Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Hal 132-141 DOI: https://doi. org/10. 55606/jimas. Prosedur Pemberian Pembiayaan Pada PT BPR KARANGWARU PRATAMA Fabhi Nur Laksana Program Studi Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta E-mail: fabinurlaksana@gmail. Nugraeni Nugraeni Program Studi Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta E-mail: nugraeni@mercubuana-yogya. Abstrac: In Indonesia. Law no. 07 of 1992 concerning Banking stipulates two categories of banks: Commercial Banks and Rural Banks. The number of BPRs in Indonesia, according to the Indonesian Banking Statistics Report, totaled 1,552 as of November 2019. Historically. BPRs have existed since the colonial era and have been in contact with small and rural In light of this, the government's policy regarding the establishment of BPRs was facilitated through Pakto 88 and Presidential Decree No. 38 of 1988, which aimed to improve public services. BPRs are currently facing many challenges from the rapidly changing external environment of the industry, including government policies, macroeconomic conditions, competition, and advances in fintech. The purpose of this paper is to analyze the challenges faced by BPR KWP in providing loans and their roles and development efforts, so that BPR KWP continues to develop and play a role in supporting the real sector, especially MSMEs. On the other hand, the changes referred to have indirectly reduced the profitability performance of BPRs over the last five years. Keywords: economy. BPR challenges Abstrak: Di Indonesia. UU No. 07 Tahun 1992 yang berkaitan dengan Perbankan menetapkan dua kategori bank: Bank Umum dan BPR. Jumlah BPR di Indonesia, menurut Laporan Statistik Perbankan Indonesia, berjumlah 1. 552 pada November 2019. Menurut sejarahnya. BPR sudah ada sejak zaman penjajahan dan berhubungan dengan masyarakat kecil dan pedesaan. Mengingat hal ini, kebijakan pemerintah tentang pendirian BPR dipermudah melalui Pakto 88 dan Kepres No. 38 tahun 1988, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik. BPR saat ini menghadapi banyak tantangan dari lingkungan eksternal industri yang berubah dengan cepat, termasuk kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi makro, persaingan, dan kemajuan Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis tantangan yang dihadapi BPR KWP dalam pemberian pinjaman serta peran dan upaya pengembangannya, sehingga BPR KWP terus berkembang dan berperan dalam menduk sektor rill khususnya UMKM. Di sisi lain, perubahan yang dimaksud secara tidak langsung telah mengurangi kinerja profitabilitas BPR selama lima tahun terakhir. Kata kunci : ekonomi, tantangan BPR Received April 27, 2023. Revised Mei 25, 2023. Accepted Juni 21, 2023 * Fabhi Nur Laksana, fabinurlaksana@gmail. Prosedur Pemberian Pembiayaan Pada PT BPR KARANGWARU PRATAMA Pendahuluan Sandang, pangan, dan papan adalah kebutuhan pokok yang mendasar bagi setiap Beragamnya dan peningkatan tingkat kebutuhan masyarakat menyebabkan sulit bagi masyarakat untuk menentukan kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, serta kebutuhan tersier Kebutuhan primer ialah kebutuhan utama yang harus diwujudkan dalam hidup, sepertihalnya sandang, pangan, serta papan. Kebutuhan sekunder adalah kategori kebutuhan yang hanya dapat dipenuhi selepas memenuhi seluruh kebutuhan primer. Kebutuhan tersier ialah kebutuhan khalayak yang eksklusif, sepertihalnya memiliki mobil, barang mewah, serta Guna bisa mempertahankan hidup kecukupan pangan untuk semua individu harus tercukupi sebelum kebutuhan lain terpenuhi. Kebutuhan lain manusia yang dimaksud yakni kebutuhan akan papan ataupun rumah. Seorang membutuhkan kebutuhan itu guna memberikan perlindungan