Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Pengembangan Desain Interior Kelas PAUD Berbasis Pendidikan Karakter Terhadap Perkembangan Emosi Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Al Hidayah Stabat Sri Agustina1. Putri Dian indah2. Elsa Aulisti3. Imelda Fransiska4. Ampun Bantali5 1,2,3,4,5 Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. Indonesia Corresponding Author: : sriagustina2192@gmail. ABSTRACT ARTICLE INFO Article history: Received 01 November 2025 Revised 05 December 2025 Accepted 20 December 2025 Key Word How to cite Lingkungan belajar pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan emosi anak, khususnya melalui pengelolaan desain interior kelas yang ramah anak dan bermuatan nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji efektivitas desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter terhadap perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun di TK Al Hidayah Stabat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) yang mengadaptasi tahapan Borg and Gall. Subjek penelitian berjumlah 30 anak kelompok B yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi, dengan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji prasyarat . ji normalitas dan homogenita. , serta uji efektivitas menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter memperoleh tingkat kelayakan sangat layak berdasarkan validasi ahli dengan rata-rata persentase sebesar 87,9%. Selain itu, hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. , yang menandakan adanya perbedaan peningkatan perkembangan emosi yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini membuktikan bahwa desain interior kelas yang terintegrasi dengan nilai-nilai pendidikan karakter secara efektif mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara Dengan demikian, desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter dapat dijadikan sebagai salah satu strategi pendukung pembelajaran dalam mengoptimalkan perkembangan emosi anak usia dini. Desain Interior Kelas. Pendidikan Karakter. Perkembangan Emosi. Anak Usia Dini. PAUD https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fase awal tumbuh kembang yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak, karena pada periode ini seluruh aspek perkembanganAitermasuk kognitif, sosial, dan emosionalAimulai terbentuk secara Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 Lingkungan belajar di lembaga PAUD tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan formal, tetapi juga menjadi wahana stimulasi multidimensional yang sangat menentukan kualitas perkembangan anak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang ramah anak, termasuk aspek desain interior ruang kelas, memainkan peran signifikan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta mempengaruhi perkembangan emosi anak secara positif (Herminia, 2025. Susanti dkk. Oleh karena itu, pengembangan ruang kelas yang mempertimbangkan aspek ergonomis, warna, tata letak, dan stimulus visual perlu mendapat perhatian serius dalam praktik pendidikan PAUD. Desain interior kelas yang baik dapat menciptakan suasana aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak, yang selanjutnya berimplikasi pada kesiapan emosional mereka untuk belajar dan berinteraksi. Sejumlah studi empiris menunjukkan bahwa lingkungan fisik kelas yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan psikologis dan perilaku anak akan meningkatkan keterlibatan, konsentrasi, serta regulasi emosional anak selama kegiatan pembelajaran (Herminia, 2025. Susanti dkk. Fokus pada desain interior kelas bukan sekadar estetika semata, melainkan sebagai alat pendidikan yang dapat memfasilitasi pembentukan Auzona emosi positifAy yang membantu anak mengenal, mengekspresikan, serta mengelola emosinya dengan lebih matang. Lebih spesifik, lingkungan belajar yang dikategorikan ramah anak mencakup pengaturan ruang yang fleksibel, penggunaan warna yang menenangkan, pencahayaan yang cukup, serta media visual yang sesuai dengan karakter perkembangan anak. Faktor-faktor ini telah dibuktikan berkontribusi secara signifikan terhadap kondisi emosional anak usia dini, khususnya dalam hal pengendalian emosi dan kemampuan berinteraksi sosial (Herminia, 2. Hal ini selaras dengan kebutuhan anak usia 5Ae6 tahun yang berada dalam tahapan perkembangan emosi kompleks, di mana mereka mulai mengidentifikasi perasaan, menyampaikan keinginan, serta merespons emosi orang lain secara lebih adaptif. Dengan demikian, desain ruang kelas yang strategis akan menjadi stimulan penting bagi anak untuk membangun keterampilan emosi yang sehat dan berkelanjutan. Selain itu, pendidikan karakter yang terintegrasi dalam ruang belajar dapat memperkuat proses internalisasi nilai-nilai moral pada anak. Pendidikan karakter pada usia dini menekankan pada pengembangan nilai seperti disiplin, tanggung jawab, empati, dan kemandirian sebagai bagian dari pembentukan kepribadian anak sejak dini (Izhama & Muarifuddin, 2. Ketika pendidikan karakter dipadukan dalam desain interior kelas misalnya melalui simbol, poster nilai-nilai karakter, dan sudut refleksi emosi anak mendapatkan rangsangan yang konsisten untuk belajar mengelola dan menampilkan perilaku karakter positif dalam konteks sosial mereka sehari-hari. Pendekatan ini akan memperkuat pembelajaran karakter tidak hanya secara kognitif Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 tetapi juga secara emosional, karena anak belajar melalui keterlibatan langsung dengan lingkungan yang mendukung. Hubungan antara desain interior kelas dan perkembangan emosi anak juga dapat dilihat dari bagaimana ruang tersebut memfasilitasi ekspresi diri dan interaksi antar Ketika ruang kelas dirancang untuk mendukung aktivitas bebas, eksploratif, dan kolaboratif, anak akan cenderung merasa percaya diri untuk berinteraksi dan mengekspresikan perasaannya dalam kelompok (Herminia, 2. Interaksi ini sangat penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak, karena melalui pengalaman bersama teman sebaya, anak mempelajari bagaimana menanggapi emosi orang lain, berbagi, serta menyelesaikan konflik kecil yang biasa terjadi dalam permainan atau kegiatan kelompok. Dengan demikian, desain ruang kelas yang dirancang secara kontekstual dan stimulatif berkontribusi langsung dalam memperkuat basis keterampilan emosi sosial anak. Lebih lanjut, penelitian terkini juga menunjukkan bahwa lingkungan kelas yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek psikologi ruang mampu mengurangi tingkat stres dan kecemasan pada anak usia dini saat berada di sekolah (Herminia. Misalnya, pencahayaan alami yang memadai, adanya ruang refleksi yang tenang, dan penggunaan warna yang lembut telah dikaitkan dengan peningkatan kenyamanan emosional anak serta kemampuan mereka dalam mengatasi ketidaknyamanan hati kecil selama aktivitas pembelajaran berlangsung. Hal ini relevan dengan temuan penelitian ini bahwa desain interior kelas yang memenuhi kriteria kenyamanan, keamanan, dan stimulasi karakter terbukti berpengaruh signifikan terhadap perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun. Kebutuhan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan emosional juga selaras dengan tujuan pendidikan PAUD secara holistik, yaitu mengembangkan semua aspek tumbuh kembang anak secara seimbangAifisik, kognitif, sosial, dan emosional. Ketidakseimbangan stimulasi di ruang kelas dapat menyebabkan gangguan pada proses belajar emosional anak, yang pada akhirnya berdampak pada perilaku anak baik di sekolah maupun di rumah. Oleh karena itu, desain ruang kelas PAUD tidak boleh dipandang sebagai hal sekunder, tetapi sebagai bagian integral dari proses pendidikan yang bermakna dan systematis (Susanti dkk. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa desain interior kelas yang berbasis pada prinsip pendidikan karakter dan kebutuhan perkembangan emosional anak usia 5Ae6 tahun merupakan elemen penting yang perlu dikembangkan secara terencana dan berkesinambungan. Lingkungan fisik kelas yang mendukung tidak hanya bertindak sebagai latar pembelajaran, tetapi juga sebagai agen pembentuk perilaku emosi dan karakter anak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi secara empiris pengaruh desain interior kelas berbasis pendidikan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 karakter terhadap perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun di TK Al Hidayah Stabat, dengan harapan dapat memberikan kontribusi pada upaya peningkatan kualitas pembelajaran di PAUD secara umum. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan serta menguji efektivitas desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter terhadap perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada tahapan Borg and Gall yang disederhanakan, meliputi analisis kebutuhan, perancangan desain interior kelas, validasi ahli, revisi produk, dan uji coba lapangan. Penelitian dilaksanakan di TK Al Hidayah Stabat dengan subjek penelitian anak kelompok B usia 5Ae6 tahun. Sampel penelitian terdiri atas 30 anak, yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing berjumlah 15 anak. Desain penelitian yang digunakan adalah pretestAeposttest control group design, sehingga memungkinkan peneliti untuk membandingkan perkembangan emosi anak sebelum dan sesudah penerapan desain interior kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, angket, dan Observasi dilakukan untuk mengukur perkembangan emosi anak menggunakan instrumen yang disusun berdasarkan indikator perkembangan emosi anak usia dini, yang mencakup kemampuan mengenali emosi, mengendalikan emosi, mengekspresikan perasaan secara tepat, serta berinteraksi sosial secara positif. Angket digunakan untuk memperoleh data penilaian kelayakan desain interior kelas dari para ahli, guru, dan respon anak dengan menggunakan skala Likert. Instrumen penelitian terlebih dahulu diuji melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan ketepatan dan konsistensi pengukuran. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung berupa foto kegiatan pembelajaran, kondisi kelas, serta arsip penilaian perkembangan anak selama penelitian berlangsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Data kelayakan desain interior kelas dianalisis menggunakan rumus persentase untuk menentukan kategori kelayakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data perkembangan emosi anak dianalisis melalui uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji t . ndependent sample t-tes. untuk mengetahui perbedaan peningkatan perkembangan emosi antara kelas eksperimen dan kelas Pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi dengan taraf kesalahan 0,05. Seluruh proses analisis data bertujuan untuk memastikan bahwa desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter yang dikembangkan tidak hanya layak secara teoritis, tetapi juga efektif secara empiris dalam meningkatkan perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan baik secara pedagogis maupun psikologis anak usia 5Ae6 tahun. Desain interior kelas dirancang dengan memperhatikan unsur warna, penataan ruang, keamanan, serta integrasi nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, empati, dan kemandirian. Lingkungan kelas ditata menjadi beberapa zona aktivitas yang memungkinkan anak untuk belajar, bermain, dan mengekspresikan emosi secara alami. Pengembangan desain interior ini dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan awal, validasi ahli, revisi, dan uji coba lapangan. Sebelum diimplementasikan, desain interior kelas divalidasi oleh tiga orang ahli yang terdiri atas ahli desain interior PAUD, ahli pendidikan karakter, dan ahli PAUD. Penilaian dilakukan menggunakan instrumen skala Likert dengan skor maksimal 80 pada masing-masing validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa ahli desain interior memberikan skor 68 dengan persentase kelayakan sebesar 85,0%, ahli pendidikan karakter memberikan skor 70 dengan persentase 87,5%, dan ahli PAUD memberikan skor 73 dengan persentase 91,3%. Perhitungan persentase kelayakan dilakukan menggunakan rumus: persentase = . kor diperoleh/skor maksima. y 100%. Rata-rata persentase kelayakan yang diperoleh adalah 87,9%, sehingga desain interior kelas dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran PAUD. Tabel 1. Hasil Validasi Ahli Skor Skor Validator Persentase Kriteria Maksimal Diperoleh Ahli Desain Interior 85,0% Sangat Layak Ahli Pendidikan Karakter 87,5% Sangat Layak Ahli PAUD 91,3% Sangat Layak Rata-rata 87,9% Sangat Layak Setelah dinyatakan layak oleh para ahli, desain interior kelas diimplementasikan melalui beberapa tahap uji coba, yaitu uji coba satu-satu, kelompok kecil, dan uji Penilaian pada tahap uji coba dilakukan oleh guru kelas untuk melihat keterlaksanaan desain serta dampaknya terhadap perilaku dan emosi anak. Hasil penilaian guru menunjukkan bahwa pada tahap uji coba satu-satu diperoleh persentase sebesar 88,5%, pada uji kelompok kecil sebesar 92,0%, dan pada uji lapangan sebesar 94,5%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa desain interior kelas semakin optimal digunakan pada setiap tahap uji coba. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 Tabel 2. Hasil Penilaian Guru Tahap Uji Persentase Uji Satu-satu 88,5% Uji Kelompok Kecil 92,0% Uji Lapangan 94,5% Kriteria Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Selain penilaian dari guru, respon anak terhadap lingkungan kelas juga diamati melalui lembar observasi yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia 5Ae6 tahun. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak merasa lebih nyaman, aktif, dan mampu mengekspresikan emosi secara positif. Persentase penilaian siswa pada tahap uji coba satu-satu mencapai 86,7%, uji kelompok kecil sebesar 90,8%, dan uji lapangan sebesar 93,6%. Data ini menunjukkan bahwa desain interior kelas berbasis pendidikan karakter mendapatkan respon yang sangat baik dari anak. Tabel 3. Hasil Penilaian Siswa Tahap Uji Persentase Kriteria Uji Satu-satu 86,7% Sangat Baik Uji Kelompok Kecil 90,8% Sangat Baik Uji Lapangan 93,6% Sangat Baik Untuk mengetahui pengaruh desain interior kelas terhadap perkembangan emosi anak, dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah penerapan desain melalui pretest dan posttest. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata skor perkembangan emosi anak pada kelas eksperimen meningkat dari 62,4 pada pretest menjadi 82,7 pada Sementara itu, kelas kontrol mengalami peningkatan yang lebih rendah, yaitu dari 61,9 menjadi 70,3. Perbedaan peningkatan ini menunjukkan adanya pengaruh positif dari desain interior kelas berbasis pendidikan karakter terhadap perkembangan emosi anak. Tabel 4. Rata-rata Skor Pretest dan Posttest Perkembangan Emosi Anak Kelas Jumlah Anak Pretest Posttest Eksperimen Kontrol Instrumen yang digunakan untuk mengukur perkembangan emosi anak terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas dilakukan terhadap 20 butir pernyataan dengan nilai r tabel sebesar 0,514. Hasil uji menunjukkan bahwa 15 butir Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 pernyataan dinyatakan valid karena memiliki nilai r hitung > r tabel, sedangkan 5 butir lainnya dinyatakan tidak valid dan tidak digunakan dalam penelitian. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Instrumen Perkembangan Emosi Anak r tabel (N = 15, = 0,. = 0,514 No. Keterangan Item hitung tabel 0,623 0,514 Valid 0,702 0,514 Valid 0,331 0,514 Tidak Valid 0,645 0,514 Valid 0,588 0,514 Valid 0,412 0,514 Tidak Valid 0,671 0,514 Valid 0,295 0,514 Tidak Valid 0,734 0,514 Valid 0,689 0,514 Valid 0,448 0,514 Tidak Valid 0,392 0,514 Tidak Valid 0,761 0,514 Valid 0,406 0,514 Tidak Valid 0,365 0,514 Tidak Valid 0,421 0,514 Tidak Valid 0,698 0,514 Valid 0,287 0,514 Tidak Valid 0,726 0,514 Valid 0,681 0,514 Valid Berdasarkan hasil uji validitas terhadap 20 butir instrumen perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun, diperoleh 11 butir instrumen yang dinyatakan valid karena memiliki nilai r hitung > r tabel . , yaitu item nomor 1, 2, 4, 5, 7, 9, 10, 13, 17, 19. Sementara itu, 9 butir instrumen dinyatakan tidak valid karena nilai r hitung < r tabel, sehingga tidak digunakan dalam analisis selanjutnya. Instrumen yang valid kemudian digunakan untuk mengukur perkembangan emosi anak pada tahap pretest dan posttest, serta dilanjutkan ke tahap uji reliabilitas dan uji efektivitas. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar indikator yang disusun telah mampu merepresentasikan aspek perkembangan emosi anak secara tepat dan konsisten. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 Uji reliabilitas instrumen dilakukan menggunakan rumus CronbachAos Alpha dan menghasilkan nilai sebesar 0,782. Nilai tersebut menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi karena lebih besar dari 0,70, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian. Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen CronbachAos Alpha Jumlah Item Kriteria Reliabel 0,782 Tinggi Sebelum dilakukan uji efektivitas, data terlebih dahulu diuji prasyarat melalui uji normalitas dan homogenitas. Hasil uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,183 untuk kelas eksperimen dan 0,201 untuk kelas kontrol, sehingga data berdistribusi normal karena nilai signifikansi > 0,05. Uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,268, yang berarti data bersifat Tabel 7. Hasil Uji Normalitas dan Homogenitas Jenis Uji Nilai Sig. Keterangan Normalitas > 0,05 Normal Homogenitas 0,268 Homogen Berdasarkan terpenuhinya prasyarat analisis, selanjutnya dilakukan uji efektivitas menggunakan uji t. Hasil perhitungan uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,216 dengan nilai signifikansi . -taile. sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter secara signifikan berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun di TK Al Hidayah Stabat. Tabel 8. Hasil Uji t t hitung df Sig. -taile. Keterangan 4,216 0,000 Signifikan Berdasarkan Tabel 8 Hasil Uji t, diperoleh nilai t hitung sebesar 4,216 dengan derajat kebebasan . sebanyak 28 dan nilai signifikansi (Sig. 2-taile. sebesar 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari taraf kesalahan yang ditetapkan, yaitu 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HCA ditolak dan HCA diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor perkembangan emosi anak pada kelas eksperimen yang menggunakan desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter dengan kelas kontrol yang menggunakan desain interior kelas Dengan demikian, hasil uji t ini membuktikan secara statistik bahwa penerapan desain interior kelas berbasis pendidikan karakter berpengaruh nyata dan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 efektif dalam meningkatkan perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun di TK Al Hidayah Stabat. Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa lingkungan fisik kelas yang dirancang secara terencana dan berorientasi pada nilai karakter mampu menjadi stimulus positif dalam mendukung regulasi emosi, rasa aman, serta kemampuan interaksi sosial anak selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter yang diterapkan di TK Al Hidayah Stabat terbukti efektif dalam meningkatkan perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun. Temuan ini ditunjukkan oleh adanya perbedaan peningkatan skor perkembangan emosi yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, di mana kelas eksperimen mengalami peningkatan ratarata skor yang lebih tinggi setelah penerapan desain interior kelas. Hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. mengindikasikan bahwa perubahan tersebut bukan terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan dampak langsung dari perlakuan yang diberikan. Hal ini menegaskan bahwa lingkungan fisik kelas memiliki peran penting sebagai stimulus eksternal dalam mendukung perkembangan emosi anak usia dini. Keefektifan desain interior kelas yang dikembangkan tidak terlepas dari integrasi nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam lingkungan belajar anak. Penataan ruang yang dibagi ke dalam zona aktivitas, penggunaan warna yang menenangkan, serta kehadiran media visual bermuatan karakter memberikan pengalaman belajar yang konsisten dan bermakna bagi anak. Anak tidak hanya menerima pembelajaran karakter secara verbal, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan lingkungannya. Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan karakter akan lebih efektif apabila diinternalisasikan melalui pengalaman konkret dan berulang dalam kehidupan seharihari anak (Izhama & Muarifuddin, 2. Peningkatan perkembangan emosi anak pada kelas eksperimen juga terlihat pada aspek kemampuan mengenali emosi, mengendalikan perasaan, serta berinteraksi sosial secara positif. Anak menunjukkan kecenderungan lebih tenang, mampu mengekspresikan perasaan secara verbal, dan lebih kooperatif dalam kegiatan Hal ini menunjukkan bahwa desain interior kelas yang nyaman dan aman secara psikologis dapat mengurangi kecemasan serta meningkatkan rasa percaya diri Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa lingkungan belajar yang dirancang sesuai kebutuhan psikologis anak mampu meningkatkan stabilitas emosi dan perilaku adaptif anak usia dini (Susanti dkk. , 2. Dari sisi kelayakan, hasil validasi ahli yang mencapai rata-rata 87,9% dengan kategori sangat layak menunjukkan bahwa desain interior kelas telah memenuhi standar pedagogis, ergonomis, dan psikologis anak usia dini. Penilaian positif dari guru dan siswa pada setiap tahap uji coba juga menunjukkan bahwa desain interior kelas mudah diterapkan dan diterima dengan baik dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 Lingkungan kelas yang tertata dengan baik membantu guru dalam mengelola kelas dan memfasilitasi aktivitas pembelajaran yang lebih efektif, sekaligus menciptakan suasana emosional yang positif bagi anak. Selain itu, hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen perkembangan emosi menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tingkat ketepatan dan konsistensi yang baik. Instrumen yang valid dan reliabel memastikan bahwa data perkembangan emosi anak yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi emosional anak selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, kesimpulan mengenai efektivitas desain interior kelas berbasis pendidikan karakter didukung oleh data empiris yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa desain interior kelas PAUD tidak dapat dipandang hanya sebagai unsur estetika, melainkan sebagai bagian integral dari strategi pendidikan karakter dan pengembangan emosi anak. Lingkungan kelas yang dirancang secara sadar dan sistematis mampu berfungsi sebagai Aupendidik ketigaAy setelah orang tua dan guru. Oleh karena itu, pengembangan desain interior kelas berbasis pendidikan karakter menjadi salah satu alternatif strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan perkembangan emosi anak usia dini secara holistik dan berkelanjutan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa desain interior kelas PAUD berbasis pendidikan karakter yang dikembangkan dan diterapkan di TK Al Hidayah Stabat dinyatakan sangat layak dan efektif dalam meningkatkan perkembangan emosi anak usia 5Ae6 tahun. Kelayakan desain interior kelas dibuktikan melalui hasil validasi ahli yang menunjukkan persentase rata-rata sebesar 87,9% dengan kategori sangat layak, serta didukung oleh respon positif dari guru dan anak pada setiap tahap uji coba. Lingkungan kelas yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek warna, penataan ruang, keamanan, dan integrasi nilai-nilai karakter terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan kondusif, sehingga anak lebih mudah mengekspresikan perasaan, mengendalikan emosi, serta berinteraksi sosial secara positif selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu, efektivitas desain interior kelas berbasis pendidikan karakter juga ditunjukkan melalui hasil analisis statistik yang memperlihatkan adanya perbedaan peningkatan perkembangan emosi yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas Hasil uji t dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. menegaskan bahwa penerapan desain interior kelas memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kemampuan emosional anak, khususnya dalam aspek pengenalan emosi, regulasi Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1062-1073 emosi, dan perilaku sosial adaptif. Dengan demikian, desain interior kelas PAUD tidak hanya berperan sebagai unsur estetika atau pelengkap pembelajaran, tetapi juga sebagai bagian integral dari strategi pendidikan karakter yang berkontribusi secara langsung terhadap perkembangan emosi anak usia dini secara holistik dan DAFTAR PUSTAKA