ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29455-29461 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Belajar Siswa SMKN 5 Palu Delviana Manopo1. Dian Fitriani2. Dhevy Puswiartik3. Nur Eka Wahyuningsih Riyadi4 1,2,3,4 Bimbingan dan Konseling. Universitas Tadulako e-mail: dvi52783@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar siswa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif kausalitas. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 5 Palu dengan populasi sebanyak 102 siswa kelas X. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa angket tertutup yang telah diuji validitas dan Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial, yang terdiri atas uji asumsi klasik . ji normalitas, uji linearitas, dan uji heteroskedastisita. , analisis regresi linear sederhana, serta uji t parsial. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai thitung untuk variabel penggunaan gadget sebesar -3,749, sedangkan ttable sebesar 1,984, sehingga thitung > ttable. Selain itu, nilai signifikansi . sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian. HCA ditolak dan HCa diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar siswa. Karena koefisien regresi bernilai negatif, maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan gadget, maka konsentrasi belajar siswa cenderung Kata Kunci : Penggunaan Gadget. Konsentrasi Belajar Abstract This research aims to determine the effect of gadget usage on students' learning concentration. The approach used is a quantitative causality approach. This research was conducted at SMK Negeri 5 Palu with a population of 102 grade X students. The saturated sampling technique was employed, using the entire population as the research sample. The research instrument was a closed questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data analysis techniques used included descriptive and inferential analyses, consisting of classical assumption tests . ormality, linearity, and heteroscedasticity test. , simple linear regression analyses, and partial ttest. Based on the research results, the t-calculated value for the gadget usage variable was 3. 749, while the t-table was 1. 984, so t-calculated > t-table. In addition, the significance value . 000 < 0. Therefore. HCA was rejected and HCa was accepted, meaning there is a significant effect between gadget usage and students' learning concentration. Since the regression coefficient is negative, it can be concluded that the higher the gadget usage, the more students' learning concentration tends to decrease. Keywords: Gadget Usage. Learning Concentration PENDAHULUAN Di era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital yang terus berubah dan berkembang. Teknologi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu bentuk teknologi yang paling dekat dengan kehidupan seharihari adalah gadget. (Chaidirman et al. , 2. Gadget, atau gawai, merupakan perangkat elektronik yang dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas, seperti komunikasi, hiburan, serta akses dan pengelolaan informasi. Perangkat ini terus berkembang seiring dengan kemajuan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29455-29461 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 teknologi, menjadikannya alat yang semakin canggih dan multifungsi dalam kehidupan seharihari. Gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop telah menjadi alat yang umum digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar Lamanila et al. , . Di satu sisi, gadget memberikan manfaat besar seperti kemudahan akses informasi dan sumber belajar digital. Namun di sisi lain, penggunaan gadget yang tidak terkontrol, khususnya untuk hal-hal non-akademik seperti bermain game, membuka media sosial, atau menonton video secara berlebihan, dapat menimbulkan masalah serius, terutama dalam hal konsentrasi belajar siswa. Siswanto . alam (Diana et al. konsentrasi merupakan kemampuan seseorang untuk sepenuhnya memusatkan perhatian pada suatu masalah yang sedang dihadapi. Dengan konsentrasi, individu dapat menghindari gangguan dari berbagai pikiran yang tidak relevan saat berusaha mencari solusi. Namun, dalam kenyataannya, banyak orang kesulitan untuk tetap fokus ketika berada di bawah tekanan. Mereka justru mengalami kesulitan dalam mengendalikan perhatian, sehingga pikiran menjadi terpecah dan permasalahan yang dihadapi semakin sulit untuk diselesaikan dengan jelas dan terarah. Penggunaan gadget di Indonesia terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Menurut Kemenkominfo, 89% penduduk Indonesia menggunakan smartphone sebagai perangkat Data Reportal (GSMA Intelligenc. mencatat bahwa pada Januari 2022, jumlah pengguna gadget mencapai 370,1 juta, meningkat 3,6% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, data Newzoo menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat keempat pengguna gadget terbanyak di dunia setelah China. India, dan Amerika Serikat (Khoirunnisa et al. , 2. Data yang diambil dari Data. ai yang berjudul State of Mobile 2023, orang Indonesia ratarata menghabiskan 5,7 jam per hari untuk menggunakan gadget pada tahun 2022, meningkat dari 5,4 jam di 2021. Survei di 34 provinsi menunjukkan 19,3% remaja dan 14,4% dewasa muda mengalami kecanduan gadget. Selain itu, 2. 