PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN 8 . : HLM. PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN e-ISSN: 2621-8119 DOI: https://doi. org/10. 46774/pptk. Analisis Faktor Kinerja Bidan Dalam Pendokumentasian Buku KIA Risk Factors for MidwiveAos Performances In Documenting The Maternal And Child Health (MCH) Handbook Fitri Mawarti1. Podojoyo2. Ocktariyana3 1,2,3 Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang Korespondensi Penulis : 6281272885828, email : fitrimawarti83@gmail. Diterima : 21 Oktober 2025 Direvisi : 22 Desember 2025 Diterbitkan : 30 Desember 2025 This is an open access article under the CC BY-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/ by-sa/4. PPTK is indexed Journal and accredited as Sinta 4 Journal . ttps://sinta. id/journal s/profile/7. ABSTRACT Background : To improve maternal and child health, the MCH (Maternal and Child Healt. Handbook has been introduced as the primary tool for recording healthcare services. To identify the factors associated with midwives' performance in documenting the MCH Handbook used a crosectional design. Sample included all 33 midwives. Results: Bivariate analysis showed that knowledge level . = 0. , motivation . = 0. and length of service . = 0. were significantly associated with midwives' performance in documenting the MCH Handbook. In contrast, age . = . and education level . = 0. were not significantly associated. Conclusion: There is a significant relationship between midwivesAo knowledge, motivation, and length of service and their performance in documenting the MCH Handbook. Socialization, orientation, and regular monitoring and evaluation are recommended to improve documentation Keywords: midwife performance, knowledge, motivation. MCH Handbook ABSTRAK Latar Belakang : Guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak yang optimal dihadirkannya Buku KIA sebagai satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pendokumentasian Buku KIA dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel berjumlah 33 orang. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji bivariat menunjukkan bahwa faktor tingkat pengetahuan bidan . = 0,. , motivasi bidan . , dan masa kerja . berhubungan dengan kinerja bidan dalam pendokumentasian buku KIA sedangkan umur . = 0,. dan tingkat pendidikan . = 0,. menunjukkan tidak ada hubungannya. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan, motivasi dan masa kerja dengan kinerja bidan dalam pendokumentasian Buku KIA. Diperlukannya sosialisasi dan orientasi serta monitoring evaluasi kepada bidan dalam pendokumentasian Buku KIA. Kata Kunci : kinerja bidan, pengetahuan, motivas. Buku KIA PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 PENDAHULUAN Komunikasi Data Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI . , ibu hamil yang memiliki buku KIA di Kota Palembang sebesar 99,86% lebih tinggi dari persentase Provinsi Sumatera Selatan . ,51%) dan persentase Nasional . ,07%) walaupun belum mencapai target 100%. Sedangkan persentase balita yang memiliki buku KIA di Kota Palembang yaitu sebanyak 83,25% lebih rendah dari angka Provinsi Sumatera Selatan . ,35%) tetapi lebih tinggi dari data nasional . ,09%). Dampak dari pencatatan yang tidak optimal dalam Buku KIA sangat signifikan bagi kesehatan ibu dan anak. Penggunaan Buku KIA secara tepat dan efektif dapat membantu dalam mendeteksi secara dini ibu hamil dengan risiko tinggi (Sari & Rini, 2. Kondisi ini berimplikasi pada kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, karena informasi yang tidak lengkap atau keliru dapat kehamilan dan pengambilan keputusan medis yang tepat. Data yang tidak akurat atau tidak lengkap dapat menyebabkan keterlambatan intervensi medis, meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, serta menurunkan efektivitas program kesehatan ibu dan anak yang berbasis data (McCarthy et al. (Arief Priyo Nugroho et al. , 2. Selain itu, kurangnya dokumentasi yang baik juga dapat menghambat evaluasi program kesehatan serta pembuatan kebijakan berbasis bukti (Lestari, 2. Buku KIA sudah diadopsi dengan jangkauan yang luas di lebih dari 30 negara termasuk Indonesia dalam meningkatkan kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak yang dipandang sebagai strategi penting (Nishimura et al. , 2. Penelitian ini dilakukan dengan mempertimbangkan pentingnya dokumentasi dalam Buku KIA sebagai bagian integral dari layanan kesehatan ibu dan anak. Hingga saat ini, masih sedikit penelitian yang secara khusus menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja bidan dalam pencatatan Buku KIA di Puskesmas khususnya di Puskesmas Pembina dan Puskesmas Bukit Sangkal Kota Palembang. Adapun Puskesmas Pembina dan Puskesamas Bukit Sangkal memiliki cakupan kunjungan pertama K1 tahun 2024 sebesar 100% dan tidak terdapat Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan sebagai media pencatatan sekaligus sarana komunikasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Pendokumentasian yang baik dalam Buku KIA diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan anak, memungkinkan intervensi medis yang tepat waktu (Prihatin, 2. (Sihole, 2. Buku ini diberikan saat kunjungan pertama kehamilan. Pada pelayanan kesehatan ibu dan anak pencatatan Buku KIA oleh bidan menjadi aspek yang sangat penting dalam menjaga kualitas kinerja (Pani & Hasnawati, 2. Beberapa faktor yang memengaruhi kinerja bidan dalam mendokumentasikan Buku KIA mencakup aspek individu, psikologis, organisasi dan lingkungan. Faktor pengetahuan dan sikap mempunyai hubungan yang signifikan dari faktor-faktor yang diteliti seperti kepatuhan, pengetahuan, sikap, motivasi, supervisi dan ketersediaan buku (Humaeroh & Hidayani, 2. Selain itu, faktor lingkungan kerja, seperti beban kerja, ketersediaan fasilitas pendukung, dan kebijakan di tempat kerja, juga berperan dalam efektivitas pencatatan Buku KIA. Sikap, beban kerja, dan motivasi bidan berhubungan dengan kinerjanya dalam mengisi buku KIA (Sari & Rini, 2. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan maupun akurasi data dalam pencatatan yang dilakukan oleh bidan masih belum optimal dan terdapat (Pani Hasnawati, 2. (Ustriyaningsih, 2. (Andriani & Nugrahmi, 2. Masalah dalam pendokumentasian Buku KIA telah terlihat dalam berbagai laporan dan penelitian sebelumnya. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia . diketahui bahwa proposi perempuan umur 10-54 tahun berdasarkan kepemilikan buku KIA menurut Provinsi Sumatera Selatan dimana yang dapat menunjukkan buku KIA sebesar 52,1% lebih rendah dari angka nasional 71,7%, tidak dapat menunjukkan 36,3% lebih tinggi dari angka nasional 20,8% begitu juga ibu yang tidak memiliki buku KIA 11,6% lebih tinggi dari angka nasional 7,5%. Berdasarkkan laporan Analisis Faktor Kinerja Bidan dalam Pendokumentasian Buku KIA kematian ibu dan bayi. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami kinerja pendokumentasian ini terjadi, khususnya di Puskesmas Pembina dan Puskesmas Bukit Sangkal Kota Palembang pada tahun 2025 dan diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai faktor-faktor yang berperan dalam kualitas pencatatan data kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan efektivitas pendokumentasian. pendokumentasian buku KIA serta apakah ada korelasi yang signifikan atau tidak antara HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah faktor-faktor berhubungan terhadap kinerja bidan dalam pendokumentasian Buku KIA di Puskesmas Pembina dan Puskesmas Bukit Sangkal Tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 33 bidan yang telah memenuhi kriteria inklusi, maka dilakukan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi sebagai METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional yaitu menganalisis variabel independent dengan dependent secara bersamaan. Kerangka konsep dalam penelitian ini disusun berdasarkan hubungan antara variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja bidan dalam pendokumentasian Buku KIA. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pembina Kota Palembang dan Puskesmas Bukit Sangkal selama satu bulan pada bulan April s. d Mei Tahun 2025. Sampel penelitian ini adalah seluruh bidan berjumlah sebanyak 33 orang dengan rincian yang bekerja di Puskesmas Pembina 18 orang dan Puskesmas Bukit Sangkal 15 orang tanpa memandang status Variabel yang diukur meliputi Kinerja Bidan dalam Pendokumentasian Buku KIA (Ketepatan. Kelengkapan. Konsistensi dalam pencatata. , umur, tingkat pendidikan, pengetahuan, motivasi dan masa kerja. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner yang dibagikan kepada Data yang digunakan untuk mendukung penelitian ini berasal dari buku, jurnal, media internet, dan sumber lain yang memberikan data secara tidak langsung kepada pengumpul data, seperti melalui orang lain atau dokumen (Sugiyono, 2. Analisis menggunakan Chi-Square. Analisis univariat bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik masing-masing variabel yang Analisis bivariat ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dua variabel, yaitu umur, pendidikan, pengetahuan, masa kerja, supervisi, sarana prasarana, beban Dari total 33 responden, sebagian besar, yaitu 20 orang atau sekitar 60,6%, diberikan penilaian "baik" terhadap pendokumentasian buku KIA oleh bidan. Sedangkan 13 orang lainnya, atau 39,4%, dinilai pendokumentasian buku KIA tersebut "kurang baik. " Secara umum, temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki penilaian positif terhadap kualitas pendokumentasian yang diberikan oleh bidan di Puskesmas. Dari data umur yang disajikan, terlihat bahwa mayoritas responden berusia lebih atau sama dengan 40 tahun, yaitu sebanyak 17 orang atau sekitar 51,5% dari total responden. Sementara itu, 16 orang atau 48,5% yang berusia di bawah > 40 tahun. Total responden yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 33 orang, yang keseluruhannya merepresentasikan 100% dari populasi yang diukur. Data ini menunjukkan dominasi kelompok usia 40 tahun atau lebih dalam populasi responden yang diteliti. Dari data pendidikan, terlihat adanya variasi dalam tingkat sosial yang tercermin dari latar belakang pendidikan mereka, yang terbagi menjadi dua kategori. Sebanyak 20 orang, atau sekitar 60,6% dari jumlah total, berpendidikan Diploma i (D-. Sementara itu, sebanyak 13 orang atau sekitar 39,4% lainnya merupakan lulusan Diploma IV atau Strata 1 (S. atau Data ini mengindikasikan bahwa dalam kelompok tersebut, lulusan Di lebih DIV/SI/Profesi Bidan, dengan total persentase mencapai 100%. PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 Dari data pengetahuan, terlihat bahwa mayoritas responden berpengetahuan baik yaitu sebanyak 20 orang atau 60,6% dari total Sementara itu, yang kurang baik pengetahuannya sebanyak 13 orang atau sekitar 39,4%. Total responden yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 33 orang, yang keseluruhannya merepresentasikan 100% dari populasi yang diukur. Data ini menunjukkan dominasi kelompok berpengetahuan baik dalam populasi responden yang diteliti. Dari data masa kerja terlihat adanya variasi dalam tingkat lama kerja tau msa kerja mereka, yang terbagi menjadi dua kategori. Sebanyak 20 orang, atau sekitar 60,6% dari jumlah total dengan masa kerja lama. Sementara itu, sebanyak 13 orang atau sekitar 39,4% dengan masa kerja baru. Data ini mengindikasikan bahwa dalam kelompok tersebut, masa kerja lama lebih mendominasi dibandingkan masa kerja baru, dengan total persentase mencapai 100%. Adapun analisis terhadap faktor-faktor yang berhubungan terhadap kinerja bidan dalam mendokumentasikan Buku KIA di Puskesmas Pembina dan Puskesmas Bukit Sangkal dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan hasil sebagai berikut: Tabel 8. Faktor-Faktor yang Berhubungan terhadap Kinerja Bidan Dalam Pendokumentasian Buku KIA di Puskesmas Pembina dan Puskesmas Bukit Sangkal Tahun 2025 Umur (Tahu. Ou 40 tahun < 40 tahun Jumlah Umur (Tahu. DIV/S1/Profesi Di Jumlah Umur (Tahu. Pengetahuan Baik Kurang Baik Jumlah Masa Kerja Lama Ou 11 tahun Baru < 11 tahun Jumlah Motivasi Baik Kurang Baik Jumlah Kinerja Bidan dalam Pendokumentasian Buku KIA Baik Kurang Baik 60,61 39,39 Kinerja Bidan dalam Pendokumentasian Buku KIA 60,61 39,39 Kinerja Bidan dalam Pendokumentasian Buku KIA Baik Total p value Total 0,888 p value Total 0,083 p value Kurang Baik 60,61 39,39 Kinerja Bidan dalam Pendokumentasian Buku KIA Baik Kurang Baik 60,61 39,39 Kinerja Bidan dalam Pendokumentasian Buku KIA Baik Kurang Baik 60,61 39,39 Total Total 0,001 p value 0,014 p value 0,031 Analisis Faktor Kinerja Bidan dalam Pendokumentasian Buku KIA Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pembina dan Puskesmas Bukit Sangkal pada bulan April Ae Mei 2025. Populasi penelitian ini adalah semua bidan yang ada di Puskesmas tempat penelitian sebanyak 33 responden dan pengambilan sampel menggunakan total sampling, serta pengukurannya dengan menggunakan kuesioner. Tidak ditemukannya hubungan yang signifikan antara usia bidan dan kinerjanya Buku KIA menunjukkan bahwa usia bukanlah faktor pendokumentasian oleh bidan di kedua puskesmas tersebut. Hasil ini mendukung pandangan Gibson, yang menyatakan bahwa kinerja seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh tiga aspek utama, yaitu kemampuan . engetahuan dan keterampila. , motivasi, serta lingkungan kerja, dibandingkan dengan faktor demografis seperti usia. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa responden yang kinerja baik memiliki pendidikan D4/S1/Profesi sebanyak 5 orang . ,5%) lebih sedikit dibandingkan dengan yang memiliki pendidikan D3. Sedangkan responden yang kinerja tidak baik memiliki D4/S1/Profesi sebanyak 8 orang . ,5%) lebih banyak di bandingkan yang memiliki pendidikan D3. Dari hasil uji statistik antara tingkat pendidikan dengan kinerja bidan dalam pendokumentasian buku KIA, didapatkan nilai p . > . berarti Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kinerja bidan dalam pendokumentasian buku KIA. Hal ini sesuai dengan teori dalam praktek kebidanan yaitu teori Gibson . mengungkapkan bahwa kinerja adalah produk akibat interaksi dari tiga hal yaitu faktor individu meliputi kemampuan, keterampilan, latar belakang keluarga, pengalaman kerja, tingkat sosial, dan demografi. Faktor kedua yaitu psikologis meliputi persepsi, peran, sikap, kepribadian, motivasi, dan kepuasan Sedangkan faktor ketiga yaitu faktor organisasi terdiri atas struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan dan sistem Tetapi Teori Sumber Daya Manusia (Human Capital Theor. yang dikembangkan oleh Gary Becker (Milisavljevic et al. , 1. pendidikan adalah investasi yang dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas Teori ini berpendapat bahwa semakin tinggi tingkat pendidikannya seseorang, semakin baik pula kinerja seseorang karena mempunyai pengetahuan, keterampilan. Menurut WHO . , pemahaman petugas kesehatan terhadap pentingnya dokumentasi akan memengaruhi cara mereka mencatat, menyimpan, dan memanfaatkan informasi tersebut. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat pemahaman bidan tentang fungsi dan manfaat buku KIA, semakin besar pula komitmennya untuk melengkapi data secara cermat dan konsisten. Beberapa penelitian menunjukkan hasil Penelitian studi literatur yang dilakukan Ustriyaningsih yaitu faktor input dari pihak bidan yang memengaruhi kelengkapan pengisian Buku KIA meliputi tingkat (Ustriyaningsih et al. , 2. Sama halnya dengan penelitian oleh Pani . di Kabupaten Parigi yang menyatakan bahwa terdapat hubungan pengetahuan bidan dengan peran bidan dalam penggunaan Buku KIA di Wilayah Kabupaten Parigi Moutong dimana nilai