KESKOM. : 64-69 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Determinan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (Ke. Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu i Kabupaten Kampar Determinant Of Chronic Energy DeAciency (Ke. In Pregnant Women In The Working Area Of Siak Hulu i Health Center Of Kampar Regency Sintia1. Winda Septiani2. Novita Rany3. Elmia Kursani4 1,2,3,4 Program Studi Kesehatan Masyarakat. STIKes Hang Tuah Pekanbaru ABSTRACT ABSTRAK Chronic Energy DeAciency (CED) pregnant women is a situa on where a pregnant woman experiences nutri onal deAciencies . alories and protei. that have long or chronic compe on. 2018, na onal the prevalence of CED in pregnant women is 17,3%, and the Siak Health Center prevalence of CED deAciency in pregnant women was 21,4%. The purpose of this research was to determine the factors that inCuence the CED in pregnant women in the working area of the Siak Hulu i Health Center of Kampar The method of this research was a descrip ve quan ta ve analy cal study with a cross-sec onal design. The sample was 70 respondents in the working area Puskesmas Siak Hulu i. The sampling technique was consecu ve sampling with the dependent variable, namely pregnant women with CED if the upper circumference <23,5 cm, and the dependent variable was knowledge, infec ous disease, family income, parity, and hyperemesis gravidarum. The data analysis was a bivariate analysis with the Chi-Square test. The instrument used ques onnaires and data processing using computerized. The results showed a correla on between knowledge on pregnant women CED . -value 0,158 OR = 2,. , the inCuence of infec ous diseases on pregnant women CED . -value 0,003 OR = 5,. , family income . -value 0,025 OR = 0,. , parit. -value 0,025 OR = 4,. , and hyperemesis gravidarum . -value 0,017 OR = 3,. It can be concluded that there is an inCuence between infec ous disease, family income, parity, hyperemesis gravidarum, and health workers, in par cular, are expected to be able to provide informa on. Secara nasional Prevalensi Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil sebesar 17,3%, dan di Puskesmas Siak Hulu i Prevalensi KEK pada ibu hamil sebesar 21,4% di tahun 2018. Tujuan dari peneli an ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu i Kabupaten Kampar Tahun 2019. Desain peneli an adalah cross sec onal. Variabel peneli an ini ada dua yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Variable terikat adalah ibu hami KEK dengan sampel peneli an ini sebanyak 70 responden yang berada di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu i. Teknik pengambilan sampel ini adalah Consecu ve sampling dengan variabel terikat yaitu Ibu hamil dengan KEK jika dengan LILA (Lingkar Lengan Ata. < 23,5 cm dan variabel bebas yaitu pengetahuan, penyakit infeksi, pendapatan keluarga, paritas dan hiperemesis gravidarum. Analisis yang digunakan ialah analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil peneli an menunjukkan dak ada hubungan pengetahuan dengan ibu hamil KEK . value 0,158 OR = 2,. , terdapat hubungan antara penyakit infeksi . value 0,003 nilai OR = 5,. , pendapatan keluarga . value 0,025 OR = 0,. , paritas . value 0,025 OR = 4,. , dan hyperemesis gravidarum . value 0,017 OR = 3,. Dapat di simpulkan bahwa ada hubungan antara penyakit infeksi, pendapatan keluarga, paritas, hyperemesis gravidarum dan diharapkan petugas kesehatan khususnya agar dapat memberikan informasi dan pendidikan kepada ibu tentang pen ngnya menjaga pola makan pada saat hamil. Keywords : Hyperemesis gravidarum. CED, parity, family income, infec ous diseases. Kata Kunci :Hyperemesis gravidarum. KEK, paritas, pendapatan keluarga, penyakit infeksi. Correspondence : Winda Sep ani Email : magisterwinda@gmail. com, 085278201990 A Received 23 November 2020 A Accepted 17 Maret 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. 