Volume 5 No. Tahun 2025 Halaman 293 -310 ISSN (Onlin. 3025-1443 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Berbantuan Media Canva Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Konflik dan Integrasi Sosial Kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya Wahyuni Maulidiniyah . Katon Galih Setyawan . Niswatin . Nuansa Bayu Segara . , . , . , . Program Studi S1 Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya Abstrak Proses pembelajaran di kelas yang masih didominasi metode ceramah tanpa pemanfaatan teknologi seringkali membuat peserta didik kurang bersemangat, yang berujung pada rendahnya keaktifan dan hasil belajar. Model ini melibatkan peserta didik dalam diskusi kelompok aktif dan memanfaatkan media Canva untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk . mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan, . hasil belajar, dan . mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode kuasi eksperimen post-test only control group design. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan dua kelompok: kelas eksperimen (Vi F) dan kelas kontrol (Vi G). Analisis datanya menggunakan uji independent sample t-test dan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . tingkat ketercapaian observasi keaktifan peserta didik berada pada kategori cukup aktif dan aktif, . tingkat ketuntasan nilai post test hasil belajar berada pada kategori cukup baik dan baik, dan . selisih rata-rata hasil pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, sehingga terbukti terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Kata Kunci: Group Investigation. Keaktifan. dan Hasil Belajar. Abstract The learning process in class which is still dominated by the lecture method without the use of technology often makes students less enthusiastic, which results in low activeness and learning outcomes. This model involves students in active group discussions and utilizes Canva media to present the results of their discussions in front of the class. This research aims to: . determine the effect of the group investigation learning model assisted by Canva media on activeness, . learning outcomes, and . determine the effect of the group investigation learning model assisted by Canva media on students' activeness and learning outcomes on conflict and social integration material in class Vi MTsN 2 Surabaya City. This research approach is quantitative using a quasi-experimental post-test-only control group design method. A purposive sampling technique determined two groups: experimental class (Vi F) and control class (Vi G). Data analysis used the independent sample t-test and MANOVA test. The results of the research show that: . the level of achievement in observing students' activeness is in the moderately active and active category, . the post-test scores for learning outcomes are categorized as moderately good and good, and . The difference in average results in the experimental class is higher than the control class, so it is proven that there is a significant influence of the group investigation learning model assisted by Canva media on students' activeness and learning outcomes in conflict and social integration material in class Vi MTsN 2 Surabaya City. This is an open access article under the CCAeBY-SA Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU Keywords: Group Investigation. Activity. and Learning Outcomes. How to Cite: Maulidiniyah. Setyawan. & Niswatin. Segara. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Berbantuan Media Canva Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Konflik Dan Integrasi Sosial Kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Dialektika Pendidikan IPS. Vol 5 . : halaman 293-310 PENDAHULUAN Kurikulum merdeka belajar menjadi suatu trobosan untuk merubah pendidikan di Indonesia menjadi kurikulum yang mandiri dan pembelajaran yang aktif (Ningsih, 2. Kurikulum merdeka belajar sudah diresmikan pada tahun 2022 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni Bapak Nadiem Makarim dengan tujuan merubah teacher centered learning ke student centered Mengubah proses pembelajaran dari yang semula berfokus pada guru menjadi fokus pada peserta didik, dimana guru hanya sekedar menjadi fasilitator sedangkan peserta didik lebih dinamis dalam kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, guru dan peserta didik bebas menentukan metode dan minat belajar sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Sehingga mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang memiliki karakter positif yang termasuk dalam program terbaru dari Kurikulum Merdeka. Program ini merupakan sebuah model pembelajaran berbasis proyek dengan menitikberatkan pada lima pilar pendidikan salah satunya adalah karakter yang mencakup pada nilai-nilai pancasila (Maharani et al. , 2. Pendidikan karakter mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik, mengembangkan potensi diri, mendapatkan pengalaman baru, dan meningkatkan kualifikasi seorang guru. Selain itu, dapat membentuk karakter keaktifan peserta didik melalui salah satu mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial atau biasa disingkat dengan IPS. Pembelajaran IPS menjadi suatu ilmu pengetahuan sosial yang berfokus pada kehidupan sosial bermasyarakat dan sebagai pembentuk karakter sosial peserta didik (Izzah & Sukmawati, 2. Pembelajaran IPS di tingkat SMP/MTs termasuk ke dalam Fase D pada kurikulum merdeka Dimana pembelajaran IPS ini merupakan suatu disiplin ilmu sosial secara terpadu karena hasil penggabungan dari berbagai ilmu sosial yang dijadikan satu dalam materi IPS (Basri & Rahmi, 2. Pada kurikulum merdeka ini pembelajaran IPS harus berfokus pada peserta didik, guru hanya menjadi penyedia membantu jalannya proses pembelajaran. Namun, realitanya pembelajaran IPS di MTsN 2 Kota Surabaya dalam proses pembelajarannya masih berfokus pada guru yang didominasi dengan metode ceramah. Terbukti ketika peneliti melakukan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) selama 4 bulan sering ditemui para guru IPS menjelaskan materi hanya satu arah dan pembelajaran masih berfokus ke buku siswa IPS yang disediakan oleh sekolah. Selain itu, juga tidak menggunakan media sebagai penunjang Sehingga dalam melihat antusiasme peserta didik dalam memahami materi guru masih menggunakan tes hasil belajar yang berbentuk tugas merangkum, mengerjakan soal asesmen di buku siswa, soal-soal latihan Ulangan Harian (UH) dan pengayaan setelah itu dipresentasikan (Budiono & Hatip, 2. Padahal, dalam kurikulum merdeka belajar peserta didik diharapkan mampu untuk mengeksplor pembelajaran sehingga dapat menambah pengetahuannya dan menumbuhkan keaktifan. Keaktifan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari kata aktif yang berarti giat dan memiliki keinginan yang tinggi dalam belajar (Windarti, 2. Kegiatan aktif belajar dan ingin mencoba ini dilakukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran karena menjadi kunci keaktifan peserta didik untuk dapat tercapainya tujuan pembelajaran. Sebab ketika peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran akan terlihat cenderung mengantuk, tidak mendengarkan penjelasan guru, berbicara sendiri, bahkan mencari alasan untuk meninggalkan pembelajaran. Oleh karena itu, untuk meningkatkan antusias belajar peserta didik salah satunya dengan memanfaatan model dan media pembelajaran sehingga dapat mempermudah dan membantu peserta didik serta guru agar tercapai eksistensi kurikulum merdeka belajar. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti penggunaan model pembelajaran group investigation dengan berbantuan AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU media canva dengan harapan dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Model pembelajaran Group Investigation atau Investigasi Kelompok memiliki arti sebuah model pembelajaran berkelompok dengan melatih peserta didik berpartisipasi aktif untuk mencari informasi sesuai dengan tugas yang didapatkan oleh masing-masing kelompok (Anjarwati et al. Sehingga keaktifan disini dilihat ketika peserta didik aktif dalam kelompok dan ketika presentasi hasil diskusinya dengan menggunakan media canva sebagai alat presentasinya. Dengan harapan selain meningkatkan keaktifan juga dapat menambah minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPS. Apalagi peserta didik saat ini merupakan bagian dari generasi Alpha yang artinya generasi yang lahir di dunia teknologi digital yang dimulai dari kelahiran tahun 2010 hingga 2024. Menurut Mc Crindler mengklaim bahwa penelitian yang dilakukan oleh (Fadlurrohim et al. , 2. Generasi Alpha ini memiliki kecerdasan yang lebih dalam seputar dunia teknologi dan diprediksi sebagai generasi yang tidak lepas dari gadget. Dimana peserta didik di zaman sekarang pasti mampu dalam mengoperasikan gadget sendiri dan gadget menjadi sangat berguna ketika dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran terutama pada pembelajaran IPS. Oleh karena itu, peneliti menggunakan media canva sebagai platform desain grafis yang digunakan untuk membuat presentasi ppt. Sehingga seiring dengan perkembangan teknologi presentasi tidak hanya melalui microsoft saja, namun sekarang bisa dibuat menggunakan aplikasi atau website canva yang dapat diakses melalui internet dengan pilihan tamplate yang menarik. Karena terdapat animasi yang bisa di kreasikan dalam bentuk ppt atau video dan disajikan menggunakan LCD proyektor (Riadi et al. , 2. Tujuan peneliti menggunakan media tersebut sebagai tugas mereka adalah agar mereka tidak tertinggal dengan teknologi. Dengan model group investigation ini, guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok dengan menggunakan spinn online, masing-masing kelompok beranggotakan 8 peserta didik (Mahbubah et al. , 2. Setiap kelompok mengerjakan LKPD terlebih dahulu dan diberikan topik pembelajaran sesuai dengan materi, mereka saling bekerja sama, berdiskusi untuk mencari materi melalui buku IPS peserta didik atau bisa melalui internet (Arsana & Sujana, 2. Sehingga dapat menghasilkan materi yang beragam dari berbagai sumber yang menarik. Peneliti berfokus pada sub materi ke 4 AuKonflik dan Integrasi SosialAy mata pelajaran IPS kelas Vi yakni pada Tema 3 tentang Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa semester genap. Materi ini membahas mengenai kehidupan sosial sehari-hari peserta didik, sehingga peserta didik mampu mengelola konflik, memahami bentuk konflik, faktor penyebab, dampak dan upaya penyelesaian Selain itu, integrasi sosial mampu membentuk masyarakat dalam berinteraksi secara positif melalui komunikasi yang baik, pemahaman bentuk dan sifat integrasi, faktor pendorong dan penghambat, serta proses perwujudan integrasi sosial (Supardi, 2. Harapannya dari materi tersebut peserta didik mampu memahami dan menjaga agar konflik antar sesama tidak terjadi dan keaktifan peserta didik pada saat pembelajaran menjadi kunci keberhasilan dari materi tersebut. Keaktifan peserta didik bisa dilihat ketika kegiatan pembelajaran sedang berlangsung mulai dari awal hingga akhir proses pembelajaran. Sehingga memungkinkan peserta didik mudah untuk memahami materi dan mampu mengimplementasikannya. Implementasi model pembelajaran ini peneliti mengambil dua kelas yang digunakan untuk mengukur keaktifan peserta didik yakni pada kelas F dan kelas G. Peserta didik di setiap kelasnya berjumlah 16 laki-laki dan 16 perempuan sehingga totalnya ada 32 peserta didik. Hasil belajar peserta didik di kelas F dan G memiliki perbedaan dan beberapa masih ada yang belum tuntas. Ketuntasan kriteria minimum (KKM) mata pelajaran IPS di MTsN 2 Kota Surabaya adalah 75. Ini terbukti dari observasi hasil belajar peserta didik pada kelas Vi F sendiri sebanyak 32 peserta didik yang mendapatkan hasil di bawah KKM yakni ada 19 peserta didik yang mana hasil persentasenya 59% tidak tuntas, sedangkan yang tuntas hanya 13 peserta didik dengan persentasenya adalah 41%. Sedangkan di kelas Vi G sebanyak 32 peserta didik yang mana hasil Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU persentasenya 15 peserta didik tidak tuntas dengan persentase 47%, sedangkan yang sudah tuntas lebih banyak dibanding kelas eksperimen yakni sebanyak 17 peserta didik tuntas dengan jumlah total persentasenya adalah 53%. Kesimpulan dari hasil belajar diatas kedua kelas tersebut belum ada yang mencapai KKM sehingga peneliti mengambil kelas Vi F sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol nya adalah kelas Vi G. Hasil belajar ini biasa digunakan untuk mengetahui nilai yang didapat peserta didik diakhir pembelajaran. Selama proses pembelajaran berlangsung guru memberikan pertanyaan dan hanya beberapa peserta didik yang menjawab dan lainnya takut salah. Inilah yang membuat keaktifan dan hasil belajar peserta didik rendah. Selain itu, banyak di jumpai juga peserta didik ketika kegiatan pembelajaran sering izin keluar dengan alasan ingin ke toilet. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), koperasi, kantin sampai waktu pembelajaran IPS selesai mereka tidak kembali ke kelas. Oleh karena itu, peserta didik sampai beranggapan pembelajaran IPS ini pembelajaran yang membosankan karena berisi materi hafalan. Padahal konsep pembelajaran IPS yang sebenarnya ini sangat berhubungan sekali dengan kehidupan sosial peserta didik (Nasution et al. , 2. Harapannya dari penelitian ini peserta didik dapat aktif ketika kegiatan pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Selain itu, peserta didik diharapkan juga mampu mengimplementasikan pada lingkungan sekitar mereka, serta mampu meningkatkan kemampuan bernalar kritis, kreatif dan inovatif. Oleh karena itu. Guru memiliki kewajiban untuk memahami minat dari masing-masing peserta didik agar dapat terwujud tujuan dan capaian pembelajaran yang berdiferensiasi (Yasin, 2. Berdasarkan paparan tersebut, peneliti memiliki tiga tujuan yakni, antara lain: . untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan, . untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap hasil belajar peserta didik dan . untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva tersebut terhadap keaktifan dan hasil belajar. Sehingga berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Berbantuan Media Canva Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Konflik dan Integrasi Sosial Kelas Vi MTsN 2 Kota SurabayaAy. METODE PENELITIAN Metode penelitian digunakan untuk membantu penyusunan suatu penelitian agar tersusun sebagai mana mestinya. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen yakni True Experimental Design dengan jenis desain penelitiannya Posttest only control design. Desain ini digunakan untuk mengetahui adakah pengaruh dari perbedaan penerapan kelas eksperimen dengan model pembelajaran group investigation berbantuan media canva dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya dan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling pada kelas eksperimen (Vi F) dan pada kelas kontrol (Vi G) dengan jumlah peserta didik setiap kelasnya adalah 32 peserta didik. Penelitian ini menggunakan instrumen observasi keaktifan peserta didik dengan jumlah soal adalah 15, sedangkan post test hasil belajar berjumlah 20 soal pilihan ganda dan kuesioner sebanyak 15 soal untuk melihat respon dari peserta Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, tes, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis datanya berupa uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis independent sample t-test dan uji manova dengan berbantuan aplikasi SPSS versi 23 for windows. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di salah satu sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri atau Sekolah Menengah Pertama Negeri di Surabaya. MTsN 2 Kota Surabaya merupakan sekolah berbasis agama islam Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU yang berlokasi di Jl. Citra Raya No. 27 Lakarsantri Surabaya. Penelitian ini berfokus pada kelas Vi A sebagai uji coba instrumen, kelas Vi F dan G sebagai sampel penelitian. Sebelum instrumen diujikan kepada peserta didik perlu diujikan terlebih dahulu kepada dosen ahli dan guru mata pelajaran IPS. Tujuannya untuk mengetahui kevalidan dan kelayakan perangkat penelitian tersebut ketika diberikan kepada peserta didik. Instrumen diuji cobakan kepada kelas Vi A dengan jumlah peserta didiknya adalah 32 peserta didik. Hasil data uji coba tersebut kemudian di uji menggunakan aplikasi SPSS versi 23 for windows diketahui hasil uji validitas instrumen observasi keaktifan dengan jumlah pertanyaan 15, instrumen post test hasil belajar 20 soal, dan instrumen kuesioner respon peserta didik 15 soal. Hasilnya terbukti ketiga instrumen tersebut valid karena nilai sig. < 0,05 dan nilai r-hitung > r-tabel. Berikut hasil uji validitas ketiga instrumen penelitian. Tabel 1 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Instrumen R Tabel (N-32 Taraf Sig, 0,. r-hitung > r-tabel 0,514 0,444 0,514 Keterangan Observasi Keaktifan Valid Post Test Hasil Belajar Valid Kuesioner Respon Valid Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Setelah uji validitas dinyatakan valid maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji reliabilitas. Tujuannya untuk menguji tingkat konsistensi atau kestabilan hasil ukurnya. Dalam penelitian ini, perhitungan yang digunakan oleh peneliti adalah perhitungan CronbachAos Alpha dengan bantuan SPSS 23 for windows yang mana Instrumen dinyatakan reliable apabila r hitung > r tabel. Berikut hasil uji reliabilitas ketiga instrumen penelitian. Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Instrumen R Hitung Keterangan CronbachAos Alpha Observasi Keaktifan 0,862 Reliabel Post Test Hasil Belajar 0,849 Reliabel Kuesioner Respon 0,843 Reliabel Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Setelah pengujian instrumen penelitian dilakukan, maka untuk tahap selanjutnya adalah menganalisis data penelitian. Tujuannya untuk mengetahui nilai dari kedua kelas tersebut, karena perbedaan penerapan model pembelajaran. Pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran group investigation sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Sehingga dari kedua kelas tersebut dapat diketahui pengaruh model pembelajaran group investigation terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Berikut hasil analisis data penelitian menggunakan SPSS 23 for windows. AU Uji Normalitas Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Observasi Keaktifan Belajar Peserta Didik One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test Kelas Nilai Signifikansi Keterangan Eksperimen 0,030 Berdistribusi Normal Kontrol 0,027 Berdistribusi Normal Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Tabel 3 menunjukkan hasil uji normalitas observasi keaktifan belajar peserta didik diuji menggunakan kolmogorov-smirnov dengan bantuan SPSS 23 for windows dapat disimpulkan bahwa data observasi kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal karena Asymp Sig. > 0,05 Sebagaimana dapat dilihat Asymp Sig. pada kelas eksperimen sebesar 0,030 dan Asymp Sig. pada kelas kontrol sebesar 0,027 yang artinya 0,030 > 0,05 dan 0,027 > 0,05. Artinya data observasi diatas berdistribusi normal. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU Tabel 4 Hasil Uji Normalitas Post Test Hasil Belajar Peserta Didik One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test Kelas Nilai Signifikansi Keterangan Eksperimen 0,022 Berdistribusi Normal Kontrol 0,028 Berdistribusi Normal Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Tabel 4 hasil uji normalitas Post Test menggunakan kolmogorov-smirnov dengan bantuan SPSS 23 for windows dapat disimpulkan bahwa data post test kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal karena Asymp Sig. > 0,05 Sebagaimana dapat dilihat Asymp Sig pada kelas eksperimen sebesar 0,022 dan Asymp Sig pada kelas kontrol sebesar 0,028 yang artinya 0,022 > 0,05 dan 0,028 > 0,05. Artinya data diatas berdistribusi normal. Tabel 5 Hasil Uji Normalitas Kuesioner Respon Peserta Didik One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test Kelas Nilai Signifikansi Keterangan Eksperimen 0,010 Berdistribusi Normal Kontrol 0,085 Berdistribusi Normal Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Tabel 5 hasil uji normalitas Kuesioner menggunakan kolmogorov-smirnov dengan bantuan SPSS 23 for windows dapat disimpulkan bahwa data kuesioner kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal karena Asymp Sig. > 0,05 Sebagaimana dapat dilihat Asymp Sig. kelas eksperimen sebesar 0,010 dan Asymp Sig. pada kelas kontrol sebesar 0,085 yang artinya 0,010 > 0,05 dan 0,085 > 0,05. Artinya data kuesioner