Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 DOI: 10-70285 Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return on Assets pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul periode 2014-2023 Salsa Arvi Vernanda1*. Faisal2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang Salsaarvi3110@gmail,com. Dosen00414@gmail. Received 20/Agustus/2. Revised 10/September/2025 | Accepted 28/September/2025 *Korespondensi Penulis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Ukuran Perusahaan terhadap Return on Assets (ROA) pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk periode 2014Ae 2023, baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik analisis yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil uji t menunjukkan bahwa Perputaran Modal Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai signifikansi 0,943 > 0,05 dan t hitung Oe0,075 < t tabel 2,365, yang berarti efektivitas perputaran modal kerja tidak memberikan kontribusi nyata terhadap tingkat profitabilitas perusahaan. Sebaliknya. Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai signifikansi 0,005 < 0,05 dan t hitung 4,050 > t tabel 2,365, sehingga semakin besar total aset yang dimiliki perusahaan maka semakin tinggi pula kemampuan menghasilkan laba dari aset tersebut. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan Perputaran Modal Kerja dan Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai F hitung lebih besar dari F tabel dan tingkat signifikansi < 0,05, sehingga kedua variabel independen secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi ROA, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang memengaruhi profitabilitas perusahaan. Kata Kunci: Perputaran Modal Kerja. Ukuran Perusahaan. Return On Assets. Profitabilitas Abstract This study aims to analyze the effect of Working Capital Turnover and Firm Size on Return on Assets (ROA) at PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk for the period 2014Ae2023, both partially and The research employs a descriptive quantitative approach using secondary data derived from the companyAos annual financial statements. The analytical methods applied include classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-test, and F-test. The results of the ttest show that Working Capital Turnover has no significant effect on ROA, with a significance value of 943 > 0. 05 and a t-statistic of Oe0. 075 < t-table 2. 365, indicating that the effectiveness of working capital turnover does not contribute significantly to the companyAos profitability. Conversely. Firm Size has a significant effect on ROA, with a significance value of 0. 005 < 0. 05 and a t-statistic of 4. 050 > ttable 2. 365, meaning that the larger the companyAos total assets, the greater its ability to generate profits from those assets. The results of the F-test indicate that Working Capital Turnover and Firm Size simultaneously have a significant effect on ROA, with the F-statistic greater than the F-table and a significance value < 0. This finding suggests that both independent variables together can explain variations in ROA, although other factors outside the model also influence the companyAos profitability. Keywords: Working Capital Turnover. Firm Size. Return On Assets. Profitability Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 PENDAHULUAN Entitas bisnis memegang peran penting dalam akumulasi modal nasional sekaligus menjadi penopang vital pertumbuhan ekonomi. Selain berkontribusi terhadap pendapatan negara dan penciptaan lapangan kerja, keberadaan bisnis juga mendorong pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pengelolaan keuangan yang efektif. Dalam hal ini, manajer dana berperan strategis untuk memastikan ketersediaan dana yang memadai serta penyaluran yang optimal guna memenuhi kebutuhan operasional dan investasi perusahaan. Alokasi dana yang tepat memungkinkan perusahaan mempertahankan daya saing sekaligus mendorong inovasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar, teknologi, maupun preferensi konsumen. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan farmasi di Indonesia, termasuk PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul, mengalami fluktuasi pada siklus modal kerja dan skala usaha yang tidak selalu diiringi dengan peningkatan keuntungan (ROA). Walaupun modal kerja dan ukuran perusahaan menunjukkan pertumbuhan, profitabilitas kerap mengalami stagnasi bahkan penurunan. Fenomena ini menandakan adanya permasalahan dalam pengelolaan modal kerja dan aset agar dapat memberikan hasil yang maksimal. Masalah utama yang muncul adalah bagaimana perusahaan memanfaatkan modal kerja dan ukuran perusahaan secara optimal untuk meningkatkan profitabilitas. Sektor farmasi memiliki karakteristik bisnis yang panjang serta regulasi ketat, sehingga hasil penelitian dari sektor lain belum tentu dapat langsung diterapkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian lebih spesifik terkait pengaruh perputaran modal kerja dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas di PT Sidomuncul. Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kinerja perusahaan. Menurut Kasmir . , rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba serta mengevaluasi efisiensi manajemen dalam mengelola operasional. Salah satu ukuran profitabilitas yang sering digunakan adalah Return On Assets (ROA), yang menunjukkan sejauh mana perusahaan mampu memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan laba bersih (Amelia & Sunarsi, 2. Dalam penelitian ini. ROA digunakan sebagai indikator profitabilitas dengan faktor perantara berupa Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnove. dan Ukuran Perusahaan (Firm Siz. Menurut Munawir . , perputaran modal kerja adalah rasio yang digunakan untuk menilai sejauh mana modal kerja bersih perusahaan berputar dalam satu periode tertentu melalui penjualan. Semakin tinggi perputarannya, semakin efektif modal kerja digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Hal ini sejalan dengan pendapat Riyanto . yang menyebutkan bahwa perputaran modal kerja mencerminkan efisiensi penggunaan aktiva lancar dalam kegiatan operasional sehari-hari. Ukuran perusahaan juga menjadi salah satu faktor penentu profitabilitas. Menurut Sang Ayu Made et al. , ukuran perusahaan dapat dilihat dari total penjualan, jumlah tenaga kerja, maupun total aset yang dimiliki perusahaan. Sementara itu. Alfred dan Helim . menambahkan bahwa ukuran perusahaan tergambar dari total aktiva yang mencerminkan sumber daya untuk menjalankan operasional dan mencapai tujuan bisnis. Novari dan Lestari . bahkan menegaskan bahwa ukuran perusahaan biasanya diukur menggunakan proksi SIZE, yaitu total aset, yang dapat menggambarkan kapasitas dan jangkauan perusahaan dalam bersaing di pasar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik . , industri kimia, farmasi, dan obat tradisional hanya tumbuh 0,1%, meskipun nilai investasinya tetap signifikan. Kondisi ini menegaskan pentingnya efisiensi pengelolaan modal kerja dan aset, terutama pada perusahaan besar seperti PT Sidomuncul, agar tetap kompetitif di tengah dinamika pasar. Tercatat. PT Sidomuncul mengalami penurunan penjualan sekitar 10% pada tahun 2023 akibat melemahnya daya beli masyarakat yang dipengaruhi inflasi. Di sisi lain, meskipun total aset perusahaan meningkat hingga 2021, profitabilitas yang diukur melalui ROA justru menurun pada 2022 dan 2023. Fakta ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pertumbuhan aset dan pencapaian laba bersih, sehingga penting untuk diteliti lebih lanjut. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam. Nani Rusnaeni & Ika Putri Wulandari . menemukan adanya pengaruh positif signifikan perputaran modal kerja terhadap ROA. Namun, penelitian Anggraeni Eka Pratiwi . justru menyatakan bahwa perputaran modal Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis e-ISSN 3109-421X Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Ketidakkonsistenan hasil tersebut semakin memperkuat urgensi penelitian pada sektor farmasi, khususnya di PT Sidomuncul, yang masih terbatas dalam literatur. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh perputaran modal kerja dan ukuran perusahaan terhadap Return On Assets (ROA) pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul periode 2014Ae2023. Kerangka Berpikir Perputaran Modal Kerja (X. Return On Assets (ROA) (Y) Ukuran Perusahaan (X. Gambar 1. Kerangka Berpikir Hipotesis Ha1 : 1 O 0 terdapat pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap Return On Asset secara parsial pada PT. Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk Ha2 : 2 O 0 terdapat pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Return On Asset secara parsial pada PT. Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk Ha3 : 3 O 0 terdapat pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Ukuran Perusahaan terhadap Return On Asset secara parsial pada PT. Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk METODE Cara penelitian yang diterapkan peneliti ialah penelitian Deskriptif dengan pendekatan AuPenelitian kuantitatif merupakan penyelidikan ilmiah yang terstruktur, bertujuan untuk melihat hubungan sebab akibat antar variableAy (Noviyasari. Ibrahim, & Kasiran, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Uji Normalitas Gambar 2. Uji Normalitas Berdasarkan grafik histogram yang disajikan, distribusi residual menunjukkan pola menyerupai kurva simetris. Hal ini mengindikasikan bahwa residual terdistribusi secara normal. Salah satu Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis e-ISSN 3109-421X Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 pendekatan adalah dengan mengamati level plot pada histogram. Perhitungan uji ini menggunakan Kolmogorov-Smirnov, dengan prasyarat bahwa data tersusun secara normal apabila signifikansi yang diperoleh >0,05, dan dianggap tidak normal apabila signifikansi <0,05. Uji Multikolinearitas Tabel 1. Uji Mulikolinearitas Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model 1 (Constan. Std. Error Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Perputaran Modal Kerja X1 Ukuran Perusahaan Hasil pada output di atas, nilai tolerance untuk Perputaran Modal Kerja dan Ukuran Perusahaan adalah sebesar 0,909>0,10 dan nilai VIF sebesar 1,100<10. Berdasarkan nilai tersebut, bisa dikatakan bahwa model regresi tidak mengalami gangguan multikolinearitas karena seluruh nilai masih berada dalam batas yang diperbolehkan. Uji Heteroskedastisitas Gambar 3. Uji Heteroskedastisitas Pola penyebaran seperti ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan varian residual secara Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami gejala heteroskedastisitas dan dapat digunakan secara tepat dalam memproyeksikan Return On Assets (ROA). Uji Autokorelasi Tabel 2. Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan. Perputaran Modal Kerja Dependent Variable: Return On Assets (ROA) Sumber : Hasil keluaran SPSS 27 Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Durbin-Watson Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 Dengan sampel sebanyak 10 dan dua variabel prediktor, nilai batas bawah . L) 0,6972 dan batas atas . U) 1,6413, maka nilai 1,572 berada di antara dU dan 4-dU, yang menandakan tidak ada autokorelasi pada data. Uji Regresi Linear Berganda Tabel 3. Uji Regresi Linear Berganda Coefficients Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Sig. Beta Perputaran Modal Kerja Ukuran Perusahaan Dependent Variable: Return On Assets (ROA) Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa konstanta bernilai -529,785, yang berarti ROA diprediksi bernilai negatif ketika variabel independen tidak diperhitungkan. Perputaran Modal Kerja (XCA) memiliki koefisien -0,240 dengan nilai signifikansi 0,943 > 0,05, sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA dan menunjukkan arah hubungan negatif. Sementara itu. Ukuran Perusahaan (XCC) memiliki koefisien 36,669 dengan signifikansi 0,005 < 0,05, sehingga berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Uji Parsial (T) Tabel 4. Uji Parsial (T) Coefficientsa UnstandardizedvCoefficients Standardized Coefficients Model 1 (Constan. Std. Error Sig. Beta Perputaran Modal Kerja Ukuran Perusahaan Dependent Variable: Return On Assets (ROA) Hasil uji t menunjukkan bahwa Perputaran Modal Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA . hitung -0,075 < t tabel 2,365. 0,943 > 0,. , sehingga fluktuasi kecepatan perputaran modal kerja tidak secara langsung memengaruhi laba atas total aset. Sebaliknya. Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap ROA . hitung 4,050 > t tabel 2,365. 0,005 < 0,. , yang berarti semakin besar ukuran perusahaan, semakin tinggi kemampuan menghasilkan laba melalui pemanfaatan aset yang dimiliki. Uji Simultan (F) Tabel 5. Uji Simultan (F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Return On Assets (ROA) Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Sig. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan. Perputaran Modal Kerja Hasil uji F menunjukkan bahwa F hitung 38,892 > F tabel 4,74 dengan signifikansi < 0,001 (< 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa Perputaran Modal Kerja dan Ukuran Perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Pembahasan Pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap ROA Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perputaran Modal Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA . hitung 0,075 < t tabel 2,365. 0,943 > 0,. Artinya, perubahan efisiensi modal kerja tidak berdampak nyata pada profitabilitas PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul. Temuan ini berbeda dengan penelitian Desi Wulandari . yang menyatakan adanya pengaruh signifikan, sehingga hubungan variabel ini dapat bersifat kontekstual sesuai karakteristik industri. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap ROA Ukuran Perusahaan terbukti berpengaruh signifikan terhadap ROA . hitung 4,050 > t tabel 2,365. 0,005 < 0,. Perusahaan dengan skala lebih besar memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola aset dan sumber daya, yang berimplikasi pada peningkatan profitabilitas. Hasil ini berbeda dengan penelitian Dewi Purwanti . yang menemukan tidak adanya pengaruh, menunjukkan bahwa hubungan variabel ini juga bergantung pada konteks perusahaan dan industrinya. Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Ukuran Perusahaan terhadap ROA Hasil uji F menunjukkan bahwa Perputaran Modal Kerja dan Ukuran Perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA (F hitung 38,892 > F tabel 4,74. < 0,. Hal ini menegaskan bahwa kombinasi efisiensi modal kerja dan skala perusahaan mampu menjelaskan variasi Temuan ini sejalan dengan penelitian Muhammad Anang Maulana dan Nurwani . yang menekankan peran variabel keuangan terkait struktur dan efisiensi dalam memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. SIMPULAN Secara parsial. Perputaran Modal Kerja (PMK) tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara parsial. Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Secara simultan. PMK dan Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap ROA. DAFTAR PUSTAKA