JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Peran Moderasi Pemilihan Metode Pengukuran Persediaan dalam Hubungan Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer di BEI Tika Trisna Ayua1*. Laras Pratiwib2. Amalia Siti Khodijaha3 Universitas Cipasung Tasikmalaya. Indonesia Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Indonesia 1tikatrisnaayu1206@gmail. *Tika Trisna Ayu1 Received: 20 Oktober 2025. Revised: 24 Oktober 2025. Accepted: 30 Oktober 2025 Abstrak Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh peran moderasi pemilihan metode pengukuran persediaan dalam hubungan ukuran perusahaan dan leverage pada profitabilitas pada perusahaan sektor barang konsumen primer di BEI. Pendekatan yang digunakan yaitu dengan metode Populasinya yaitu semua perusahaan sektor barang konsumen primer yang terdaftar pada 2020-2024 yaitu sebanyak 129 perusahaan, yang kemudian ditentukan melalui metode purposive sampling sehingga jumlah sampelnya yaitu sebanyak 44 perusahaan. Hasil temuan, menunjukkan yakni ukuran perusahaan berdampak negatif pada profitabilitas. Leverage berdampak negatif pada Sebaliknya, moderasi pemilihan metode average tidak bisa memperkuat pengaruh ukuran perusahaan pada profitabilitas, begitu juga pemilihan metode pengukuran persediaan average tidak dapat memperlemah pengaruh leverage pada profitabilitas. Kata kunci - ukuran perusahaan. pemilihan metode pengukuran persediaan Abstract The purpose of this research is to analyze the moderating effect of inventory measurement method selection on the relationship between company size and leverage on profitability in primary consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange. A quantitative approach was used. The population consists of all primary consumer goods companies listed from 2020 to 2024, totaling 129 companies, of which 44 were selected using purposive sampling. The findings show that company size has a negative impact on profitability. Leverage has a negative impact on profitability. Conversely, moderation of the average method selection cannot strengthen the effect of company size on profitability, nor can the selection of the average inventory measurement method weaken the effect of leverage on profitability. Keywords - company size. inventory measurement method How to Cite : Ayu. Pratiwi. , & Khodijah. Peran Moderasi Pemilihan Metode Pengukuran Persediaan dalam Hubungan Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer di BEI . Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 217Ae229. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 217 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah PENDAHULUAN Setiap pengelolaan bisnis pada suatu perusahaan akan selalu mengharapkan kemajuan untuk bisnis yang sedang dijalankan. Profitabilitas berdasarkan Nainggolan et al . Profitabilitas, yakni keahlian suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dari kegiatan bisnisnya. Amanah & Slamet . mengemukakan bahwa saat profitabilitas tinggi, hal tersebut menandakan bisnis bisa memperoleh keuntungan yang cukup dalam mendukung operasinya serta investasi bagi perkembangan di masa depan, serta memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Hal tersebut, karena saat nilai profitabilitas suatu perusahaan tinggi, maka akan memiliki dampak yang baik juga pada peluang bisnis perusahaan tersebut (Dewi Ratnasari Astuti et al, 2. Namun. Takarini & Nanda . mengatakan saat perusahaan nilai profitabilitasnya turun, ini menandakan bahwa terdapat permasalahan pada kinerja keuangan perusahaan. Dengan demikian, profitabilitas ini penting untuk di perhatikan oleh setiap perusahaan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan. Gambar 1 Persentase rata-rata laba bersih perusahaan sektor barang konsumen primer periode 2020-2024 Menurut gambar 1, perusahaan sektor barang konsumen primer pada tahun 2020-2024, mengalami peningkatan dan penurunan yang tidak signifikan pada rata-rata laba bersih yang Di 2020 rata -rata laba bersih yang di dapatkan perusahaan sektor barang konsumen primer yaitu 16,51% dan 21% pada 2021. Kemudian, tahun 2022 rata-rata laba bersih perusahaan sektor barang konsumen primer, justru mengalami penurunan menjadi 20,07%. Penurunan dari tahun 2021 ke tahun 2022 ini sebesar 0,9%. Kemudian, rata-rata laba bersih perusahaan sektor barang