Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. SUPERVISI AKADEMIK DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK SEBAGAI DETERMINAN KINERJA GURU Ika Kusuma Wardani1. Misykat Malik Ibrahim1. Baharuddin1. Danial Rahman1 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jl. Yasin Limpo No. 36 Samata-Gowa. Indonesia Corresponding author: ikhawardani757@gmail. ABSTRACT This article aims to examine the impact of academic supervision and pedagogic competence on teacher performance at State Junior High Schools in Ulaweng District. Bone Regency. This type of research is ex-post facto research with a positivisticquantitative approach. Respondents in this study were 56 teachers at State Junior High Schools in Ulaweng District. Bone Regency as a whole through a saturated sample. The data collection method used is a questionnaire. Questionnaires were distributed to respondents and then analyzed through inferential statistics using multiple linear The results of this study prove that: Academic supervision partially has a positive and significant effect on teacher performance by 12. Pedagogic competence partially has a positive and significant effect on teacher performance by 10. Simultaneously, academic supervision and pedagogic competence have a positive and significant effect on teacher performance by 23. 7% at State Junior High Schools in Ulaweng District. Bone Regency. This indicates that the better the implementation of academic supervision and pedagogic competence, the higher the performance of State Junior High School teachers in Ulaweng District. Bone Regency. Keywords: Academic Supervision. Pedagogic Competence. Teacher Performance Diterima: 12 Maret 2022. Revisi: 1 April 2022. Dipublikasikan: 4 Juni 2022 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan program yang terdapat berbagai komponen di dalamnya yang saling terkait satu sama lain dalam proses mewujudkan tujuan yang telah diprogramkan. Pelaksanaan kegiatan pendidikan dapat dilaksanakan melalui lembaga informal, lembaga formal, ataupun lembaga non-formal. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki beberapa komponen yang berperan penting di dalamnya, yaitu kepala sekolah, komite sekolah, pengawas, tenaga pendidik atau guru, tenaga kependidikan, peserta didik, fasilitas, anggaran dan masyarakat. Komponen-komponen pendidikan formal yang terdapat di 50 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. sekolah semuanya memegang peran penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Salah satu komponen penting yang sangat memengaruhi terlaksananya pendidikan di sekolah adalah guru. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Danial et al. , . bahwa AuGuru merupakan faktor yang paling dominan dan paling penting dalam pendidikan formal karena bagi peserta didik, guru selalu dijadikan sebagai teladan dan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. Selain itu, guru juga merupakan unsur yang sangat memengaruhi tercapainya tujuan pendidikanAy. Keberhasilan pendidikan dalam mencapai tujuannya tidak terlepas dari kinerja guru yang dihasilkan. Oleh karena itu, kinerja guru merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan pendidikan di sekolah. Peningkatan kinerja dalam suatu lembaga merupakan hal yang perlu diperhatikan agar dapat berkontribusi secara optimal terhadap peningkatan kinerja lembaga (Er & Rahman, 2. Keberhasilan suatu sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan tidak terlepas dari kesiapan guru dalam mempersiapkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pembelajaran (Danial et al. , 2019. Supardi . memberikan penjelasan bahwa. AuKinerja guru merupakan kemampuan dan keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaranAy. Performance dari seorang guru dapat juga dinyatakan sebagai hasil refleksi dalam kegiatan merencanakan, mengimplementasikan dan melakukan penilaian terhadap pembelajaran yang didasari dengan semangat kerja, kedisiplinan, dan profesionalitas guru dalam pembelajaran (Uno. Teacher performance dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek, sebagaimana dikemukakan oleh Rachmawati & Abdullah . yang mengungkapkan bahwa terdapat berbagai aspek yang bisa memengaruhi kemampuan guru dalam menjalankan kewajiban dan tugasnya, baik secara internal maupun eksternal yang dapat berimplikasi terhadap peningkatan kinerja pada guru yang bersangkutan. Supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah menjadi salah satu aspek yang berhubungan dengan kinerja