diatas berdistribusi normal. AU Uji Homogenitas Tabel 6 Hasil Uji Homogenitas Observasi Keaktifan Belajar Peserta Didik Levene Statistic Nilai Sig. Keterangan 0,038 0,845 Homogen Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Tabel 6 hasil uji homogenitas observasi dapat dilihat nilai levene statistic. adalah 0,038 dan nilai 0,845 > 0,05 maka data observasi dinyatakan homogen yang artinya variabel bebas memiliki ikatan dengan variabel terikat. Uji homogenitas data observasi ini menggunakan one way anova dengan bantuan SPSS 23 for windows. Tabel 7 Hasil Uji Homogenitas Post Test Hasil Belajar Peserta Didik Levene Statistic Nilai Sig. Keterangan 0,184 0,669 Homogen Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Tabel 7 hasil uji homogenitas post test dapat dilihat nilai levene statistic 0,184 dan nilai sig. 0,669 > 0,05 maka data post test dinyatakan homogen yang artinya variabel bebas memiliki ikatan dengan variabel terikat. Uji homogenitas data post test ini menggunakan one way anova dengan bantuan SPSS 23 for windows. Tabel 8 Hasil Uji Homogenitas Kuesioner Respon Peserta Didik Levene Statistic Nilai Sig. Keterangan 0,006 0,936 Homogen Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Tabel hasil uji homogenitas kuesioner dapat dilihat nilai levene statistic 0,006 dan nilai sig. 0,936 > 0,05 maka data kuesioner dinyatakan homogen yang artinya variabel bebas memiliki ikatan dengan variabel terikat. Uji homogenitas data kuesioner ini menggunakan one way anova dengan bantuan SPSS 23 for windows. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU Setelah uji prasyarat normalitas dan homogenitas dilakukan maka langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis. Tapi sebelumnya peneliti sudah melakukan uji analisis desktriptif untuk melihat persentase indikator disetiap instrumen penelitian. Berikut hasil desktriptif statistik observasi keaktifan belajar peserta didik: Tabel 9 Hasil Uji Distribusi Frekuensi Data Observasi Keaktifan Peserta Didik Kelas Eksperimen Interval Kategori Frekuensi Persentase 50 < 55 Pasif 15,6% 56 O X < 61 Cukup Aktif 37,5% 62 < 67 Aktif 46,9% Total Kelas Kontrol Interval Kategori Frekuensi Persentase 42 < 46 Pasif 34,4% 47 O X < 51 Cukup Aktif 25,0% 52 < 57 Aktif 40,6% Total Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Tabel 9 distribusi frekuensi diatas bersumber dari data mean dan standar deviasi pada tabel Sehingga dari kedua kelas diatas terbukti memperoleh hasil yang berbeda. Pada kelas eksperimen kriteria keaktifan dengan kategori pasif di peroleh 50 < 55 sebanyak 5 peserta didik setara dengan 15,6% dan pada kelas kontrol kriteria nilai 42 < 46 sebanyak 11 peserta didik setara dengan 34,4%. Sedangkan kategori cukup aktif pada kelas eksperimen nilai kategorinya 56 O X < 61 diperoleh sebanyak 12 peserta didik dengan persentase 37,5% dan pada kelas kontrol nilai kategorinya 47 O X < 51 diperoleh sebanyak 8 peserta didik dengan persentase 25,0%. Kategori nilai dengan aktif pada kelas eksperimen 62 < 67 sebanyak 15 peserta didik dengan persentase 46,9% dan kelas kontrol kategori nilai yang dihasilkan adalah 52 < 57 sebanyak 13 peserta didik dengan persentase 40,6%. Gambar 1 Histogram Persentase Keaktifan Belajar Peserta Didik Hasil histogram persentase keaktifan peserta didik dengan 8 indikator diatas dihasilkan dari rata-rata setiap indikator dibagi 5 skor skala likert dan dikalikan 100% dapat dilihat keaktifan dengan menggunakan model pembelajaran group investigation berbantuan media canva pada kelas eksperimen persentase indikatornya lebih tinggi dibandingkan dengan persentase kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Sehingga dari hasil inilah yang digunakan peneliti untuk melihat keaktifan belajar peserta didik dan terbukti adanya perbedaan dalam penerapan kedua model pembelajaran tersebut yang menyebabkan hasil tingkat keaktifannya berbeda. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU Tabel 10 Distribusi Frekuensi Data Hasil Belajar Peserta Didik Interval Kategori Frekuensi Persentase Kelas Kelas Kelas Kelas Eksperimen Kontrol Eksperimen Kontrol Sangat Baik Baik 40,6% 12,5% Cukup 50,0% 50,0% <75 Kurang 9,4% 37,5% Total 100,0% 100,0% Jumlah Siswa yang tuntas (KKM >. Jumlah siswa yang tidak tuntas (KKM <. Tingkat Ketuntasan Sumber: Data diolah peneliti, . Tabel 10 distribusi frekuensi diatas diuji menggunakan SPSS 23 for windows untuk menunjukkan perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 75. Terbukti terdapat perbedaan pada kelas eksperimen 29 peserta didik mendapatkan nilai diatas KKM dan 3 peserta didik mendapatkan nilai dibawah KKM dengan tingkat ketuntasan sebesar 91%. Sedangkan pada kelas kontrol terdapat 20 peserta didik mendapatkan nilai diatas KKM dan 12 peserta didik mendapatkan nilai dibawah KKM dengan tingkat ketuntasan 63%. Gambar 2 Histogram Persentase Hasil Belajar Peserta Didik Hasil histogram persentase tingkat ketuntasan hasil belajar peserta didik diatas dapat disimpulkan perbedaan penerapan model pembelajaran berpengaruh juga terhadap hasil belajar peserta didik. Penggunaan model pembelajaran group investigation berbantuan media canva pada kelas eksperimen persentase indikatornya lebih tinggi dibandingkan dengan persentase kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Sehingga dari hasil inilah yang digunakan peneliti untuk melihat hasil belajar peserta didik dan terbukti adanya perbedaan dalam penerapan kedua model pembelajaran tersebut yang menyebabkan hasil tingkat ketuntasan belajarnya berbeda. Tabel 11 Distribusi Frekuensi Data Kuesioner Respon Peserta Didik Interval 53 < 58 58 O X < 64 64 < 71 Total Interval 50 < 54 Kelas Eksperimen Kategori Frekuensi Rendah Sedang Tinggi Kelas Kontrol Kategori Frekuensi Rendah Persentase 25,0% 59,4% 15,6% Persentase 28,1% AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU 55 O X < 59 Sedang 50,0% 60 < 65 Tinggi 21,9% Total Sumber: Data diolah peneliti, . Tabel distribusi frekuensi diatas bersumber dari data mean dan standar deviasi pada tabel Sehingga dari kedua kelas diatas memperoleh hasil dengan kategori rendah, yakni pada kelas eskperimen kriteria total yang di peroleh 53 < 58 sebanyak 8 peserta didik setara dengan 25,0% dan pada kelas kontrol kriteria total nilai 50 < 54 sebanyak 9 peserta didik setara dengan 28,1%. Sedangkan kategori sedang pada kelas eksperimen nilai kategorinya 58 O X < 64 diperoleh sebanyak 19 peserta didik dengan persentase 59,4% dan pada kelas kontrol nilai kategorinya 55 O X < 59 diperoleh sebanyak 16 peserta didik dengan persentase 50,0%. Kategori nilai dengan respon tinggi pada kelas eksperimen 64 < 71 sebanyak 5 peserta didik dengan persentase 15,6% dan kelas kontrol kategori nilai yang dihasilkan adalah 60 < 65 sebanyak 7 peserta didik dengan persentase 21,9%. Gambar 3 Histogram Persentase Respon Peserta Didik Hasil histogram persentase respon peserta didik dengan 