konsumen primer tahun 2023 20,19% dan 2024 sebesar 22%. Tabel 1 Nilai profitabilitas perusahaan sektor barang konsumen primer periode 2020-2024 Kode Perusahaan Tahun ULTJ GOOD JPFA CPIN AGAR -0,45% 0,94% -0,97% 0,01% 1,57% KEJU DMND (Sumber : Data diolah peneliti,2. Kemudian menurut data di atas, perusahaan JPFA mengalami penurunan profitabilitas yang cukup signifikan dari tahun 2021-2023. Ini sama dengan kode perusahaan CPIN, yang profitabilitasnya Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 218 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah turun pada tahun 2023, serta untuk kode AGAR profitabilitas perusahaanya turun pada tahun 2022. Perusahaan dengan Kode KEJU atau PT Mulia Boga Raya Tbk, labanya mengalami penurunan sekitar 85%, ini turut berdampak pada penurunan profitabilitas terutama pada tahun 2021 ke tahun 2022, turun sebesar 5% menjadi 14%, dan pada tahun 2022-2023 kembali turun sebesar 4%, menjadi 10%. Terakhir, perusahaan PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND), turun profitabilitasnya sebesar 2% pada tahun 2022 ke 2023. Faktor yang bisa mempengaruhi profitabilitas yakni ukuran perusahaan serta leverage. Pertama, ukuran perusahaan yaitu total aset perusahaan yang dimiliki yang mencakup perusahaan kecil, sedang, dan besar (Umami et al. , 2. Teori critical resources menjelaskan hubungan ukuran perusahaan pada profitabilitas. Beberapa temuan sebelumnya dari Nainggolan et al . mengemukakan hasil yakni ukuran perusahaan tidak berdampak profitabilitas perusahaan. Hal tersebut, sesuai pada temuan Abeyrathna & Priyadarshana . serta Aprianingsih & Hasim AsAoari . Namun, temuan dari Gunawan & Ramli . serta Isayas . menemukan hasil yang bertolak belakang yaitu ukuran perusahaan berdampak terhadap profitabilitas perusahaan. Faktor yang kedua yaitu leverage. Leverage berdasarkan Aeraafi & Hartono . merupakan sebuah pengukur seberapa mampu suatu perusahaan untuk melunasi semua hutangnya. Saat nilai leverage ini meningkat, maka akan menambah modal perusahaan. Namun, ini memunculkan biaya tetap yang harus dibayarkan perusahaan. Akibatnya, leverage tersebut dapat menurunkan nilai profitabilitas suatu perusahaan. Temuan sebelumnya dari Umami et al . serta Pusaka & Takarini . menemukan bahwa leverage berpengaruh pada profitabilitas. Temuan lainnya, mengemukakan hasil yakni leverage tidak berdampak terhadap profitabilitas yaitu temuan dari Ita et al . dan Mipo . Melihat Research gap yang menghasilkan inkonsistensi hasil temuan, mungkin di pengaruhi oleh adanya hal lain yang belum di pertimbangkan pada model penelitian. Untuk itu, di tambahkan variabel moderasi yaitu pemilihan metode pengukuran persediaan. Alasan pemilihan variabel yaitu karena dalam pelaporan keuangan penting dalam memilih metode pengukuran persediaan yang benar serta aturan yang mengelola proses ini akan berpengaruh bagi informasi yang ada pada laporan keuangan, yaitu neraca serta laporan laba (Pamungkas & Khairina Nur Izzaty, 2. Dengan adanya kebijakan pemilihan metode pengukuran persediaan yang telah diterapkan oleh perusahaan bukan sekedar hanya pada pilihan. Namun, tujuan dari adanya penggunaan variabel tersebut adalah untuk melihat bagaimana peran pemilihan metode pengukuran persediaan di suatu perusahaan yang bisa memperkuat atau memperlemah hubungan ukuran perusahaan serta leverage pada profitabilitas suatu perusahaan. Hubungan dalam variabel moderasi tersebut, dapat dijelaskan dengan teori stewardship dan teori kontingensi. Penelitian ini penting dilakukan karena profitabilitas adalah salah satu informasi yang di dapatkan para pemangku kepentingan yang akan mempengaruhi penilaian pada perusahaan dan akan berdampak pada kinerja perusahaan. Kontribusi yang diharapkan adalah tidak hanya pada bagaimana pengaruh ukuran perusahaan serta leverage pada profitabilitas, namun adanya pemahaman baru tentang peran pemilihan metode pengukuran persediaan di perusahaan yang bisa mempengaruhi hubungan diantara ukuran perusahaan serta leverage terhadap profitabilitas. Dengan demikian, tujuannya yakni untuk menganalisis serta mengetahui bagaimana ukuran perusahaan serta leverage dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan, yang diperkuat dan diperlemah oleh metode pengukuran persediaan. Teori Critical Resources Asumsi teori critical resources menurut Kusuma . yaitu teori ini menjelaskan bahwa pemilik perusahaan harus mengontrol sumber daya yang ada pada perusahaan meliputi aset, teknologi, serta properti intelektual, yang menjadi faktor untuk menetapkan ukuran perusahaan. Pengelolaan sumber daya seperti aset yang optimal, maka ukuran perusahaan akan semakin besar. Dengan demikian, ini akan membuat profitabilitas perusahaan bertambah. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 219 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah Teori Trade Off Teori trade off pada struktur modal di kembangkan oleh Modigliani . yang mengemukakan bahwa utang berguna sebab bunga adalah pengurang pajak. Namun, utang ini menyebabkan biaya terkait dengan kemungkinan atau fakta bahwa akan bangkrut. Teori Stewardship Teori stewardship di perkenalkan oleh Donaldson & Davis . yang menjelaskan situasi dimana manajemen tidak terdorong oleh tujuan atau kepentingan individu. Inti dari teori stewardship menjelaskan steward yaitu manajer perusahaan akan bertanggungjawab untuk mengelola perusahaan demi tujuan kepentingan pemilik. Oleh karena itu, manajer perusahaan akan berperan dalam pengambilan metode pengukuran persediaan yang akan digunakan oleh perusahaan yang bertujuan untuk menjaga profitabilitas perusahaan stabil atau meningkat dari tahun ke tahunnya Teori Kontingensi Teori kontingensi dikembangkan pertama kali oleh seorang psikolog bernama Fiedler . Teori kontingensi pada ilmu manajemen, mengemukakan bahwa tidak ada satu metode manajemen yang paling ideal (Meidi Sawitri & Dea , 2. Inti teori kontingensi, berpendapat bahwa tidak ada satupun cara terbaik dalam mengelola atau mengatur perusahaan, namun disesuaikan pada situasi dan tujuan perusahaan. Profitabilitas Berdasarkan Kesara et al . , profitabilitas yakni ukuran yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi seberapa baik suatu perusahaan beroperasi. Menurut Nainggolan et al . Profitabilitas juga, yakni keahlian suatu perusahaan untuk mendapatkan laba dari kegiatan bisnisnya. Oleh karena itu, profitabilitas ini merupakan seberapa besar kesangupan suatu perusahaan dalam mendapatkan laba dari sumber daya yang dimilikinya. Ukuran Perusahaan Berdasarkan Kesara et al . , ukuran perusahaan merupakan skala untuk menandakan besarnya ataupun kecilnya suatu perusahaan yang dinilai berdasarkan keseluruhan asetnya. Semakin tinggi aset yang ada di perusahaan, semakin besar klasifikasinya sebagai perusahaan besar dan Leverage Leverage berdasarkan Umami et al . yaitu kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang dan menghasilkan keuntungan. Kemudian, leverage ini adalah sebuah gambaran hubungan di antara hutang pada modal atau aset perusahaan (Narulfita Ulfa & Hadi Siswanto Eko, 2. Dapat di simpulkan, bahwa leverage ini adalah rasio yang dipakai sebagai pengukur sejauh mana perusahaan dalam mendanai aktivitas perusahaan dengan hutang. Pemilihan Metode Pengukuran Persediaan Persediaan adalah salah satu komponen penting untuk bisnis karena berfungsi sebagai sumber investasi yang berharga serta berdampak besar bagi operasi sehari-hari perusahaan (Pamungkas & Khairina Nur Izzaty, 2. Pengukuran persediaan barang adalah sesuatu yang penting untuk perusahaan dalam menetapkan jumlah persediaan yang di laporkan pada neraca dan laporan laba rugi (Irawan , 2. Berdasarkan Sabilillah . aturan baru di revisi di Indonesia mengenai pengukuran persediaan ini menggunakan 2 metode , yaitu metode FIFO dan metode average. HIPOTESIS Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas Faktor utama untuk menetapkan profitabilitas suatu perusahaan yaitu ukuran perusahaan (Nainggolan et al. , 2. Semakin meningkat aset perusahaan, maka semakin terbuka dalam mendapatkan keuntungan. Semakin meningkat ukuran perusahaan, maka perusahaan semakin sanggup dalam memperoleh profitabilitas yang besar (Takarini & Nanda, 2. Teori critical resources yang mengemukakan bahwa setiap pemilik suatu perusahaan harus bisa mengelola sumber daya suatu perusahaan meliputi aset, teknologi, dan properti intelektual, sebagai salah satu faktor perusahaan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 220 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah untuk meningkatkan ukuran perusahaan. Aset merupakan sumber daya utama bagi perusahaan yang jika di kelola secara baik, maka akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Hal tersebut karena saat pengelolaan aset yang baik, maka segala kegiatan perusahaan akan dapat menghasilkan keuntungan. Aset ini adalah salah satu faktor untuk perusahaan dalam meningkatkan ukuran perusahaan. Semakin naik aset suatu perusahaan, akan semakin besar pula ukuran perusahaan. Saat ukuran perusahaan naik, maka tingkat profitabilitas suatu perusahaan mengalami peningkatan. Ini sejalan dengan temuan Mipo . dan Nguyen . Maka, dugaannya yaitu: H1: Ukuran perusahaan berdampak positif pada profitabilitas pada perusahaan barang konsumen primer di BEI. Pengaruh Leverage pada Profitabilitas Leverage ialah sumber dana yang memunculkan beban tetap yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Saat perusahaan mengelola kegiatan operasionalnya dengan menggunakan dana tersebut, maka pembayaran beban tetap yang besar, akan memunculkan resiko yang tinggi dan kinerja perusahaan bisa menurun (Afrianti & Purwaningsih, 2. Ketika nilai leverage ini tinggi, maka pemanfaatan utang untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan lebih besar daripada pemakaian aset. Ini berdampak pada biaya bunga yang besar yang akan di bayar oleh perusahaan yang mengakibatkan penurunan laba (Amanah & Slamet Mudjijah, 2. Dengan demikian, saat nilai leverage suatu perusahaan semakin naik atau tinggi, maka semakin besar juga dampak negatif pada profitabilitas. Leverage ini dapat dijelaskan dengan teori trade off tersebut. Saat suatu perusahaan mempunyai tingkat leverage yang besar, maka ini menambah modal perusahaan. Namun, hal ini juga memunculkan biaya tetap yang harus di bayarkan, dan ini bisa memotong hasil laba yang di dapatkan perusahaan. Tingkat leverage yang besar menandakan resiko yang besar untuk Akibatnya, tingkat profitabilitas perusahaan akan mengalami penurunan karena leverage Ini sejalan dengan temuan dari Umami et al . serta Aprianingsih & Hasim AsAoari . Maka, dugaannya yaitu : H2: Leverage berdampak negatif terhadap profitabilitas perusahaan barang konsumen primer di BEI. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas dengan Pemilihan Metode Pengukuran Persediaan sebagai Variabel Moderasi Ketika ukuran perusahaan lebih besar di nilai lebih stabil serta mampu diandalkan. Ini menyebabkan perusahaan mempunyai nilai lebih dan perusahaan dinilai mempunyai kualitas yang baik (Nabilah Amanah & Slamet Mudjijah, 2. Kemudian, metode pengukuran persediaan average, akan melaporkan laba dan nilai persediaan yang tidak terlalu tinggi, sehingga stabil dari tahun ke tahunnya (Meilia Winda & Noviany Rahmatika Dien, 2. Sebaliknya, metode FIFO akan melaporkan laba dan nilai persediaan yang besar dan ini membuat perusahaan tidak stabil. Berdasarkan teori stewardship dan teori kontingensi menjelaskan bahwa Maka, manajer memiliki peran penting dalam memutuskan kebijakan metode pengukuran persediaan yang akan diterapkan di perusahaan. Namun, sudut pandang teori kontingensi menjelaskan bahwa diantara metode average atau metode FIFO tidak ada metode yang paling baik, tetapi di sesuaikan dengan tujuan perusahaan. Dengan metode average, maka laba dan nilai persediaan akan stabil dari tahun ke tahun dan ini akan membantu manajer dalam mengevaluasi dan memprediksi profitabilitas perusahaan, sehingga mampu menyusun strategi dalam memaksimalkan profitabilitas. Saat ukuran perusahaan telah baik dan dikelola dengan baik juga oleh manajer, di tambah dengan adanya metode average yang diterapkan di perusahaan, maka ini akan semakin memperkuat ukuran perusahaan pada profitabilitas perusahaan tersebut. Ini sejalan dengan temuan Shazuka & Chyntia . dan Yahya & Farhan . Maka hipotesis yang di ajukan adalah : H3: Pemilihan metode pengukuran persediaan average memperkuat hubungan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan barang konsumen primer di BEI. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 221 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah Pengaruh leverage Perusahaan terhadap Profitabilitas dengan Pemilihan Metode Pengukuran Persediaan sebagai Variabel Moderasi Leverage memiliki fungsi untuk sumber pendanaan bagi perusahaan yang menimbulkan biaya tetap, saat leverage ini tinggi maka perusahaan banyak menggunakan hutang dan membuat beban bunga yang tinggi serta beresiko untuk mengalami kebangkrutan (Hermanto & Agnes Dewinta, 2. Hal ini berdampak negatif pada tingkat profitabilitas yang mengalami penurunan, karena saat leverage meningkat maka akan membuat biaya tetap yang harus di bayarkan perusahaan. Ini akan berdampak pada laba perusahaan yang menurun, karena sebagian pendapatan di bayarkan untuk leverage Metode pengukuran persediaan average akan melaporkan laba yang tidak terlalu tinggi, maka pajak yang dibayarkan perusahaan akan rendah. Sebaliknya, metode FIFO melaporkan laba yang besar dan pajak yang harus dibayarkan juga besar (Meilia Winda & Noviany Rahmatika Dien, 2. Berdasarkan teori stewardship dan teori kontingensi menjelaskan bahwa Maka, manajer memiliki peran penting dalam memutuskan kebijakan metode pengukuran persediaan yang akan diterapkan di Namun, sudut pandang teori kontingensi menjelaskan bahwa diantara metode average atau metode FIFO tidak ada metode yang paling baik, tetapi di sesuaikan dengan tujuan perusahaan. Dengan demikian, maka dengan metode average, manajer akan menghemat pembayaran pajak perusahaan yang akan dibayarkan sehingga pajak menjadi rendah. Ini akan membuat profitabilitas perusahaan meningkat, karena meskipun leverage tinggi, namun dengan pembayaran pajak yang rendah maka perusahaan dapat mengurangi leverage yang tinggi tersebut, sehingga laba stabil dan profitabilitas akan meningkat. Perusahaan juga akan mampu membayar leverage yang tinggi tersebut. Maka, metode pengukuran persediaan average memperlemah dampak negatif leverage pada Oleh karena itu, keputusan manajer akan sesuai dengan tujuan pemilik yaitu profitabilitas yang stabil atau meningkat, meskipun leverage perusahaan tinggi. Manajer juga, mampu mengelola leverage tersebut dengan baik. Ini sejalan dengan temuan Pamungkas & Khairina . , dan Digoeliandini & Cahyaningdyah . Maka hipotesis yang di ajukan adalah : H4: Pemilihan metode pengukuran persediaan average memperlemah hubungan leverage terhadap profitabilitas perusahaan barang konsumen primer di BEI. METODE Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif serta data sekunder melalui data laporan keuangan tahunan yakni perusahaan sektor barang konsumen primer yang ada pada BEI jangka waktu dari 2020-2024. Kemudian, diolah melalui aplikasi eviews 12. Populasinya adalah semua perusahaan sektor barang konsumen primer periode 2020-2024 yang terdaftar pada BEI yang berjumlah 129. Pengambilan sampel yang dipakai ialah melalui teknik purposive sampling adalah menentukan sampel melalui kriteria yang sudah ditentukan. Dalam penelitian ini, sampel yang sesuai kriteria meliputi 44 Definisi Operasional Variabel Tabel 2 Operasional Variabel Variabel Operasional Variabel Skala Ukuran Perusahaan Ukuran Perusahaan = Ln (Total Ase. Rasio (X. Sumber : Kesara et al . ycNycuycycayco yayceycayc Rasio yayceycayc ycycu yaycycyceycyc ycIycaycycnycu = ycNycuycycayco yaycycyceycyc Leverage (X. Sumber : Nainggolan et al . Laba Bersih Rasio ROA = X100% Total Aset Profitabilitas (Y) Sumber : Nainggolan et al . Metode rata-rata atau Average = 1 Metode FIFO = 0 Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Nominal Hal | 222 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah Pemilihan Metode Sumber : (Yahya & Farhan Syavaat, 2. Pengukuran Persediaan (Z) Sumber : Data diolah peneliti,2025 PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Sumber : Pengolahan Data Eviews 12 Gambar 2 Hasil Uji Statistik Deskriptif Uji Pemilihan Model Berdasarkan eviews, uji pemilihan model ini digunakan untuk menentukkan model mana yang paling terbaik dan akan digunakan dalam penelitian apakah model CEM,FEM,ataupun REM. Untuk itu, dilakukan pengujian model yakni dengan uji chow, uji hausmant test, serta uji Lagrange Multiplier (LM). Kesimpulan pada penelitian ini, model yang terpilih yaitu model REM. Kemudian, uji asumsi klasik pada penelitian dilakukan untuk menilai kualitas data penelitian (Khodijah & Utami, 2. Maka, melalui uji asumsi klasik maka kesimpulannya yakni semua data memenuhi syarat serta dinyatakan lolos dalam uji asumsi klasik. Sumber : Pengolahan Data Eviews 12 Gambar 3 Regresi Data Panel Maka, hasil regresi di atas meliputi : Y = 0,380349 Ae 0,009462 X1 Ae 0,093318 X2 0,017712 Z Ait Koefisien variabel X1 yaitu variabel ukuran perusahaan dengan nilai -0,009462 dengan arah Hal tersebut, menandakan yakni ketika ukuran perusahaan naik