Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta PENGEMBANGAN MATERI AJAR KETERAMPILAN MENULIS TEKS ANEKDOT DENGAN MODEL CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) BERBASIS MEDIA PADLET PADA SISWA KELAS X SMA Intan Berlianti Sedar1. Siti Ansoriyah2. Edi Puryanto3 Universitas Negeri Jakarta Email Address intanberliantisedar_1201618042 @mahasiswa. ansoriyah@unj. edipuryanto@unj. Keywords: Teaching Materials. Anecdotal Text. CIRC model Abstrak This study aims to develop teaching materials for writing skills in learning anecdotal texts in class X using the CIRC model based on padlet media. The research compiled is a type of research with the Research and Development development method with the ADDIE development model (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. Data were obtained through needs analysis, observations, interviews with teachers, questionnaires for analyzing teacher and student needs, analysis of teaching materials, design of teaching materials, development and preparation of teaching materials and validation of teaching materials by material experts and media experts. The product feasibility test was carried out by one material expert and one media expert, as well as the responses of the Indonesian language teacher and 24 students of class X SMAN 31 Jakarta. Data analysis was carried out with qualitative and quantitative descriptive. The results of the study were obtained through the validation stage of teaching material products by material experts and got a score of 92. 3% and the assessment of media experts was 95. 7% and Indonesian language teachers were 94. In addition, students also give an assessment and get 90% results. Based on this assessment, it can be concluded that the product Development of Anecdotal Text Writing Skills Teaching Materials with the CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compositio. Model Based on Padlet Media in class X SMA is very feasible to use in the learning process. Pendahuluan Keterampilan menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa di sekolah. Keterampilan menulis sudah diajarkan dan dilatih sejak siswa duduk di bangku sekolah dasar. Proses pembelajaran keterampilan menulis di sekolah sangat membutuhkan atensi dari pihak pengajar atau guru, karena keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang cukup kompleks jika dibandingkan dengan tiga keterampilan berbahasa lainnya, yaitu membaca, menyimak, dan berbicara. Masalah yang sering terjadi dalam menulis adalah siswa merasa kesulitan untuk menuangkan ide yang dimiliki ke dalam kata-kata yang kemudian menjadi kalimat dan membentuk sebuah paragraf untuk dapat dibaca, siswa juga masih belum menguasai topik atau tema yang diberikan. Berdasarkan Kurikulum 2013, prinsip yang diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah adalah pembelajaran berbasis teks. Artinya, siswa tidak hanya mempelajari teks secara teoritis . anah pengetahua. , tetapi siswa juga mampu memproduksi teks . anah Teks anekdot adalah sebuah cerita pendek yang berisi sebuah sindiran terhadap sesuatu atau seseorang yang dilengkapi dengan humor. Pada silabus kurikulum 2013 pembelajaran Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | teks anekdot masuk dalam Kompetensi Dasar (KD) 3. 6 menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot dan 4. 6 menciptakan kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur kebahasaan. Namun, pada penyampaian materi ini tidaklah mudah karena masih terdapat kendala dalam proses pembelajaran. Meskipun teks anekdot telah lama dikenal masyarakat Indonesia, namun materi ini baru dimasukkan dalam materi yang akan dipelajari oleh siswa pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis memerlukan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan sesuai, begitu juga dalam menulis teks anekdot. Model pembelajaran tersebut tentunya untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik. Dengan model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compositio. diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik khususnya dalam menulis teks anekdot. Saat meningkatkan keterampilan teks anekdot dengan model CIRC, pengajar perlu memperhatikan media pembelajaran yang digunakan, seperti penggunaan media padlet. Upaya untuk menggali informasi dan kendala sebagai acuan untuk pengembangan materi ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC berbasis media padlet ini diperkuat dengan bukti di lapangan dengan hasil observasi terhadap aktivitas pembelajaran pada siswa kelas X SMAN 31 Jakarta melalui analisis kebutuhan guru, siswa, analisis materi ajar dan kurikulum. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, materi ajar dan media yang digunakan di sekolah masih Sehingga diperlukan pengembangan materi ajar yang dapat membantu keterampilan menulis teks anekdot peserta didik. Oleh karena itu, berdasarkan uraian di atas, peneliti mengajukan penelitian dengan judul AuPengembangan Materi Ajar Teks Anekdot dengan Model CIRC Berbasis Media Padlet pada Siswa Kelas X SMAAy. Pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang efisien sehingga siswa dapat lebih mudah untuk memahami materi yang diajarkan. Metode Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Branch dengan pendekatan ADDIE. Model pengembangan ini memiliki lima pengembangan, di antaranya analysis . , design . , development . , implementation . , dan evaluation . Analysis, berkaitan dengan kegiatan analisis terhadap situasi kerja dan lingkungan sehingga dapat ditemukan produk apa yang perlu dikembangkan. Design merupakan kegiatan perancangan produk sesuai dengan yang Development adalah kegiatan pembuatan dan pengujian produk. Implementation adalah kegiatan menggunakan produk, dan Evaluation adalah kegiatan menilai apakah setiap langkah kegiatan dan produk yang telah dibuat sudah sesuai dengan spesifikasi atau belum. Penggunaan model 191 | Maharani pengembangan ADDIE ini dinilai sangat cocok dalam pengembangan media pembelajaran berbasis android yang akan dilakukan. Model pendekatan ini umumnya merekomendasikan urutan aktivitas yang meliputi analisis,desain, development, implementasi, dan evaluasi ( ADDIE). Hasil dan Pembahasan Penelitian pengembangan materi ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC berbasis padlet pada siswa kelas X SMA bertujuan untuk mengembangkan materi ajar teks anekdot. Materi ajar ini membahas pengertian, struktur teks anekdot, unsur kebahasaan, informasi dengan daya tarik bacaan, dan langkah-langkah menulis teks anekdot. Dengan pengintegrasian teks, video, dan gambar dalam pengembangan materi ajar, maka digunakan model CIRC atau Cooperative Integrated Reading and Composition. Analysis Pengembangan materi ajar ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Metode dan model penelitian menggunakan teori dari Sugiyono. Penelitian ini diawali dengan tahap analisis . nalisis kebutuhan siswa, guru, kompetensi dasar, dan materi aja. , selanjutnya design . erancang produk materi ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC berbasis padle. , development . engembangan produk berdasarkan revisi dari ahli media, ahli materi, dan guru Bahasa Indonesi. , implementation . engimplementasikan produk dengan uji coba kelompok besar di SMAN 31 Jakart. , dan evaluation . engevaluasi produk. Tahap analisis dilakukan dengan empat tahap analisis yaitu analisis kebutuhan guru, analisis kebutuhan siswa, analisis kurikulum, dan analisis materi ajar. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa, pembelajaran teks anekdot merupakan pembelajaran yang kurang menarik . ,3%) dan sebanyak . ,7%) menyatakan pembelajaran teks anekdot membosankan, tetapi . %) menyebutkan bahwa teks anekdot termasuk pembelajaran yang biasa saja. Materi teks anekdot juga merupakan materi yang sulit dipahami . ,7%). Sumber belajar yakni . ,7%) buku sekolah dan . %) menggunakan internet. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan adalah . ,3%) menggunakan power point dan sebanyak . %) menyatakan media yang digunakan adalah buku. Penyajian materi teks anekdot yang sudah berlangsung selama ini yaitu . %) menyatakan tidak menarik dan kurang menarik serta . %) menyatakan biasa saja. Model pembelajaran yang siswa sukai selama pembelajaran teks anekdot adalah kontekstual . %), . ,7%) menyatakan project based learning dan . ,3%) menyukai inkuiri. Kendala yang ditemui dalam menulis teks anekdot adalah sebanyak . %) menyatakan bahwa model pembelajaran kurang bervariasi, . ,3%) menyatakan media yang kurang mendukung, dan . %) menyatakan bahwa tema dan topik teks anekdot kurang menarik. Seluruh responden . %) menyetujui jika pembelajaran keterampilan menulis teks anekdot dilakukan dengan model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compositio. atau kegiatan membaca dan menulis Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | dilakukan dalam kegiatan berkelompok. Selain itu, seluruh responden juga menyetujui bahwa materi ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC menggunakan media pembelajaran yang menarik, yaitu media padlet. Materi ajar yang diinginkan untuk pembelajaran keterampilan menulis teks anekdot adalah sebanyak . %) menyatakan agar terdapat teks dan gambar atau ilustrasi yang menarik, kemudian sebanyak . ,3%) menyebutkan agar terdapat banyak contoh teks serta . %) berpendapat agar terdapat gambar atau ilustrasi yang menarik dalam materi ajar teks anekdot. Analisis kebutuhan guru dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui informasi mengenai kebutuhan guru dalam pembelajaran keterampilan menulis teks anekdot. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 3 guru Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan guru, pembelajaran keterampilan menulis teks anekdot adalah materi yang sulit dipahami . %). Kendala yang dialami dalam pembelajaran teks anekdot adalah . %) menjawab keterbatasan media dan sumber belajar. Sumber belajar yang dipakai selama pembelajaran teks anekdot adalah . ,3%) menyatakan Lembar Kerja Siswa atau LKS, . ,3%) menggunakan modul dan . %) menggunakan Buku Sekolah serta internet. Media pembelajaran yang digunakan selama pembelajaran keterampilan menulis teks anekdot adalah . %) menyatakan menggunakan media PPT dan papan tulis, serta . ,7%) menjawab dengan menggunakan video. Model pembelajaran yang biasa dilakukan selama pembelajaran teks anekdot adalah . %) menjawab kontekstual dan sebanyak . ,7%) menyatakan Project Based Learning. Sebanyak . ,7%) menyatakan bahwa responden mengetahui tentang model CIRC namun . ,3%) menjawab tidak. Kemudian, . %) responden mengetahui tentang media padlet. %) menyetujui jika diadakan materi ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC berbasis media padlet. Hasil analisis kurikulum menyebutkan bahwa sumber belajar yang digunakan adalah buku pemerintah dengan kurikulum 13 serta mengintegrasikan dengan kurikulum merdeka. Dalam pembelajaran teks anekdot, kompetensi dasar yang digunakan adalah KD 3. 6 Aumenganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdotAy dan 4. 6 Aumenciptakan kembali teks anekdot dengan memperhatikan struktur dan kebahasaannya. Hasil analisis materi ajar menyebutkan bahwa materi pembelajaran yang digunakan di dalam kelas berupa menganalisis struktur teks anekdot, menemukan unsur kebahasaan teks anekdot, menyajikan kembali teks anekdot dengan pola penyajian yang berbeda, serta mengonstruksi teks anekdot dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaannya. Design Tahap kedua dari pengembangan ini adalah desain. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, guru membutuhkan sebuah materi pembelajaran yang memfokuskan pada kegiatan menulis teks anekdot dengan memberikan contoh dan ilustrasi teks anekdot yang menarik. 193 | Maharani Desain materi ajar ini disusun dengan model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compositio. berbasis media padlet dalam pemodelan dan contoh teksnya. Rancangan materi ajar disusun sebagai berikut. Sampul, memuat judul materi ajar yaitu AuMateri Ajar Keterampilan Menulis Teks Anekdot Pada Kelas X SMA. Ay Materi ajar ini diperuntukkan bagi siswa kelas X SMA dengan disertai Perancangan kegiatan pembelajaran yang berisi kompetensi dasar, indikator, dan tujuan Penyusunan rancangan materi ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC berbasis media padlet yang menekankan pada pemodelan dan contoh. Development Tahap awal pengembangan materi ajar adalah pemilihan kompetensi dasar yang diidentifikasikan menjadi indikator