Ni Made Piory Kristiana1. Ni Luh Mardiani2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V SD/AWP SUAR DWIPA GIRI MEKAR TAHUN AJARAN 2022/2023 Ni Made Piory Kristiana1. Ni Luh Mardiani2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 1,4Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali Bangli. Indonesia 2Pendidikan Agama Hindu. STKIP Agama Hindu Amlapura Amlapura. Indonesia 3Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. ITP Markandeya Bali Bangli. Indonesia piorykristina97@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPAS siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Talking Stick siswa Kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar . Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dengan dua siklus yang berjumlah 11 orang pada setiap siklusnya terdapat empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar tahun pelajaran 2022/2023. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui tes dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah untuk meganalisis deskriptif, kualitatif, dan kuantitatif dengan kreteria keberhasilan nilai siswa mencapai rerata minimum 80 dan ketuntasan klasikal minimum 85%. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar . Hal ini dapat dilihat skor rata Ae rata pada siklus I sebesar 64,27 dengan ketuntasan klasikal 64%. Sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80,18 dengan ketuntasan klasikal mencapai 91% dan sudah mencapai target yang ditetapkan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah metode pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar Tahun Pelajaran 2022/2023. Kata kunci : hasil belajar. Talking Stick. IPAS Abstract This study aims to determine the improvement of students IPAS learning outcomes after the implementation of the Talking Stick learning method for Class V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar This research is a Classroom Action Research, with two cycles totaling 11 people in each cycle there are four components, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were all fifth grade students of SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar in the 2022/2023 academic year. Data collection methods in this study were through tests and observations. The analysis method used is to analyze descriptive, qualitative, and quantitative with the success criteria of student scores reaching a minimum average of 80 and a minimum classical completeness of 85%. The results obtained in this study are the Talking Stick learning method can improve the learning outcomes of IPAS class V students of SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. This can be seen from the average score in cycle I of 64. 27 with 64% classical completeness. While in cycle II it increased to 80. 18 with classical completeness reaching 91% and had reached the target set by the researcher. The conclusion obtained from this research is that the Talking Stick learning method can improve the learning outcomes of IPAS class V students of SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar in the 2022/2023 academic year. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Made Piory Kristiana1. Ni Luh Mardiani2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Keywords : result study. Talking Stick. IPAS PENDAHULUAN Dewasa ini dunia pendidikan dihadapkan pada berbagai perubahan dalam berbagai aspek kehidupan dimasyarakat. Hal ini diakibatkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, serta globalisasi yang melanda dunia termasuk Indonesia. Perubahan tersebut terarah kepada apa yang dihasilkan oleh dunia pendidikan yaitu untuk menghadapi era globalisasi yang semakin membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Keberhasilan dari dunia pendidikan ditentukan oleh tingkat keberhasilan dari siswa dalam menempuh pembelajaran di sekolah. Pembelajaran disekolah tentunya tidak bisa lepas dari peran guru sebagai tenaga pendidik. Kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran memegang peranan utama dalam menentukan keberhasilan dari siswa dalam menguasai sebuah materi. Dalam proses pembelajaran guru harus mampu memilih sebuah metode pembelajaran yang membuat siswa menjadi semangat untuk belajar dan mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Akan tetapi masih banyak ditemui guru yang mengajar secara monoton karena hanya menggunakan satu model saja, yaitu model ceramah yang termasuk dalam klasifikasi model pembelajaran konvensional. Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan serta pembagian tugas dan latihan. Dalam proses pembelajaran konvensional siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru tanpa ada timbal balik, akibatnya siswa menjadi pasif dan lama kelamaan siswa akan merasa bosan terhadap pelajaran Dalam pembelajaran konvensional ilmu yang siswa dapat cenderung hafalan tanpa disertai pemahaman terhadap materi tersebut padahal kita tahu pemahaman terhadap suatu materi sangat penting untuk menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Penggunaan model pembelajaran konvensional juga diterapkan di SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Pada mata pelajaran IPAS siswa cenderung hanya mendengarkan begitu saja penjelasan dari guru dan sangat jarang siswa yang mau bertanya atau menjawab Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa didapatkan fakta bahwa siswa merasa bosan dan tidak tertarik belajar IPAS. Berdasarkan hasil ulangan dan observasirata-rata hasil belajar IPAS siswa kelas V masih rendah. Berdasarkan hasil nilai ulangan harian IPAS menunjukan bahwa dari 11 siswa kelas V yang mengikuti ulangan harian sebanyak 40% siswa mendapat nilai di atas KKM sedangkan sisanya 60% mendapat nilai di bawah KKM. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti mencoba untuk menerapkan metode pembelajaran Talking Stick yang menekankan konsep bermain sambil belajar sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa. Upaya perbaikan suasana belajar ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi belajar antar siswa dengan siswa lainnya, dan antar siswa dengan guru dalam kelas merupakan bagian yang sangat penting pada kelangsungan proses belajar mengajar. Pola interaksi yang seimbang akan membuahkan hasil yang seimbang. Dalam belajar terdapat proses belajar yang dapat meningkatkan pemahaman yang menghasilkan perubahan-perubahan prilaku yang relatif konstan dan berbekas. Terkait dengan permasalahan yang telah di uraikan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Au Penerapan Metode Pembelajaran Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar Ay. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah Meningkatkan hasil belajar IPAS siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Talking Stick siswa Kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Made Piory Kristiana1. Ni Luh Mardiani2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya atau bersama Ae sama dengan orang lain dengan jalan merancang, melaksanakan dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelasnya melalui suatu tindakan tertentu dalam suatu siklus. Penelitian ini dilakukan pada tahun pelajaran 2022/2023 tepatnya bulan November Penelitian dilakukan di SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 11 orang. Objek Penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar IPAS siswa dengan diterapkan metode Talking Stick. Dalam melaksanakan PTK untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD N 4 Bangbang melalui penerapan Metode Talking Stick penulis menyusun desain prosedur perbaikan pembelajaran. Desain atau model PTK yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini berlangsung pada Semester GenapTahun Ajaran 2022/2023. Model PTK Kurt Lewin mengandung empat komponen pada setiap siklusnya, keempat komponen itu antara lain: . perencanaan tindakan, . pelaksanaan tindakan . Hubungan Keempat komponen tersebut dipandang sebagai beberapa siklus yang dapat dilihat pada Gambar berikut : Gambar 1. Model PTK Kurt Lewin (Kari 2. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,tes untuk memperoleh data hasil belajar IPAS siswa. Catatan lapangan untuk memperoleh data tentang aktivitas anak dalam proses pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran dengan metode Talking Stickdan tes untuk mengukur capaian hasil belajar yang diperoleh siswa. Analisis data dalam penelitian ini terdiri atas kegiatan pengolahan data dan analisis statistik deskriptif. Kegiatan analisis data meliputi . menyunting data secara manual, . mentabulasi data, dan . mengolah data dalam bentuk sesuai dengan kebutuhan. Analisis data hasil belajar IPAS siswa dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu . menghitung nilai rata Ae rata dengan rumus : Eu X . EuN Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Made Piory Kristiana1. Ni Luh Mardiani2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 . menghitung ketuntasan belajar siswa secara individu yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai nilai kreteria ketuntasan minimal (KKM). Untuk di SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar KKM untuk pelajaran IPAS di kelas V adalah 65 dan . kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai hasil penelitian secara Indikator keberhasilan yang dikehendaki yaitu peningkatan hasil belajar mata pelajaran IPAS. Adapun indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila hasil belajar yang diperoleh siswa telah mencapai nilai rata- rata kelas 80 dan mencapai tingkat ketuntasan belajar minimal 85%. Apabila target ini sudah tercapai maka penelitian dihentikan sampai siklus tersebut tetapi jika belum penelitian diteruskan ke siklus berikutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar IPAS yang diperoleh siswa yang dibuktikan dengan hasil dari pre-tes yang diperoleh. Selanjutnya diberikan perlakuan pada objek penelitian berupa penerapan pembelajaran dengan menggunakan metode Talking Stick. Penerapan metode pembelajaran Talking Stick ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan uraian sebagai berikut. Rekapitulasi hasi tes Pra-siklus. Siklus I dan Siklus II dapat disajikan seperti tabel di bawah ini. Tabel 1. Rekapitulasi hasi Pra-Siklus. Siklus I dan Siklus II Siklus I Pra - siklus Nama Nilai Ket Nilai Ket I Putu Agus Saputra I Kadek Artayasa I Gede Budi Segara I Wayan Dedi Permana Ni Putu Eka Widiantari I Wayan Egi Saputra I Komang Merta Guna Ida Ayu Ngurah Divtha Pradnyani I Kadek Riski Ananta Darma Ni Luh Wulan Febriani I Komang Wira Adi Guna JUMLAH RATA - RATA PROSENTASE KETUNTASAN Siklus II Nilai Ket 56,34 64,27 80,18 Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Made Piory Kristiana1. Ni Luh Mardiani2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Pra-siklus Siklus I Siklus II Gambar 1. Grafik Rekapitulasi