I S S N : 2477-1376 V ol. 2 | N o. Konstruksi Makna Media Massa: Telaah Presentasi Kepemimpinan melalui Semiologi Charles Sanders Peirce Intan Nur Halimah*. Dedi Kurnia Syah Putra** *Universitas Telkom. Bandung **Universitas Telkom. Bandung ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: political group communication, draft law kip, house of representatives Film as a medium of mass communication succeeds in forming public perceptions through the construction of reality, build various phenomena through signs and structures of meaning. Film Jodhaa-Akbar is one of those films that one part of it tells of the power of an empire that had triumphed. The phenomenon of leadership is always interesting when a source in contact with the study of politics and power issues. Through semiology Charles Peirce, this research study seeks to build leadership through the presentation of a film. Peirce directs the concept of semiotics toward pragmatism. This research method using a qualitative approach. The study found that there is a scene that clearly shows the shape of acts of leadership, such as decision-making involving many advisors among leaders, employee error executing a personal palace, to the totality of the Sultan of developing education. Corresponding Author: halimah@gmail. Film sebagai media komunikasi massa berhasil membentuk persepsi publik melalui konstruksi realitas, membangun berbagai fenomena melalui tanda-tanda dan struktur makna. Fenomena kepemimpinan selalu menarik ketika sumber kajian bersentuhan dengan isu politik dan kekuasaan. Film Jodhaa-Akbar merupakan salah satu film yang salah satu bagian di dalamnya menceritakan tentang kekuasaan sebuah kerajaan yang pernah berjaya. Melalui Semiologi Charles Peirce, penelitian ini berupaya membangun kajian presentasi kepemimpinan melalui sebuah film. Peirce mengarahkan konsep semiotika ke arah pragmatisme. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat adegan yang secara jelas memperlihatkan bentuk tindak kepemimpinan, semisal pengambilan keputusan yang melibatkan banyak penasehat antar pemuka, mengeksekusi kesalahan pegawai Istana secara personal, hingga totalitas Sultan mengembangkan pendidikan. Jurnal Communicate Volume 2 Nomor 1 Juli 2016 - Desember 2016 ISSN 2477-1376 27 Ae34 A2016 JC. All rights reserved. -27- Jurnal Communicate Volume 2 No. 1 Juli 2016 Pendahuluan sebagai satu bentuk yang tersistem namun dapat di analisa menjadi masing-masing bagian tanpa menghilangkan makna dari tanda tersebut. Hal ini karena analisa semiotika Peirce menggunakan tiga tanda utama yang digunakan dan lazim disebut dengan tanda Peircean. Tanda Peircean yang dimaksud ialah icon, index dan symbol. Tanda-tanda tercermin terdapat pada setiap adegan, dialog, dan beberapa kostum yang dikenakan oleh tokoh utama. Sehingga untuk menganalisis tanda dalam film peneliti merasa tepat untuk menggunakan analisis semiotika. Media massa melalui film banyak digunakan sebagai alat propaganda mutakhir. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa film merefleksikan realitas, atau bahkan membentuk realitas itu sendiri. Wibowo . mengatakan bahwa film adalah alat untuk menyampaikan berbagai pesan kepada khalayak melalui sebuah media cerita. Film juga merupakan medium ekspresi artistik sebagai suatu alat bagi para pekerja seniman dan insan perfilman dalam rangka mengutarakan gagasan-gagasan dan ide Secara esensial dan substansial film memiliki kekuatan yang akan berimplikasi terhadap komunikan masyarakat. Analisa Semiotika Charles Sanders Peirce digunakan untuk membedah makna dan simbol dalam Peirce mengarahkan konsep semiotika ke arah Ia disebut-sebut juga sebagai pendiri pragmatisme di