ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 ANALISIS PERSEPSI PETANI TERHADAP USAHA PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA) DI UPJA TIRTOSARI. GUNUNGKIDUL. YOGYAKARTA Analisys of Farmers Perceptions of Alsintan Service Business (UPJA) In UPJA Tirtosari. Gunung Kidul. I Yogyakarta Irwanto1*. Adi Prayoga1. Kemal Mahfud1. Temy Indrayanti2 Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Jl. Sinarmas Boulevard. Situ Gadung Nomor. Kec. Pagedangan. Tangerang. Banten 15338 Politenik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang Jl. Magelang-Kopeng. Purwosari. Kec. Tegalrejo. Magelang. Jawa Tengah 56192 Email: irwanto. ssi@pertanian. Diterima: 08 Maret 2023 Direvisi akhir: 11 Mei 2023 Disetujui terbit: 30 Mei 2023 ABSTRACT This study aims to determine the level of farmers' perceptions of Alsintan Service Enterprises (UPJA) and the factors that influence farmers' perceptions of UPJA. The research was conducted using survey techniques, descriptive analysis and inferential statistics. The research location was determined purposively, namely Gunungkidul Regency. Yogyakarta Special Region. The UPJA sample was determined purposively, namely UPJA Tirtosari. The sample of farmers was determined purposively, namely UPJA customer farmers as many as 30 respondents, both members of the UPJA group and not members of the UPJA group. Analysis of the level of farmers' perceptions of UPJA statistically quantitative descriptive using a Likert scale with a score of 1 - 5, and the factors that influence farmers' perceptions using multiple linear regression analysis with the Ordinary Least Square (OLS) method. The results showed that farmers' perceptions of UPJA with a score of 4. 31 were in the very good category. Perception-forming factors, namely length of formal education, age, farming experience, land area, access to information, the role of extension workers and the role of farmer groups simultaneously influence farmers' perceptions of UPJA significantly. The factor of the role of farmer groups influences farmers' perceptions of UPJA very significantly. Keywords: alsintan service business (UPJA), multiple linear regression analysis perception, perception forming factors ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi petani terhadap Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani terhadap UPJA. Penelitian dilakukan dengan teknik survey, analisis deskriptif dan statistik inferensial. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu Kabupaten Gunungkidul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel UPJA ditentukan secara purposive yaitu UPJA Tirtosari. Sampel petani ditentukan secara purposive yaitu petani pelanggan UPJA sebanyak 30 responden baik anggota kepompok UPJA maupun bukan anggota kelompok UPJA. Analisis tingkat persepsi petani terhadap UPJA secara statitik deskripstif kuantitatif menggunakan skala Likert dengan skor 1 - 5, dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani menggunakan analisis regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap UPJA dengan nilai skor 4. 31 dalam kategori sangat baik. Faktor-faktor pembentuk persepsi yaitu lama pendidikan formal, umur, pengalaman bertani, luas lahan, akses informasi, peran penyuluh dan peran kelompok tani secara simultan mempengaruhi persepsi petani terhadap UPJA secara signifikan. Faktor peran kelompok tani mempengarui persepsi petani terhadap UPJA secara sangat signifikan. Kata kunci: analisis regresi linier berganda, faktor pembentuk persepsi, persepsi, usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA) Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Pendahuluan Pembangunan ketersediaan lahan, terutama lahan yang memiliki kondisi ideal untuk lahan Oleh pengembangan dan perluasan lahan untuk pengembangan komoditi pertanian secara