satu angka serta variabel independen lainnya sama, profitabilitas turun 0,009462. Selanjutnya, leverage yaitu sebagai X2 bernilai -0,093318 dengan arah negatif. Oleh karena itu, setiap leverage naik satu angka serta variabel Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 223 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah independen lainnya sama, profitabilitas turun 0,093318. Terakhir, variabel Z sebagai variabel moderasi yaitu pemilihan metode pengukuran persediaan, koefisien variabel tersebut yaitu 0,017712 dengan arah positif. Sumber : Data Diolah Eviews 12 Gambar 4 Regresi Data Panel Dengan Moderate Regression Analysis Maka, regresi data panel yaitu : Y = -20,76456 0,726423X1 Ae 2,971471X2 21,16247Z Ae 0,735884X1. Z 2,878448 X2. Nilai koefisien ukuran perusahaan X1 yaitu 0,726423 dengan arah positif. Ini menandakan yakni setiap kenaikan satu satuan pada ukuran perusahaan, menaikan profitabilitas 0,726423. Kemudian, nilai koefisien X2 yaitu leverage, bernilai -2,971471. Setiap kenaikan satu satuan pada leverage menurunkan profitabilitas 2,971471. Nilai koefisien pemilihan metode pengukuran persediaan Z yaitu 21,16247 dengan arah positif. Selanjutnya, nilai koefisien regresi ukuran perusahaan melalui metode pengukuran persediaan -0,735884 dengan arah negatif. Artinya, setiap kenaikan satu satuan pada ukuran perusahaan dengan metode pengukuran persediaan akan menurunkan profitabilitas sebesar 0,735884. Terakhir, koefisien regresi leverage dengan metode pengukuran persediaan bernilai 2,878448. Setiap kenaikan satu satuan pada leverage dengan metode pengukuran persediaan akan menaikan profitabilitas sebesar 2,878448. Uji Hipotesis Pengaruh ukuran perusahaan pada profitabilitas Nilai probabilitas untuk ukuran perusahaan pada profitabilitas 0,0000 dengan koefisien beta sebesar -0,009462 arah negatif. Ini menandakan yakni ukuran perusahaan berdampak pada profitabilitas dan arah hubungan yaitu negatif. Dengan demikian, hipotesis ukuran perusahaan berdampak positif pada profitabilitas ditolak. Pengaruh leverage pada profitabilitas Probabilitas leverage pada profitabilitas sebesar 0,0000 dengan koefisien beta sebesar 0,093318 arah negatif. Dapat disimpulkan yakni leverage berdampak pada profitabilitas dengan arah hubungan negatif. Oleh karena itu, hipotesis leverage berpengaruh negatif pada profitabilitas diterima. Pengaruh ukuran perusahaan pada profitabilitas dengan pemilihan metode pengukuran persediaan sebagai variabel moderasi Nilai probabilitas untuk interaksi ukuran perusahaan dengan metode pengukuran persediaan sebesar 0,4935 dengan koefisien beta sebesar -0,735884. Maka, dapat disimpulkan yakni pemilihan metode average belum mampu memperkuat hubungan ukuran perusahaan pada profitabilitas, dan hipotesis ditolak. Pengaruh leverage pada profitabilitas dengan pemilihan metode pengukuran persediaan sebagai variabel moderasi Selanjutnya, nilai probabilitas sebesar 0,4841 dengan koefisien beta yaitu 2,878448. Oleh Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 224 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah karena itu, pemilihan metode average belum mampu memperlemah hubungan leverage terhadap profitabilitas, maka hipotesis ditolak. Uji F dan Uji R-square Sumber : Pengolahan Data Eviews 12 Gambar 5 Hasil Uji F dan R-square Prob (F-statisti. yakni 0,000000. Dengan demikian, uji F dinyatakan signifikan. Kemudian, nilai Adjusted R-squared 0,314395. Artinya, variabel independen dapat menerangkan pengaruh terhadap variabel dependennya sebanyak 31,43% dan sisanya 68,57% diterangkan oleh variabel lainnya yang belum dimasukan. Pembahasan Penelitian Pengaruh ukuran perusahaan pada profitabilitas Menurut hasil uji hipotesis, maka bisa disimpulkan yakni Ha ditolak serta H0 diterima. Maka hal tersebut menandakan yakni ukuran perusahaan tidak berdampak positif terhadap profitabilitas perusahaan sektor barang konsumen primer. Hasil temuan ini , didukung oleh temuan sebelumnya dari Abeyrathna & Priyadarshana . serta Amanah & Slamet Mudjijah . Berdasarkan Aprianingsih & Hasim AsAoari . juga, menemukan hasil bahwa terkadang ukuran perusahaan yang besar belum tentu menjamin suatu perusahaan bisa mencapai profitabilitas yang baik. Hasil ini tidak mendukung terhadap teori critical resources. Namun, hasil temuan tersebut bisa dijelaskan dengan sudut