belajar mereka. Dengan menggunakan media ini, siswa dapat menggali pengetahuan dan pengalaman baru secara aktif, yang dapat meningkatkan minat dan motivasi mereka dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penggunaan metode field trip berbantuan media magic box dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pendidik dan pengembang kurikulum dalam memperkuat motivasi belajar siswa. Metode field trip berbantuan media magic box dapat dijadikan alternatif yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam hal ini, direkomendasikan kepada guru untuk mengintegrasikan metode field trip berbantuan media magic box ke dalam rencana pembelajaran mereka, dengan memperhatikan desain kegiatan yang menarik, penggunaan media magic box yang tepat, serta penekanan pada pengalaman langsung dan partisipasi aktif siswa. (Yahya. Yulistio, dan Arifin 2. Pengaruh Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dan Motivasi Belajar Siswa: Berdasarkan hasil analisis data uji manova hipotesis, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 yang lebih kecil dari level signifikansi yang ditetapkan . Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari metode. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode field trip berbantuan media magic box secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi dan motivasi belajar siswa Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3297 Pengaruh Metode Field Trip Berbantuan Media Magic Box terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Ae Sartika Lukman. Andi Sukri Syamsuri. Tarman A Arif DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini tidak hanya memberikan bukti bahwa metode tersebut meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa, namun juga mendorong motivasi belajar mereka. Metode ini memberikan pengalaman belajar yang langsung melalui field trip, didukung dengan media magic box, yang membawa rasa kebersamaan dan kegembiraan dalam proses pembelajaran. Hal ini telah terbukti meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada pendidik dan pengembang kurikulum untuk mempertimbangkan integrasi metode field trip berbantuan media magic box dalam rencana pembelajaran mereka. Integrasi ini akan membantu menciptakan pengalaman belajar yang berkesan, memperkaya keterampilan menulis siswa, dan meningkatkan motivasi belajar secara menyeluruh. DAFTAR PUSTAKA