guru (Rachmawati & Abdullah, 2013. Mulyasa, 2. Hal ini menandakan bahwa kegiatan supervisi merupakan upaya atau strategi yang dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk memperbaiki dan meningkatkan kapabilitas tenaga pendidik dalam melaksanakan pembelajaran sehingga menghasilkan kinerja yang optimal. Kegiatan supervisi yang dilakukan biasanya diterapkan dengan memberikan dorongan, bimbingan, dan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan keahlian dan Di antara jenis supervisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran di sekolah, yaitu academic supervision atau supervisi akademik. Menurut Machali & Hidayat . , academic supervision adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk memberikan bantuan dan membimbing guru dalam meningkatkan dan mengembangkan kapabilitasnya dalam mengelola kegiatan pembelajaran agar dapat mewujudkan tujuan pendidikan yang diharapkan. Dengan demikian, pelaksanaan academic supervision termanifestasi dalam bentuk bimbingan serta bantuan yang diberikan kepada guru dalam mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapinya dalam proses pembelajaran. 51 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Aspek lain yang menjadi determinan terhadap performance yang dihasilkan oleh guru selain supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah, yaitu kompetensi yang dimiliki oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, guru yang profesional harus mempunyai kompetensi dan menerapkannya dalam menjalankan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Nasrul . mengemukakan bahwa kompetensi adalah implementasi dari daya pikir . yang dituangkan dalam bentuk tindakan. Kompetensi merupakan sesuatu yang dapat mendeskripsikan tantang kemampuan yang dimiliki oleh seseorang, baik dilihat dari aspek kualitas maupun Kompetensi guru sebagaimana yang dikemukakan tersebut sudah menjadi aturan, sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menyatakan bahwa. AuKompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi, pelatihan dan pengalaman profesiAy (Republik Indonesia, 2. Masing-masing kompetensi tersebut menjadi kompetensi yang dipersyaratkan bagi setiap guru agar bisa menjadi tenaga pendidik atau guru yang profesional. Pelaksanaan academic supervision sebagaimana dikemukakan oleh Khoeriyah . dalam penelitiannya bahwa academic supervision adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk menilai hasil kerja yang dicapai oleh guru melalui tahapan perencanaan yang dilakukan secara terstruktur serta pengamatan yang dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Guru diharapkan dapat memberikan feedback melalui kegiatan supervisi akademik dengan memperbaiki kualitas kerja mereka. Dengan demikian, pelaksanaan supervisi akademik yang berkualitas dapat memberikan dampak terhadap kemampuan guru untuk menghasilkan kinerja yang baik dalam kegiatan pembelajaran (Purbasari, 2015. Murniasih et al. , 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa supervisi akademik perlu dimaksimalkan dalam pengimplementasiannya di sekolah demi membantu guru dalam meningkatkan kompetensinya yang akan berimplikasi terhadap kinerjanya (Tengko et al. , 2. Kompetensi pedagogik sebagai salah satu kemampuan yang dipersyaratkan bagi guru merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Daryanto & Rachmawati . yang menyatakan bahwa kompetensi pedagogik yang perlu dimiliki oleh seorang guru adalah kemampuannya untuk memahami karakteristik siswa, kemampuan melakukan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta kemampuan mengevaluasi pembelajaran serta kemampuan menyediakan wadah bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam melakukan pengelolaan kegiatan pembelajaran sehingga terwujud pembelajaran yang menarik dan berkualitas. Dalam hal ini dibutuhkan kesadaran dari guru karena tugas mereka tidak hanya sekadar melaksanakan pembelajaran, tetapi guru juga bertugas untuk mengembangkan potensi peserta didik dan kecakapan sosial yang 52 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Hasil penelitian sebelumnya terkait pentingnya kompetensi pedagogik dalam meningkatkan kinerja guru telah dibuktikan oleh Hadi . bahwa landasan keilmuan yang kuat harus dimiliki oleh setiap guru untuk dapat menjalankan tugas-tugas mereka dengan opttimal. Kenyataannya, masih ada guru yang dijumpai mengajar di sekolah meskipun latar belakang keilmuannya tidak sesuai. Lebih lanjut ditegaskan oleh Paida . bahwa keterampilan seorang guru akan semakin