P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Volume 12. Nomor 1. Agustus 2021 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA REDAKSI Penanggung jawab : Dr. Munawaroh. Kes Dr. Heny Sulistyowati. Hum Dr. Nurwiani. Dr. Nanik Sri Setyani. Redaksi: Ketua Sekretaris Reviewer : Ir. Slamet Boediono. Si. : Abd. Rozak. Pd. Safiil Maarif. : Dr. Wiwin Sri Hidayati. Pd ( Bidang Pendidikan Matematik. Nahlia Rahmawati. Si (Bidang Matematik. Mitra Bestari Dr. Warly. Pd (Universitas Ronggolawe Tuba. Dr. Iis Holisin. Pd (Universitas Muhammadiyah Surabay. Penerbit : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang Alamat : Program Studi Pendidikan Matematika Kampus STKIP PGRI Jombang Jln. Pattimura i/20 Jombang. Telp : . 861319 stkipjb@gmail. PENGANTAR REDAKSI Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menerbitkan jurnal AueduMATHAy volume 12 Nomor 1 edisi Agustus 2021. Penerbitan jurnal AueduMATHAy ini untuk memfasilitasi dosen program studi pendidikan mempublikasikan hasil karya yang dihasilkan. Jurnal ini berisikan tentang artikel yang membahas tentang matematika dan pendidikan matematika. Kami menyadari bahwa jurnal AueduMATHAy ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat konstruktif selalu kami harapkan demi kesempurnaan jurnal ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada Mitra Bestari dan semua pihak yang telah berperan serta dalam penerbitan jurnal AueduMATHAy ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 DAFTAR ISI PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA 2 DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISKURSUS MULTY REPRECENTACY DI SMAN 11 SIDRAP 1 Ae 12 yaU. yaoyayayaya SMAN 11 SIDRAP Sulawesi Selatan IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE THE MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS IN CLASS VII. 5 SMP NEGERI 4 PEKANBARU 13 - 24 yaUyayayaoyayayaoyay yaOyayayao yaOyauyaoyayayauyaya , yaeyayayaoyayayao yaeyaoyayaoyayayaya , yaUyaoyayayayayaoyayc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau PROMOTE ACTION MAHASISWA CALON GURU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA 25 - 33 yaOyaoyayayaoyayao yaEyayaoya yasyayayayau yaOyayayaoya Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang PENJADWALAN SETORAN HAFALAN AL-QURAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QURAoAN AuDARUL HIKAMAy DENGAN METODE GRAPH yaeyaoyayayayau yaUyaoyaoyayaya ya, yaEyayaya yaeyaoyayaoyayayaoyaya yasyaya yaNyaoyayayayayayayayayayaya , yaOyayayao yaayayayayaoyayaoyayaoyayayc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang ANALISIS KESADARAN METAKOGNITIF CALON GURU PEMBELAJARAN DARING PADA ERA PANDEMI COVID-19 yaAyauyay. yacyayayaoya ya, yaNyayayaya yaUyayayayayaoyayyayaya Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang 34 - 40 DALAM 41 - 48 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI BENTUK ALJABAR UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTs 49 - 57 yaIyayayayao yaayayayayayaoyayaoyaya yacyayayyayaoyaya , yaayayayaya yaoyayaoyayayayaoya , yaeyayayayayayc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VII2 SMP NEGERI 42 PEKANBARU 58 - 70 yaeyayayaoyayaya yaUyayayayayayaoya , yaAyayayao yaUyayayayaya , yaeyaoyayaya yc 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau KETENTUAN PENULISAN Artikel yang dimuat dalam jurnal meliputi naskah tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan tinjauan kepustakaan tentang pendidikan Matematika. Naskah belum diterbitkan dalam jurnal dan media cetak lain. Naskah merupakan karya orisinal, bebas dari plagiasi dan mengikuti etika penulisan. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pengutipan, penggunaan softwere untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HAKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya menjadi tanggung jawab penulis naskah. Semua naskah ditelaah oleh mitra bestari yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang Penulis diberikan kesempatan untk melakukan revisi naskah atas dasar saran dari mitra bestari atau penyunting. Kepastian pemuatan naskah atau penolakan akan diberitahukan secara tertulis. Ketentuan penulisan naskah: Naskah ditulis dengan 1. 