untuk dirinya dari bermacam-macam iklim atau cuaca. Rumah ialah persayaratan guna mendapatkan kemakmuran serta berperan sebagai kebutuhan dasar semua manusia dalam keluarga dengan rangka mempertahankan kelangsungan kehidupan. Terdapat berbagai macam cara manusia guna memenuhi kebutuhan itu, salah satunya dengan melaksanakan pembiayaan lewat Lembaga keuangan bank. Fungsi pokok pembiayaan secara mendasar yaitu memenuhi jasa atau memberi fasilitas penyediaan anggaran guna mencukupi kebutuhan pihak-pihak yang membutuhkan. Salah satu caranya yaitu melalui lembaga keuangan Bank Perekonomian Rakyat atau lebih dikenal dengan BPR. Karena jasanya yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia. BPR ialah bagian dari bank yang kerap dicari. Berbagai macam bank perekonomian rakyat telah tersebar di pedesaan Indonesia, seperti saat ini. untuk memastikan bahwa masyarakat juga mendapatkan keuntungan dari bank tersebut. Bank-bank ini juga diharapkan sanggup menaikkan pemerataan, tumbuhnya perekonomian, serta stabilitas nasional untuk membuat peningkatan dalam kemakmuran Mereka juga memainkan peran penting dalam mendorong pembangunan nasional. Tidak dapat dipungkiri juga, bila bank sekarang menjadi pilihan utama bagi orang Indonesia untuk menyimpan uangnya karena banyak orang sudah menyadari jika menabung dalam bank ialah bagian dari cara yang terefektif serta aman guna melakukan penyimpanan uang, terutama jika nominal yang disimpan sangatlah besar. Bank perekonomian rakyat ini berkonsentrasi pada membantu individu-individu, khususnya mereka yang tinggal dalam daerah terpencil. Yang mana bank umum tidak dapat mencapai sepenuhnya dalam wilayah tersebut. Akibatnya, bank perekonomian rakyat lebih terbatas pada proses bisnisnya saat melakukan kegiatan karena tak bisa menyediakan layanan didalam lalu lintas pembayaran masyarakat. PT Bank Perekonomian Rakyat Karangwaru Pratama Cabang Kalasan kegiatannya pun melakukan penghimpunan anggaran dari khalayak baik dengan bentuk tabungan maupun deposito, setelah itu dilakukan penyaluran lagi lewat. Pembiayaan pada BPR dibagi menjadi tiga bagian besar, yakni pembiayaan modal kerja, pembiayaan penanaman modal serta pembiayaan konsumtif. Pembiayaan modal kerja yaitu jenis pembiayaan fasilitas kredit yang JIMAS - VOLUME 2. NO. AGUSTUS 2023 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Page 132-141 diberi ke pelaku usaha, baik industri korporat ataupun UMKM. Pembiayaan investasi ialah jenis pembiayaan yang diberi oleh fasilitas kredit guna membiayai peralatan produksi bisnis, modifikasi proses produksi bisnis, dan pengembangan dan ekspansi bisnis baru. Sebaliknya, pembiayaan konsumtif ialah kategori pembiayaan yang diberi kepada individu guna tujuan diluar bisnis. METODE Riset ini memakai pendekatan riset deskriptif kualitatif, yang menggunakan data kualitatif serta dibahas dengan cara deskriptif. Ini adalah jenis analisa data yang sering dipakai guna melakukan analisa kejadian, fenomena, ataupun kondisi dengan cara sosial. Memilih desain riset deskriptif kualitatif karena ingin mendeskripsikan kondisi lapangan dengan lebih spesifik, jelas, dan mendalam. Tantangan yang dihadapi BPR karangwaru Pratama ini dalam pemberian pinjaman dan upaya pengembangannya sehingga kedepannya terus berkembang dan berperan dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia akan dikumpulkan, dikaji, dan dideskripsikan dalam sebuah penelitian ini. Data yang dipakai periset ini dikenal dengan data primer, yang memiliki arti bahwa sumber data langsung memberi data pada pengumpul (Sugiyono, 2018:. Metode pengumpulan data ialah wawancara. Berlandaskan atas Esterberg pada Sugiyono . , wawancara ialah pertemuan di mana 2 individu bertemu guna melakukan