933 remaja mengalami peningkatan waktu online dari 7,27 jam menjadi 11,6 jam per hari, naik 59,7%. (Putri et al. , 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu siswa kelas X di SMK Negeri 5 Palu, diketahui bahwa penggunaan gadget mencapai durasi sekitar 6 hingga 7 jam per hari, dengan dominasi aktivitas non-akademik seperti bermain game, membuka media sosial, dan menonton video hiburan. Bahkan, saat pembelajaran berlangsung di kelas, siswa mengakui masih kerap menggunakan gadget untuk hal-hal di luar materi pelajaran. Hal ini diperkuat oleh pernyataan guru BK di sekolah yang menyebutkan bahwa sejumlah siswa menunjukkan gejala kurang konsentrasi belajar, seperti mudah teralihkan, tidak memperhatikan penjelasan guru, serta kesulitan dalam memahami materi karena fokusnya terbagi oleh aktivitas di gadget. Selain itu ditemukan bahwa beberapa siswa menunjukkan tingkat konsentrasi belajar yang rendah selama proses pembelajaran berlangsung. Guru menyebutkan bahwa siswa sering kali tampak tidak fokus, mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitar, tidak memperhatikan penjelasan dengan saksama, serta lambat dalam merespons pertanyaan atau tugas yang diberikan. Selain itu, siswa juga cenderung sering meminta izin keluar kelas tanpa alasan jelas, yang kemudian diketahui berkaitan dengan penggunaan gadget secara diam-diam. Hal ini tentu menjadi tantangan besar dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan produktif. Melihat dampak negatif dari penggunaan gadget yang berlebihan terhadap konsentrasi belajar, maka perlu ada solusi baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, perlu dilakukan penelitian untuk memahami seberapa besar pengaruh gadget terhadap konsentrasi belajar agar dapat menjadi acuan ilmiah dalam merancang strategi pengelolaan penggunaan gadget di kalangan siswa. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam mengawasi serta mengarahkan siswa agar menggunakan gadget secara bijak dan seimbang antara hiburan dan pembelajaran. Berdasarkan fenomena permasalahan dan latar belakang yang terjadi maka peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut dengan mengangkat judul AuPengaruh Penggunaan Gadget Terhadap konsentrasi belajar siswaAy Penelitian ini berupaya untuk mengungkap seberapa besar pengaruh kebiasaan menggunakan gadget terhadap konsentrasi belajar siswa. Sehingga nantinya bisa menjadi acuan bagi orang tua ataupun guru dalam mengontrol dan mengawasi siswa dalam menggunakan gadget. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29455-29461 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 METODE Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif Kausalitas. Arikunto . alam Jayusman & Shavab, 2. menjelaskan bahwa pendekatan kuantitatif menggunakan angka dalam pengumpulan, analisis, dan penyajian data. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini mengukur penggunaan gadget dan konsentrasi belajar siswa secara Menurut Sugiyono . alam (Bahrudi et al. , 2. metode kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat, jadi disini ada variabel independen . ariabel yang mempengaruh. dan variabel dependen . Populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek penelitian yang memiliki karakteristik (Suriani Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMKN 5 Palu be rjumlah 102 siswa. Sampel dipilih menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Menurut (Asrulla et al. , 2. Teknik Non-Probability Sampling adalah metode pengambilan sampel dimana tidak semua anggota dalam sebuah populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Menurut Sugiyono (Yasa & Wijaya, 2. Teknik sampel jenuh adalah teknik pengambilan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian Dalam penelitian ini, sampelnya adalah seluruh siswa kelas X SMKN 5 Palu yang berjumlah 102 siswa. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket atau kuesioner adalah metode pengumpulan data yang dilakukan secara tidak langsung, di mana peneliti tidak berinteraksi langsung dengan responden. Warahmah et al. , . Instrumen yang digunakan meliputi angket penggunaan gadget dan angket konsentrasi belajar, yang keduanya disusun dengan skala Likert serta telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan keakuratan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak dengan ketentuan Apabila nilai signifikansi (Si. , uji Kolmogorov-Smirnov > 0,05, maka data berdistribusi normal. Dan apabila nilai signifikansi (Si. , uji KolmogorovSmirnov < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. Berdaasarkan pedoman tersebut, maka hasil uji normalitas dari variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 4. 1 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation 5,93705919 Most Extreme Absolute ,069 Differences Positive ,033 Negative -,069 Test Statistic ,069 Asymp. Sig. -taile. ,200c,d Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,200>0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29455-29461 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Uji Linearitas Uji linearitas merupakan suatu prosedur yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linear suatu distribusi data penelitian. Kriterianya adalah apabila nilai sig >0,05 maka hubungan variabel bebas dengan variabel terikat linear sebaliknya jika nilai sig <0. 