Jurnal Surya Beton Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 p-ISSN: 02116-938x, e-ISSN: 2776-1606 http://jurnal. id/index. php/suryabeton Analisis Tingkat Kepuasan Penghuni Perumahan Bersubsidi di Purwokerto Muhamad Hendri Anggara1,*. Juanita1. Cremona Ayu Novita Sari1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik dan Sains. Universitas Muhammadiyah Purwokerto1 Email: muhammadhendri222@gmail. Abstrak. Rumah subsidi adalah rumah yang dibangun dengan harga terjangkau yang diperoleh melalui skema KPR . redit Pemilikan Ruma. Terdapat berbagai permasalahan dibidang perumahan dan pemukiman di Indonesia antara lain disebabkan oleh pengaruh pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang cukup pesat, perkembangan cenderung lebih cepat dari pada kemampuan penyediaan kebutuhan perumahan beserta sarana dan prasarananya yang cukup memadai. Maka dari itu penulis melakukan penelitian untuk mengetahui kepuasan penghuni perumahan bersubsidi di Purwokerto, dan faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan berdasarkan kualitas dan fasilitasnya. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan 160 kuesioner terkait dengan atribut kepuasan kepada responden/penghuni perumahan bersubsidi yang dilakukan di perumahan Taman Pesona Teluk dan Bumi Asri Sidasari Purwokerto, yang kemudian dilakukan analisis CSI (Customer Satisfaction Inde. dan IPA (Importantce Performance Analysi. Hasil penelitian menunjukan bahwa didapatkan nilai CSI 82,46% yang dimana nilai tersebut berada pada interval 81% - 100% skala linkert, sehingga bisa dinyatakan bahwa penghuni perumahan bersubsidi di Purwokerto merasa sangat puas. Dan untuk analisis IPA diagram kartesius diketahui terdapat faktor yang harus ditingkatkan/dikembangkan yaitu ketersediaan ruang terbuka hijau, keandalan petugas/pengurus perumahan dalam membantu keamanan penghuni perumahan, keamanan lingkungan hunian, dan empati petugas/pengurus perumahan dalam menjaga kebersihan. Kata kunci: analisis kepuasan, perumahan subsidi, customer satisfication index, importance performance analysis Abstrack. Subsidized houses are houses built at affordable prices obtained through the Home Ownership Credit There are various problems in the housing and settlement sector in Indonesia. Director General of Public Works and Housing Infrastructure Financing Eko Djoeli Heripoerwanto said that there were findings from the BPK. BPKP and IG regarding subsidized housing, it was found that subsidized houses did not meet functional standards, both in terms of quality, construction, provision of infrastructure, facilities and public utilities and a subsidized house was found that did not comply with the spatial layout. Therefore, the author conducted research to determine the satisfaction of residents of subsidized housing in Purwokerto, and what factors influence satisfaction based on the quality and facilities. This research was carried out by distributing 160 questionnaires related to satisfaction attributes to respondents/residents of subsidized housing at the Taman Pesona Teluk and Bumi Asri Sidasari Purwokerto housing complexes, which were then carried out with CSI (Customer Satisfaction Inde. and IPA (Importance Performance Analysi. The research results show that a CSI value of 82. is obtained, where this value is in the interval 81% - 100% on the Linkert scale, so it can be stated that residents of subsidized housing in Purwokerto feel very satisfied. And for the Cartesian diagram IPA analysis, it is known that there are factors that must be improved/developed, namely the availability of green open space, the reliability of Muhamad Hendri Anggara dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . housing officers/administrators in assisting the security of housing residents, the security of the residential environment, and the empathy of housing officers/administrators in maintaining cleanliness. Keywords: satisfaction analysis, subsidized housing, customer satisfaction index, importance performance analysis Pendahuluan Dalam laman Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR dijelaskan, rumah subsidi adalah rumah yang dibangun dengan harga terjangkau yang diperoleh melalui skema KPR, baik secara konvensional maupun dengan skema syariah. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 20/PRT/M/2019, akan memberikan insentif bagi para pengembang . yang membangun perumahan dengan pola hunian berimbang dengan program satu juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pemerintah juga bekerjasma dengan pihak perbankan selaku pemberi fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah di perumahan bersubsidi. (Hery Jaya Athmaja, 2. Upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mensukseskan program perumahan bersubsdi yang ditawarkan kepada masyarakatnya, dengan mengeluarkan kebijakan untuk mempermudah perijinan pembangunan perumahan bersubsidi sesuai peraturan yang berlaku dan menggandeng pihak pengembang . yang akan membangun perumahan tersebut serta menentukan pihak perbankan sebagai penyalur kredit kepemilikan rumah. Purwokerto merupakan kota dengan padat penduduk, sehingga dengan pemerintah menerapkan program rumah subsidi ini sangat membantu untuk masyarakat Purwokerto yang berpenghasilan rendah agar bisa memiliki hunian sendiri. (Mahdi & Purwanto, 2. Terdapat berbagai permasalahan dibidang perumahan dan pemukiman di Indonesia. Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan terdapat hasil temuan dari BPK. BPKP, dan Itjen terkait dengan perumahan subsidi. ditemukan rumah KPR bersubsidi belum memenuhi standar laik fungsi, baik dari sisi kualitas, konstruksi, penyediaan PSU . rasarana, sarana, dan utilitas umu. , dan ditemukan rumah KPR bersubidi yang tidak sesuai dengan tata ruang. Mengingat arti pentingnya penyediaan perumahan dan pemukiman yang layak bagi masyarakat, maka masalah tersebut perlu ditangani secara mendasar dan seksama. Maka disini peneliti ingin mengetahui besarnya tingkat kepuasan penghuni perumahan bersubsidi di Purwokerto dan mengetahui faktor apa saja yang dianggap paling penting guna mencapai kepuasan penghuni perumahan subsidi di Purwokerto. Untuk itu diambil beberapa sampel rumah tinggal yang ada di perumahan Bersubsidi di Purwokerto. Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan di perumahan Taman Pesona Teluk dan Perumahan Bumi Asri Sidasari. Metode Penelitian 1 Lokasi Penelitian Taman Pesona Teluk Grumbul Depok Teluk. Kecamatan Purwokerto Selatan. Kabupaten Banyumas Jawa Tengah 53145 Bumi Asri Sidasari Sidasari. Sidabowa. Kecamatan Patikraja. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah 53171 2 Atribut Penelitian Kuesioner ini dirancang peneliti menggunakan metode servqual dengan indikator berupa: Tangibles . Ketersediaan ruang terbuka hijau/taman (Ernawati, 2. Ketersediaan sarana olahraga (Runtuwarow, 2. Ketrsediaan tempat peribadatan (Diolah oleh penulis 2. Ketersediaan drainase yang memadai (Pandu Dewa, 2. Muhamad Hendri Anggara dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Lebar jalan perumahan memadai (Runtuwarow, 2. Ketersediaan air bersih dan listrik (Husin, 2. Reliability (Keandala. Petugas/pengurus dari pihak developer perumahan dapat diandalkan membantu penghuni dalam keamanan (Ernawati, 2. Penerapan kepemilikan rumah sesuai aturan (Diolah oleh penulis 2. Kemudahan akses transportasi (Ernawati, 2. Responsiveness (Daya Tangga. Tempat parkir tiap unit rumah yang memadai (Diolah oleh penulis 2. Ketersediaan bak sampah disetiap