Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu https://siducat. org/index. php/dawuh ISSN-ONLINE: 722-7898 DAWUH: Vol. No. Juli 2024. Hal 51-60 This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International DAWUH Received: 30 April 2024 Accepted: 15 Juni 2024 Revised: 6 Mei 2024 DaAowah & Education Journal Persepsi Masyarakat Tentang Kekerasan Seksual Inces (Hubungan Sedara. di Desa Suka Negara Kabupate Bengkulu Utara Gebri Yogi Saputra UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu gbriyogisaputra@gmail. Abstract The subject of discussion in the making of this thesis is the Community Perception of Sexual Violence inces (Inbreedin. in Suka Negara Village. North Bengkulu Regency, the purpose of this research is to find out the increasing sexualization of biological children, where sexual violence often occurs every year in Suka Negara Village. North Bengkulu Regency, this research uses a qualitative approach with data collection methods, interviews and documentation. It can be concluded that girls in Suka Negara Village get bad treatment by their own biological father, this is due to several factors that make girls victims of sexual violence, rarely get attention from the mother who is forced to be busy working, this event is caused by several factors, namely internal factors which include aspects, biological, moral, psychological, and external factors, which include economic, mass media, socio-cultural aspects. Keywords: Sexual Violence. Father. in North Bengkulu. Abstrak Pokok pembahasan dalam pembuatan skripsi ini adalah Presepsi Masyarakat Tentang Kekerasan Seksual Inces (Hubungan Sedara. Di Desa Suka Negara Kabupaten Bengkulu Utara,tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkatnya seksual pada anak kandung,yang di mana kekerasan seksual ini sering kali terjadi di setiap tahunnya di Desa Suka Negara Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data,wawancara dan dokumentasi. dapat disimpulkan bahwa anak perempuan Di Desa Suka Negara ini mendapatkan perlakuan yang tidak baik oleh ayah kandung nya sendiri,hal ini dikarenakan beberapa faktor yang membuat anak perempuan korban kekerasan seksual ini, jarang mendapatkan perhatian dari sang ibu yang terpaksa harus sibuk bekerja, peristiwa ini di akibatkan dari beberapa faktor yaitu faktor internal yang meliputi aspek, biologis, moral, kejiwaan, dan faktor eksternal, yang meliputi aspek ekonomi, media masa, sosial budaya. Kata Kunci: Kekerasan Seksual. Ayah Kandung. Bengkulu Utara. PENDAHULUAN Kasus kekerasan seksual setiap tahun mengalami peningkatan, korbannya bukan hanya dari kalangan dewasa namun sekarang sudah merambah ke remaja, anak-anak bahkan balita. Fenomena kekerasan seksual terhadap anak semakin sering terjadi dan menjadi global hampir di berbagai negara. Kasus kekerasan seksual terhadap anak terus meningkat dari waktu ke waktu. Peningkatan tersebut tidak hanya dari segi kuantitas atau jumlah kasus yang terjadi, bahkan juga dari kualitas. Dan yang lebih tragis pelakunya adalah kebanyakan dari lingkungan keluarga atau lingkungan sekitar anak itu berada, antara lain di dalam rumahnya sendiri, sekolah, lembaga pendidikan, dan lingkungan sosial Kekerasan seksual pada anak dan penanganannya. Pembahasan artikel menggunakan studi literature dari berbagai sumber bacaan yang tujuannya untuk dapat mengemukakan teori yang berkaitan dengan perkembangan anak, faktor penyebab kekerasan seksual pada anak dan dampak serta penanganan kekerasan seksual pada anak. Hasil analisis menggambarkan bahwa dampak yang ditimbulkan dari kekerasan seksual pada anak sangat luas meliputi kondisi fisik, emosional 52 | DAWUH: Vol. No. Juli 2024. Hal 51-60 dan juga psikis yang dapat mempengaruhi perkembangan anak yang merupakan korban kekerasan Dengan berbagai macam dampak yang dapat timbul maka diperlukan upaya untuk mengantisipasi munculnya dampak kekerasan dan penanganan yang dilakukan oleh pihak yang Selain mendapatkan penanganan dari pihak berwajib dan juga professionalitas dalam kasus ini pekerja sosial juga mampu menanganai kasus kekerasan seksual yang terjadi kepada anak. Setiap tahun kasus kekerasan seksual mengalami peningkatan, korbannya bukan hanya orang dewasa melainkan terdapat pula anak-anak bahkan balita yang menjadi sasaran para pelaku kekerasan seksual. Fenomena kekerasan seksual pada anak semakin sering terjadi bukan hanya terjadi di dalam negeri tetapi terdapat pula di luar negeri. Dari banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak tragisnya pelaku merupakan kebanyakan dari lingkungan keluarga atau lingkungan sekitar anak itu berada, seperti di dalam rumahnya sendiri, lingkungan sosial dan juga sekolah. Hal ini dapat dibuktikan dari maraknya kasus kekerasan seksual