pertukaran informasi serta gagasan lewat tanya jawab alhasil mampu menciptakan makna tentang masalah tertentu. Pada penelitian ini, berbagai metode pengumpulan data digunakan. Metode-metode ini termasuk mencari, mencatat, serta melakukan pengumpulan data dengan cara yang objektif selaras terhadap hasil pengamatan serta wawancara dalam lapangan, yakni pencatatan data dan bermacam-macam jenis data yang tersedia dalam lapangan (Sugiyono, 2010: . Sehingga dengan metode penelitian ini diharapkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisa dapat lebih mudah untuk diambil kesimpulan. Secara singkat, bagian dari implementasi metode riset deskriptif kualitatif bisa dilaksanakan menggunakan cara: Data Collection . oleksi dat. Mengumpulkan, mengukur, dan menganalisis berbagai jenis informasi dengan teknik standar adalah proses yang dikenal sebagai pengumpulan data. Tujuan utama pengumpulan data adalah untuk mengumpulkan jumlah informasi yang mungkin. Prosedur Pemberian Pembiayaan Pada PT BPR KARANGWARU PRATAMA Data Reduction . ata reduks. Mengurangi data dengan melakukan analisis bandingan terhadap data jenuh langkah-langkah untuk mengumpulkan, mengukur, dan menganalisis berbagai jenis informasi dengan menggunakan metode standar. Mengumpulkan sejumlah besar data dan informasi adalah tujuan utama pengumpulan data. Data Display . enyajian dat. Pemaparan data didefinisikan sebagai suatu kumpulan data yang disusun dan memiliki kemungkinan pembutan kesimpulan serta mengambil tindakan. Ini dipakai guna menambahkan wawasan kasus serta selaku referensi untuk aksi yang didasarkan pada pemahaman serta analisa sajian data. Conclusion Drawing . Menarik kesimpulan dan memverifikasinya Riset kualitatif menemukan hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian. Tujuan. Jenis. Dan Prosedur Pembiayaan Pengertian Pembiayaan Pembiayaan ialah dana yang diberi dari sebuah pihak terhadap pihak lainnya guna menunjang penanaman modal yang direncanakan, baik itu lembaga ataupun Dapat disebut juga bahwa pembiayaan ialah dana yang diberikan guna menunjang penanaman modal yang direncanakan. Namun, pembiayaan secara umum berarti menyediakan uang atau tagihan yang sebanding dengannya, berlandaskan atas persetujuan ataupun kesepakatan BMT bersama pihak lainnya. Ini mengharuskan pihak yang dibiayai guna melakukan pengembalian uang ataupun tagihan itu dengan jangka periode yang sudah ditetapkan dengan imbalan ataupun selaku hasil. (Kasmir,2008:. Tujuan Pembiayaan Pada umumnya tujuan pembiayaan dikategorikan atas 2 kategori yakni: Tujuan pembiayaan guna tingkatan makro, yaitu bertujuan guna: (Binti Nur Asiyah,2015. Peningkatan ekonomi umat, yang berarti bahwa orang-orang yang tak mempunyai akses ke ekonomi mampu melakukannya karena adanya pembiayaan. Tersedianya anggaran guna meningkatkan usaha, yang berarti bahwa pengembangan usaha memerlukan anggaran tambahan, dan anggaran tambahan tersebut bisa diperoleh lewat kegiatan pembiayaan. Pihak yang memiliki lebih JIMAS - VOLUME 2. NO. AGUSTUS 2023 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Page 132-141 banyak anggaran mendapatkan lebih sedikit untuk diberikan kepada pihak yang memiliki lebih sedikit dana. Setelah itu, dana bisa digulirkan. Menaikkan produktivitas: pembiayaan memberi kesempatan untuk khalayak untuk menambahkan kapasitas dalamproduksi. Menyediakan lapangan kerja baru, yang berarti jika dengan menambahkan dana pembiayaan, sektor usaha akan membuka lapangan kerja baru dan meyerap tenaga kerja. Berlangsungnya distribusi pendapatan, yang berarti jika kelompok usaha produktif memiliki kemampuan untuk menjalankan kegiatan kerja dan juga mendapatkan pemasukan dari usaha mereka. Tujuan pembiayaan guna tingkat