05 maka tidak terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dan variabel terikat. Tabel 4. 2 Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Mean Squares df Square KONSENTR Betwee (Combined 1785,070 31 57,583 ASI BELAJAR * Groups Linearity 500,404 1 500,404 PENGGUNA Deviation 1284,666 30 42,822 AN GADGET Linearity Within Groups 2275,450 70 32,506 Total 4060,520 101 1,771 Sig. ,025 15,394 1,317 ,000 ,172 Berdasarkan tabel 4. 2 menunjukan bahwa dengan membandingkan nilai sig . > 0,05 maka antara variabel bebas dengan variabel terikat linear sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas memiliki hubungan yang linear dengan variabel terikat. Uji Heteroskedastistas Kriteria pengambilan keputusan menggunakan nilai Sig. Jika nilai Sig. antara variabel bebas dengan variabel absolut residual lebih dari 0,05 (Sig > 0,. maka dinyatakan tidak terdapat gejala Heterokedastisitas. Sedangkan Jika nilai Sig. antara variabel bebas dengan variabel absolut residual kurang dari 0,05 (Sig < 0,. maka dinyatakan terdapat gejala Heterokedastisitas. Tabel 4. 3 Uji Heteroskedastistas Coefficients a Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta ,917 3,043 ,055 ,045 ,122 Model (Constan. PENGGUNAAN GADGET Dependent Variable: Abs_Res ,301 1,228 Sig. ,764 ,222 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas, glejser test model pada variabel bebas diperoleh nilai . sebesar 0,222 dimana nilai ini . > 0,05. Dengan demikian regression model pada data ini dinyatakan tidak terdapat gejala heterokedastistas, sehingga model regresi ini layak dipakai sebagai data penelitian Analisis Inferensial Hasil Analisis Deskriptif . Analisis deskriptif data penggunaan gadget Berdasarkan hasil analisis deskriptif data tentang penggunaan gadget siswa kelas X SMK Negeri 5 Palu, untuk mengetahui deskriptif data tentang penggunaan gadget, maka peneliti mengklasifikasikan dalam empat kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, rendah, sangat Bentuk pada tabel 4. 4 yaitu: Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29455-29461 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Tabel 4. 4 Klasifikasi Dan Presentase Penggunaan Gadget Klasifikasi Frekuensi Presentase( . Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Jumlah Tabel 4. 4 menunjukkan bahwa dari 102 siswa, terdapat 19 siswa . %) yang menggunakan gadget pada kategori sangat tinggi, 74 siswa . %) pada kategori tinggi, 9 siswa . %) pada kategori rendah, dan 0 siswa atau tidak ada pada kategori sangat rendah. Analisis deskriptif data Konsentrasi belajar siswa Berdasarkan hasil analisis deskriptif data tentang konsentrasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 5 Palu, untuk mengetahui deskriptif data tentang konsentrasi belajar, maka peneliti mengklasifikasikan dalam empat kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, rendah, sangat Bentuk pada tabel 4. 5 yaitu: Tabel 4. 5 Klasifikasi Dan Presentase Konsentrasi belajar Klasifikasi Frekuensi Presentase( . Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Jumlah Tabel 4. 5 menunjukkan bahwa dari 102 siswa, terdapat 0 siswa atau tidak ada yang memiliki konsentrasi belajar pada kategori sangat tinggi, 54 siswa . %) pada kategori tinggi, 45 siswa . %) pada kategori rendah, dan 3 siswa . %) pada kategori sangat rendah. Regresi linear sederhana Tabel 4. 6 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 73,272 4,928 PENGGUNAAN -,274 ,073 -,351 GADGET Dependent Variable: KONSENTRASI BELAJAR 14,870 -3,749 Sig. ,000 ,000 Dari tabel 4. 6 menunjukan hasil menunjukkan bahwa model persamaan regresi untuk perkiraan perilaku siswa yang dipengaruhi oleh gadget adalah Y = 73,272 -0,274 X Artinya, jika penggunaan gadget (X) meningkat 1 satuan, maka konsentrasi belajar (Y) akan menurun sebesar 0,274 satuan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh negatif antara penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar. Selain itu, berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig. < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget berpengaruh secara signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa. Artinya, semakin tinggi penggunaan gadget, maka konsentrasi belajar cenderung menurun, begitu juga sebaliknya Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29455-29461 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Uji t . Tabel 4. 7 Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji . Coefficients a Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 73,272 4,928 PENGGUNAAN -,274 ,073 -,351 GADGET Dependent Variable: KONSENTRASI BELAJAR 14,870 -3,749 Sig. ,000 ,000 Berdasarkan tabel 4. 7 diketahui bahwa nilai ycEaycnycycycuyci sebesar -3,749 lebih besar dari nilai ycycycaycayceyco 1,984 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian. HCA ditolak dan HCa diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget berpengaruh terhadap konsentrasi belajar Karena arah koefisien regresi negatif, maka semakin tinggi penggunaan gadget, konsentrasi belajar cenderung menurun. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget berpengaruh secara signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa. Arah pengaruh yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan gadget, maka konsentrasi belajar cenderung DAFTAR PUSTAKA