dalam keluarga di media sosial Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak yang terdapat di keluarga dapat menunjukkan bahwa betapa dunia yang aman bagi anak semakin sempit dan sulit ditemukan. Dunia anak yang seharusnya diisi dengan keceriaan yang ia dapatkan dari lingkungan sosial dan keluarga justru memberikan gambaran buram dan potret ketakutan karena pada saat ini anak telah banyak menjadi subjek pelecehan seksual yang berasal dari keluarganya sendiri. Namun kekerasan seksual anak yang terjadi di keluarga jarang sekali terekspos masyarakat. Korban kekerasan seksual pada keluarga cenderung merasa malu karena menganggap hal tersebut sebagai aib yang harus disembunyikan rapat-rapat terlebih lagi ia mendapatkan kekerasan tersebut dari keluarga mereka sendiri, selain itu ancaman juga kerap korban dapatkan dari pelaku kekerasan seksual. Berdasarkan penjelasan mengenai isu kekerasan seksual di keluarga yang marak terjadi dan anak sebagai korbannya, dan menyimpulkan bahwa keluarga sudah tidak bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya yaitu melindungi dan menjadikan keluarga sebagai panutan untuk anaknya. Hal ini membuat penulis ingin meneliti faktor kekerasan seksual pada anak, kekerasan seksual pada ayah kandung ini sudah terjadi 2 tahun berturut kejadian ini di Desa Suka Negara, oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti terkait dengan hal tersebut di atas untuk mengetahui faktorfaktor penyebab kekerasan seksual terhadap anak kandung. METODE PENELITIAN Metode adalah ilmu tentang kerangka kerja untuk melaksanakan penelitian yang bersistem sekumpulan peraturan kegiatan dan prosedur yang di gunakan suatu disiplin ilmu studi atau analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode cabang ilmu logika yang berkaitan dengan prinsip umum pembentukan pengetahuan . Penelitian adalah sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus di dasari oleh proses berpikir ilmiah yang di tuangkan dalam metode ilmiah sementara itu metodologi disebut juga sciences of methods, yaitu ilmu yang membicarakan cara jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Kemudian jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini yaitu ada beberapa faktor penyebab meningkatnya kekerasan seksual oleh ayah kandung yang di antaranya adalah: Faktor Internal Psikologis This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Gebri Yogi Saputra | 53 Dalam hasil wawancara yang telah di lakukan, peneliti melakukan wawancara dengan ibu korban, ia mengatakan bahwa semenjak kejadian itu anaknya mempunyai trauma dan ketakutan yang berat yang dimana anaknya takut untuk bertemu banyak orang, selalu mengurung diri di kamar dan dari peristiwa tersebut anak korban tidak pernah ingin bertemu dengan siapapun lagi. Faktor Moral Menurut perangkat desa, bahwa pelaku J memang jarang terlibat dalam hal keagamaan, kegiatan-kegiatan desa, berdasarkan wawancara dengan Bapak Kades berikut: Bapak kades mengatakan bahwa pelaku J jarang sekali mengikuti kegiatan di desa tersebut karena orang nya sangat tertutup dan kurang bergaul dengan lingkungan sekitar, apalagi mengenai agama di desa tersebut jarang sekali dia mengikuti kegiatan kegiatan keagamaan Agama adalah aspek yang meliputi akidah, ibadah, serta pengetahuan mengenai agama dan pengetahuan tentang al-quran, aspek agama adalah suatu pengetahuan pada diri seseorang mengenai agama. Akan tetapi pelaku yang melakuan tindakan seksual pada anak kandung jarang sekali melakukan ibadah atau pun pengajian lainya yang berhubungan dengan keagamaan. Faktor Kejiwaan Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala desa tersebut dia mengatakan bahwa tidak ada gangguan kejiwaan terhadap para pelaku. Kades tersebut mengatakan bahwa para pelaku ini baik baik saja dari segi kejiwaannya hanya saja kurang di dalam keagamaannya. Dari hasil wawancara dengan istri pelaku dia juga mengatakan bahwa suaminya tidak pernah mengalami gangguan kejiwaan sedikitpun. Pada kesempatan wawancara ini saya juga menerima tanggapan dari istri pelaku dia menceritakan bahwa sebelumnya suaminya tidak pernah menunjukkan perilaku atau hal-hal yang aneh sepengetahuannya, dia juga menyampaikan kalo sang suami sebelumnya cukup dekat dengan anaknya tidak ada yang aneh bagi saya melihat kedekatan seorang bapak dan anak. Faktor Eksternal Media Massa Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu SY bahwa dia mengatakan pelaku sering kali bermain handphon. Akan tetapi ibu SY tidak mengetahui apa yang di lihat dan di tonton tersebut di karenakan setiap kali bersama dengan ibu SY pelaku tidak pernah menunjukkan atau menonton hal hal yang aneh di dalam handphone tersebut. Menurut hasil wwawancara dengan ibu LS dia mengatakan bahwa pelaku sering bermain handphone akan tetapi untuk yang di tonton ibu LS tidak pernah mencurigai apa-apa karena si pelaku terbuka kepada ibu LS mengenai handphone nya akan teatapi di belakangnya ibu LS tidak mengetahui apa yang di tonton oleh pelaku. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu SN dia mengatakan bahwa si pelaku tidak memiliki handphone yang canggih atau android. Tetapi dia sering menonton tv di rumah dan sepengetahuan saya dia sering menonton acara dangdut di televisi. Pada Kesempatan hasil wawancara yang telah peneliti lakukan ibu korban mengatakan bahwa kurangnya pemahaman agama dari seorang ayah korban adalah salah satu pemicu terjadinya kekerasan seksual yang dimana orang tua/ayah tidak bisa membentengi dirinya dan tidak bisa mengingat atas apa yang di perbuat pada anak sendiri, kurangnya pemahaman agama juga dapat membuat godaan berdatangan tanpa membuat dirinya menyadari atas kesalahan yang akan di lakukan pada anak kandung sendiri. Selain itu penelitian ini di lakukan oleh peneliti pada warga, kades, dan ahli agama wawancara yang peneliti lakukan sebanyak 7 orang yang di mana 3 orang ibu korban dan 2 orang lingkungan 1 54 | DAWUH: Vol. No. Juli 2024. Hal 51-60 orang kades 1 orang tokoh agama, berdasarkan wawancara yang saya lakukan di desa suka negara berikut adalah hasil wawancara yang penelitian lakukan dengan 7 orang informan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu ls sebagai berikut AuSaya tidak mengetahui secara langsung dengan kejadian ini karena kejadian ini terjadi saat saya sedang bekerja dan pada sat itu saya tidak ada di rumah dikarenakan tempat saya bekerja di PT jarang pulang kerumah,saya sibuk bekerja suami saya sangat pemilih dalam bekerja, di karenakan ingin menyambung hidup maka saya terpaksa bekerja di pt untuk menyambung hidup,karena jika tidak bekerja maka siapa yang akan membiayai kebutuhan, saat saya sudah pulang kerumah anak saya menceritakan semuanya dalam keadaan menangis saat itu saya langsung emosi tetapi suami saya sendiri sudah tidak ada lagi di rumah,sudah melarikan diri untuk saat ini kondisi anak saya masih sangat trauma jika bertemu dengan laki-laki dan tidak berani keluar rumah karena ketakutan bertemu orang banyak, hal ini terjadi kemungkinan karena suami saya jarang sekali melaksanakan sholat,jadi saat khilaf dia tidak menyadari bahwa yang di lakukanya adalah pada anak nya sendiri, setidak nya jika kita mengingat jalan yang benar mungkin ke khilafan itu bisa di kendalikan,tetapi tidak ada gunanya juga di sesali karena ini sudah terjadi yang saya lakuan hanya mendukung anak saya agar bisa kembali bangkit seperti sediakala. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu SY sebagai berikut: AuSebenarnya berat sekali saya untuk menceritakan kejadian ini tapi kejadian yang menimpa kami ini sudah banyak di ketahui terutama di desa kita ini saya tidak mengetahui kejadiannya karena saya saat itu sedang bekerja di PT dan memang tempat kerja saya jarang pulang kerumah hanya satu kali dalam satu minggu, saya harus bekerja karena suami saya tidak bekerja lagi selama ini suami saya bekerja sebagai supir batu bara akan tetapi saat ini sudah tidak bekerja lagi di karenakan mobil yang di bawa sudah tidak di suruh sama pemiliknya sedangkan suami saya sangat pemilih dalam bekerja semnjak berhenti jadi supir batu bara suami saya tidak ingin bekerja lagi dan mengharuskan saya bekerja, untuk itulah saya jarang pulang kerumah karena saya sibuk bekerja tetapi ternyta suami saya tega berbuat yang tidak baik pada anaknya sendiri selama saya bekerja ,ternyata anak saya di paksa oleh suami saya jika tidak mengikuti kemauanya maka suami saya akan mengancamnya anak saya takut dengan ancaman itu dan dipakasa mengikuti kemauannya ,setelah saya pulang kerumah anak saya menceritakan semuanya, saat ini suami saya sudah di tahan dan keadaan anak saya masih sangat terauma bertemu banya orang apalagi di hampiri orang dia sangat ketakutan dan tidak ingin bertemu banyak orang saat ini anak saya lebih banyak menyendri di kamar nya kejadian ini sangat menyakitkan saya pribadi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu JE sebagai berikut: AuSaya dan suami saya sebenarnya sama-sama bekerja di PT namun saya bekerja setiap hari dan suami saya ada liburnya kami beda PT tempat bekerja disana saya belerja di PT karet sedangkan suami saya di PT sawit saya mempunyai 2 orang anak yang dimana saya tidak pernah menyangka sebelumnya jika suami saya tega melakukan hal ini pada anaknya sendiri, saat itu saya sedang bekerja sedangkan suami saya saat itu sedang libur bekerja kejadian itu sangat memukul saya saat saya sedang capek-capekanya pulang kerja saya di kejutkan dengan rumah saya yang sudah ramai di datangi warga yang mempergoki