mikro, yaitu memiliki tujuan guna: (Binti Nur Asiyah,2015. Pengupayaan guna mengoptimalkan keuntungan, yang berarti bahwa tiap-tiap usaha yang dibuka mempunyai tujuan yang paling tinggi, yakni memberikan keuntungan usaha. Tiap-tiap pengusaha ingin sanggup meraih tujuan ini, dan guna meraih tujuan ini, mereka membutuhkan dukungan keuangan yang cukup. Pengupayaan untuk meminimalkan risiko, yang berarti bahwa pengusaha haruslah sanggup mengurangi resiko yang mungkin mereka hadapi. Tindakan pembiayaan dapat meningkatkan resiko kekurangan modal usaha. Pendayagunaan sumber daya ekonomi berarti bahwa sumber daya ekonomi mampu dilakukan pengembangan melalui penggabungan SDA. SDM, serta sumber daya modal. Dalam kasus di mana SDA serta SDM tersedia, tetapi sumber daya modal tak tersedia, pembiayaan secara mendasar mampu menambahkan peranan sumber daya ekonomi. Penyaluran kelebihan dana, yang berarti bahwa pada khalayak terdapat pihak yang mempunyai sisa anggaran sedangkan pihak yang memiliki kekurangan Mekanisme pembiayaan mampu membantu menyeimbangkan dan menyebarkan kelebihan dana dari pihak yang memiliki kelebihan anggaran . ke pihak yang memiliki kekurangan anggaran . Jenis Pembiayaan . Dilihat dari segi kegunannya Pembiayaan penanaman modal adalah pembiayaan berjangka menengah serta panjang yang dimaksudkan guna penanaman modal ataupun investasi, sepertihalnya Prosedur Pemberian Pembiayaan Pada PT BPR KARANGWARU PRATAMA pembangunan pabrik, pembelian mesin pabrik, serta layanan yang dibutuhkan guna rehabilitasi atau ekspansi bisnis yang telah ada melalui pembelian mesin serta peralatan yang lain. Pembiayaan modal kerja adalah pembiayaan yang memiliki jangka pendek . idak lebih dari satu tahu. yang digunakan guna membiayai kebutuhan modal kerja bisnis milik klien, sepertihalnya membeli bahan baku, menyediakan barang, serta membayar upah atau gaji karyawan. Diliihat melalui segi tujuan pembiayaan a Pembiayaan produktif adalah pembiayaan yang digunakan dalam aktivitas produktif, sepertihalnya membeli kebun karet atau kebun sawit yang akan menjadi aset atau modal kerja dan pembuatan barang. Pembiayaan konsumtif adalah pembiayaan yang diberi guna membeli barang ataupun jasa ataupun memenuhi kebutuhan konsumtif. Dilihat dari jangka waktu pembiayaan Pembiayaan jangka pendek . hort ter. adalah pembiayaan yang pada umumnya dipakai dalam keperluan modal kerja dan yang memiliki jangka waktu hingga 1 Pembiayaan jangka menengah . edium ter. adalah pembiayaan yang mempunyai jangka waktu diantara satu dan tiga tahun serta pada umumnya dipakai guna penanaman modal. Pembiayaan jangka panjang . ong ter. adalah pembiayaan yang memiliki jangka waktu diatas tiga tahun, sepertihalnya kredit perumahan. Prosedur Pembiayaan Pembiayaan di BPR Karangwaru Pratama yang seringkali digunakan digolongkan atas tiga bagian besar, yakni pembiayaan modal kerja, pembiayaan konsumtif serta pembiayaan Pembiayaan modal kerja yaitu kategori pembiayaan fasilitas kredit yang diberi ke pelaku usaha, baik industri korporat ataupun UMKM. Pembiayaan konsumtif yaitu kategori pembiayaan yang diberi dengan tujuan di luar usaha serta secara umum memiliki sifat Sedangkan pembiayaan investasi yakni kategori fasilitas kredit untuk pembiayaan pembeliaan alat-alat produksi usaha, moderenisasi mesin usaha maupun perluasan dan pengembangan usaha baru. JIMAS - VOLUME 2. NO. AGUSTUS 2023 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Page 132-141 Keunggulan Pembiayaan di BPR Karangwaru Pratama: Proses permohonan yang mudah serta cepat. Fleksibel guna kebutuhan dana yang mendesak. Maksimum plafon pembiayaan hingga 2 Milyar. Jangka periode pembiayaan panjang. Fasilitas pembukaan Tabungan di BPR Karangwaru Pratama. Manfaat dalam