Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Gambaran Strategi Mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI Angkatan 2021 dalam Menghadapi Stres Akademik dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Overview of The Strategy of YARSI Medical Faculty Students. Class of 2021 in Dealing with Academic Stress and Islamic Review Muhammad Ravie Azmy1. Kenconoviyati2 . Muhammad Fazlurrahman Anshar3. Qomariyah Romadhiyani 4 1Fakultas Kedokteran Univeritas Yarsi. Jakarata ,Indonesia 2 Bagian Histologi Fakultas Kedokteran . Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 3Bagian Agama Islam Fakultas Kedokteran Universitas YARSI . Jakarta Indonesia. 4Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Email : m. ravieazmy25@gmail. KATA KUNCI Gambaran strategi. Stres Akademik. Survei. Strategi belajar tinjauan Islam ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi belajar dan tingkat stres akademik yang dialami oleh mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2021. Dalam konteks pendidikan tinggi, pemahaman mendalam tentang strategi belajar yang efektif dan dampak stres akademik sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif Populasi dan sampel penelitian ini terdiri dari mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2021. Data dikumpulkan melalui survei yang menggali informasi tentang jenis-jenis strategi belajar yang digunakan oleh mahasiswa, sekaligus tingkat stres akademik yang mereka alami. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam penggunaan strategi belajar, dengan beberapa mahasiswa lebih cenderung menggunakan pendekatan aktif seperti membaca ulang dan diskusi kelompok, sementara yang lain lebih memilih pendekatan pasif seperti hanya mengandalkan kuliah dan membaca sekilas. Selain itu, analisis data juga mengungkap tingkat stres akademik yang bervariasi di antara responden, dengan beberapa mahasiswa melaporkan tingkat stres yang tinggi yang dapat memengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan penyediaan layanan dukungan yang lebih baik bagi mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi Dengan pemahaman yang lebih baik tentang strategi belajar yang efektif dan faktor-faktor yang menyebabkan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 stres akademik, institusi pendidikan dapat merancang programprogram pendidikan dan intervensi yang sesuai untuk meningkatkan kualitas belajar dan kesejahteraan mahasiswa. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi strategi belajar dan tingkat stres akademik di kalangan mahasiswa kedokteran. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi pemahaman kita tentang dinamika belajar dan kesejahteraan mahasiswa dalam konteks pendidikan kedokteran. KEYWORDS Overview of Strategy . Academic Stres. Survey, learning strategies Islamic review ABSTRACT This study aims to investigate the learning strategies and levels of academic stress experienced by medical students from the Faculty of Medicine at Yarsi University, class of 2021. In the context of higher education, a comprehensive understanding of effective learning strategies and the impact of academic stress is crucial for improving the quality of education and students' well-being. The research method employed is quantitative descriptive. The population and sample of this study consist of medical students from Yarsi University, class of 2021. Data were collected through surveys that explored the types of learning strategies used by the students, as well as the levels of academic stress they experienced. The results of the study revealed variations in the use of learning strategies, with some students leaning towards active approaches such as rereading and group discussions, while others preferred passive approaches such as relying solely on lectures and Furthermore, data analysis also uncovered varying levels of academic stress among respondents, with some students reporting high levels of stress that could potentially impact their overall well-being. This study has significant implications