KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2024. Vol. 1 No. 1: 1-6 PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN PELUANG BISNIS GENERASI Z DI ERA 5. 0 PADA SISWA MA KECAMATAN BENGKALIS Khodijah Ishak 1*. Muhammad Isa2. Nurmahadi3. Muhammad Hamdi3. Hakim Mustafa3. Fikri Haikal3. Riando Manalu 3. Daspan Maulidin Sukma Putra 3 Magister Ekonomi Syariah. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah Bengkalis. Riau. Indonesia Manajemen Bisnis Syariah. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah Bengkalis. Riau. Indonesia 3 Akuntansi Syariah. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah Bengkalis. Riau. Indonesia https://doi. org/10. 46367/khidmah. Info Artikel Riwayat: Dikirim 9 April 2024 Direvisi 22 April 2024 Diterima 28 April 2024 Kata Kunci: Kewirausahaan Bisnis Generasi Z Abstrak Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan kewirausahaan sebagai peluang wirausaha bagi generasi Z, dalam hal ini siswa MA Al-Huda. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode diskusi dan Sasaran utama dari kegiatan ini adalah para generasi muda atau generasi Z yang sedang menempuh Pendidikan di MA AL-Huda. Jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini adalah 70 orang Kegiatan ini dilakukan melalui sesi offline. Kegiatan ini membahas mengenai jenis-jenis wirausaha seperti online shop reseller, dropshipper, usaha kuliner dan kebutuhan dasar bisnis Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk intensi kewirausahaan berupa timbulnya keinginan diantara para peserta program pelatihan untuk memulai dan mengembangkan bisnis serta melihat peluang usaha lain yang bisa dijalankan. Adapun hasil dalam pengabdian ini adalah Generasi Z teropsesi untuk mengunakan peluang yang ada untuk mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan hasil alam yang ada di desa Penampi, namun generasi Gen Z tidak langsung berwirausaha saat diberikan materi karena keterbatasan modal dan pengetahuan bisnis. Korespondensi: Khodijah Ishak khodijah@stiesyariahbengkalis. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Indonesia sedang menghadapi fenomena apendiks demografi dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia masih relatif tinggi, (Wijaya and Utami 2. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Indonesia diperkirakan 7,86 juta orang sampai Agustus 2023. Menurut Ishak . , cara mengatasi pengangguran adalah dengan meningkatkan pendidikan lokal, kewirausahaan dan perluasan usaha kecil. Kewirausahaan saat ini banyak dibicarakan dan dipandang sebgaia solusi permasalahan pengangguran (R. Putri et al. Lulusan SMA/SMK/MA menjadi penyumbang TPT di Indonesia selama lima tahun terakhir, (Wijaya and Utami 2. Penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan dilaksanakan sesuai dengan perintah Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal tersebut mengatakan bahwa pendidikan nasional membantu mengembangkan keterampilan dan membina karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat. Mencerdaskan kehidupan berbangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik. Mereka akan menjadi orang-orang yang beriman dan berserah E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2024. Vol. 1 No. 1: 1-6 diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia yang berbudi mulia, berilmu, sehat, kompeten, inovatif, independent dan demokratis serta bertanggung jawab (Mulyani 2. Syarat bagi tamatan Perguruan Tinggi dan Lulusan SMA/SMK/MA tidak hanya bisa bekerja di perusahaan dan institusi saja, namun juga patut mengantongi jiwa wirausaha untuk mengunakan peluang yang tampak dari revolusi 5. 0 dan menciptakan lapangan kerja baru (Prastyaningtyas and Arifin 2. Gen Z berkontribusi sebesar 85% dari total transaksi, (Hidayat 2. Gen Z diperkirakan akan menjadi bonus demografi angkatan kerja di tahun-tahun mendatang. Penelitian Mahanandia menunjukkan bahwa kita perlu memupuk bakat Gen Z (A. Putri. Novita, and Maskar 2. Mewujudkan Generasi Z sebagai generasi emas: membentuk sumber daya manusia yang berkarakter, menciptakan Generasi Z yang kreatif, inovatif, dan memanfaatkan teknologi secara bijak (Dewi et al. Generasi Z memiliki banyak keunggulan terutama dalam pemanfaatan teknologi (Lubis. Efendi, and Ginting 2. Hal ini bisa menjadi harapan untuk melatih Gen Z sebagai wirausaha muda (Lubis. Efendi, and Ginting 2. Kondisi ini juga selaras dengan rencana pemerintah guna menumbuhkan minat kewirausahaan di Indonesia mencapai 3,95 di tahun 2024 sesuai dengan tujuan nasional (Faridatussalam. Abid, and Hasan 2. Kompetensi kewirausahaan sangat beragam dan mencakup kreativitas, keterampilan sosial, keterampilan teknis, keterampilan manajerial, keterampilan kepemimpinan, keterampilan konseptual, serta persiapan kewirausahaan digital yang disampaikan oleh pola pikir kewirausahaan (Ulfa and Suharsono 2. Gen Z mempunyai produktivitas amat tinggi, namun kurang dimanfaatkan dan masih banyak Gen Z yang belum mengunakannya karena keterbatasan pengetahuan. Saiman . menjelaskan terdapat tiga faktor menyebabkan seseorang tertarik dan mengeluti dunia wirausaha faktor lingkungan, faktor sosiologis dan faktor pribadi. Ketersedian umber daya, pendidikan, dan forum usaha bisa medukung seseorang menjadi wirausaha, (Farida and others 2. Aprilianty . menjelaskan terdapat 4 parameter yang mempengaruhi dari pengetahuan kewirausahaan yakni . menyebutkan ada empat indikator yang mempengaruhi kewirausahaan. Itu adalah . Pengetahuan tentang ide dan peluang usaha, serta pembentukan kepentingan usaha pada saat memulai usaha, memerlukan pemikiran yang terstruktur dan kebaruan. Pengetahuan dan informasi yang ada mengenai aspek bisnis menciptakan proses untuk mengatasi berbagai kendala dan risiko dalam mewujudkan bisnis. Secara umum wirausaha sukses adalah seseorang yang mempunyai kompetensi seperti wawasan, keterampilan, dan kapasitas pribadi termasuk sikap, motivasi, nilai-nilai pribadi dan perilaku yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan, (Ginting and Yuliawan 2. Untuk itu kami ingin membantu para pelajar khususnya generasi Z untuk menemukan ide-ide kreatif dalam dunia bisnis dengan melakukan pendampingan dan pendampingan agar mereka dapat menggunakan kelebihannya untuk menjadi wirausaha, (Lubis. Efendi, and Ginting 2. MA Al Huda merupakan sekolah yang terletak di JL Utama Desa Kelebuk. Kecamatan Bengkais. Kabupaten Bengkalis. Riau merupakan salah satu sekolah yang berinisiatif membagikan pemahaman terhadap siswasiswi khususnya generasi Z berkaitan media yang bisa dimanfaatkan sebagai media pemasaran yang bisa manfaatkan untuk modal berwirausaha. Tujuan dari pelatihan kewirausahaan ini adalah untuk menciptakan ruang belajar dan mengembangkan kompetensi khususnya di bidang kewirausahaan, dengan menggunakan berbagai bahan ajar yang sesuai, antara lain percaya diri saat memulai bisnis. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak seperti kewirausahaan dan transfer ilmu bisnis. Sebagai bagian dari kegiatan khidmat masyarakat yang merupakan program dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, para pengajar di STIE Syari'ah Bengkalis melaksanakan pelatihan untuk mengembangkan alternatif solusi yang dapat mengakomodasi generasi muda. Solusi yang dapat ditawarkan ialah membagikan wawasan dan pemahaman kepada siswa MA Al-Huda tentang bagaimana mengunakan dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memulai bisnis di usia belia. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode dengan beberapa tahapan, yaitu dengan melakukan observasi atau check pendahuluan tentang situasi dan kondisi pemahaman siswasiswi sebagai generasi Z terkait kewirausahaan oleh tim Pelaksana PkM. Dalam konteks ini, pelayanan juga didukung dengan melakukan FGD (Focus Group Discussio. untuk memperoleh gambaran kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Tingkat penilaian meliputi mengamati secara langsung pemahaman peserta terhadap materi dan pelaksanaan sesi tanya jawab. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2024. Vol. 1 No. 1: 1-6 Pengabdian kepada masyarakat ini, sasaran utamanya adalah Generasi Z atau generasi milenial yang berstatus sebagai siswa/ siswi MA Al-Huda. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 70 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pertemuan secara offline. Tujuan dari konferensi ini adalah untuk meningkatkan kewirausahaan, mencari peluang dan ide bisnis bagi Generasi Z khususnya di periode digitalisasi, serta menemukan tantangan dan hambatan dalam berwirausaha dan bisnis. Lokasi pelaksanaan kegiatan ini adalah MA Al-Huda. Desa Penampi. Kecamatan Bengkalis. Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 8 Januari 2024 mulai pukul08. 