Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online Penentuan Kriteria Evaluasi Kinerja Widyaiswara Menggunakan Nominal Group Technique Rohmatulloh1. Retno Kusumastuti2. Julian Ambassadur Shiddiq2 1Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Jalan Cisitu Lama No. Bandung 40135 2Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral Jl. Jend. Gatot Soebroto Kav. Jakarta 12950 1Email: rohmatulloh@diklat. Abstrak Peran widyaiswara yang kompeten merupakan salah satu komponen penting dalam sistem penyelenggaraan program diklat yang bermutu. Untuk meningkatkan kompetensi widyaiswara agar sesuai kriteria yang diharapkan maka dibutuhkan perangkat dasar evaluasi kinerja widyaiswara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria atau parameter yang digunakan dalam mengevaluasi kinerja Penentuan kriteria menggunakan teknik pengambilan keputusan kelompok, yaitu nominal group technique (NGT). Partisipan NGT adalah widyaiswara dan pengelola evaluasi kinerja. Kriteria yang berhasil dikonsensuskan yaitu kesesuaian kompetensi substansi dengan mata diklat yang diampu, kepuasan peserta diklat terhadap kemampuan mengajar di kelas, dan capaian angka kredit. Kriteria tersebut dijadikan acuan untuk evaluasi dan hasilnya dapat digunakan untuk pengembangan kompetensi widyaiswara sesuai dengan kebutuhannya. Penggunaan NGT pada penelitian ini cukup efektif untuk membangkitkan banyak ide, penentuan kriteria, dan nilai pembobotan kinerja. Kata kunci: Evaluasi kinerja, widyaiswara, nominal group technique Abstract The role of competent trainers as an important part in creating an organizing system of the qualified training program. To improve the competencyof trainers to match the expected criteria, trainers evaluation of performance as the basic tools are needed. The purpose of this study is to determine the criteria or parameters that used in evaluating trainers performance. Determination of criteria is using the groupdecision-making techniques, namely nominal group technique (NGT). The NGT participants are trainer and planner. Successful criteria in consensus are established by the suitability of substance with the competence attended training, training participant satisfaction in classroom teaching ability, and the achievement of credit points. The criteria can be used as a reference for the evaluation and the results can be used for the appropriate competencies development that suitable with trainers requirement. The use of NGT is more effective to generate many ideas and determination of evaluation criteria. Keywords: Performance evaluation, trainer, nominal group technique Pendahuluan Keberhasilan penyelenggaraan program diklat menjadi tujuan atau harapan berbagai pihak yang berkepentingan didalamnya. Harapan bagi peserta diklat yaitu diukur dari capaian indikator kepuasan terhadap penyelenggaraan diklat, peningkatan kompetensi, dan perubahan perilaku alumni diklat dalam bekerja di unit kerjanya. Bagi pihak pengguna alumni diklat, harapannya diukur menggunakan indikator Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online peningkatan kinerja unit organisasi . Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, banyak sumber daya yang terlibat di dalam penyelenggaraan program diklat. Salah satunya adalah tenaga pengajar atau widyaiswara. Widyaiswara sesuai dengan tugas dan fungsinya memiliki peran penting dalam seluruh siklus penyelenggaraan program Untuk mengoptimalkan kinerja penyelenggaraan program diklat maka widyaiswara yang terlibat di dalam seluruh siklus proses tersebut harus senantiasa memperhatikan faktor kesesuaian kompetensi yang dimilikinya (Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 13 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Pembinaan Penyelenggaraan Diklat Tekni. Lembaga diklat wajib menerapkan penjaminan mutu widyaiswara agar kompetensinya selalu sesuai dengan persyaratan kompetensi pada program dan judul diklat yang diselenggarakannya. Manfaat bagi lembaga diklat yang telah menerapkannya yaitu telah memenuhi salah satu unsur penilaian kriteria yang dipersyaratkan oleh lembaga akreditasi lembaga penyelenggara diklat untuk memberikan pengakuan penjaminan mutu. Sedangkan manfaat bagi widyaiswara adalah untuk memberikan program pengembangan profesionalisme yang sesuai dengan kesenjangan dan kebutuhan kompetensi saat ini dan ke depan. Sehinga karir widyaiswara dapat meningkat dan sejalan dengan tujuan organisasi. Penentuan standar dan kriteria kinerja adalah tahapan paling awal sebelum dilakukan evaluasi kinerja widyaiswara. Perumusan dan penetapan standar dan kriteria kinerja widyaiswara perlu dirumuskan oleh widyaiswara dan pengelola evaluasi kinerja agar hasil konsesusnya dapat diterapkan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah membahas metode pengambilan keputusan kelompok nominal group technique untuk mengidentifikasi kriteria kinerja widyaiswara. Nominal Group Technique Nominal group technique (NGT) merupakan alat untuk pemecahan masalah pengambilan keputusan dan pembangkit ide-ide strategis. Istilah nominal merujuk pada sebuah proses yang menjembatani individu secara bersama tapi tidak mengijinkan individu berkomunikasi secara verbal. NGT pertama kali dikembangkan oleh Delbecq dan Van de Venn pada 1968 yang digunakan pada kajian psikologi sosial untuk penentuan keputusan dalam sebuah konferensi, kajian ilmu manajemen untuk menggabungkan penilaian kelompok, dan kajian kerja sosial . ocial wor. untuk melibatkan masyarakat dalam merumuskan permasalahan perencanaan program. Penggunaan NGT telah meluas ke berbagai bidang seperti kesehatan, pelayanan sosial, pendidikan, industri, dan organisasi pemerintah . Penggunaan NGT dalam disain perencanaan program untuk membangun model logika yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan . NGT memiliki kesamaan dengan teknik Delphi, yaitu sebagai alat pengambilan keputusan yang menghargai penilaian individu untuk dikombinasikan menjadi sebuah NGT tidak dapat digunakan untuk diskusi yang bersifat rutin, koordinasi, dan tawar menawar . atau negosiasi . Kesamaan NGT dan Delphi adalah melibatkan individu yang memiliki keahlian pada bidangnya. Perbedaan NGT dan Delphi, yaitu terkait dengan proses pelaksanaannya. NGT dilaksanakan pada sebuah pertemuan tatap muka dalam sebuah kelompok kecil, sehingga sesama partisipan saling Sedangkan Deplhi tidak dilakukan pertemuan secara tatap muka melainkan melalui kuesioner dan memerlukan waktu yang lama. Dengan demikian, partisipan dalam Delphi tidak saling mengenal . Walaupun demikian NGT dapat juga dilakukan tanpa tatap muka. Dalam penelitian lain, telah dilakukan proses NGT di Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online lingkungan berbasis web . atau tanpa tatap muka . Baik model NGT tradisional dan online ternyata menghasilkan outcome yang tidak berbeda secara Metode NGT dan Delphi juga telah dibandingkan untuk menduga sebuah masalah peramalan . Hasilnya adalah NGT lebih disukai partisipan daripada Delphi, partisipan NGT mendapat pengalaman dan kerjasama yang tinggi dan interaksinya lebih efektif. Penelitian lain menceritakan