luar rumah (Peraturan Mentri Negara RI No 25 2. Assurance (Jamina. Lingkungan bebas banjir (Peraturan Mentri Negara RI No 25 2. Keamanan lingkungan hunian (Husin 2. Kenyamanan lingkungan hunian (Ernawati, 2. Pengelolaan sampah terpadu (Runtuwarow, 2. Emphaty (Empat. Petugas/pengurus perumahan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman (Diolah oleh penulis 2. Petugas/pengurus perumahan sigap dalam membatu/menyelesaikan masalah keluhan penghuni perumahan (Pandu Dewanata, 2. Petugas/pengurus perumahan memberikan pelayanan dengan baik tanpa memandang status sosial (Ernawati, 3 Populasi Dan Sampel Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus Slovin, ycu= ycA ya ycAyeIya Keterangan: n = Ukuran sampel yang akan dicari N = Ukuran populasi E = Margine of error yang meruapakan besaran kesalahan yang diharapkan atau Tingkat akurasi yang digunakan adalah 95%, sehingga batas korelasi kesalahan . = 5% dengan jumlah populasi (N) = 264 unit rumah . umlah rumah berpenghuni perumahan Taman Pesona Teluk dan Bumi Asri Sidasar. Maka diperoleh jumlah sampel minimal yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 160 responden, responden ini diambil dari perumahan Taman Pesona Teluk 50% dan perumahan Bumi Asri Sidasari 50% atau masing-masing perumahan diambil 80 responden. 4 Uji Coba Kuesioner Setelah dilakukan sebaran kuesioner terhadap penghuni perumahan maka kuesioner tersebut diolah melalui tahapan uji validitas dan reliabilitas. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kuesioner yang telah dibuat apakah mudah dipahami atau tidak oleh responden sebelum penelitian. Jika kuesioner tersebut sulit untuk dipahami atau tidak valid maka harus diperbaiki, dan jika kuesioner mudah dipahami atau valid maka langsung melakukan penelitan. Uji Validitas Pengujian validitas dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana alat pengukur . mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas digunakan untuk menghitung nilai korelasi . antara data pada masing-masing pertanyaan dengan skor total. Muhamad Hendri Anggara dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Uji Reliabilitas Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas merupakan pengujian konsistensi skala yang akan memberikan koefisien alpha (). Uji reliabilitas mengetahui konsistensi atau keteraturan hasil pengkuran suatu instrument apabila instrument tersebut digunakan lagi sebagai alat ukur suatu objek atau responden. 5 Analisis Data Penelitian Setelah data dinyatakan valid dan reliabel kemudian data tabulasi kuesioner dihitung menggunakan metode CSI untuk menemukan hasil angka kepuasan penghuni perumahan. CSI (Customer Satisfaction Inde. Customer Satisfaction Index sendiri yaitu efisiensi dimana tidak hanya kepuasan tetapi sekaligus memperoleh informasi yang berhubungan dengan dimensi atau atribut yang perlu diperbaiki, mudah digunakan dan sederhana, serta menggunakan skala yang memiliki sensitifitas atau reliabilitas cukup tinggi. Besarnya nilai CSI maka dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menentukan Mean Importance Score (MIS) dan Mean Satisfaction Score (MSS). MIS adalah rata-rata dari skor kepentingan suatu atribut. Sedangkan MSS adalah rata-rata skor untuk tingkat kepuasan yang berasal dari kinerja jasa yang dirasakan oleh pengguna. MIS = [ Ocyea yeO=ya yeAyeO ] . MSS = [ Ocyea yeO=ya ycyeO ] . yea Keterangan: Yi = Nilai kepentingan atribut Y ke I Xi = Nilai kepuasan atribut X ke I n = Jumlah responden . Menghitung Weight Factor (WF) atau faktor tertimbang. Bobot ini merupakan persentase nilai MIS per indikator terhadap total MIS seluruh indikator. ycycycyeO WF = [ Ocyec ycycycyeO X 100%] . yeO=ya Keterangan: MISi = Nilai rata-rata kepentingan ke-I Oc = Total rata-rata