65 April 2021 PENDAHULUAN Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah keadaan dimana status gizi seseorang buruk disebabkan karena kurangnya konsumsi pangan sumber energi yang mengandung zat gizi makronutrion yang diperlukan banyak oleh tubuh dan mikronutrion yang diperlukan sedikit oleh tubuh. Kebutuhan wanita hamil meningkat dari biasanya dan peningkatan jumlah konsumsi makan perlu ditambah terutama konsumsi pangan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin (Rahmaniar dkk, 2. KEK merupakan kondisi yang disebabkan karena adanya ke dakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh dak tercukupi. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai resiko kema an ibu mendadak pada masa perinatal atau resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Berdasarkan data dari World Health Organiza on (WHO) Ibu hamil yang mengalami KEK sebesar 40%. yang meningkatkan terjadinya KEK pada ibu hamil. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. , di Provinsi Riau terjadi peningkatan risiko KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) dari tahun 2007- 2018 yaitu pada tahun 2007 sebesar 10,1% dan pada tahun 2013 sebesar A16%. 6,7 Prevalensi risiko ibu hamil KEK di Provinsi Riau pada tahun 2013 sebesar A24%. Hasil Riskesdas Tahun 2018 menunjukan angka prevalensi resiko KEK pada ibu hamil di Indonesia Sebesar 17,3%. prevalensi KEK pada ibu hamil di Provinsi Riau Sebesar 12%. Tingginya kejadian KEK ini erat kaitannya dengan faktor kurang asupanmakananyang bergizi saat hamil dan kurangnya pengetahuan ibu dalam mengonsumsi makan-makanan yang bergizi (Kementerian Kesehatan, 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi KEK pada ibu hamil adalah penyakit infeksi, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, paritas dan pendapatan keluarga. Dampak KEK yang akan terjadi pada ibu hamil adalah mudahnya terserang penyakit, persalinan yang sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya . serta terjadinya pendarahan setelah persalinan, sedangkan dampak yang di mbulkan pada janin adalah pertumbuhan janin yang terganggu sehingga bayi lahir dengan berat rendah (BBLR) (Kemenkes RI, 2. Gizi pada kehamilan sangat pen ng karena merupakan masa puncak perha an mengenai kesehatan ibu, janin dan bayi serta kema an ibu melahirkan. Ibu hamil dengan resiko KEK yang diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR yang berisiko pada kema an, cacat bawaan, gizi kurang, gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan anak dan pada dirinya sendiri seper anemia, perdarahan, persalinan operasi meningkat, terkena penyakit infeksi, serta kema an pada ibu (Rahmaniar, 2. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar tahun 2018 jumlah ibu hamil sebanyak 18790 orang dan mengalami KEK Sebanyak 10,01% . 0 oran. Salah satu Puskesmas di h p://jurnal. Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar yaitu Puskesmas Siak Hulu i. Puskesmas Siak Hulu i memiliki jumlah ibu hamil yang mengalami KEK ke10 terbanyak dari 31 puskesmas di Kabupaten Kampar. jumlah ibu hamil pada tahun 2016 sebanyak 328 orang, yang mengalami KEK sebesar 21,9% . , pada tahun 2017 jumlah ibu hamil sebanyak 374 orang, yang mengalami KEK pada ibu hamil sebesar 16,3% . , dan pada tahun 2018 jumlah ibu hamil megalami peningkatan sebanyak 387 orang, yang mengalami KEK pada ibu hamil sebesar 21,4% . (ProAl Puskesmas Siak Hulu i 2. Berdasarkan Hasil survei awal yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu i dengan mewawancaraisatu orang petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Siak Hulu i,menyatakan bahwa permasalahan Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Puskesmas Siak Hulu idisebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu tentang pen ngnya gizi karena disana banyak ibu yang dak bekerja. Dan hasil wawancara dengan 3 orang ibu hamil KEK disana bahwa pengetahuannya masih kurang mengenai permasalahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi KEK tersebut. karena disana banyak ibu yang dak bekerja atau seorang ibu rumah tangga dan pekerjaan masyarakat di Wilayah Puskesmas Siak Hulu i Nelayan dan petani sehingga dapat dilihat faktor yang mempengaruhi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Berdasarkan permasalahan diatas status gizi ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang terjadi di Indonesia. Tujuan dari peneli an ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu i Kabupaten Kampar Tahun 2019. METODE Jenis peneli an ini adalah jenis anali k observasional dengan menggunakan desain cross sec onal. Peneli an ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu i Kabupaten Kampar Tahun 2018. Waktu peneli an di laksanakan pada bulan Juni-Juli Tahun 2019. Populasi dalam peneli an ini adalah ibu hamil yang nggal di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu i Kabuaten Kampar yang berjumlah 70 orang ibu hamil. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah Consecu ve sampling yaitu semua ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya dan memenuhi kriteria pemilihan yaitu : Usia kehamilan dari 0-8 bulan . -35 mingg. Trimester I Ae i, dalam keadaan sehat, dan memiliki buku KIA dimasukkan dalam peneli an sampai jumlah subjek yang diperlukan terpenuhi Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung terhadap responden untuk mengumpulkan data primer yang berisikan sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteli dengan membagikan kuesioner untuk variabel pengetahuan, penyakit infeksi, pendapatan keluarga, paritas dan hiperemesis Melakukan pengukuran LILAuntuk variabel dependen, sedangkan data sekunder diperoleh dari data-data Winda Sep ani, et al Determinant Of Chronic Energy DeAciency (Ke. In Pregnant Women Determinan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (Ke. Pada Ibu Hamil yang ada di Puskesmas Siak Hulu i Tahun 2019. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. HASIL Analisa Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteris k Responden. Variabel Dependen dan Variabel Independen Di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu i Tahun 2019 Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa sebesar 70%, responden berada pada rentang usia 20-30 tahun memiliki usia kehamilan pada trimester II yaitu 69,9%, pendidikan terakhir responden yaitu SMA sebanyak 72,9% dan ibu dak bekerja hanya Ibu Rumah Tangga sebesar 74,3%. Tidak hanya itu Jumlah ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 35,7%. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 24,3%, ibu hamil yang yang memiliki penyakit infeksi berisiko sebanyak 28,6%, ibu hamil yang memiliki pendapatan kurang sebanyak 77,1%, ibu hamil yang memiliki paritas berisiko sebanyak 22,9% dan ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum berisiko sebanyak 35,7%. Analisa Bivariat Tabel 2. Hubungan Variabel Independen dengan Ibu Hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu i Tahun 2019 Berdasarkan tabel 2, diperoleh persentase ibu hamil yang memiliki pengetahuan yang kurang mengalami KEK sebanyak 9 responden . ,9%) sedangkan persentase ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik mengalami KEK sebanyak 16 responden . ,6%). Hasil analisis sta s k dengan uji chi-square diperoleh p<0,05 dengan p