Hasil Tes Pra AeSiklus. Siklus I dan Siklus II Hasil yang diperoleh pada siklus I adalah sudah ada peningkatan hasil belajar IPAS siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata- rata dan prosentase ketuntasan belajar siswa yaitu dari 56,34 menjadi 64,27 untuk nilai rata Ae rata dan 36% menjadi 64% untuk prosentase ketuntasan belajar IPAS siswa. Berdasarkan kreteria keberhasilan ini belum sesuai dengan kreteri yang ditentukan. Sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus berikutnya yaitu Siklus II. Siklus II dilakukan sebagai kelanjutan pelaksanaan penelitian siklus sebelumnya. Hasil yang diperoleh pada siklus II yaitu hasil belajar IPAS siswa meningkat dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata Ae rata dan meningkatnya prosentase ketuntasan belajar siswa yaitu nilai rata Ae rata dari 64, 27 menjadi 80,18 dan prosentase ketuntasan dari 64% menjadi 91%. Berdasarkan kreteria yang ditetapkan hasil tersebut sudah memenuhi kreteria yang ada sehingga penelitian ini dicukupkan sampai siklus II. Keberhasilan dari pelaksanaan penelitian ini menunjukkan bahwa metode Talking Stick telah mampu meningkatkan hasil belajar IPAS siswa SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Pada siklus I memang sudah ada peningkatan hasil belajar namun belum memenuhi kreteria. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I didapatkan bahwa pada siklus I siswa masih belum paham tentang langkah Ae langkah pembelajaran dengan metode Talking Stick. Selain itu siswa masih merasa malu untuk mengemukakan pendapat. Selanjutnya dengan menyempurnakan pembelajaran pada siklus I didapatkan peningkatan hasil belajar pada siklus II dan peningkatan ini sudah sesuai dengan kreteria yang ditetapkan. Pada siklus II ini suasana belajar yang tadinya membosankan bagi siswa setelah diterapkan metode Talking Stick menjadi menyenangkan bagi siswa karena disertai nyanyian. Siswa juga merasa tidak mengantuk dan merasa tertantang karenamereka harus siap menerima tongkat sebagai tanda mereka harus menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Hal ini akan membuat siswa lebih giat berusaha memahami materi yang sedang dipelajaridan tentunya akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa yaitu meningkatnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Keberhasilan dari metode ini tidak terlepas dari kelebihan yang dimiliki oleh metode Talking Stick yang tercermin dari ciri- ciri dari metode tersebut seperti siswa bekerja secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. Hal ini akan membuat siswa lebih mudah memahami materi pelajaran karena hal yang tidak mereka pahami dan tidak mudah untuk dimengerti difikirkan bersama- sama. Metode ini juga mendorong siswa untuk berani berpendapat dan Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Made Piory Kristiana1. Ni Luh Mardiani2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 adanya nyanyian atau musik yang mengiringi akan membuat siswa lebih semangat dan tertarik belajar IPAS yang tentunya akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS yang diperoleh siswa. Talking Stick merupakan model pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat. Model pembelajaran ini menggunakan bantuan alat berupa tongkat, dimana jika peserta didik yang menerima tongkat harus berani menjawab pertanyaan dari guru dan mengemukakan pendapatnya. Menurut Ovartadara. Nabar, and Fitria . sintak model pembelajaran Talking Stick yaitu: . pemberian informasi pembelajaran secara umum, . peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, . pemilihan ketua dan pembagian tugas oleh anggota kelompok untuk membahas materi tertentu, . peserta didik bekerja dalamkelompnya, . tiap kelompok membuat pertanyaan seputar materi yang didapat dan soal yang dibuat diberikan kepada kelompok lain, . kelompok lain menjawab secara bergantian menggunakan alat berupa tongkat yang digulirkan secara acak, . peserta didik menyimpulkan materi yang sudah dipelajari, dan . kegiatan refleksi dan evaluasi Menurut Nurul Fajri . menerangkan bahwa kelebihan dari model talking stick yaitu: melatih keterampilan peserta didik dalam memahami materi yang sudah diajarkan dengan cepat, menguji kesiapan peserta didik dalam memahami dan menguasai materi pelajaran yang sudah diajarkan, melatih peserta didik untuk giat belajar karena peserta didik harus siap menjawab atau mengemukakan pendapat jika menerima tongkat, memudahkan peserta didik dalam mengingat pelajaran khusunya mata pelajaran IPAS, menyisipkan unsur permainan sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Hal ini menyebabkan sekitar 39% siswa perlu meningkatkan pelaksanaan Kenyataan ini menunjukkan bahwa sebenarnya masih perlu ada upaya-upaya yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Alternatif pemecahan masalah dengan memperbaiki proses pembelajaran yaitu menerapkan model pembelajaran kooperatif agar interaksi antar siswa semakin baik yang dapat meningkatkan keterampilan kooperatif yang pada akhirnya nanti diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kooperatif siswa dan pemahaman konsep siswa. Penggunaan model pembelajaran kooperatif diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. SIMPULAN Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan penerapan Metode pembelajaran Talking Stick hasil belajar IPAS siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar dapat