Syaiful Anak, dkk HIDDEN CURRICULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Pendekatan Alternatif dalam Membentuk Karakter dan Budaya Religiusitas Siswa SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan Syaiful Anam1. Mohammad Fahrur Rozi 2. Citra Siwi Hanayanti3 1,2,3 Universitas Madura anam@unira. Abstract This study aims to describe the Hidden Curriculum of Islamic Education as an alternative approach in shaping the character and religious culture of students at SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan. The approach used in this research is descriptive-qualitative. Data sources were obtained through participatory interviews and observations, with informants including the School Principal. Vice Principal (Curriculum Vice Principa. Islamic Education Teachers (PAI), and students of SMP Qurratul Uyun. The results show that the implementation of the hidden curriculum activities of Islamic Education at SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan in shaping the character and religious culture of students includes: Collective Morning Invocation and Prayer. Noon Prayer in Congregation. Friday Charity. Ramadan Lectures. Commemoration of Islamic Holidays. Habituation of S3 (Smile. Greet. Gree. Religious Studies. Visiting Sick Friends and Offering Condolences, and Quran Memorization. Factors inhibiting the implementation of hidden curriculum activities of Islamic Education at SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan in shaping the character and religious culture of students include: Firstly, internal factors, namely the lack of awareness among some school residents about the importance of the Hidden Curriculum activities of Islamic Education at SMP Qurratul Uyun. Secondly, external factors, such as influences from outside the school environment and family. Thirdly, funding factors, specifically the limited budget available for hidden curriculum activities. Keywords: Hidden Curriculum. Islamic Education. Character Formation, and Religiousness of SMP Qurratul Uyun Students. Abstrak Penelitian ini berupaya Mendeskripsikan tentang Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam sebuah Pendekatan Alternatif dalam membentuk karakter dan budaya Religiusitas Siswa SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Deskriptif Ae kualitatif. Sumber data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi Partisipatif, sedangkan informan untuk memperoleh data penelitian adalah Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah (Waka. Kurikulu. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Siswa . SMP Kariman. Vol. 12 No. | 20 Syaiful Anam, dkk Qurratul Uyun. Hasil Penelitian menunnjukkan bahwa Bentuk pelaksanaan kegiatan hidden curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan dalam membentuk karakter dan Budaya Religiusitas Siswa Berupa: Istighasah dan DoAoa Pagi Bersama,Shalat Dhuhur Berjamaah. Sedekah JumAoat. Kurma (Kuliah Ramadha. Peringatan Hari-Hari Besar Islam (PHBI). Pembiasaan S3 (Senyum,Salam dan Sap. Kajian keagamaan. Besuk Teman Sakit dan taAoziah serta Tahfidzul QurAoan. Adapun faktor yang menghambat pelaksanaan kegiatan hidden curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan dalam membentuk karakter dan Budaya Religiusitas Siswa antara lain: Pertama, faktor intern, yaitu masih adanya Sebagian warga sekolah yang kurang menyadari pentingnya kegiatan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun. Kedua. Faktor ekstern, yakni adanya pengaruh dari luar lingkungan sekolah dan keluarga. Ketiga, faktor pendanaan, yakni minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan hidden Kata kunci: Hidden Curriculum. Pendidikan Agama Islam. Pembentukan karakter dan Religiusitas Siswa SMP Qurratul Uyun. Pendahuluan Kehidupan di sekolah dan keluarga merupakan miniatur dari kehidupan suatu bangsa. Masyarakat dan sebuah negara. Dengan demikian jika dalam kehidupan di sekolah dan keluarga tercipta budaya religious atau kehidupan yang penuh dengan kejujuran, keadilan, dan sopan santun,maka sudah dapat dipastikan dimasyarakatpun juga tercipta demikian. kenyataannya, seolah-olah Pendidikan Agama kurang