pembelajaran. Indikator pembelajaran yang dikembangkan dengan memperhatikan kata kerja operasional yang disesuaikan dengan kompetensi dasar. Indikator yang disusun kemudian dikembangkan menjadi konsep dalam materi ajar. Perencanaan materi ajar yang disusun berbasis kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL) dengan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition ) dan contoh dalam pendekatannya, sehingga dapat melatih keterampilan menulis secara kritis dalam ketercapaian tujuan pembelajaran. Berikut pembahasan hasil pengembangan materi ajar. Pada halaman pertama materi ajar terdapat tampilan sampul disertai dengan judul, ilustrasi, penyusun, dan dosen pembimbing Pada halaman selanjutnya terdapat pendahuluan yang berisi deskripsi materi ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC berbasis media padlet Pada halaman selanjutnya, terdapat peta kompetensi yang bertujuan untuk memetakan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Dalam dua konsep kompetensi dasar, disusun kegiatan pembelajaran berdasarkan konsep materi ajar yang telah disusun. Materi ajar pada kegiatan 1 disusun berdasarkan pendekatan kontekstual yang menekankan pada pembelajaran langsung dengan pemodelan dan contoh yang memaparkan materi mengidentifikasi struktur teks anekdot. Pemaparan materi ajar yang disusun yaitu pengertian teks anekdot, mengidentifikasi struktur teks anekdot melalui video dan contoh teks. Pada setiap kegiatan, diberikan Latihan mengenai analisis struktur teks anekdot dalam teks yang berjudul AuBubar Jalan. Ay Kemudian setelah pemaparan materi dan latihan, terdapat Tugas analisis struktur teks anekdot dalam teks yang berjudul AuAbu NawasAy yang dapat dikerjakan oleh siswa. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Berbeda dengan kegiatan I, pada kegiatan II dipaparkan materi ajar mengenai unsur kebahasaan dalam teks anekdot. Isi kegiatan II yaitu mengenai pemaparan unsur teks anekdot dengan pembelajaran video berupa kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu, kalimat retoris, penggunaan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu, penggunaan kata kerja aksi, penggunaan kalimat perintah, dan penggunaan kalimat seru. Selain materi, ada pemodelan analisis unsur kebahasaan teks anekdot dalam sebuah teks AuKUHP dalam AnekdotAy. Setelah diberikan contoh, terdapat Latihan II mengenai analisis unsur kebahasaan pada teks AuTidak Terlalu Dalam. Ay Kemudian setelah melakukan Latihan II, siswa akan diberikan Tugas II yaitu analisis unsur kebahasaan Teks AuJanjimu PahitAy dan dikerjakan pada lembar jawaban yang telah disediakan dalam padlet. Setelah kegiatan II, terdapat kegiatan i, yaitu menciptakan kembali teks anekdot dengan penyajian pola yang berbeda. Terdapat contoh pola penyajian berbentuk narasi dan dialog dari teks AuSeorang Dosen yang Menjadi Pejabat. Ay Setelah itu, terdapat Latihan i yaitu mengubah teks anekdot yang berbentuk narasi dengan judul AuRumputAy ke bentuk dialog. Di dalam kegiatan i juga terdapat tugas keterampilan i yang mengubah sebuah video kritik dari Instagram Bintang Emon ke dalam bentuk narasi atau dialog. Setelah Kegiatan i, terdapat Kegiatan IV yang merupakan kegiatan terakhir dalam materi ajar keterampilan menulis teks anekdot ini. Dalam Kegiatan IV, terdapat paparan materi mengenai mengonstruksi teks anekdot. Terdapat langkah-langkah dalam penyusunan teks anekdot yaitu melalui kerangka yang akan dibangun. Di dalam kegiatan IV, terdapat latihan mengonstruksi sebuah kerangka teks anekdot ke dalam teks anekdot yang utuh berjudul AuKakek dan Cucunya. Ay Setelah itu. Terdapat Tugas Keterampilan IV yang berisi penyusunan teks anekdot mulai dari kerangka teks anekdot terlebih dahulu. Sebagai penutup, materi ajar keterampilan menulis teks anekdot ini dilengkapi dengan daftar pustaka sebagai sumber materinya. Pada tahap ini dilakukan validasi materi kepada dosen ahli materi yaitu Pak Asep Supriyana, . Pd. Setelah dilakukan validasi, peneliti melakukan revisi produk sebelum diuji cobakan kepada Adapun hasil penilaian dari ahli materi adalah 92,3% dengan kriteria materi ajar ini sangat baik atau layak. Tabel 1. Hasil Validasi Ahli Materi No. Aspek