pengalaman bahwa NGT membutuhkan upaya yang cukup besar dari kuesioner . Dalam penerapannya. NGT memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan NGT adalah efisien dari segi biaya dan waktu . anya beberapa ja. dalam proses pengumpulan data dan pengambilan keputusan, setiap individu memiliki kedudukan yang setara . , 8, . , dapat mendorong partisipan mengekspresikan pendapatnya . , dapat membangkitkan ide permasalahan dan solusi dalam jumlah yang cukup banyak dan beragam . , 11-. , bertemu dengan para ahli secara langsung atau tatap muka . , dapat menangkap berbagai sudut pandang dari kelompok yang berbeda . , dapat menjadi alat analisis untuk memecahkan permasalahan yang besar menjadi lebih kecil . Sedangkan kekurangan NGT adalah prioritas yang dihasilkan oleh kelompok tidak selalu layak . , kurangnya peluang partisipan berpikir panjang, partisipan kurang nyaman mengemukakan pendapat yang dirasakannya secara bebas kepada kelompok, bias dalam penentuan calon partisipan sehingga hasilnya tidak bisa digeneralisir . , dan sangat sulit mengorganisir pelaksanaan NGT dalam waktu yang seluruh partisipan bisa hadir . Penelitian terdahulu terkait dengan penggunaan NGT untuk pemecahan masalah pengambilan keputusan disajikan seperti pada Tabel 1 . Berdasarkan analisis data sekunder dari beberapa jurnal, ditemukan bahwa penggunaan NGT bertujuan untuk membangkitkan ide, identifikasi kriteria atau faktor kesuksesan, penentuan prioritas, dan pembobotan kriteria. Bidang yang menerapkan NGT seperti kesehatan, pendidikan, industri otomotif, dan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Partisipan yang menjadi sumber data adalah ahli dalam satu bidang dari berbagai latar belakang profesi dan jabatan. Jumlah partisipan per kelompok NGT bervariasi antara 316 partisipan. Adapun durasi waktu untuk pelaksanaan NGT dalam penyelesaian masalah yang tertulis dalam beberapa jurnal bervariasi lamanya dari 20-120 menit. Metode Penelitian Penelitian kualitatif penentuan kriteria kinerja widyaiswara merupakan bagian awal dari dua bagian penelitian evaluasi kinerja widyaiswara. Model logika penelitian disajikan seperti pada Gambar 1. Gambar 1 Model Penelitian Rohmatulloh, et al. Penentuan Kriteria Evaluasi Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online Tabel 1 Penerapan NGT dalam Berbagai Penelitian n partisipan/ C2 Safari, et al. Dang . C Galankashi, et al. Ager, et al. FernyndezRamyrez, et al. Drennan, et al. Castiglioni, et al. Pan, et al. Harvey and Holmes . Wainwright, et al. Bentuk pengelompokan Mahasiswa yang belum dan selesai atau lulus penelitian Profesi . raktisi dan pengambil kebjaka. Mahasiswa dari program studi berbeda Pengguna jasa dan profesi . erawat dan general Profesi tenaga kesehatan Durasi waktu pelaksanaan NGT . n kelompok Pembobotan Jones . Penentuan n = jumlah Identifikasi kriteria/ faktor Partisipan Peneliti Bidang1 No. Membangkitkan Tujuan Jabatan dan tugas Profesi tenaga kesehatan Pengguna jasa dan profesi erawat dan general Pemangku kepentingan . engambil kebijakan, kepala sekolah, guru, dan pelaku industr. Pofesi . anajer, peneliti, praktisi dengan pengalaman 10 tahu. Keterangan: 1= kesehatan, 2= industri otomotif, 3= pendidikan, 4= MSDM. Skala likert . = kurang penting, . , 5= sangat pentin. Skala likert . = sangat penting, . , 5= kurang pentin. Kesepakatan bersama partisipan. Skala likert . = kurang penting, . 100= sangat pentin. Tahapan penelitian penentuan kriteria terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan NGT (Gambar . Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April - Juni 2016. Gambar 2 Tahapan Pelaksanaan Penelitian Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online Tahap awal perencanaan meliputi kegiatan pengumpulan data pustaka, penyusunan panduan diskusi, penentuan calon partisipan, dan jadwal pelaksanaan NGT. Pengumpulan data pustaka dilakukan untuk mendapatkan informasi awal tentang standar dan kriteria kinerja widyaiswara yang diterapkan di berbagai lembaga diklat dan lembaga akreditasi lembaga diklat. Keluaran . kegiatan adalah matriks perbandingan kriteria evaluasi kinerja widyaiswara yang diterapkan di tiga lembaga akreditasi. Hasil identifikasi ini selanjutnya dijadikan bahan untuk menyusun daftar pertanyaan diskusi yang jelas dan sesuai dengan tujuan penelitian. Daftar pertanyaan tersebut menjadi panduan bagi fasilitator untuk mengumpulkan data primer pada saat pelaksanaan NGT. Penentuan calon partisipan dan waktu pelaksanaan NGT dilakukan pada tahap ini berkoordinasi dengan berbagai pihak pemangku kepentingan internal unit kerja calon partisipan. Calon partisipan diundang melalui melalui unit kerjanya masingmasing menggunakan surat undangan. Calon partisipan adalah widyaiswara dan pengelola evaluasi kinerja widyaiswara. Karakeristik partisipan yang mengikuti NGT sebanyak 11 orang disajikan seperti pada Tabel 2. No. Tabel 2 Karakteristik Partisipan Partisipan Pendidikan Kategori Jumlah Widyaiswara Pengelola evaluasi Jumlah 11 100% Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan NGT yang dilaksanakan dua kali bertempat di Pusdiklat Mineral dan Batubara di Bandung dan Puslitbang Geologi Kelautan di Cirebon. Proses pelaksanaan NGT terdiri dari membangkitkan ide individu . ilent generatio. , berbagi ide, diskusi dan klarifikasi, voting, dan diskusi hasil voting . Mengacu pada tahapan tersebut, maka tahapan pelaksanaan NGT penelitian ini, yaitu: . pengenalan dan penjelasan masalah yang dibahas. Fasilitator menyampaikan latar belakang masalah dan tujuan yang diharapkan, serta keluaran . dari pelaksanaan kegiatan NGT kepada partisipan. Fasilitator menggunakan panduan diskusi yang telah dirumuskan pada tahap perencanaan untuk menjelaskan masalah. membangkitkan ide. Partisipan diberikan waktu untuk membangkitkan ide secara mandiri berdasarkan penjelaskan yang telah disampaikan oleh fasilitator. Ide yang dimiliki partisipan langsung ditulis menggunakan laptop dalam bentuk pointer untuk dijadikan bahan presentasi berbagi ide. berbagi ide. Partisipan diberikan kesempatan menyampaikan ide menggunakan teknik round robin. Dalam sesi ini, partisipan lain tidak diperkenankan untuk melakukan konfirmasi atas ide yang disampaikan oleh partisipan yang sedang mempresentasikan idenya. Fasilitator merekam dan mencatat seluruh ide yang disampaikan partisipan NGT menggunakan komputer untuk dijadikan bahan diskusi dan kalrifikasi. diskusi dan klarifikasi. Fasilitator memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh partisipan untuk mendiskusikan dan mengklarifikasi ide yang disampaikan antar partisipan tanpa ada yang mendominasi jalannya diskusi. Pada sesi ini dilakukan pengelompokkan ide yang memiliki kesamaan Rohmatulloh, et al. Penentuan Kriteria Evaluasi Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online menjadi lebih sederhana. voting dan diskusi hasil voting. Pada sesi ini dilakukan konsensus oleh para partisipan NGT melalui voting secara individu. Konsensus dilakukan dengan cara memvoting tiga ide yang dianggap paling mewakili kepentingan widyaiswara dan pengelola evaluasi kinerja, serta penentuan nilai pembobotan untuk memudahkan perhitungan dan penilaian hasil pengukuran. Hasil voting yang telah dikonsensuskan didiskusikan kembali sebelum hasilnya dibawa ke unit kerja masingmasing untuk disosialisasikan. Sedangkan pelaksanaan NGT putaran kedua adalah kelanjutan dari NGT putaran pertama. Agenda NGT putaran kedua adalah mereview hasil konsensus yang telah dihasilkan pada NGT pertama. Partisipan kembali ke unit kerjanya masingmasing untuk mensosialisasikan kepada manajemen unit kerja agar mendapatkan Masukan yang dihimpun oleh partisipan NGT menjadi bahan untuk memperbaiki mutu dan nilai bobot kriteria sesuai dengan kondisi objektif kesiapan widyaswara dan perangkat diklat di masing-masing unit kerja. Tahap akhir penelitian adalah evaluasi proses pelaksanaan NGT untuk mengetahui efektifitas metode NGT dalam menghasilkan keluaran . dan outcome penelitian. Hasil evaluasi dan rumusan tindak lanjut perbaikan digunakan untuk rekomendasi penggunaan NGT pada penelitian lainnya untuk pemecahan masalah pengambilan keputusan yang terkait perencanaan program diklat. Hasil dan Pembahasan Identifikasi Standar dan Kriteria Mutu Widyaiswara Peran widyaiswara kompeten dalam seluruh siklus proses penyelenggaraan program diklat menjadi kunci keberhasilan tercapaianya tujuan program diklat. Widyaiswara yang kompeten menjadi salah satu komponen penilaian lembaga akreditasi terhadap lembaga penyelenggara diklat. Lembaga akreditasi seperti Komite Akreditasi Lembaga Diklat Energi dan Sumber Daya Mineral (KA-LDP ESDM). Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerapkan standar mutu tenaga pengajar atau widyaiswara seperti disajikan pada Tabel 3. Berdasarkan uraian standar dan kriteria mutu tersebut terlihat bahwa kriteria mutu widyaiswara yang diterapkan lembaga akreditasi pada umumnya memiliki kesamaan yaitu kesesuaian kompetensi yang harus dimiliki oleh widyaiswara dengan diklat yang diampunya. Kesesuaian kompetensi tersebut dibuktikan dengan pendidikan, pengalaman kerja, dan mengajar. Penentuan Kriteria Kinerja Widyaiswara Penentuan kriteria mutu widyaiswara di lingkungan BPSDM ESDM dilakukan menggunkan metode pengambilan keputusan NGT. Hasil kajian pustaka terkait dengan standar dan kriteria mutu widyaiswara dijadikan pedoman bagi fasilitator untuk memandu pelaksanaan NGT. Setelah fasilitator memberikan kesempatan bagi partisipan NGT untuk membangkitkan dan menuliskan idenya masing-masing pada program aplikasi presentasi. Selanjutya partisipan secara bergiliran diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan ide kriteria evaluasi kompetensi widyaiswara berdasarkan best practice yang telah dilakukan di masing-masing unit Seluruh ide yang terkumpul pada tahap ini sebanyak 25 ide. Sesi selanjuntya dilakukan tahap diskusi dan klarifikasi terhadapa ide yang telah dikumpulkan dari Partisipan akan menanyakan kepada peserta lain untuk mendapatkan Waktu yang digunakan pada tahap ini sekitar 90 menit. Hasil dari diskusi Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online dan klarifikasi selanjutnya disepakati untuk mengelompokkan ide ke dalam lima Ide yang memiliki kesamaan juga dilakukan penggabungan untuk menghindari pengulangan. Hasil identifikasi kriteria evaluasi kinerja widyasiwara pada tahap berbagi ide dan tahap diskusi serta klarifikasi disajikan seperti disajikan pada Tabel 4. Tabel 3 Standar dan Kriteria Mutu Widyaiswara Standar Kriteria KA-LDP ESDM1 Widyaiswara/pendidik lainnya Lembaga akreditasi lembaga diklat LA-LPK2 Standar 5: Karyawan yang memiliki kualifikasi di Pendidikan formal. Pendidikan di bidang diklat. Pengalaman mengelola diklat. bidang energi dan sumber daya Pengalaman mengajar diklat bidang energi dan sumber daya Kompetensi teknis bidang energi dan sumber daya mineral. Penugasan dalam diklat bidang energi dan sumber daya mineral. Jumlah dan kompetensi pejabat fungsional widyaiswara/pendidik Karyawan bidang pelatihan dan asesmen memiliki kapasitas, kualifikasi, dan pengalaman untuk bidang pelatihan/ asesmen yang mereka Karyawan manajemen, administratif dan pendukung memiliki kualifikasi yang sesuai. LAN3 Organisasi lembaga diklat . elembagan diklat, tenaga kediklatan, rencana strategis, penjaminan pembiayaan, fasilitas diklat, penjaminan Penguasaan substansi pengetahuan yang berasal dari pendidikan formal, pelatihan TOT substansi, pengembangan profesi yang Pengalaman kerja tenaga pengajar yang mendukung penguasaan substansi . isal: konsultan, riset. Keterangan: Peraturan Menteri ESDM No. 11/2011 tentang Pedoman Akreditasi Lembaga Penyelenggara Diklat Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral Ray, et al. Peraturan Kepala LAN No. 25/2015 tentang Pedoman Akreditasi Lembaga Penyelenggara Diklat Pemerintah Tahap akhir pelaksanaan NGT adalah voting dan penentuan nilai pembobotan. Partisipan diperkenakan untuk memilih tiga kriteria kinerja yang akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja widyaiwara. Pada tahap ini, partisipan tidak melakukan secara individu tetapi proses pemilihannya dilakukan secara bersama karena keterbatasan waktu. Hasil voting dari pemilihan ketiga kriteria tersebut yaitu kemampuan mengajar berdasarkan evaluasi kepuasan peserta diklat, penilaian kinerja, dan kesesuaian antara latar belakang substantif dengan mata diklat yang diampu. Untuk kriteria penilaian angka kredit disepakati hanya ada satu penilaian dokumen yaitu pencapaian angka kredit. Sedangkan pencapaian dokumen sasaran kerja pegawai tidak digunakan. Ketiga kriteria selanjutnya diberikan nilai pembobotan oleh masingmasing partisipan. Hasil akhir voting dan pembobotan kriteria kinerja widyaiswara berdasarkan konsensus peserta NGT disajikan seperti pada Tabel 5 . Rohmatulloh, et al. Penentuan Kriteria Evaluasi Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online Tabel 4 Identifikasi Kriteria Kinerja Widyaiswara Tahap berbagi ide Tahap diskusi dan klarifikasi ide Kedisiplinan Kedisiplinan Pendidikan formal & non formal Integritas Integritas Kepemimpinan Pengalaman kerja Kemampuan mengajar berdasarkan Kepemimpinan evalausi kepuasan peserta: Penguasaan materi - Pencapaian tujuan instruksional Ketepatan waktu - Penguasaan materi Sistematika penyajian . omposisi ceramah - Sistematika penyajian . omposisi dan diskus. ceramah dan diskus. Penggunaan metode dan alat bantu - Penggunaan metode dan alat bantu Daya simpati, gaya dan sikap terhadap - Daya simpati, gaya dan sikap terhadap peserta Penggunaan bahasa dan kejelasan bahasa - Penggunaan dan kejelasan bahasa Memberikan motivasi terhadap peserta - Memberikan motivasi terhadap Pencapaian tujuan instruksional Kesempatan tanya jawab - Pencapaian tujuan instruksional Kerapihan berpakaian - Kesempatan tanya jawab Kemampuan menyajikan/memfasilitasi - Kerapihan berpakaian program diklat - Ketepatan waktu, kehadiran, dan Ketepatan waktu, kehadiran, dan cara cara menyajikan - Sikap dan perilaku Penggunaan metode dan sarana diklat - Kualitas bahan tayang Sikap dan perilaku - Cara menjawab pertanyaan dari Cara menjawab pertanyaan dari peserta Penguasaan materi Penilaian kinerja: Kualitas bahan tayang - Pencapaian angka kredit Pencapaian