suami saya dan anak saya, warga mendatangi rumah karenanya anak saya menjerit meminta tolong seketika itu warga berdatangan, hati saya hancur ketika mengetahui kejadian ini, anak saya hancur masa depanya oleh bapak nya sendiri bahgkan saat ini anak saya sangat ketakutan jika melihar laki-laki dan saat ini anak saya berdiam diri di kamar terauma nya sangat berat anak saya takut bertemu dengan banyak orang, kejadian ini membuat saya tidak ingin bekerja lagi dan takut terjadi lagi pada kehidupan saya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu AN sebagai berikut: AuSaya sebagai warga melihat kejaian orang tua yang mencabuli anak nya sendiri terus terang saya prihatin pada desa kita ini, selain itu saya sendiri jujur merasa takut meningalkan anak-anak pada bapak nya karena dari kejadian yang terjadi ini membuat kami sebagai orang tua harus hatihati karena jika khilaf terjadi tidak menyadarkan akan yang kita lkukan itu pada anak sendiri This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Gebri Yogi Saputra | 55 maupun pada orang lain, dari kejadian ini saya kasian masa depan anak-anak yang seharusnya bertumbuh kembang dengan baik malah menjadi rusak karena kesalhan dan ke khilafan orang tuanya sendiri, saya sangat berharap dalam kejadian ini ada sangsi yang berat yang harus di lakukan agar ada efek jera pada pelaku karenanya kajdian seperti ini sangat merusak masa depan dan pertumbuhan anak-anak. Ay Berdasarkan hasil wawancara LE sebagai berikut: AuKejadian seperti ini di desa kita menurut saya sangat meresahkan dan sangat membuat hawatir terutama bagi ibu-ibu yang ketakutan akan anaknya di tigglkan pada saat sama bapaknya , kejadian ini jika terus-terusan terjadi mungkin juga akan membuat sebagian orang anak merasa ketakutan pada bapaknya sendiri, saya sebagai warga di desa ini berharap sekali ada sangsi yang berat pada pelaku, dari kejadian ini yang bisa kita ambil sebagai ibu tidak bisa untuk bekerja di luaran dan melupakan anak dirumah walau bagaimana pun sebagai ibu harus tetap mendampingi anakanya , kejdian ini terjadi rata-rata akibat kurangnya perhtian orang tua karena sibuk bekerja dan jarang pulang kerumah. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak s sebagai berikut: AuPandangan saya sebagai tokoh agama Sebelumnya kejadian ini pernah terjadi pada tahun lalu kejadianya pun sama akibat orang tua/ibunya sibuk bekerja dan jarang memperhatikan anaknya di rumah dan kurangnya pemahaman ilmu agama pada orang tua korban,mungkin jika kita selalu beribadah akan sadar akan apa yang kita lakukan, tetapi setiap kali ada kejadian yang melakukan adalah orang tua yang jarang mengikuti pengajian, sholat di masjid dan aktifitas lainnya yang berkenaan dengan agama, saat pengajian atausholah di masjid orang tua korban jarang sekali mengikuti apalagi untuk melakukan sholat di masjid, mungkin akan menambah kesadaran kita sebagai orang tua untuk melkukan perbuatan kejdi inijika kita melakukan sholat minimal kita akan ingat atau terlintas di benak kita jika yang kita lakukan ini adalah perbuatan yang tidak baik akan tetapi jika kita jarang mengingat allah bagai mana bisa kita bisa menyadarkan diri kita jika yang kita lkukan adalah perbuatan keji, dari kejadian ini kita tidak bisa menyalahkan siapa pun, yang perlu kita ingat pentingnya untuk tidak meninggalkn sholat agar terhindar dan selalu mingangat jalan Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak W sebagai berikut: AuSaya sebagai kades di desa ini sebelumnya meminta maaf atas kejadian yang sering kali terjadi di desa ini yang dimana tentunya kejadian ini sangat tidak mengenakan waraga sekitar, jika di tanya apakah tidak ada sangsi jika terjadi kejadian ini ,tentu saya memberikan sangsi yang seberat-beratnya pada pelaku saya sebelum adanya kejadian ini apapaun yang terjadi di desa kita ini selalu saya beri sangsi sesuai dengan kejaidan yang di lakukan, saya membereikan sangsi yang berat yang dimana harus di usir dari desa ini dan harus di bawa ke ranah hukum, akan tetapi sebelum kejadian terjadi kebanyakan pelaku sudah melarikan diri terlebih dahulu sebelum kita bertindak pelaku kebanyakan sudah melarikan diri dikarenakan tau apa yang akan terjadi jika tertangkap, namun tidak banyak juga yng tertangkap atas peristiwa ini, ada yang sudah tertangkap dan di hukum sesuai dengan aturan yang telah di terapkan, kejadian ini sering terjadi diakibatkan karena faktor ekonomi dan agama yang dimana orang tua/ibu yang harus bekerja agar kebutuhan yang tercukupi dan seorang suami yang malas dan pemilih dalam bekerja, selain faktor ekonomi mungkin bisa di bilang faktor agama yang sangat kurang,yang di mana kebanyakan yang menjadi pelaku adalah orangtua yang jarang sekali melksanakan sholat,ataupun acara yang berhubungan agama di masjid,selain agama berbaur juga jarang ,mungkin akibat kita yang tidak mengingat jalan allah ,jadi kita tidak ingat akan ke khilafan yang di lakukan, itu menurut saya pribadi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh penelitian Di Desa Suka Negara Kabupaten Bengkulu Utara, terdapat 7 informan yang mengatakan bahwa kejadian ini terjadi akibat dari orang tua yang sibuk bekerja dan jarang pulang kerumah untuk memperhatikan anaknya, sedangkan orang tua/ayah lebih banyak di rumah dan malas bekerja sehingga mengharuskan orang tua /ibu yang bekerja dan jarang pulang kerumah, dan di saat istri sibuk bekerja di saat itu juga suami mencari kesempatan untuk mencabuli pada anak kandungnya sendiri faktor ekonomi dan agama yang kurang membuat ke khilafan terjadi meningkatnya seksual pada anak kandung. Aspek Ekonomi 56 | DAWUH: Vol. No. Juli 2024. Hal 51-60 Dari Hasil Wawancara pada bapak kades dan ke tiga ibu korban mereka mengatakan bahwa dari segi ekonomi disana sangat minim sekali ekonomi nya karena sang suami yang malas bekerja lah yang membuat ekonomi tidak setabil sehingga membuat ibu-ibu yang ada di desa tersebut untuk bekerja dan untuk menyambung kehidupan kedepanya. berikut hasil wawancara dengan 3 ibu korban. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu SY sebagai berikut: AuSebenarnya jika tidak terlalu fokus bekerja mungkin saya ada waktu di rumah untuk mengurus dan memperhatikan anak saya tetapi dikarenakan saya di haruskan untuk bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di karenakan suami saya sendiri pemilih dalam bekerja dari pada tidak ada penopang untuk hidup sehari-hari maka saya harus bekerja untuk memenuhi kehdupan tetapi saat saya bekerja dan fokus mencari uang untuk menyambung biaya hidup ternyata saya di kecewakan sama suami saya padahal saya seperti ini agar menopang perekonomian untuk melanjutkan kehdupan sehari-hari. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu LS sebagai berikut: AuSaya sibuk bekerja di PT kadang saya pulang seminggu 2x kadang seminggu 1x, saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak saya karenanya semnjak suami saya berenti bekerja di batu bara suami saya tidak mau bekerja lain dan lebih banyak bersantai di rumah untuk itulah mengharuskan saya bekerja agar bisa menyambung hidup dan meemnuhi kebutuhan anak saya, akan tetapi sela saya bekerja untuk kebutuhan keluarga ternyata suami saya malah menghancurkan anaknya sendiri sedangkan saya sudah mati-matian bekerja untuk keluarga tetapi suami saya tega menhancurkan masa depan anaknya sendiri tetapi sekarang saya menyadari bahwa hidup bisa berlanjut tanpa adanya bantuan laki-laki saya bisa menghidupi keluarga saya meskipun harus bekerja jarang pulang kerumah. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu JE sebagai berikut: AuSaya bekerja di PT bersama dengan suami saya tetapi kamai beda PT kami sama-sama bekerja untuk menyambung hidup agar anak-anak kebutuhannya tercukupi tetapi tempat saya bekerja jauh dari rumah dan memebuat saya jarang pulang kerumah , sedangkan suami saya sering pulang kerumah karena tempatnya bekerja dekat dengan rumah, saya sibuk mencari uang agar kehdupan lebih baik akan tetapi kejadian yang terjadi menimpa anak saya di luar dugaan saya mengira suami saya yang sibuk bekerja mencari uang agar anaknya hidup yang layak ternyata saat saya jarang pulang dan sibuk bekerja suami saya malah memanfaatkan situasi dan tega menghancurkan anaknuya sendiri, saat ini saya masih terauma untuk bekerja dan meningglkan anak saya meskipun sekarang sudah tidak ada lagi bapaknya di rumah. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu AN sebagai berikut: AuDi desa kita ini perekonomian nya kurang kadang mengharuskan seorang ibu ikut serta bekerja untuk menyambung hidup agar lebih berkecukupan agar bisa menyambung hidup tidak heran di desa ini seorang ibu juga sibuk bekerja di pt selain perekonomian gaji juga tidak memadai jika hanya seorang bapak yang bekerja jadi kadang kalanya seorang ibu juga harus bekerja akan tetapi sebagai orang tua/ibu tidak boleh lengah dengan anaknya, apalagi di desa ini seorang bapak jarang mau bekerja bahkan pemilih dalam bekerja, dan lebih banya waktu di rumah di saat ibu bekerja anak di rumah dengan orangtua/bapak kita tidak boleh percaya begitu saya karennya khilaf sering kali terjadi tanpa menyadari siapa dan dimana tempatnya. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu LE sebagai berikut: AuBekerja perempuan/laki-laki di desa ini sudah sangat biasa karennya jika tidak bekerja maka kita tidak bisa menyambung hidup mungkin saja bisa akan tetapi agar bisa lebih berkecukupan maka sering kali orang tua/ibu harus bekerja juga agar bisa menyambung ekonomi yang cukup gaji yang tidak seberapa kebutuhan yang banyak itulah mengapa sering kali orang tua/ibu bekerja. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak S sebagai berikut: AuBekerja sebagai seorang ibu tentu sudah tidak asing lagi di desa kita ini karen ajika tidak bekerja ada sebagian orang tua/ ibu yang merasa kebutuhan tidak tercukupi jika hanya seorang bapak yang bekerja di karenanya kebutuhan yang sangat banyak dan keuangan yang tidak memadai jadi mengharuskan sorang ibu kadang kala harus bekerja tetapi sesibuk apapun untuk This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Gebri Yogi Saputra | 57 bekerja kita harus senantiasa beribadah agar saat kita capek berkerja atau pun saat meningalkan anak di rumah baik ibu/pun bapak selalu mengingat dan terhindar dari perbuatan yang tidak di Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak W sebagai berikut: AuSebenaranya ekonomi di desa ini tergantung kita yang menjalani jika kita mencukupkan kebutuhan maka akan terasa cukup akan tetapi jika kita tidak merasa cukup tetapi yang sering kali membuat ekonomi menurun dalam keluarga adalah suami yang memilih dalam bekerja suami yang malas untuk bekerja kadang mengharuskan seorang istri/ibu untuk bekerja menyambung hidup namun tak banyak juga seorang laki-laki/bapak tidak mengahrgai jerih payah istri yang sudah banting tulang menghidupi keluarga tetapi suami malah berbuat sesukanya di rumah itulah kadang kenapa seorang istri sering bekerja karena suami yang malas bekerja sedangkan untuk penyambung hidup aja susah. Ay Sosial Budaya Dari hasil wawancara pada kades, imam masjid dan 3 orang tetangga di desa suka negara mereka mengungkapkan bahwa sosial budaya pada korban sangat kurang sekali dan berikut hasil dari wawancara yang telah di lakukan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu LS sebagai AuSaya sangat emosi dengan kejadian ini sangat marah dengan yang terjadi saya kecewa, tetapi saya harus emosi kemana sedangkan pelakunya sndiri adalah orang tunya sendiri saya kadang meluapkan emosi ke smua orang yang ada di lngkungan karena saya sering kali meluapkan emosi sendiri dengan yang terjadi saya marah dan tidak tau arah sangking emosinya sering kali saya memecahkan benda-benda yang ada di rumah sayaAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu SY sebagai berikut: AuSaya sering kali emosi jika mengingat kejadian yang telah terjadi sering kali saya meluapkan emosi dengan diri saya sendiri bahkan saya sering kali jika sedang teringat kejadian ini saya teriak tidak jelas karena saya ingin mengurangi emosi yang saya rasakan yang tidak terbendung, saya emosi melihat anak saya yang masa depanya di ahncurkan oleh orang tuanya sendiri saya ingin menyalhkan siapa kadang saya memendamnya sendiri. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu JE sebagai berikut: AuSangat emosi jika mengingat kejadian ini saya rasa tidak ada yang tidak emosi apalagi orang tua melihat anak perempuanya yang masih panjang sekali masa depanya harus hancur oleh orang tua yang memebesarkanya sendiri, jika menceritakan hal ini saya masih jelas emosi saya sedih dengan kejadian ini sering kaali saya luapkan pada orang sekita saya karena jika terungat kejadian ini saya tidak menyadari perkataan saya pada orang sekitar karena sangking emosinya saya dengan kejadian ini. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu AN sebagai berikut: AuRasa emosi melihat anak sendiri mengalami kejadian yang tidak mengenakan tentu sangat emosi bagi orang tua yang melihat, hancur sudah pasti sebab orang tua mana yang sanggup melihat anaknya di hancurkan masa depanya saya yang melihat kejadian ini sangat emosi apalagi orang tuanya yang mengalami kejadian ini tentu sangat emosi kita semua sangat memahami apa yang di rasaknya. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu LE sebagai berikut: AuSaat kejadian ini terjadi sampai saat ini mungkin rasa emosi orang tua melihat anaknya hancur itu tidak akan pernah habis apa lagi emosi orang tua mana yang tidak emosi dengan kejadian seperti ini rasa benci marah dan emosi yang tidak ada habisnya mngkn tidak akan bisa di ungkapkan karena mungkin akan selau emosi jika terungat kejadian ini. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak S sebagai berikut: AuJika melihat peristiwa ini begitu hancur sekali perasaan seorang ibu anak perempuan yang di amana masih harus berkembang dengan masa depan yang panjang harus melihatnya dengan kehancuran mngkn jika jadi orang tua korban itu bukan emosi lagi yang di rasakan mungkin lebih dari emosi jika di gambarkan, namun rasa emosi tetap bakal ada ketika seorang ibu melihat anaknya 58 | DAWUH: Vol. No. Juli 2024. Hal 51-60 yang dimana harus ketakutan dengan keramaian harus menyendiri di rumah bagaimana orang tuanya tidak emosi pada pelaku namun pelakunya sendiri adalah orang yang membesarkan Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak W sebagai berikut: AuHancur adalah kalimat yang pantas untuk seorang ibu melihat anaknya dengan kejadian yang di alami, sanagt emosi tentu aya di rasakan sang ibu, kita adalah warga yang melihat kejdian ini terjadi saja sangat emosi apalagi ibunya yang merawat dan menjaga anaknya dan seketika harus hancur oleh orangtunya sendiri/ayahnya bagaimana tidak emosi sang ibu yang bekerja untuk menyambung kehidupan tetapi sang ayahnya malah melakukan hal keji bukan hanya emosi yang akan di rasakan oleh ibu korban. Ay Aspek Agama Aspek agama adalah aspek yang meliputi akidah, ibadah, serta pengetahuan mengenai agama dan pengetahuan tentang al-quran, aspek agama adalah suatu pengetahuan pada diri seseorang mengenai agama. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu LS sebagai berikut: AuJika di tanya soal agama mungkin bisa di bilang kurang, karena suami saya selain malas bekerja dia juga tidak pernah mau mengikuti kegaitan d lingkungan ataupun ibadah di desa ini, mungkin akibat kurangnya pengetahuanaya mengenai agama lah membuatnya tidak sadar dengan kesalahan yang di lakukanya, saya sering menegur agar mengikuti sholat atau pun kegiatan lain tetapi tidak pernah di hiraukan. Ay Berdasarkan Hasil Wawancara Dengan Ibu SY Sebagai Berikut: AuSoal agama bisa di katakan jarang di lakukan di masjid tetapi pernah di lakukanya beberapa kali di masjid dan di rumah tidak sampai lupa dengan agama , mungkin kurang rutin melakukan itulah yang membuatnya lupa dan khilaf karena jarang mengingat jalan allah ketika dia melakukan kekilafan tidak ada yang di ingatnya mungkin akibat keslahannya yang jarang beribadah pada allah , saya juga sebagai istri sering mengingatkan kadang suami saya melakukanya di rumah untuk beribadah kadang juga tidak di lakukan kejadian ini sangat menjadikan pelajaran untuk saya bahwa penting sekali pemahamn ilmu agama untuk diri sendiri. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu JE sebagai berikut: AuSetau saya setiap di rumah suami saya tidak pernah lupa melakukan sholat tetapi tidak melakukan 5 waktu, tapi jika di bilng jarang suami saya melakukan sholat akan tetapi tidak dilakukani dengan 5 waktu, untuk di masjid sendiri ibadah atau pun kegiatan lainya suami saya jarang mengikuti, saya sendiri tidak tau alasan nya kenapa yang saya tau dia beribadah tidak sampai lupa, tetapi jika kegiatan lainya di luar rumah mungkin jarang di lakukan suami saya. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu AN sebagai berikut: AuFaktor agama tidak bisa juga kita menilai nya kemungkinan di rumah sering melakukan ibadah tetapi untuk di masjid sendiri kegiatan agama tidak pernah di lakukan, kegiatan lingkungan lainya juga tidak pernah di lakukan saya tidak tau akibat dan apa sebabnya karena saya cuma sebatas warga di sini tidak mengetahui dengan ditel apa permasalahannya. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu LE sebagai berikut: AuMungkin untuk agama bisa di katakan kurang saya tidak pernah melihat melakukan ibadah di masjid, ataupun kegiatan pengajian lainya, berbaur juga jarang saya melihatnya, untuk ibadah mungkin bisa di lakukanya di rumah, saya tidak mengetahui tetapi untuk beribadah di masjid, kegiatan mengaji, atau hal lainya tidak pernah saya melihat atau melakukannya. Ay Berdasarkan Hasil Wawancara Dengan Bapak S Sebagai Berikut: AuUntuk agama menurut saya sangat kurang, karena selama saya menjadi pengurus di masjid dan saya yang sering mengadakan pengajian di masjid saya sendiri belum pernah melihat melakukan ibadah atau hal lainya, bahkan belum pernah saya temui di sholat atau pun hal lain, saya tidak pernah tau apa sebabnya tetapi menurut saya sangat kurang untuk ilmu agamnya, karena untuk melakukan pengajian dan hal lainya tidak pernah saya temui di masjid bahkan dari dulu sampai sekarang. Ay Berdasarkan Hasil Wawancara Dengan Bapak W Sebagai Berikut: This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Gebri Yogi Saputra | 59 AuJika di tanya soal agama mungkin saya sendiri mengatakan kurang dalam agama bahkan bukan agama saja hal lainya juga jarang di ikuti oleh orang tua korban ini, bakti sosial mengenai lingkungan pun jarang di lakukan, apa lagi sholat atau hal lainya yang berhubungan dengan agama saya belum pernah melihat masalahnya, kita tidak tau ya apa penyebab nya tapi yang saya tau untuk di lingkungan dan di masjid itu tidak pernah di ikuti, itulah mengapa pentingnya kita mengetahui ilmu agama, kejadian seperti ini jika terjadi hanya allah lah yang dapat menyadarkan kita, jika allah saja kita bisa lupa apa lagi khilaf, sekarang sudah terjadi untuk