EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational STRATEGI SEKOLAH MTS AL-FATICH TAMBAK OSOWILANGUN BENOWO SURABAYA MEMBINA AKHLAK SISWA SAMSUL HADI. NELUD DARAJAATUL ALIYAH Universitas Sunan Giri e-mail: mamanifit19@gmail. com, neluddarajaatul@unsuri. ABSTRAK Pendidikan adalah upaya yang disengaja untuk membantu seseorang tumbuh dan menjadi dewasa sehingga mereka dapat memikul tanggung jawab secara moral atas tindakan mereka dalam hidup. Pendidikan Islam bertujuan untuk menanamkan fadhilah, kebiasaan akhlak yang baik, budi pekerti yang Islami, akhlak yang baik agar hidup menjadi suci, kesucian disertai kejujuran, dan lain-lain. Ini bukan hanya tentang mengajari anak-anak apa yang tidak mereka Pendidikan adalah upaya yang disengaja untuk membantu seseorang tumbuh dan menjadi dewasa sehingga mereka dapat memikul tanggung jawab secara moral atas tindakan mereka dalam hidup. Kenyataannya, kita banyak menjumpai perilaku yang tidak sejalan dengan standar moral yang tinggi. Berita tentang korupsi, aborsi, seks bebas, penyalahgunaan narkoba, perkelahian di sekolah, pencopetan, pembunuhan orang tua-anak atau sebaliknya, dan perilaku merugikan lainnya yang tentu saja menumbuhkan moral tercela bermunculan dari bangsa kita tercinta setiap hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh strategi sekolah MTs AlFatich Tambak Osowilangun Surabaya terhadap pendidikan moral Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 anak kelas VII yang populasinya berjumlah 180 siswa. Visi dan misi madrasah MTs Al Fatich menonjolkan gagasan pembelajaran PAI dalam pembentukan akhlak. MTs Al Fatich memposisikan penerapan pendidikan dengan akhlak mulia sebagai tujuan utamanya. Di MTs Al Fatich, pendidikan akhlak diajarkan melalui penggunaan taktik keteladanan, pembiasaan, teguran langsung, hadiah, dan hukuman, serta penggunaan kata-kata yang menyanjung dan menyenangkan bagi siswa. Selain melalui pemberian materi akhlak dalam bentuk mata pelajaran, pemanfaatan prinsip dan metodologi pembelajaran PAI dalam pembentukan akhlak siswa di MTs Al Fatich juga terjadi melalui internalisasi dalam bentuk budaya keagamaan madrasah. Kata Kunci : Strategi Sekolah. MTs AL FATICH. Membina Akhlak Siswa. ABSTRACT Education is a deliberate effort to help a person grow and mature so that they can assume moral responsibility for their actions in life. Islamic education aims to instill fadhilah, good moral habits. Islamic manners, good morals so that life becomes holy, purity accompanied by honesty, and so on. It's not just about teaching children what they don't know. Education is a deliberate effort to help a person grow and mature so that they can assume moral responsibility for their actions in life. In fact, we often encounter behavior that is not in line with high moral standards. News about corruption, abortion, free sex, drug abuse, fights at school, pickpocketing, parentchild murder or vice versa, and other detrimental behavior which of course fosters despicable morals emerges from our beloved nation every day. The aim of this research is to determine the extent of the influence of the MTs AlFatich Tambak Osowilangun Surabaya school strategy on students' moral education. The sample in this study consisted of 32 class VII children with a population of 180 students. The vision and mission of the MTs Al Fatich madrasa emphasizes the idea of PAI learning in the formation of morals. MTs Al Fatich positions the implementation of education with noble morals as its main goal. At MTs Al Fatich, moral education is taught through the use of exemplary tactics, habituation, direct reprimands, rewards and punishments, as well as the use of words that are flattering and pleasing to students. Apart from providing Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational moral material in the form of subjects, the use of PAI learning principles and methodology in forming student morals at MTs Al Fatich also occurs through internalization in the form of madrasa religious culture. Keywords: School Strategy. Student moral education. MTs AL FATICH Surabaya. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu usaha sadar dalam rangka untuk mendewasakan dan membina seseorang agar mampu bertanggung jawab dalam kehidupan secara moral. Tujuan utama dan tertinggi dari pendidikan Islam dan bukanlah sekedar mengajarkan kepada siswa apa yang tidak diketahui oleh mereka, tapi lebih dari itu yaitu menanamkan fadhilah, pembiasaan bermoral tinggi, sopan santun Islamiyah, tingkah perbuatan yang baik sehingga hidup ini menjadi suci, kesucian disertai dengan keikhlasan (Athiyahi, 1. Pendidikan akhlak berusaha menciptakan situasi dan kondisi sedemikian rupa, sehingga siswa terdorong dan tergerak jiwa dan hatinya untuk berprilaku dan beradab, atau sopan santun yang baik sesuai dengan harapan lembaga pendidikani. Pendidikan akhlak sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh lembaga dalam rangka untuk membentuk dan membina tabiAoat, budi pekerti yang baik, mulia, dan terpuji. Sedangkan pembentukan akhlak yang baik dikalangan pelajar dapat dilakukan dengan latihan-latihan berbuat baik, taqwa, berkata benaro, menepat janji, ikhlas dan jujur dalam bekerja, tahu kewajiban. Membantu yang lemah, berdikari, selalu bekerja dan tahu harga waktu. Sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Ahmad Amin, bahwa akhlak ialah kebiasaan kehendak (Asmaran, 2. Sehingga untuk menuju pada kepribadian yang luhur, tidak bisa langsung secara instan, namun perlu adanya latihan-latihan yang terencana, dimana dalam kehidupannya serba teratur artinya disesuaikan dengan norma Ae norma yang ada. Jadi segala tingkah laku dan waktu tidak ada yang terluangkan kecuali untuk berbuat kebajikan (Muhaimin, 1. Oleh karna itu Penting sekali pendidikan akhlak siswa harus di kuat Salah satu sekolah yang memperhatikan masalah akhlak siswa adalah MTs Al Fatich surabaya, di sekolah ini pendidikan akhlak siswa di utamakan, tetapi juga banyaknya selogan Ae selogan kesopanan dan bukan hanya memperaktekkan akan tidak saja dirasakan oleh siswa di madrasah, akan tetapi juga dalam berkeluarga dan bermasyarakat, bahkan tidak kurangkurangnya dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. AuKehidupan dalam sosial Islami yang menegaskan bahwa keabadian, kemakmuran, dan ketahanan suatu bangsa terletak pada kehidupan moralnya. Apabila hancur suatu bangsa, akan hancur pula negaranyaAy (Anwar. Faktanya, banyak kita jumpai perilaku masyarakat yang tidak mencerminkan akhlak yang mulia. Setiap hari, dari negeri kita tercinta ini muncul berita korupsi, aborsi, seks bebas, penyalahgunaan narkoba, pertengkaran antar sekolah, pencopetan, pembunuhan orangotua oleh anaknya sendiri atau sebaliknya dan tindakan-tindakan lain yang cenderung merusak dan tentu saja mengarah pada akhlak yang tercela. Semua itu, merupakan salah satunya dampak negative disebabkan oleh derasnya arus informasi serta didukung oleh canggihnya teknologi yang dapat digunakan oleh siapa saja dan dimana saja. Salah satu alat komunikasi yang paling berkembang pada saat ini adalah gadget, di Indonesia gadget merupakan barang yang hampir dimiliki oleh setiap orang dari diberbagai usia (Marpaung, 2. Menurut Rahmania . Gadget adalah suatu alat elektonik yang canggih yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi, media berita, jejaring sosial, bahkan sebagai media hiburan. Gadget juga dapat membantu hidup manusia menjadi lebih praktis dan memiliki fungsi khusus lainnya. Dalam menghadapi permasalahan ini. Drs. Sahudi MPd menyadari bahwa perlindungan terhadap siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga tanggung jawab pihak sekolah. Upaya perlindungan ini meliputi pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan media elektronik di lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan untuk Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational memberikan pemahaman yang lebih baik kepada semua pihak mengenai dampak negatif dari peredaran game porno dan pentingnya menjaga lingkungan digital yang aman bagi siswa. Dengan langkah-langkah proteksi yang diambil oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya, diharapkan penyebaran game porno dapat ditekan dan siswa dapat tumbuhkdan berkembang dalam lingkungan yang aman dari pengaruh negatif media elektronik. Kesadaran akan bahaya game porno dan kolaborasi antara semua pihak akan menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dari konten yang merusak dan tidak pantas. Selain itu sekolah juga dapat memberikan penguatan karakter siswa melalui pemberian pendidikan agama dan moral, dan membuat kegiatan ekstrakurikuler yang positif (Faizin et al. , 2. Karena adanya gadget ini dianggap sebagai salah satu dampak negative dalam menurunnya moral . remaja, dengan ini akibatnya bisa mempengaruhi prestasinya sebagai pelajar, khususnya MTs Al Fatich Surabaya. Adapun lokasi MTs Al Fatich Tambak Osowilangun berada dilingkungan Pondok Pesantren yang mana di dalamnya hidup anak-anak yang berasal dari berbagai daerah yang mempunyai kehidupan atau latarbelakang sosial budaya yang beraneka ragam. Hal ini bisa saja menjadi masalah bagi sekolah terutama yang berkaitan dengan pelajaran akhlak dan kegiatan rutinitas di sekolah maupun di pesantren yang tidak biasa dilakukan dillingkungannya atau di rumahnya seperti kewajiban melakukan puasa sunat senin kamis, bangun sholat malam dan lain-lain. Sehingga untuk merealisaikan program pembinaan akhlak ini dibutuhkan strategi yang dapat membangun pembelajaran pai dalam membentuk pendidikan akhlak khususnya di MTs Al Fatich Tambak Osowilangun Surabaya. Karena pada saat ini tidak sedikit anak usia sekolah yang terlibat dalam kasus kejahatan baik itu pembunuhan, pemerkosaan dan lain sebagainya, karena kurangnya pembinaa akhlak dalam diri anak, sehingga dengan memasukkan pelajaran akhlak dalam kurikulum tersendiri. MTs Al Fatich Tambak Osowilangun berusaha mendidik serta memberi bekal pada siswa agar tidak mudah terpengaruh dengan budaya luar jika mereka berada di luar lingkungan pesantren atau dalam kehidupan bermasyarakat. Dari sinilah keunikan penulis termotifasi pelajaran akhlak sangat penting dan juga diperlukan untuk menumbuhkan dan membina insan yang berbudi luhur lahir dan batin, baik dalam hubungannya kepada Allah, diri sendiri, sesama manusia dan lingkungannya, serta untuk membina pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin terhadap peraturan-peraturan dan tata tertib yang berlaku baik di pesantren, sekolah maupun di masyarakat. Bertitik tolak dari penjelasan di atas, penulis tertarik dan terdorong untuk meneliti masalah tentang strategi yang dilakukan sekolah dalam memberikan pelajaran PAI pendidikan akhlak kepada para siswa di MTs Al Fatich Tambak Osowilangun Surabaya, yang mana MTs Al Fatich merupakan lembaga jalur sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama dan lembaga pendidikan MaAoarif NU sehingga garis-garis besar program pengajaran diterbitkan oleh pimpinan wilayah lembaga pendidikan MaAoarif NU Jawa Timur. Pentingnya penelitian, untuk mengetahui strategi yang diterapkan di MTs Al Fatich Tambak Osowilangun Surabaya kaitannya dengan pembinaan pendidikan akhlak siswa, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian ini, yang penulis tuangkan dalam bentuk proposal tesis yang berjudul AyStrategi pembelajar PAI dalam membentuk pendidikan Akhlak SiswaAy(Studi Kasus di MTs Al Fatich Surabay. Dengan judul ini karakteristik pendidikan yang terdapat pada MTs Al Fatich Surabaya tersebut peneliti merasa perlu dan tertarik untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut dengan menekan pengkajian pada aspek pendidikan spiritual. Analisis yang dilakukan penulis dalam penelitian ini meliputi pembelajaran PAI dalam membentuk akhlak siswa. Dariaktifitas analisis tersebut diharapkan dapat di kethui masyarakat bahwasanya pendidikan akhlak siswa di MTs Al Fatich surabaya sangat memiliki nilai dan makna dalam kemajuan akhlak siswa, oleh karna itu penelitian ini perlu dikaji secara mendalam. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan . ield researc. untuk mengkaji secara mendalam strategi yang diterapkan oleh MTs Al-Fatich Tambak Osowilangun Benowo Surabaya dalam membina akhlak siswa. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan memahami fenomena secara holistik berdasarkan pengalaman langsung dari para informan, yaitu kepala sekolah, guru, siswa, serta pihak lain yang terlibat dalam proses pembinaan akhlak siswa di lingkungan sekolah. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, di mana informan dipilih berdasarkan relevansi mereka dengan topik penelitian. Data primer diperoleh melalui observasi langsung terhadap aktivitas pembinaan akhlak di sekolah, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi terkait program pembinaan akhlak, seperti jadwal kegiatan keagamaan, catatan pelaksanaan program, dan kebijakan sekolah. Peneliti juga mengamati interaksi antara siswa, guru, dan lingkungan sekolah untuk memahami praktik pembinaan akhlak yang diterapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi, yaitu menggabungkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memastikan validitas data. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam proses pengumpulan dan analisis data. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, yang meliputi pengelompokan data berdasarkan tematema yang relevan, seperti strategi pembinaan melalui kegiatan keagamaan, pendekatan disiplin, serta penguatan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari siswa. Hasil analisis data digunakan untuk menyusun gambaran mendalam tentang strategi pembinaan akhlak siswa di MTs Al-Fatich. Dengan metode ini, penelitian bertujuan memberikan wawasan yang signifikan terkait efektivitas program pembinaan akhlak di sekolah, serta bagaimana strategi yang diterapkan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Cara Guru Membina Akhlak Siswa di MTs Al-Fatich Tambak Osowilangun Benowo Cara yang dilakukan oleh guru untuk membina akhlak siswa mencakup berbagai pendekatan dan prinsip yang dirancang untuk memahami bagaimana siswa belajar dan bagaimana pendidikan dapat ditingkatkan untuk mendukung proses belajar mereka. Beberapa teori pembelajaran utama yang sering dibahas meliputi: 1. Keteladanan. Pembiasakan. Keteladanan Hasil wawancara mengenai keteladanan guru dalam membina