tinggi apabila guru tersebut berkompeten dalam melaksanakan tugasnya sehingga akan menunjang kinerja yang Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa kinerja guru akan semakin baik apabila guru mempunyai kompetensi pedagogik dan menerapkannya dengan baik dalam mengelola peserta didik serta didukung dengan perhatian dan antusiasme guru (Salmawati et al. , 2017. Rasam et al. , 2. Fenomena terkait rendahnya kinerja yang dihasilkan oleh guru masih ditemukan di berbagai sekolah. Fenomena tersebut terjadi pada beberapa SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone. SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone sebagai salah satu lembaga pendidikan formal tentu diharapkan dapat melaksanakan kegiatan pendidikan demi mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, permasalahan yang terjadi di SMP Negeri Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone terkait dengan kinerja guru adalah masih terdapat beberapa guru yang hanya sekadar menggugurkan kewajiban dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya tanpa memperhatikan implikasinya pada peserta didik. Hal tersebut ditandai dengan beberapa penugasan guru terkadang tidak sesuai dengan latar belakang keilmuannya, kurangnya pelatihan dan pengembangan yang didapatkan oleh guru dalam mengembangkan Di sisi lain, beberapa guru belum mampu menciptakan pembelajaran yang variatif dan interaksi sehari-hari, baik interaksi dengan kepala sekolah dan dengan peserta didik masih belum terbangun dengan baik. Hal tersebut didukung oleh hasil wawancara dengan kepala sekolah pada salah satu SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone yang menyatakan bahwa guru yang mengajar masih terbatas sehingga ada guru yang mengajar tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan (Tahir, 2. Fenomena tersebut menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini yang dimaksudkan untuk menganalisis dan menguji bahwa supervisi akademik dan kompetensi pedagogik dapat berpengaruh terhadap kinerja yang dihasilkan oleh guru pada SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupate Bone. METODE Penelitian ini dilaksanakan pada SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng. Kabupaten Bone. SMP yang terletak dalam kawasan Kecamatan Ulaweng berjumlah 3 sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Ulaweng. SMP Negeri 2 Ulaweng, dan SMP Negeri 3 Ulaweng. Riset yang dilakukan ini termasuk field research dengan menggunakan quantitative approach melalui metode ex-post facto. Terkait jenis penelitian ini. Sukardi . 3: . mengemukakan 53 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. bahwa AuPenelitian ex-post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal yang menyebabkan perubahan pada variabel bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi dan menjelaskan atau menemukan bagaimana variabel-variabel dalam penelitian saling berhubungan atau berpengaruhAy. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 56 orang guru, terdiri dari 32 orang guru di SMP Negeri 1 Ulaweng, 11 orang guru di SMP Negeri 2 Ulaweng, dan 13 orang guru di SMP Negeri 3 Ulaweng. Kabupaten Bone. Semua guru tersebut ditetapkan sebagai sampel penelitian karena jumlahnya relatif kecil sehingga penelitian ini merupakan penelitian Penarikan sampel jenuh dalam penelitian ini didasari oleh pendapat Arikunto . AuApabila populasi dalam penelitian subjeknya kurang dari 100 penelitiannya merupakan penelitian populasiAy. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner yang diedarkan kepada semua guru di SMP Negeri se-Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone terkait masing-masing variabel yang Model kuesioner yang digunakan adalah model multiple choice dengan 5 kategori pilihan menggunakan skala Likert, yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Indikator yang diukur pada masing-masing variabel, meliputi: supervisi akademik diukur melalui indikator pengembangan kualitas dan penumbuhan motivasi. kompetensi pedagogik diukur melalui perencanaan pembelajaran dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. dan variabel kinerja guru diukur melalui indikator kemampuan mengajar dan kemampuan melakukan hubungan interpersonal atau komunikasi. Instrumen penelitian ini telah diuji validitasnya melalui analisis item menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Adapun teknik pengolahan data terhadap data yang dihasilkan adalah dengan menggunakan analisis statistik. Statistik yang digunakan untuk