5 indikator diatas terbukti respon peserta didik pada penerapan model pembelajaran group investigation berbantuan media canva peserta didik lebih setuju karena memiliki nilai kriteria persentase yang tinggi dibandingkan respon peserta didik pada penerapan model pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Hasil diatas diperoleh dari rata-rata hasil disetiap indikator dibagi skor 5 skala likert lalu dikalikan 100%. Sehingga hasil dari persentase diatas terbukti antusias peserta didik dalam mengikuti pembalajaran nilainya lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol begitupun dengan indikator yang lain. AU Uji Hipotesis Hipotesis 1 Keaktifan Peserta Didik : H0 : Model pembelajaran group investigation berbantuan media canva tidak berpengaruh pada keaktifan peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. H1 : Model pembelajaran group investigation berbantuan media canva mempengaruhi keaktifan peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Tabel 12 Hasil Uji-T Observasi Keaktifan Belajar Peserta Didik Kelas Nilai Sig. -taile. Rata-rata Keterangan Eksperimen 0,000 59,56 Terdapat Pengaruh Kontrol 0,000 49,34 Terdapat Pengaruh Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU Tabel 12 hasil data uji t observasi keaktifan peserta didik menghasilkan nilai Sig. -taile. pada kelas ekperimen dan kontrol adalah 0,000. berdasarkan kriteria pengambilan keputusan 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Hipotesis 2 Hasil Belajar Peserta Didik : H0 : Model pembelajaran group investigation berbantuan media canva tidak berpengaruh pada hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. H1 : Model pembelajaran group investigation berbantuan media canva mempengaruhi hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Tabel 13 Hasil Uji-T Post Test Hasil Belajar Peserta Didik Rata-rata Kelas N Nilai Sig. -taile. Keterangan 80,16 Eksperimen 32 0,003 Terdapat Pengaruh 74,22 Kontrol 0,003 Terdapat Pengaruh Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Tabel 13 diatas output data uji-t hasil belajar peserta didik menghasilkan nilai Sig. -taile. pada kelas ekperimen dan kontrol adalah 0,003. berdasarkan kriteria pengambilan keputusan 0,003 < 0,05 yang berarti probabilitasnya dibawah 0,05, maka H0 ditolak dan H2 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Uji-T Post Test hasil belajar peserta didik diatas menggunakan SPSS 23 for windows. Uji MANOVA Hipotesis 3 Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik H0 : Model pembelajaran group investigation berbantuan media canva tidak berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. H3 : Model pembelajaran group investigation berbantuan media canva mempengaruhi keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Tabel 14 Hasil Uji Manova Variabel X Terhadap Variabel Y1-Y2 Variabel Y1-Y2 Nilai Sig. Keterangan (Terikat/Dependen. -taile. Keaktifan dan Hasil Belajar 0,000 Terdapat Pengaruh Sumber: SPSS 23 For Windows Tabel 11 hasil uji manova keaktifan dan hasil belajar peserta didik bahwa harga F untuk PillaiAos Trace. WilkAos Lambda. HotellingAos Trace. RoyAos Largest Root pada kelas memiliki Sig. yang lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 maka H3 diterima dan H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Uji Manova keaktifan dan hasil belajar peserta didik diatas menggunakan SPSS 23 for windows. Pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU Peneliti menggunakan data observasi untuk melihat keaktifan peserta didik pada kelas Vi F dan kelas Vi G dengan jumlah seluruh sampel adalah 64 yang masing-masing kelas berisi 32 peserta Observasi ini dilakukan oleh peneliti, rekan peneliti, dan guru mata pelajaran IPS pada pertemuan kedua. Karena pertemuan pertamanya hanya menentukan kelompok, pemilihan topik dan persiapan kebutuhan panggung. Pada pertemuan kedua pengamatan keaktifan mulai dilakukan dari mendengarkan, bertanya, menjawab, menulis, membaca, berdiskusi, mempresentasikan dan Indikator keaktifan yang berjumlah delapan tersebut memiliki keterkaitan atau hubungan dalam proses pembelajaran mulai dari awal hingga akhir pembelajaran. Keterkaitan tersebut sesuai dengan sintaks model pembelajaran group investigation seperti pertama kali peserta didik melakukan proses pembelajaran ialah mendengarkan. Peserta didik mendengarkan instruksi dari guru mengenai penugasan dan pembentukan kelompok menggunakan spinn well yang mana peserta didik dibentuk kelompok secara acak tanpa melihat kekurangan atau kelebihan dari peserta didik (Kamarsial. , 2. Sintaks yang kedua adalah pemilihan topik dan pembimbingan penyelidikan antar kelompok. Peserta didik berkumpul dengan kelompoknya dan menggunakan spinn well juga untuk pemilihan topik. Ini bertujuan agar tidak terjadi perselisihan antar kelompok. Sintaks yang ketiga adalah persiapan panggung yang mana peserta didik mempersiapkan yang akan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya mulai dari membaca, berdiskusi, dan memasukkan tugasnya melalui media canva tersebut. Tujuannya untuk menumbuhkan literasi dan rasa ingin tahu peserta didik sehingga peserta didik mencari sumber atau ide baru dalam menyelesaikan suatu masalah, tentunya juga menumbuhkan kreativitas (Yasa et al. , 2. Sintaks model pembelajaran group investigation yang keempat adalah Presentasi kelompok. Peserta didik pada saat proses presentasi harus mempersiapkan materi yang sudah mereka kerjakan secara kelompok (Aditya et al. , 2. Mereka mempresentasikan dengan sangat antusias dan percaya Setelah proses presentasi selesai, kelompok yang tidak presentasi wajib untuk bertanya dan kelompok yang presentasi menjawab. Terbukti antusias mereka dalam bertanya sangat baik dan juga mampu untuk menjawab dengan semangat dan kerja sama yang baik antar kelompok. Selanjutnya, pada akhir pembelajaran peserta didik memberikan kesimpulan dan evaluasi sebagai bukti pemahaman peserta didik pada materi tersebut dan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran (Pratami et al. , 2. Keterkaitan sintaks dan indikator inilah yang mampu untuk menumbuhkan keaktifan peserta didik. Keaktifan peserta didik menurut teori vygotsky dalam model pembelajaran group investigation dalam teori belajar konstruktivisme adalah sebuah pembelajaran dapat dikatakan maksimal jika terjalinnya interaksi sosial antara guru dengan peserta didik peserta didik dengan teman sebayanya dan terjalinnya kerja sama yang baik (Tohari & Rahman, 2. Seperti sebelum pembelajaran dimulai guru harus memberikan afirmasi, penjelasan, dan pertanyaan kepada peserta didik agar peserta didik lebih semangat dalam belajar. Karena memang terbukti sebelum model pembelajaran ini diterapkan, peserta didik sering merasa malas, bosan, tidak bersemangat dan sering kali izin keluar kelas untuk menghindari pembelajaran IPS. Namun, dengan diterapkannya model group investigation berbantuan