akhlak siswa biasanya akan mengungkap berbagai aspek penting mengenai bagaimana sikap dan perilaku guru dapat memengaruhi perkembangan akhlak siswa. Berikut adalah contoh hasil wawancara yang mungkin didapat: AuSebagai guru, saya percaya bahwa keteladanan adalah kunci utama dalam membina akhlak siswa. Saya selalu berusaha untuk menunjukkan sikap dan perilaku yang saya harapkan dari siswa. Misalnya, saya berusaha konsisten dalam berbicara dan bertindak, menunjukkan rasa hormat kepada setiap orang, serta selalu bertindak dengan integritasAy . awacara: Warsini, 2. Dari wawancara di atas, relefan dengan wawancara oleh pak Dadang selaku Guru Fiqih AuDalam aktivitas sehari-hari, saya selalu berusaha untuk menerapkan nilai-nilai akhlak yang Misalnya, jika saya mengajarkan pentingnya kerja sama dan empati, saya menunjukkan itu dengan bekerja sama dengan rekan guru dan mendengarkan pendapat siswa. Saya juga sering melibatkan siswa dalam diskusi untuk menunjukkan bahwa setiap orang memiliki nilai dan kontribusi yang pentingAy . awancara: Dadang. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Dengan ini peneliti observasi di sekolah Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keteladanan guru adalah sosok atau figur yang selalu disorot oleh masyarakat, baik kinerjanya, kepribadiannya, ataupun karakternya yang dapat menjadi teladan bagi siswanya. Karakteristik siswa adalah nilai-nilai keteladanan yang ditanamkan oleh guru melalui sistem nilai budaya dan nilai moral melalui kehidupan pribadinya. Keteladanan guru yang dapat di contoh oleh siswa diantaranya adalah berpakaian rapi mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, bersikap amanah dan bertanggung jawab terhadap tugas sekolah (PR) yang diberikan, hadir tepat waktu pada saat jam pelajaran, saling bertoleransi terhadap teman yang berbeda agama, bersikap ramah terhadap teman di lingkungan sekolah, menjaga kebersihan di lingkungan sekolah, saling membantu dan berbagi antar sesama teman . bservasi ). Peneliti menguatkan data dengan adanya dokumentasi tentang keteladanan guru yang menggambarkan seorang murid yang bersalaman dengan guru. Adapun kesimpulannya yaitu bahwasanya keteladanan siswa tu terletak pada keteladanan guru. Jika gurunya memberi tauladan yang baik insya allah siswa pun akan berprilaku baik. Pembiasaan Hasil wawancara mengenai pembiasaan guru dalam membina akhlak siswa biasanya mencakup berbagai informasi tentang metode, tantangan, dan dampak dari proses tersebut. Berikut adalah contoh hasil wawancara yang menunjukkan bagaimana seorang guru melaksanakan pembiasaan dalam membina akhlak siswaMembiasakan shalat berjamaah, berdoAoa ketika memulai dan mengakhiri pelajaran, membiasakan anak untuk berinfak, membiasakan anak untuk hidup dengan penuh persaudaraan. Jika ada perselisihan di antara siswa harus diselesaikan di madrasah secara kekeluargaan. Dari pengertian di atas dikuatkan oleh bu Yeni selaku guru aqidah akhlak menyatakan: Aubahwa cara utama yang digunakannya dalam membina akhlak siswa adalah melalui pembiasaan yang konsisten dan rutin. Setiap pagi, kelas dimulai dengan kegiatan doa bersama dan refleksi singkat mengenai nilai-nilai moral seperti kejujuran dan tanggung jawab. Selain itu. Ibu Maria menerapkan pembiasaan kecil seperti menyapa teman dengan ramah dan menepati janji yang dibuat. Aktivitas ini membantu siswa untuk secara alami menyerap nilainilai akhlak dalam keseharian merekaAy . awacara: Yeni: 2. Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Bapak muhaimin, berikut isi kutipan: AuAdanya program pembiasaan yang berprilaku positif ini dilatar belakangi oleh istighosah dan juga pembentukan karakter yang mengedepankan Akhlak siswa yang baik sehingga diharapkan siswa bisa menjadi anak yang bertakwa dan juga siswa bisa lebih mengembangkan nilai ketuhanan yang ada pada dirinya, dan dengan adanya program tersebut siswa lebih cinta pada AlQurAoan. Ay . awacara: Muhaimin:2. Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi di atas dapat disimpulkan bahwa proses pelaksanaan program pembiasaan yang ada di MTs al fatich itu sangat benar Ae benar membentuk karakter dan membentuk akhlak siswa. Peneliti menguatkan data dengan adanya dokumentasi tentang keteladanan guru yang menggambarkan seorang murid yang bersalaman dengan guru. Maka dari data di atas dapat disimpulkan bahwasannya program pembiasaan yang ada di MTs al fatich itu sangat benar Ae benar membentuk karakter dan membentuk akhlak siswa. Pembahasan Pembahasan dimaksudkan untuk memaknai hasil penelitian sesuai dengan teori yang digunakan dan tidak sekadar menjelaskan temuan. Pembahasan harus diperkaya dengan merujuk hasil-hasil penelitian sebelumnya yang telah terbit dalam jurnal ilmiah. Penulisan rujukan dalam badan artikel menggunakan pola berkurung (). Jika hanya ada satu penulis: contoh (Retnowati, 2. jika ada dua penulis: contoh (Nurgiyantoro & Efendi. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Jika dua sampai lima penulis, untuk penyebutan yang pertama ditulis semua: contoh (Retnowati. Fathoni, & Chen, 2. dan penyebutan berikutnya ditulis (Retnowati et al. , 2. Penulis lebih dari tiga orang hanya ditulis pengarang pertama diikuti et al. , contoh (Janssen et Ao 2. Penulisan rujukan juga dapat ditulis dengan nama di luar tanda kurung, misalnya Nurgiyantoro . sesuai dengan stile penulisan. Jika pernyataan yang dirujuk merupakan kutipan langsung atau fakta tertentu, halaman harus disertakan: contoh (Nurgiyantoro & Efendi, 2017:. atau jika mengambil substansi dari beberapa halaman: contoh (Nurgiyantoro & Efendi, 2017:144-. Perujukan lebih disarankan bukan berupa kutipan langsung atau tidak memuat terlalu banyak kutipan langsung. Namun, jika ada kutipan langsung yang jumlahnya kurang dari 40 kata, ia harus ditulis dalam paragraf . idak dipisa. dan dengan diberi tanda kutip (Au. Jika kutipan langsung berisi 40 kata atau lebih, ia ditulis dalam blok . erpisah dari paragra. , menjorok setengah inchi dari pinggir, tanpa diberi tanda kutip dan diikuti nama, tahun, halaman dalam tanda kurung . ama, tahun:halama. Jika suatu pernyataan saripati dari beberapa referensi, semua sumber ditulis dengan menyebutkan semua referensi urut alfabet dan tanda titik koma (. ) untuk memisahkan antarsumber, contoh (Sahlberg, 2012. Schunk, 2012. Retnowati. Fathoni, & Chen, 2. Untuk sumber rujukan terjemahan, yang dirujuk adalah nama pengarang asli, tahun buku terjemahan dan buku asli: contoh lihat di daftar pustaka buku dari (Schunk, 2012. asli dan Schunk . Strategi Sekolah dalam membina Akhlak siswa di MTs Al Fatich Untuk mewujudkan individu yang berakhlak mulia di dalam masyarakat sekolah, disamping memberikan pendidikan secara teoritis dalam bentuk pembelajaran di dalam kelas atau dalam bentuk kurikulum formal. Penguatan pendidikan akhlak dalam bentuk pembiasaan dan keteladan dari seluruh pelaksana pendidikan di madrasah juga menjadi suatu keniscayaan. AuKebiasaan positif atau dapat diistilahkan dengan budaya religius madrasah sebaiknya terus dikembangkan dalam upaya mendunkung pendidikan akhlak di madrasah, hal ini merupakan bagian dari hidden curriculum . urikulum tersembuny. yang tidak dipelajari, tidak direncanakan secara terprogram tetapi keberadaannya mempengaruh perubahan tingkah laku peserta didikAy . awancara : Khozin, 2. Dengan adanya kurikulum tersembunyi dalam bentuk budaya religius, setidaknya problem pendidikan akhlaq di sekolah yang terkadang cuma menyentuh ranah kognitif dapat terpenuhi hingga mencapai ranah apektif dan psikomotor karena siswa diajak untuk mengamalkan langsung nilai-nilai akhlak yang sudah dipelajarinya. Ada beberapa bentuk kegiatan yang dianggap sebagai upaya yang sangat mendukung dalam pembentukan akhlak di MTs Al Fatich, yaitu: BerdoAoa bersama dan bersalaman kepada guru. BerdoAoa bersama biasanya dilakukan siswa di dalam kelas ketika akan mengawali mata pelajaran pertama. BerdoAoa dimulai dan dibaca bersama-sama dengan guru pengampu mata pelajaran pertama jika ia datang tepat waktu, tapi dapat juga dilakukan oleh siswa tanpa didampingi oleh guru karena guru yang bersangkutan terlambat masuk kelas. BerdoAoa ini dilakukan oleh siswa dengan suara nyaring namun tertib dan teratur. Sedangkan berdoAoa bersama kedua adalah dilakukan ketika akan mengakhiri mata pelajaran terakhir menjelang pulang. Kegiatan berdoAoa ini selalu dilaksanakan dan menjadi Jika belum berdoAoa, siswa tidak diperkenankan pulang oleh guru yang bersangkutan. Adapun maksud dari doAoa ini terungkap dari hasil wawancara dengan wakil kepala madrasah sebagai berikut. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Ulasan di atas di kuatkan oleh wawancara bu warsini selaku guru Aqidah VII yang AuBerdoAoa ketika mengawali dan mengakhiri pelajaran adalah merupakan suatu keharusan di madrasah ini. Karena sudah merupakan suatu keharusan, anak-anak walupun tidak disuruh mereka akan tetap melakukannya karena hal ini sudah menjadi kebiasaan mereka. BerdoAoa ketika akan memulai dan mengakhiri suatu pekerjaan apalagi menuntut ilmu adalah bagian dari akhlak muslim. diharapkan dengan kegiatan ini siswa. Pertama, mereka dapat menghapal doAoa yang mereka bacakan tiap hari. Kedua, dengan dibacakan doAoa ini para siswa akan diberikan kemudahan oleh Allah dalam menuntut ilmu. Ketiga, siswa akan terbiasa dalam setiap mengerjakan atau mengakhiri sesuatu selalu diawali dengan doAoa di dalam kehidupan sehari-hari merekaAy (Wawancara: Warsini, 2. Wawacara diatas relevan dengan wawancara Bu Yati selaku guru Aqidah Vi yang aktif di madrasah yang menyatakan: AuSetelah selesai berdoa guru mengucapkan salam dan berdiri di depan kelas, para siswa menyalami secara bergantian dan siswa diperkenankan untuk pulang. Menurut guru aqidah bu nadhiroh, bersalaman ini dimaksudkan untuk mempererat ikatan batin antara guru dan anak, belajar menghormati orang tua dan guru, menumbuhkan rasa sabar dan budaya antri, . awancara: Yati, 2. Peneliti Juga melakukan observasi di sekolah Praktik doa bersama sering dilakukan dalam berbagai kepercayaan dan agama sebagai cara untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual antara anggota komunitas tersebut. Ini juga dianggap sebagai cara untuk mendapatkan kekuatan kolektif dari kesatuan doa, di mana energi spiritual atau kekuatan ilahi diyakini lebih kuat ketika didoakan secara bersama-sama. Menurut analisis dan kesimpulan penulis doAoa bersama dan bersalaman merupakan pembinaan akhlak yang amat baik dalam rasa hormat kepada guru dan penghambaan kepada sang Khalik, tapi dalam pelaksanaannya ada yang perluh diperbaiki yaitu doAoa di akhir pelajaran yang penulis temukan seakan akan saling kejar-kejaran dalam berdoAoa tidak setertib doAoa pada awal pelajaran, begitu juga di akhir pelajaran. Tadarus al-QurAoaan Kemudian peneliti mewawancarai guru yang bertugas sebagai waka kurikulum sebagai, pada hari kamis, 23 Mei 2024 pada pukul 10. 00 WIB diruang bimbingan konseling beliau Tadarus Al-Qur'an praktik membaca atau menghafal Al-Qur'an secara rutin dan berulang-ulang. Aktivitas ini umumnya dilakukan oleh umat Muslim dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman terhadap teks suci Al-Qur'an, serta sebagai bentuk ibadah dan upaya untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Pengertian di atas di kuatkan oleh wawancara bu Dhika selaku wakakur di madrasah yang menyatakan: AuMembaca al-QurAoan secara berjamaah dilakukan pada hari Sabtu. Senin dan Rabu, mulai pukul 6. 30 WIB sampai pukul 07. 00 WIB. Tadarus Al QurAoan diadakan di dalam kelas karena di dalam kelas sudah tersedia alQurAoan sejumlah siswa. Setelah shalat Dhuha berjamaAoah di masjid pada hari kamis, siswa-siswi membaca surat Yasin. Pembacaan surat Yasin dipimpin oleh salah seorang guru madrasah, setelah selesai pembacaan surat Yasin dilanjutkan dengan doAoa bersama. Pembacaan surat Yasin ini dimaksudkan selain agar anak-anak terbiasa untuk menjadikan bacaan al-QurAoan sebagai amalannya sehari-hari, juga dimaksudkan agar anak-anak secara tidak langsung dapat menghapal surat Yasin. Salah satu dari target madrasah adalah setiap lulusan MTs Al Fatich diharapkan mampu menghapal surat yasin dengan baik. Maksud lain, dengan dibacakan surat Yasin ini diharapkan siswa-siswi diberi kemudahan dan kejernihan hati dalam menuntut ilmu ( Wawancara: Dhika, 2. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Wawacara diatas relevan dengan wawancara bu yeni selaku wakasis yang aktif di madrasah yang menyatakan: AuSelain membaca, tadarus juga dapat mencakup aktivitas menghafal dan memahami makna serta ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur'an. Praktik tadarus Al-Qur'an dianggap sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mendapatkan berkah dan keberkahan, serta menuntun umat Muslim menuju kehidupan yang lebih bermakna dan bertaqwa . awancara: Yeni, 2. Peneliti juga melakukan observasi di sekolah Tadarus Al-Qur'an sering dilakukan dalam berbagai konteks, baik secara individu maupun secara berkelompok. Di bulan Ramadan khususnya, tadarus Al-Qur'an menjadi kegiatan rutin di banyak masjid dan rumah tangga Muslim, di mana umat Islam berusaha untuk menyelesaikan membaca atau mendengarkan bacaan Al-Qur'an secara penuh . selama bulan tersebut . Menurut penulis, ksimpulannya semestinya siswa-siswi masuk kelas sudah dalam keadaan suci dari hadath sehingga ketika tadarus dimulai tidak ada siswa-siswi yang izin untuk ambil wudlu. Keadaan ini yang mengakibatkan kegiatan tadarus kurang tertib dan khidmat. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTs Al Fatich Surabaya berupaya membina akhlak melalui strategi keteladanan, pembiasaan, menciptakan suasana yang kondusif, pemberian reward and punishment, tutur kata yang baik dan pujian bagi peserta didik. Sekolah juga memberikan materi akhlak melalui internalisasi dalam budaya keagamaan madrasah, seperti shalat berjamaah, tadarus al-Qur'an, menjenguk teman yang sakit, serta shalat dhuha dan Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan akhlak antara lain kelengkapan konsep dan perangkat pengaturan, kurikulum yang masih tersembunyi, keuangan dan sarana prasarana yang memadai, serta sumber daya manusia yang mendukung. Faktor penghambat pendidikan akhlak antara lain lingkungan madrasah, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, maraknya warnet dan informasi, serta budaya membentuk geng dan pemuda yang arogan. DAFTAR PUSTAKA