diringkatkan. Hal ini terlihat adanya peningkatan hasil belajar IPAS yang diperoleh siswa yaitu adanya peningkatan nilai rata Ae rata siswa dari prasiklus, siklus I dan siklus II sebagai berikut dari 56,34 menjadi 64,27 pada siklus I dan 80,18 pada siklus II. Persentase ketuntasan juga meningkat yaitu dari 36% pada pra Aesiklus menjadi 64% pada siklus I dan 91% pada siklus II. Selanjutnya berdasarkan simpulan di atas dapat disarankan hal Ae hal sebagai berikut : Guru hendaknya dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang pembelajaran IPAS dengan cara memilih model pembelajaran baru yang inovatif. Untuk sekolah pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Talking Stick juga dapat digunakan sebagai masukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan terutama pengadaan sarana pembelajaran yang dibutuhkan dalam berbagai metode pembelajaran. Berdasarkan simpulan dan hasil penelitian, maka ada beberapa saran yang dapat disampaikan, antara lain sebagai berikut: . Kepada pihak sekolah dan guru, diharapkan agar model pembelajaran berbasis masalah dapat menjadi model alternatif yang digunakan di SMK Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Made Piory Kristiana1. Ni Luh Mardiani2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Negeri 1 Tembuku, karena penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan memproduksi teks negosiasi. Para siswa disarankan saat belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah agar selalu fokus dan memaksimalkan semua pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki siswa sebelumnya sebagai modal mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah sehingga pembelajaran berjalan secara optimal. Kepada peneliti lain, dapat melakukan penelitian lebih lanjut menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan mencakup aspek selain keterampilan menulis teks negosiasi dan mengaplikasikannya pada materi pembelajaran yang berbeda atau pada mata pelajaran selain bahasa Indonesia. DAFTAR RUJUKAN Arum Hidayati. Imtihani Nur. Redjeki, and B. Hastuti. AuPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (Sta. Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Kimia Pada Materi Pokok Kesetimbangan Kimia Siswa Kelas Xi Man Klaten Tahun Pelajaran 2011/2012. Ay Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret 2. : 92Ae99. Astuti. Ni Putu Eni. I Wayan Suastra. Ida Bagus Arnyana, and I Komang Nada Kusuma. AuImplementation of Differentiated Learning To Improve Educational Science and Character Learning Outcomes of Elementary School Students. Ay JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajara. : 609. Kari. I G. AuUpaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu Pada Siswa Kelas V Melalui Penerapan Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD Di Sekolah A. Ay Journal Education Action Research 7. 68Ae77. https://ejournal. id/index. php/JEAR/article/view/52388https://ejournal. id/index. php/JEAR/article/download/52388/25281. Kusuma. I Komang Nada et al. AuLesson Study Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Ay 7. : 192Ae200. Lovisia. Endang. AuPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Studentteams Achievement Division (Sta. Pada Pembelajaran Fisika Siswa Kelas X Sma Negeri 7 Lubuklinggau. Ay Silampari Jurnal Pendidikan Ilmu Fisika 1. : 1Ae12. Numertayasa. I Wayan. I Komang Nada. Ni Putu, and Eni Astuti. AuProfil Pelajar Pancasila Development of Strengthening Character Education Syllabus Based on Pancasila Student Profiles. Ay 5. : 97Ae108. Numertayasa. I Wayan. I Komang Nada Kusuma, and I Gede Agus Rediasa. AuPersepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Lesson Study Di Sd Negeri 6 Pempatan. Ay Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 8. : 4738Ae47. Nurul Fajri. Anwar Yoesoef & Muhammad Nur. AuPengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Dengan Strategi Joyful Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ips Kelas VII MTSN Meuraxa Banda Aceh. Ay Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah 1. : 98Ae109. Ovartadara. Maiyona. Darmansyah Nabar, and Yanti Fitria. AuPengaruh Model Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Ips Siswa. Ay Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang 8. : 1888Ae95. Putu. Ni et al. AuJurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Tersedia Secara Online Https://Ejournal. Undiksha. Ac. Id/Index. Php/JJPBS Implementasi Lesson Study Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas Iv Sd Negeri 6 Pempatan. Ay 12: 469Ae77. https://doi. org/10. 23887/jpbsi. Rami. Ni Wayan. AuPenggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Students Team Achievement Division (Sta. Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Agama Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Made Piory Kristiana1. Ni Luh Mardiani2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Hindu. Ay Journal of Education Technology 3. : 186. Sulistiawan. I Wayan Dedi. I Wayan Numertayasa, and I Komang Nada Kusuma. AuPenggunaan Bahan Bacaan Cerita Ogoh-Ogoh Bali Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Kelas 2 Sd Negeri 7 Pempatan. Ay 5. : 9Ae16. Suyadnya. Ida Bagus Gede. AuPenerapan Model Pembelajaran Students Team Achievement Division (Sta. Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu. Ay Jurnal Penjaminan Mutu 3. : 164. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka