EVALUASI KAPASITAS DAYA TAMPUNG SALURAN DRAINASE JALAN A. W SYAHRANIE PADA KOTA SAMARINDA Gina Nur Afrina Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari. ,MT Alpian Nur,ST. ,MT Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRACT Seiring berjalannya waktu pembangunan perumahan dan ruko-ruko terjadi sangat pesat di jalan A. Syahranie Selain masalah pesatnya pembangunan di jalan A. Syahranie, ada masalah lain yang harus di cari solusinya yaitu masalah saluran drainase yang mengalami penurunan kapasitas daya tampung akibat sampah dan sedimentasi yang tinggi. Untuk menangani permasalahan banjir di jalan A. W Syahranie ini perlu ditinjau kondisi eksisting saluran dengan menghitung hujan rancangan dengan metode gumbel, kemudian menghitung debit banjir rancangan dengan metode manning. Hasil penelitian menunjukkan dalam jangka waktu 10 tahun seluruh saluran tidak mampu menampung debit air, sehingga diperlukan perubahan dimensi yang lebih besar yaitu lebar 2,30 m dan tinggi 2,70 m Kata Kunci : Kapasitas Daya Tampung. Hujan Rancangan. Debit Banjir Rancangan ABSTRACT Over time construction of housing and shophouses occur very quickly on the In addition to the problem of rapid development in A. Syahranie street, there is another problem that should be sought solution that is drainage channel problem which low capacity due to garbage and high sedimentation. To handle the flood problem in A. Syahranie street need to review the existing condition of the channel by calculating the design rain by the gumbel method, then calculate the flood discharge design by the method of manning. The results show that within 10 years the entire channel is not able to accommodate the flow of water, so it needs a larger dimensional change that is 2. 30 m wide and 2. 70 m high. Keywords : Capacity Of Drainage. Design Rain. Flood Discharge Design PENDAHULUAN Latar belakang Kota Samarinda merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Sistem drainase di kota dan juga bersih. Padahal Sistem drainase merupakan salah satu komponen infrastruktur perkotaan yang sangat penting. Kemajuan sebuah kota dapat langsung dinilai dari kondisi sistem drainasenya. Kota dengan sistem drainase yang jelek akan berkesan kotor, jorok, kumuh dan terbelakang. Sebaliknya kota dengan sistem drainase yang bagus akan tampak indah, serasi dan maju. Di Kota Samarinda memiliki beberapa titik daerah yang sering dilanda banjir ketika hujan deras salah satunya di daerah Samarinda Ulu. daerah tersebut ada 2 lokasi yang menjadi titik banjir terparah dan harus ada penanganan secepatnya dari pemerintah serta warga masyarakat sekitar. Seperti yang kita ketahui daerah A. Syahranie pada sekitar tahun 2000 an masih memiliki tata guna lahan yang luas untuk daerah tangkapan air, dan pada sekitar tahun 2002 juga di bangun Kolam Retensi atau yang sering kita sebut Folder. Seiring berjalannya waktu pembangunan perumahan dan ruko-ruko terjadi sangat pesat di jalan A. Syahranie. Hal tersebut samarinda masih sangat jauh dari kata nyaman membuat daerah tangkapan air mengalami penyempitan, ditambah pula daerah A. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah ini adalah sebagai berikut ini : Berapa besarnya debit banjir rancangan jalan A. Syahranie dengan periode ulang 2 , 5 , 10 dan 25 Tahun ? Berapa kapasitas existing banjir rancangan di jalan A. Syahranie? Berapa kapasitas yang mampu menampung debit banjir drainase rancangan periode ulang 10 tahun ? Batasan Masalah Penelitian Batasan masalah dalam Studi ini adalah membahas mengenai Sistem Drainase yang telah ada dikawasan A. Syahranie Ae Kota Samarinda. Adapun batasan-batasan masalah yang digunakan, yaitu : Lokasi yang