pandang teori keagenan, yang menjelaskan bahwa diantara agen dan principal dalam mengelola perusahaan dapat menimbulkan konflik kepentingan yang berbeda (Jensen et al, 1. Oleh karena itu, hal tersebut akan menimbulkan biaya keagenan seperti biaya pengawasan dan biaya koordinasi. Saat ukuran perusahaan besar, maka hubungan antara principal dan agen semakin kompleks, akibatnya semakin menaikan biaya keagenan seperti biaya pengawasan yaitu dengan adanya audit eksternal yang bisa menilai kinerja agen di perusahaan tersebut. Dengan demikian, seharusnya ketika ukuran perusahaan meningkat, maka akan meningkatkan profitabilitas. Tetapi, saat peningkatan ukuran perusahaan tersebut, perusahaan besar akan mengalami peningkatan biaya keagenan yang timbul dari konflik antara agen dan principal, yang akan menambah beban perusahaan. Pada akhirnya, beban tersebut akan menekan profitabilitas yang dihasilkan perusahaan. Akibatnya, peningkatan ukuran perusahaan justru akan menurunkan profitabilitas perusahaan. Pengaruh Leverage terhadap Profitabilitas Menurut hasil uji, maka bisa disimpulkan yakni Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya, leverage berdampak negatif pada profitabilitas perusahaan sektor barang konsumen primer. Temuan Umami et al . yang mengemukakan yakni saat nilai leverage perusahaan naik, maka profitabilitas perusahaan akan turun, yang diakibatkan oleh pemakaian hutang tersebut tidak terkendali, maka memunculkan beban bunga yang harus tetap di bayarkan. Saat perusahaan mempunyai leverage yang besar, maka perusahaan mempunyai banyak hutang daripada ekuitas pemiliknya. Ini membuat resiko kebangkrutan pada perusahaan yang semakin besar berdampak negatif pada profitabilitas (Hermanto Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 225 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah & Agnes, 2. Ini sejalan dengan temuan Nguyen . Temuan ini mendukung penjelasan teori trade off, yang mengemukakan yakni perusahaan menyeimbangkan antara keuntungan dan kerugian dari hutang atau leverage. Leverage ini menambah modal perusahaan untuk tujuan memperoleh keuntungan, namun perusahaan juga semakin beresiko untuk mengalami kebangkrutan. Akibatnya, saat perusahaan leveragenya tinggi, ini menambah modal bagi perusahaan, namun ini bisa membuat profitabilitas perusahaan menurun. Pengaruh Ukuran Perusahaan Pada Profitabilitas dengan Pemilihan Metode Pengukuran Persediaan sebagai Variabel Moderasi Menurut hasil hipotesis moderasi, maka kesimpulannya H0 diterima dan Ha ditolak. Menandakan, metode pengukuran persediaan average tidak dapat memperkuat pengaruh ukuran perusahaan terhadap profitabilitas. Ini sejalan dengan temuan Pamungkas & Khairina . yang mengemukakan bahwa pemilihan metode pengukuran persediaan yang diterapkan perusahaan tidak melihat pada tingkat ukuran perusahaannya, sehingga tidak dapat memperkuat ukuran perusahaan pada profitabilitas. Ini sejalan dengan temuan Febriansyah Erwin . serta Digoeliandini & Cahyaningdyah . Hasil ini tidak mendukung penjelasan teori stewardship serta teori kontingensi. Pemilihan metode pengukuran persediaan average bukanlah salah satu kebijakan akuntansi yang bersifat khusus, karena semua perusahaan bisa menerapkan baik itu perusahaan yang berukuran besar ataupun kecil. Dengan demikian, saat ukuran perusahaan semakin besar, maka perusahaan semakin Ini akan menambah biaya keagenan bagi perusahaan untuk mengawasi agen agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Meskipun, perusahaan dengan metode pengukuran persediaan average dapat melaporkan laba dan nilai persediaan yang stabil dari tahun ke tahun dan membantu manajer dalam mengevaluasi serta memprediksi profitabilitas perusahaan, sehingga mampu menyusun strategi dalam memaksimalkan profitabilitas, ternyata ini belum mampu memperkuat ukuran perusahaan pada profitabilitas. Hal tersebut, karena ketika ukuran perusahaan meningkat maka beban dari biaya keagenan yang muncul akan berpengaruh pada profitabilitas perusahaan, dan dampak metode average tersebut belum mampu untuk menutupi biaya tersebut, yang pada akhirnya tidak dapat memperkuat hubungan ukuran perusahaan pada profitabilitas. Pengaruh Leverage terhadap Profitabilitas dengan Pemilihan Metode Pengukuran Persediaan sebagai Variabel Moderasi Menurut uji hipotesis moderasi, maka kesimpulannya H0 