dunia. Semiotika menurut Peirce merupakan tanda yang memiliki hubungan antara ground, object dan interpretant secara triadik. Tanda menurut Peirce tidak dapat berdiri sendiri. Selain itu. Peirce membagi tanda didasarkan pada objeknya menjadi icon . , index . , dan symbol . Film India memasukkan beberapa pesan mengenai kepemimpinan, tersebar dalam beberapa judul. Film-film tersebut ialah Asoka . karya Santosh Sivan. Mahabarata . karya Ravi Chopra. Lagaan . karya Ashutosh Gowariker. Jodhaa Akbar . karya Ashutosh Gowariker dan sebagainya. Film Jodhaa Akbar dianggap menarik karena diceritakan raja Maharaja Akbar yang dengan adil dan bijaksana memimpin kerajaannya sehingga banyak menguasai bagian-bagian besar wilayah di negara India. Sejak pemutaran film Jodhaa Akbar, para pemain dari film ini banyak mendapatkan penghargaan di mana aktor Hrithik Rhosan dan Aktris Aiswarya Rai mendapatkan kategori aktor dan aktris terbaik dalam filmfare award ajang penghargaan di negara India. Film ini juga menjadi nominasi dalam academy awards dan banyak ditayangkan di beberapa negara di Asia. Ada beberapa fakta dalam film Jodhaa Akbar yang mengandung semiotika presentasi egaliter dalam aspek bahasa. Hal ini terlihat pada cara bahasa . Maharaja Akbar yang menggunakan sebutan AuibuAy kepada perdana menteri wanita yang selalu membantu memberikan nasihat membangun dalam urusan kerajaan, ini juga disebabkan karena kedekatannya dengan perdana menteri daripada sang mulia ratu. Maharaja Akbar dapat memanggil ibu kepada perdana menteri karena dia memiliki kedudukan tertinggi dalam kerajaan, berbeda dengan rakyat biasa yang harus memanggil perdana menteri dengan sebutan perdana menteri tidak dengan sebutan lain. Berger dan Luckman . , menjelaskan bahwa media film mempresentasikan realitas sosial melalui 3 . Aspek tersebut berupa ekstenalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Pertama, eksternalisasi . enyesuaian dir. dengan dunia sosiokultural sebagai produk manusia. Kedua, objektivasi yang berarti interaksi sosial yang terjadi dalam dunia intersubyektif yang dilembagakan atau mengalami proses institusionalisasi. Ketiga, internalisasi, yaitu proses dimana individu mengidentifikasi dirinya dengan lembaga-lembaga sosial tempat individu menjadi anggotanya. Dengan latar permasalahan di atas, maka penelitian ini bermaksud untuk mengurai lebih lanjut, dengan rumusan Pertama, bagaimana bentuk presentasi kepemimpinan dalam media film Jodhaa Akbar ini?. Kedua, bagaimana presentasi kepimpinan dimunculkan dalam adegan, dialog, dan kostum pada film Jodhaa Akbar? Kepemimpinan dalam film Jodha Akbar akan dilakukan analisis menggunakan Semiotika Charles Sanders Peirce. Konsep Peirce ini merupakan pemikiran pragmatisme yang menggunakan pendekatan logika. Selain itu, keunggulan semiotika Peirce dibandingkan semiotika yang lain adalah karena Peirce tidak hanya memandang semiotika sebagai satu bentuk yang statis. Semiotika Peirce melihat tanda Media Perspektif Ilmu Komunikasi Bahasa menginterpretasikan pemikiran yang ada di dalam otak manusia yang kemudian diungkapkan dalam bentuk kata-kata. Gagasan yang dilontarkan melalui bahasa ditangkap oleh orang lain dan direspons menjadi informasi yang memiliki makna. Aristoteles dan Plato mengajarkan ilmu mengenai retorika . eterampilan mengolah bahas. sebagai -28- Halimah & Putra/Konstruksi Makna Media Massa: Telaah Presentasi Kepemimpinan melalui Semiologi Charles Sanders Peirce kemampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari dan masyarakat (Wood, 2. pesan tidak dapat dilakukan oleh perorangan, melainkan harus oleh lembaga dan membutuhkan suatu teknologi tertentu, sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat industri. Komunikasi memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia, setiap manusia mampu berkomunikasi dengan orang lain baik secara verbal . ata-kat. maupun nonverbal . Tidak semua orang mampu berkomunikasi dengan baik, sehingga timbul masalah yang terjadi akibat komunikasi yang kurang baik. Oleh karena itu, manusia perlu mempelajari dan memahami komunikasi dengan Media Massa dan Fungsi Doktrinal Banyak para pakar mengemukakan tentang sejumlah fungsi komunikasi, kendati dalam setiap item fungsi terdapat persamaan dan perbedaan. Pembahasan fungsi komunikasi telah menjadi diskusi yang sangat penting, terutama konsekuensi komunikasi melalui media massa. Fungsi komunikasi massa menurut Dominick . terdiri dari surveillance . , interpretation . , linkage . , transmission of values . enyebaran nila. , dan entertainment . Untuk tercapainya komunikasi yang efektif, seseorang harus memahami fungsi yang mereka bawa dalam berkomunikasi. , dan dalam cakupan manakah komunikasi berlangsung. Sejak beberapa ribu tahun setelah ilmu komunikasi dicetuskan, cakupan komunikasi meluas hingga meliputi interaksi dalam banyak hal, antara lain komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa. Effendy . mengemukakan fungsi komunikasi massa secara umum yang meliputi fungsi informasi, fungsi pendidikan, dan fungsi memengaruhi. Sedangkan DeVito . menyebutkan fungsi komunikasi massa secara khusus meliputi fungsi meyakinkan, fungsi menganugerahkan status, fungsi membius, fungsi menciptakan rasa persatuan, dan fungsi privasi (Ardianto, 2. Komunikasi massa digunakan sebagai alat penyebaran komunikasi secara efektif melalui media massa. Media tersebut dapat berupa televisi, film, iklan, radio, video klip, surat kabar, majalah dan lain-lain. Fim adalah objek penelitian penulis yang berasal dari komunikasi massa. Putra . menyebutkan komunikasi massa adalah serangkaian bahasan yang meliputi pengiriman pesan, informasi, dan juga menerima pesan melalui media massa . elevisi, radio, pers, fil. Secara lebih sederhana, komunikasi massa adalah proses komunikasi yang terjadi antara pengirim pesan . dan penerima . melalui media massa. Memahami fungsi media massa merupakan suatu upaya untuk mengetahui dampak yang akan terjadi di lingkungan masyarakat. Fungsi pengawasan terdiri dari pengawasan peringatan yang sangat berguna untuk menginformasikan adanya ancaman dan pengawasan instrumental yang berguna bagi penyebaran informasi kepada khalayak fungsi pengawasan juga berguna bagi kontrol sosial terhadap isu kebersihan, keamanan, hingga kebijakan-kebijakan Bittner . mengatakan bahwa komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. Jadi, sekalipun komunikasi itu disampaikan kepada khalayak yang banyak seperti rapat akbar di lapangan luas yang dihadiri oleh ribuan, bahkan puluhan ribu orang, jika tidak menggunakan media massa, maka itu bukan komunikasi massa. Komunikasi massa yang lebih terperinci dikemukakan oleh Gerbner . adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri. Fungsi penafsiran memberikan ruang bagi publik untuk dapat memberikan gagasan berserta kritik terhadap suatu fenomena yang muncul di dalam kehidupan masyarakat. Lalu fungsi keterkaitan memiliki peran penting bagi masyarakat sebagai wadah untuk menyatukan masyarakat di tingkat lokal hingga nasional. Media massa dapat digunakan dalam berbagai aspek sebagai sarana menyalurkan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Diantaranya pencerdasan politik, kajian-kajian agama, penyuluhan tentang sex, narkoba, kb, dan lain sebagainya. Media massa juga digunakan sebagai sarana hiburan modern bagi masyarakat seperti suguhan program hiburan musik, drama, sinetron, reality