Journal of Islamic Economics. Banking, and Social Finance Vol. 1,No. 1, 2025. Pp. 74-84 E-ISSN: 3109-0389 Doi: https://doi. org/10. 61111/jiebsf. Studi Minat Masyarakat terhadap Bank Syariah dan Bank Konvensional di Kampung Sumadra Rian Agustiana1. Pranoto Effendi2. Azis Budi Setiawan3 1,2,. Institut Agama Islam SEBI. Depok. Indonesia Abstract This research aims to analyze the comparison of public interest in Sharia Banks and Conventional Banks in Sumadra Village. Garut Regency, using qualitative methods through interviews with twelve The analysis results show that the main factors in bank selection involve business needs, income level, and ease of access. Conventional banking practices that are sustainable in the local environment are the main selection factor. Ease of use of banking services, especially transfers and savings and loans, is also a key consideration. Although awareness about Islamic banking exists, not all respondents seek further information about Islamic banking services. However, the majority showed positive interest in Islamic banking, with a desire to use such services if they were more accessible. The obstacles faced by Islamic banks are limitations and lack of service networks. Therefore, it is recommended that Islamic banks consider expanding service networks and improving marketing Keywords: Bank Service Selection. Ease of Access. Public Interest. Islamic Bank Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari minat masyarakat dalam bertransaksi dengan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Kampung Sumadra. Kabupaten Garut, dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan wawancara dengan dua belas responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama dalam pemilihan bank melibatkan kebutuhan bisnis, tingkat pendapatan, dan kemudahan Praktik perbankan konvensional yang berkelanjutan di lingkungan setempat menjadi faktor utama pemilihan. Kemudahan penggunaan layanan perbankan, khususnya transfer dan simpan pinjam, juga menjadi pertimbangan utama. Meskipun kesadaran tentang bank syariah ada, tidak semua responden mencari informasi lebih lanjut tentang layanan perbankan syariah. Namun, mayoritas menunjukkan minat positif terhadap bank syariah, dengan keinginan untuk menggunakan layanan tersebut jika lebih mudah diakses. Kendala yang dihadapi bank syariah adalah keterbatasan dan kurangnya jaringan pelayanan. Oleh karena itu, disarankan agar bank syariah mempertimbangkan ekspansi jaringan pelayanan dan perbaikan strategi pemasaran. Kata Kunci: Pemilihan Layanan Bank. Kemudahan Akses. Minat Masyarakat. Bank Syariah Article History: History: Received: 25/12/2024. Revised: 25/12/2024. Corresponding Author: pranoto. effendi@sebi. All current issues and full text available at: https://journal. id/index. php/jiebsf Accepted: 14/04l/2025 This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons attribution license . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), whichpermits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited . Studi Minat Masyarakat terhadap Bank Syariah dan Bank Konvensional di Kampung Sumadra PENDAHULUAN Istilah perbankan sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, di mana bank adalah salah satu lembaga pembiayaan yang menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh pembiayaan atau pinjaman sebagai modal untuk membuka usaha. Masyarakat dapat memanfaatkan produk dan jasa yang disediakan oleh perbankan guna mendorong perkembangan usahanya. Namun, dengan adanya sistem dual perbankan, masyarakat diberikan dua pilihan yaitu perbankan konvensional dan perbankan syariah. Hal tersebut menimbulkan kebimbangan kepada masyarakat dalam menentukan pilihannya (Eka, 2. Dalam konteks persaingan, bank biasanya menarik minat calon nasabah dengan memanfaatkan