pembiayaan di BPR Karangwaru Pratama: Membiayai kebutuhan nasabah pada perihal modal kerja, konsumtif, serta investasi. Nasabah mampu menggansur pembiayaannya dengan total angsuran sesaui dengan table angsuran dan tidak akan berubah sesaui dengan perjanjian kredit. Ketentuan biaya: Asuransi jiwa serta kerugian . ika mengikut. Notaris, materai dll . elaras dengan ketetapan yang berlak. Provisi dan Administrasi 1%. Tabungan 2,5 % dari plafon pinjaman. Persyaratan Pembiayaan di BPR Karangwaru Pratama Fotocopy identitas diri ataupun KTP. Fotocopy akta nikah guna calon nasabah yang telah menikah. Fotocopy Kartu Keluarga. Fotocopy buku rekening tabungan ataupun bisa memakai rekening koran yang sudah dilakukan penerbitan oleh bank tempat dimana calon peminjam menabung dalam tiga bulan terakhir. Fotocopy bukti gaji bulanan dan STNK jikai memakai BPKB. Surat penting sepertihalnya surat tanah ataupun BPKB yang hendak menjadi Pelaksanaan Pendaftaran Jaminan Fidusia di BPR Karangwaru Pratama Tahapan awal dalam pemberian kredit di BPR Karangwaru Pratama dimulai dengan analisa kredit dari calon debitur. Dalam analisa kredit calon debitur ini, digunakan prinsip 5C yang menilai dari karakter, kemampuan, modal, jaminan, serta keadaan perekonomian dari calon debitur. Setelah melalui analisa kredit dan dirasa kapasitas calon debitur sudah cukup, maka pemberian kredit akan disetujui oleh anggota komite kredit untuk selanjutnya dilakukan persiapan order ke notaris. Order ke notaris ini maksudnya adalah pembuatan akta perjanjian, di mana notaris yang akan menyusun akta perjanjian kredit diantara bank terhadap nasabah. Pelaksanaan Prosedur Pemberian Pembiayaan Pada PT BPR KARANGWARU PRATAMA perjanjian kredit ditentukan dengan kesepakatan antara notaris, bank, dan nasabah calon debitur. Selanjutnya pada hari pelaksanaan perjanjian kredit, bank dan nasabah calon debitur yang terdiri dari calon debitur dan pasangannya beserta penjamin dan pasangannya akan menghadap ke notaris untuk melakukan penandatanganan perjanjian Notaris tidak hanya membantu dalam pembuatan akta perjanjain kredit antara pihak BPR Karangwaru Pratama dengan nasabah calon debitur, melainkan juga dalam pendaftaran jaminan fidusia. Pihak BPR Karangwaru Pratama sebagai kreditur sekaligus penerima fidusia tak melaksanakan pendaftaran dengan cara langsung karena tidak bisa mengakses sistem daring pendaftaran jaminan fidusia, sehingga pada perihal pendaftaran penjaminan fidusia secara teknis dilakukan oleh notaris. Hal tersebut disebabkan karena hanya notaris yang dapat mengakses sistem daring pendaftaran jaminan fidusia. Notaris melakukan pengikatan jaminan fidusia antara BPR Karangwaru Pratama sebagai kreditur sekaligus penerima fidusia dengan nasabah sebagai debitur sekaligus pemberi fidusia. Selanjutnya dalam proses pendaftaran jaminan fidusia, notaris melakukannya sesuai dengan permintaan dari BPR Karangwaru Pratama sebagai penerima fidusia. BPR Karangwaru Pratama,menetapkan plafon dengan jaminan fidusia yang didaftarkan yaitu minimal 5 juta rupiah. Bagi plafon yang berada di bawah tersebut, jaminan fidusianya tidak didaftarkan ke kantor Jaminan-jaminan fidusia yang tidak didaftarkan tersebut hanya diikat dengan perjanjian di bawah tangan yang telah diwarmeking oleh notaris rekanan. SIMPULAN Dengan adanya pemberian pembiayaan pada PT BPR Karangwaru Pratama yaitu sebagai sumber pembiayaan ekonomi masyarakat yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan perekonian masyarakat. Selain dengan syarat dan proses yang cukup mudah untuk dijangkau masyarakat, di BPR Karangwaru Pratama ini juga mempermudah dengan adanya pembagian tiga bagian besar, yakni pembiayaan modal kerja, pembiayaan konsumtif serta pembiayaan