memberikan kontribusi ke Arah itu. Setelah ditelusuri. Pendidikan agama kurang memberikan kontribusi kearah itu, disebabkan Pendidikan Agama menghadapi beberapa kendala, antara lain: alokasi waktu yang disediakan hanya dua jam pelajaran tiap minggu dengan muatan materi yang begitu padat dan semuanya penting, yaitu menuntut pemantapan pengetahuan hingga terbentuknya watak dan keperibadian yang berbeda jauh dengan tuntutan terhadap mata pelajaran lainnya. Sungguh tidak adil kiranya, menimpakan tanggung jawab atas munculnya kesenjangan antara harapan dan kenyataan itu kepada Pendidikan agama di sekolah, sebab Pendidikan agama di sekolah bukanlah satu-satunya factor penentu dalam pembentukan watak dan kepribadian siswa. Untuk mewujudkan keberhasilan Pendidikan di suatu sekolah, kiranya belum cukup hanya dengan mengandalkan curriculum as subject matter saja. Masih ada kurikulum yang tersembunyi yang dikenal dengan hidden curriculum sebagai Abdulloh. Antologi Kajian Islam (Surabaya: Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Press,2. , hal. Kariman. Vol. 12 No. | 21 Syaiful Anak, dkk alternatif untuk dikembangkan di sekolah. Konsep Hidden curriculum terekspresikan dalam gagasan bahwa sekolah melakukan lebih dari sekedar menyebarkan pengetahuan, seperti tercantum dalam kurikulum resmi. Hidden curriculum berbeda dengan kurikulum formal, perbedaan ini terjadi karena Hidden curriculum terkadang muncul tanpa disengaja, bahkan tidak diketahui oleh pelakunya. Hidden curriculum merupakan kurikulum yang tidak dipelajari, tidak direncanakan secara terprogram tetapi keberadaannya mempengaruhi perubahan tingkah laku peserta didik. Penerapan Hidden Curriculum didasarkan pada aspek nilai dan budaya, karena hubungan nilai-nilai dalam Pendidikan sangat erat dengan penerapan tingkah laku siswa dalam kehidupan sehari-hari yang kita kenal dengan budaya hidup yang baik. Untuk melaksanakan pengembangan Hidden Curriculum, perlu melakukan Langkah-langkah: . Menyusun perencanaan meliputi:tenaga pelaksana. Teknik kegiatan, media, alokasi waktu, anggaran/beaya pelaksanaan dan Teknik evaluasi kegiatan. merencanakan materi kegiatan dan menyediakan sarana yang relevan dengan materi hidden curriculum. Meskipun hidden curriculum telah dirancang dan direncanakan dengan baik, tetapi dalam pelaksanannya tentu akan mengalami berbagai hambatan. oleh karena itu, hidden curriculum perlu terus dibina dan dikawal agar ketercapaian tujuannya benarbenar maksimal dan sesuai denga napa yang telah direncanakan. Atas dasar Langkah-langkah dalam pengembangan hidden curriculum tersebut, maka berhasil tidaknya pengembangaan hidden curriculum tersebut tergantung pada: kreatifitas guru,kesesuaian program, ketersediaan sarana dan prasarana, cara pengelolaan, kesiapan warga sekolah dan partisipasi masyarakat Meskipun hidden curriculum termasuk kurikulum yang tidak direncanakan bahkan tersembunyi, tetapi realita dilapangan tidak demikian. Bahkan hidden curriculum yang sudah berjalan dan bertahan menjadi kebiasaan warga sekolah justru diperlukan perencanaan yang matang bahkan harus terprogram secara Istilah Hidden curriculum untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Philip Jackson dalam bukunya Life In Classroom dalam bukunya tersebut Jackson secara kritis mencari jawaban kekuatan utama apa yang terdapat dalam sekolah sehingga bisa membentuk habitus budaya seperti kepercayaan, sikap dan pandangan murid. Konsep hidden curriculum menurut Jackson dapat mempersiapkan murid dalam kehidupan yang dianggap membosankan dalam Ibid. Kariman. Vol. 12 No. | 22 Syaiful Anam, dkk masyarakat industry. Lebih lanjut Jackson Menjelaskan bagaimana murid-murid merasakan tentang dunia sekolah, bagaimana Guru merasakan perilaku Hidden curriculum sebagai suatu yang mengandung Pendidikan dan pengajaran diwujudkan dalam bentuk pola tindak orang-orang disekitar peserta didik yang bertujuan mempengaruhi tingkah lakunya , sehingga mereka mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya. Adanya perubahan tingkah laku yang terjadi didalam peserta didik memungkinkannya untuk berfungsi secara sempurna dalam menjalani kehidupan di masyarakat. Hidden