show dan Pengertian dari komunikasi massa itu yakni menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu yang tetap, misalnya harian, mingguan, dwimingguan atau bulanan. Proses memproduksi Fungsi media massa bisa saja bersifat umum dan juga bersifat khusus, namun peneliti merasa bahwa -29- Jurnal Communicate Volume 2 No. 1 Juli 2016 pengalaman menggunakan media massa tertentu akan berbeda jika menggunakan media massa yang Untuk itu peneliti merasa perlu untuk menjabarkan jenis-jenis media massa yang ada dalam lingkungan masyarakat saat ini. Peran-peran yang terkandung dalam cerita inilah yang disepakati sebagai bentuk media massa. Peneliti mulai berfokus pada pembahasan mengenai Komunikasi dalam Studi Film Keberagamaan media massa merupakan hak yang penting untuk dicermati, karena dengan demikian kita akan dapat melihat perbedaan karakteristik dari media massa. Media massa pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni media massa cetak dan media massa elektronik. Pada setiap media massa baik cetak maupun elektronik memiliki karakteristik yang khas (Ardianto, 2. Putra . menyebutkan bahwa media massa tidak lepas dari komunikasi massa. Pada bidang kajian ilmu komunikasi, film merupakan bidang kajian yang amat relevan bagi analisis struktural atau semiotika. Film umumnya dibangun dengan banyak tanda. TandaAetanda itu termasuk berbagai sistem tanda yang bekerja sama dengan baik dalam upaya mencapai efek yang diharapkan. Aspek paling penting dalam film adalah gambar dan suara (Sobur, 2. Trianton . , menyebutkan film memiliki pengertian yang beragam, tergantung sudut pandang orang yang membuat definisi. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, film adalah selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif. Selain itu, film juga merupakan media untuk gambar positif. Media cetak yang dapat memenuhi kriteria sebagai media massa adalah surat kabar dan majalah. Sedangkan media elektronik yang memenuhi kriteria media massa adalah siaran radio, televisi, film, new media (Interne. Komunikasi massa merupakan serangkaian bahasan yang meliputi pengiriman pesan, informasi dan juga menerima pesan melalui media massa . elevisi, radio, pers, fil. Internet merupakan media massa yang tergolong baru dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Siapa saja bisa menggunakan internet dengan syarat terhubung dengan jaringan internet. Internet banyak diminati karena manfaatnya yang sangat besar dalam kehidupan manusia pada era ini, di mana Internet dapat mempermudah dan membantu manusia dalam segala hal. Sementara itu, film menurut Pasal 1 UU no. 23 tahun 2009 tentang Perfilman, bahwa film adalah karya seni budaya yang merupakan pranata sosial dan media komunikasi massa yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografi dengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukkan. Gambar bergerak . adalah bentuk dominan dari komunikasi massa visual di belahan dunia ini. Film adalah karya seni yang diproduksi secara kreatif dan memenuhi imajinasi orang-orang yang bertujuan memperoleh estetika . yang sempurna (Ardianto, 2. Film sebagai media penyampaian pesan-pesan yang memiliki berbagai makna sesuai dari persepsi khalayak. Pesan ini yang kemudian diterjemahkan sebagai tanda dalam film. Bahwa masyarakat memiliki kecenderungan tertentu untuk memilih dan merasa nyaman jika menikmati film yang memiliki isi atau pesan tertentu. Isi atau pesan tersebut yang menciptakan jalan cerita tertentu pada sebuah film. Bahasa sederhana yang digunakan untuk menyebutkan hal ini adalah genre film. Radio merupakan alat yang dapat menerima gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu Melalui stasiun radio, informasi