AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli Ae Desember Tahun 2025 E-ISSN 2723-4452 C-ISSN 2528-2697 MANAGEMENT OF THE QUR'AN MEMORIZATION (TAHFIDZ) PROGRAM (Case Study at the Islamic Boarding School of the Ulumul Qur'an (MUQ) Pagar Air. Banda Aceh Cit. Cut Maulidiana. Rahmat Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto. Jawa Timur Email: cutmaulina84@gmail. ABSTRACT This study aims to describe the management of the Qur'an memorization . program at Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Islamic Boarding School in Banda Aceh, identify supporting and inhibiting factors, and analyze the strategies applied in managing the program. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, indepth interviews, and documentation involving school leaders, tahfidz coordinators, teachers, and students. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and method triangulation. The findings show that the management of the tahfidz program consists of four main stages: planning, implementation, supervision, and evaluation. Planning includes setting memorization targets, scheduling, teacher assignments, and providing learning Implementation is carried out through intensive and regular classes. Supervision is conducted by dormitory supervisors who monitor students' memorization activities daily. Evaluation is carried out periodically by assessing both the quantity and quality of studentsAo memorization. Supporting factors include leadership support, qualified tahfidz teachers, and a conducive Islamic boarding school environment. Inhibiting factors include differences in students' abilities, limited funding, and discipline issues among some students. These obstacles are addressed through strengthening management systems, improving teacher supervision, increasing student monitoring, and enhancing parental Keywords: educational management, tahfidz program. Islamic boarding school Cut Maulidiana. Rahmat Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A MANAJEMEN PROGRAM TAHFIDZ AL-QURAoAN (Studi Kasus di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Pagar Air Kota Banda Ace. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen program tahfidz AlQurAoan di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Pagar Air Kota Banda Aceh, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, serta menganalisis strategi pengelolaan program tahfidz yang diterapkan oleh lembaga tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pimpinan dayah, koordinator tahfidz, ustadz/ustadzah pengajar tahfidz, serta santri yang mengikuti program tahfidz. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program tahfidz di Pesantren MUQ meliputi empat tahapan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan melalui penetapan tujuan hafalan, penyusunan jadwal, pembagian tugas pengajar, serta penyediaan sarana Pelaksanaan program dilakukan melalui sistem kelas intensif dan kelas reguler. Pengawasan dilakukan oleh musyrif dan musyrifah yang memantau aktivitas hafalan santri setiap hari, sedangkan evaluasi dilakukan secara berkala dengan menilai jumlah dan kualitas hafalan santri. Faktor pendukung program tahfidz meliputi dukungan pimpinan pesantren, kompetensi pengajar tahfidz, serta lingkungan pesantren yang religius dan Sementara itu faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan santri, keterbatasan pendanaan, serta tingkat kedisiplinan sebagian santri. Hambatan tersebut dapat diatasi melalui peningkatan sistem manajemen tahfidz, penguatan peran guru pembimbing, peningkatan pengawasan santri, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran. Kata Kunci: manajemen pendidikan Islam, tahfidz Al-QurAoan, pesantren Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Keaslian dan kemurnian AlQurAoan dijaga langsung oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam Al-QurAoan bahwa Allah sendiri yang menurunkan Al-QurAoan dan menjaganya dari perubahan. Salah satu bentuk penjagaan tersebut adalah melalui tradisi menghafal Al-QurAoan yang telah berlangsung sejak masa Rasulullah SAW. Pada masa Nabi Muhammad SAW, para sahabat tidak hanya menuliskan ayat-ayat Al-QurAoan, tetapi juga menghafalnya secara langsung dari Rasulullah. Tradisi ini kemudian diwariskan secara turuntemurun hingga masa sekarang dan menjadi bagian penting dari pendidikan Islam. Kegiatan menghafal Al-QurAoan atau tahfidz Al-QurAoan memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Para penghafal Al-QurAoan . dipandang sebagai penjaga wahyu Allah dan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. Selain itu, keberadaan para penghafal Al-QurAoan juga memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan Islam. Oleh karena itu, berbagai lembaga pendidikan Islam di dunia Islam, termasuk di Indonesia, menjadikan program tahfidz sebagai salah satu program unggulan dalam sistem pendidikan mereka. Di Indonesia, pendidikan tahfidz Al-QurAoan berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Banyak pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan Islam yang membuka program khusus tahfidz AlQurAoan. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A terhadap pentingnya pendidikan Al-QurAoan bagi generasi muda. Orang tua tidak hanya menginginkan anak-anak mereka memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki kedekatan dengan Al-QurAoan melalui kegiatan membaca, memahami, dan menghafalnya. Program Al-QurAoan menghasilkan generasi penghafal Al-QurAoan semata. Lebih dari itu, program tahfidz juga diharapkan mampu membentuk karakter religius, kedisiplinan, kesabaran, serta akhlak mulia yang berlandaskan nilai-nilai Al-QurAoan. Proses menghafal Al-QurAoan membutuhkan ketekunan, kesungguhan, serta pengendalian diri yang tinggi. Oleh karena itu, pendidikan tahfidz memiliki potensi besar dalam membentuk kepribadian santri yang berkarakter dan berintegritas. Namun demikian, keberhasilan program tahfidz Al-QurAoan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individual santri dalam menghafal. Faktor lain yang sangat menentukan adalah sistem manajemen yang diterapkan oleh lembaga pendidikan tersebut. Manajemen pendidikan pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Tanpa manajemen yang baik, program tahfidz akan sulit mencapai target yang diharapkan. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, manajemen program tahfidz menjadi aspek yang sangat penting. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan Al-QurAoan di Indonesia. Sejak dahulu, pesantren telah menjadi pusat pembelajaran ilmu-ilmu keislaman, termasuk ilmu Al-QurAoan, tafsir, hadis, fikih, dan berbagai disiplin ilmu Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA agama lainnya. Pesantren juga dikenal sebagai lembaga yang menekankan pembinaan akhlak dan spiritualitas santri. Perkembangan pesantren di Indonesia saat ini menunjukkan adanya perubahan dan inovasi dalam sistem pendidikan yang diterapkan. Banyak pesantren yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan agama secara tradisional, tetapi juga mengintegrasikannya dengan sistem pendidikan formal. Integrasi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang memadai untuk menghadapi tantangan zaman. Dalam sistem pendidikan pesantren modern, program tahfidz AlQurAoan seringkali dipadukan dengan pendidikan formal seperti madrasah atau sekolah. Integrasi antara pendidikan formal dan program tahfidz ini membutuhkan sistem manajemen yang baik agar kedua program tersebut dapat berjalan secara seimbang. Tanpa pengelolaan yang baik, kegiatan tahfidz dapat terganggu oleh aktivitas akademik formal, atau sebaliknya kegiatan akademik dapat terganggu oleh program tahfidz. Provinsi Aceh sebagai daerah yang dikenal dengan penerapan syariat Islam memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan AlQurAoan. Pendidikan Al-QurAoan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Banyak lembaga pendidikan Islam di Aceh yang menjadikan program tahfidz sebagai salah satu program unggulan dalam sistem pendidikan mereka. Hal ini sejalan dengan semangat masyarakat Aceh yang memiliki kedekatan kuat dengan nilai-nilai keislaman. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A Salah satu lembaga pendidikan Islam di Aceh yang memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan tahfidz Al-QurAoan adalah Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Pagar Air Kota Banda Aceh. Pesantren ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mengintegrasikan sistem pendidikan madrasah dengan sistem dayah serta program tahfidz Al-QurAoan yang terstruktur. Program tahfidz di pesantren ini dirancang untuk menghasilkan santri yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki hafalan Al-QurAoan yang kuat serta pemahaman yang baik terhadap ajaran Islam. Program tahfidz yang diterapkan di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Pagar Air disusun secara sistematis dengan target hafalan tertentu bagi para santri. Selain kegiatan menghafal Al-QurAoan, para santri juga dibimbing dalam memperbaiki bacaan Al-QurAoan . , memahami tajwid, serta menjaga kualitas hafalan melalui kegiatan murojaAoah yang rutin. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian dari sistem manajemen program tahfidz yang diterapkan oleh pesantren. Meskipun demikian, pelaksanaan program tahfidz di pesantren tidak terlepas dari berbagai tantangan. Beberapa di antaranya adalah perbedaan kemampuan santri dalam menghafal Al-QurAoan, keterbatasan jumlah tenaga pengajar tahfidz, serta keterbatasan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan tahfidz. Selain itu, integrasi antara kegiatan akademik formal dengan program tahfidz juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan pendidikan di pesantren. Oleh karena itu, diperlukan sistem manajemen program tahfidz yang efektif dan terencana dengan baik agar proses pembelajaran tahfidz dapat berjalan secara optimal. Manajemen yang baik akan membantu Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA lembaga pendidikan dalam mengatur berbagai aspek yang berkaitan dengan program tahfidz, mulai dari perencanaan kurikulum, pengelolaan tenaga pengajar, pengaturan jadwal kegiatan, hingga sistem evaluasi hafalan santri. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk Al-QurAoan diterapkan di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Pagar Air Kota Banda Aceh. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program tahfidz di pesantren tersebut. Hasil pengembangan manajemen pendidikan tahfidz Al-QurAoan di pesantren, khususnya di Aceh, serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengelola program tahfidz secara lebih efektif dan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena manajemen program tahfidz Al-QurAoan yang diterapkan dalam lingkungan pesantren. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara komprehensif mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program tahfidz yang berlangsung di lembaga pendidikan tersebut. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A Menurut pendekatan penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan pengalaman, serta pandangan dari para informan yang terlibat langsung dalam kegiatan yang diteliti. Dengan demikian, penelitian ini lebih menekankan pada pemahaman makna, proses, serta dinamika yang terjadi dalam pengelolaan program tahfidz Al-QurAoan di pesantren. Desain studi kasus digunakan karena penelitian ini berfokus pada satu lembaga pendidikan tertentu yang memiliki karakteristik khusus Al-QurAoan. Studi memungkinkan peneliti untuk melakukan kajian secara mendalam terhadap suatu sistem, program, atau kegiatan dalam konteks yang nyata. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai bagaimana manajemen program tahfidz diterapkan dalam lingkungan pesantren. LOKASI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Pagar Air Kota Banda Aceh. Pesantren ini dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki program tahfidz Al-QurAoan yang terstruktur dan menjadi salah satu program unggulan dalam sistem pendidikan yang diterapkan di lembaga tersebut. Selain itu, pesantren ini juga mengintegrasikan pendidikan formal madrasah dengan sistem pendidikan dayah serta kegiatan tahfidz Al-QurAoan, sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif manajemen pendidikan. Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA SUBJEK PENELITIAN Subjek penelitian merupakan individu-individu yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program tahfidz Al-QurAoan di pesantren. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purposive, yaitu dengan mempertimbangkan peran dan keterlibatan mereka dalam pengelolaan program tahfidz. Adapun subjek penelitian dalam studi ini meliputi: Pimpinan pesantren, yang memiliki peran dalam perumusan kebijakan serta pengawasan terhadap pelaksanaan program Koordinator program tahfidz, yang bertanggung jawab dalam mengatur dan mengelola kegiatan tahfidz sehari-hari. Ustadz dan ustadzah pengajar tahfidz, yang secara langsung membimbing santri dalam proses menghafal Al-QurAoan. Santri peserta program tahfidz, yang menjadi pelaksana utama dalam kegiatan menghafal Al-QurAoan. Melalui berbagai informan tersebut, peneliti dapat memperoleh informasi yang komprehensif mengenai sistem manajemen program tahfidz yang diterapkan di pesantren. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa teknik yang saling melengkapi agar informasi yang diperoleh lebih lengkap dan akurat. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A Observasi Observasi langsung terhadap berbagai kegiatan yang berkaitan dengan program tahfidz Al-QurAoan di pesantren. Melalui observasi ini, peneliti dapat secara langsung pembelajaran tahfidz berlangsung serta bagaimana interaksi antara pengajar dan santri dalam kegiatan tersebut. Beberapa kegiatan yang menjadi fokus observasi antara lain: Proses pembelajaran tahfidz Al-QurAoan A Kegiatan setoran hafalan santri kepada ustadz atau ustadzah Kegiatan murajaAoah atau pengulangan hafalan A Aktivitas santri di asrama yang berkaitan dengan kegiatan tahfidz Sistem pengawasan dan pembinaan hafalan santri Observasi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan program tahfidz di lingkungan pesantren. Wawancara Mendalam Wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih detail mengenai pengelolaan program tahfidz Al-QurAoan di Wawancara dilakukan secara langsung kepada beberapa informan yang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait dengan program tahfidz. Informan yang diwawancarai dalam penelitian ini meliputi: Pimpinan pesantren Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA Koordinator program tahfidz Ustadz dan ustadzah pengajar tahfidz Santri peserta program tahfidz Melalui wawancara ini, peneliti menggali informasi mengenai perencanaan program tahfidz, metode pembelajaran yang digunakan, sistem evaluasi hafalan santri, serta berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaan program tahfidz di pesantren. Dokumentasi Teknik dokumentasi digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data dokumentasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini antara lain: Jadwal kegiatan tahfidz Al-QurAoan A Struktur organisasi pesantren A Data jumlah santri peserta program tahfidz Data ustadz dan ustadzah pengajar tahfidz Buku laporan perkembangan hafalan santri Dokumen evaluasi program tahfidz Dokumen-dokumen tersebut digunakan sebagai sumber data tambahan untuk memperkuat hasil penelitian. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A TEKNIK ANALISIS DATA Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data Reduksi data merupakan proses pemilihan, penyederhanaan, serta pengelompokan data yang telah diperoleh dari lapangan. Pada tahap ini, peneliti memilah data yang relevan dengan fokus penelitian serta mengorganisasikan data tersebut agar lebih mudah dianalisis. Penyajian data Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data dalam bentuk deskripsi naratif, tabel, atau bagan sehingga informasi yang diperoleh dapat dipahami dengan lebih jelas. Penyajian data ini bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam melihat pola-pola tertentu yang muncul dari hasil penelitian. Penarikan kesimpulan Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan. Kesimpulan yang dihasilkan merupakan jawaban atas rumusan masalah penelitian serta memberikan gambaran mengenai bagaimana manajemen program tahfidz Al-QurAoan diterapkan di pesantren yang menjadi objek penelitian. Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA KEABSAHAN DATA Untuk memastikan keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi dilakukan dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari berbagai sumber serta menggunakan berbagai metode pengumpulan data. Adapun bentuk triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini Triangulasi ustadz/ustadzah, serta santri. Triangulasi metode, yaitu membandingkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Melalui teknik triangulasi ini, diharapkan data yang diperoleh dalam penelitian memiliki tingkat validitas dan kredibilitas yang tinggi sehingga dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai manajemen program tahfidz Al-QurAoan di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Pagar Air Kota Banda Aceh. HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen program tahfidz Al-QurAoan di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Pagar Air Kota Banda Aceh perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi program. Keempat tahapan tersebut merupakan bagian dari fungsi manajemen pendidikan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A yang bertujuan untuk memastikan keberhasilan program tahfidz dalam mencetak generasi penghafal Al-QurAoan yang berkualitas. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung serta menghambat pelaksanaan program tahfidz di pesantren tersebut. Perencanaan Program Tahfidz Perencanaan merupakan tahap awal yang sangat penting dalam manajemen program tahfidz Al-QurAoan. Perencanaan yang baik akan menentukan arah serta keberhasilan pelaksanaan program tahfidz di Berdasarkan hasil penelitian, perencanaan program tahfidz di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) dilakukan secara sistematis oleh pihak pimpinan pesantren bersama dengan koordinator program tahfidz. Tujuan utama dari program tahfidz di pesantren ini adalah mencetak santri yang mampu menghafal Al-QurAoan secara mutqin, yaitu hafalan yang kuat, lancar, serta disertai dengan bacaan yang benar sesuai dengan kaidah tajwid. Selain itu, program tahfidz juga bertujuan untuk membentuk karakter santri yang disiplin, memiliki akhlak yang baik, serta memiliki kedekatan spiritual dengan Al-QurAoan. Dalam tahap perencanaan, pihak pesantren menetapkan beberapa komponen penting yang menjadi dasar pelaksanaan program tahfidz. Komponen tersebut meliputi penyusunan target hafalan, penjadwalan kegiatan tahfidz, serta penentuan metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses menghafal Al-QurAoan. Target kemampuan santri. Penetapan target ini bertujuan untuk memotivasi Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA santri agar memiliki tujuan yang jelas dalam proses menghafal Al-QurAoan. Selain itu, pihak pesantren juga menyusun jadwal kegiatan tahfidz yang terintegrasi dengan kegiatan pendidikan formal yang diikuti oleh santri. Perencanaan program tahfidz juga mencakup analisis kebutuhan tenaga pengajar tahfidz. Pihak pesantren berupaya memastikan bahwa para ustadz dan ustadzah yang mengajar tahfidz memiliki kompetensi yang memadai dalam bidang qiraAoat, tajwid, serta metode pembelajaran Dengan berlangsung secara efektif dan sesuai dengan standar yang telah Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan yang dilakukan oleh Pesantren MUQ menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan program tahfidz. Perencanaan yang terstruktur membantu pesantren dalam mengelola kegiatan tahfidz secara sistematis dan terarah. Pelaksanaan Program Tahfidz Tahap pelaksanaan merupakan implementasi dari perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Pelaksanaan program tahfidz di Pesantren MUQ dilakukan melalui sistem pembelajaran yang terstruktur dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri. Berdasarkan dilakukan dengan membagi santri ke dalam dua kategori kelas, yaitu kelas intensif dan kelas reguler. Kelas intensif diperuntukkan bagi santri yang memiliki kemampuan menghafal yang lebih cepat dan memiliki motivasi tinggi dalam program tahfidz. Sementara itu, kelas reguler AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A diperuntukkan bagi santri yang memiliki kemampuan hafalan yang lebih Pembagian pembelajaran yang lebih efektif, karena santri dapat belajar sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Selain itu, pembagian kelas juga membantu pengajar dalam memberikan bimbingan yang lebih optimal kepada santri. Dalam pelaksanaan program tahfidz, terdapat beberapa metode pembelajaran yang digunakan oleh para pengajar. Metode-metode tersebut antara lain: Setoran Hafalan (TasmiA. Setoran hafalan merupakan kegiatan utama dalam program Dalam kegiatan ini, santri menyetorkan hafalan yang telah dipelajari kepada ustadz atau ustadzah. Pengajar kemudian akan menyimak bacaan santri serta memberikan koreksi apabila terdapat kesalahan dalam hafalan maupun bacaan. MurajaAoah (Pengulangan Hafala. MurajaAoah merupakan kegiatan mengulang kembali hafalan yang telah dipelajari sebelumnya. Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kekuatan hafalan santri agar tidak mudah lupa. MurajaAoah biasanya dilakukan secara rutin setiap hari baik secara individu maupun secara Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA Talaqqi dengan Ustadz/Ustadzah Metode talaqqi merupakan metode pembelajaran tradisional dalam pendidikan Al-QurAoan yang dilakukan dengan cara membaca Al-QurAoan secara langsung di hadapan guru. Dalam metode ini, santri membaca ayat Al-QurAoan sementara guru menyimak dan memperbaiki bacaan santri apabila terdapat kesalahan. Pembinaan Tajwid dan Tahsin Selain Al-QurAoan, memperbaiki kualitas bacaan mereka melalui pembelajaran tajwid dan Pembinaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hafalan yang dimiliki oleh santri tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga benar secara kualitas. Santri diwajibkan menyetorkan hafalan setiap hari sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh pengajar. Kegiatan tahfidz biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang telah dijadwalkan oleh pesantren, seperti setelah salat subuh, setelah salat magrib, atau pada waktu khusus yang telah ditetapkan oleh pihak pesantren. Pelaksanaan program tahfidz yang terstruktur ini menunjukkan bahwa Pesantren MUQ memiliki sistem pembelajaran yang cukup baik dalam mendukung keberhasilan santri dalam menghafal Al-QurAoan. Pengawasan Program Tahfidz Pengawasan manajemen pendidikan. Dalam konteks program tahfidz, pengawasan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan tahfidz berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian, pengawasan program tahfidz di Pesantren MUQ dilakukan oleh musyrif dan musyrifah yang bertugas memantau aktivitas santri baik di dalam kelas maupun di asrama. Musyrif dan musyrifah memiliki peran penting dalam membimbing serta mengawasi kegiatan santri sehari-hari. Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap kegiatan menghafal Al-QurAoan, tetapi juga terhadap berbagai aspek lain yang berkaitan dengan kehidupan santri di pesantren. Beberapa aspek yang menjadi fokus pengawasan antara lain kedisiplinan santri dalam mengikuti jadwal kegiatan tahfidz, kebiasaan murajaAoah, serta perilaku dan akhlak santri. Sistem pengawasan ini bertujuan untuk menjaga konsistensi santri dalam menjalankan program tahfidz. Dengan adanya pengawasan yang baik, santri diharapkan dapat menjalankan kegiatan tahfidz dengan penuh tanggung jawab serta memiliki motivasi yang tinggi dalam menghafal Al-QurAoan. Evaluasi Program Tahfidz Evaluasi merupakan tahap akhir dalam proses manajemen program tahfidz. Evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana tujuan program tahfidz telah tercapai serta untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki. Berdasarkan hasil penelitian, evaluasi program tahfidz di Pesantren MUQ dilakukan secara berkala oleh para pengajar tahfidz bersama dengan koordinator program tahfidz. Evaluasi ini dilakukan melalui Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA beberapa bentuk kegiatan, seperti ujian hafalan, tasmiAo bersama, serta penilaian terhadap kualitas bacaan santri. Evaluasi tidak hanya berfokus pada jumlah hafalan yang telah dicapai oleh santri, tetapi juga memperhatikan kualitas bacaan serta ketepatan tajwid. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya mengejar kuantitas hafalan, tetapi juga menekankan pentingnya kualitas bacaan Al-QurAoan. Hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan terhadap program tahfidz. Apabila terdapat santri yang mengalami kesulitan dalam menghafal, pengajar akan memberikan bimbingan tambahan atau melakukan penyesuaian terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Dengan adanya evaluasi yang dilakukan secara berkala, pihak pesantren dapat terus meningkatkan kualitas program tahfidz yang mereka selenggarakan. Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan program tahfidz di Pesantren MUQ tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan program tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa faktor yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaan program tahfidz. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A Faktor Pendukung Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan program tahfidz di pesantren ini antara lain: Dukungan pengembangan program tahfidz. Kompetensi ustadz dan ustadzah pengajar tahfidz yang memiliki kemampuan dalam bidang tajwid dan qiraAoat. Lingkungan pesantren yang religius dan kondusif bagi kegiatan menghafal Al-QurAoan. Sistem pembinaan santri yang terstruktur dan disiplin. Faktor-faktor tersebut memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung keberhasilan program tahfidz. Faktor Penghambat Di sisi lain, terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program tahfidz, antara lain: Perbedaan kemampuan santri dalam menghafal Al-QurAoan. Keterbatasan dana untuk mendukung pengembangan program Tingkat kedisiplinan santri yang masih perlu ditingkatkan. Keterbatasan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA Meskipun demikian, pihak pesantren terus berupaya mengatasi berbagai kendala tersebut melalui berbagai strategi pembinaan serta peningkatan kualitas manajemen program tahfidz. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian mengenai manajemen program tahfidz Al-QurAoan di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) Pagar Air Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan program tahfidz di pesantren tersebut telah dilaksanakan melalui tahapan pengawasan, serta evaluasi secara sistematis dan terstruktur. Pada tahap perencanaan, pihak pesantren menetapkan tujuan utama program tahfidz yaitu mencetak santri yang mampu menghafal AlQurAoan secara mutqin dengan bacaan yang benar sesuai dengan kaidah Perencanaan juga mencakup penyusunan target hafalan santri, penjadwalan kegiatan tahfidz, serta penentuan metode pembelajaran yang digunakan dalam proses menghafal Al-QurAoan. Selain itu, pesantren juga memastikan bahwa pengajar tahfidz memiliki kompetensi dalam bidang tajwid dan qiraAoat. Pada tahap pelaksanaan, program tahfidz dilaksanakan melalui sistem pembelajaran yang terstruktur dengan pembagian kelas menjadi kelas intensif dan kelas reguler. Sistem ini bertujuan untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan kemampuan hafalan santri sehingga kegiatan tahfidz dapat berjalan lebih efektif. Metode pembelajaran yang AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program Tahfidz A digunakan meliputi setoran hafalan . , murajaAoah atau pengulangan hafalan, talaqqi dengan ustadz atau ustadzah, serta pembinaan tajwid dan tahsin untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-QurAoan santri. Selanjutnya pada tahap pengawasan, pesantren menugaskan musyrif dan musyrifah untuk memantau aktivitas santri baik di dalam kelas maupun di lingkungan asrama. Pengawasan ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan hafalan santri, tetapi juga mencakup aspek kedisiplinan, akhlak, serta kebiasaan ibadah santri. Sistem pengawasan tersebut bertujuan untuk menjaga konsistensi santri dalam mengikuti program tahfidz serta menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi kegiatan menghafal Al-QurAoan. Pada tahap evaluasi, pesantren secara berkala melakukan penilaian terhadap perkembangan hafalan santri. Evaluasi tidak hanya berfokus pada jumlah hafalan yang dicapai, tetapi juga pada kualitas bacaan serta ketepatan penerapan kaidah tajwid. Hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan terhadap proses memberikan pembinaan kepada santri. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan program tahfidz di Pesantren Dayah Madrasah Ulumul QurAoan (MUQ) sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, antara lain dukungan pimpinan pesantren, kompetensi ustadz dan ustadzah pengajar tahfidz, serta lingkungan pesantren yang religius dan kondusif bagi kegiatan menghafal Al-QurAoan. Namun demikian, pelaksanaan program tahfidz juga menghadapi beberapa kendala, seperti perbedaan kemampuan santri Cut Maulidiana. Rahmat. Manajemen Program TahfidzA dalam menghafal, keterbatasan sumber daya, serta tingkat kedisiplinan santri yang masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen yang baik memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan program tahfidz Al-QurAoan di pesantren. Oleh karena itu, penguatan manajemen program tahfidz serta peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan dapat terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan Al-QurAoan di lembaga pendidikan Islam. DAFTAR PUSTAKA