00 WIB. Terdiri dari Bagian Kurikulum dan Bagian kemahasiswaan turut serta dalam kegiatan Kegiatan ini juga diikuti oleh siswa MA Al-Huda tahun 1 hingga 3 yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman siswa tentang kewirausahaan. Kegiatan dimulai dengan kata sambutan oleh Ketua pelaksanaka kegiatan pengabdian dan Kepala sekolah MA Al -Huda dengan suasana kekeluargaan dan dilanjutkan dengan doAoa bersama agar kegiatan berlangsung dengan hikmat. Penyampaian mengenai materi pelatihan disampaikan oleh ketua pelaksana yang berlangsung sebanyak 2 sesi dan 1 sesi dari anggota pengabdian, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Materi yang disampaikan berhubungan dengan permasalahan peluang bisnis bagi generasi Z yang dihadapi oleh Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan dari permasalahan yang telah dibahas. Berikut rincian waktu pelaksanaan kegiatan tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Rincian Kegiatan Pengabdian Masyarakat Agenda Waktu Keterangan Brefing sebelum keberangkatan Tim Menuju Lokasi Pengabdian MA Al08. Mahasiswa & Tim Huda Kelebuk Kecamatan Kecamatan Bengkalis Kapaten Bengkalis Persiapan Pembukaan All Pembukaan Sambutan Ketua TIM Sambutan Kepala Sekolah Lanjut Materi Sesi I Pemaparan Materi Dipandu Oleh Moderator Sesi II Pemaparan Materi Dipandu Oleh Moderator Ishoma Sesi i Pemaparan Materi Dipandu Oleh Moderator Sesi II Tanya Jawab & Diskusi Dipandu Oleh Moderator Penutupan Metode pelaksanaan aktivitas khidmat Masyarakat ini berupa pelatihan, pemberian materi dan diskusi dengan siswa Sekolah MA Al-Huda Desa Penampi Kecamatan Bengkalis Kecamatan Bengkalis. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat meliputi beberapa langkah: Persiapan Persiapan terdiri dari ketua dan tim berkoordinasi dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIE SyariAoah Bengkalis untuk melaksanakan rencana pengabdian kepada masyarakat kepada mitra MA Al-Huda Desa Penampi. Pelaksanaan Kegiatan Ketua dan tim pada tahap ini menganalisis situasi dan melakukan kegiatan yang dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada dengan mitra. Tim kemudian mendukung pengembangan potensi individu, menyalurkan bakat dan minat mahasiswa ke dalam ide-ide usaha yang inovatif dan potensial, membiasakan mereka dengan bahan statistik sebagai alat analisis usaha, dan membawanya ke periode digital. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2024. Vol. 1 No. 1: 1-6 Pelatihan Pada fase ini pimpinan dan tim memberikan pelatihan dan dukungan kepada mitra dalam mengimplementasikan materi yang diterimanya sehingga mampu mendampingi mitra secara langsung atas hambatan yang dihadapi. Pelaporan dan Publikasi Ketua dan tim pada tahap ini akan menyiapkan laporan perkembangan, laporan akhir Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dan publikasi di media online. Evaluasi Ketua dan tim melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan aktivitas yang disampaikan dan dilaksanakan untuk memastikan rencana berjalan sesuai rencana dan membantu mitra ketika menemui hambatan dalam pelaksanaan kegiatan. Pendekatan pelayanan menggunakan pendekatan diskusi dan simulasi. Pendekatan diskusi merupakan cara siswa menyampaikan informasi dan pemahaman ketika dihadapkan pada suatu masalah. Permasalahan seringkali datang dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan yang sulit untuk didiskusikan dan diselesaikan bersama. Sedangkan untuk mengumpulkan data, tim khidmat masyarakat melaksanakan beberapa kegiatan untuk memperoleh bahan yang dapat dikerjakan dan dievaluasi. Rincian kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: Analisis Kebutuhan Mitra Maksud dari analisis kebutuhan mitra ini adalah untuk mengetahui kebutuhan mitra agar kegiatan yang akan dilakukan dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Layanan nirlaba ini bertujuan untuk memungkinkan upaya hubungan masyarakat yang efektif dan tepat sasaran dengan menganalisis kebutuhan mitra kami. Sosialisasi Pengalian potensi ide bisnis Interaksi ini berlangsung dalam rangka memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai perkembangan bakat masing-masing mahasiswa dan potensi untuk menciptakan peluang usaha yang dapat bermanfaat bagi masa depan siswa. Sosialisasi Pentingnya Mengenal Data Statistik Sebagai Alat Analisis Bisnis Interaksi ini tidak hanya akan memperluas wawasan dan melatih pemikiran logis, tetapi juga memberikan keterampilan baru: informasi statistik dalam alat yang akan mengakomodasikan dan menentukan arah usaha atau mengambil natijah penting ketika memulai sebuah perusahaan. Sosialisasi Membangun bisnis di Era Digital Pertukaran ini akan memberikan pengetahuan bagi para mahasiswa dalam membangun sebuah bisnis di era digital sehingga mereka dapat menyadari potensi mengubah hobi mereka menjadi sebuah ide bisnis dan