spesifik merupakan tujuan utama pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Daerah dataran tinggi memiliki potensi lahan yang masih sangat besar yang dapat pangan dan Selain perluasan lahan pemerintah juga melakukan intensifikasi meningkatkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian . Alsintan yang ada di Indonesia sangat beragam fungsinya dari mulai alsintan persiapan lahan hingga pasca Adanya alsintan bisa membantu sehingga kinerjanya bisa lebih efektif dan Dalam upaya untuk peningkatan produksi pertanian, kegiatan proses produksi yang meliputi kegiatan prapanen sampai pada pascapanen memerlukan dukungan dari berbagai sarana dan penggunaan alat mesin pertanian (Henny dan Pranadji 2. Penggunaan alat dan mesin pertanian dalam proses produksi usaha-usaha ekonomi dalam pelayanan jasa alat dan kelembagaan usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA). Hasil penelitian Asnawati . menyebutkan peranan UPJA kelas Kabupaten Tebo terlaksana dengan baik. Petani yang menggunakan jasa alsintan sangat terbantu dari aspek efisiensi waktu, mempercepat alih teknologi alsintan kepada masyarakat pertanian dipedesaan. Hasil Penelitian Firdaus dan Adri . menyatakan usahatani penangkaran benih padi varietas Inpara 3 dengan alsintan tersebut layak untuk diusahakan dengan R/C rasio = 2,75. Perlu upaya untuk mendorong agar memanfaatkan teknologi mesin pertanian. Hasil penelitian Hertanto, et al. , . tentang persepsi Petani Terhadap Teknologi Alat Tanam Padi Jarwo Transplanter Dalam Mendukung Swasembada Pangan tingkat persepsi petani terhadap teknologi alsintan jarwo transplanter masuk pada kategori sedang, sehingga perlu strategi untuk memberikan gambaran yang positif. Upaya yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan persepri petani tersebut diantaranya adalah penyebaran informasi teknologi alsintan secara luas, penambahan unit alsintan, pelaksanaan bimbingan teknis bagi petani dan operator, pembuatan demplot/percontohan dan penguatan kelembagaan kelompok tani serta unit jasa alsintan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permenta. No. 25 tahun 2008 tentang Pedoman Penumbuhan dan Pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA), pengertian UPJA adalah suatu lembaga ekonomi perdesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian untuk mendapatkan keuntungan usaha baik di dalam maupun di luar Perkembangan UPJA di masing-masing daerah berbeda-beda. Ada UPJA yang dikelola secara professional dan ada UPJA yang dikelola kurang professional bahkan ada yang hanya nama saja tanpa ada pengelolaan yang baik. Eksistensi keberadaan UPJA juga dipengaruhi oleh persepsi petani terhadap keberadaan Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 UPJA tersebut. UPJA Tirtosari yang berada di Desa Krangrejek. Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Provinsi DIY merupakan salah satu UPJA yang aktif sejak dibentuk tahun 2010 sampai dengan sekarang dan memiliki prestasi baik tingkat provinsi DIY maupun tingkat nasional. Keberhasilan dan keberlanjutan suatu program/lembaga tidak terlepas dari pandangan atau persepsi orang . terhadap suatu kaitannya dengan penilaian baik, buruk, keuntungan, kerugian serta manfaat program atau kelembagaan tersebut. Hal tersebut yang mendasari peneliti untuk meneliti bagaimana persepsi petani terhadap UPJA. Diduga tingkat persepsi petani terhadap UPJA termasuk dalam kategori baik, secara simultan faktor lama pendidikan formal, umur, pengalaman bertani, luas lahan, akses informasi, peran mempengaruhi persepsi petani terhadap UPJA, dan secara parsial minimal terdapat satu faktor mempengaruhi persepsi petani terhadap UPJA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi petani terhadap UPJA dan faktor- faktor yang mempengaruhi persepsi petani terhadap UPJA. Persepsi Menurut Slameto . persepsi merupakan suatu proses yang didahului merupakan proses diterimanya stimulasi oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensorik. Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi manusia terusmenerus mengadakan hubungan dengan Menurut Rakhmat menyatakan persepsi adalah pengamatan tentang objek, peristiwa atau hubunganhubungan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan yang diklasifikasikan kedalam tiga komponen yaitu . komponen kognitif yaitu komponen yang tersusun atas dasar pengetahuan atau informasi yang dimiliki seseorang tentang obyek sikapnya. Dari pengetahuan ini kemudian akan terbentuk suatu keyakinan tertentu tentang obyek sikap tersebut, . komponen afektif berhubungan dengan rasa senang dan tidak senang. Jadi, sifatnya evaluatif yang berhubungan erat dengan nilai-nilai kebudayaan atau system nilai yang . merupakan kesiapan seseorang untuk bertingkah laku yang berhubungan dengan obyek sikapnya. Selanjutnya menurut Ali et al. menyatakan bahwa persepsi adalah suatu proses di mana seseorang menyimpulkan suatu pesan atau informasi yang berupa peristiwa atau pengalamanya berdasarkan aspek kognitif yaitu aspek intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia, afektif yaitu aspek yang menyatakan sikap, dan konatif yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan bertindak. Metode Penelitian Penelitian dilakukan dengan teknik survey, analisis deskriptif dan statistik Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul provinsi DIY, sampel UPJA ditentukan secara purposive yaitu UPJA Tirtosari. Sampel purposive yaitu petani pelanggan UPJA sebanyak 30 responden baik anggota kelompok UPJA maupun bukan anggota kelompok UPJA. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober sampai Desember 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data Data primer adalah data yang didapat langsung dari responden meliputi lama pendidikan formal, umur, lama Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp Type your text ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 bertani, luas lahan, akses informasi, peran penyuluh dan peran poktan. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber rujukan. Teknik pengumpulan data yang menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis tingkat persepsi petani terhadap UPJA secara statistik deskripstif kuantitatif menggunakan skala Likert (Nazir 2. dengan pengukurannya diberi bobot skor untuk setiap indikator pengukurannya. Untuk membantu memudahkan dalam analisa data digunakan skor 1 - 5 yaitu sangat baik (SB) dengan nilai skor 5, baik (B) dengan nilai skor 4, sedang (S) dengan nilai skor 3, kurang baik (KB) dengan nilai skor 2, dan tidak baik (TB) dengan nilai Kriteria penilaian persepsi dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kriteria penilaian persepsi Skor 1 Ae 1,8 1,9 Ae 2,6 2,7 Ae 3,4 3,5 Ae 4,2 4,3 Ae 5 Kategori Tidak Baik Kurang Baik Sedang Baik Sangat Baik Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap UPJA. Regresi linier ganda digunakan untuk mengetahui linearitas hubungan dua atau lebih variabel dependen dan dapat pula digunakan untuk memprediksi harga variabel dependen jika harga-harga Rumus umum persamaan regresi linier berganda adalah: = a b1X1 b2X2, (Ananda dan Fadhli 2. Variabel independen yang akan dianalisis dalam penelitian ini meliputi pengalaman bertani, luas lahan, akses informasi, peran penyuluh dan peran kelompok tani. Hasil dan Pembahasan Gambaran Umum UPJA Tirtosari Menurut data Kecamatan Wonosari dalam angka 2020, lokasi ini merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul dengan luas wilayah sekitar 75,51 km2. Kecamatan Wonosari terdiri dari 14 desa yang salah satunya adalah Desa Karangrejek yang menjadi tempat penelitian ini. Sebagian besar penduduk Kecamatan Wonosari bermata pencaharian