angka kredit - Pencapaian sasaran kerja pegawai Penilaian sasaran kerja pegawai (SKP) Kesesuaian antara latar belakang Kesesuaian substantif substantif dengan mata diklat yang - Pendidikan - Pengalaman kerja - Pelatihan - Simulasi atau micro teaching No. Tabel 5 Hasil Konsensus NGT Putaran Pertama Kriteria Nilai pembobotan Kemampuan mengajar berdasarkan evaluasi kepuasan peserta Penilaian angka kredit Kesesuaian antara latar belakang substantif dengan mata diklat yang diampu Review Hasil Konsensus Pelaksanaan NGT putaran kedua tidak melakukan pengumpulan data seperti yang telah dilakukan pada NGT putaran pertama. Partisipan mensosialisasikan hasil konsensus pada NGT putaran pertama di unit kerjanya masing-masing untuk mendapat masukan perbaikan. Masukan perbaikan yang diperoleh partisipan menjadi bahan Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online perbaikan pada NGT putaran kedua. Berdasarkan hasil review seluruh partisipan diperloleh hasil bahwa nilai pembobotan kriteria perlu diperbaiki sesuai dengan kondisi objektif kesiapan widyaiswara di masing-masing unit kerjanya. Perbaikan lainnya adalah penambahan unsur penilai dari tim yang beranggotakan ahli pada kriteria kemampuan mengajar dengan alasan agar menghasilkan penilaian objektif dari banyak Hasil review konsensus disajikan pada Tabel 6 . Tabel 6 Review Konsensus Sebelum review (NGT putaran pertam. Kriteria Bobot Kemampuan mengajar berdasarkan evaluasi kepuasan Penilaian kinerja angka kredit Kesesuaian antara latar belakang substantif dengan mata diklat yang diampu Setelah review (NGT putaran kedu. Kriteria Bobot Kemampuan mengajar berdasarkan evaluasi kepuasan peserta dan/atau Tim Evaluasi beranggotakan ahli di bidangnya terhadap Widyaiswara Penilaian kinerja angka kredit Kesesuaian antara latar belakang substantif dengan mata diklat yang diampu Simpulan Evaluasi kinerja widyasiwara pada lembaga penyelenggara diklat dalam rangka meningkatkan profesionalisme untuk mendukung tugas dan fungsinya. Widyaiswara yang berkompeten dibidangnya merupakan salah satu syarat bagi lembaga penyelenggara diklat untuk mendapatkan akreditasi penjaminan mutu eksternal. Penentuan kriteria kinerja widyaswara merupakan tahapan awal dan penting sebelum evaluasi dilakukan secara sistematis dan objektif. Metode NGT yang digunakan dalam penelitian ini telah menghasilkan keluaran . penelitian yang diharapkan, yaitu kriteria kinerja widyaswara. NGT mampu menggali ide dalam jumlah yang cukup banyak dan beragam dengan efektif dari partisipan. Namun kendala teknis dalam penggunaan NGT adalah kesulitan mengorganisir pelaksanaan NGT yang disesuaikan dengan waktu partisipan. Kendala lainnya adalah pada saat diskusi, klarifikasi, dan voting serta penentuan nilai pembobotan kriteria yang waktunya cukup lama, dan adanya dominasi beberapa partisipan dalam sesi diskusi dan klarifikasi. Hasil konsensus yang diperoleh dari NGT putaran pertama juga masih bersifat sementara dan perlu direview pada NGT putaran kedua. Perbaikan hasil konsensus pada NGT putaran kedua dilakukan oleh partisipan yang sama setelah mendapat masukan dari unit kerjanya masing-masing agar dapat mudah diimplementasikan. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Sekretaris Badan Pengembangan SDM ESDM dan widyaiswara serta pengelola evaluasi kinerja di lingkungan Badan Pengembangan SDM ESDM atas dukungannya pada penelitian ini. Rohmatulloh, et al. Penentuan Kriteria Evaluasi Jurnal Teknik Industri. Vol. No. Agustus 2016, pp. ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online Referensi