Penlaian Persentase Kriteria Kurikulum Sangat Baik Penyajian Materi 93,3% Sangat Baik 195 | Maharani Keterampilan Sangat Baik Kebahasaan 86,6% Sangat Baik TOTAL 92,3% Penilaian juga diperoleh dari dosen ahli media oleh Pak Nur Sekhudin. Pd. Hum dan memperoleh hasil 95,7% dengan kriteria sangat bagus atau sangat layak. Tabel 2. Hasil Validasi Ahli Media No. Aspek Penlaian Persentase Kriteria Kriteria Kelayakan Isi Sangat Baik Penyajian Materi Sangat Baik Kegrafikan Sangat Baik TOTAL 95,7% Dalam hal ini, guru juga melakukan penilaian terlebih dahulu sebelum akhirnya produk pengembangan materi ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC tak berbasis padlet diberikan kepada siswa. Penilaian materi ajar ini dilakukan oleh Ibu Sarah mendapatkan nilai 94,6% dengan kriteria sangat baik atau sangat layak. Tabel 3. Penilaian Guru No. Aspek Penlaian Persentase Kriteria Materi Ajar 94,2% Sangat Layak Kebahasaan dan Keterbacaan Sangat Layak Materi Ajar Keterampilan Menulis Teks 92% Sangat Layak Anekdot dengan model CIRC berbasis Padlet TOTAL 94,6% Implementation Tahap keempat dari pengembangan materi ajar ini adalah implementasi. Materi ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC berbasis media padlet akhirnya diujicobakan kepada kelompok besar siswa SMAN 31 Jakarta dengan jumlah 24 siswa. Hasil uji coba produk mendapatkan nilai sebesar 90% sehingga termasuk kriteria sangat baik dan layak. Evaluation Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Tahap terakhir pengembangan ini dari pengembangan materi ajar ini adalah evaluasi. Pada tahap ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan materi ajar teks anekdot dengan model CIRC berbasis media padlet memiliki kriteria yang sangat baik dan layak digunakan. Simpulan Sesuai dengan tahapan penelitian pengembangan model ADDIE bahwa pengembangan meteri ajar keterampilan menulis teks anekdot dengan model CIRC berbasis media padlet pada siswa kelas X SMA yang telah divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan diberikan penilaian oleh guru Bahasa Indonesia serta diimplementasikan kepada siswa, materi ajar ini mempunyai kriteria AuSangat LayakAy untuk Daftar Rujukan Ambarita. Belajar Dari Rumah (Bd. Menggunakan Padlet Alternatif E-Learning Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Sman 56 Jakart. JIRA: Jurnal Inovasi Dan Riset Akademik, 2. , 30Ae36. https://doi. org/10. 47387/jira. Amilia. PENGEMBANGAN TEKS MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL. Bahasa Dan Sastra Indonesia Dalam Konteks Global, 165Ae176. Badar. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif. Progresif & Kontekstual: Konsep. Landasan dan Implementasinya, pada Kurikulum 2013 (Kurikulum Tematik Integratif/KTI). Kencana. Cahyadi. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Addie Model. Halaqa: Islamic Education Journal, 3. , 35Ae42. https://doi. org/10. 21070/halaqa. Daryanto. Media Pembelajaran. Gava Media. Gulo. , & S. Al. KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR OLEH SISWA KELAS X SMK SWASTA YPIS MAJU BINJAI TAHUN PELAJARAN 2019/2020. Serunai Bahasa Indonesia, 17. , 20Ae34. Izmi. Basri. , & Zulfikarni. KORELASI KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS ANEKDOT DENGAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 LUBUK BASUNG. Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 7. , 83Ae90. Kemendikbud. Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kosasih. Jenis-jenis Teks Analisis Fungsi. Struktur, dan Kaidah serta Langkah Penulisannya. Yrama Widya. Lestari. Mahbubah. , & Masykuri. Pembelajaran Bahasa Arab Digital dengan Menggunakan Media Padlet di Madrasah Aliyah Billingual Batu. Proceeding International Conference on Islamic Education (ICIED), 4. , 238Ae244. Mardiyah. NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR. TERAMPIL, 4. , 31Ae47. 197 | Maharani Mascita. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS ANEKDOT BERBASIS KELAS X SMA. 803Ae813. Muhammad Akhir. PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS KARAKTER. Muthiah. Penggunaan Media Teks Dongeng dalam Pembelajaran Menganalisis Teks Anekdot Baik Lisan Maupun Tulisan. Universitas Pasundan.