sebagai petani dengan enam komoditas utama yaitu padi sawah, padi ladang, ubi kayu, jagung, kedelai, dan kacang tanah. Desa Karangrejek mempunyai luas daerah sebesar 515 ha atau 6,82 persen dari luas Kecamatan. Desa Karangrejek hanya memiliki Tanah Kering dengan luas sebesar 382,8 ha. Jarak tempuh Desa Karangrejek ke Kantor Kecamatan Wonosari Desa Karangrejek termasuk dalam kategori Desa Mandiri. Populasi penduduk Desa Karangrejek sebesar 6057 jiwa yang terdiri dari 2997 laki-laki dan 3060 perempuan. Pertanian pencaharian utama bagi penduduk Kecamatan Wonosari, peranan yang penting bagi kehidupan Namun, ketenagakerjaan di bidang pertanian semakin sulit yang menyebabkan petani merasa kesulitan untuk mengolah lahan pertaniannya. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknologi pertanian yang mampu membantu petani, sehingga diharapkan bisa meningkatkan hasil pertanian keluarga tani. Berkenaan dengan kondisi di atas, maka terbentuklah kelompok UPJA di Desa Karangrejek. UPJA merupakan suatu lembaga ekonomi perdesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alsintan dari persiapan hingga pasca panen untuk mendapatkan keuntungan usaha. Upaya Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 UPJA melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi kepada kelompok UPJA supaya kemampuan dan ketrampilan pengelola UPJA meningkat. UPJA Tirtosari beralamat di Dusun Karanggumuk I. Desa Karangrejek. Kecamatan Wonosari. Kabupaten Guungkidul. I Yogyakarta. Prestasi yang pernah diraih oleh UPJA Tirtosari antara lain. Juara II Lomba UPJA tingkat DIY. Juara I Lomba UPJA Berprestasi tingkat DIY Tahun 2013 dan Juara i Lomba UPJA Berprestasi tingkat Nasional Tahun 2013. Peralatan Alsintan yang dimiliki oleh UPJA Tirtosari berupa 10 unit alsintan yaitu 2 unit hand tractor G-3000, traktor mobil 50 PH, pompa air Robin 3. 5 PH. Thresher multi guna, 2 unit hand tractor G-1000. Pompa 5 PH, paddy mower dan Pedal thresher bermotor, dan 1 unit bengkel. Persepsi Petani Terhadap UPJA Hasil analisis persepsi petani terhadap UPJA disajikan dalam Tabel 2. Tabel 2. Persepsi Petani terhadap UPJA Persepsi terhadap UPJA Konsep Kegiatan Manfaat Tirtosari Sumber : Hasil pengolahan data . UPJA Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa persepsi petani terhadap UPJA Tirtosasri dengan skor 4. 31 dalam kategori sangat baik. Artinya bahwa petani memahami pengertian UPJA, kegiatan UPJA, dan manfaat UPJA. Hal ini diduga karena pengelola UPJA bersama-sama mensosialisasikan kepada petani tentang fungsi UPJA sebagai lembaga usaha pelayanan persiapan lahan sampai siap tanam, melalui pertemuan kelompok, demplot, dan periklanan. Disamping itu petani sudah melihat kinerja dan merasakan keuntungan dari menggunakan jasa UPJA. Faktro-faktor Persepsi Petani terhadap UPJA Dalam faktor-faktor Total Rerata Kategori Sangat Baik mempengaruhi persepsi petani dalam pemanfaatan UPJA ini menggunakan analisis regresi berganda dan dalam mengolah data digunakan program SPSS Versi Faktor-faktor mempengaruhi persepsi petani dalam pemanfaatan UPJA pada penelitian ini pengalaman bertani, luas lahan, akses informasi, peran penyuluh dan peran Koefisien Determinasi Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi, terlebih dahulu harus mengetahui besar nilai koefisien determinasi. Koefisien determinasi menerangkan persentase variabel X mampu menjelaskan variabel Y dengan nilai Adjusted R Square karena variabel bebas dalam penelitian ini lebih dari dua variabel. Hasil Output Model Summary disajikan dalam Tabel 3. Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Tabel 3. Hasil Output Model Summary Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Durbin-Watson Estimate Predictors: (Constan. Lama Pendidikan. Umur. Luas Lahan. Pengalaman Bertani. Akses Informasi. Peran Penyuluh. Peran Poktan. Dependent Variable: Persepsi Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai R dalam regresi linier berganda menunjukkan nilai korelasi berganda antara semua variabel bebas dengan variabel terikat. Nilai R berkisar antara 0 Semakin mendekati nilai 1, maka hubungan semakin erat dan sebaliknya, jika semakin mendekati 0 maka hubungan semakin lemah. Hasil analisis diperoleh nilai R adalah 0,901 artinya bahwa korelasi bergandanya sangat kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara semua variabel bebas dengan variabel terikat. R Square (R. menunjukkan koefisien determinasi. Nilai R2 ini menunjukkan persentase sumbangan pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen. Nilai R2 sebesar 0,811. Artinya persentase sumbangan pengaruh pengalaman bertani, luas lahan, akses informasi, peran penyuluh dan peran poktan sebesar 81,1% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model ini. Adjusted R Square adalah R Square yang telah disesuaikan, nilainya 0,751. Nilai menunjukkan sumbangan pengaruh variabel independent terhadap variabel Adjusted Square biasanya untuk mengukur sumbangan pengaruh jika dalam regresi menggunakan lebih dari dua variabel independent. Standart Error of the Estimate adalah ukuran kesalahan prediksi. Dalam penelitian ini sebesar 0,27415 kesalahan yang dapat terjadi dalam memprediksi persepsi sebesar 0,27415. Uji Koefisien Regresi secara Bersama-sama (Uji F) Uji F atau koefisien regresi secara bersama-sama . digunakan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabel independen . ama pengalaman bertani, luas lahan, akses informasi, peran penyuluh dan peran pokta. berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji koefisien regresi secara bersama-sama disajikan dalam Tabel 4. Tabel 4. Uji Koefisien Regresi secara Bersama-sama (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Persepsi Predictors: (Constan. Lama Pendidikan. Umur. Pengalaman. Bertani. Luas Lahan. Akses Informasi. Peran Penyuluh. Peran Poktan. Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Tabel 4 menujukkan nilai F hitung sebesar 13,518 dan signifikansi < 0,001. Hal ini berarti bahwa secara bersamasama faktor lama pendidikan formal, umur, pengalaman bertani, luas lahan, akses informasi, peran penyuluh dan peran poktan mempengaruhi persepsi petani terhadap UPJA secara sangat Faktor lama pendidikan formal, umur akses informasi, peran penyuluh dan peran poktan mempengaruhi persepsi petani ini sejalan dengan hasil penelitian Apiors et al. , . di Ghana menunjukkan bahwa tingkat pendidikan petani berpengaruh positif terhadap penggunaan alsintan pada usaha tani padi, karena petani dengan pendidikan lebih tinggi akan menerapkan efisiensi dalam usaha tani termasuk dalam penggunaan alsintan. Persepsi hubungan dengan tingkat pengetahuan dari petani terhadap teknologi alsintan Peran penyuluh juga sangat penting dalam rangka menumbuhkan persepsi petani untuk meningkatkan pengetahuan, fungsi, manfaat dan cara operasional alsintan. Peningkatan pengetahuan tentang fungsi, manfaat, cara operasioanal dan teknis pelaksanaan alsintan perlu di sosialisasikan kepada petani secara luas agar pemanfaatannya semakin meluas (Purwantini TB. dan Susilowati, 2. Uji Koefisien Regresi Secara Parsial Uji digunakan untuk mengetahui apakah secara parsial variabel independen berpegaruh secara signifikan atau tidak Uji koefisien regresi secara parsial disajikan dalam Tabel 5. Tabel 5. Uji Koefisien Regresi secara Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize Coefficients Beta Sig. Ttabel Std. Error Pengalaman Bertani (X. Luas Lahan (X. Akses Informasi (X. Peran Penyuluh (X. (Constan. Lama Pendidikan Formal (X. Umur (X. Peran Poktan (X. Sumber : Analisis Data Primer Tahun 2022 Dependent Variable: Persepsi Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa koefisien B adalah nilai konstanta Y . ika nilai variabel X=. dan nilai-nilai koefisien regresi variabel X yang penurunan variabel Y berdasarkan variabel X dan nilai-nilai ini yang dimasukan kedalam persamaan regresi linier berganda (Sudjana 2. Adapun persamaannya yaitu: Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 6X6 7X7 Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Y = 1,089 0,013X1 0,000X2 0. - 0,646X4 Ae 0,036X5 0. 