curriculum juga dapat menunjuk pada interaksi guru, peserta didik, struktur kelas, keseluruhan pola organisasi dan lain sebagainya dalam suatu hubungan sekolah. Inti dari kurikulum tersembunyi (Hidden curriculu. adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat dan tidak akan hilang dalam dunia Pendidikan. Kurikulum ini juga tidak direncanakan samasekali tetapi mempunyai pengaruh pengaruh yang luar biasa bagi anak didik,. Kurikulum tersembunyi (Hidden curriculu. tidak tercatat di silabus dan rencana pelaksanaan Pembelajaran. Kurikulum pada hakikatnya berisi ide atau gagasan. Ide atau gagasan itu selanjutnya dituangkan dalam bentuk dokumen atau tulisan secara sistematis dan Selanjutnya dokumen tertulis itulah yang dinamakan dengan kurikulum yang Salah satu isi dalam dokumen itu adalah daftar tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik. Tujuan itulah yang selanjutnya dijadikan pedoman oleh Guru dalam proses pembelajaran itu selain sesuai dengan tujuan perilaku yang dirumuskan, juga ada perilaku sebagai hasil belajar diluar tujuan yang dirumuskan, perilaku sebagai hasil belajar diluar tujuan yang dirumuskan inilah akibat dari kurikulum tersembunyi, yakni efek yang muncul sebagai hasil belajar yang sama sekali diluar tujuan yang dideskripsikan. Hidden Curriculum sangat kuat pengaruhnya terhadap pembentukan karakter siswa, karena bisa berkontribusi pada perkembangan dan pembentukan kepribadian siswa. Pada intinya Hidden curriculum menunjuk kepada apa saja yang ada hubungan dengan proses pembelajaran serta mempengaruhi pelaksanaan kurikulum dan Pendidikan. Jadi kurikulum yang tidak tertulis, tidak dipelajari secara sadar, tidak direncanakan secara terprogram tapi keberadaannya Aslan. Hidden Curriculum: Tujuan Bagi Dunia Pendidikan dalam Upaya Pembentukan Tingkah Laku Manusia ke Arah yang Lebih Baik (Makasar: CV Pena Indis, 2. Ibid. Siti Halimah. Telaah Kurikulum ( Medan: Perdana Mulya Sarna, 2. Kariman. Vol. 12 No. | 23 Syaiful Anak, dkk berpengaruh pada perubahan tingkah laku peserta didik. SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan sebagai salah satu sekolah yang menerapkan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam berikhtiar untuk mengasah kemampuan watak siswa melalui serangakaian program yang tidak direncanakan dalam kurikulum nasional, namun di program diluar kurikulum nasional dengan tujuan untuk membentuk karakter dan budaya religiusitas siswa, sehingga program Hidden Curricuum Pendidikan Agama Islam ini layak untuk di Penelitian ini memfokuskan pada dua pokok persoalan yaitu bentuk bentuk pelaksanaan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam dan hambatan dari pelaksanaan kegiatan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter dan budaya Religuisitas Siswa SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan. Diharapkan hasil penelitian ini bisa di jadikan sebagai rujukan bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam guna membentuk karakter dan budaya religiusitas Siswa di sekolahnya dan dapat digunakan sebagai rujukan bagi pengemban kebijakan di SMP Qurratul Uyun. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, dengan Teknik analisis deskriptif kualitatif pula. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu metode Observasi Partisipatif dan Observasi Partisipatif yaitu peneliti mengamati apa yang dikerjakan obyek penelitian dalam hal ini guru, dan peserta didik. Observasi dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya adalah observasi awal, dilaksankan sebelum penelitian dilaksanakan dengan cara dilakukan dengan pengamatan yang dilaksanakan di lokasi penelitian. Wawancara dilakukan terhadap nara sumber yang berkompeten untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini data yang di kumpulkan lebih banyak merupakan data kualitatif, di mana data yang di sajikan adalah dalam bentuk kata verbal bukan dalam bentuk Hasil Penelitian dan Pembahasan Bentuk-Bentuk kegiatan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter dan budaya religiusitas Siswa SMP Qurratul Uyun Caswita. The Hidden Curriculum dalam Pembelajaran PAI di Sekolah (Yogyakarta: Leotikaprio, 2. Kariman. Vol. 12 No. | 