media canva yang mengedapankan interaksi sosial dan kerja sama ini terbukti dapat meningkatkam keaktifan peserta didik. Hasil dari observasi penelitian ini terbukti memiliki perbedaan yakni pada Gambar 1 histogram keaktifan diatas menunjukkan hasil observasi keaktifan belajar peserta didik dengan 8 indikator menunjukkan hasil persentase kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan perbedaan tingkat keaktifannya adalah 13%. Selain uji distribusi data hasil observasi diatas, perlu juga untuk menguji statistiknya dengan menggunakan SPSS 23 for windows. Peneliti menggunakan pengujian prasyarat hipotesis yakni ada uji normalitas dan homogenitas. Uji normalitas data menggunakan uji kolmogorov-smirnov karena sampel lebih dari 30, yang mana AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU hasilnya nilai observasi harus lebih besar dari 0,05 dan ini terbukti pada kelas eksperimen adalah Asymp. Sig 0,030 > 0,05 dan pada kelas kontrol adalah Asym. Sig 0,027 > 0,05. dapat disimpulkan data uji normalitas pada kelas ekperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal sehingga bisa dilanjutkan ke uji homogenitas. Hasil uji homogenitas data observasi nilai Sig. 0,845 > 0,05 sehingga data dinyatakan homogen. Data yang sudah melalui uji prasyarat . ormalitas dan homogenita. dan dinyatakan berdistribusi normal serta homogen, maka dapat dilanjutkan dengan analisis uji Independent sampel T-test untuk mengetahui adakah pengaruh antara variabel X ke variabel Y1. Hasil penelitian Uji Independent sample t-test atau Uji T nilai rata-rata observasi keaktifan belajar peserta didik pada kelas eksperimen atau kelas Vi F adalah 59,56, sedangkan pada kelas kontrol atau kelas Vi G adalah 49,34. Terbukti nilai rata-rata observasi kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Selain itu, hasil uji t nilai keaktifan diperoleh nilai sig. -taile. Dapat disimpulkan data uji t nilai sig. -taile. 0,000 < 0. 05 memiliki arti terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Perbedaan hasil penelitian diatas pada kelas kontrol kenaikannya hanya sedikit ini dikarenakan penggunaan model pembelajaran yang kurang interaktif karena hanya menggunakan model diskusi dan tanya jawab yang menyebabkan interaksi sosial dan kerja samanya kurang optimal. Serta tidak adanya pemanfaatan media sehingga keaktifan, kreativitas, dan minatnya pun kurang. Oleh karena itu, kriteria keaktifan kelas kontrol adalah pasif dan cukup pasif. Sedangkan pada kelas eksperimen persentasenya tinggi dikarenakan model pembelajaran group investigation dan penggunaan media canva dalam penugasan presentasi yang dapat meningkatkan minat belajarnya sehingga keaktifan peserta didik berada pada kriteria aktif dan cukup aktif. Selain itu, penggunakan model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan komunikasi, percaya diri, dan kerja sama yang baik sehingga keaktifan peserta didik disini menjadi kunci pemahaman peserta didik dalam materi konflik dan integrasi sosial. Model pembelajaran group investigation ini menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kerja sama dan interaksi yang baik antar peserta didik. Serta dapat menghidupkan suasana pembelajaran yang aktif dan medorong peserta didik untuk kreatif dan inovatif. Sebab berbantuan media canva, yang mana media canva ini memiliki banyak fitur pengeditan untuk menambah kesan estetik dan menarik pada power point sehingga dapat menambah minat belajar peserta didik terutama pada pembelajaran IPS pada materi konflik dan integrasi sosial (Zayyin. Selain itu. Keaktifan belajar peserta didik bisa bertambah jika peserta didik ikut terlibat dalam proses membuat kegiatan pembelajaran. Seperti ketika diawal pertemuan peserta didik diajak untuk ikut serta dalam memberikan saran model pembelajaran seperti apa yang mereka inginkan melalui kuesioner atau diberikan opsi pilihan secara langsung (Untari & Rahayu, 2. Sehingga peserta didik dapat semangat dalam mengikuti proses pembelajaran, karena sudah sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Hasil dari penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Bauw & Sucipto, 2. dengan judul penelitian AuPenerapan Model Pembelajaran Group Investigation untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Prestasi Belajar SiswaAy terbukti berhasil meningkatkan keaktifan peserta didik pada mata pelajaran IPS di SMPN Taroi kelas VII yang semula keaktifan peserta didik sebesar 2,8% pada kategori cukup, namun setelah diberikan perlakuan menggunakan model tersebut meningkat menjadi 3,3% dengan kategori baik. Sehingga terbukti penerapan model group investigation tersebut dapat meningkatkan partisipasi atau aktivitas belajar dan hasil belajar peserta didik, selain itu aktivitas mengajar guru juga meningkat karena terdapat imbal balik antara guru dan peserta didik. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU Pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya Pada penelitian ini selain menggunakan data observasi juga menggunakan data Post test yang dilakukan diakhir pembelajaran untuk melihat hasil belajar peserta didik. Hasil belajar diperoleh dari pertanyaan dengan jumlah 20 soal pilihan ganda dan jawaban benar dikalikan lima. Terdapat dua model tingkatan soal menurut taksonomi bloom berdasarkan tingkat kesulitan dan kompleksitasnya yang berupa soal tipe Lots dan Hots. Tujuan dari kedua tipe soal diterapkan pada peserta didik adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, kemampuan berpikir kritis dan kreatifitas peserta didik. Setelah itu, dihitung persentasenya seperti gambar 2 ketuntasan hasil belajar peserta didik, terbukti menunjukkan perbedaan. Pada kelas eksperimen rata-rata nilainya sebesar 80,16 dengan tingkat ketuntasannya sangat tinggi yakni sebesar 91% dari jumlah ketuntasan peserta didiknya 29/32 yang artinya peserta didik yang tidak tuntas atau yang mendapatkan nilai dibawah KKM hanya berjumlah 3 peserta didik. Sedangkan pada kelas kontrol rata-rata nilainya sebesar 74,22 dengan tingkat ketuntasannya rendah yakni 63% yang artinya 20/32 peserta didik yang tidak tuntas atau mendapatkan nilai dibawah KKM sebanyak 12 peserta Perbedaan rata-ratanya sebesar 5,94 dan perbedaan tingkat ketuntasannya sebesar 28%. Hasil diatas terbukti adanya perbedaan penerapan model pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Karena sering kali ditemui peserta didik yang minat belajarnya kurang ini disebabkan proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru hanya menggunakan model ceramah dan hanya menggunakan buku serta papan tulis sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan pembelajaran. Selain itu, untuk mengetahui hasil belajar peserta didik guru masih menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan jawabannya hanya berpacu pada buku siswa tersebut. Sehingga peserta didik antusias dalam belajarnya kurang dan mereka beranggapan