for the development of educational policies and the provision of better support services for medical students at Yarsi University, class of 2021. With a better understanding of effective learning strategies and the factors contributing to academic stress, educational institutions can design appropriate educational programs and interventions to enhance students' learning quality and well-being. Additionally, this study can serve as a foundation for further in-depth research on the factors influencing learning strategies and academic stress levels among medical students. Thus, this research is expected to make a valuable contribution to our understanding of the dynamics of learning and student well-being in the context of medical Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 PENDAHULUAN Stres tidak bisa dipisahkan dari seluruh bidang kehidupan, stres bisa dialami oleh semua orang, dan tanpa solusi yang tepat. Penumpukan stres dalam hidup kita bisa berdampak Mahasiswa tidak terhindar dari stres dalam menjalani aktivitas akademis mereka. Stresor dan sumber stres bagi mahasiswa dapat disebabkan oleh kehidupan akademis, terutama tuntutan eksternal dan ekspektasi Sebelumnya telah diteliti prevalensi stres pada mahasiswa kedokteran di Indonesia, dimana telah mahasiswa kedokteran dan didapatkan prevalensi stres pada mahasiswa kedokteran sebesar 71% Prevalensi stres sebagai berikut: 71% pada tahun 2012 (Augesti G et al, 2. Stres di kalangan mahasiswa kedokteran masih cukup tinggi (Augesti G et al, 2. Stres yang tidak dapat dikendalikan atau diatasi seseorang mempunyai dampak negatif. Dampak kognitif negatif pada siswa antara lain menurunnya konsentrasi dan kesulitan mengingat pelajaran. Dampak emosional negatif antara lain kesulitan memotivasi, kecemasan, kesedihan, kemarahan, frustasi, dan dampak negatif lainnya. Dampak fisiologis negatifnya antara lain gangguan kesehatan, penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit, pusing terus-menerus, mengantuk, lemas, dan gangguan tidur. Dampak perilaku akademis, penyalahgunaan narkoba dan alkohol, serta aktivitas mencari kesenangan yang berlebihan dan berbahaya (Augesti. et al, 2. Selama individu dapat mengendalikan stres yang dialaminya, stres dapat memberikan efek positif berupa mendorong pertumbuhan pribadi dan meningkatkan kreativitas (Sosiady dan Ermansyah, 2. Stres akademik adalah situasi di mengatasi tuntutan akademik yang diterima sebagai gangguan (Barseli et al, 2. Stres akademik disebabkan oleh adanya stresor akademik. Stressor akademik merupakan yaitu penyebab stres yang bermula dari proses pembelajaran, seperti: Tekanan untuk mendapat nilai bagus, jam belajar panjang, banyak tugas, nilai buruk dan sukses, serta takut menghadapi ujian (Rahmawati, 2. Busari, . Stres akademik merupakan suatu kondisi yang terjadi karena individu menghadapi tuntutan yang dianggap berlebihan dan tidak dapat dipenuhi. Namun demikian, stres secara umum didefinisikan sebagai suatu kondisi tekanan yang kemampuannya untuk mengatasinya. Menurut Gaol . Stres akademik mengacu pada serangkaian tuntutan akademik yang dihadapi Siswa selama masa sekolahnya. Hal ini terkait dengan pekerjaan akademis, seperti tugas, ujian, dan hubungan sosial, dan dapat menimbulkan stres ketakutan, dan kecemasan, serta memengaruhi kinerja akademik. Stres akademik terdiri dari dua komponen: stres akademik dan reaksi terhadap stres akademik Jatira & Neviyarni, . Stres akademik Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 terdiri dari lima kategori: frustrasi, konflik, perubahan, dan pemaksaan Menurut Gadzella terdapat empat aspek respon mahasiswa dalam mengukur stres akademik . Reaksi Fisiologis Reaksi Emosional atau Afektif Reaksi prilaku Reaksi Penilaian Kognitif METODOLOGI Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, yaitu menerangkan dan menguraikan serta menganalisa data yang diperoleh dengan cara wawancara, kuesioner Gambaran Strategi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi Angkatan 2021 Dalam Menghadapi Stress Akademik. Rancangan penelitian yang diterapkan adalah Cross-Sectional . tudi Desain penelitian ini termasuk dalam kategori variabel-variabel dilakukan secara simultan pada satu titik waktu. Populasi dalam penelitian ini Mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi Angkatan 2021 yang berjumlah 230 orang. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari 70 Mahasiswa FK Yarsi Angkatan 2021, yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Cara penetapan sampel dalam sampling, yaitu pengambilan sampel dari populasi, sehubungan dengan Gambaran Strategi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi Angkatan 2021 Dalam Menghadapi Stress Akademik. HASIL Tabel 1. Hasil Distribusi Frekuensi Gambaran Strategi Gambaran Frekuensi Persentase Strategi Normal Ringan Hingga Sedang Parah Ekstrim Total Berdasarkan diperoleh informasi bahwa pada gambaran strategi, responden dengan kriteria normal sebanyak 0 orang . %), kriteria ringan hingga sedang sebanyak 4 orang . 3%), kriteria parah sebanyak 62 orang . 7%) dan kriteria ekstrim sebanyak 9 orang . %). Pada kategori stres parah, yang menunjukkan bahwa 7% dari responden mengalami tingkat stres yang sangat tinggi, mengindikasikan adanya tekanan besar yang dihadapi oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran. Tabel 2. Hasil Distribusi Frekuensi Stres Akademik Stres Akademi Normal Ringan Hingga Sedang Parah Ekstrim Total Frekuens Persentas Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Berdasarkan diperoleh informasi bahwa pada stres akademik, responden dengan kriteria normal sebanyak 0 orang . %), kriteria ringan hingga sedang sebanyak 24 orang . %), kriteria parah sebanyak 43 orang . 3%) dan kriteria ekstrim sebanyak 8 orang . Tabel 3. Hasil Uji Hubungan antara Gambaran Strategi dengan Stres Akademik Stres Akademik Gambaran Ringan Parah Ekstrim Total Strategi Hingga Sedang Ringan 1 . %) 3 . %) 0 . %) Hingga . %) Sedang Parah . 1%) . 1%) . 8%) . Ekstrim 0 . %) . 4%) . 6%) . Total . %) . 3%) . 7%) . Berdasarkan diperoleh informasi bahwa pada gambaran strategi ringan hingga sedang terdapat 4 responden dengan rincian 1 orang . %) memiliki stres akademik ringan hingga sedang, 3 orang . %) memiliki stres akademik parah, dan 0 orang . %) memiliki stres akademik ekstrim. Pada gambaran strategi parah terdapat 62 responden dengan rincian 23 orang . memiliki stres akademik ringan hingga sedang, 36 orang . 1%) memiliki stres akademik parah, dan 3 orang . memiliki stres akademik ekstrim. Pada gambaran strategi ekstrim terdapat 9 responden dengan rincian 0 orang . %) memiliki stres akademik ringan hingga sedang, 4 orang . 4%) memiliki stres akademik parah, dan 5 orang . memiliki stres akademik ekstrim. Selain itu nilai p value menunjukkan nilai 001, nilai tersebut < 0. artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan diputuskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gambaran strategi dengan stres akademik. PEMBAHASAN Menurut Abdulghani et al. , mahasiswa kedokteran sering kali mengalami stres yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa di bidang lain, dikarenakan tekanan untuk mempertahankan nilai yang baik dan berprestasi di setiap Penelitian mengungkapkan bahwa mahasiswa seperti kelelahan fisik dan mental yang disebabkan oleh jadwal yang padat serta tuntutan untuk terus belajar tanpa banyak waktu untuk beristirahat. Dalam konteks ini, penelitian ini sejalan dengan temuan yang kami peroleh, yaitu sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi angkatan 2021 mengalami stres akademik pada level parah dan ekstrim. Dalam penelitian ini, data menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi angkatan 2021 . ,3%) mengalami stres akademik parah, dan 10,7% mengalami stres akademik ekstrim. Hanya 32% mahasiswa yang mengalami stres akademik ringan hingga sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa lebih dari 80% mahasiswa menghadapi tingkat stres yang cukup signifikan. Temuan ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Dyrbye et al. yang menemukan bahwa hampir setengah dari