24 Syaiful Anam, dkk Guru Pendidikan agama Islam sebagai pencetus utama ide pengembangan hidden curriculum Pendidikan agama islam disekolah, selain melakasanakan kegiatan pembelajaran pada siswa berdasarkan kurikulum Merdeka, mereka juga melakukan kegiatan Pendidikan Agama islam dalam bentuk pengembangan hidden curriculum Pendidikan agama islam Adapun Bentuk pelaksanaan kegiatan hidden curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan dalam mewujudkan karakter dan Budaya Religiusitas Siswa Berupa: Istighasah dan DoAoa Pagi Bersama Salat Dhuhur Berjamaah Sedekah JumAoat Kurma (Kuliah Ramadha. Peringatan Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Pembiasaan 3S (Senyum. Salam dan Sap. Kajian keagamaan Besuk teman sakit dan taAoziah Tahfidzul QurAoan Betuk pelaksanaan kegiatan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratyul Uyun diatas sejalan denga apa yang dikatakan oleh Murni W dalam sebuah karyanya AuKurikulum tersembunyiAy bahwa pelaksanaan Hidden Curriculum dilaksanakan dengan cara pengembangan diri. Dalam pelaksanaan pengembangan diri dilaksanakan dengan dua cara yaitu. Pertama, pengembangan diri dengan rencana yang terprogram dilaksankan dalam kurun waktu tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa secara individual ataupun kelompok. Kedua, kegiatan yang tidak direncanakan secara khusus tetapi berdampak besar dalam pencapaian tujuan Pendidikan. Kegiatan ini meliputi kegiatan rutin yang sehari-hari dilaksanakan seperti Istighasah dan doAoa pagi Bersama dan Shalat Dhuhur berjamaah. Dan kegiatan spontan misalnya Ketika bertemu dangan orang lain menerapkan pembiasaan 3 S (Senyum, salam dan sap. serta kegiatan keteladanan dalam rangka membentuk perilaku dan budaya religiusitas siswa seperti sedekah JumAoat dan besuk teman sakit dan taAoziah. Dalam pengembangan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam untuk membentuk karakter siswa SMP Qurratul Uyun berusaha menciptakan iklim sekolah yang dapat memotivasi siswa untuk terus mengembangkan bakatnya. Dalam pelaksanaannya tidak mudah dalam menciptakan kondisi sekolah yang kondusif karena memerlukan kesabaran, ketelatenan serta disiplin yang tinggi namun semua itu akan dapat dilaksanakan apabila komunitas sekolah dapat Kariman. Vol. 12 No. | 25 Syaiful Anak, dkk bekerjasa dengan baik. Seperti yang dikatakan oleh koesome D dalam karyanya AuPendidikan karakter utuh dan menyeluruhAy mengungkapkan bahwa usaha untuk menumbuhkan karakter di sekolah, dapat dilakukan antara lain dengan melalui keteladanan orang dewasa, tata tertib sekolah, manajemen pengelolaan, penerapan peraturan dan disiplin, isi kurikulum, standar akademik yang tinggi, perilaku dalam kegiatan ekstra kurikuler dan keterlibatan orang Tua. Pendapat tersebut dikuatkan oleh Hidayat bahwa yang paling berat dalam membangun sekolah adalah menciptakan kultur sekolah karena selain membutuhkan dana yang besar juga membutuhkan kesabaran, daya tahan,keuletan,persistensi, dan konsistensi dari seluruh pemangku kepentingan di sekolah yaitu kepala sekolah. Guru, orang Tua. Masyarakat dan Pemerintah. 8 Lebih lanjut Hidayat menganalogikan akan pentingnya kultur sekolah dengan menanam benih tanaman, apabila akan menanam pohon kurma yang benihnya diambil dari Tanah Arab, maka perlu menganalisis dan mengkondisikan tanah serta cuaca yang cocok sebelum benih kurma ditanam di Indonesia. Begitu juga halnua anak dalam dunia Pendidikan, anak yang memiliki bakat hebat, tapi karena kondisi sekolahnya tidak mendukung, maka tidak bisa tumbuh optimal. Bakatnya akan terpendam, bahkan mati. Sebaliknya, anak yang kepintaran dan bakatnya sedang-sedang saja, tapi karena lingkungan sekolahnya bagus,maka akan tumbuh sebagai anak yang mandiri dan sukses. Berdasarkan asumsi tersebut, maka para ahli sepakat bahwa kultur sekolah peranannya sangat penting dalam proses Pendidikan. Sementara itu menurut Lickona dalam karyanya Educating for caracter menuturkan bahwa sekolah harus menciptakan enam elemen budaya moral positif di sekolah, yaitu pertama,kepemimpinan sekolah. Kedua,disiplin sekolah. Ketiga, mengembangkan rasa komunitas seluruh sekolah, keempat,pengelolaan sekolah