menjadi sebuah bisnis yang berguna bagi diri mereka sendiri dan masyarakat di sekitar HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan dari program khidmat masyarakat ini adalah untuk memberikan Pendidikan kewirausahaan sebagai kesempatan civitas akademika dalam hal ini STIE Syari'ah Bengkalis berupaya menunaikan kewajibannya dan membentuk STIE Syari'ah Bengkalis untuk pengabdiannya. Tim pelaksana amal ini terdiri dari lima orang dosen, antara lain guru, siswa, dan siswa MA Al -Huda. Keahlian tim mencakup berbagai bidang, termasuk ekonomi, manajemen bisnis, dan akuntansi. Bersama dosen dan mahasiswa, dibentuklah tim didikasi kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh STIE Syari'ah Bengkalis. Tim peneliti terlebih dahulu melakukan pilot study untuk mengamati kegiatan, tugas, dan sumber daya yang tersedia di SMA Al-Huda Penampi. Tim pengabdian menemukan masih ada beberapa mahasiswa yang belum membangun usaha. Kajian pendahuluan ini menjadi dasar analisis lebih lanjut dan pertimbangan langkah selanjutnya. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2024. Vol. 1 No. 1: 1-6 Kewirausahaan generasi Z merupakan modal bagi mereka yang ingin memasuki bidang usaha tertentu, sehingga untuk meningkatkan pemahaman generasi Z tentang kewirausahaan, selain pengembangan kepribadian siswa, sekolah juga merupakan hal yang penting. Sebagai mahasiswa terpelajar, tidak hanya bisa mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi orang lain melalui kewirausahaan. Generasi Z diharapkan memiliki motivasi tinggi untuk menjadi agen perubahan, mendorong inovasi dan memanfaatkan peluang bisnis di era digital. Para peserta sangat terlibat dan bersemangat untuk mempelajari bagaimana mereka bisa menjadi wirausaha di dunia saat ini. Pembicara akan memberikan tips untuk mengidentifikasi peluang pasar atas penawaran produk/jasa. Pada periode digitalisasi ini media sosial menjadi sarana penting untuk melakukan kegiatan promosi yang efektif dan Pemateri juga menyampaikan berbagai usaha bisnis yang dapat dilakukan oleh generasi milenial seperti menjadi Reseller/ Dropshipper online shop. Kemudian narasumber juga menjelaskan tentang peluang bisnis kuliner online. Dimana saat ini telah berkembang layanan pesan antar makanan yaitu Go food, snare food. Shopee Food, dll. Bisnis kuliner online ini juga sangat menjanjikan, dimana saat ini tidak semua orang mau dan mampu untuk memasak sendiri dirumah, sehingga permintaan untuk produk makanan juga mengalami peningkatan. Melalui pelatihan kewirausahaan ini, mampu membangun pengetahuan dan keterampilan yang jelas untuk memulai bisnis. Selain itu, pelatihan kewirausahaan memberikan efek positif terhadap pembentukan kewirausahaan terutama pada pradigma pikir, keterampilan, dan kapasitas kewirausahaan. Agenda pelatihan kewirausahaan juga berperan dalam pembentukan niat berwirausaha berupa Impian peserta program pelatihan untuk memulai dan mengembangkan usaha serta mengidentifikasi peluang usaha lain yang layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z terutama siswa dan siswa MA Al-Huda teropsesi untuk mengunakan peluang yang ada untuk mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan hasil alam yang berada di desa penampi untuk mengembangkan bisnis namun generasi gen Z tidak langsung berwirausaha saat diberikan materi karena keterbatasan modal dan pengetahuan bisnis. KESIMPULAN Berdasarkan kerja yang dilakukan mengenai kewirausahaan Gen Z, bisa disimpulkan bahwa aktivitas ini berjaya meningkatkan pemahaman, wawasan dan keterampilan di bidang kewirausahaan. Dalam pengabdian masyarakat ini, pemateri memaparkan materi-materi mengenai kewirausahaan dan meningkatkan peluang bisnis di periode 5. Narasumber juga memaparkan bahwa mahasiswa terpelajar, jangan hanya mencari pekerjaan tetapi juga dapat membangun lapangan kerja bagi orang lain melalui Generasi Z diharapkan memiliki motivasi tinggi untuk menjadi agen perubahan, mendorong inovasi dan memanfaatkan peluang bisnis di era digital ini. Para peserta sangat terlibat dan bersemangat untuk mempelajari bagaimana mereka bisa menjadi wirausaha di dunia saat ini. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih Tim PkM ucapkan kepada Sekolah MA Al-Huda, khususnya kepada Kepala Sekolah dan Bagian Kurikulum dan Kesiswaan dan juga kepada siswa/siswi MA Al-Huda yang sudah berbaik hati memberikan kesempatan, tempat serta waktunya pada tim pelaksana untuk melakukan kegiatan pengabdian ini. Sehingga dapat terselenggara dengan sangat baik. DAFTAR PUSTAKA