value = 0,158 yang berar dak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu i Kecamatan Tampan Tahun 2019 serta didapat POR . % CI)= 2,602 . ,850-7,. ar nya ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang maupun pengetahuan baik dak mengalami KEK pada masa kehamilan. Pada variabel penyakit infeksi diperoleh hasil bahwa 20 ibu hamil dengan penyakit infeksi yang mengalami KEK sebanyak 13 . ,0%) responden, dan dari 50 responden dengan dak berisiko penyakit infeksi yang mengalami KEK sebanyak 12 . ,0%). Hasil uji Chi square menunjukkan P value = 0,003 (O 0,. yang berar ada hubungan penyakit infeksi dengan ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu i Kabupaten Kampar tahun 2019. Dari hasil analisis diperoleh (POR) = 5,881, dengan (CI) = . ,90918,. yang ar nya ibu hamil yang mengalami penyakit infeksi berisiko 5,8 kali untuk mengalami KEK dibandingkan dengan ibu hamil yang dak mengalami penyakit infeksi. Pada variabel pendapatan diperoleh dari 54 ibu hamil dengan pendapatannya kurang yang mengalami KEK sebanyak 15 . ,8%) responden, dan dari 16 responden dengan pendapatannya cukup, ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 10 . ,5%) responden. Hasil uji Chi square menunjukkan P value = 0,025 (O 0,. yang berar ada hubungan pendapatan keluarga dengan ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu i Kabupaten Kampar Dari hasil analisis diperoleh (POR) = 0,231 dengan (CI) =. ,071-0,. Ar nya ibu hamil dengan j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 67 April pendapatan yang kurang berisiko 0,2 kali mengalami KEK bila dibandingkan dengan ibu yang memiliki pendapatan yang cukup. Pada variabel paritas diperoleh hasil bahwa terdapat 16 ibu hamil dengan paritas berisiko ibu hamil yang mengalami KEK. Dan ibu hamil dengan paritas dak berisiko yang mengalami KEK sebanyak 15 . ,8%) Hasil uji Chi square menunjukkan P value = 0,025 (O 0,. yang berar ada hubungan Paritas dengan ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu i Kabupaten Kampar tahun 2019. Dari hasil analisis diperoleh POR = 4,333 dengan (CI) = . ,339-14,. Yang berar bahwa ibu hamil dengan paritas berisiko memiliki risiko 4,3 kali terhadap Ibu hamil KEK dibandingkan dengan ibu yang dak memiliki paritas berisiko. Pada variabel hyperemesis gravidarum, ibu hamil yang berisiko mengalami KEK sebanyak 14 . ,0%) responden, dan dari 45 responden ibu hamil yang dak mengalami hyperemesis gravidarum dak berisiko mengalami KEK sebanyak 11 . ,4%) responden. Hasil uji Chi square menunjukkan P value = 0,017 (O 0,. yang berar ada hubungan hyperemesis gravidarum dengan ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu i Kabupaten Kampar Dari hasil analisis diperoleh (POR) = 3,934 dengan (CI) = . ,388-11,. yang berar bahwa ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum berisiko 3,9 kali mengalami KEK dibandingkan ibu hamil yang dak mengalami hyperemesis gravidarum. PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Kejadian KEK Berdasarkan hasil peneli an diperoleh bahwa dak ada hubungan antara pengetahuan dengan Ibu Hamil KEK di wilayah kerja puskesmas siak hulu i. Pengetahuan yang kurang tetapi berstatus gizi baik bisa disebabkan daya beli yang nggi terhadap makanan yang mempunyai nilai gizi nggi meskipun pengetahuan akan zat gizi yang terdapat diidalam makanan belum diketahui secara keseluruhan. Peneli an ini sejalan dengan peneli an Susan , dkk . dimana dak ada hubungan pengetahuan zat gizi dengan status gizi pada ibu hamil. Menurut asumsi peneli , ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik maupun pengetahuannya kurang dak dapat secara langsung mempengaruhi ibu dalam pemenuhan zat gizi pada masa kehamilan. Sebab secara langsung kebiasaan