yang demokratis. Kelima,menciptakan komunitas yang baik diantara para orang dewasa dan keenam, memberikan banyak waktu untuk peduli terhadap moral. Untuk mewujudkan kultur sekolah yang kondusif untuk proses kegiatan Pendidikan. SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan menerapkan tata tertib sekolah. Tata tertib sekolah sangat penting untuk ditegakkan karena karena dengan penegakan tata tertib tersebut, maka kedeisipinan dan suasana kondusuif akan terwujud. Sebagai upaya untuk mewujudkan sekolah yang kondusif SMP Qurratul Uyun menerapkan tata tertib siswa yang harus ditaati sebagai bentuk Tata tertib yang di terapkan meliputi aturan umum yang meliputi D Koesome. Pendidikakan Karakter Utuh dan Menyeluruh (Yogyakarta: Kanisius, 2. Rakhmat Hidayat. Pengantar Sosiologi Kurikulum (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2. Lickona. Educating For Character: Mendidik Untuk Membentuk Karakter (Terjemaha. Uyu Wahyuddin (Jakarta:Bumi Aksara, 2. Kariman. Vol. 12 No. | 26 Syaiful Anam, dkk kewajiban memakai seragam, bersikap sopan santun pada guru dan teman serta ikut menjaga fasilitas sekolah. Sedangkan kewajiban khusus siswa meliputi peraturan tentang masuk sekolah,aturan di dalam kelas, aturan Ketika istirahat. Ketika di perpustakaan, aturan di masjid,aturan di kantin,aturan masuk kantor, dan Ketika pulang sekolah. Selain memuat kewajiban-kewajiban siswa. Dalam tatatertib juga diatur hak-hak siswa. Diantaranya mendapatkan Pendidikan dan pengajaran yang sama. Mendapatkan perlakuan yang sama sesuai tata tertib serta berhak menggunakan fasilitas sekolah. Dalam tata tertib juga terdapat larangan bagi siswa serta sangsi yang diberikan apabila siswa melanggar larangan tersebut. Yang terpenting dari semua tatatertib tersebut adalah bagaimana penegakannya dengan adil dan bijaksana, sebagai pembelajaran Hidden Curriculum akan keadilan dan kesamaan dimata hukum bagi siswa. Sebagaimana yang dikatakan oleh Noor M dalam sebuah tajuk karyanya yang berjudul The Hidden Curruculum: Membangun karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, dia menuturkan bahwa tata tertib sekolah yang dibangun secara demokratis akan mengajarkan kepada siswa bagaimana cara berdemokrasi dalam kehidupan nyata. Hasilnya diharapkan siswa memiliki pengalaman aturan main dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan hidden curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan menggunakan beberapa perangkat kegiatan sebagai kelengkapan kegiatan sekaligus sebagai bahan pertimbangan dalam evaluasi kegiatan. Adapun perangkat yang digunakan dalam kegiatan hidden curriculum Pendidikan Agama Islam ini adalah presensi siswa, jadwal kegiatan dan buku program kegiatan. Hambatan dan kendala kegiatan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter dan budaya religiusitas Siswa SMP Qurratul Uyun Hidden Curriculum Penddikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan, walaupun berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi warga sekolah, bukan berarti perjalanan pelaksanaannya berjlan dengan mulus dan lancer, ada beberapa fakator penghambat selama pelaksanaan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamkekasan Adapun factor yang menghambat pelaksanaan kegiatan hidden curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan Noor RM. The Hidden Curriculum: Membangun Karakter Melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler (Yogyakarta: Insan Madani, 2. Kariman. Vol. 12 No. | 27 Syaiful Anak, dkk dalam mewujudkan karakter dan Budaya Religiusitas Siswa antara lain: Faktor intern, yaitu masih adanya Sebagian warga sekolah yang kurang menyadari pentingnya kegiatan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Secara tidak disadari pengaruh dalam diri siswa yang berupa sifat malas dalam melakukan suatu kegiatan terkadang dianggapnya biasa oleh Padahal sifat malas tersebut sangat merugikan seorang siswa dan menyebabkan keberlangsungan program Hidden Curriculum tidak berjalan Factor intern ini lebih menitikberatkan pada kurangnya motivasi dalam diri siswa yang dalam pandangan Muhibbin syah dalm sebuah karyanyaAy Psikologi PendidikanAy menuturkan bahwa kurangnya motivasi instrinsik bisa menjadi penghambat dalam sebuah kegiatan belajar mengajar. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang paling signifikan karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Faktor ekstern, yakni adanya pengaruh dari luar lingkungan sekolah dan Factor penghambat dari luar diri siswa merupakan hal yang perlu menjadi perhatian dari pelaksana kegiatan, karena kalau tidak menjadi fokus perhatian akan menghambat pelaksanaan kegiatan Hidden Curiculum. Diantara factor dari luar adalah pengaruh pergaulan di luar sekolah dan keluarga yang tidak mudah untuk di control oleh pelaksana kegiatan. Faktor ekstern diatas memilki dampak yang sangat signifikan dalam pelaksanaan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan, hal ini sesuai dengan pernyataan Muhibbinsyah . bahwa Lingkungan social sekolah seperti masyarakat, tetangga, keluarga dan teman-teman sepermainan disekitar perkampungan siswa tersebut akan sangat mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Lebih lanjut dia menuturkan, paling tidak, siswa tersebut akan menemukan kesulitan-kesulitan Ketika memerlukan teman belajar atau berdiskusi atau meminjam alat-alat belajar tertentu yang kebetulan belum dimilikinya. Selain itu,Lingkungan social yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri, sifat -sifat orang tua. Praktik pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga dan demografi keluarga semuanya dapat memberi dampak baik atau buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh siswa. Muhibbinsyah. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2. Kariman. Vol. 12 No. | 28 Syaiful Anam, dkk Factor Pendanaan, yakni minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan hidden curriculum Meskipun dianjurkan untuk memupuk jiwa keikhlasan dalam setiap Namun kenyataannya setiap kegiatan memerlukan pendanaan. Terkadang kegiatan bisa terhambat karena kurangnya dan minimnya Di SMP Qurratul Uyun pun juga demikian. Adakalanya kegiatan tidak berlangsung secara maksimal disebabkan dana kurang terpenuhi. Hal ini perlu perhatian dari pihak sekolah terutama bagian pengelola keuangan Kesimpulan Simpulan dalam penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut, bahwa kegiatan hidden curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun sudah cukup baik. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai macam kegiatan yang selama ini sudah menjadi kebiasaan warga sekolah. Adapun bentuk-bentuk kegiatan hidden curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan dalam mewujudkan karakter dan Budaya Religiusitas Siswa yakni. Pertama, istighasah dan doAoa pagi Bersama. Kedua, salat dhuhur berjamaah. Ketiga, sedekah JumAoat. Keempat, kurma (Kuliah Ramadha. , kelima. Peringatan Hari-Hari besar Islam (PHBI). Keenam. Pembiasaan 3 S ( Senyum. Salam Dan Sap. Ketujuh. Kajian Keagamaan. Kedelapan, besuk teman sakit dan taAoziah. Dan Kesembilan, adalah Tahfidzul QurAoan. Semua bentuk-bentuk kegiatan tersebut pada umumnya dapat berjalan sesuai dengan harapan, meskipun ada Sebagian yang mengalami sedikit hambatan yang penyebabnya dipengaruhi beberapa factor antara lain: Pertama, faktor intern, yaitu masih adanya Sebagian warga sekolah yang kurang menyadari pentingnya kegiatan Hidden Curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun. Kedua. Faktor ekstern, yakni adanya pengaruh dari luar lingkungan sekolah dan keluarga. Ketiga, faktor pendanaan, yakni minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan hidden curriculum. Ketiga faktor diatas menjadi tantangan tersendiri untuk mencapai tujuan yang diinginkan. oleh karena itu yang demikian membutuhkan solusi yang efektif Agar pelaksanaan kegiatan hidden curriculum Pendidikan Agama Islam di SMP Qurratul Uyun Trasak Larangan Pamekasan yang dijalankan menunjukkan hasil yang baik, meskipun masih membutuhkan perbaikan dan pembenahan lebih lanjut. Namun setidak-tidaknya hambatan-hambatan tersebut bisa diminimalisir, sehingga bisa dijadikan pemicu dan pemacu semangat dalam memecahkan masalah serta kerja keras semua pihak untuk melangkah lebih maju. Kariman. Vol. 12 No. | 29 Syaiful Anak, dkk DAFTAR PUSTAKA