menganalisis data adalah statistik inferensial dengan menggunakan multiple regression yang dilakukan melalui bantuan software SPSS versi 23. Uji asumsi yang digunakan sebagai prasyarat analisis regresi adalah uji normalitas data dan uji linearitas hubungan. Hasil uji normalitas data yang diperoleh melalui output SPSS versi 23, sebagaimana pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Pengujian Normalitas Data Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Supervisi Akademik Kompetensi Pedagogik Kinerja Guru This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction 54 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Hasil pengujian normalitas data dalam Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai Sig. kolom Shapiro-Wilk, semua variabel memiliki nilai Sig. > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal. Dengan demikian, hasil uji prasyarat terkait normalitas data telah terpenuhi sehingga analisis statistik inferensial menggunakan analisis regresi dapat digunakan dalam penelitian ini. Selanjutnya, hasil pengujian linearitas hubungan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengujian Linearitas Hubungan ANOVA Table Sum of Mean Squares Square Sig. Kinerja Guru * Between (Combine. Supervisi Groups Linearity Akademik Deviation from Linearity Within Groups Total Kinerja Guru * Between (Combine. Kompetensi Groups Linearity Pedagogik Deviation from Linearity Within Groups Total Hasil pengujian linearitas yang diperoleh pada Tabel 2 menunjukkan bahwa variabel supervisi akademik memiliki hubungan linear dengan variabel kinerja guru karena nilai Sig. pada deviation from linearity 0,694 > 0,05, begitu pula pada variabel kompetensi pedagogik memiliki hubungan linear dengan variabel kinerja guru karena nilai Sig. pada deviation from linearity 0,304 > 0,05. Dengan demikian, hasil uji prasyarat terkait linearitas hubungan antarvariabel telah terpenuhi sehingga analisis statistik inferensial menggunakan analisis regresi linear dapat digunakan dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis tiga tujuan utama, yaitu menguji dan menganalisis pengaruh supervisi akademik secara parsial terhadap kinerja guru, pengaruh kompetensi pedagogik secara parsial terhadap kinerja guru, serta pengaruh supervisi akademik secara simultan dengan kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone. Pengujian masing-masing permasalahan tersebut dilakukan melalui analisis regresi berganda dengan menggunakan bantuan SPSS Output SPSS yang diperoleh seperti pada Tabel 3. 55 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Supervisi Akademik dan Kompetensi Pedagogik sebagai Determinan Kinerja Guru Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Correlations Std. ZeroB Error Beta Sig. order Partial Part Model (Constan. Supervisi Akademik Kompetensi Pedagogik Dependent Variable: Kinerja Guru Hasil analisis multiple regression yang dihasilkan dalam Tabel 3 coefficients memberikan informasi bahwa angka Constant . yang diperoleh sebesar 18,528, nilai koefisien regresi . sebesar 0,337, dan nilai koefisien regresi . sebesar 0,314. Dengan demikian, persamaan regresi berganda yang dihasilkan dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan = 18,528 0,337X1 0,314X2. Hasil analisis tersebut selanjutnya dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Apabila X1 . upervisi akademi. dan X2 . ompetensi pedagogi. mendekati atau sama dengan 0, skor Y . inerja gur. = 18,528 dengan interpretasi bahwa jika X 1 . upervisi akademi. dan X2 . ompetensi pedagogi. rendah, rata-rata Y . inerja gur. sebesar 18,528. Dengan demikian, kinerja guru dapat meningkat jika didukung oleh supervisi akademik dan kompetensi pedagogik yang baik. Apabila nilai pada supervisi akademik (X. naik satu satuan, sedangkan nilai pada kompetensi pedagogik (X. tetap, nilai pada kinerja guru (Y) akan naik sebesar 0,337 kali dengan interpretasi bahwa setiap peningkatan supervisi akademik (X . sebesar satu satuan akan berdampak dalam meningkatkan kinerja guru (Y) sebesar 0,337. Dalam tabel coefficient diperoleh nilai t hitung 2,333 > ttabel 2,006 dan nilai Sig. 0,023 < 0,05 sehingga pengaruhnya signifikan. Besarnya kontribusi supervisi akademik terhadap kinerja guru dapat dihitung melalui sumbangan efektif dengan rumus SE% = yu x Rxy x 100% sehingga sumbangan efektif yang dihasilkan = 0,307 x 0,418 x 100% = 0,128 atau 12,8%. Jika kompetensi pedagogik (X. naik satu satuan, sedangkan supervisi akademik (X. tetap, kinerja guru (Y) akan naik sebesar 0,314 kali dengan interpretasi bahwa setiap peningkatan kompetensi pedagogik (X. sebesar satu satuan akan berdampak dalam meningkatkan kinerja guru (Y) sebesar 0,314. Dalam tabel coefficient diperoleh nilai thitung 2,082 > ttabel 2,006 dan nilai Sig. 0,042 < 0,05 sehingga pengaruhnya signifikan. 