252 Tuti Alawiyah. Dodi Pasila Putra FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP MASALAH BELAJAR ANAK DI KOTO BARU DHARMASRAYA Tuti Alawiyah1. Dodi Pasila Putra2 Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Indonesia ARTICLE INFO Correspondence Tuti Alawiyah Email: alawiyaht155@gmail. Dodi Pasila Putra Email: dodipasilaputra@uinbukittinggi. ABSTRAK Pokok permasalahan pada penelitian ini berkenaan dengan perhatian orang tua pada permasalahan belajar anak sangat minim. Perhatian yang dimaksud yakni perhatian dari orang tua kepada anak usia sekolah menengah pada kenyataannya, orang tua seringkali mengabaikan masalah belajar anak, yaitu berkenaan dengan masalah membuat tugas, cara menguikuti pelajaran di sekolah, belajar secara kelompok, maupun cara belajar di perpustakaan. Kurangnya perhatian orang tua disebabkan mencari nafkah di mana orang tua berangkat kerja pagi hari serta pulang di waktu petang, dimana situasi ini terjadi secara berulang. Berdasarkan permasalahan yang ditemui tersebut penulis berkeinginan untuk meneliti dan mengkaji secara mendalam tentang pook permasalahan tersebut. Penelitian yang dilakukan tergolong penelitian lapangan . ied researc. Teknik yang dimanfaatkan dalam mengumpulkan data ialah teknik wawancara serta observasi. Hasil penelitian yakni faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua dalam masalah belajar anak di Koto Baru Dharmasraya terdiri dari faktor intern yaitu factor dari dalam diri orang tua, dan faktor ekstern yakni faktor yang berasal dari luar diri orang tua. Faktor internnya berbentuk pembawaan orang tua dimana dari kecil kurang memperhatikan masalah belajar anak. Kemudian rendahnya tanggung jawab orang tua pada masalah belajar anak di Koto Baru Dharmasraya. Sedangkan faktor ekstern atau factor dari luar yang mempengaruhi perhatian orang tua terhadap masalah belajar anak adalah keadaan di dalam rumah tangga yang kurang menyenangkan, lingkungan alam sekitar yang tidak membantu anak agar belajar dengan optimal, serta tingkat ekonomi orang tua yang pada umumnya menengah ke bawah. Kata Kunci : Perhatian Orang tua. Masalah Belajar Pendahuluan Terdapat berbagai aspek yang berpengaruh pada pertumbuhan serta perkembangan anak. antara factor tersebut adalah teknologi, kebudayaan barat yang bertentangan dengan norma. Untuk menghadapi berbagai faktor tersebut, orang tua harus ekstra serius dalam membangun dan menanamkan pendidikan terutama pendidikan Islam kepada anak apalagi anak sudah menginjak masalah remaja. Fase remaja ialah fase yang krusial, yakni individu akan mudah mencontoh dan mencari tahu segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kaidah Islam. Hal ini bisa berupa pergaulan bebas yang berdampak pada terjerumusnya individu pada dunia pelacuran, pemerkosaan, serta lainnya (Muzakkir:2. Dalam kondisi dan situasi apapun, orang tua bertanggung jawab penuh mengusahakan bermacammacam usaha supaya anak mampu selalu berucap, berperilaku, serta melakukan sesuatu yang selaras dengan aturan Islam. Salah satu unsur yang perlu dipenuhi orang tua kepada anaknya ialah mengajarkan Vol 1 No 03 . : Riset Islamika DOI : https://doi. org/10. 1852/ri. Tuti Alawiyah. Dodi Pasila Putra anak untuk terbiasa dalam belajar dan menyelesaikan permasalahan belajar yang terjadi pada anak. Pada kondisi ini, orang tua wajib menyalurkan perhatian yang tinggi kepada anak terutama dalam masalah Pada hakekatnya, belajar didefinisikan sebagai hal yang krusial. Hal ini disebabkan fase usia sekolah ialah fase perkembangan yang menyertakan aspek sekolah pada kehidupan. Orang tua memiliki keyakinan bahwa kewajibannya ialah kerja serta membesarkan anak, sedangkan kewajiban anak pada periode ini diutamakan untuk belajar. Selain itu, belajar ialah suatu rangkaian upaya yang dilaksanakan oleh individu guna mendapatkan perbuatan yang berubah secara umum, yang menjadi produk pengalamannya sendiri dalam hubungannya dengan lingkungan (Slameto, 1. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan, bisa dikatakan bahwa proses belajar ialah serangkaian kegiatan peserta didik melalui pengalaman belajar yang dilakukan guna membangun tingkah laku peserta Serangkaian kegiatan yang dijalankan peserta didik ketika belajar perlu terstruktur dan terintegrasi, serta sejalan dengan level dan perkembangan masa peserta didik. Oleh sebab itu, orang tua harus penuh perhatian terhadap permasalahan belajar yang dialami oleh anak, misalnya permasalahan pekerjaan rumah atau tugas, catatan pelajaran, terpenuhinya sarana belajar, memastikan kesiapan ujian yang akan dijalani peserta didik, metode belajar di rumah, dan lainnya. Salah satu aspek fundamental dari orang tua pada masalah belajar anak ialah orang tua harus mampu menyalurkan perhatian yang tinggi terhadap anak. Ketika orang tua mengabaikan perhatian, maka tujuan pendidikan anak tidak akan dapat dicapai secara optimal Namun ketika orang tua mampu menyalurkan perhatian yang optimal karena masalah belajar anak, maka tujuan pembelajaran akan dapat dicapai secara maksimal. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah di Koto Baru Dharmasraya, perhatian orang tua pada permasalahan belajar anak sangat minim. Mereka tidak begitu peduli terkait masalah belajar anak. Orang tua bekerja pagi serta pulang di waktu petang mengumpulkan nafkah yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Setelah tiba di rumah, kondisi orang tua pasti lelah sehingga perhatiannya terhadap belajarnya anak utamanya anak jenjang SMP akan diabaikan. Orang tua tidak peduli dengan permasalahan belajar anak, contohnya tidak mengetahui tugas yang diselesaikan anak, aktivitas mengulangi pembelajaran, bahkan sekedar melihat catatan buku milik anaknya. Mereka menganggap masalah belajar anak ialah kewajiban sekolah, sedangkan dirinya cenderung fokus untuk mengumpulkan finansial serta mencukupi keperluan setiap harinya. Metode Pelaksanaan Penelitian ini ialah kualitatif yang bersifat deskriptif. Sugiyono . berpendapat bahwa pelaksanaan penelitian dijalankan pada peristiwa yang sedang atau telah terjadi. Penulis mengulas serta memfokuskan inti permasalahan pada permasalahan terbaru yang sedang atau telah terjadi serta informasi yang digali merupakan informasi nyata tanpa adanya manipulasi. Berkaitan dengan penelitian tersebut, penulis menjabarkan serta mendokumentasikan kondisi sosial terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua di Koto Baru Dharmasraya terhadap permasalahan belajar anak jenjang SD. Objek penelitian ini adalah wali nagari, tokoh masyarakat, orang tua dan anak. Tuti Alawiyah. Dodi Pasila Putra Hasil dan Pembahasan Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, hal-hal di bawah ini merupakan berbagai aspek yang mempengaruhi perhatian orang tua dalam permasalahan belajar anak di Koto Baru Dharmasraya Faktor Intern (Faktor dari Luar Dir. Bawaan orang tua dari kecil Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan bahwa faktor pembawaan ialah salah satu aspek yang berdampak pada pemberian perhatian terkait dalam masalah belajar. Hal ini sesuai hasil wawancara kepada salah satu orang tua anak yang mengatakan jika pembawaan kami selaku orang tua menjadi faktor yang menjadi kendala bagi kami dalam memberikan perhatian dalam masalah belajar kepada anak. Disebabkan tingkat pendidikan kami yang rendah, sehingga hal ini menjadi bawan bagi kami dalam mengabaikan perhatian masalah belajar anak kami sendiri. Orang tua anak lainnya yang juga merupakan narasumber mengatakan pula jika ia sewaktu masih sekolah juga kurang mendapatkan perhatian dari orang tua kami dalam masalah belajar. Hal ini menjadi bawaan pula bagi kami sehingga masalah belajar anak kami sendiri kurang mampu kami berikan perhatian yang penuh. Selain itu, penulis melakukan wawancara kepada wali nagari Koto Baru yang mengemukakan bahwa rata-rata pendidikan orang tua di wilayah Koto Baru sebagian besar berpendidikan rendah serta beberapa di antaranya tidak lulus hingga SD. Kondisi demikian mempengaruhi orang tua untuk menyalurkan perhatian masalah belajar kepada anak mereka sendiri, sebab hal ini sudah menjadi bawaan bagi orang tua, sehingga hal ini dianggap tidak Faktor bawaan orang tua anak yang disebabkan oleh rendahnya pendidikan menyebabkan kurangnya perhatian masalah belajar yang diberikan kepada anak mereka sendiri. Tanggung jawab orang tua Tanggung jawab pendidikan dari orang tua kepada anak ialah kewajiban utama. Orang tua yang bertanggung jawab seluruhnya kepada anak dalam masalah belajar, mampu mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal, namun apabila orang tua mengabaikan tanggung jawabnya dalam masalah belajar kepada anak, maka tujuan pembelajaran anak tidak akan dicapai dengan sempurna. Salah satu tanggung jawab tersebut adalah orang tua berkewajiban melengkapi dan memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak dalam belajar. Berkaitan dengan tanggung jawab orang tua dalam permasalahan belajar terhadap anak di Koto Baru Dharmasraya, penulis mewawancarai orang tua anak yang mengatakan bahwa kami kurang mengetahui secara dalam tentang apa saja bentuk tanggung jawab irang tua terhadap pendidikan dan masalah belajar anak. Jadi kami serahkan saja sepenuhnya kepada anak kami bagaimana mereka menjalani pendidikan. Orang tua anak lainnya yang di wawancarai turut menyatakan jika bagi dirinya, ia berikan anaknya belanja harian. Kami belikan apa yang mereka butuhkan dalam belajar dan itupun kalau ada uang. Rasanya dengan cara itu, kami sudah memenuhi tanggung jawab kami kepada anak kami dalam masalah belajar. Kalau ada tanggung jawab lain kami tidak Kami serahkan sepenuhnya kepada sekolah bagaimana pendidikan dan masalah belajar anak kami di sekolah. Informan lain yang turut menjadi narasumber menjelaskan jika orang tua anak di Koto Baru Dharmasraya ini kurang sekali dalam memberikan tanggung jawab kepada anaknya dalam Vol 1 No 03 . : Riset Islamika DOI : https://doi. org/10. 1852/ri. Tuti Alawiyah. Dodi Pasila Putra masalah belajar. Misalnya. ketika sekolah mengudang orang tua untuk datang ke sekolah ada hal yang perlu dibicarakan, maka orang tua seringkali tidak mau datang dengan alasan mereka kerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adapun Tokoh masyarakat Koto Baru yang penulis wawancarai menjelaskan bahwa sebenarnya cukup banyak juga masalah belajar anak yang sebenarnya harus menjadi perhatian orang tua. Salah satunya ada orang tua mampu memenuhi tanggung jawabnya kepada anak dalam masalah belajar. Misalnya. memotivasi anak untuk semangat membuat tugas, mendorong anak untuk menaati aturan sekolah dengan baik. Namun tanggung jawab orang tua tersebut seringkali terbaikan. Bahkan kadang kala, jika sekolah mengundang orang tua untuk dating ke sekolah ketika ada acara tertentu, orang tua bayak yang tidak datang. Berkaitan dengan masalah tanggung jawab tersebut, penulis mewawancarai salah seorang anak yang mengatakan bahwa paratian urang tuo awak dalam masalah baraja iyo agak kurang bahkan indak ado bana. Contoh. katiko sikola ma undang urang tuo untuak datang ka sikolah ma ambiak raporA. a jawek urang tuo awakAapak jo amak sibuk. bia se lah rapor tuA. waang kan lai naiak juo sikola nyo . erhatian orang tua saya dalam masalah belajar kurang dan bahkan tidak ada sama sekali. Contoh:ketika sekolah mengundang