makan sehari-hari dan ru n melakukan kunjungan untuk memeriksakan kehamilan juga dapat mendrong terjaganya status gizi selama kehamilan. Hubungan Penyakit Infeksi dengan Kejadian KEK Berdasarkan hasil peneli an diperoleh bahwa ada hubungan antara penyakit infeksi dengan Ibu Hamil KEK di Wilayah Kerja h p://jurnal. Puskesmas Siak Hulu i. Ibu hamil yang mengalami penyakit infeksi berisko mengalami KEK 5,8 kali bila dibandingkan dengan ibu hamil yang dak mengalami penyakit infeksi. Berdasarkan hasil peneli an Sandjaja . yang meneli tentang risiko KEK pada ibu hamil, dari hasil peneli an ni terlihat risiko KEK pada ibu hamil menurut beberapa jenis penyakit ISPA, diare. TB paru, yang diderita ibu hamil dak banyak pengaruhnya terhadap risiko KEK. Peneli an ini juga sejalan dengan peneli an Simarmata . yang menyatakan dari uji sta s k dengan nilai OR= 2,365 ar nya bahwa penyakit infeksi merupakan faktor risiko KEK dengan besar risiko 2,365. Menurut asumsi peneli wanita yang mendapat cukup asupan tapi memiliki riwayat menderita sakit pada akhirnya akan menderita gizi kurang. Demikian pula pada wanita yang dak memperoleh cukup makanan, maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit. Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian KEK (Kekurangan Energi Kroni. Berdasarkan hasil peneli an diperoleh bahwa ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan Ibu Hamil KEK di wilayah kerja puskesmas siak hulu i. Ibu hamil yang memiliki pendapatan kurang berisiko terhadap KEK dibandingkan ibu hamil yang memiliki pendapatan cukup. Peneli an ini sejalan dengan peneli an yang dilakukan oleh Hamzah . yang menyatakan bahwa pendapatan keluarga sangat mempengaruhi kejadian KEK pada ibu hamil, dengan P value 0,02 < 0,05. Variabel pendapatan juga memiliki nilai POR 95% CI= 3,155. Hal ini berar bahwa, ibu hamil memiliki pendapatan dibawah UMP. Sejalan pula dengan peneli Suciramadani . menunjukkan ada hubungan antara pekerjaan dan pendapatan perbulan dengan kejadian KEK pada ibu hamil P value = 0,003. Keadaan ini menyimpulkan bahwa proporsi ibu hamil KEK lebih banyak pada ibu yang mempunyai suami dengan pendapatan kurang dari rata-rata yaitu 29,9%. Menurut asumsi peneli , pengetahuan yang kurang dalam mengelola pagan didalam rumah tangga, beranggapan bahwa makanan yang bergizi hanya bisa didapa dari makanan yang berharga nggi sehingga bagi masyarakat yang memiliki pendapatan rendah dak dapat memenuhi kebutuhan zat gizinya dengan harga terjangkau. Sebaiknya ibu hamil lebih memahami bahwa dak semua bahan makanan yang bergizi berharga nggi tetapi dapat dimanfaatkan dari perkarangan rumah untuk dijadikan lahan sumber makanan untuk keluarga seper menanam sayuran dan buah tertentu sehingga dapat meringankan beban keuangan untuk pembelian pangan keluarga. Hubungan Paritas dengan Kejadian KEK Berdasarkan hasil peneli an diperoleh bahwa ada hubungan antara paritas dengan Ibu Hamil KEK di wilayah kerja puskesmas siak hulu i. Ibu hamil yang memiliki paritas lebih dari 3, lebih berisiko terhadap KEK dibandingkan ibu hamil yang paritasnya Winda Sep ani, et al Determinant Of Chronic Energy DeAciency (Ke. In Pregnant Women Determinan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (Ke. Pada Ibu Hamil Hasil peneli an ini sejalan dengan hasil peneli an Mayasari . mengenai Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian KEK pada ibu hamil. Hasil peneli an tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara paritas dengan kejadian KEK pada ibu hamil dengan P value = 0,000. Peneli an ini juga sejalan dengan peneli an Efrinita . mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Klaten. Hasil peneli an tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian KEK dengan P