diberikan melalui cara ini. Maka, radio termasuk media massa elektronik yang hanya dapat didengar aspek suaranya saja. Televisi merupakan media massa elektronik yang dapat dinikmati siapa saja dengan syarat memiliki saluran televisi, dari sudut pandang teknologi, televisi mentransmisikan suara dan gambar melalui frekuensi yang tinggi. Melalui televisi seseorang akan mendapatkan banyak informasi baru dan hiburan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Semiotika dalam Studi Film Danesi . menyebutkan bahwa film memiliki kekuatan besar dari segi estetika karena menjajarkan dialog, musik, pemandangan dan tindakan bersama-sama secara visual dan naratif. Dalam bahasa semiotika, film merupakan sebuah teks yang pada tingkat penanda terdiri atas imaji yang mempresentasikan aktivitas dalam kehidupan nyata. Sedangkan pada tingkat petanda, film merupakan cermin metaforis kehidupan. Maka dari itu televisi memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat karena masyarakat dapat melihat dan mendengar realitas dari kultur masyarakat yang lain. Film mengandung pesan-pesan yang disampaikan melalui cerita. Pada proses pembuatannya film menggunakan alat mulai dari yang bersifat analog seperti kamera rol, hingga yang bersifat digital seperti kamera digital dan komputer. -30- Halimah & Putra/Konstruksi Makna Media Massa: Telaah Presentasi Kepemimpinan melalui Semiologi Charles Sanders Peirce Oleh karena itu, topik mengenai film merupakan topik sentral dalam semiotika karena genre-genre dalam film merupakan sistem signifikasi yang mendapat respons sebagian besar orang dalam rangka memperoleh hiburan, ilham, dan wawasan pada level interpreter. dinamakan sebagai interpretant dari tanda yang pertama, pada gilirannya akan mengacu pada Objek tertentu (Danesi, 2. Model Semiotika Pierce Selanjutnya Sobur . , menyebutkan semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Tanda-tanda adalah perangkat yang kita pakai dalam upaya berusaha mencari jalan di dunia Manusia dengan perantara tanda-tanda, dapat melakukan komunikasi dengan sesamanya. Sistem semiotika yang menjadi bagian penting dalam film adalah digunakannya tanda-tanda ikonis, yaitu tanda yang menggambarkan sesuatu. Dalam salah satu penelitian permulaan mengenai gejala film yang berorientasi semiotika (Peters, 1. Persoalan sebanding tentang hierarki antara sistem tanda terjadi pada perbandingan antara gambar dan suara (Van Zoest, 2. Sistem tanda dalam film tersebut menjadi pesan yang menguatkan isi cerita. Semiotika disini mengkaji proses penandaan dalam film yang kemudian dikategorikan sesuai dengan pendekatan semiotika yang menjadi acuan. Gambar 1. Model Semiotika (Wibowo, 2. Model pada gambar 1, memiliki kekhasan meski tidak bisa dibilang sederhana. Pierce membedakan tipe-tipe tanda menjadi Ikon . Indeks . , dan Simbol . yang didasarkan atas relasi di antara representamen dan objeknya (Wibowo. Ikon adalah tanda yang mengandung kemiripan AurupaAy sehingga tanda itu udah dikenali oleh para pemakainya. Di dalam ikon hubungan antara representamen dan objeknya terwujud sebagai kesamaan dalam beberapa kualitas. Contohnya sebagian besar rambu lalu lintas merupakan tanda yang ikonik karena menggambarkan bentuk yang memiliki kesamaan dengan objek yang sebenarnya. Semiologi Charles Sanders Peirce Di dalam lingkup semiotika. Peirce mengatakan bahwa secara umum tanda adalah yang mewakili sesuatu bagi seseorang, yang digunakan agar tanda bisa berfungsi . Konsekuensinya, tanda . ign atau representamen. selalu terdapat dalam hubungan triadic, yakni ground, object, dan interpretant. Atas dasar hubungan ini. Peirce mengadakan kalisifikasi tanda. Tanda yang dikaitkan dengan ground