5 spasi, kertas A4, panjang 10-20 halaman. Berkas naskah ditulis dalam microsoft word, dan diserahkan melalui email stkipjb@gmail. com dan konfirmasi ke redaksi setelah pengiriman. Sistimatika penulisan : Hasil penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Metode . Hasil penelitian. Pembahasan. Simpulan dan saran. Daftar Hasil non penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Bahasan Utama. Penutup atau Simpulan. Daftar rujukan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 EduMath Volume 12 Nomor 1. Agustus 2021 Halaman 25- 33 PROMOTE ACTION MAHASISWA CALON GURU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA yaOyaoyayayaoyayao yaEyayaoya yasyayayayau yaOyayayaoya Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI JOMBANG stkipjb@gmail. Abstrak: Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan promote action mahasiswa calon guru dalam pembelajaran matematika. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah dua orang mahasiswa pendidikan matematika yang merupakan calon guru matematika yang sedang menempuh program peer teaching dengan kriteria Paedagogical Knowledge level 0 dan 1. Instrumen dalam penelitian ini adalah vignette yang merupakan lembar untuk mengidentifikasi Paedagogical Knowledge (PK) mahasiswa calon guru serta lembar observasi pembelajaran. Hasil penelitan, dapat disimpulkan bahwa subjek dengan PK level 0 dapat melakukan pembelajaran dengan baik, penyajian materi rinci namun penyampaian kurang interaktif. Subjek 1 dapat menerapkan fase dalam proses pembelajaran namun belum maksimal. Sedangkan untuk subjek 2 dengan PK pada level 1 menunjukkan bahwa subjek mampu melakukan pembelajaran sesuai dengan fase pembelajaran. Subjek menyajikan materi dengan sederhana. Materi yang disampaikan hanya sedikit, namun subjek kreatif dalam menyampaikan materi kepada siswa. Baik melalui media maupun melalui cara mahasiswa berbicara. Subjek lebih interaktif, membuka kesempatan bertanya serta mampu memotivasi siswa, sehingga walaupun materi hanya sedikit yang disampaikan namun siswa lebih dapat memahami. Kata kunci: : Promote Action. Mahasiswa Calon Guru. Pembelajaran Matematika PENDAHULUAN Proses pembelajaran yang dilakukan dan Dosen, pada pasal 10 ayat . disebutkan oleh guru akan menentukan keberhasilan siswa dalam memahami sebuah materi. Berbagai inovasi dalam pembelajaran telah dilakukan guru agar proses pembelajaran yang dilakukan Shulman ditemukan kendala yang membuat pencapaian menyebut PCK digambarkan sebagai hasil siswa tidak maksimal. Sesuai dengan Undang- perpaduan antara pengetahuan materi ajar undang nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru . ontent knowledg. meliputi pengetahuan konsep, teori, ide, kerangka berpikir, metode pembuktian dan bukti serta pengetahuan cara Pedagogical knowledge ini identik dengan mendidik . edagogical knowledg. berkaitan kompetensi pedagogik guru menurut PP No. dengan cara dan proses mengajar yang meliputi pengetahuan tentang manajemen kelas, tugas, desain pembelajaran dan pembelajaran siswa pengelolaan pembelajaran peserta didik yang (Shulman, 1. sekurang-kurangnya PCK Dua bagian besar yang membentuk pedagogical knowledge. Menurut Shulman pengembangan kurikulum/silabus, perancangan . , pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang pengetahuan konsep, teori, ide, kerangka mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi berpikir, metode pembuktian dan bukti. Senada pembelajaran, evaluasi hasil belajar, serta kompetensi profesional guru menurut PP No. 74 tahun 2008 bahwa kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai Karahasan . dan Maryono . untuk teknologi, seni dan budaya yang diampunya menganalisis PCK calon guru dalam penelitian yang sekurang-kurangnya meliputi penguasaan Pemilihan ini didasari bahwa kerangka materi pelajaran secara luas dan mendalam kerja ini merupakan penyempurnaan dan sesuai dengan setandar isi program satuan kombinasi dari kerangka kerja yang lain. pendidikan, mata pelajaran dan kelompok mata Dalam kerangka kerja ini, terdapat 2 komponen pelajaran yang akan diampu, konsep dan PCK, metode disiplin keilmuan, teknologi