orang tua agar dating ke sekolah ketikea penerimaan rapor. Orang tua menjawab bapak dna ibuk sekarang sibuk dan barkan sajalah rapor itu, karena sekolah akan tetap naik kelas. Anak lain yang penulis wawancarai juga menjelaskan bahwa Auurang tuo awak buak-buaAoan, kadang kadang elok kadang indak kalau awak batanyo maslaah balaja koA. awak dapek nilai rancak, jo ati sanang awak caliakAoan ka urang HaAlai santiang ang mah,siap tu nyo acuah se lei. rang tua saya kadang-kadang menanggapi dengan baik dan kadang-kadang tidak dalam masalah belajar. Saya dapat nilai bagus dan dengan senang hati saya perlihatkan kepada kedua orang tua. Jawaban mereka adalah kamu pintar juga dan setelah itu orang tua bersikap acuh saj. Ao. Tanggung jawab orang tua terhadap permasalahan belajar anak di Koto Baru Dharmasraya masih kurang dan minim sekali. Hal ini mengakibatkan anak kurang diperhatikan oleh orang tua khususunya pada hal belajar. Faktor Ekstern (Faktor dari Lua. Susana rumah tangga Suasana rumah tangga merupakan faktor yang sangat menentukan terhadap keberlangsungan pendidikan dan pembelajaran anak. Ketika suasana rumah tangga menyenangkan maka anak akan dapat belajar dengan baik, namun ketika suasana rumah tangga kurang menyenangkan maka anak tidka akan dapat menjalani pendidikannya dengan baik. Orang tua siswa yang diwawancarai menjelaskan bahwa suasana rumah tangga kami tidak selalu damai dan tenteram. Ketika ada permasalahan di antara kedua orang tua, maka hal ini mengakibatkan perhatian kami terhadap masalah belajar anak memang diakui kurang sekali dan bahkan tidak Responden lain lainnya yang diwawancarai menjelaskan bahwa rumah tangga kami terkadang sering muncul pertengkaran atara suami dan isteri yang disebabkan oleh hal-hal yang tidak bias saya sebutkan. Ketika ada masalah tersebut tentu suasana hati kai selaku orang tua seharusnya dapat dikendalikan agar perhatian terhadap anak dalam masalah belajar tidak Namun mau bagaimana lagi, disebabkan suasana rumah tangga yang kurang menyenangkan maka perhatian terhadap masalah belajar anak kurang mampu kami berikan dengan baik. Tuti Alawiyah. Dodi Pasila Putra Orang tua anak lainnya yang diwawancarai mengemukakan bahwa kalau masalah dalam rumah tangga kami terkadang kurnag nyaman disebabkan adanya pertengkaran antara anak dengan anak sehingga membuat kami selaku orang tua sering emosi. Dengan situasi seperti itu, maka kami sebagai orang tua merasa kurang memberikan perhatian kepada anak dalam masalah Sumber data lainya yang di wawancarai menjelaskan bahwa orang tua saya seringkali Kalau sudah bertengkar, kadang ayah pergi dan pulang larut malam. Adanya masalah bagi kedua orang tua kami, maka kami merasakan jika perhatian orang tua kami terhadap masalah belajar kurang. Anak lainnya yang diwawancarai menjelaskan juga bahwa orang tua saya jarang Namun kalau sudah bertengkar, kadang ayah sering kali menunjukkan emosi yang tinggi, sehingga banting dan banting itu. Keadaan seperti ini membuat kami terganggu dalam masalah belajar. Kalau saya mengingatkan agar tidak emosi dan tidak bertengkar malah saya yang Selanjutnya Wali nagari yang di wawancarai mengemukakan bahwa memang benar bahwa ketika suasana rumah tangga kurang menyenangkan maka orang tua tidak mampu memilah masalah dan sikap agar tidak mempengaruhi anak dalam belajar. Terkadang orang tua kalau sudah ada masalah bias saja duduk-duduk di warung sampai tengah malam dan bahkan pulang sampai pagi. Hal ini mengakibatkan anak kurang mendapat perhatian. Berdasarkan wawancara di atas dapat dikatakan bahwa suasana rumah tangga yang kurang kondusif akan mengakibakan orang tua di Koto Baru Dharmasraya kurang memberikan perhatian kepada anak dalam masalah belajar. Keadaan lingkungan sekitar anak tinggal Seorang anak akan