0,487X7 Hasil persamaan tersebut dapat dijelaskan secara terperinci sebagai . Nilai konstanta () adalah 1,089. Artinya jika lama pendidikan formal (X. , umur (X. , pengalaman bertani (X. , luas lahan (X. , akses informasi (X. , peran penyuluh (X. , peran poktan (X. nilainya adalah 0 maka nilai persepsi petani (Y) nilainya positif, yaitu 1,089. Nilai koefisien regresi variabel lama pendidikan formal (X. bernilai 0,013. Artinya bahwa jika lama pendidikan formal meningkat 1 poin, maka nilai tingkat persepsi petani akan meningkat sebesar 0,013 dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Nilai koefisien regresi variabel umur (X. bernilai 0,000. Artinya bahwa jika umur meningkat 1 poin, maka persepsi petani juga akan naik sebesar 0,000 dengan asumsi variabel independen lain nilainya . Nilai koefisien regresi variabel pengalaman bertani (X. bernilai 0,006. Artinya pengalaman meningkat 1 poin, maka persepsi petani akan meningkat sebesar 0,006 dengan asumsi variabel independen lain nilainya . Nilai koefisien regresi variabel luas lahan (X. bernilai -0,646. Artinya bahwa jika luas lahan meningkat 1 poin, maka persepsi petani akan berkurang sebesar 0,646 dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Nilai koefisien regresi variabel akses informasi (X. bernilai -0,036. Artinya meningkat 1 poin, maka persepsi petani akan berkurang sebesar 0,036 dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Nilai koefisien regresi variabel peran penyuluh (X. bernilai 0,231. Artinya meningkat 1 poin, maka persepsi petani akan meningkat sebesar 0,231 dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Nilai koefisien regresi variabel peran kelompok (X. bernilai 0,487. Artinya meningkat 1 poin, maka persepsi petani akan meningkat sebesar 0,487 dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Adapun pengaruh variabel X secara parsial terhadap variabel Y yaitu guna mengetahui variabel independen yang berpengaruh terhadap variabel dependen dengan melihat nilai thitung dan nilai ttabel. Jika hasil analisis menunjukkan nilai thitung < ttabel maka variabel independen tersebut tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Atau dengan melihat nilai signifikansi. Jika signifikansi < 0,05 maka variabel Berdasarkan Tabel 5 diatas, diketahui pada variabel peran kelompok tani thitung = 4. 949 > ttabel = 2. 074 dan nilai 000 < 0. 05 artinya peran mempengaruhi persepsi petani terhadap UPJA sangat signifikan. Hal ini dikarenakan kelompok tani sangat intensif dalam memberikan informasi dan mendorong anggotanya untuk menggunakan jasa UPJA dalam kegiatan persiapan lahan mulai dari membajak sampai lahan siap tanam. Mengingat pada saat sekarang ini petani sangat merasakan betapa sulitnya untuk Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Disamping itu dengan menggunakan jasa UPJA bisa menekan biaya tenaga kerja persiapan lahan dan dapat meningkatkan produktivitas lahan. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat ditarik disimpulkan sebagai berikut: Persepsi petani terhadap UPJA Tirtosasri dengan skor 4. 31 dalam kategori sangat baik. Faktor-faktor pembentuk persepsi yaitu pengalaman bertani, luas lahan, akses informasi, peran penyuluh dan peran terhadap UPJA secara signifikan. Peran kelompok tani secara parsial terhadap UPJA sangat signifikan dengan nilai thit = 5. 350 > ttabel = 2. dan signifikansi = 0. 000 < 0. DAFTAR PUSTAKA