atau seni yang relevan yang secara konseptual menaungi komponen dibedakan ke dalam 3 kategori, yaitu: kategori kurang . , kategori pendidikan, mata pelajaran, kelompok mata sedang . , dan kategori baik . pelajaran yang akan diampu. Deskripsi Peneliti Sedangkan Masing-masing masing-masing komponen dan kategori disesuaikan dengan menurut Shulman berkaitan dengan cara dan kerangka teori yang ditawarkan oleh Karahasan proses mengajar yang meliputi pengetahuan . dan Maryono . Dalam penelitian ini, peneliti hanya membatasi pada pedagogical pembelajaran dan pembelajaran peserta didik. knowledge pada level 0 dan 1. Perbedaan karakter dan kemampuan Siswa menerima promote action guru dari setiap guru dan siswa memberikan variasi atau accepted promote action (A-PA) yang tersendiri dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari siswa melakukan instruksi yang sesuai dengan pernyataan Lui . bahwa pelaksanaan pembelajaran di kelas memiliki karakteristik yang sesuai dengan karakteristik Siswa menolak promote action siswa, guru dan materi. Setiap siswa memiliki guru atau rejected promote action (R-PA) yang kecepatan belajar dan gaya belajar yang paling terlihat dari perilaku negatif siswa seperti tidak tepat baginya, menerapkan pembelajaran yang melakukan intruksi guru, melakukan aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan pelajaran. masing-masing Siswa tantangan berat. Oleh karena itu, ketika guru dengan semu atau pseudo promote action (P- PA) yang terlihat dari siswa seolah-olah memiliki karakteristik yang berbeda menjadi memperhitungkan apakah siswa sudah mampu memahami ataukah apa yang masih harus sebenarnya menolak, begitu juga sebaliknya. dikerjakan oleh siswa maka pembelajaran yang Beberapa penelitian lain sebelumnya dilakukan tidaklah efektif. telah dilakukan tentang karakteristik ZPA yang Valsiner . menyatakan bahwa terdiri dari A-PA. R-PA. P-PA (Iffah, 2017. ZPA adalah seperangkat kegiatan, benda, atau Blanton, 2005. Goos, 2. Namun dalam area di lingkungan, dalam hal mana tindakan penelitian ini peneliti akan meneliti tentang seseorang ditawarkan. ZPA menggambarkan promote action (PA) mahasiswa calon guru apa yang orang dewasa tawarkan, dengan tidak ketika proses pembelajaran. Hal ini penting ada kewajiban bagi anak untuk menerima apa untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi guru Anak Pelakasanaan penelitian ini adalah ketika mahasiswa dalam tahap peer teaching. diperintahkan oleh orang yang lebih dewasa Sehingga atau guru. Hal ini dikarenakan mungkin dari dipersiapkan untuk menghadapi tahap real segi keterbatasan anak untuk melakukan. Dikarenakan dalam masa pandemi. Bentuk respon dari siswa ada kalanya benar-benar maka proses pembelajaran yang dilakukan oleh yang menerima, menanggapi secara semu atau mahasiswa dengan cara daring. dalam KBBI disebut sebagai pseudo maupun METODE PENELITIAN menolak promote action guru yang merupakan Peneliti karakteristik promote action guru (Iffah, 2. penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif karena penelitian kualitatif dengan jenis penelitian ini relevan dan memungkinkan untuk mencapai tujuan penelitian ini. Peneliti Pada akan mendeskripsikan hasil promote action subjek dalam pembelajaran matematika. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika yang merupakan calon guru matematika yang sedang menempuh program peer teaching. Subjek diamati dalam ZPA Selanjutnya. PCK subjek dapat diukur menggunakan vignette yang merupakan penyelesaian peserta didik, pertanyaan peserta didik atau komentar peserta didik. Melalui Gambar 1. Subjek memberikan pertanyaan tentang materi sebelumnya selanjutnya dilakukan pelevelan PK dan data Materi karakteristik ZPA dideskripsikan pada subjek Subjek menanyakan materi yang dengan PK yang beragam. dibahas pada pertemuan sebelumnya yaitu Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi guru dalam pembelajaran, vignette untuk melihat PCK calon guru. menanyakan kembali apa konsep nilai mutlak Metode yang dicontohkan dengan anak yang sedang observasi dan tes, serta triangulasi yang belatih pramuka dan melakukan gerak langkah digunakan adalah triangulasi waktu HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN beberapa ilustrasi untuk dapat mengingatkan Subjek 1 dari nilai mutlak, subjek melanjutkan dengan Subjek Subjek meminta siswa untuk mengidentifikasi bantukbantuk dari nilai mutlak. Subjek memberikan level 1 untuk kemampuan mengajar. Peneliti Setelah siswa berhasil mengingat konsep Subjek 1 adalah subjek dengan kategori beberapa bentuk nilai mutlak, dan meminta siswa untuk mengidentifikasi ciri dan bentuk langkah dijelaskan secara mendetail oleh nilai mutlak tersebut. Pada prosesnya subjek Subjek juga menuntun siswa untuk selalu terbuka membuka kesempatan bertanya kepada siswa. Jika tidak ada siswa yang Subjek melakukan interaksi yang bertanya, sesekali subjek yang mengaukan baik dengan siswa,dan memastikan siswa pertanyaan sambil menunjuk siswa untuk benar-benar Hal ini dilakukan subjek untuk dengan baik. Selanjutnya subjek meminta mengarahkan perhatian siswa kepada materi mengetahui apakah siswa benar-benar telah Subjek menerapkan fase menggali memahami materi yang disampaikan. dalam pembelajaran agar siswa memperoleh prestasi yang diinginkan. Fase ini dilakukan dengan bantuan media pembelajaran. Subjek menunjukkan aplikasi yang digunakan adalah Gambar 3. Subjek meminta siswa untuk menyelesaikan soal yang diberikan Subjek meminta siswa meggunakan aplikasi dan konsep nilai mutlak untuk menyelesaikan soal yang diberikan. Hal ini masuk dalam fase menggali, dimana siswa mengaplikasikan konsep yang diterima untuk Gambar 2. Aplikasi cymath yang didownload siswa menyelesaikan soal. benar-benar dapat menunjukan jawaban dengan benar. Hal ini menunjukkan seluruh materi yang menginstal aplikasi cymath. Setelah siswa disampaiakn guru dapat diterima dengan baik keseluruhan teah berhasil menginstal aplikasi tersebut,subjek dan siswa dapat memahami dengan sempurna. Subjek 2 cara menggunakan aplikasi cymath. Cara kerja Subjek 2 adalah subjek dengan kriteria aplikasi ini adalah dengan input bentuk nilai mutlak yang akan diselesaikan, selanjutnya mampu menyeesaikan soal dengan baik dan Subjek menunggu dan memastikan Seluruh siswa 1 untuk pengetahuan mengajar dan Subjek pembelajaran dengan menampakkan promote pembahasan dari cara penyelesaian. Setiap action menggali pengetahuan siswa melalui Siswa diminta mencermati dan pertanyaan subjek. Materi yang dibahas subjek menunjukkan perbedaan dari masing-masing adalah logaritma. Subjek memulai dengan memberikan pertanyaan Aoapakah logaritma bersama-sama dan dilanjutkan dengan subjek itu?Ao. memberikan pertanyaan kepada masing-masing Awalnya individu terkait perbedaan masing-masing sifat dan unsur yang ada di dalamnya. Siswa mampu mengidentifikasi dengan benar sesuai dengan arahan subjek. Setelah siswa dapat memahami Gambar 4. Pertanyaan subjek kepada siswa pada awal pembelajaran memberikan soal yang menggunakan sifat Subjek menunjuk masing-masing siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut, untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Respon yang diberikan siswa beragam, ada yang diam saja, ada yang menjawab dengan salah namun Gambar 6. Subjek memberikan soal tentang sifat ada juga yang menjawab mendekati benar Subjek memberikan enam soal untuk walaupun dengan bahasa siswa sendiri. Setelah dikerjakan dan langsung dibahas. Soal yang siswa seluruhnya sudah menjawab, subjek diberikan terkait dengan sifat-sifat logaritma. memberikan ulasan tentang apa itu logaritma. Dalam menyelesaikan soal, subjek memanggil sambil membrikan penguatan terhadap jawaban Setelah menjelaskan tentang definisi langsungmengerjakan dan menyebutkan sifat logaritma, subjek melanjutkan ke sifat-sifat keberapa yang digunakan. Jika ada siswa yang Dikarenakan soal langsung dikerjakan dan mengetahui jawaban yang dihasilkan benar atau salah. Jika jawaban yang ditemukan salah, subjek langsung meminta untuk membenarkan. Gambar 5. Subjek meminta siswa mengidentifikasi sifat logaritma Subjek Subjek mengamatipencapaian dari masing- masing siswa dan memberikan bantan kepada mengidentifikasi sajian sifat logaritma yang siswa yang mengalamai kesulitan. Pada fase menggali, subjek membantu pendapat Winkel (Winkel, 2. diantaranya yaitu fase