Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Edukasi Pengelolaan Sampah Pada Anak Usia Sekolah Dasar Sebagai Upaya Membentuk Generasi Peduli Lingkungan Dien Sefty Framita1*. Tania Natasyannisa2. Daud Firdaus 3. Vivi Afriyanti4. Nurmaulidah Hidayati 5. Mely Kamilah6 1,2Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Serang 3Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Serang 4Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Serang Raya. Serang 5,6Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Serang Raya. Serang diensefty84@gmail. ABSTRAK Anak-anak usia sekolah dasar masih punya pengetahuan dan kepedulian yang minim terhadap pengelolaan sampah. Di mana banyak anak tidak menghiraukan apa yang mereka lakukan, seperti membuang sampah sembarangan. Pendidikan tentang pengelolaan sampah harus diberikan kepada semua orang sedini mungkin, agar anak-anak lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di SDN Kebonsari 2 Kota Cilegon dilakukan dengan melakukan riset awal terkait kondisi siswa-siswi dan lingkungan SDN Kebonsari 2 Kota Cilegon, kemudian mengidentiifkasi faktor rendahnya kesadaran memilah sampah hingga melakukan edukasi melalui metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi serta melakukan praktek. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah siswa-siswi sudah dapat memahami mengenai perbedaan dari jenis-jenis sampah organik, sampah anorganik, dan berbahaya, mengerti pendaurulangan pada sampah organik, dan mendaur ulang sampah anorganik menjadi sebuah kerajinan. Kesadaran dan keterampilan siswa siswi SD penting untuk ditumbuhkan agar generasi muda dapat berkontribusi konkret terhadap kebersihan lingkungan sekitar dari usia dini. Kata kunci: edukasi, pengelolaan sampah, sekolah dasar, lingkungan ABSTRACT Elementary school children still have minimal knowledge and concern for waste management. Where many children do not care about what they do, such as littering. Education about waste management must be given to everyone as early as possible, so that children care more about the Community service activities carried out at SDN Kebonsari 2 Cilegon were carried out by conducting initial research related to the conditions of students and the environment of SDN Kebonsari 2 Cilegon, then identifying factors for low awareness of sorting waste to providing education through lecture methods, questions and answers, and discussions and conducting The results of this community service are that students are able to understand the differences between the types of organic, inorganic, and hazardous waste, understand recycling of organic waste, and to recycle inorganic waste into crafts. The awareness and skills of elementary school students are important to be developed so that the younger generation can make a concrete contribution to the cleanliness of the surrounding environment from an early age. Keywords: education, waste management, elementary school, environment SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Pengelolaan masalah yang urgent untuk segera Pengelolaan sampah bukan hanya masalah perilaku individu, tetapi sudah menjadi masalah lingkungan hidup. Menurut Sholihah . , regulasi sampah di Indonesia masih lemah sehingga hal ini mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah. Program pengelolaan sampah yang dapat Indonesia pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program komposting, daur ulang, dan bank sampah. Ada dua jenis sampah, sampah Sampah anorganik adalah sampah umum yang tidak dapat diuraikan, seperti logam/besi, pecahan kaca, dan plastik. Sampah organik biasanya merupakan sampah yang sudah membusuk, seperti sampah dapur, daun-daunan dan buah-buahan. (Ibnul Rasidi et al. , 2. Selain dapat dijadikan pupuk kompos sampah organik ini masih banyak lagi manfaatnya yang berguna untuk pertanian. Sampah anorganik merupakan limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan sulit terurai oleh Proses memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Sampah anorganik merupakan limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan sulit terurai oleh bakteri. Proses penguraiannya memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Sampah anorganik sering kali dapat didaur ulang dan tidak akan membusuk sehingga dapat membuat pencemaran terhadap tanah apabila di tanam (Adzim et al. , 2. Sampah bahan berbahaya dan beracun (B. rumah tangga merupakan sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dihasilkan oleh aktivitas sehari-hari rumah tangga yang dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan kesehatan Masyarakat pada umumnya membuang sampah rumah tangga secara tercampur antara sampah mengandung B3 dan non-B3. Contoh jenis sampah rumah tangga yang mengandung B3 ialah baterai bekas, lampu neon bekas, kemasan deterjen, kemasan kosmetik, serta pospak dan pembalut bekas. Komposisi sampah B3 rumah tangga yang paling banyak ditemukan berupa produk perawatan diri (Aji & Hesti Wardhani, 2. Kegiatan mengelola sampah tidak terbatas pada usia tertentu. Namun, sejak dini perlu dikenalkan upaya mengelola sampah agar kesadaran dan kepedulian ini tertanam dengan baik. Hal ini ditujukan menanggulangi kebiasaan buruk yang telah menjadi sesuatu yang lumrah sehari-hari. Kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya merupakan fenomena lazim yang dapat ditemui dengan mudah. Sekolah dasar merupakan tempat pendidikan formal dimana pada tempat ini para siswa belajar tentang hal-hal dasar. Selain