kepentingan dari i ke p . Menghitung Weight Score (WS) atau skor tertimbang. Bobot ini merupakan perkalian antara WF dengan ratarata tingkat kepuasan. Wsi = Wfi x MSS . Keterangan: Wfi = Faktor tertimbang ke-Z Menentukan Customer Satisfaction Index (CSI) yec CSI = [ OcyeO=ya ycycyc ycyc X 100%] . Keterangan: Oc = Total rata-rata kepentingan dari i ke p HS = Skala maksimum yang digunakan atau Higest Scale Tabel 1. Skala Linkert Persentase Skor Skor Mean 81% - 100% 61% - 80% Kualifikasi Sangat Puas Puas Muhamad Hendri Anggara dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Persentase Skor 41% - 60% 21% - 40% 0% - 20% Sumber: Iskandar 2020 Skor Mean Kualifikasi Cukup Puas Kurang Puas Tidak Puas IPA (Importance Performance Analysi. Metode IPA digunakan untuk mengukur hubungan antara harapan konsumen dengan prioritas peningkatan kualitas produk/jasa dengan menampilkan informasi tetang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan. Dalam metode IPA terdapat dua pendekatan yang digunakan, yaitu: Tingkat Kesesuaian Tingkat kesesuaian digunakan untuk mengetahui seberapa besar konsumen merasa puas terhadap kinerja pelayanan, rumus yang digunakan sebagai berikut: yc TK = yeA x 100% . Keterangan: TK = Tingkat Kesesuaian X = skor rata rata- rata tingkat kinerja/kepuasan Y = skor rata Ae rata tingkat kepentingan . Diagram Cartesius Digunakan untuk menggambarkan hubungan antara tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan. Gambar 1. Diagram Cartesius IPA Keempat kuadran tersebut memiliki arti yaitu: Kuadran (I (Concentrate Thes. , memerlukan penanganan yang perlu diprioritaskan oleh tingkat manajemen, karena tingkat kepentingan tinggi sedangkan tingkat kepuasan kinerja rendah. Kuadran II (Keep Up the Good Wor. , menunjukkan daerah yang harus dipertahankan, karena tingkat kepentingan tinggi sedangkan tingkat kepuasan kinerja juga tinggi. Kuadran i (Low Priorit. , daerah prioritas rendah, karena tingkat kepentingan rendah sedangkan tingkat kepuasan kinerja juga rendah. Pada kuadran ini terdapat beberapa faktor yang kurang penting pengaruhnya bagi konsumen. Namun perusahaan harus selalu menampilkan sesuatu yang lebih baik diantara kompetitor yang lain. Kuadran IV (Possible Overkil. , dikategorikan sebagai daerah berlebihan, karena terdapat faktor yang bagi konsumen tidak penting, akan tetapi oleh perusahaan dilaksanakan dengan sangat baik. Selain itu dikarenakan tingkat kepentingan rendah sedangkan tingkat kepuasan kinerja tinggi, sehingga bukan menjadi prioritas yang Muhamad Hendri Anggara dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Hasil dan Pembahasan 1 Uji Coba Kuesioner Berdasarkan hasil pengujian vaiditas dan reliabilitas kuesioner dapat diketahui bahwa 18 atribut telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Karena semua nilai pada setiap item pertanyaan mempunyai nilai r hitung lebih besar dari r tabel, dan 18 item pertanyaan dinyatakan reliabel, karena nilai Cronobach Alpha > 0,6. 2 Analisis Data CSI (Customer Satisfaction Inde. Menentukan Mean Importance Score (MIS) dan Mean Satisfaction Score (MSS). Tabel 2. Hasil Perhitungan MIS Dan MSS Item Pertanyaan Tangibles . Ketersediaan ruang terbuka hijau/taman Ketersediaan sarana olahraga Ketersediaan tempat peribadatan Ketersediaan drainase yang memadai Lebar jalan perumahan memadai Ketersediaan air bersih dan listrik Reliability . Petugas/pengurus dari pihak developer perumahan dapat diandalkan membantu penghuni dalam keamanan Penerapan kepemilikan rumah sesuai aturan Kemudahan akses transportasi Responsiveness . aya tangga. Tempat parkir tiap unit rumah yang memadai Ketersediaan bak sampah disetiap luar rumah Assurancce . Lingkungan bebas banjir Keamanan lingkungan hunian Kenyamanan lingkungan hunian