ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Asuhan Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Ny. R Dengan Penyakit Diabetes Miletus Di Padukuhan Genitem Rt 04 Kelurahan Sidoagung Kabupaten Sleman Yogyakarta Kunkrit Agil Purnama1*. Suratini2 Program Studi Pendidikan Prodesi Ners. Fakultas Ilmu Kesehatan. Univeritas AoAisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. DIY. Indonesia Univeritas AoAisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta. DIY. Indonesia *email: kunkritagilpurnama@gmail. ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease commonly experienced by elderly individuals and may cause serious complications if blood glucose levels are not well controlled. The instability of blood glucose levels can result from a lack of knowledge about diabetes management and insufficient physical activity. This nursing care aimed to improve the clientAos knowledge and skills in controlling blood glucose levels through health education and diabetes exercise using simple media such as newspapers. The intervention was carried out through seven home visits to Mrs. R in Padukuhan Genitem. Sidoagung Village. Sleman Regency, using lecture and demonstration approaches. The clientAos family was also involved to support the continuation of the exercise at home. The results show an improvement in the clientAos and familyAos understanding of healthy lifestyle management and the clientAos ability to perform diabetes exercises independently. The family demonstrates enthusiasm and active participation during each education and practice session. The activity runs smoothly and achieves its goal of increasing the clientAos knowledge and skills in maintaining stable blood glucose levels. Keywords: Diabetes Mellitus. Health Education. Diabetes Exercise. Elderly. Blood Glucose Received: November 2025. Accepted: Desember 2025. Published: Desember 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG hidup apabila kadar glukosa darah tidak terkontrol Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, terdapat sekitar 537 juta orang dewasa yang hidup dengan diabetes, dan jumlah ini diprediksi meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 . Indonesia menempati urutan kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, di mana sebagian besar kasus terjadi pada kelompok lanjut usia . Kondisi menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan saraf, gangguan sirkulasi, serta penurunan kualitas . Upaya pengendalian kadar glukosa darah pada lansia pengaturan diet, pengobatan, dan latihan fisik yang Menurut Pedoman Pengelolaan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia oleh PERKENI . , latihan fisik merupakan salah satu pilar utama pengendalian diabetes bersama terapi farmakologis dan diet seimbang . Salah satu bentuk latihan fisik yang mudah dilakukan oleh lansia adalah senam diabetes mellitus yang berfungsi meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan kadar glukosa darah . Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 142Ae 147 Penelitian menunjukkan bahwa senam kaki diabetes dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan pada penderita diabetes melitus tipe 2 . Latihan tersebut juga dapat meningkatkan sirkulasi darah perifer dan memperkuat otot ekstremitas bawah, sehingga mencegah komplikasi neuropati diabetik . Selain itu, kegiatan senam kaki yang dilakukan secara rutin terbukti mampu meningkatkan kestabilan kadar gula darah dan mengurangi risiko ulkus kaki pada pasien diabetes . Selain latihan fisik, edukasi kesehatan yang diberikan oleh perawat berperan penting dalam membantu klien pencegahan komplikasi diabetes . Edukasi yang terbukti meningkatkan motivasi serta kepatuhan pasien terhadap pengelolaan penyakit . Dalam konteks praktik keperawatan gerontik, pendekatan edukatif yang menggunakan media sederhana seperti kenyamanan lansia dalam belajar serta berlatih, karena sesuai dengan karakteristik kognitif dan kemampuan fisik mereka . pemberian edukasi dan latihan senam diabetes peningkatan pengetahuan dan keterampilan klien dalam menjaga kestabilan kadar glukosa darah. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara intervensi edukatif dan perilaku kesehatan yang nyata pada lansia dengan diabetes mellitus tipe METODE Kegiatan ini menggunakan pendekatan studi kasus . ase stud. dalam bentuk asuhan keperawatan komprehensif pada satu lansia dengan diabetes mellitus tipe II yang berada di Padukuhan Genitem RT Kelurahan Yogyakarta. Sidoagung. Studi Kabupaten Sleman, penerapan intervensi senam kaki diabetes sebagai upaya menjaga kestabilan kadar gula darah dan meningkatkan kemandirian klien dalam perawatan diri di rumah. Subjek dan Lokasi Kegiatan Subjek dalam kegiatan ini adalah seorang lansia penderita diabetes mellitus tipe II yang menjadi klien binaan di wilayah Padukuhan Genitem RT 04. Kelurahan Sidoagung. Kabupaten Sleman. Yogyakarta, serta melibatkan keluarga klien sebagai pendukung dalam pelaksanaan perawatan di rumah. Kegiatan dilaksanakan di rumah klien dengan durasi pendampingan selama beberapa hari sesuai dengan tahapan asuhan keperawatan. Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Proses kegiatan dilakukan dengan mengikuti tahapan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-ISSN: 2598-2095 asuhan keperawatan, yang meliputi: Pengkajian Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan klien dan keluarga, observasi terhadap kadar gula darah dan tanda-tanda vital. Diagnosa Keperawatan Diagnosa pengkajian, dengan fokus utama pada masalah ketidakefektifan perawatan diri berhubungan ketidakseimbangan kadar glukosa darah. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 142Ae 147 Perencanaan Keperawatan e-ISSN: 2598-2095 Kabupaten Sleman. Yogyakarta, dengan diagnosis Rencana intervensi disusun untuk meningkatkan medis Diabetes Mellitus tipe II. Kegiatan dilaksanakan kemampuan klien dan keluarga dalam mengelola selama tujuh kali kunjungan rumah dengan fokus penyakit diabetes melalui edukasi dan praktik pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan langsung senam kaki diabetes. klien dalam melakukan aktivitas fisik melalui edukasi Implementasi Keperawatan dan demonstrasi senam kaki diabetes menggunakan Tahap ini meliputi pemberian edukasi tentang perawatan diri, pola makan, dan pentingnya aktivitas fisik, dilanjutkan dengan demonstrasi senam kaki diabetes. Kegiatan dilakukan secara bertahap hingga klien dan keluarga mampu mempraktikkan secara mandiri. media koran. Pada menyeluruh terhadap kondisi fisik, pola makan, keluarga mengenai pengelolaan diabetes. Ditemukan bahwa klien masih memiliki kadar glukosa darah yang Evaluasi Keperawatan tidak stabil, merasa cepat lelah, dan belum rutin Evaluasi dilakukan dengan menilai perubahan melakukan senam kaki diabetes. pada tingkat pemahaman klien, kemampuan melakukan senam kaki, serta kestabilan kadar Kunjungan kedua hingga keenam difokuskan pada pemberian edukasi terkait penyakit diabetes mellitus, manajemen diet, serta pelatihan senam kaki diabetes sebelum dan sesudah kegiatan. menggunakan media sederhana . Klien dan Instrumen dan Bahan Alat yang digunakan meliputi lembar pengkajian keperawatan keluarga, alat ukur kadar gula darah digital, alat tulis, serta media edukasi berupa leaflet keluarganya menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Klien mampu mengikuti gerakan dengan baik dan menunjukkan peningkatan keterampilan motorik. dan video demonstrasi senam kaki diabetes. Analisis Data Pada kunjungan ketujuh dilakukan evaluasi hasil Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif Klien melaporkan merasa lebih bugar, lebih kualitatif, dengan menitikberatkan pada perubahan aktif bergerak, serta mulai melakukan senam kaki diabetes secara mandiri setiap pagi. Keluarga juga kemandirian klien dan keluarga dalam melaksanakan berperan aktif dalam memotivasi klien untuk menjaga perawatan mandiri di rumah. pola makan dan melakukan aktivitas fisik secara Secara subjektif, klien merasa kadar gula HASIL DAN PEMBAHASAN darahnya lebih terkendali dan memiliki kualitas hidup Deskripsi Hasil Kegiatan yang lebih baik. Kegiatan asuhan keperawatan dilakukan kepada Ny. R, seorang lansia berusia 71 tahun yang tinggal di Padukuhan Genitem RT 04. Kelurahan Sidoagung. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 142Ae 147 e-ISSN: 2598-2095 Interpretasi Hasil Tabel 1. Perubahan Kadar Glukosa Darah dan Perilaku Klien Sebelum dan Sesudah Intervensi Parameter Sebelum Intervensi Sesudah Intervensi Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) 230 mg/dL 180 mg/dL Kepatuhan Pola Makan Kurang teratur Teratur Aktivitas Fisik (Senam Kak. Tidak rutin Rutin 3x/minggu Pengetahuan Perawatan Diri Kurang Baik Sumber: Data Primer 2025 Berdasarkan Tabel 1. Pelaksanaan edukasi dan demonstrasi senam kaki diabetes dengan media koran memberikan efek positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kemandirian klien dalam melakukan perawatan Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi, di mana kadar GDS klien menurun dari 230 mg/dL menjadi 180 mg/dL setelah dilakukan edukasi dan latihan rutin selama periode intervensi. Selain itu, klien menunjukkan perubahan perilaku yang positif berupa peningkatan kepatuhan terhadap pola makan sehat, keteraturan minum obat, dan partisipasi aktif dalam melakukan aktivitas fisik ringan melalui senam kaki diabetes. Klien juga memahami pentingnya pengendalian kadar glukosa darah melalui kombinasi pola makan sehat, kepatuhan terapi, dan aktivitas fisik secara teratur. Secara keseluruhan, kegiatan edukasi dan demonstrasi ini terbukti meningkatkan keterampilan serta kesadaran klien dalam menjaga kesehatan kaki dan mengontrol kadar gula darahnya. Pembahasan penyusunan menu seimbang, serta pemahaman label Implementasi kegiatan dilakukan selama 7 hari di Padukuhan Genitem RT 04. Kelurahan Sidoagung. Kabupaten Sleman. Yogyakarta, dengan pendekatan edukatif dan praktik langsung. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kemampuan klien lansia dalam pengendalian kadar glukosa darah melalui edukasi dan demonstrasi senam kaki diabetes menggunakan media koran. Pelaksanaan edukasi dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah edukasi perawatan diri, meliputi cara pemantauan kadar glukosa darah mandiri, perawatan kaki untuk mencegah luka, serta manajemen stres yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Tahap kedua yaitu edukasi pola makan sehat dengan mengenalkan prinsip 3J . enis, jumlah, dan jadwal maka. , gizi agar klien dapat memilih makanan dengan kandungan gula yang rendah. Tahap ketiga berupa edukasi aktivitas fisik yang menekankan pentingnya olahraga ringan yang teratur seperti jalan pagi atau peregangan, serta demonstrasi senam kaki diabetes yang dilakukan setiap sore. Demonstrasi mencakup penjelasan tujuan, langkah-langkah, serta frekuensi latihan yang sesuai bagi lansia. Setelah intervensi dilakukan, terjadi perubahan yang signifikan terhadap kondisi klien. Kadar glukosa darah sewaktu (GDS) yang semula sebesar 230 mg/dL menurun menjadi 180 mg/dL setelah klien rutin melakukan senam kaki diabetes dan menerapkan pola hidup sehat selama periode intervensi. Selain itu, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan perawatan diri, perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat seperti penerapan pola Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 142Ae 147 e-ISSN: 2598-2095 makan seimbang, keteraturan dalam berolahraga, dan menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dan serta kepatuhan terhadap pengobatan. Keterlibatan partisipatif dalam praktik keperawatan komunitas, keluarga juga berperan besar dalam keberhasilan khususnya pada lansia dengan diabetes mellitus tipe kegiatan, karena keluarga turut mendampingi dan mengingatkan klien dalam menjaga konsistensi latihan Temuan ini sejalan dengan penelitian Etlidawati et al. yang menunjukkan bahwa edukasi selfmanagement diabetes (DSME) mampu meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri dan mengontrol kadar gula darah melalui intervensi perilaku dan media edukatif . Hasil ini juga mendukung studi oleh Rashid et al. yang membuktikan bahwa edukasi pola makan dan aktivitas fisik berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa darah dan risiko luka kaki diabetik . Selain itu, model TMAADE7 menegaskan pentingnya pendekatan edukatif yang menekankan makan sehat, aktivitas fisik, dan perawatan kaki sebagai bagian dari peningkatan kemampuan self-care pasien diabetes mellitus . KESIMPULAN Kegiatan asuhan keperawatan pada Ny. R dengan demonstrasi senam kaki diabetes menggunakan pengetahuan, motivasi, serta kemandirian klien dalam Dukungan memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi pelaksanaan senam kaki diabetes dan penerapan gaya hidup sehat di rumah. Intervensi sederhana berbasis edukasi dan praktik langsung ini dapat menjadi alternatif efektif dalam upaya pengendalian kadar glukosa darah bagi lansia dengan keterbatasan aktivitas fisik. Kegiatan serupa diharapkan dapat dikembangkan lebih luas pada kelompok lansia lainnya pemantauan kadar gula darah secara berkala, serta Secara kritis, keberhasilan intervensi ini tidak lepas integrasi dengan program promosi kesehatan berbasis dari pendekatan edukatif yang praktis, keterlibatan keluarga, dan penggunaan media sederhana yang memudahkan pemahaman lansia. Media koran yang UCAPAN TERIMAKASIH digunakan dalam demonstrasi senam terbukti efektif Penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan meningkatkan interaksi dan keterlibatan peserta penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Ibu karena mudah diakses dan menyenangkan. Hal ini Suratini. Kep. Ns. Kep. Sp. Kom. selaku dosen menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas pembimbing yang telah berkenan hadir, membimbing, dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung serta memberikan arahan selama proses edukasi dan pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes di tingkat Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Dengan demikian, implementasi edukasi perawatan diri, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan senam kaki diabetes terbukti efektif dalam meningkatkan kontrol kadar glukosa darah dan kualitas hidup klien. Hasil ini memperkuat bukti dari penelitian sebelumnya Sugeng selaku Dukuh Padukuhan Genitem. Kelurahan Sidoagung. Kabupaten Sleman. Penghargaan sampaikan pula kepada keluarga Ny. R yang telah Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 142Ae 147 e-ISSN: 2598-2095 berpartisipasi aktif serta memberikan kerja sama yang darah pada penderita DM tipe 2. Jurnal Ilmiah Kesehatan. :112Ae118. https://doi. org/10. 33369/jik. Astuti R. Handayani W. Pengaruh senam kaki diabetes terhadap sirkulasi darah perifer pada II. Jurnal Endurance. :513Ae521. https://doi. org/10. 22216/jen. Wulandari D. Santoso M. Pengaruh edukasi perawatan kaki terhadap pencegahan komplikasi neuropati perifer pada pasien DM tipe II. Jurnal baik selama kegiatan asuhan keperawatan. Tidak lupa, penulis berterima kasih kepada rekan-rekan sejawat yang telah membantu dalam persiapan media edukasi dan mendukung kelancaran kegiatan ini hingga selesai dengan baik. DAFTAR PUSTAKA