value = 0,047. Kehamilan yang terlalu sering atau paritas >4 kali dapat menyebabkan gizi kurang pada ibu hamil. Pada masa ini dapat menguras cadangan zat gizi tubuh, serta organ reproduksi juga belum kembali sempurna seper sebelum masa kehamilan, oleh sebab itu ibu dapat mengalami kekurangan gizi atau KEK (Proverawa , 2. Menurut asumsi peneli ibu yang paritasnya lebih dari 3 ada yang dari budaya mereka persepsi dak boleh KB, dan ada juga persepsi banyak anak banyak rezeki, ada kemungkinan tenaga puskesmas yang dak menggalangkan KB, atau sebagian ibu dak mengiku saran dari petugas kesehatan atau dak mengiku program dari kesehatan sehingga ibu yang paritasnya lebih dari 3 mudah mengalami Kekurangan energi kronik (KEK). Karena jarak kelahiran juga sangat berpengaruh terhadap kejadian KEK tersebut. Hubungan Hyperemesis Gravidarum dengan Kejadian KEK Berdasarkan hasil peneli an dilapangan didapatkan hasil uji Chi-Square enunjukkan P value = 0,017 (O 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara hyperemesis gravidarum terhadap Ibu Hamil KEK di wilayah kerja puskesmas siak hulu i. Dari hasil analisis diperoleh POR = 3,934. Ar nya hiperemesis memiliki risiko 3,9 kali terhadap ibu hamil KEK dibandingkan responden yang dak mengalami hyperemesis Hasil peneli an ini sejalan dengan peneli an Darnia . diperoleh hasil (OR = 7,8 95% CI= 2,642-23,. yang ar nya ada hubungan antara status gizi ibu hamil KEK dengan kejadian hyperemesis gravidarum. ibu hamil dengan mengalami hiperemesis gravidarum akan berisiko jika mencapai sebesar 7,8 kali dibandingkan ibu hamil dak berisiko atau dak mengalami hyperemesis gravidararum. Pada hyperemesis gravidarum diperlukan pemberian makanan yang ditekankan pada pemberian karbohidrat kompleks terutama pada pagi hari, serta dihindarkan dari makanan yang banyak mengandung lemak dan gorengan untuk menghindari dan meminimalisir rasa mual dan muntah yang dii mbulkan. Namun harus diketahui walaupun demikian harus tetap memperha kan kandungan gizi dari masing-masing makanan yang dimakan ibu, sehingga kebutuhan gizi ibu dan janin tercukupi (Asfuah, 2. Menurut asumsi peneli ibu yang mengalami hyperemesis gravidarum dak membiasakan makan, karena bila makana masuk pas keluar lagi dan itu membuat seorang ibu hamil malas untuk membiasakan makan. Sebaiknya ibu yang mengalami hyperemesis gravidarum selama hamil, agar segera mengatasinya dengan cara makan dengan porsi kecil tapi sering, agar ibu hamil dak kehilangan berat badan dan dak mudah terserang penyakit infeksi. KESIMPULAN Kesimpulan dari peneli an tentang Determinan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu i tahun 2019 adalah dak ada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Ada hubungan penyakit infeksi. Pendapatan Keluarga rendah. Paritas yang lebih dari 3 anak dan adanya hubungan hiperemesis gravidarum dengan ibu hamil KEK. Diharapkan petugas kesehatan khususnya agar dapat memberikan informasi dan meningkatkan sosialisasi tentang bahayanya penyakit infeksi terhadap KEK pada ibu hamil. Dan lebih menekan lagi bahwa penyakit infeksi sangat berbahaya karena dengan adanya penyakit infeksi yang berkembang ditubuh ibu hamil akan terkena pada bayi yang dikandungnya Sehingga bayi yang dikandung dak sehat. KonCik Kepen ngan Tidak ada konCik kepen ngan dalam peneli an ini. Ucapan Terima Kasih Peneli mengucapkan terima kasih kepada seluruh responden yang berpar sipasi dalam peneli an ini. Peneli juga mengucapkan terima kasih kepada STIKes Hang Tuah Pekanbaru yang telah memfasilitasi pelaksanaan peneli an ini. Peneli mengucapkan terima kasih atas izin dan kerja sama yang terjalin dengan Puskesmas Siak Hulu i Kabupaten Kampar yang menjadi mitra dalam proses peneli an ini. DAFTAR PUSTAKA