dapat belajar dengan baik ketika lingkungan sekitar dapat mendukung kegiatan pembelajaran anak. Namun apabila lingkungan sekitar kurnag mendukung seperti lingkungan yang rebut, lalu lintas yang lalu lalang akan mengakibatkan pembelajaran anak akan Wali Nagari Koto Baru yang diwawancarai mengemukakan bahwa kalau memperhatikan keadaan sekarang, keadaan lingkungan di Koto Baru sebenarnya dari satu sisi kurang mendukung untuk kegiatan pembelajaran anak. Di mana Koto Baru merupakan daerah yang baru berkembang sehingga situasinya seringkali hiruk pikuk, apalagi di daerah ini merupakan daerah jalan lintas sumatera sehingga hal ini dapat mengganggu anak ketika belajar. Tokoh masyarakat yang penulis wawancarai menjelaskan bahwa lingkungan sekitar di Koto Baru kurang mendukung untuk kegiatan belajar anak, apalagi kalau sudah malam libur sekolah Di jalan raya banyak remaja yang balap-balapan, nongkrong-nongkrong sehingga hal ini menggangu anak dalam belajar. Anak akan mudah terpengaruh dengan aktifitas itu dan dengan sendirinya anak akan mengikuti kegiatan Orang tua yang menjadi responden penelitian yang penulis wawancarai mengemukakan bahwa keadaan lingkungan sekitar yang kurang baik mempengaruhi orang tua dalam menyalurkan perhatian masalah belajar kepada anak. Bagaimana pun, dengan keadaan lingkungan yang hiruk pikuk yang kadang situasi ini membuat pikiran kalut dan terganggu sehingga kami selaku orang tua terkadang tidak mampu mengendlaikan emosi. Akhirnya perhatian kami kepada anak menjadi Narasumber orang tua lain turut mengemukakan jika keadaan lingkungan yang kurang Vol 1 No 03 . : Riset Islamika DOI : https://doi. org/10. 1852/ri. Tuti Alawiyah. Dodi Pasila Putra menyenangkan yang disebabkan ramainya lingkungan dan lalu lalangnya lalu lintas menyebabkan pikiran terjafang menjadi kurang tenang. Hal ini kadang membuat kami muak dan tidak mampu mengendalikan emosi terutama ketika ada kelompok remaja yang kejar-kejaran, teriak-teriak dan Situasi ini menyebabkan kami kurang fokus untuk memberikan perhatian kepada anak terutama dalam masalah belajar. Observasi yang penulis lakukan terlihat bahwa wilayah Koto Baru Dharmasraya merupakan daerah yang cukup ramai karena pada jalan lintas sumatera. Apakagi daerah ini baru berkembang sehingga keadaan lingkungan sering kurang mendukung bagi anak untuk belajar. Hal ini menjadi kendala bagi orang tua dalam memberika perhatian dalam masalah belajar anakAy. Keadaan lingkungan mempengaruhi perhatian orang tua dalam menyalurkan perhatian kepada anak dalam masalah belajar. Tingkat ekonomi Orang Tua Kondisi ekonomi orang tua di rumah tangga termasuk salah satu aspek yang turut mempengaruhi orang tua dalam menyalurkan perhatian ke anak terutama pada masalah belajar. Pendapat ekonomi yang cukup tinggi memungkinkan orang tua agar dapat menyalurkan perhatian penuh ke anak dalam masalah belajar. Demikian juga sebaliknya. Orang tua anak yang di wawancarai mengemukakan jika pendapatannya bisa dikatakan tidak menentu. Kalau saya pedagang, pendapatan tidak menentu. Kalau mau masuk ramadhan dan idul fitri maka pendapatn naik, maka kami dapat memberikan perhatian yang penuh kepada anak dalam belajar. Apapun yang mereka butuhkan untuk belajar kami penuhi. Orang tua anak lainnya yang di wawancarai menyatakan bahwa saya berkebun dan ke ladang sehingga pendapatan ekonomi saya terkadang kurang cukup. Terkadang kebutuhan anak dalam belajar susah dipenuhi karena uang yang didapatkan adalah untuk memenuhi kebutuhan seharihari. Akibatnya kami kurang mampu memberikan perhatian yang penuh terhadap masalah kebutuhan belajar anak. Sementara itu. Wali Nagari yang di wawancarai menjelaskan bahwa Aurata-rata profesi masyarakat koto baru adalah berdagang dan bertani. Pendapatan orang tua tidak