faktor-faktor internal yaitu dengan inovasi dan kemampuan bersaing melalui peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia, sementara dari sisi faktor eksternal, bank memanfaatkan berbagai aspek yang meliputi kondisi lingkungan, budaya, keuangan, kemajuan teknologi, perubahan sosial, ekonomi, politik dan memertimbangkan keuntungan apa saja yang akan diperoleh oleh masyarakat (Eka, 2. Bank syariah sendiri hadir sebagai pilihan alternatif dalam menyediakan layanan jasa perbankan bagi umat Islam yang ingin menghindari praktik riba. Dalam beberapa tahun terakhir, perbankan syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang luar Perkembangan ini dapat dijadikan sebagai ukuran keberhasilan dan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Bukan itu saja dengan semakin berkembangnya perbankan syariah di Indonesia akan semakin maksimal pula peran perbankan syariah dalam menumbuhkan perekonomian nasional untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia (Ihsan et al. , 2. Jumlah bank syariah yang semakin banyak yang menjalankan prinsip syariah akan memberi pengaruh terhadap pertumbuhan bank syariah di Indonesia yang notabene penduduknya sebagian besar adalah umat muslim. Sayangnya persentase keterlibatan dan partisipasi umat Islam dalam bank syariah masih sangat minim yaitu hanya sebesar 9,13%. Sementara persentase umat muslim adalah sebesar 87,2%. Oleh karena itu masyarakat Muslim Indonesia belum sepenuhnya ikut berpartisipasi dalam pengembangan perbankan Syariah (Nengsih et al. , 2. Salah satu alasan masyarakat untuk menabung di perbankan Syariah adalah karena kesesuaiannya dengan sistem syariah berdasarkan prinsip bahwa bunga bank adalah riba yang hukumnya adalah haram, sedangkan bagi hasil hukumnya adalah halal (Ihsan et al. , 2. Namun apakah hal ini sudah dipahami oleh masyarakat atau belum dan apakah ini dapat menjadi pendorong mereka untuk membuka rekening dan bertransaksi di bank syariah adalah pertanyaan yang layak untuk diteliti. Penelitian sebelumnya telah mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat terhadap perbankan yaitu jenis produk yang ditawarkan, kepuasan terhadap pelayanan, promosi, kemudahan administrasi dan lokasi (Nuryati, 2. Selain itu juga ada faktor lain antara lain fasilitas yang memadai dan mudah dijangkau (Zakiah, 2. , faktor kebutuhan (Pauzia et. al, 2. , keyakinan (Rohmadi & Nurbaiti, 2. serta faktor persepsi (Putra & Septiana, 2. Sehingga studi kali ini dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki apakah faktor-faktor penyebab ini juga terkonfirmasi di wilayah lain yang respondennya adalah masyarakat Kampung . Studi Minat Masyarakat terhadap Bank Syariah dan Bank Konvensional di Kampung Sumadra Sumadra. Penelitian diarahkan untuk mengungkap minat mereka dalam memilih bertransaksi dengan bank syariah dan juga bank konvensional. KAJIAN LITERATUR Minat . dapat diartikan sebagai tingginya kecenderungan atau kegairahan, serta keinginan yang besar terhadap suatu hal. Kalau merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata minat mempunyai arti "kecenderungan hati yang tinggi terhadap suatu gairah atau keinginan". Minat merupakan dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri tanpa adanya tekanan atau paksaan dari orang lain, dan bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Nuryati, 2. Minat beli adalah keinginan konsumen untuk memperoleh suatu merek atau melakukan tindakan terkait pembelian, yang dapat diukur melalui sejauh mana kemungkinan konsumen akan melakukan pembelian tersebut (Andespa, 2. Tahapan minat terdiri dari pencarian informasi, pertimbangan yang matang dan pengambilan keputusan untuk memilih. Pengetahuan dari pencarian informasi sangat menentukan pembentukan minat, yang dalam hal ini dapat mengambil tiga bentuk yaitu pengetahuan tentang produk, pengetahuan tentang pembelian dan pengetahuan tentang pemakaian. Produk perbankan syariah maupun konvensional sepintas mirip tetapi secara esensi berbeda. Perbedaannya secara umum berikut tersaji dalam Tabel 1 di bawah Tabel 1. Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional Variabel Bank Syariah Bank Konvensional Proses Kegiatan usaha harus sesuai Tidak harus sesuai prinsip-prinsip syariah, yang dengan prinsip-prinsip Riba syariah (Tambaha. Gharar (Ketidakjelasa. Maysir . Dzalim (Perkara yang menimbulkan Peran/Fungsi Uang Fungsi uang bukan sebagai diperdagangkan, melainkan uang harus digunakan dalam transaksi yang mendasarinya . nderlying transactio. Fungsi uang sebagai penggunaan uang tidak Sumber NonRiba: pendapatan jual beli Riba: , pendapatan bagi tambahan hasi, pendapatan sewa . bunga bank Penyaluran Hanya pada bidang usaha Jenis usaha halal dan . dan haram, memberikan manfaat saja. Journal of Islamic Economics. Banking, and Social Finance . Dasar ketentuan Fatwa Dewan Syariah (DSN). Bank Indonesia Peraturan Bank Indoneisa (PBI) dan Opini Dewan Pengawas (DPS) Pengawas Usaha Bank Indonesia (BI) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Akad antara Kesepakatan antara nasabah dan dan bank ditetapkan di awal Bank Perubahan tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan bersama. Bank Indonesia Peran di sektor Untuk perannya di sektor riil, lembaga keuangan tersebut harus menyalurkan minimal terhimpun dalam bentuk pembiayaan (FDR minimal 80%). Tidak ada ketetapan yang disalurkan harus 80% dari dana yang terhimpun (FDR tidak 80%). Peran di bidang Mampu melaksanakan peran sosial dengan menerima dana sosial, hibah dan wakaf yang disalurkan kepada organisasi pengelola zakat dan wakaf. Pembagian Menerapkan prinsip kerja sama di mana pembagian signifikan pada pendapatan Semakin pendapatan bank, semakin besar pula bagi hasil yang akan diterima oleh nasabah. Sumber : Arifin . Tidak dapat menerima dana sosial dan wakaf Kesepakatan dapat disetujui pada permulaan perjanjian dan tidak konsisten. Perubahan persetujuan bersama. Tidak prinsip kerja sama hasil yang berdampak pada pendapatan bank. Hanya merujuk pada ketentuan suku bunga SBI. Penelitian sebelumnya telah mengungkap faktor yang menentukan minat penggunaan perbankan yaitu informasi tentang produk perbankan, jumlah penghasilan, lokasi kantor, proses administrasi dan alasan pekerjaan (Syamsurizal al, 2. Aziz . menambahkan faktor lain seperti kemudahan transaksi, kualitas pelayanan, kelengkapan fasilitas dan juga pengetahuan nasabah. Selain itu faktor sikap dan nilai yang dimiliki nasabah juga berpengaruh terhadap minat dalam bertransaksi dengan perbankan (Jamil et. , 2. Studi Minat Masyarakat terhadap Bank Syariah dan Bank Konvensional di Kampung Sumadra METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat kualitatif komparatif dengan yang bersifat deskriptif dan bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendasar tentang sebab-akibat fenomena tertentu dengan menganalisis faktor-faktor penyebabnya (Basuki, 2. Lokasi penelitian dilakukan di masyarakat Kampung Sumadra. Kecamatan Pamulihan. Kabupaten Garut. Lokasi Kampung Sumadra cukup strategis, dekat pusat kota serta jalur transportasi utama yang menghubungkan kawasan pemukiman dengan pusat perekonomian, seperti pasar dan bank. Masyarakat di Kampung Sumadra ini memiliki akses terhadap bank-bank konvensional dan syariah seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank Negara Indonesia (BNI). Bank Mandiri. Bank BJB. Bank Woori Saudara (BWS). Bank BTPN. Bank Sinarmas. Bank BPRS Parahyangan, dan Bank Muamalat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap responden. Analisis data dilakukan dengan menerapkan model analisis interaksi, di mana langkah reduksi data dan penyajian data dilakukan simultan dengan proses pengumpulan data (Sugiyono, 2. Terdapat tiga tahap dalam proses analisis yaitu pertama, reduksi data dengan melakukan rangkuman, memilih poin-poin penting, dan fokus pada hal-hal yang relevan, serta mengidentifikasi tema dan pola yang ada sambil menghapus hal-hal yang tidak diperlukan. Kedua adalah penyajian data dalam format deskripsi ringkas yang memudahkan tahap ketiga yaitu penarikan kesimpulan. Bagian ini berisi ringkasan metode penelitian, meliputi jenis dan metode penelitian, subjek penelitian . opulasi dan sampe. , teknik pengumpulan data, alat pengumpulan data serta teknik analisis data. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data Responden Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan berupa catatan, narasi, ungkapan maupun keterangan-keterangan yang didapat dari responden untuk dijadikan buktibukti dalam penelitian untuk mengungkap fenomena-fenomena tentang analisis perbandingan minat masyarakat terhadap bank syariah dan bank konvensinal. Jumlah responden yang menjadi sumber data dalam penelitian ini sebanyak 12 orang, yang perinciannya ada di Tabel 2 sebagai berikut. Tabel 2. Data Responden Nama Umur Keterangan Agus Hartono 60 Tahun Seorang peternak sejak tahun 1984 dan menjadi nasabah selama 17 tahun Ai Ina 37 Tahun Ketua kelompok Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS) sejak 2019 dan menjadi nasabah selama 8 tahun Ai Kusmiati 42 Tahun Seorang penjahit dan menjadi nasabah selama 13 tahun Journal of Islamic Economics. Banking, and Social Finance . Driana Agustian 36 Tahun Seorang peternak sejak tahun 2015 dan menjadi nasabah selama 12 tahun Elis 45 Tahun Seorang pedagang dan menjadi nasabah selama 4 tahun Enok Herdianingsih 48 Tahun Seorang pedagang dan menjadi nasabah selama 3 tahun Enok Susilawati 38 Tahun Seorang pengusaha laundry dan menjadi nasabah selama 9 tahun Ijan Alamsyah 45 Tahun Seorang wiraswasta dan menjadi nasabah selama 15 tahun Kokom Permana 51 Tahun Pegawai PTPN Nusantara Vi dan menjadi nasabah selama 10 tahn Lia Herliani 27 Tahun Ibu rumah tangga menjadi nasabah 4 tahun Mega Agustini 36 Tahun Seorang guru yang menjadi nasabah selama 4 tahun Tantan Mulyana 37 Tahun Seorang peternak yang menjadi nasabah selama 11 tahun Nur Sumber : Data diolah . Analisis Data Peneliti mengawali wawancara kepada responden pertanyaan mendasar terkait AuApakah Bapak/Ibu mengetahui keberadaan Bank?Ay Untuk pertanyaan tersebut, semua responden sepakat bahwa mereka mengetahui keberadaan bank di daerah Seperti jawaban dari Bapak Driana Agustin Aujelaslah, semua orang juga tauAy. Hal tersebut menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap layanan perbankan di wilayah tersebut cukup tinggi. Para responden menggambarkan bahwa pengetahuan mereka tentang bank mencakup lokasi dan jenis layanan yang Beberapa di antara mereka menekankan ketersediaan cabang bank fisik di sekitar mereka, sementara yang lain mengakui bahwa mereka sering menggunakan layanan perbankan. Selanjutnya peneliti bertanya terkait AuLayanan bank apa yang Bapak/Ibu gunakan?Ay Untuk pertanyaan ini dari dua belas orang responden, delapan orang menggunakan layanan bank BRI, dua orang menggunakan layanan bank Mandiri, satu orang menggunakan layanan bank BWS dan satu orang menggunakan layanan bank BNI seperti jawaban dari Bapak Tantan yang mengatakan bahwa AuUntuk saat ini saya menggunakan layanan dari bank BRIAy. Hal ini menunjukkan dominasi penggunaan layanan bank konvensional dan juga mengindikasikan bahwa Bank BRI memiliki popularitas yang signifikan di kalangan responden, sedangkan bank lainnya memiliki tingkat penggunaan yang lebih rendah. Analisis lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi preferensi pengguna terhadap layanan bank tertentu, sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam terkait tren penggunaan layanan perbankan di masyarakat. Studi Minat Masyarakat terhadap Bank Syariah dan Bank Konvensional di Kampung Sumadra Setelah peneliti bertanya tentang layanan yang digunakan kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan AuApa alasan bapak/ibu menggunakan layanan bank tersebut?Ay. Dari dua belas narasumber terdapat perbedaan jawaban salah satunya menurut Ibu Ai Ina mengatakan AyAlasan saya menggunakan bank BRI ya karena saya membuka usaha agen BRI Link karena masyarakat di sini yang saya lihat banyak menggunakan BRI makanya saya membuka usaha BRI link ya meskipun kecilkecilan jugaAy. Pendapat lain yang disampaikan oleh Bapak Kokom Permana yang menyampaikan bahwa AuAlasannya saya menggunakan bank BWS karena ada arahan dari perusahaan yang diharuskan untuk membuka rekening bankAy. Selanjutnya peneliti bertanya kembali tentang faktor lainnya yang menjadikan alasan menggunakan layanan bank tersebut dengan pertanyaan AuApakah ada faktor lain yang juga berperan dalam mengambil layanan bank tersebut?Ay Dari dua belas narasumber yang diwawancarai rata-rata mengungkapkan lebih mudahnya dalam penggunaan layanan bank, seperti pada ungkapan Ibu Elis mengatakan AuOiya selain untuk pinjaman modal usaha warung, saya juga merasa lebih mudah dan gampang dalam aktifitas transfer dan simpan pinjamAy. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa faktor kebutuhan, pendapatan, dan kemudahan memiliki peran signifikan dalam pemilihan layanan bank oleh responden. Beberapa aspek kunci yang muncul dalam analisis melibatkan motivasi ekonomi dan praktis dari pihak pengguna. Pertama, kebutuhan bisnis atau pekerjaan menjadi pendorong utama dalam pemilihan layanan bank. Contohnya. Ibu Ai Ina menggunakan layanan bank BRI karena terlibat dalam usaha agen BRI Link dan melihat banyaknya masyarakat yang menggunakan BRI. Sementara itu. Bapak Kokom Permana menggunakan layanan bank BWS karena mendapat arahan dari Kedua, tingkat pendapatan juga dapat mempengaruhi pemilihan layanan bank, seperti terlihat dalam motivasi Ibu Elis yang menggunakan layanan bank untuk pinjaman modal usaha warung. Hal ini mencerminkan kebutuhan finansial yang dapat diakomodasi melalui layanan perbankan. Ketiga, faktor kemudahan dan kepraktisan menjadi pertimbangan tambahan yang signifikan. Mayoritas responden menyatakan bahwa penggunaan layanan bank dipilih karena kemudahan dalam aktivitas seperti transfer dan simpan pinjam. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna menghargai layanan yang memberikan kenyamanan dan efisiensi dalam bertransaksi. Secara keseluruhan, integrasi antara faktor kebutuhan bisnis, pendapatan, dan kemudahan dalam pemilihan layanan bank menunjukkan kompleksitas preferensi Hasil ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang motivasi di balik pilihan layanan bank dan dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran serta peningkatan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Tentang pertimbangan dalam memilih layanan bank dengan pertanyaan AuHal apa yang menjadi pertimbangan Bapak/Ibu dalam memilih layanan bank tersebut?Ay, semua narasumber yang diwawancarai rata-rata jawaban sama dalam pertimbangan yang dipilih yaitu kemudahan dalam mendapatkan informasi produk yang ditawarkan, seperti pada ungkapan Bapak Agus Hartono AuPinjaman mudah, terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bank, proses pengajuan KUR mudah dan gampang, dengan persyaratan yang lebih mudah dipenuhi, bunganya juga rendahAy. Journal of Islamic Economics. Banking, and Social Finance . Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam memilih layanan bank oleh responden adalah kemudahan dalam mendapatkan informasi produk yang ditawarkan. Hal ini tercermin dari jawaban yang seragam dari semua responden yang menekankan pentingnya kemudahan dalam memperoleh informasi terkait produk perbankan yang mereka gunakan. Contoh konkret dari wawancara dengan Bapak Agus Hartono menggambarkan bahwa faktor kemudahan melibatkan aspek-aspek seperti kemudahan mendapatkan pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), proses pengajuan yang mudah dan cepat, serta persyaratan yang lebih dapat Selain itu, bunga yang rendah juga menjadi pertimbangan positif dalam pemilihan layanan bank. Ini mengindikasikan bahwa promosi bank konvensional, khususnya terkait produk seperti KUR, memberikan dampak yang signifikan dalam pengambilan keputusan pengguna. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang fokus pada kemudahan informasi produk, kejelasan proses, dan manfaat finansial yang diberikan, dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menarik dan mempertahankan nasabah. Hal ini memberikan pandangan strategis bagi bank untuk terus meningkatkan komunikasi produk dan pelayanan mereka agar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Kemudian peneliti bertanya tentang kelebihan dan kekurangan dari layanan bank yang dipilih dengan pertanyaan Au Bagaimana pandangan Bapak/Ibu tentang kelebihan dan kekurangan dalam memilih bank tersebut?Ay . Rata-rata jawaban mereka sama yaitu mempunyai kelebihan kemudahan dalam mengakses layanan, mudah Seperti pada ungkapan Ibu Mega Agustin AuKekurangan teu acan aya lamun kelebihan mah lebih mudah we ditransferna, simpan pinjam sareng babari dijangkau . ekurangan belum ada kalau kelebihan mudah dalam transfer, simpan pinjam dan mudah dijangka. Ay. Namun ada perbedaan jawaban terkait kelebihan dan kekurangan dari layanan bank konvensional menurut Bapak Driana Agustin mengatakan AyKelebihannya balik lagi ke poin sebelumnya mudah diakses, permodalan mudah juga kalau untuk kekurangan ya namanya juga bank konvensional ya bunganya tinggi itu aja siAy. Berdasarkan jawaban tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menganggap kemudahan dalam mengakses layanan sebagai kelebihan utama dari bank yang mereka pilih. Ungkapan ini seperti yang disampaikan oleh Ibu Mega Agustin mencerminkan persepsi positif terhadap kelebihan tersebut, dengan menyoroti kenyamanan dalam transfer, simpan pinjam, dan keberadaan cabang yang mudah dijangkau. Meskipun umumnya para responden tidak melihat adanya kekurangan yang signifikan dalam layanan bank yang mereka pilih, terdapat perbedaan pendapat terkait bank konvensional. Bapak Driana Agustin menunjukkan bahwa kelebihan utama bank konvensional adalah kemudahan akses dan permodalan yang mudah. Namun, dia juga mengidentifikasi kekurangan, yaitu tingginya tingkat bunga. Hal ini mencerminkan pemahaman bahwa, meskipun bank konvensional dapat memberikan kemudahan dalam berbagai aspek, tingginya biaya bunga menjadi faktor kritis yang perlu Ini menunjukkan bahwa, meskipun mayoritas responden merasakan kelebihan dalam hal kemudahan akses, terdapat perbedaan persepsi . Studi Minat Masyarakat terhadap Bank Syariah dan Bank Konvensional di Kampung Sumadra terkait dengan kekurangan, terutama pada layanan bank konvensional yang dinilai memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi. Setelah bertanya terkait kelebihan dan kekurangan peneliti bertanya kembali dengan pertanyaan tentang pengetahuan narasumber adanya bank syariah AuApakah Bapak/Ibu mengetahui keberadaan bank SyariahAy. Dari dua belas narasumber ratarata jawaban sama tentang pengetahuan adanya layanan bank syariah, seperti pada ungkapan ibu Enok Herdianingsih AuYa, saya mengetahui adanya bank syariahAy. Berdasarkan hasil penelitian ini, mencerminkan tingkat kesadaran yang cukup baik di kalangan narasumber terhadap alternatif layanan perbankan yang berbasis Adanya kesadaran ini dapat mempengaruhi pemilihan layanan bank oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki preferensi atau kebutuhan khusus yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Sebagai implikasi dari temuan ini, bank syariah dapat mempertimbangkan untuk lebih meningkatkan promosi dan informasi terkait produk dan layanan mereka agar dapat menjangkau lebih banyak nasabah Dengan peningkatan pemahaman masyarakat terkait bank syariah, dapat diharapkan bahwa pilihan perbankan yang berbasis syariah menjadi lebih dikenal dan dipertimbangkan oleh lebih banyak individu dalam memenuhi kebutuhan perbankan Selanjutnya peneliti bertanya dengan pertanyaan AuApakah Bapak/Ibu pernah mencari informasi terkait bank syariah?Ay Dari dua belas narasumber yang diwawancarai tersebut, rata-rata jawaban mengenai mencari informasi layangan bank syariah, seperti pada ungkapan Ibu Enok Nur Susilawati AuPernah saya mencari Mas, tapi tidak tau persis gimana terutama dari pihak bank syariahnya itu belom sampai ke kampung jaringannya dan saya lihat di sini kebanyakan memakai bank konvensional seperti BRIAy. Berdasarkan hasil penelitian ini, rata-rata mereka memiliki kesadaran tentang bank syariah, tetapi tidak semua dari mereka pernah mencari informasi lebih lanjut terkait layanan tersebut. Ini menunjukkan bahwa potensi penggunaan bank syariah dapat diperluas dengan meningkatkan aksesibilitas informasi kepada masyarakat. Upaya untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan kampanye edukasi terkait bank syariah dapat membantu meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis syariah. Setelah peneliti bertanya mengenai mencari informasi bank syariah kepada narasumber selanjutnya peneliti bertanya AuJika ada pelayanan bank syariah apakah Bapak/Ibu berminat mengambil layanan tersebutAy. Dari dua belas responden ratarata jawaban sama, seperti Ibu Lia mengatakan. AyInsya allah saya berminat mengambil karena sesuai ajaran Islam lebih ditekankan di syariahAy. Berdasarkan temuan dari penelitian ini, dapat disimpulkan secara keseluruhan mereka menunjukkan minat yang positif terhadap pengambilan layanan bank syariah. Ini menunjukkan adanya potensi yang signifikan dalam mengembangkan pelayanan bank syariah di masyarakat, terutama di kalangan responden yang menyatakan keterbukaan dan minat positif terhadap layanan perbankan berbasis syariah. Ini bisa menjadi peluang bagi bank syariah untuk meningkatkan pasar dan memberikan alternatif yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan kebutuhan pengguna. Selanjutnya peneliti bertanya alasan mengambil layanan bank yang dipilih dengan pertanyaan AuAlasan Bapak/Ibu minat mengambil layanan bank syariahAy. Dari dua belas responden seperti yang di sampaikan bapak Kokom Permana mengatakan Journal of Islamic Economics. Banking, and Social Finance . AuTentu saja insya allah saya akan mengambil mas, karena sesuai ajaran islam dan juga kita sudah tau bahwa di bank konvensional riba semua orang juga tau lah ya, tapi balik lagi keterbatasan dan juga jaringan dari pihak bank syariah belum sampai ke sini jadi kebanyakan di sini menggunakan bank konvensionalAy. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan dari mereka menunjukkan minat positif terhadap pengambilan layanan bank syariah. Namun, terdapat kendala yang diakui oleh responden, yaitu keterbatasan dan kurangnya jaringan pelayanan dari pihak bank syariah di daerah mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat kesadaran dan keinginan untuk mengambil layanan bank syariah, faktor infrastruktur dan ketersediaan layanan menjadi faktor kritis yang mempengaruhi pilihan. bank syariah perlu mempertimbangkan jaringan pelayanan mereka untuk mencakup lebih banyak daerah, sehingga dapat memberikan aksesibilitas yang lebih baik kepada masyarakat. Selain itu, strategi pemasaran dan edukasi yang lebih intensif dapat membantu meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat terhadap layanan bank syariah. Sebagai penutup, peneliti bertanya terkait saran dan harapan layanan bank syariah ke depannya dengan pertanyaan AyBagaimana saran dan harapan Bapak/Ibu terhadap bank syariahAy. Dari dua belas responden, terdapat beberapa jawaban seperti yang disampaikan oleh bapak Tantan AuHarapan bisa lebih baik dari bank konvensional, kedepannya bank syariah lebih dikenal banyak orang dan bisa menjadi pembeda dengan bank konvensional seperti itu MasAy. Pendapat lain yang disampaikan oleh Ibu Enok Herdianingsih mengatakan AyMudah-mudahan ke depannya bank syariah bisa menjangkau ke tempat sini dan bisa sampai ke kampung-kampung siniAy. Pendapat lain yang juga di sampaikan oleh Bapak Driana yang mengatakan AyHarapan saya mudah-mudahan bank syariah bisa cepat-cepat berkembang dan bisa menjangkau di daerah perkampungan juga karena kan untuk saat ini kebanyakan syariah masih di perkotaan juga belum sampai ke kampung-kampung kan, belum gampanglah di aksesnyaAy. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat sejumlah harapan dan saran terhadap pengembangan layanan bank syariah di masa depan. Pertama, harapan untuk peningkatan kualitas layanan bank syariah tampak dari pernyataan Bapak Tantan. Dia berharap agar bank syariah dapat menjadi lebih baik dari bank konvensional, membedakan diri dengan menawarkan keunggulan yang lebih baik dalam pelayanan. Kedua, saran untuk perluasan jangkauan dan aksesibilitas bank syariah terlihat dalam tanggapan Ibu Enok Herdianingsih. Beliau berharap agar bank syariah dapat menjangkau daerah-daerah pedesaan dan kampung-kampung, sehingga masyarakat di wilayah tersebut dapat dengan mudah mengakses layanan perbankan syariah. Ketiga, perhatian terhadap pengembangan di daerah pedesaan juga tercermin dari harapan Bapak Driana. Beliau berharap agar bank syariah dapat cepat berkembang dan dapat menjangkau perkampungan, mengatasi keterbatasan aksesibilitas yang masih terjadi pada saat ini. KESIMPULAN Berdasarkan analisis di atas, maka peneliti mengambil kesimpulan faktor utama dalam pemilihan layanan bank melibatkan kebutuhan bisnis, tingkat pendapatan, dan kemudahan akses. Keberlanjutan praktik perbankan konvensional di lingkungan setempat menjadi pendorong utama bagi banyak warga kampung Sumadra. Faktor . Studi Minat Masyarakat terhadap Bank Syariah dan Bank Konvensional di Kampung Sumadra kemudahan dalam penggunaan layanan perbankan, terutama transfer dan simpan pinjam, juga menjadi pertimbangan utama. Meskipun ada kesadaran tentang keberadaan bank syariah, tidak semua responden mencari informasi lebih lanjut tentang layanan tersebut. Namun, mayoritas menunjukkan minat positif terhadap layanan bank syariah, dengan keinginan untuk mengambil layanan tersebut jika lebih mudah diakses. Kendala yang di alami terkait dengan bank syariah adalah keterbatasan dan kurangnya jaringan pelayanan di daerah tersebut. Oleh karena itu, bank syariah perlu mempertimbangkan ekspansi jaringan pelayanan dan strategi pemasaran yang lebih intensif untuk meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis syariah. Saran bagi bank syariah, ke depannya, bank syariah dapat menjadi lebih baik daripada bank konvensional, menjadi lebih dikenal di kalangan masyarakat, dan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil. Ini menunjukkan adanya harapan positif terhadap perkembangan bank syariah di masa depan. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat terhadap bank syariah dan bank konvensional di lingkungan pedesaan seperti Kampung Sumadra. Implikasi dari temuan ini dapat membantu bank untuk merancang strategi bisnis dan pemasaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan serta nilai-nilai masyarakat setempat. REFERENSI