mahasiswa kedokteran mengalami gejala stres yang cukup parah, yang dapat memengaruhi Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 kualitas kehidupan mereka, baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian oleh Misra dan McKean . juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang tidak dapat mengatur waktu dengan baik atau yang merasa kewalahan dengan tugas akademik mereka cenderung mengalami stres yang lebih Pada penelitian kami, mayoritas mahasiswa menggunakan strategi yang tidak efektif dalam menghadapi stres, seperti menunda pekerjaan dan menghindari masalah, yang pada Hal ini sangat relevan dengan keterampilan dalam manajemen waktu berkontribusi besar terhadap tingginya tingkat stres akademik. Berdasarkan gambaran strategi yang digunakan oleh mahasiswa dalam menghadapi stres sebagian besar . ,7%) mahasiswa menggunakan strategi yang termasuk dalam kategori parah, yang cenderung lebih bersifat emosional atau reaktif, dan hanya sedikit yang menggunakan strategi adaptif atau problem-focused Gambaran ini mengindikasikan menghadapinya dengan cara yang tidak terlalu produktif. Studi oleh Lazarus dan Folkman . tentang teori coping menunjukkan bahwa ada dua jenis utama strategi coping, yaitu problem-focused coping . trategi yang berfokus pada solusi masala. dan emotion-focused coping . trategi yang berfokus pada pengelolaan Mahasiswa yang menggunakan problem-focused mungkin untuk menghadapi sumber masalah secara langsung, seperti merencanakan waktu belajar yang lebih efisien, sedangkan mereka yang emotionfocused cenderung lebih sering menghindari masalah atau merespons dengan kecemasan. Temuan kami mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi angkatan 2021 cenderung mengadopsi pendekatan emotion-focused yang tidak terlalu efektif dalam mengurangi tingkat stres. Salah mendukung hasil penelitian kami adalah oleh Aldwin . , yang menyatakan bahwa mahasiswa yang menggunakan coping maladaptif seperti penarikan diri dan menghindari masalah, cenderung mengalami tingkat stres yang lebih Hal ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Abdulghani et al. , yang mengemukakan bahwa mahasiswa yang menggunakan strategi coping yang lebih adaptif, seperti mencari dukungan sosial atau berfokus pada pemecahan masalah, memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Analisis bivariat yang dilakukan chi-square signifikan antara gambaran strategi dengan tingkat stres akademik yang dialami oleh mahasiswa. Berdasarkan hasil uji yang menunjukkan p-value sebesar 0,001 . < 0,. , dapat disimpulkan bahwa semakin buruk gambaran strategi yang digunakan, semakin tinggi pula tingkat stres Hasil ini sejalan dengan penelitian oleh Aldwin . yang menyatakan bahwa individu yang menggunakan strategi coping yang Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 tidak adaptif . isalnya menghindari masalah atau menanggapi stres dengan kecemasa. lebih mungkin untuk mengalami stres yang lebih parah. Sementara oleh Misra dan McKean . juga mendukung temuan kami, yang menyatakan bahwa mahasiswa yang cenderung menggunakan coping yang . eperti masala. akan lebih sulit mengelola berdampak pada penurunan kinerja Sebaliknya, mahasiswa yang menggunakan coping yang adaptif, seperti perencanaan yang baik dan mencari dukungan sosial, cenderung mengalami tingkat stres yang lebih rendah. Stres akademik adalah salah satu tantangan yang umum dialami oleh Tekanan ini bisa berasal dari berbagai aspek seperti jadwal kuliah yang padat, banyaknya tugas yang harus diselesaikan dalam waktu singkat, persiapan untuk menghadapi ujian, dan ekspektasi tinggi dari keluarga, teman, atau masyarakat. Situasi kesehatan mental, emosional, dan fisik mahasiswa jika tidak ditangani dengan Dalam menghadapi tekanan semacam ini. Islam memberikan panduan yang jelas melalui Al-Qur'an pentingnya kesabaran, pengendalian diri, tawakal, dan usaha. Islam memandang bahwa setiap ujian dalam hidup, termasuk stres akademik, adalah bagian dari takdir Allah yang bertujuan untuk menguji keimanan dan ketabahan