ditinjau adalah sistem saluran drainase yang ada di Jalan A. Syahranie. Perhitungan kapasitas existing di Jalan Syahranie. Perhitungan rancangan daerah A. Syahranie dengan periode ulang 2 , 5 , 10 dan 25 Tahun. Perhitungan kapasitas yang mampu rancangan periode ulang 10 tahun. Tidak menghitung sedimentasi di dalam saluran drainase Tujuan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mendapatkan nilai debit banjir rancangan di daerah Syahranie dengan periode ulang 2 , 5 , 10 dan 25 Tahun. Untuk mendapatkan kapasitas existing di jalan A. Syahranie Ae Kota Samarinda. Untuk mendapatkan kapasitas yang mampu menampung debit banjir periode ulang 10 Manfaat Penelitian Manfaat dari Penelitian Evaluasi Kapasitas Daya Tampung Saluran Drainase Jalan A. Syahranie Pada Kota Samarinda Meliputi : Dengan adanya evaluasi kapasitas daya tampung saluran drainase di kawasan A. Syahranie, dapat menjadi salah satu alternative pengendali banjir untuk prediksi Tahun 2027. Sebagai bahan evaluasi sistem drainase di Jalan A. W Syahrani Dengan adanya Penelitian ini diharapkan dapat menjadi saran masukan untuk Pemerintah Samarinda mengatasi banjir di kawasan A. Syahranie dan sekitarnya. TINJAUAN PUSTAKA Drainase Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota . erencanaan infrastruktur khususny. Pengertian Hidrologi Hidrologi adalah cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari tentang pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh Gambar 1. Siklus Hidrologi Definisi hujan rancangan maksimum adalah curah hujan terbesar tahunan dan dengan peluang tertentu mungkin terjadi pada suatu Dalam ilmu tatistic dikenal beberapa macam distribusi frekuensi yang banyak digunakan dalam bidang hidrologi dalam menganalisa curah hujan rancangan antara lain (Suripin, 2. Metode Distribusi Gumbel. Metode Distribusi Log Person i. Uji Kesesuaian Frekuensi / Uji Kesesuaian Data Diperlukan penguji parameter untuk menguji kecocokan . he goodness of fittest tes. distribusi frekuensi sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan distribusi tersebut, untuk keperluan analisis uji kesesuaian digunakan dua metode statistik, yaitu Uji Chi Square dan Uji Smirnov Kolmogorov (Suripin, 2. Catchman Area Daerah Aliran Sungai yang selanjutnya disebut DAS adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Koefisien Pengaliran/Limpasan Koefisien pengaliran merupakan perbandingan antara jumlah air yang mengalir di suatu daerah akibat turunnya hujan, dengan jumlah yang turun di daerah tersebut (Subarkah. atau C = i=1 Ci . i=1 . Tabel 1. Koefisien Aliran Permukaan (C) untuk Daerah Urban Jenis Daerah Koefisien C Daerah Perdagangan - Perkotaan 0,70 Ae 0,90 - Pinggiran 0,50 Ae 0,70 Permukiman - Perumahan satu 0,30 Ae 0,50 - Perumahan 0,40 Ae 0,60 0,60 Ae 0,75 terpisah-pisah 0,25 Ae 0,40 - Perumahan 0,50 Ae 0,70 - Suburban - Daerah apartemen Industri - Daerah indistri ringan - Daerah indistri berat Taman, pekuburan Tempat bermain Daerah stasiun keerta api Daerah belum diperbaiki Jalan Bata - Jalan, hamparan - Atap ( Arsyad, 2006 ) 0,50 Ae 0,80 0,60 Ae 0,90 0,10 Ae 0,25 0,20 - 0,35 0,20 Ae 0,40 0,10 Ae 0,30 0,70 Ae 0,95 0,75 Ae 0,85 0,75 Ae 0,95 Analisa Intensitas Curah Hujan Intensitas curah hujan adalah jumlah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan . tiap satu satuan tahun . ( ) / Debit Banjir Rancangan Debit banjir rancangan adalah debit banjir terbesar yang mungkin terjadi pada suatu daerah dengan peluang kejadian tertentu. Debit banjir rancangan untuk perencanaan suatu system jaringan drainase diperhitungkan dari debit air hujan dan debit buangan penduduk denganperiode ulang T . Q = 0,278. Kapasitas Saluran Perhitungan dimensi