dibaginya menjadi qualisign, sinsign, dan Qualisign adalah kualitas yang ada pada tanda, misalnya kata-kata kasar, keras, lemah, lembut, merdu. Indeks adalah tanda yang memiliki keterkaitan fenomenal atau eksistensial di antara representamen dan objeknya. Di dalam indeks, hubungan antara tanda dengan objeknya bersifat kongkret, actual dan biasanya melalui suatu cara yang sekuensial atau Contoh jejak telapak kaki di atas permukaan tanah, misalnya merupakan indeks dari seseorang atau binatang yang telah lewat di sana. Sinsign adalah eksistensi aktual benda atau peristiwa yang ada pada tanda. misalnya kata kabur atau keruh yang ada pada urutan kata air sungai keruh yang menandakan bahwa ada hujan di hulu sungai. Legisign adalah norma yang dikandung oleh tanda, misalnya rambu-rambu lalu lintas yang menandakan hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan manusia (Sobur, 2. Kemudian peneliti juga mengetahui bahwa semiotika melakukan analisa pada perilaku dan pola hubungan antar manusia. Pada konteks komunikasi nonverbal, peneliti menyadari adanya tanda-tanda tertentu yang perlu pengamatan lebih dalam agar dapat menerjemahkan pesan yang disampaikan. Maka, semiotika nonverbal merupakan hal yang perlu dijelaskan sehingga dapat digunakan dalam pembahasan tanda-tanda yang muncul saat proses komunikasi berlangsung. Peirce menyebut tanda sebagai representamen dan konsep, benda, gagasan dan seterusnya yang diacunya sebagai objek. Makna yang kita peroleh dari sebuah tanda oleh Peirce diberi istilah interpretan. Tiga dimensi ini selalu hadir dalam signifikasi. Sesuatu yang lain itu oleh Peirce disebut interpretantAe -31- Jurnal Communicate Volume 2 No. 1 Juli 2016 merupakan hal yang sangat erat kaitannya dengan semiotika untuk memahami makna dari suatu film, dengan semiotika kita dapat mengatahui makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh film kepada audiens melalui beberapa tanda-tanda yang ditampilkan dalam film. Moleong . mendefinisikan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada sesuatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Sedangkan Sugiono . , menerangkan bahwa metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Gambar 2. Kerangka Berpikir Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti merupakan dibalik data yang tampak. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada Ghony . , menjelaskan dua tujuan utama penelitian kualitatif, yaitu pertama menggambarkan dan mengungkapkan . o describe and explor. kedua menggambarkan dan menjelaskan . o describe and explai. Metodologi Penelitian Peneliti menggunakan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan pendekatan kualitatif. Hal ini merupakan kesesuaian antara subjek penelitian berupa film dan objek penelitian berupa telaah kepemimpinan yang peneliti ajukan dalam penelitian ini. Dalam penelitian presentasi dari film Asumsi Ontologis Konstruktivisme Mengenal relativisme, yakni realitas sosial yang akan diteliti merupakan realitas adanya ikon, indek dan simbol yang terdapat dalam film AuJodhaa AkbarAy mengenai makna kepemimpinan yang dilakukan oleh Maharaja Akbar. Epistemologis Penelitian bersifat transaksional, yakni pemahaman atau temuan suatu realitas yang terdapat pada film. Peneliti secara subjektif dan sebagai hasil kreatif peneliti dalam membentuk makna dari realitas yang terlihat dari ikon, indek,dan simbol. Hasil penelitian tercipta sebagaimana yang terdapat dalam film mengenai aspek kepemimpinan Maharaja Akbar. Ethics/Axiologis Intrinsik, yakni peneliti cenderung melakukan penyingkapan dan pengembangan konstruksi dengan memahami tanda-tanda dari kepemimpinan yang ditampilkan oleh Maharaja Akbar dalam film. Metodologis