motivasi, konsentrasi, pengolahan, menyimpan, menggali, dan umpan balik. Subjek membuat media yang menarik untuk Kedua subjek baru mendapatkan pengetahuan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar mengajar melalu teori saat perkuliahan dan belum mendapatkan pengalaman mengajar memfasilitasi siswa dalam pembahasan soal yang sesungguhnya di lapangan. Dengan bekal serta mengoreksi bersama jawaban miliki materi ketika kuliah, subjek sudah dapat melakukan proses pengajaran dengan baik. Selain Level pedagogical knowledge yang berbeda pada kedua subjek terlihat ketika pengelolaan kelas dan variasi dalam mengajar. Kedua subjek memberikan soal baik sebagai latihan dan dibahas, maupun soal untuk dikerjakan sebagai tugas individu. Pemberian tugas sebagai bentuk pemecahan masalah akan melatih siswa untuk bisa terampil dalam menghadapi segala permasalahan. Hal ini Gambar 16. Subjek memanfaatkan media sebagai alat bantu mengajar sesuai dengan pendapat bahwa seorang guru Subjek membuat media padlet untuk ketika pemeblajaran tidak hanya menanamkan membantu penjelasan pada materi logaritma. konsep saja, tetapi juga membantu siswa untuk Media padlet berisi tentang materi yang diisajikan dalam bentuk power point serta soal (Aljareh. Siswa dimunculkan subjek, seluruhnya ditanggapi menanggapi dengan senang hati adanya media baik oleh siswa. Siswa mampu menjalankan Siswa merasa termotivasi karena intruksi dari subjek. Hal ini disebut sebagai tampilan yang menarik dan juga isi dari media accepted promote action bagi subjek (Valsiner, sangat lengkap, mulai dari materi sampai pada soal untuk latihan. PENUTUP Pembahasan Simpulan Promote Subjek menerapkan kegiatan dalam Berdasarkan uraian hasil penelitan di proses pembelajaran menggunakan fase-fase atas, dapat disimpulkan bahwa dua mahasiswa dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan calon guru yang memiliki PCK dengan level yang berbeda memiliki keterampilan yang Blanton. Westbrook. , & Carter. Using ValsinerAos zone theory to mathematics and science classrooms. Journal of Mathematics Teacher Education, 8. , 5-33. Goos. A Sociocultural Analysis of Learning to Teach. International Group for the Psychology of Mathematics Education, 3, 49-56 Iffah. Sutawidjaja. , & SaAodijah. Using Valsiners zone theory for identifying the forms of students pseudo responses in mathematics teaching process. Educational Research and Reviews, 12. , 744-753. Iffah. Karakterisasi Zone of Promoted Action (ZPA) guru ditinjau dari pengalaman mengajar pada pembelajaran matematika. DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM. Karahasan. Preservice secondary mathematics teachers' pedagogical content knowledge of composite and inverse functions. Lui. Teaching in the zone: An introduction to working within the Zone of Proximal Development (ZPD) to ChildrenAos progress, 1-10. Maryono. Karakteristik Pedagogical Content Practice (PCP) Guru Matematika SMA pada Materi SPLDV. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: PPs Universitas Negeri Malang Shulman. Those who understand: Knowledge growth in teaching. Educational researcher, 15. , 4-14. Valsiner. Jaan. Variability of Adult-Child Interaction and Instability of Behavior Settings ChildrenAos Home Environment. Final Report of the Research Grant. Awarded for 1982/83 by the Foundation for Child Development berbeda dalam menanggapi kesalahan siswa Kedua mahasiswa calon guru sama-sama menjalankan pembelajaran sesuai dengan fase dalam proses belajar, namun ada perbedaan cara dalam menyampaikan materi. Mahasiswa mengajar lebih tinggi menyajikan materi dengan sederhana. Materi yang disampaikan hanya sedikit, namun mahasiswa kreatif dalam menyampaikan materi kepada siswa. Baik melalui media maupun melalui cara mahasiswa Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu sebagai berikut : Perlu dikembangkan penelitian ini untuk mengidentifikasi PCK mahasiswa calon guru ketika mahasiswa pada tahapan real perlu adanya penelitian yang memberikan tidak lanjut terhadap hasil tes PCK sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa yang selanjutnya akan siap untuk menjadi guru profesional. DAFTAR PUSTAKA