Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Peningkatan Pemahaman Tajwid Santri Melalui Syair Nadzom Taman Petunjuk dengan Media Interactive Tajwid Learning Sheet di Madrasah Diniyah Al-Hidayah Gedoro. Ngawi. Jawa Timur Haila Fardyatullail1. Inayah Aqilah2. Ikhfina Rizkia3. Olivia Fiestha Junana4. Hikmawati5. Hubbana Ya Muji6. Zakiah Mawardah7. Khaylila Adiya8. Ghefira Azzura9. Rexsa Saqquella10 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 Fakultas Ushuluddin. Universitas Darussalam Gontor. Indonesia *e-mail: 442023238027@unida. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman tajwid santri di Madrasah Diniyah al-Hidayah Gedoro Ngawi, dimana sebagian santri mampu menghafal nadzom namun belum memahami penerapan hukum tajwid dalam bacaan al-QurAoan. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan kurang interaktif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan antusiasme santri dalam pembelajaran tajwid melalui penerapan syair nadzom Taman petunjuk berbasis media Interactive Tajwid Learning Sheet. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, identifikasi permasalahan, pengumpulan data awal, pre-test, pendampingan pembelajaran, serta post-test. Teknik pengumpulan data dilakukan melaui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tajwid, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai santri dari pre-test ke post-tes serta meningkatnya jumlah santri yang mencapai ketuntasan belajar. Dampak kegiatan ini adalah meningkatnya minat dan keterlibatan santri dalam menyampaikan materi tajwid secara lebih interaktif. Dengan demikian. Interactive Tajwid Learning Sheet menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran tajwid di lembaga pendidikan keagamaan. Kata kunci: Tajwid learning media. Madrasah Diniyah. Nadzom. Interactive Tajwid Learning Sheet Abstract This community service activity was motivated by the low level of understanding of tajwid among students at Madrasah Diniyah al-Hidayah Gedoro Ngawi, where some students were able to memorize nadzom but did not yet understand the application of tajwid laws in reading the Koran. Apart from that, the learning media used is less interactive. This activity aims to increase students' understanding and enthusiasm in learning Tajwid through the application of Nadzom Taman poetry based on Interactive Tajwid Learning Sheet media. Implementation methods include initial surveys, problem identification, initial data collection, pre-test, learning assistance, and post-test. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, documentation and tests. The results of the activity showed an increase in understanding of recitation, shown by the increase in the average score of students from pre-test to post-test as well as the increase in the number of students who achieved learning completion. The impact of this activity is increased interest and involvement of students in delivering recitation material in a more interactive manner. Thus, the Smart Tajweed Board is an innovative alternative for learning Tajweed in religious educational institutions. Keywords: Tajwid learning media. Madrasah Diniyah. Nadzom. Interactive Tajwid Learning Sheet PENDAHULUAN Pembelajaran Al-QurAoan pada anak usia dini di Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga pada pemahaman ilmu tajwid sebagai kaidah penting dalam menjaga keaslian dan ketepatan bacaan. (Mazrur et al. , 2. Tajwid adalah cara melafalkan atau mengejakan setiap huruf, melatih lidah untuk mengucapkan huruf-huruf makhraj, huruf-huruf makhraj, huruf-huruf yang telah dihimpun dengan huruf lainnya, membaca dengan nada panjang dan pendek, cara membaca dengan menghilangkan bunyi huruf dan kemudian menggabungkannya ke dalam huruf-huruf setelahnya, berat atau ringan dalam P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. melafalkan setiap huruf, mendesis atau tidak, dan mempelajari tanda-tanda berhenti dalam kalimat bacaan. Tujuan dari mempelajari tajwid adalah agar anak mampu membaca al-QurAoan dengan fasih seperti yang diajarkan Rasulullah. (Wahyudi & Zeintoro, 2. Salah satu metode yang digunakan dalam pembelajaran tajwid di TPA adalah melalui nadzom. (Maulana et al. , 2. Metode nadzom merupakan syair yang dikemas dalam bentuk lantunan seperti lagu sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan mudah diingat oleh anak-anak. Metode ini memberikan cara efektif dalam menyampaikan Pelajaran. (Fathi et al. Metode ini sudah mulai diterapakan dan telah diteliti diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Arman