Pengelolaan sampah terpadu Empathy . Petugas/pengurus perumahan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman Petugas/pengurus perumahan sigap dalam membatu/menyelesaikan masalah keluhan penghuni perumahan Petugas/pengurus perumahan memberikan pelayanan dengan baik tanpa memandang status sosial TOTAL Sumber: olah data MIS MSS 4,53 4,30 4,44 4,43 4,33 4,56 4,04 4,16 3,96 4,41 4,16 4,45 4,55 3,67 4,54 4,43 4,41 3,74 4,52 4,31 4,16 4,41 4,49 4,49 4,53 4,46 4,47 3,74 4,44 4,43 4,56 3,76 4,59 3,98 4,51 3,84 80,57 74,23 MIS 4,53 4,30 4,44 4,43 4,33 4,56 5,62 5,34 5,52 5,49 5,38 5,66 Menghitung Weight Factor (WF) atau Faktor Tertimbang Tabel 3. Hasil Perhitungan WF Item Pertanyaan Tangibles . Ketersediaan ruang terbuka hijau/taman Ketersediaan sarana olahraga Ketersediaan tempat peribadatan Ketersediaan drainase yang memadai Lebar jalan perumahan memadai Ketersediaan air bersih dan listrik Muhamad Hendri Anggara dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Item Pertanyaan Reliability . Petugas/pengurus dari pihak developer perumahan dapat diandalkan membantu penghuni dalam keamanan Penerapan kepemilikan rumah sesuai aturan Kemudahan akses transportasi Responsiveness . aya tangga. Tempat parkir tiap unit rumah yang memadai Ketersediaan bak sampah disetiap luar rumah Assurancce . Lingkungan bebas banjir Keamanan lingkungan hunian Kenyamanan lingkungan hunian Pengelolaan sampah terpadu Empathy . Petugas/pengurus perumahan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman Petugas/pengurus perumahan sigap dalam membatu/menyelesaikan masalah keluhan penghuni perumahan Petugas/pengurus perumahan memberikan pelayanan dengan baik tanpa memandang status sosial Sumber: Olah data MIS 4,55 5,65 4,54 4,43 5,64 5,50 4,52 4,31 5,61 5,35 4,49 4,49 4,53 4,46 5,57 5,57 5,62 5,54 4,56 5,66 4,59 5,70 4,51 5,59 Menghitung Weight Score (WS) atau skor tertimbang Tabel 4. Hasil Perhitungan WS Item Pertanyaan Tangibles . Ketersediaan ruang terbuka hijau/taman Ketersediaan sarana olahraga Ketrsediaan tempat peribadatan Ketersediaan drainase yang memadai Lebar jalan perumahan memadai Ketersediaan air bersih dan listrik Reliability . Petugas/pengurus dari pihak developer perumahandapatdiandalkan membantu penghuni dalam keamanan Penerapan kepemilikan rumah sesuai aturan Kemudahan akses transportasi Responsiveness . aya tangga. Tempat parkir tiap unit rumah yang memadai Ketersediaan bak sampah disetiap luar rumah Assurancce . Lingkungan bebas banjir Keamanan lingkungan hunian Kenyamanan lingkungan hunian Pengelolaan sampah terpadu Empathy . Petugas/pengurus perumahan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman Petugas/pengurus perumahan sigap dalam membatu/menyelesaikan masalah keluhan penghuni perumahan Petugas/pengurus perumahan memberikan pelayanan dengan baik tanpa memandang status sosial WS TOTAL MSS 4,04 4,16 3,96 4,41 4,16 4,45 5,62 5,34 5,52 5,49 5,38 5,66 22,68 22,22 21,85 24,20 22,38 25,16 3,67 5,65 20,72 4,41 3,74 5,64 5,50 24,88 20,59 4,16 4,41 5,61 5,35 23,35 23,58 4,47 3,74 4,44 4,43 5,57 5,57 5,62 5,54 24,89 20,82 24,96 24,54 3,76 5,66 21,31 3,98 5,70 22,66 3,84 5,59 21,50 412,28 Muhamad Hendri Anggara dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Menentukan Customer Satisfaction Index (CSI) Nilai CSI didapatkan dari perhitungan total nilai WS dibagi 5 (Skala maksimum linker. CSI = 412,28 = 82,46 Tabel 5. Hasil Perhitungan CSI MIS 80,57 Score Total CSI MSS 74,23 412,28 82,46 Sumber: Olah data Didapatkan nilai CSI sebesar 82,46 % dimana nilai interval skala linkert 81%-100% dinyatakan sangat puas, sehingga bisa dinyatakan bahwa penghuni perumahan merasa sangat puas. IPA (Importance Performance Analysi. Menentukan Tingkat Kesesuaian Item Tabel 6. Perhitungan Tingkat Kesesuaian