pembelajaran IPS itu monoton atau kurang menarik minat belajar mereka. Sehingga sebelum diterapkannya model pembelajaran ini hasil belajar peserta didik masih dibawah KKM. Peneliti berupaya untuk menerapakan model pembelajaran dan media pembelajaran pada kelas eksperimen dengan hasil uji distribusi diatas terbukti kelas eksperimen hasil belajarnya lebih tinggi dibandikan kelas kotrol yang hanya menggunakan model pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Oleh karena itu selain menguji distribusi diatas, perlu juga untuk menguji statistiknya dengan menggunakan SPSS 23 for windows. Hasil uji statistik normalitas dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov karena sampel lebih dari 30, yang mana hasilnya nilai post test pada kelas eksperimen adalah Asymp. Sig 0,022 > 0,05 dan pada kelas kontrol adalah Asymp. Sig 0,028 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan data uji normalitas pada kelas ekperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan bisa dilanjutkan ke uji homogenitas. Hasil uji homogenitis data post test nilai Sig. 0,669 > 0,05 sehingga data dinyatakan homogen. Data yang sudah melalui uji prasyarat . ormalitas dan homogenita. dan dinyatakan berdistribusi normal serta homogen, maka dapat dilanjutkan dengan analisis uji Independent sampel T-test untuk mengetahui adakah pengaruh antara variabel X ke variabel Y2. Hasil penelitian Uji Independent sample t-test atau Uji T nilai rata-rata . Post test kelas eksperimen atau kelas Vi F adalah 80,16, sedangkan pada kelas kontrol atau kelas Vi G sebesar 74,22. Terbukti nilai rata-rata post test kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Selain itu, hasil uji t post test hasil belajar diperoleh nilai sig. -taile. Dapat disimpulkan data uji t nilai sig. -taile. 003 < 0. 05 memiliki arti terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU Hasil belajar diatas terbukti berhasil dengan menggunakan model pembelajaran group investigation berbantuan media canva dibandingkan dengan model pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Model diskusi dan tanya jawab sudah sering digunakan guru dalam proses pembelajaran yang mana peserta didik kurang tertarik atau terkesan monoton (Widiawati et al. , 2. Sehingga banyak peserta didik yang tidak antusias mengikuti proses pembelajaran. Sedangkan dengan menggunakan model pembelajaran group investigation yang dimodifikasi dengan menggunakan media canva sebagai alat bantu peserta didik ini dapat meningkatkan semangat dan antusias peserta didik dalam belajar IPS terutama pada materi konflik dan integrasi sosial. Oleh karena itu, dapat meningkatkan pemahaman peserta didik yang terbukti pada hasil belajar yang lebih baik dari model pembelajaran biasanya. Menurut teori vygotsky peran interaksi sosial, kerja sama, model pembelajaran yang interaktif dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik (Saputro & Pakpahan, 2. Sesuai dengan penelitian ini model pembelajaran dengan berbantuan media canva yang dapat menumbuhkan keaktifan, percaya diri, semangat, berpikir kritis, dan kerja sama disetiap Sehingga terbukti selain meningkatkan keaktifan juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen. Selain itu, peserta didik mampu untuk mengambil suatu keputusan dan terlatih dapat mempertanggungjawabkan jawaban yang sudah disampaikannya (Devi et al. , 2. Interaksi dan kerjasama dalam model pembelajaran ini tanpa memandang latar belakang peserta didik, karena pemilihan kelompok dilakukan secara acak menggunakan spinn well untuk melatih peserta didik berpendapat dan berkomunikasi yang baik. Hasil belajar peserta didik diperoleh dari pemahaman peserta didik ketika proses presentasi yang mana peserta didik dalam diskusi kelompok mencari materi tidak hanya dari buku LKS saja tetapi juga mencari referensi dari sumber yang lain. Seperti Internet, jurnal. E-Book dan video pembelajaran pada sosial media yang sesuai dengan materi tersebut (Sari et al. , 2. Selain itu, ketika proses presentasi kelompok yang tidak presentasi mencatat hal-hal penting materi yang disampaikan oleh kelompok lain. Sehingga peserta didik memiliki banyak catatan yang penting untuk bekal mereka sebelum diberikan post test. Peneliti melakukan ini dengan tujuan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi konflik dan integrasi sosial serta dapat meningkatkan hasil belajar. Selain model dan media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar, peran orang tua juga dapat meningkatkan hasil belajar (Dakhi, 2. Peran orang tua disini sebagai motivasi dan pemantuan kegiatan belajar peserta didik ketika dirumah. Sehingga ketika dirumah pun orang tua harus mengawasi dan memfasilitasi kemampuan anaknya. Inilah yang membuat hasil belajar peserta didik menjadi bagus karena seimbang antara belajar dirumah dan belajar disekolah. Penelitian lain terkait dengan model pembelajaran group investigation yang dilakukan oleh (Hia et al. dengan judul penelitian AuPengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Terhadap Hasil Belajar IPAAy terbukti berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA kelas Vi UPTD Negeri 1 Gunungsitoli. Hasil belajarnya memiliki perbedaan ketika dilakukan tes yang pertama sebelum diterapkan model dan ketika tes yang kedua setelah diberikan model. Pada tes pertama nilai rata-ratanya kurang dari KKM sedangkan ketika tes kedua terbukti rata-rata hasil belajar meningkat. Selain itu, terbukti terdapat perbedaan pada hasil dari model yang diterapkan sehingga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya Pembahasan ini mengacu pada penggabungan dari dua variabel terikat atau variabel Y1 dan Y2 yakni keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Penggabungan ini bertujuan untuk mengetahui AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU kedua variabel terikat tersebut memiliki hubungan terhadap variabel bebas. Hasil rata-rata keaktifan dan hasil belajar peserta didik diatas diuji menggunakan SPSS 23 for windows, menunjukkan adanya perbedaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata nilai observasi keaktifan belajar peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan perbedaan sebesar 10% dengan total rata-ratanya sebesar 54,45. Sedangkan rata-rata nilai post test hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan perbedaan sebesar 6% dengan total rata-ratanya sebesar 77,19. Selain uji distribusi juga menggunakan uji manova untuk melihat keterikatan antara variabel terikat dengan variabel bebas. Uji manova sebagai bukti adanya keterikatan variabel terikat dengan varibel bebas maka nilai signifikansi harus kurang dari 0,05. Terbukti hasil uji manova menggunakan SPSS 23 for windows yang menunjukkan nilai Sig. -taile. adalah 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran group investigation berbantuan media canva terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Selain itu, juga menunjukkan bahwa model pembelajaran group investigation berbantuan media canva tersebut lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Sehingga hasil dari penelitian ini peserta didik lebih memahami materi konflik dan integrasi yang mana sangat berkaitan dengan kehidupan peserta didik. Peneliti menggunakan materi Konflik dan Integrasi sosial ini untuk mengaitkan dengan dunia nyata peserta didik, karena hidup tidak akan jauh dari konflik (Herlina, 2. Harapannya dari pembelajaran ini peserta didik mampu untuk memahami tanda-tanda terjadinya konflik, dapat mencegah timbulnya konflik, mampu menyelesaikan konflik, dapat meningkatkan kerja sama, rasa percaya diri dan dapat membedakan baik dan buruk. Sedangkan Integrasi sosial sendiri sangat berupaya untuk menghilangkan sebuah perbedaan menjadi satu kesatuan (Ihsanuddini et al. Syarat integrasi sosial salah satunya adalah saling membutuhkan, yang mana dari model pembelajaran ini peserta didik dapat bekerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugasnya. Sehingga peserta didik dapat berpendapat dan bertukar pikiran dengan kelompoknya atau dengan kelompok lain. Selain itu, dapat menyadarkan peserta didik bahwa manusia itu diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak mampu untuk hidup sendiri. Oleh karena itu, model pembelajaran group investigation berbantuan media canva dalam materi konflik dan integrasi ini sangat berkaitan dan terbukti dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan teori vygotsky yang mana dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik menggunakan Scaffolding dan ZPD. Scaffolding disini berperan dalam menginstruksikan peserta didik diawal pembelajaran dengan harapan peserta didik memahami maksud pembelajaran Seperti, awal pembelajaran harus dimulai dari interaksi sosial yang baik antar peserta didik dan guru sertan melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran dari awal hingga akhir (Susanti, 2. Sedangkan ZPD lebih berperan dalam pembentukan mental peserta Seperti, penerapan model pembelajaran group investigation yang menuntut kerja sama dalam Sehingga kemampuan komunikasi, percaya diri dan berpikir kritis yang mampu menyelesaikan tugas perserta didik (Lathifah et al. , 2. Didukung dengan media canva yang dapat meningkatkan kreativitas, meningkatkan motivasi dan pengembangan keterampilan sosial. Sehingga proses pembelajaran yang baik dapat meningkatkan keaktifan dan menambah pengalaman peserta didik sehingga kognitif peserta didik bertambah yang menyebabkan hasil belajar yang baik. Penelitian ini juga diperkuat dengan memberikan kuesioner diakhir pembelajaran dengan jumlah 15 pernyataan untuk melihat respon peserta didik setelah penerapan model pembelajaran Terbukti pada hasil gambar 3 histrogram respon peserta didik diatas menunjukkan tingkat perbedaan respon peserta didik pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran group investigation dengan rata-rata 61% dan pada kelas kontrol dengan menggunakan AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 293-310AU model pembelajaran diskusi dan tanya jawab sebesar 56%. Terbukti respon peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini membuktikan minat belajar peserta didik lebih tinggi menggunakan model pembelajaran group investigation berbantuan media Sebab dapat melatih peserta didik untuk aktif dan percaya diri dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran ini dikemas menggunakan media canva sebagai alat bantu peserta didik menumbuhkan kreativitas, kekompakan dan tentunya dapat meningkatkan komunikasi berbicara di depan umum (Purba, 2. Karena antusias peserta didik ketika proses presentasi menjelaskan, menjawab, bertanya, dan mampu beragumen ini yang dapat meningkatkan pemahaman peserta Selain itu, dapat melatih psikomotorik dan kemampuan berpikir kritis. Sehingga kelas menjadi hidup dan menumbuhkan semangat dalam proses pembelajaran. Inilah yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Harapannya dari model dan media yang sudah diterapkan ini tidak hanya berlaku pada pada pembelajaran IPS saja tetapi juga pada pembelajaran lainnya. Hasil penelitian ini juga terbukti dengan model pembelajaran yang sama hanya berbeda dalam pemanfaatan media, pengambilan data, teknik penelitian, mata pelajaran yang digunakan dan lokasi penelitiannya. Namun, ternyata juga dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar seperti yang dilakukan oleh (Permatasari, 2. dalam penelitian yang berjudul AuPengaruh Model Cooperative Learning tipe Group Investigation terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN TulungagungAy. Penelitian tersebut terbukti dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik, sebab peneliti yakin jika keaktifan peserta didik itu mampu meeningkatkan hasil belajar peserta didik. Seperti peserta didik diajak untuk terlibat langsung pada saat proses pembelajaran baik dalam pemilihan materi dan media ajar untuk menyesuaikan dengan minat belajar mereka. Sehingga dari ke ikut sertaan peserta didik tersebut dapat menambah wawasan dan pengalamannya. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran Group Investigation dengan bantuan media Canva terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya, dapat disimpulkan sebagai berikut: . Pengaruh terhadap Keaktifan Belajar: Hasil analisis menggunakan uji independent sample t-test menunjukkan bahwa model pembelajaran Group Investigation berbantuan media Canva memiliki pengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar peserta didik. Terbukti Nilai signifikansi lebih kecil dan ketercapaian kriteria keaktifan lebih banyak cukup aktif dan aktif. Dengan demikian, terdapat pengaruh positif dari penerapan model pembelajaran ini terhadap keaktifan belajar peserta . Pengaruh terhadap Hasil Belajar: Analisis serupa menunjukkan bahwa model pembelajaran Group Investigation dengan media Canva juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Terbukti Nilai signifikansi lebih kecil dan nilai ketuntasan peserta didik cukup dan baik. Ini berarti penggunaan model pembelajaran tersebut berdampak positif pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Pengaruh terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar : Melalui uji MANOVA, diperoleh nilai signifikansi lebih kecil dan perbedaan nilai rata-rata pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran Group Investigation berbantuan media Canva berpengaruh signifikan terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Secara keseluruhan, penerapan model pembelajaran Group Investigation dengan bantuan media Canva terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi konflik dan integrasi sosial kelas Vi MTsN 2 Kota Surabaya. Serta menunjukkan bahwa penggunaan model dan media ini diterima dengan baik dan mampu meningkatkan partisipasi serta pencapaian belajar mereka. DAFTAR PUSTAKA