Penelitian bersifat konstruktif, yakni peneliti melakukan konstruksi tanpa dipengaruhi unsur Konstruksi diinterpretasikan sesuai dengan data yang ada dan ditemukan pada film Jodhaa Akbar selama proses penelitian berlangsung yang disesuaikan dengan landasan teori yang peneliti gunakan. Hasil Penelitian dan Pembahasan dan snagat mempedulikan kepentingan rakyatnya. Merupakan istri dari Jalaluddin Mohammad Akbar. Karakter dalam Film Jodhaa Akbar Tokoh Jalaluddin Mohammad Akbar, memiliki karakteristik yang penyayang terhadap rakyatnya, adil, bijaksana, pemberani dan tidak membeda-bedakan agama. Merupakan penerus dari Raja Humayun dan merupakan Kaisar yang memiliki sejarah cemerlang atas keberhasilan Mughal menguasai Hindustani. Tokoh Syarifuddin, memiliki karakteristik yang tamak, dimana selalu kurang akan apa yang telah dimiliki sekarang sehingga membuatnya ingin merebut hak milik orang lain. Merupakan adik ipar dari Jalaluddin Mohammad Akbar. Tokoh Sujamal, memiliki karakteristik ambisius, mudah dipengaruh dan juga penyayang. Merupakan kakak sepupu Jodhaa Bai, dimana dia juga Tokoh Jodhaa Bai, memiliki karakteristik bijaksana, patuh terhadap peraturan agama, penyayang -32- Halimah & Putra/Konstruksi Makna Media Massa: Telaah Presentasi Kepemimpinan melalui Semiologi Charles Sanders Peirce telah dianggap sebagai saudara kandung oleh Jodhaa. Dengan demikian, gambaran militeristik yang biasa dipadukan dengan kegagahan Sultan. Untuk sementara waktu ditanggalkan demi diplomasi cinta. Pada mulanya. Sultan Akbar melandaskan ilmu tata pemerintahan dan kekuasaan berdasarkan logika Gambaran-gambaran itulah yang kemudian dapat dirangkum sebagai presentasi kepemimpinan. Konstruksi Makna Media Massa: Presentasi Kepemimpinan Jodhaa-Akbar secara umum memproduksi tanda-tanda kepemimpinan sebagaimana tertuang dalam kisah-kisah tertulis sebelumnya. Seperti yang digambarkan oleh karakter tertulis Jalal al Din Mohamed Akbar (Jalaludin Muhammad Akba. Karakteristik seorang pemimpin yang penyayang terhadap rakyatnya, adil, bijaksana, pemberani dan tidak membeda-bedakan agama. Jalaluddin Mohammad Akbar adalah penerus dari Raja Humayun dan merupakan Kaisar yang memiliki sejarah cemerlang atas keberhasilan Mughal menguasai Hindustani. Secara umum dari kondisi ini, setidaknya Jodhaa Akbar juga merepresentasikan dua hal penting, yakni Toleransi dan Pencinta Ilmu Pengetahuan. Dua hal utama ini setidaknya yang tampak dari presentasi tanda-tanda visual di dalam film. Pertama, toleransi yang tinggi atas keberagaman rakyatnya dalam meyakini kepercayaan Agama. Masyaraat Akbar, dipresentasikan sebagai komunitas lintas Agama. Terdapat masyarakat Hindu dan Islam di dalam kesultanan Akbar, dan perbedaan kepercayaan yang lebar memisahkan budaya kedua masyarakat ini. Muslim boleh memakan daging lembu, sedangkan agama Hindu tidak membenarkan memakan binatang. orang Hindu boleh meminum arak, tetapi hal ini diharamkan dalam kehidupan masyarakat Islam. Di dalam jurang perbedaan pendapat inilah Akbar berusaha supaya tidak terjadi huru-hara di dalam negaranya. Hal menarik paling kasat mata adalah fakta, bahwa Jodhaa-Akbar merupakan film India yang berhasil mendunia dan menaklukkan pasar film global. Berdasarkan laporan Lembaga Rating Film Dunia pada kwartal pertama tahun 2008. Jodhaa-Akbar tidak saja diputar di jaringan gedung bioskop Amerika Serikat, namun juga di berhasil menghiasi gedung-gedung pertunjukan film di Eropa dan Kanada. Sebagai pengantar analisis tulisan ini, sedikit diulas kisah tekstual Jodhaa Akbar, film ini berkisah tentang cinta yang tersimpan antara penguasa Mughal. Sultan Jalaluddin Mohammad Akbar (Hrithik Rosha. , dengan Puteri Jodhaa (Aishwarya