itu, karakter para generasi penerus bangsa ini mulai terbentuk dimana sekolah dasar dapat digunakan sebagai tempat edukasi dalam rangka mendukung upaya pengelolaan dan pengolahan permasalahan sampah. Edukasi sejak dini bertujuan mengenalkan pada para siswa bahwa bilamana sampah ini dibiarkan tanpa adanya pengelolaan dan pengolahan menjadikan sampah sebagai sumber berkembang biaknya vektor berbagai jenis penyakit, dan tentunya bau yang tidak sedap serta mengurangi rasa estetika terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu. Universitas Serang Raya dalam hal ini Tim Pengabdian Kepada Masyarakat yang berasal dari gabungan beberapa Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Fakultas Teknik, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengadakan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi anak Sekolah Dasar (SD) di SDN Kebon Sari 2 Kecamatan Citangkil. Kota Cilegon. Banten. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 METODE PELAKSANAAN Tahapan pelaksanaan program edukasi bagi anak Sekolah Dasar (SD) di SDN Kebonsari 2 Kota Cilegon diawali dengan survei sekolah dasar. Survei ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui jumlah siswa yang menjadi sasaran edukasi. Pendataan jumlah siswa ini agar perencanaan program dapat berjalan sesuai target yang Setelah itu, melakukan perencanaan program edukasi tentang pemilahan sampah dimana nantinya para siswa diharapkan mampu melakukan dilingkungan sekolah secara lebih spesifik. Pendidikan merupakan unsur penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya diklasifikasikan menjadi dua kelompok Klasifikasi ini berupa kelas rendah dan kelas tinggi. Kelompok kelas rendah dalam pendidikan di sekolah dasar meliputi kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Sedangkan kelompok kelas tinggi dalam pendidikan di sekolah dasar meliputi kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 (Saputri, 2. Dalam memaksimalkan target sasaran edukasi maka pelaksanaan edukasi dilakukan kepada kelompok kelas tinggi yaitu siswa kelas 5 dan 6 SDN Kebonsari 2 Kota Ciegon. Pemberian pemahaman sejak dini dapat menjadikan para siswa turut serta dalam mencegah timbunan sampah Besar harapan kegiatan edukasi pemilahan sampah menjadikan para siswa sebagai agen perubahan sejak dini terhadap orang-orang disekitanya. Perubahan dari ruang lingkup keluarga, teman sebaya dan lingkungan para siswa dimana terbentuk kesadaran dalam membuang sampah melakukan pemilahan terlebih dahulu. Table 1. Jadwal Kegiatan WAKTU KEGIATAN Pembukaan dan overview sampah di lingkungan sekitar Pemaparan materi tentang klasifikasi sampah, pemanfaatan sampah, dan diskusi interaktif Ice Breaking Pemaparan materi tentang manfaat dan dampak bila tidak melakukan pemilahan sampah dan diskusi interaktif Quiz Review materi dan pemberian reward Penutupan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan edukasi dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Mei 2025 dan bertempat di SDN Kebonsari 2 Kecamatan Citangkil. Kota Cilegon. Pada pelaksanaan edukasi pemilahan sampah bagi anak sekolah dasar dilakukan dengan menggabungkan metode presentasi dan pengajaran Materi yang diberikan meliputi konsep tentang sampah yang ada di lingkungan sekitar, klasifikasi sampah pentingnya pemilahan sampah untuk dilakukan, manfaat pemilahan sampah serta dampak bila tidak melakukan pemilahan sampah dengan benar. Gambar 2. Tampilan materi pemilahan sampah Gambar 3. Edukasi pemilahan sampah kepada siswa Dalam diberikan dilakukan diskusi interaktif dengan para siswa dimana hal ini untuk Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 menguatkan pemahaman para siswa. Pada akhir kegiatan edukasi pemilahan sampah, ditekankan kembali tentang sebuah persepsi bahwa sampah bukanlah sebagai sesuatu yang harus dihindari dimana bila dengan menganggap sampah adalah sesuatu yang harus dihindari menjadikan hilangnya rasa kepedulian dan kesadaran untuk mengolah dan mengelolanya. Oleh karena itu, adanya sampah adalah sebuah potensi dimana sentuhan ide dan kreatifitas dari para siswa dapat menjadikan sampah dapat menjadi sesuatu yang memiliki nilai, sebagai contoh sampah plastik dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan seperti mobil mainan, tong sampah, cinderamata, hiasan kelas, tempat alat tulis, dsb. Gambar 4. Diskusi interaktif dari materi yang dipaparkan Gambar 5. Quiz Gambar 6. Penutupan kegiatan KESIMPULAN Edukasi pemilahan sampah yang dilakukan di SDN Kebonsari 2. Kecamatan Citangkil. Kota Cilegon diharapkan meningkatkan kesadaran dan kepedulian para siswa sejak dini bahwa lingkungan kita sudah banyak tercemar akibat sampah organik dan anorganik. Dimana dampak tersebut dapat terlihat dari munculnya berbagai penyakit dan lingkungan menjadi kumuh akibat adanya penumpukkan Kegiatan edukasi kepada para memberikan pengetahuan bagi siswa-siswi SDN Kebonsari 2 Kota Cilegon mengenai Kegiatan kemampuan para siswa mengenai dampak negatif adanya sampah sehingga perlu dilakukan pemilahan serta mengetahui berbagai pemanfaatan sampah yang dapat dilakukan untuk mengurangi kuantitas UCAPAN TERIMAKASIH Program edukasi pemilahan sampah bagi anak sekolah dasar ini dapat terselenggara dengan baik, oleh karenanya penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang membantu antara lain : Universitas Serang Raya yang telah mengadakan program KKM dengan tema pengelolaan sampah tahun 2025 Semua komponen SDN Kebonsari 2 kota Cilegon yang telah memberi DAFTAR PUSTAKA