menentu, kadang sangat mencukupi dan kadang tidak. Bagaimana orang tua mau memenuhi kebutuhan anak untuk belajar kalau pendapatan mereka rendahAy. Berdasarkan observasi yang dilakukan dan diperoleh data bahwa rata-rata tingkat ekonomi orang tua di koto Baru menengah ke bawah dan berprofesi sebagai pedagang, bertani, berkebun dan sebagainya. Hal ini mempengaruhi kepada perhatian mereka terhadap masalah belajar anak. Terdapat berbagai aspek yang berpengaruh dalam pemberian perhatian orang tua terhadap masalah belajar anak. Adanya pendapatan ekonomi yang tidak menentu terkadang membuat orang tua kurang dapat memperhatikan anak. Kesimpulan Berbagai faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua terhadap permasalahan belajar anak di Koto Baru Dharmasraya terdiri dari factor intern dan ekstern. Faktor internnya bersumber dari pembawaan orang tua dimana dari kecil kurang memperhatikan masalah belajar anak karena rendahnya tingkat Kemudian juga bersumber dari tanggung jawab orang tua terhadap masalah belajar anak di Koto Baru Dharmasraya juga kurang dan minim sekali. Tuti Alawiyah. Dodi Pasila Putra Sedangkan faktor ekstern yang mempengaruhi perhatian orang tua terhadap masalah belajar anak adalah adanya suasana rumah tangga yang kurang menyenangkan, lingkungan sekitar yang tidak membantu anak supaya belajar dengan baik, dan tingkat ekonomi orang tua yang pada umumnya menengah ke bawah. Daftar Kepustakaan Abdullah. Pendidikan anak dalam Islam. Jakarta: Pustaka Amani. Abu Ahmadi. Psikologi umum. Jakarta: Rineka Cipta. Abdussalam. Mengembangkan kreatifitas anak. Jakarta: Kautsar. Schaefer. Cara efektif mendidik dan mendisiplinkan anak. Jakarta: Mitra Utama. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. Departemen Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan terjemahnya. Semarang: Karya Toha Putra. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mulyasa. Guru profesional. Bandung: Rosda. Elfi. Bimbingan dan konseling Islam. Jakarta: Bumi Aksara. Hamka. Tafsir Al-Azhar (Juz . Surabaya: Balai Pustaka. Ibnu Katsir. Tafsir al-QurAoan al-AoAzhim. Singapura: Sulaiman al-MarAoiy. Iswadi. Mendidik dengan cara cinta. Bekasi: Pustaka Inti. Drost. Proses pembelajaran sebagai proses pendidikan. Jakarta: Grasindo. Liwijaya. , & Kuntaraf. Komunikasi keluarga kebahagiaan anak. Bandung: Indonesia Publishing School. Laurance. Agar anak tidak menjadi orang tua gagal. Bandung: Rosda Karya. Maleong. Metode penelitian kualitatif. Bandung: Rosda Karya. Purwanto. Psikologi pendidikan. Bandung: Remaja. Syah. Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: Rosda Karya. Muzakkiur. Penanaman pendidikan Islam di lingkungan keluarga. Surabaya: Usaha Nasional. Hamalik. Metode dan kesulitan-kesulitan belajar. Bandung: Tarsito. Prayitno, & Amti. AUM Seri PTSDL format SLTP. Bandung: Pusat Pengembangan Instrumen. Ramayulis. Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia. Robert. Psikologi kognitif. Jakarta: Erlangga. Lubis. Menuju keluarga sakinah. Surabaya: Terbit Terang. Nizar. Filsafat pendidikan Islam: Pendekatan historis, teoritis, dan praktis. Jakarta: Ciputat Press. Sadiman. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Grafindo. Slameto. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Slameto. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Bandung: Rosda Karya. Nasution. Didaktik asas mengajar. Bandung: Jemmars. Lestari. Psikologi keluarga. Jakarta: Kencana. Sugiyono. Metode penelitian pendidikan. Bandung: CV Alfabeta. Sagala. Konsep dan makna. Surabaya: Usaha Nasional. Tim Redaksi Fokus Media. Standar nasional pendidikan. Bandung: Fokus Media. Poerwadarminta. Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Vol 1 No 03 . : Riset Islamika DOI : https://doi. org/10. 1852/ri.