Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Menciptakan Generasi Aman Berlalu Lintas Melalui Edukasi Keselamatan Transportasi Bagi Anak Usia Dini Rahma Nindya Ayu Hapsari1. Arie Taveriyanto2. Farhan Sholahudin3. Nurti Kusuma Anggraini4. Nurul Yuhanafia5. Faiq Anfasa Aulia6. Hafi Hudhaifah7. Azmi Humaimah Nur Salsabila8 1,2,3,4,6,7,8 Program Studi Teknik Sipil. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Abstrak Keselamatan transportasi merupakan aspek penting yang perlu diperkenalkan sejak usia dini untuk membentuk perilaku disiplin dan sadar hukum di jalan raya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keselamatan berlalu lintas pada anak usia dini melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan menyenangkan. Bertempat di PAUD Tiara Hati. Semarang, kegiatan dilaksanakan pada 23 Mei 2025 dan melibatkan pelatihan guru, edukasi anak menggunakan alat peraga, serta simulasi menyebrang jalan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak terhadap rambu lalu lintas dan keselamatan jalan, serta kesiapan guru dalam mengintegrasikan materi tersebut ke dalam pembelajaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi keselamatan transportasi berbasis alat peraga edukatif merupakan pendekatan efektif dalam menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak dini. Kata kunci: keselamatan transportasi, anak usia dini, edukasi interaktif Abstract Transportation safety is a crucial aspect that should be introduced from an early age to foster disciplined behavior and legal awareness on the road. This community service activity aims to enhance traffic safety knowledge among young children in early childhood through an interactive and enjoyable educational approach. Held at PAUD Tiara Hati. Semarang, the activity took place on May 23, 2025, and involved teacher training, children's education using props, and a streetcrossing simulation. The results of the activity showed an increase in children's understanding of traffic signs and road safety, as well as the teachers' readiness to integrate this material into their This activity shows that transportation safety education based on educational props is an effective approach in instilling a culture of traffic discipline from an early age. Keywords: transportation safety, early childhood, interactive education Submit: April 2025 Diterima: Mei 2025 Publis: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Keselamatan menjadi isu strategis dalam khususnya pada aspek perlindungan terhadap kelompok rentan seperti anak-anak. Data dari Badan Pusat Statistik . mencatat lebih dari 148 ribu kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dengan sebagian di antaranya melibatkan anak usia sekolah sebagai korban. Minimnya pemahaman tentang aturan lalu lintas serta rendahnya kesadaran orang tua dan masyarakat terhadap pentingnya edukasi keselamatan memperburuk situasi ini. Anak usia dini merupakan kelompok yang sangat potensial untuk diberikan edukasi secara intensif, karena pada usia ini perkembangan kognitif dan afektif yang pesat. Penanaman nilai-nilai disiplin dan keselamatan perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak, yakni bermain sambil belajar. Oleh karena itu, dibutuhkan metode Program Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDG. , khususnya poin 3 . ehidupan sehat dan sejahter. dan poin 4 . endidikan berkualita. Kegiatan dilakukan di PAUD Tiara Hati. Kecamatan Tembalang. Kota Semarang, yang dipilih berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan observasi lapangan. Vol. 9 No. Mei 2025 Studi tentang keselamatan transportasi anak telah banyak dilakukan secara nasional maupun Menurut WHO . , kecelakaan lalu lintas kematian anak-anak di seluruh Oleh karena itu, banyak negara menerapkan pendidikan keselamatan jalan sebagai bagian dari kurikulum sejak usia dini. Di Indonesia. Arsyad dan Rahayu bahwa penggunaan alat peraga pemahaman anak terhadap rambu lalu lintas hingga 60%. Sementara itu, penelitian oleh Hidayat dan Setiawan . menyimpulkan permainan dan simulasi lebih efektif dibandingkan ceramah Model edukasi keselamatan transportasi yang menggabungkan simulasi, alat bantu visual, dan diterapkan di beberapa negara Eropa, seperti Jerman dan Belanda. Program "Walking Bus" dan "Safe Routes to School" menunjukkan keselamatan di sekolah dasar menurunkan angka kecelakaan hingga 25%. Tujuan kegiatan ini adalah: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keselamatan berlalu lintas pada anak usia dini. Memberikan pelatihan kepada guru PAUD agar mampu keselamatan transportasi secara Menyediakan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pembelajaran keselamatan lalu lintas secara berkelanjutan. Menumbuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini dalam isu keselamatan transportasi. Vol. 9 No. Mei 2025 Simulasi Menyebrang Jalan Menggunakan lampu lalu lintas mini otomatis, dan alat peraga boneka, anak-anak melakukan simulasi menyeberang jalan sesuai prosedur yang benar. Mereka diajarkan untuk berhenti, melihat kanan dan kiri, dan menunggu lampu hijau sebelum Simulasi dilakukan memperkuat pemahaman dan membentuk kebiasaan. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test yang sederhana kemampuan anak usia dini. Selain itu, guru dan orang tua tentang perubahan perilaku anak setelah mengikuti kegiatan. Monitoring dengan observasi langsung selama kegiatan berlangsung. METODE PELAKSANAAN Kegiatan tahapan utama sebagai berikut: Pelatihan Guru (Training of Trainer. Pelatihan diberikan kepada empat orang guru dari PAUD Tiara Hati meningkatkan kapasitas mereka keselamatan transportasi kepada anak-anak. Materi meliputi pengenalan rambu lalu lintas, teknik menyebrang jalan yang aman, serta penggunaan alat bantu edukatif. Metode pelatihan diskusi, studi kasus, dan praktik Kegiatan Edukasi Interaktif Untuk Anak Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung kepada anak-anak PAUD. Anak-anak dikenalkan pada berbagai jenis rambu lalu lintas menggunakan media visual, buku bergambar, dan miniatur rambu. Mereka juga diajak bermain peran sebagai pejalan kaki dan pengguna jalan, sehingga memperoleh pemahaman nyata tentang pentingnya berhati-hati di HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan masyarakat yang dilaksanakan di PAUD Tiara Hati pada Jumat menghasilkan capaian sebagai Pelatihan Guru (Training of Trainers Ae ToT) Kegiatan diawali dengan pelatihan bagi para guru PAUD Tiara Hati untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan keselamatan lalu lintas. Pelatihan ini Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mengenai pentingnya keselamatan transportasi, pengenalan alat peraga edukatif, serta teknik penyampaian karakteristik anak usia dini. Para guru sangat antusias mengikuti sesi ini dan menyampaikan bahwa metode pembelajaran menggunakan media visual dan simulasi sangat konsep yang sebelumnya dianggap abstrak bagi anak-anak. Vol. 9 No. Mei 2025 pengalaman mereka di jalan. Hasil observasi menunjukkan anak-anak menunjukkan ketertarikan tinggi dan mampu mengingat kembali simbolsimbol lalu lintas dengan baik. Gambar 2. Kegiatan Edukasi Rambu Lalu Lintas di PAUD Tiara Hati Simulasi Menyebrang Jalan Sesi selanjutnya adalah simulasi menyebrang jalan. Menggunakan miniatur mobil, lampu lalu lintas, rambu-rambu, anak-anak dibimbing untuk mempraktikkan cara menyebrang dengan aman. Mereka dilatih untuk berhenti, melihat kanan-kiri, menunggu lampu hijau bagi pejalan kaki, lalu menyebrang secara teratur. Kegiatan ini tidak hanya melatih pengetahuan, tetapi juga membangun refleks dan sikap waspada terhadap lingkungan Simulasi ini menjadi bagian yang paling disukai anak-anak permainan dan praktik nyata. Gambar 1. Penyerahan Alat Peraga Edukasi kepada Kepala Sekolah PAUD Tiara Hati Kegiatan Edukasi Interaktif untuk Anak Setelah pelatihan guru, kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi langsung kepada anak-anak. Anakanak dikenalkan pada rambu-rambu lalu lintas melalui media visual dan permainan interaktif. Mereka diajak mengenali bentuk dan arti berbagai rambu seperti "berhenti", "hati-hati", "dilarang masuk", serta memahami arti warna pada lampu lalu lintas. Proses belajar dilakukan dengan menyenangkan melalui permainan peran, menyanyikan lagu rambu lalu lintas, serta bercerita tentang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Pembahasan Hasil memperkuat temuan dari berbagai studi sebelumnya bahwa metode belajar sambil bermain sangat pemahaman anak usia dini. Anakanak cenderung lebih mudah informasi jika disampaikan melalui simulasi dan media visual. Selain itu, pelatihan kepada guru terbukti menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Penggunaan edukatif juga terbukti sangat Mainan edukatif seperti miniatur rambu dan lampu lalu lintas memberikan pengalaman belajar yang realistis tanpa risiko. Secara anak-anak cenderung meniru apa yang mereka alami secara langsung. Oleh karena itu, simulasi menyebrang jalan yang dilakukan secara berulang dapat membentuk kebiasaan aman. Program ini juga berkontribusi keselamatan transportasi dalam Guru dan orang tua nilai-nilai keselamatan sejak dini. Efek jangka panjang yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya generasi muda yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap tata tertib lalu lintas. Implikasi dari kegiatan ini juga dapat mendukung kebijakan daerah Gambar 3. Bernyanyi bersama lagu menyeberang jalan dan simulasi cara Evaluasi dan Monitoring Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, dilakukan pre-test dan post-test sederhana yang disesuaikan dengan anak-anak. Hasilnya pemahaman rata-rata sebesar 20%. Sebelum kegiatan, hanya sekitar 20% anak yang dapat menjawab keselamatan lalu lintas. kegiatan, angka ini meningkat menjadi lebih dari 80%. Umpan balik dari guru dan orang tua juga sangat positif, mereka menilai anakanak menjadi lebih sadar dan sering mengingatkan orang dewasa untuk berhati-hati di jalan. Gambar 4. Dokumentasi Penutupan Kegiatan Edukasi Transportasi di PAUD Tiara Hati Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) terkait perlindungan anak di ruang publik dan pendidikan karakter di Edukasi keselamatan lalu lintas dapat dijadikan sebagai muatan lokal atau kegiatan tematik dan kontekstual. Vol. 9 No. Mei 2025 Dukungan dan keterlibatan aktif dari semua pihak telah menjadi kunci keberhasilan program ini. REFERENSI American Association of State Highway and Transportation Officials. A policy on geometric design of highways and streets. AASHTO. Arifin. Keselamatan transportasi di Indonesia: Tantangan dan solusi. Pustaka Ilmu. Badan Pusat Statistik. Statistik kecelakaan lalu lintas di Indonesia tahun 2023. BPS. Departemen Perhubungan RI. Laporan tahunan Indonesia. Kementerian Perhubungan. KESIMPULAN Program edukasi keselamatan pengetahuan anak usia dini mengenai keselamatan berlalu Edukasi yang berbasis alat peraga dan simulasi terbukti efektif untuk anak-anak usia 4Ae6 tahun. Selain itu, guru PAUD yang telah dilatih dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan dapat direplikasi di PAUD lain di wilayah Kota Semarang maupun secara Dukungan dari pemangku Dinas Perhubungan. Dinas Pendidikan, dan Lembaga PAUD sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan program ini. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Panduan Kemenhub. European Commission Road Safety. Best practices in road safety education for young children. European Commission. UCAPAN TERIMA KASIH