diterima serta Ha ditolak. Menandakan bahwa metode pengukuran persediaan average tidak dapat memperlemah pengaruh leverage terhadap profitabilitas. Ini sejalan dengan temuan Narulfita Ulfa . serta Yahya & Farhan . Perusahaan dalam memilih kebijakan metode pengukuran persediaan tidak memperhatikan besar atau kecilnya nilai leverage suatu perusahaan (Meilia Winda & Dien, 2. Hasil ini tidak mendukung penjelasan teori stewardship serta teori kontingensi. Adanya metode average yang digunakan perusahaan, seharusnya dapat membantu manajer dengan menghemat pembayaran pajak perusahaan yang akan dibayarkan, sehingga pajak menjadi rendah. Ini akan membuat profitabilitas perusahaan meningkat, karena meskipun leverage tinggi, namun dengan pembayaran pajak yang rendah maka perusahaan dapat mengurangi leverage yang tinggi tersebut, sehingga laba stabil dan profitabilitas akan meningkat. Tetapi, hasil temuan ini menjelaskan bahwa meskipun perusahaan menggunakan metode average ternyata belum mampu memperlemah pengaruh negatif leverage terhadap profitabilitas. Dengan metode average, perusahaan bisa di untungkan dari penghematan pajak tersebut, yang bisa dialokasikan pada pembayaran leverage. Namun, dampak negatif dari suatu perusahaan yang memiliki leverage tinggi ini, lebih tinggi resikonya yang menyebabkan profitabilitas semakin turun. Metode average tersebut, belum mampu untuk mengurangi resiko dari leverage yang tinggi yaitu kebangkrutan atau pembayaran kewajiban yang gagal. Ini jelas akan semakin menurunkan profitabilitas perusahaan. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 226 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Ayu. Pratiwi. Khodijah KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan serta pembahasan tentang peran moderasi pemilihan metode pengukuran persediaan dalam hubungan ukuran perusahaan serta leverage pada profitabilitas pada perusahaan sektor barang konsumen primer di BEI, maka kesimpulannya ialah ukuran perusahaan berdampak negatif pada profitabilitas pada perusahaan sektor barang konsumen primer pada BEI, artinya saat ukuran perusahaan naik maka profitabilitas perusahaan turun. Kedua, leverage berdampak negatif terhadap profitabilitas perusahaan sektor barang konsumen primer pada BEI, menandakan bahwa saat leverage perusahaan tinggi, maka profitabilitas perusahaan akan mengalami Pemilihan metode pengukuran persediaan average tidak dapat memperkuat pengaruh ukuran perusahaan terhadap profitabilitas. Hal tersebut menandakan bahwa metode average belum mampu menutupi biaya agen dalam hubungan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan. Begitu juga, pemilihan metode pengukuran persediaan average tidak dapat memperlemah pengaruh leverage terhadap profitabilitas. Metode average tersebut, ternyata belum mampu menutupi dampak dari tingginya leverage yang dapat menurunkan profitabilitas. Selanjutnya, penelitian ini memiliki keterbatasan pada variabel independen yang dipilih pada model penelitian yakni menggunakan variabel ukuran perusahaan serta leverage, sektor yang diteliti hanya pada sektor barang konsumen primer yang periode observasinya hanya 5 tahun yaitu dari tahun 2020-2024, serta variabel moderasi yang digunakan yaitu metode pengukuran persediaan meliputi metode FIFO serta metode average, yang di ukur dengan dummy yaitu diberi skor 1 dan 0, sehingga tidak memberikan interaksi pada hubungan variabel independen pada variabel dependen yang signifikan. Dengan demikian, saran untuk peneliti berikutnya adalah menggunakan variabel independen lainnya seperti variabel umur perusahaan, total asset turnover . erputaran ase. , serta likuiditas, memperluas sampel penelitian seperti perusahaan sektor tambang yang mempunyai karakteristik persediaan yang berbeda dengan perusahaan yang diteliti ataupun perusahaan sektor lain yang memiliki karakteristik dalam persediaan agar mengetahui bagaimana dampak moderasi persediaan terhadap profitabilitas perusahaan. Dapat juga memperpanjang periode observasi agar menghasilkan temuan yang berbeda, dan yang terakhir untuk variabel moderasi, bisa menggunakan perputaran persediaan, agar memberikan interaksi antara variabel independen pada variabel dependen yang berbeda atau beragam, ataupun variabel moderasi lainya yang dapat mempengaruhi hubungan pada profitabilitas perusahaan. Daftar Pustaka