Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi Volume 04. Nomor 02. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 Triangulasi e-ISSN: 2798-5792 Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran e-ISSN: 2798-5792 https://journal. id/triangulasi PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKS DESKRIPSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) PADA SISWA KELAS IX-H SMP NEGERI 4 KOTA BOGOR Sinta Dwi Yuliani1. Aam Nurjaman2. Yeni Ekawati3 Pendidikan PPG Universitas Pakuan. SMP Negeri 4 Kota Bogor e-mail: sintadwiy222@gmail. ABSTRAK Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar Teks Deskripsi Menggunakan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Pada Siswa Kelas IX-H SMP Negeri 4 Kota Bogor tahun ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 . tahapan menurut John Elliot yaitu perencanaan . , tindakan . , pengamatan . dan refleksi . Teknik pengumpulan yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak 38 peserta didik. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kuantitaif dan kualitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, sedangkan teknik kualitatif digunakan mendeskripsikan hasil dari teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Untuk data hasil kognitif peserta didik, peneliti menggunakan tes tulis sebagai teknik pengumpulan datanya. Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh setelah dilaksanakan penelitian, penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat meningkatkan hasil belajar pada peserta didik kelas IX-H SMP Negeri 4 Kota Bogor. Hal tersebut dikatakan karena proses pembelajaran dilakukan dengan menghubungkan materi pembelajaran dengan latar belakang budaya serta relevan dengan kebiasaan dan kehidupan sehari-hari peserta didik. Melalui implementasi pendekatan tersebut, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dapat menyenangkan peserta didik karena sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Pendapat tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan tingkat kecapaian peserta didik yang menunjukkan ketuntasan dari siklus I yang memiliki persentase tuntas sebesar 53%, sedangkan pada siklus II persentase tuntas sebesar 79%. Kata kunci : Hasil Belajar. Pendekatan CRT. Teks Deskripsi ABSTRAC This Classroom Action Research aims to determine the Improvement of Learning Outcomes of Descriptive Text Using the Culturally Responsive Teaching (CRT) Approach in Class IX-H Students of SMP Negeri 4 Bogor City in the 2024/2025 school year. The research method used in this research is Classroom Action Research (PTK) with 4 . stages according to John Elliot, namely planning, acting, observing and reflecting. The collection techniques used in this study consisted of interviews, observations, tests, and documentation. The research subjects used were 38 Data analysis techniques in this study used quantitative and qualitative data analysis. Quantitative techniques are used to determine the learning outcomes of students, while qualitative techniques are used to describe the results of data collection techniques in the form of observation, tests, and documentation. For data on students' cognitive results, researchers used written tests as a data collection technique. Based on the research data obtained after the research was carried out, the application of the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach can improve learning outcomes in class IX-H students of SMP Negeri 4 Bogor City. This is said because the learning process is carried out by connecting learning materials with cultural backgrounds and is relevant to the habits and daily lives of students. Through the implementation of this approach, the learning process becomes more meaningful and can be fun for students because it is in accordance with their learning needs. This opinion is evidenced by an increase in the level of achievement of students who show completeness from cycle I which has a percentage of completion of 53%, while in cycle II the percentage of completion is 79%. Keywords: Indonesian Language. Learning Outcomes. Descriptive Text. Culturally Responsive Teaching Approach TRIANGULASI is licensed under Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi PENDAHULUAN Peningkatan merupakan salah satu faktor terpenting dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Dalam mencerdaskan anak bangsa, terdapat hal penting yang perlu diperhatikan, seperti kualitas, kepiawaian, hingga keprofesionalan seorang guru dalam kegiatan pembelajaran, karena hal tersebut sangat memengaruhi keberhasilan peserta didik. Interaksi yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung dapat dikatakan bernilai edukatif, karena kegiatan tersebut diarahkan agar