investasi. Pembiayaan modal kerja yaitu jenis pembiayaan fasilitas kredit yang diberi ke pelaku usaha, baik industri korporat ataupun UMKM. Pembiayaan konsumtif yaitu kategori pembiayaan yang diberi dengan tujuan di luar usaha serta secara umum memiliki sifat perorangan. Sedangkan pembiayaan investasi yakni jenis fasilitas kredit untuk pembiayaan pembeliaan alat-alat produksi usaha, moderenisasi mesin usaha maupun perluasan dan pengembangan usaha baru. Maka dengan adanya pembagian tersebut masyarakat akan lebih mudah memilih pembiayaan mana yang akan digunakan. JIMAS - VOLUME 2. NO. AGUSTUS 2023 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Page 132-141 Tata cara pemberian kredit di PT BPR Karangwaru Pratama yang telah selaras terhadap ketetapan tata cara yang dipunyai, meskipun pada saat prakteknya masih ditemukan penyimpangan Ae penyimpangan yang dilakukan. Penyimpangan tersebut biasanya meliputi terdapatnya aspek kedekatan calon nasabah terhadap pegawai bank, syarat pada saat pengajuan permohonan kredit yang tak dilengkapi, serta informasi palsu yang diberi oleh calon nasabah. Tetapi hambatan tersebut dapat kita atasi dengan melaksanakan survey kembali ataupun survey berkelanjutan terkait calon nasabah yang dekat dengan pegawai dan melaksanakan kunjungan yang bertujuan informasi yang diberi telah sesuai. Dan untuk persyaratan atau informasi yang kurang lengkap dalam form permohonan kredit dapat dilakukan dengan menanyakan saat nasabah datang ke kantor. Berdasarkan hasil penelitian mengenai prosedur pembiayaan pada BPR Karangwaru Pratama guna peningkatan nasabah yang memiliki keterkaitan terhadap rumusan permasalahan, alhasil mampu ditarik kesimpulan yakni dibawah ini : Tantangan yang dihadapi BPR karangwaru Pratama ini dalam pemberian pinjaman dan upaya pengembangannya sehingga kedepannya terus berkembang dan berperan dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia akan dikumpulkan, dikaji, dan dideskripsikan dalam sebuah penelitian ini. Adapun teknik penelitian yang diguankan dalam penelitian ini meliputi bebrapa pengumpulan data berarti mencari, mencatat, serta melakukan pengumpulan seluruh data dengan cara yang objektif yang selaras terhadap hasil pengamatan serta wawancara dalam lapangan, yakni pencatatan data serta bermacam-macam bentuk data yang tersedia dalam lapangan (Sugiyono, 2010: Penampilan Data (Penampilan Dat. Penampilan data adalah sekumpulan informasi yang disusun yang memungkinkan untuk membuat kesimpulan dan keputusan. Ini digunakan untuk meningkatkan pemahaman kasus dan sebagai referensi untuk tindakan yang didasarkan pada pemahaman dan analisis sajian data. Pengertian Pembiayaan: Pembiayaan adalah pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang akan direncanakan, baik itu lembaga atau individu. Dengan kata lain, pembiayaan adalah pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan. Namun, pembiayaan secara umum berarti menyediakan uang atau tagihan yang sebanding dengannya, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan BMT dengan pihak lain. Ini mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil. Prosedur Pemberian Pembiayaan Pada PT BPR KARANGWARU PRATAMA Pelaksanaan Pendaftaran Jaminan Fidusia di BPR Karangwaru Pratama Tahapan awal dalam pemberian kredit di BPR Karangwaru Pratama dimulai dengan analisa kredit dari calon debitur. Selanjutnya pada hari pelaksanaan perjanjian kredit, bank dan nasabah calon debitur yang terdiri dari calon debitur dan pasangannya beserta penjamin dan pasangannya akan menghadap ke notaris untuk melakukan penandatanganan perjanjian kredit. BPR Karangwaru Pratama menetapkan plafon dengan jaminan fidusia yang didaftarkan yaitu minimal 5 juta rupiah. Daftar Pustaka