hamba-Nya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: "Allah tidak membebani seseorang " (QS. Al-Baqarah . Ayat ini mengandung makna mendalam yang menguatkan hati seorang mukmin bahwa setiap beban yang diberikan Allah SWT sudah Tafsir Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat ini merupakan bukti kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya, sehingga mereka tidak perlu merasa putus asa ketika menghadapi tekanan. Dalam konteks akademik, mahasiswa dapat memaknai tekanan akademik sebagai ujian yang dapat dilalui dengan usaha, doa, dan Hadis Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan umatnya untuk memandang ujian hidup sebagai "Sungguh mengagumkan urusan seorang Semua urusannya adalah baik Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu (HR. Musli. Hadis ini mengajarkan bahwa seorang mukmin senantiasa berada dalam kebaikan, baik dalam kondisi senang maupun sulit. Dalam situasi stres akademik, mahasiswa diingatkan untuk bersyukur atas kesempatan mendapatkan pendidikan dan bersabar atas tekanan yang dihadapi. Sikap ini tidak hanya membantu mahasiswa dalam mengelola emosi mereka, tetapi juga meningkatkan spiritualitas mereka sebagai seorang muslim. ANA e A uac NaE aOA U AacEEa I eAA AacA NA a AaE OaEEA Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Pentingnya Sabar dan dalam Menghadapi Stres Tawakal Salah satu nilai utama yang diajarkan Islam dalam menghadapi ujian adalah sabar. Sabar berarti kemampuan menahan diri dari keluh kesah dan tetap teguh dalam menjalani ujian hidup. Allah SWT berfirman: AEOA AOU uac NaE A AacOIaO acE NA e AOA AA ace OEA NaE ac OuacINN E Eac A A acOIA ca A eE A "Jadikanlah sabar dan salat sebagai Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang (QS. Al-Baqarah . : . Ayat ini memberikan arahan kepada umat Islam untuk menjadikan kesabaran dan salat sebagai alat utama dalam menghadapi kesulitan. Dalam konteks akademik, mahasiswa dapat melatih kesabaran dengan cara tetap tenang saat menghadapi tekanan tugas dan ujian, serta terus berusaha untuk menyelesaikan kewajiban akademik Selain itu, salat sebagai bentuk komunikasi langsung dengan Allah SWT menjadi cara terbaik untuk mendapatkan ketenangan hati dan Selain sabar, tawakal juga menjadi landasan penting dalam menghadapi stres akademik. Tawakal berarti menyerahkan segala hasil usaha kepada Allah setelah melakukan ikhtiar Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: aNA AO II O O NE eE A e AacEE A aN O A ca AEO NA "Barangsiapa bertawakal kepada Allah. Allah . " (QS. At-Talaq . : . Tawakal mahasiswa untuk tidak merasa terlalu khawatir atau takut akan hasil dari usahanya, karena pada akhirnya semua bergantung pada ketentuan Allah. Sikap tawakal membantu mahasiswa untuk tetap optimis dan tidak terbebani oleh rasa cemas yang berlebihan. Strategi Islam dalam menghadapi stres Studi menunjukkan bahwa akademik dengan berbagai strategi emosional, sosial, dan spiritual. Dalam perspektif maqashid syariah, usaha ini bisa dikategorikan sebagai upaya untuk memelihara jiwa . ifzh al-naf. dan akal . ifzh al-Aoaq. Pendekatan Kognitif Spiritual Pendekatan ini melibatkan upaya untuk mengubah cara pandang mahasiswa terhadap Mahasiswa sering kali mencari ketenangan melalui ibadah seperti salat, membaca Al-QurAoan, dan berdoa. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT: AacEEac aE ac acE aceA AEN acOI IIaO O e IacIac CaEaOa aNI ac acE ace NA AOA ANA a acEEac e IacIac eECaEA "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. " (QS. ArRaAod . : . Kegiatan spiritual ini membantu mahasiswa untuk lebih tenang dan fokus dalam menghadapi tekanan akademik. Manajemen Waktu Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Stres akademik sering kali disebabkan oleh kurangnya kemampuan mengatur waktu. Mahasiswa membuat jadwal yang efektif, memprioritaskan tugas, dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Dalam Islam, pentingnya manajemen waktu pengaturan waktu salat lima waktu yang mendisiplinkan umat Islam untuk membagi waktu secara bijak. Dukungan Sosial Mahasiswa