maulana di Pondok Pesantren Riyadul Awamil di Curug Serangdan SDN 29 Cakranegara dengan media Children Tajwid Board game. Menurut hasil penelitiannya penggunaan nadzom batu ngompal dan media CTBG meningkatkan rata-rata nilai siswa sebesar 85%. Perbedaan dengan kegiatan pengabdian ini terletak pada penggunaan nadzom Taman Petunjuk yang dibuat dalam bentuk media visual yaitu Interactive Tajwid Learning Sheet yang dirancang sederhana, kontekstual, dan mudah digunakan secara berulang dalam pembelajaran di TPA, sehingga lebih sesuai dengan karakteristik santri usia dini. TPA Madrasah Diniyah al-Hidayah yang dibawahi oleh Al-Ustadz Muhammad Sholeh Alhafidz telah menggunakan metode ini sebagai metode ajar. Yakni nadzom Taman Petunjuk, yang diajarkan secara rutin kepada santri setiap pekan pada hari JumAoat. Secara empiris, penggunaan nadzom . dalam pembelajaran terbukti membantu santri dalam menghafal kaidah-kaidah tajwid dengan cepat. Anak-anak mampu melafalkan kembali bait-bait nadzom dengan lancar dan penuh semangat. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan lagu atau metode bernyanyi dalam belajar menghasilkan secara lebih optimal. Seperti yang diungkapkan oleh Tarisa dalam jurnalnya yang berjudul AuPeningkatan Kualitas dan Semangat Belajar Anak di PAUD Melati Melalui Metode Belajar Sambil BernyanyiAy bahwasanya implementasi metode bernyanyi membantu dari aspek kognitif. Bahasa, sosial emosional dan psikomotorik. (Yearin, 2. Berdasarkan hasil observasi awal, jumlah santri yang mengikuti pembelajaran di TPA Madrasah al-Hidayah berkisar antara 35-45 santri dengan rentang usia 5-13 tahun. Sebagian besar santri telah memiliki kemampuan dasar membaca al-QurAoan, namun masih berada pada tahap pemula hingga menengah dalam memahami hukum tajwid, terutama ketika mereka diminta mengidentifikasi hukum bacaan dalam ayat al-QurAoan atau menyebutkan huruf-huruf yang termasuk dalam kategori hukum tertentu. Di sisi lain, media pembelajaran yang digunakan saat ini masih berupa buku cetak yang berisi teks nadzom secara penuh tanpa dilengkapi dengan gambar-gambar visual yang menarik. Kondisi ini menjadikan sebagian santri kurang tertarik untuk membaca ulang materi secara mandiri, karena tampilan yang monoton dan kurang sesuai dengan karakteristik belajar anak yang cenderung visual dan menyukai warna serta gambar. Sejalan dengan beberapa kajian terbaru, penggunaan media visual dalam pembelajaraan terbukti dapat meningkatkan perhatian, pemahaman, dan keterlibatan peserta didik, terutama pada usia anak-anak. (Wahidin, 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu inovasi media pembelajaran yang mampu menjembatani antara hafalan nadzom dengan pemahaman tajwid secara aplikatif, sekaligus menarik minat belajar santri. Oleh karena itu, dikembangkanlah media edukatif visual AuMedia Interactive Tajwid Learning Sheet (Media Lembar Interaktif Tajwi. Ay media pembelajaran tajwid berbasis nadzom dalam bentuk desain yang menarik, penuh warna, dan dilengkapi ilustrasi yang relevan dengan materi. Media ini dirancang agar mudah dibawa, ringan, serta dapat digunakan secara berulang dalam kegiatan belajar sehari-hari, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman santri terhadap hukum tajwid serta penerapannya dalam membaca Al-QurAoan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tajwid santri di Madrasah Diniyah al-Hidayah melalui pemanfaatan media Interactive Tajwid Learning Sheet berbasis syair Nadzom Taman Petunjuk P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. METODE Penelitian ini menggunkan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan kegiatan yang dilaksanakan di Madrasah Diniyah Al-Hidayah Gedoro. Kecamatan Ngerambe Kabupaten Ngawi. Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung selama tiga pekan pada bulan Februari akhir sampai maret awal 2026 dengan jumlah santri sebanyak 34 santri, yang terdiri dari santri tingkat dasar (Tahap membaca Iqr. , tingkatan menengah (Tahap membaca Juz Amm. , dan tahap atas (Tahap membaca Al- qura. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesemangatan santri serta kualitas dalam memahami tajwid melalui penerapan syair nadzom Taman Petunjuk berbasis media Interactive Tajwid Learning Sheet. Tahapan penelitian diawali dengan survey awal . bservasi lapanga. untuk mengetahui kondisi pembelajaran tajwid, kemampuan bacaan santri, serta kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran, tahap perangcangan media Interactive Tajwid Learning Sheet, tahap pelaksanaan pendampingan pembelajaran, dan tahap evaluasi Tahap awal kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan melakukan wawancara dengan guru pengampu untul menggali informasi mengenai metode pembelajaran yang digunakan, media ajar, serta tantangan dalam proses belajar mengajar. Dari hasi identifikasi tersebut, peneliti kemudian merumuskan beberapa permasalahan utama, yaitu penerapan tajwid dalam bacaan dan al-qurAoan dan pemahaman tajwid yang perlu ditingkatkan, serta pengoptimalan pemanfaatan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Untuk memperkuat analisis permasalahan, peneliti melakukan pengumpulan data lebih lanjut melalui observasi langsung kegiatan belajar mengajar, dokumentasi kegiatan pembelajaran, serta tes kemampuan awal bacaan tajwid. Setelah itu, dilakukan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal santri sebelum diberikan perlakuan . Tahap berikutnya adalah implementasi media Interactive Tajwid Learning Sheet dalam sarana pembelajaran visual dan interaktif. Setelah serangkaian proses pembelajaran dilaksanakan, dilakukan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan bacaan tajwid santri. Data hasil pre-test dan post-test kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif guna mengetahui efektivitas intervensi serta peningkatan kualitas bacaan tajwid santri pasca pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Potret Awal Kemampuan Tajwid Santri Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Diniyah Al-Hidayah yang merupakan lembaga pendidikan keagamaan nonformal dengan fokus pada pembelajaran Al-QurAoan dan ilmu-ilmu dasar keislaman. Dalam proses pembelajaran tajwid, metode yang selama ini diterapkan masih didominasi oleh pendekatan ceramah dan hafalan nadzom tanpa adanya dukungan media visual yang terstruktur. Kondisi ini sejalan dengan hasil beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pembelajaran tajwid di lembaga pendidikan nonformal cenderung berorientasi pada hafalan dan verbalistik, sehingga pemahaman konseptual santri tidak berkembang secara optimal. Meskipun santri telah mengenal syair nadzom sebagai bagian dari tradisi pembelajaran, pemahaman konseptual mengenai hukum-hukum tajwid belum sepenuhnya terinternalisasi secara sistematis. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang dapat mengintegrasikan aspek visual, auditori, dan kinestetik dalam proses belajar, sebagaimana ditekankan dalam teori pembelajaran konstruktivistik yang menuntut keterlibatan aktif peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media yang dapat menjembatani antara hafalan nadzom dan pemahaman konseptual tajwid secara lebih (Satri & Amin, 2. Untuk men(Ilham Effendy, 2. getahui tingkat kemampuan awal santri dalam memahami dan mengidentifikasi hukum tajwid, peneliti terlebih dahulu melaksanakan pre-test sebelum penerapan media Interactive Tajwid Learning Sheet berbasis syair nadzom Taman Petunjuk. Pre-test ini bertujuan untuk memetakan penguasaan konsep tajwid secara kognitif, khususnya pada aspek pengenalan hukum nun mati dan tanwin, mim mati, hukum mad, serta Hasil pengukuran awal ini menjadi dasar penting dalam menentukan efektivitas P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. perlakuan yang diberikan, sekaligus menggambarkan kondisi riil pembelajaran tajwid di Madrasah Diniyah Al-Hidayah Gedoro Ngawi sebelum inovasi media diterapkan. Gambar 1. Kegiatan Pre- Test Santri Madin Al-Hidayah Pre-test diberikan kepada 34 santri untuk mengukur kemampuan awal dalam memahami hukum tajwid sebelum penerapan media Interactive Tajwid Learning Sheet berbasis syair nadzom Taman Petunjuk. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh rata-rata nilai sebesar 68, dengan nilai tertinggi mencapai 90 dan nilai terendah sebesar 30. Berikut rincian penilaian pre-test dalam bentuk tabel yang diilustrasikan pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Pre Test Santri Madin Al-Hidayah NILAI NAMA KELAS Pre Test Mahira Zahra Seril Najwa Queen Afika Keisya Najiba Baim Justin Jika mengacu pada standar ketuntasan minimal (KKM) sebesar 70, hanya 4 dari 10 santri . %) yang dinyatakan tuntas, sementara 60% lainnya belum mencapai ketuntasan. Data ini menunjukkan bahwa secara umum kemampuan awal santri masih berada pada kategori sedang dan cenderung belum merata. Distribusi nilai juga memperlihatkan adanya kesenjangan kemampuan yang cukup jelas. Sebagian santri telah menunjukkan pemahaman yang baik terhadap konsep tajwid, namun masih terdapat santri dengan pemahaman dasar yang rendah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran sebelumnya belum sepenuhnya mampu mengakomodasi variasi kemampuan belajar santri secara optimal. Hasil pre-test menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan teori tajwid dan kemampuan mengidentifikasi hukum bacaan secara konseptual. Meskipun sebagian santri telah mengenal syair nadzom Taman Petunjuk, pemahaman mereka terhadap makna dan implementasi P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. hukum tajwid dalam soal pilihan ganda masih belum optimal. Hal ini mengindikasikan bahwa internalisasi nadzom belum sepenuhnya diikuti oleh pemahaman konseptual yang sistematis. Temuan awal ini menjadi dasar penting bagi penerapan media Interactive Tajwid Learning Sheet sebagai upaya mengintegrasikan kekuatan ritmis nadzom dengan pendekatan visual yang Media tersebut dirancang dalam bentuk kalender tajwid yang memungkinkan pengulangan materi secara berkala dan kontekstual dalam proses pembelajaran. Implementasi Interactive Tajwid Learning Sheet Berbasis Syair Nadzom Berdasarkan hasil pre-test yang menunjukkan bahwa sebagian besar santri belum mencapai standar ketuntasan, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu memperkuat pemahaman konseptual tajwid secara lebih sistematis. Oleh karena itu, peneliti menerapkan media Interactive Tajwid Learning Sheet berbasis syair nadzom Taman Petunjuk sebagai bentuk integrasi antara tradisi pembelajaran pesantren dan pendekatan visual yang interaktif. (Pramudita et al. , 2. Media Interactive Tajwid Learning Sheet dirancang dalam bentuk kalender tajwid yang memuat pembagian materi hukum bacaan secara terstruktur dan bertahap. Setiap bagian kalender menampilkan poin-poin hukum tajwid yang disertai potongan bait nadzom Taman Petunjuk sebagai penguat hafalan sekaligus pengingat konsep. (Syairozi, 2. Dengan demikian, santri tidak hanya menghafal syair, tetapi juga memahami makna dan penerapan setiap hukum bacaan secara visual. Selain menunjukkan peningkatan pada hasil tes, penerapan media Interactive Tajwid Learning Sheet juga memberikan dampak positif secara kualitatif dalam proses pembelajaran. Keaktifan santri mengalami peningkatan yang terlihat dari keterlibatan mereka dalam mengikuti kegiatan, seperti lebih aktif bertanya, menjawab, dan berpartisipasi dalam penggunaan media. Hal ini berbeda dengan kondisi sebelumnya yang cenderung pasif akibat dominasi metode ceramah dan hafalan. Selain itu, minat belajar santri juga mengalami peningkatan, yang ditunjukkan melalui antusiasme dan perhatian yang lebih tinggi selama pembelajaran berlangsung. Media yang bersifat visual dan interaktif mampu mengurangi kejenuhan serta menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Di sisi lain, penggunaan Interactive Tajwid Learning Sheet juga berdampak pada perubahan pendekatan guru dalam mengajar, yaitu dari metode konvensional menuju pembelajaran yang lebih variatif dan partisipatif. Dengan demikian, dampak penerapan media ini tidak hanya terbatas pada peningkatan kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan proses pembelajaran secara keseluruhan. Dalam konteks Madrasah Diniyah, pendekatan ini menjadi relevan karena santri terbiasa dengan pembelajaran berbasis oral dan repetitif. Kehadiran media visual berfungsi sebagai penguat struktur kognitif, sehingga proses mengingat tidak hanya bergantung pada hafalan, tetapi juga pada pemetaan konsep hukum tajwid. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi media pembelajaran tajwid yang berangkat dari tradisi lokal, seperti nadzom, memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam pendidikan keagamaan nonformal tanpa harus meninggalkan karakter pembelajaran yang telah mengakar. (Fauzan, 2. Peningkatan kemampuan santri tidak hanya terlihat pada aspek kognitif dasar, tetapi juga pada kemampuan analitis dalam mengklasifikasikan hukum bacaan serta menjelaskan alasan penerapannya dalam Al-QurAoan. Implementasi media dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, guru menjelaskan kembali hukum tajwid yang telah diujikan pada pre-test dengan merujuk pada tampilan visual di Interactive Tajwid Learning Sheet. Kedua, santri diminta mengaitkan bait nadzom dengan kategori hukum bacaan yang terdapat pada kalender. Ketiga, dilakukan latihan soal dan diskusi kelompok untuk memperkuat pemahaman konsep. Dalam proses ini, media berfungsi sebagai pusat perhatian . isual ancho. yang membantu santri mengingat dan mengklasifikasikan hukum bacaan secara lebih sistematis. Selama proses pembelajaran berlangsung, terlihat adanya peningkatan partisipasi dan keterlibatan santri. Santri lebih aktif dalam menjawab pertanyaan, mengidentifikasi hukum bacaan, serta mengoreksi kesalahan secara bersama-sama. Penggunaan media visual yang dipadukan dengan ritme nadzom memberikan suasana belajar yang lebih interaktif dibandingkan metode hafalan konvensional. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Gambar 2. Prototype Desain Interactive Tajwid Learning Sheet Secara pedagogis, integrasi antara unsur ritmis . dan visual . alender tajwi. memberikan stimulus ganda dalam proses belajar. Hal ini memungkinkan santri tidak hanya mengandalkan hafalan verbal, tetapi juga memperoleh penguatan melalui representasi visual yang berulang dalam setiap pertemuan. Peningkatan Kemampuan Tajwid Setelah implementasi media Interactive Tajwid Learning Sheet, dilakukan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman santri terhadap materi hukum nun mati, tanwin, mim sukun, ghunnah, dan qolqolah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna dibandingkan pre-test sebelumnya. Rata-rata nilai post-test mencapai 96,5 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai Sebanyak lima santri memperoleh nilai sempurna, sementara seluruh santri memperoleh nilai di atas standar ketuntasan minimal. Berikut rincian penilaian post-test dapat dilihat pada tabel 2. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media visual-tematik mampu membantu santri dalam mengidentifikasi hukum bacaan secara lebih akurat. Santri tidak hanya mampu menyebutkan jenis hukum bacaan, tetapi juga dapat menunjukkan letak huruf dan alasan penerapan hukum tersebut dalam ayat Al-QurAoan. Secara pedagogis, peningkatan nilai ini dapat dianalisis melalui pendekatan teori pembelajaran visual dan kognitif. Media Interactive Tajwid Learning Sheet memadukan unsur visual . arna dan penandaan huru. dengan unsur verbal . enjelasan hukum bacaan dan nadzo. , sehingga terjadi penguatan memori ganda . ual codin. (Pramudita et al. , 2. Hal ini memungkinkan santri lebih mudah mengingat kategori hukum bacaan dan membedakan karakteristik masing-masing hukum tajwid. Selain itu, penyajian materi secara sistematis dalam bentuk kalender tematik menciptakan pembelajaran yang terstruktur dan berulang. Pola ini memperkuat retensi dan meminimalkan kesalahan identifikasi hukum bacaan yang sebelumnya masih ditemukan dalam pre-test. Meskipun menunjukkan hasil yang positif, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain jumlah subjek yang relatif kecil dan durasi penerapan media P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. yang terbatas. Oleh karena itu, hasil penelitian ini belum dapat digeneralisasikan secara luas dan memerlukan pengujian lebih lanjut pada konteks dan jumlah peserta yang berbeda. Tabel 2. Penilaian Post-test NAMA KELAS NILAI Post Test Mahira Zahra Seril Najwa Queen Afika Keisya Jeje Arsyi Alya Gambar 3. Kegiatan Post Test Santri Madin Al-Hidayah Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru Madrasah Diniyah, bahwa pengembangan media pembelajaran tajwid yang berbasis tradisi lokal, seperti syair nadzom, dapat menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa harus meninggalkan karakter khas pendidikan keagamaan nonformal. Perbedaan capaian antara pretest dan post-test ini menegaskan bahwa media Interactive Tajwid Learning Sheet berbasis syair nadzom Taman Petunjuk efektif digunakan sebagai media pembelajaran tajwid di Madrasah Diniyah KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan di Madrasah Diniyah Al-Hidayah, kemampuan awal santri dalam memahami hukum tajwid berada pada kategori sedang dan belum merata, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 68 serta belum mencapai standar ketuntasan belajar. Penerapan media Interactive Tajwid Learning Sheet berbasis syair nadzom Taman Pentunjuk menjadi solusi inovatif yang mengintegrasikan metode tradisional pesantren dengan pendekatan visual interaktif. Media ini membantu santri dalam menghubungkan hafalan nadzom dengan pemahaman konseptual hukum tajwid secara lebih sistematis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. signifikan, ditandai dengan rata-rata nilai post-test sebesar 96,5 dan seluruh santri mencapai ketuntasan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Interactive Tajwid Learning Sheet efektif dalam meningkatkan pemahaman tajwid santri. Sebagai rekomendasi, media Interactive Tajwid Learning Sheet berpotensi untuk dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas di madrasah diniyah lainnya sebagai alternatif strategi pembelajaran tajwid yang inovatif dan DAFTAR PUSTAKA