Ra. Film yang berlatarkan peristiwa di abad ke 16 di India ini bertumpu pada perkawinan politis antara dua kerajaan dengan dua budaya yang berbeda, untuk membentuk aliansi baru. Meskipun tanda-tanda yang muncul dari semua unsur Semiologi, di dalam film tersebut lebih pada penonjolan Akbar dipresentasikan lebih kepada individu penyayang kepada sekitarnya, bukan Akbar sebagai Raja atau Sultan. Secara konteks, sikap toleransi ini banyak muncul di beberapa tanda visual. Refleksinya, walaupun terdapat pelbagai masalah keagamaan. Akbar tetap mengamalkan dasar AotoleransiAo kepada semua agama. Dan ia turut mengambil langkah baru dengan mencoba untuk menghasilkan agama baru yang dipanggil Din-i-Ilahi . Dinillah. , yang mengandungi unsur-unsur Islam dan Hindu. Akbar turut menghapus cukai yang pernah dikenakan terhadap rakyat bukan Islam di dalam kerajaannya. Secara umum, dari titik keberangkatan sejarah. Ashutosh Gowariker sebagai sutradara film Jodhaa-Akbar berhasil menciptakan gambar-gambar bercerita terkait pertemuan politik Sultan Akbar dan Putri Jodhaa. Film ini memberikan beberapa visualisasi terkait alasan kenapa Putri Jodhaa menjadi pilihan Sultan Akbar, selain penuturan para penasehat bahwa dengan berpedamping Puteri Jodha. Sultan tidak saja mendapat isteri yang cantik dan pintar, namun juga bisa memiliki sebuah kerajaan tanpa harus mengeluarkan tenaga. Kedua, mencintai Ilmu Pengetahuan. Walaupun buta huruf, dalam beberapa literasi dikatakan sebagai dampak disleksia. Sultan Akbar terkenal sebagai penjaga Ilmu Pengetahuan. Hal ini terlihat dari banyaknya keputusan yang ia libatkan bersama. Sebagai tertulis dalam bentuk teks sejarah, dia sering mengundang pendeta-pendeta dan cendikiawan dari pelbagai agama untuk memperbincangkan mengenai pelbagai perkara dengannya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa sikap kepemimpinan Sultan Akbar begitu taktis, memipin secara politis menghindari Pedang. Jalur diplomatis ia pilih untuk sesuatu yang lebih besar, meskipun sikap ini tidak lahir atas kehendak pribadi melainkan dari para penasehatnya. Tetapi, pesan yang sampai adalah diplomasi merupakan satu pilihan yang ia ambil. Di luar itu, presentasi kepemimpinan juga tampak melalui celah ketegasan. Di mana dalam film diper-33- Jurnal Communicate Volume 2 No. 1 Juli 2016 tunjukkan cerita seorang pemimpin memutuskan untuk menghukum saudara sendiri karena korupsi, juga membunuh perdana menteri. Sebaliknya. Akbar digambarkan sebagai Raja yang kejam karena adegan yang dipilih adalah melemparkan Adham Khan dari lantai tiga Istana Mughal yang mewah. Ada ironi dengan apa yang ditampilkan oleh teks, yakni Sultan Akbar menghukum orang yang salah dengan mengirim mereka ke Haji. Ketiga, mencintai Ilmu Pengetahuan. Walaupun buta huruf, dalam beberapa literasi dikatakan sebagai dampak disleksia. Sultan Akbar terkenal sebagai penjaga Ilmu Pengetahuan. Hal ini terlihat dari banyaknya keputusan yang ia libatkan bersama. Sebagai tertulis dalam bentuk teks sejarah, dia sering mengundang pendeta-pendeta dan cendikiawan dari pelbagai agama untuk memperbincangkan mengenai pelbagai perkara dengannya. Setidaknya, pesan-pesan representatif di atas merupakanrefleksi singkat dari penonjolan tanda-tanda sepanjang Film. Dua pesan sederhana di atas, kental sikap kepemimpinan. Pembuat Film. Ashutosh Gowariker sepertinya sangat memahami bahwa menampakkan gambar yang basisnya historical harus sederhana, semisal ketika ia menceritakan pada seluloid sehingga penonton layar film mampu menangkap dan memahami plotline dan urutan kejadian. Keberhasilan inilah, yang kemudian menjadikan Jodhaa Akbar begitu mudah diceritakan ulang melalui gambar-gambar bergerak. Referensi