Kepuasan Kepentingan TK % 4,04 4,16 3,96 4,41 4,16 4,45 3,67 4,41 3,74 4,16 4,41 4,47 3,74 4,44 4,43 3,76 3,98 3,84 Total 74,23 Sumber: Olah data 4,53 4,30 4,44 4,43 4,33 4,56 4,55 4,54 4,43 4,52 4,31 4,49 4,49 4,53 4,46 4,56 4,59 4,51 80,57 89,23 96,80 89,17 99,58 96,10 97,67 80,63 97,11 84,49 92,12 99,58 83,29 97,93 99,30 82,47 86,53 85,30 92,13 Diagram Kartesius Kuadran I (Prioritas Utam. Ketersediaan ruang terbuka hijau. (A. Petugas/pengurus dari pihak developer perumahan dapat diandalkan membantu penghuni dalam keamanan. (A. Keamanan lingkungan hunian. (A. Petugas/pengurus perumahan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman. (A. Petugas/pengurus perumahan sigap dalam membatu/menyelesaikan masalah keluhan penghuni perumahan. (A. Petugas/pengurus perumahan memberikan pelayanan dengan baik tanpa memandang status sosial. (A. Muhamad Hendri Anggara dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . II. Kuadran II (Pertahankan Prestas. Ketersediaan air bersih dan listrik. (A. Penerapan kepemilikan rumah sesuai aturan. (A. Tempat parkir tiap unit rumah yang memadai. (A. Lingkungan bebas banjir. (A. Kenyamanan lingkungan hunian. (A. Kuadran i . Ketersediaan tempat peribadatan. (A. Kemudahan akses transportasi. (A. IV. Kuadran IV . Ketersediaan sarana olahraga. (A. Ketersediaan drainase yang memadai. (A. Lebar jalan perumahan memadai. (A. Ketersediaan bak sampah disetiap luar rumah. (A. Pengelolaan sampah terpadu. (A. Gambar 2. Diagram Kartesius Sumber: Olah Data Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian kesimpulan yang diperoleh yaitu: Berdasarkan hasil analisis Customer Satisfaction Index (CSI) mengenai indeks kepuasan penghuni perumahan bersubsidi di Purwokerto didapatkan hasil 82,46% yang dimana nilai tersebut berada pada interval 81% - 100% sehingga bisa dinyatakan bahwa penghuni perumahan bersubsidi di Purwokerto merasa Ausangat puasAy terhadap kualitas dan fasilitas lingkungan perumahan. Berdasarkan hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA) diketahui dalam diagram kartesius terdapat 6 faktor atribut yang tergolong dalam kuadran I atau prioritas utama yang harus ditingkatkan/dikembangkan dalam menentukan kepuasan penghuni perumahan bersubsidi. Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu Muhamad Hendri Anggara dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . ketersediaan ruang terbuka hijau, keandalan petugas/pengurus perumahan dalam membantu keamanan penghuni perumahan, keamanan lingkungan hunian, empati petugas/pengurus perumahan dalam menjaga kebersihan, membantu/menyelesaikan masalah keluhan penghuni perumahan, dan pelayanan yang baik tanpa memandang status sosial. 2 Saran Berdasarkan hasil analisis Customer Satisfaction Index (CSI) mengenai kepuasan penghuni perumahan bersubsidi di Purwokerto dinyatakan penghuni perumahan merasa sangat puas, sehingga diharapkan pihak pengembang atau developer dapat mempertahankan dan meningkatkan mutu kualitas perumahan agar penghuni tetap merasakan puas. Berdasarkan hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA) terdapat beberapa faktor yang perlu ditingkatkan/dikembangkan guna mencapai kepuasan yang maksimal. Oleh karena itu ada beberapa saran atau rekomendasi dari penulis terutama untuk pihak pengembang atau developer, terutama dalam segi keamanan yaitu ditingkatkannya keamanan pada perumahan bersubsidi seperti disediakannya pagar pembatas komplek atau satpam keamanan, sehingga orang luar tidak bisa seenaknya keluar masuk komplek perumahan, karena masih ada beberapa penghuni yang merasa kehilangan barang seperti helm, sepatu atau barang-barang lainnya. Selain itu sikap empati petugas/pengurus perumahan juga perlu ditingkatkan terhadap penghuni perumahan. Daftar Pustaka