tujuan suatu pembelajaran dapat dicapai, dipahami, dan dikuasai oleh peserta didik. Tujuan yang berhasil dicapai dalam suatu pendidikan akan memberikan bekal untuk peserta didik yang tentunya akan digunakan untuk beraktivitas sehari-hari, serta akan ada perkembangan hidup di masa kini dan masa yang akan datang. Perencanaan kelas yang baik akan melahirkan interaksi pembelajaran yang baik pula, bergantung bagaimana seorang guru dapat merancang hingga mengelola kelas sedemikian rupa sesuai dengan apa yang peserta didik butuhkan. Perencanaan serta pengelolaan kelas yang kurang baik sering berpengaruh terhadap suasana kelas menjadi tidak menyenangkan serta tidak membangun semangat belajar, sehingga peserta didik pembelajaran di dalam kelas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengatasi permasalahan tersebut diantaranya dapat berupa penerapan pendekatan, model, metode, teknik, atau media pembelajaran yang sesuai. Oleh karena itu, semua pihak yang terjalin dalam pembelajaran perlu menjalankan perannya semaksimal mungkin dalam dunia pendidikan. Salah satu pihak yang memiliki peranan penting khususnya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu seorang guru. Jika interaksi antar guru Volume 04. Nomor 02. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 e-ISSN: 2798-5792 dengan peserta didik terlaksana dengan baik, maka hasil yang didapatkan pun akan baik. Keberhasilan dalam mencapai tujuan e-ISSN: 2798-5792 mengoptimalkan kegiatan belajar dengan dibuktikan oleh hasil belajar. Peningkatan hasil belajar salah satunya dibutuhkan peran guru kreatif dan inovatif sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang menarik dan membangun motivasi belajar peserta didik. Pembelajaran pembelajaran yang penerapannya dapat direlevansikan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga akan mudah dipahami oleh peserta didik serta menciptakan pembelajaran bermakna bagi peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil observasi dan wawancana terhadap beberapa peserta didik di SMP Negeri 4 Kota Bogor, materi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan materi pelajaran yang cukup sulit dipelajari oleh peserta didik. Hal tersebut dikarenakan materi Bahasa Indonesia bersifat kompleks serta membutuhkan ketelitian. Untuk menciptakan proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang dipahami oleh peserta didik, pendidik dapat melaksanakan pembelajaran dengan membangun pembelajaran yang dapat membuat peserta didik mengalami secara langsung terkait materi Bahasa Indonesia. Guru juga dapat mengaitkan materi pelajaran dengan kebiasaan peserta didik untuk menciptakan pembelajaran yang (Riapratiwi et al. , 2. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat memberikan pembelajaran bermakna pada peserta didik yaitu pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) merupakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan berbasis latar belakang budaya peserta didik (Gay, 2. Dengan memperhatikan latar belakang budaya peserta didik, materi pembelajaran TRIANGULASI is licensed under Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi akan mudah dipahami oleh peserta didik serta dapat menciptakan pemahaman bermakna bagi peserta didik. Melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), guru mengakui bahwa setiap peserta didik membawa pengetahuan, nilai-nilai, dan pengalaman budaya yang berbeda-beda ke dalam kelas sehingga guru berusaha untuk mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan keberagaman budaya ke dalam metode pengajaran dengan tujuan agar peserta didik merasa diterima, dihormati dan terlibat aktif dalam proses kegiatan (Fani et al. , 2. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AyPeningkatan Hasil Belajar Teks Deskripsi Menggunakan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Siswa Kelas IX-H SMP Negeri 4 Kota BogorAy. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi teks deskripsi. Selain itu, dengan diterapkannya pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), diharapkan peserta didik dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik, meningkatkan penguasaan konsep, dan meraih hasil belajar yang lebih tinggi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. II. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 . tahapan menurut John Elliot yaitu perencanaan . , tindakan . , pengamatan . dan refleksi . (Abdulhalk & Suprayogi, 2. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). (Setiyawan et , 2. Volume 04. Nomor 02. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 e-ISSN: 2798-5792 Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 di SMP Negeri 4 Kota Bogor dimulai dari e-ISSN: 2798-5792 pelaksanaan siklus I sampai dengan siklus II pada tanggal 9-13 Agustus 2024. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IX-H SMP Negeri 4 Kota Bogor yang berjumlah 38 peserta didik yang terdiri dari 20 perempuan dan 18 laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari. wawancara, . observasi, . tes, dan . Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi sebelum dilakukan Lalu observasi dan tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar peserta Sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data berupa gambar atau foto yang diperlukan selama proses penelitian. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kuantitaif dan Teknik kuantitatif digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, sedangkan teknik kualitatif digunakan pengumpulan data berupa observasi, tes, dan Indikator keberhasilan hasil belajar dengan diterapkannya pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada siswa kelas IX-H mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Kota Bogor dapat dikatakan meningkat apabila memperoleh nilai rata-rata ketuntasan klasikal Ou75% dan mencapai KKM yang telah ditentukan yaitu Adapun prosedur dalam penelitian ini digambarkan pada siklus penelitian tindakan kelas sebagai berikut. TRIANGULASI is licensed under Volume 04. Nomor 02. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi i. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) yang telah dilaksanakan di kelas IX-H SMP Negeri 4 Kota Bogor dengan yang diajarkan yaitu materi teks deskripsi dilaksanakan selama 2 siklus. Adapun hasil belajar peserta didik di kelas IX-H pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks deskripsi dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada siklus I maupun siklus II dapat dilihat pada tabel Tabel 1. Data Hasil Belajar Peserta Didik No. Nama Peserta Didik Hasil Evaluasi AHR Siklus Siklus ALP AMS AVA AVL DJS EFAR FRA FDN FPW FAA HAG JJT JFR KEFF KZB LSL MAB MAGF Tingkat Pencapaian Siklus Siklus Tidak Tidak Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tidak Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tidak Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas MAF MFRR MFY MJMNPS NMK NNS NFS PZB PCI RPR RHE RRP SKP e-ISSN: 2798-5792 Tidak Tuntas Tuntas Tidak e-ISSN: 2798-5792 Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas (Sumber: Hasil Analisis Dat. Berdasarkan data tabel 1 di atas, dapat diketahui bahwa pada siklus I terdapat 20 peserta didik yang mencapai hasil belajar dengan tingkat pencapaian tuntas, sedangkan terdapat 18 peserta didik yang memiliki hasil belajar dengan tingkat pencapaian tidak Sementara itu, pada siklus II terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik dengan dibuktikan oleh data yang menunjukkan bahwa terdapat 30 peserta didik yang mencapai hasil belajar dengan tingkat pencapaian tuntas, sedangkan terdapat 8 peserta didik yang memiliki hasil belajar dengan tingkat pencapaian tidak Berdasarkan secara keseluruhan data di atas, hasil belajar dengan tingkat pencapaian tuntas atau tidak tuntas, dapat dihitung menggunakan rumus persentase sebagai berikut: TRIANGULASI is licensed under Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi Sehingga dapat diperoleh persentase sebagai berikut: Gambar 2. Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Siklus I Siklus 1 e-ISSN: 2798-5792 tingkat pencapaian tuntas, sedangkan 47% persen peserta didik lainnya memiliki nilai dengan tingkat pencapaian belum tuntas. e-ISSN: 2798-5792 Dengan demikianBerdasarkan hasil tersebut, perlu dilakukan tindak lanjut pembelajaran siklus II dengan menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Gambar 3. Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Siklus II Siklus 2 Tuntas Volume 04. Nomor 02. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 Tidak Tuntas (Sumber: Hasil Analisis Dat. Berdasarkan gambar 2 di atas, dapat diketahui bahwa hasil persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik sebesar 53%. Pada siklus I, proses pembelajaran terdiri dari perencanaan . , tindakan . , pengamatan . dan refleksi . Pada tahap perencanaan, peneliti Culturally Responsive Teaching (CRT), bahan ajar, serta soal tes untuk melihat hasil belajar peserta didik. Tahap pelaksanaan, peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan modul ajar yang telah Tahap pengamatan, peneliti mengumpulkan data berupa hasil belajar peserta didik, kemudian melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus tersebut. Refleksi ini bertujuan untuk melihat apakah penelitian dapat dilanjutkan pada siklus II atau tidak. Adapun hasil analisis data mengenai hasil belajar peserta didik pada siklus I, diperoleh data hanya terdapat 53% persen dari 38 peserta didik yang memiliki nilai dengan Formatted: Font: 10 pt Tuntas Tidak Tuntas (Sumber: Hasil Analisis Dat. Selanjutnya berdasarkan gambar 3 di atas, dapat diketahui bahwa hasil persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik sebesar Pada siklus II juga, proses pembelajaran terdiri dari empat tahapan, diantaranya yaitu perencanaan . , tindakan . , pengamatan . dan refleksi . Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan modul ajar dengan menggunakan penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), bahan ajar, serta soal tes untuk melihat hasil belajar peserta didik. Tahap pelaksanaan, peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan modul ajar yang telah Tahap pengamatan, peneliti mengumpulkan data berupa hasil belajar peserta didik. Adapun hasil analisis data mengenai hasil belajar peserta didik pada siklus II, diperoleh data terdapat 79% persen dari 38 peserta didik yang memiliki nilai dengan tingkat pencapaian tuntas, sedangkan TRIANGULASI is licensed under Formatted: Font: 10 pt Volume 04. Nomor 02. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi 21% persen peserta didik lainnya memiliki nilai dengan tingkat pencapaian belum tuntas. Dengan demikian, terjadi perbedaan antara siklus I dengan siklus II, hal tersebut dikarenakan saat refleksi pada siklus I, peneliti merasa belum maksimal dalam sebagaimana mestinya sesuai modul ajar, sehingga peneliti memperbaiki hal yang kurang dan hal tersebut berpengaruh pada hasil belajar peserta didik pada siklus II. Berdasarkan data hasil belajar peserta didik pada siklus I maupun siklus II, peneliti memperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik, hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: MFRR MFY MJMNPS NMK NNS NFS PZB PCI RPR RHE RRP Tabel 2. Data Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik SKP No. Nama Peserta Didik Hasil Evaluasi AHR Siklus Siklus ALP AMS AVA AVL DJS EFAR FRA FDN FPW FAA HAG JJT JFR KEFF KZB LSL MAB MAGF MAF Keterangan Tidak Meningkat Meningkat Tidak Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Tidak Meningkat Meningkat Tidak Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat, tidak tuntas Meningkat Meningkat Tidak Tidak Meningkat Meningkat e-ISSN: 2798-5792 Tidak Tidak e-ISSN: 2798-5792 Meningkat, tidak tuntas Tidak Meningkat, tidak tuntas Tidak Meningkat Meningkat Meningkat Tidak Meningkat Tidak Tidak Meningkat Meningkat (Sumber: Hasil Analisis Dat. Berdasarkan data tabel 2 di atas, dapat diketahui bahwa pada terjadi peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil belajar peserta didik yang menunjukkan terdapat 25 peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar menjadi tingkat pencapaian tuntas, lalu terdapat 3 peserta didik yang mengalami peningkatan hasil belajar namun belum mencapai tingkat pencapaian tuntas, serta terdapat 13 peserta didik yang tidak mengalami peningkatan hasil belajar. Meskipun terdapat peserta didik yang tidak mengalami peningkatan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX-H SMP Negeri 4 Kota Bogor. Proses Culturally Responsive Teaching (CRT) memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh peneliti, hal tersebut dikarenakan materi TRIANGULASI is licensed under Formatted: Font: 10 pt Triangulasi Jurnal Pendidikan: Kebahasaan. Kesastraan, dan Pembelajaran https://journal. id/triangulasi pembelajaran yang diberikan relevan dengan latar belakang budaya dan kehidupan seharihari peserta didik, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Fraser . , pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) mengakui keberagaman budaya peserta didik dan mengintegrasikan konteks budaya peserta didik dalam pembelajaran. Konteks budaya yang dimaksud dalam pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) yaitu hal yang dekat dengan latar belakang peserta didik, berada pada kebiasaan dan kehidupan sehari-hari peserta didik yang dihubungkan dengan materi pembelajaran. (Lasminawati et al. , 2. IV. KESIMPULAN Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh setelah dilaksanakan penelitian, penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) meningkatkan hasil belajar pada peserta didik kelas IX-H SMP Negeri 4 Kota Bogor. Hal dengan latar belakang budaya serta relevan dengan kebiasaan dan kehidupan sehari-hari peserta didik. Melalui implementasi pendekatan tersebut, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dapat menyenangkan peserta didik karena sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Pendapat peningkatan tingkat pencapaian peserta didik yang menunjukkan ketuntasan dari siklus I yang memiliki persentase tuntas sebesar 53%, sedangkan pada siklus II persentasi tuntas sebesar 79%. Volume 04. Nomor 02. November 2024. Hal. e-ISSN: 2798-5792 e-ISSN: 2798-5792 REFERENSI