mengatasi stres dengan berbagi keluarga, atau mentor. Dalam Islam. Islamiyah mendorong umat untuk saling membantu dan Rasulullah SAW "Seorang mukmin lainnya bagaikan satu bangunan, sebagian menguatkan (HR. Bukhari dan Musli. Keseimbangan Hidup Mahasiswa sering kali menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik, olahraga. Rasulullah SAW memberikan keseimbangan antara ibadah, bekerja, dan waktu istirahat, sebagaimana sabda beliau: "Sesungguhnya memiliki hak atas dirimu, matamu memiliki hak atas dirimu, dan istrimu memiliki hak atas " (HR. Bukhari dan Musli. Menurut maqashid syariah, strategi yang dilakukan mahasiswa dalam mengatasi stres akademik dapat dikategorikan dalam beberapa Dharuriyyat (Kebutuhan Prime. Memelihara jiwa dan akal adalah bagian dari kebutuhan Upaya kesehatan mental dan fisik termasuk dalam tingkatan ini. Misalnya, dengan menjaga pola makan, tidur yang cukup, dan mencari dukungan spiritual. Hajiyyat (Kebutuhan Sekunde. Strategi seperti mengikuti pelatihan manajemen waktu atau dalam menghadapi stres tanpa mengancam eksistensi mereka jika tidak dilakukan. Tahsiniyyat (Kebutuhan Tersie. Mengembangkan kebiasaan berolahraga, dan mengikuti hobi melengkapi kebutuhan utama mahasiswa dalam mengelola Dalam Islam, keseimbangan hidup adalah bagian dari ibadah, sebagaimana firman Allah SWT: AIA AO e ac AacO I E NA AN eac O aE A AacEEa E A AI acAOE Iac I E ac eIOA "Dan carilah pada apa yang telah Allah . negeri akhirat, dan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 janganlah kamu melupakan bagianmu di " (QS. Al-Qashash . : . Berdasarkan penjelasan di atas, dengan menggunakan manajemen stres yang melibatkan manajemen waktu, dukungan sosial, dapat membantu mengelola tekanan akademik dengan lebih efektif dan meningkatkan kesejahteraan mental mereka. Maka dari itu, strategi ini dapat digunakan kesehatan mental dan emosional dapat mencapai syariah dalam memelihara jiwa . ifzh al-naf. karena merupakan kewajiban seorang muslim dalam menjaga jiwa yang sudah dititipkan oleh Allah SWT. Kemudian tingkatan memelihara jiwa . ifzh al-naf. dalam strategi pengelolaan stres akademik berada tingkat dharuriyyat, merupakan suatu tingkatan kebutuhan primer yang artinya jika kebutuhan itu tidak terpenuhi dalam kehidupan manusia, maka hidup dankesejahteraan mentalnya akan terancam. Karakteristik Penuntut Ilmu pandangan islam Dalam pandangan Islam, ilmu adalah sesuatu yang sangat dihargai dan menjadi salah satu bentuk ibadah. Proses pencarian ilmu dalam Islam memiliki tahapan yang jelas, dimulai dari niat yang ikhlas untuk mencari ilmu demi kebaikan diri dan umat. Proses ini juga harus melibatkan perencanaan yang matang, baik dari sisi internal maupun eksternal. Penuntut ilmu dalam Islam harus cerdas dalam memilih tempat dan cara belajar, serta memiliki tujuan yang jelas, seperti untuk mendalami agama, meningkatkan keterampilan, atau berkontribusi dalam masyarakat. Oleh karena itu, dalam pandangan Islam, ilmu harus digunakan dengan meningkatkan kualitas hidup umat masyarakat luas. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan sebagai Gambaran strategi & frekuensi stres akademik terbanyak pada kriteria parah . 7% & 57,3 %). Serta terdapat hubungan yang signifikan antara gambaran strategi dengan stres akademik. Dalam syariah, penelitian gambaran strategi mahasiswa fakultas kedokteran dalam menghadapi stres akademik dalam rangka memelihara jiwa (Hifzh AnNaf. pada tingkat dharuriyyat. Studi oleh Yusoff et al. juga menyoroti bahwa faktor utama yang menyebabkan stres akademik pada mahasiswa kedokteran adalah beban akademik yang tinggi dan kurangnya waktu untuk bersantai Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi penyebab stres ini agar strategi yang lebih tepat bisa diterapkan untuk mengurangi dampak Hal ini juga terkait dengan penelitian kami yang menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan strategi coping yang Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 tidak cukup efektif dalam menghadapi stres akademik yang mereka alami. DAFTAR PUSTAKA