pembelajaran kedepanya, menurut saya harus lebih banyak-banyak mendekatkan diri kepada yang kuasa. Ay Berdasarkan Hasil Penelitian bahwa Faktor Penyebab Meningkatnya Kekerasan Seksual Oleh Ayah Kandung Di Desa Suka Negara Kabupaten Bengkulu Utara di sebabkan karena beberapa faktor yaitu sebagai berikut: ada faktor internal, dimana faktor internal ini merupakan faktor yang meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologis, faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam itu sendiri. Kemudian faktor biologisyang dimana faktor keadaan seseorang turut mempengaruhi kepribadian atau tingkah laku seseorang, karena istrinya sibuk bekerja dan jarang pulang ke rumah, membuat pelaku melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut dikarenakan kebutuhan biologis pelaku tidak terpenuhi. Selanjutnya moral yang dimana mempengaruhi tingkah laku si pelaku karena kurangnya pemahaman mengenai agama sehingga pelaku melakukan tindakan tersebut. Yaitu faktor kejiwaan dimana faktor ini juga bisa mempengaruhi tindakan tersebut terjadi. Terakhir dari sisi kejiwaan, dan hasil wawancara yang telah di lakukan peneliti kepada istri, tetangga, dan perangkat desa mengatakan bahwa pada sang pelaku tidak didapatkan penyakit kejiwaan. Selanjutnya, faktor yang mempengaruhi kekerasan seksual yaitu faktor eksternal dimana sang pelaku menggunakan media massa seperti handphone untuk melihat atau menonton video dan gambar yang memancing nafsu pelaku untuk melakukan sesuatu hal tindakan diluar batas Selanjutnya faktor ekonomi dimana faktor ini yang menjadi penyebab utama terjadinya tindakan kekerasan seksual tersebut, menurut hasil temuan wawancara dengan beberapa istri pelaku bahwa istrinya jarang untuk pulang ke rumah di karenakan sibuk bekerja untuk menopang kebutuhan sehari hari, dikarenakan sang suami yang pemilih dalam pekerjaan, karena kondisi tersebut sang istri terpaksa bekerja dan jarang pulang ke rumah, hal itulah yang membuat sang istri jarang memperhatikan anaknya. Dimana kondisi sang istri yang jarang pulang ke rumah membuat sang suami melakukan tindakan tersebut kepada anaknya dikarenakan adanya kesempatan saat istrinya bekerja dan jarang pulang ke rumah dimana situasi rumah menjadi sepi dan membuat kesempatan bagi pelaku untuk melakukan tindakan tersebut. Faktor terakhir yang mempengaruhi tindakan kekerasan seksual adalah faktor sosial budaya, dimana sang pelaku jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan jarang mengikuti kegiatan kegiatan di desa serta orangnya yang sangat tertutup. Berdasarkan hasil temuan wawancara dengan warga di desa sekitar bahwa sang pelaku ini memang jarang sekali mengikuti kegiatan kegiatan yang ada di desa tersebut. Sanksi adat di desa itu sudah sangat jelas melarang perbuatan tersebut dilakukan karena hal itu sangat mencoreng nama baik desa, adat istiadat dan kebudayaan desa tersebut. Sanksi tersebutadalah akan menghukum seberat beratnya baik hukum di dalam adat tersebut yaitu membersihkan nama desa dengan hukum negara yang berlaku. Dan beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual tersebut adalah faktor ekonomi yang menjadi penyebab utama, dikarenakan faktor ekonomi yang kurang sehingga membuat sang istri terpaksa harus bekerja untuk menopang kebutuhan kehidupanya dan jarang pulang ke rumah sehingga membuka peluang tindakan tersebut terjadi. KESIMPULAN Faktor Penyebab Meningkatnya Kekerasan Seksual Oleh Ayah Kandung. Di Desa Suka Negara Kabupaten Bengkulu Utara adalah faktor internal. Dimana faktor internal ini merupakan faktor yang meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologis, faktor internal adalah faktor yang berasal dari 60 | DAWUH: Vol. No. Juli 2024. Hal 51-60 dalam diri itu sendiri. Kemudian faktor biologis yang dimana faktor keadaan seseorang turut mempengaruhi kepribadian atau tingkah laku seseorang. Selanjutnya faktor moral yang dimana mempengaruhi tingkah laku si pelaku karena kurangnya pemahaman mengenai agama sehingga pelaku melakukan tindakan tersebut. faktor eksternal di mana sang pelaku menggunakan handphone untuk melihat atau menonton video dan gambar yang memancing nafsu pelaku untuk melakukan sesuatu hal tindakan diluar batas kesadarannya. Selanjutnya faktor ekonomi dimana faktor ini yang menjadi penyebab utama terjadinya tindakan kekerasan seksual tersebut. Faktor terakhir yang mempengaruhi tindakan kekerasan seksual adalah faktor sosial budaya, dimana sang pelaku jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan jarang mengikuti kegiatan kegiatan di desa serta orangnya yang sangat tertutup. Dari peristiwa tersebut dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang terjadi diatas adalah faktor yang mempengaruhi kekerasan seksual pada anak DAFTAR PUSTAKA