p-value O 0,05 yaitu 0,004. Diharapkan bagi petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih memotivasi ibu dalam hal pemanfaatan buku KIA (Pani & Hasnawati, 2. Hasil penelitian ini juga diperkuat oleh hasil penelitian yang di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo. Kecamatan Sunggal. Kabupaten Deli Serdang tahun 2022 dimana hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemanfaatan Buku KIA . = 0,000 < 0,. (Sinaga et al. , 2. Penelitian ini selaras dengan Penelitian oleh Puspaningtyas et al. mengungkapkan bahwa pengetahuan yang baik berkorelasi positif dengan pemanfaatan optimal buku KIA dalam pelayanan kebidanan di puskesmas Kabupaten Pekalongan. Mereka menyatakan bahwa bidan yang memahami isi dan manfaat buku KIA cenderung lebih teliti dan konsisten dalam pendokumentasiannya (Puspaningtyas et al. Hal senada diungkapkan oleh Mure. Pramono, & Syukur . yang menemukan bahwa bidan dengan pengetahuan tinggi memiliki proporsi tertinggi dalam kategori PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 kinerja baik pada pencatatan buku KIA. Pengetahuan tersebut mencakup pemahaman terhadap elemen-elemen penting dalam buku KIA seperti deteksi risiko tinggi kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta edukasi untuk keluarga (Mure, 2. Hasil pentingnya pelaksanaan program pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan bagi para bidan, terutama dalam hal pembaruan pengetahuan mengenai Buku KIA. Di samping itu, perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap praktik pendokumentasian guna menjaga kualitas layanan tetap sesuai standar. Dengan pengetahuan yang selalu diperbarui serta adanya sistem monitoring yang efektif, mendokumentasikan Buku KIA di Puskesmas Pembina dan Bukit Sangkal dapat meningkat secara maksimal, sehingga turut mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut. Motivasi kerja merupakan dorongan dari dalam diri individu yang mendorong tercapainya perilaku dan kinerja yang optimal dalam melaksanakan tugas. Bagi seorang bidan, motivasi yang kuat dapat memengaruhi komitmen dan ketekunan dalam mengisi Buku KIA secara lengkap dan akurat. Teori Penguatan menjelaskan bahwa perilaku seseorang dapat dibentuk dan ditingkatkan melalui sistem umpan balik yang tepat. Pujian atau insentif atas hasil kerja yang baik . enguatan positi. , serta penghindaran dari konsekuensi yang tidak menyenangkan . enguatan negati. , bisa menjadi cara efektif untuk membentuk kebiasaan kerja yang lebih Sebaliknya, jika hasil kerja tidak memenuhi standar, pemberian hukuman atau pencabutan insentif juga bisa digunakan untuk mendorong perbaikan. Dalam konteks pendokumentasian oleh tenaga kesehatan, pemberian penghargaan dan umpan balik langsung atas kinerja yang baik dapat membantu memperkuat perilaku positif. Intinya, teori ini menekankan pentingnya sinergi antara motivasi pribadi, dukungan dari institusi, serta kejelasan tujuan kerja dalam meningkatkan mutu kinerja dokumentasi (Pranogyo et al. , 2. Menurut peneliti motivasi kerja menunjukkan korelasi yang positif dan signifikan terhadap kinerja bidan dalam mencatat data pada Buku KIA di Puskesmas Pembina dan Puskesmas Bukit Sangkal. Semangat kerja yang tinggi mendorong bidan untuk melakukan pencatatan secara cermat dan konsisten, yang merupakan komponen krusial dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Meski demikian, motivasi bukan satu-satunya keterampilan, serta beban kerja juga turut memengaruhi kualitas kinerja. Oleh karena itu, upaya peningkatan motivasi melalui pelatihan, supervisi, dan pemberian insentif sangat pendokumentasian Buku KIA. KESIMPULAN Pada penelitian ini variabel pengetahuan, masa kerja dan motivasi mempunyai hubungan yang bermakna sedangkan variabel umur dan hubungan yang bermakna terhadap kinerja bidan dalam pendokumentasian buku KIA di Puskesmas Pembina dan Puskesmas Bukit Sangkal Kota Palembang Tahun 2025. DAFTAR PUSTAKA