saluran digunakan rumus kontinuitas dan rumus Manning, sebagai berikut: Q = A . Sedangkan diperbolehkan tidak akan menimbulkan penggerusan pada bahan saluran. V= . / . Tabel 2. Nilai Koefisien Kekasaran Manning No. Jenis bahan saluran Gorong-gorong lurus 0,010 - 0,013 dan bersih Gorong-gorong dengan lengkungan 0,011 - 0,014 dan sedikit kotoran Saluran pembuang 0,013 - 0,017 dengan bak kontrol Saluran dari tanah Saluran dari tanah Saluran dari tanah dengan sedikit tanaman/rumput Saluran alam bersih dan lurus Saluran alam bersih berkelok-kelok Saluran alam dengan tanaman pengganggu ( Ven Te Chow, 1985 ) 0,016 - 0,020 A REA 4 A REA 1 0,020 - 0,030 0,022 - 0,033 A REA 2 A REA 5 0,025 - 0,033 A REA 6 0,033 - 0,014 A REA 3 0,050 - 0,080 Gambar 2. Catchman Area di Jalan A. Syahranie HEC-RAS HEC-RAS digunakan secara interaktif pada kondisi tugas yang beraneka macam. Sistem ini terdiri dari interface grafik pengguna, analisa hidrolika terpisah, kemampuan manajemen dan tampungan data, fasilitas pelaporan dan grafik. METODOLOGI Lokasi kajian berada di daerah permukiman yang padat sehingga dipilih projek penelitian di jalan A. W Syahranie Samarinda dengan panjang penanganan saluran drainase keseluruhan yang akan diteliti 5,304 Km. Tabel 3. Hasil Survey Lapangan Drainase A. Syahranie L . T . s (%) Bentuk Penampang Saluran 1 1,20 0,80 0,40 0,00736 0,016 Trapesium Saluran 2 1,15 1,25 0,45 0,01341 0,019 Trapesium Saluran 3 1,10 1,50 0,50 0,00608 0,019 Trapesium Saluran 4 1,60 1,25 0,45 0,019 Trapesium Saluran 5 1,50 0,90 0,40 0,01604 0,020 Trapesium Saluran 6 1,40 1,35 0,50 0,00601 0,021 Trapesium GorongGorong 1,00 1,50 0,50 0,11667 0,021 Persegi Total Panjang Saluran Dari hasil survey di lapangan di dapat dimensi saluran yang berbeda-beda di antara saluran bagian kanan dan kiri, maka dari itu dibagi menjadi 6 dimensi saluran dari masing-masing saluran kanan dan kiri. PEMBAHASAN Dalam studi ini dipakai data curah hujan harian kota Samarinda dari stasiun pencatat curah hujan Bandara Temindung kota Samarinda di mulai dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2016 . Tabel 4. Curah Hujan Harian Rata-Rata No. Tahun Curah Hujan Harian Maksimum . (Sumber : BMKG Samarinda, 2. Untuk mencari nilai curah hujan rancangan. Data curah hujan diolah dengan menggunakan 2 metode yaitu metode Gumbel dan Metode Log Person Type i. Tabel 5. Rekapitulasi Parameter Statistik Jenis Distribusi Syarat Hasil Nilai OImaks= 20,20 < OItabel = 41 maka data dapat diterima dan memenuhi syarat. Uji Chi Square / Uji Chi-Kuadrat Uji ini ditetapkan untuk menguji simpangan dalam arah vertical. Keterangan Tabel 8. Uji Chi Square Metode Gumbel 1,14 5,332 Metode Log Person Type 1,209 4,747 1,439 Dapat Diterima Dapat Diterima NILAI BATAS SUB KELOMPOK ( Sumber : Hasil Perhitungan ) Tabel 6. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Hujan Rancangan HUJAN HUJAN RANCANGAN PERIODE RANCANGAN ULANG . METODE . METODE LOG GUMBEL PEARSON TIPE i 360,06 353,38 407,65 481,23 447,76 542,23 502,54 ( Sumber : Hasil Perhitungan ) 2,4639 <= 2,5163 = Jumlah 2,5163 2,5688 2,6212 2,6736 2,6736 JUMLAH DATA (Oi-E. 2 (Oi-E. 2 / Ei 0,50 2,00 0,50 0,50 0,50 4,00 Harga Chi- Square = 4,00 %. Harga Chi Ae Square Kritis = 5,991 %. Interprestasi Hasil = Harga Chi Ae Square 4 < 5,991 Harga Chi Square Kritis. Persamaan distribusi teoritis dapat diterima Catcment Area Dari hasil perhitungan distribusi curah hujan dengan menggunakan Metode Gumbel dan Metode Log Person Tipe i diatas hujan rancangan yang dipakai adalah Metode Gumbel . Uji Kesesuaian Frekuensi / Uji Kesesuaian Data Uji Smirnov Kolmogorof Tabel 7. Uji Kolmogorof Log X P. = . M/. <) f. = P'. = (XiM/. Xr. /Sd P'. <) A P. <) -P'(X