56 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Besarnya kontribusi kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru dapat dihitung melalui sumbangan efektif dengan rumus SE% = yu x Rxy x 100% sehingga sumbangan efektif yang dihasilkan = 0,274 x 0,399 x 100% = 0,109 atau 10,9%. Pengujian signifikansi pengaruh supervisi akademik dan kompetensi pedagogik secara simultan terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone berdasarkan hasil analisis SPSS versi 23 dapat ditampilkan seperti pada Tabel 4 ANOVA. Tabel 4. Output Pengujian Signifikansi Pengaruh Supervisi Akademik dan Kompetensi Pedagogik secara Simultan terhadap Kinerja Guru ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Guru Predictors: (Constan. Kompetensi Pedagogik. Supervisi Akademik Output SPSS pada Tabel 4 ANOVA memberikan informasi bahwa nilai F hitung 8,240 > Ftabel 3. 1751 dan nilai Sig. 0,001 < 0,05 yang menandakan bahwa supervisi akademik dan kompetensi pedagogik berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone. Besarnya pengaruh supervisi akademik dan kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru sebagaimana terlihat pada hasil uji determinasi melalui output SPSS dalam Tabel 5 Model Summary. Tabel 5. Output Pengujian Determinasi Supervisi Akademik dan Kompetensi Pedagogik terhadap Kinerja Guru Model Summary Model R Square Std. Error of the Estimate Adjusted R Square Predictors: (Constan. Kompetensi Pedagogik. Supervisi Akademik Output Model Summary pada Tabel 5 memberikan informasi bahwa koefisien determinansi R-Square sebesar 0,237 dan Adjusted R Square sebesar 0,208. Dengan demikian, besarnya pengaruh supervisi akademik dan kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone adalah 23,7% dan 76,3% ditentukan oleh aspek lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Semua variabel independen dalam penelitian ini telah terbukti berpengaruh terhadap variabel dependen, yaitu supervisi akademik dan kompetensi pedagogik berpengaruh secara 57 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. signifikan terhadap kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone. Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Rachmawati & Abdullah . yang mengemukakan bahwa kehadiran guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tidak lepas dari berbagai aspek, baik secara internal maupun eksternal yang akan memberikan pengaruh terhadap perubahan kinerja mereka. Salah satu aspek yang menjadi faktor determinan terhadap kinerja guru adalah academic supervision yang dilakukan oleh kepala Pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru telah dibuktikan melalui penelitian ini pada SMP Negeri di Kacamatan Ulaweng. Hal ini sejalan dengan pernyataan Rachmawati & Abdullah . 3: . mengenai aspek yang dapat menjadi faktor berpengaruh terhadap kinerja guru dengan menyatakan bahwa. AuSalah satu langkah strategis dalam upaya meningkatkan kinerja guru dapat dilakukan dengan melaksanakan teknik supervisi yang tepat dan sesuai dengan kemampuannya dan keinginan guru-guru secara berkesinambungan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaranAy. Selain itu. Supardi . 4: . mengemukakan bahwa. AuFaktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru bisa berasal dari dalam diri guru yakni faktor individu dan faktor psikologi sedangkan faktor dari luar yaitu faktor situasional dan faktor karakteristik pekerjaanAy. Hasil penelitian ini mendukung temuan Purbasari . dalam penelitiannya bahwa kinerja guru dalam pembelajaran ditentukan oleh pelaksanaan academic supervision yang diimplementasikan oleh leadership mencapai 23. Lebih lanjut, penelitian Pujianto et al. yang membuktikan bahwa. AuSupervisi akademik kepala sekolah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kinerja guru sehingga kepala sekolah diharapkan dapat melakukan supervisi terhadap guru-guru yang dipimpinnya secara berkala dengan rutin untuk dapat mengembangkan kompetensi guru-guruAy. Selain itu, temuan Susilo & Sutoyo . dalam penelitiannya juga membuktikan bahwa academic supervision yang diimplementasikan di sekolah berkontribusi terhadap performance yang dicapai oleh guru secara positif dan signifikan. Supervisi akademik memegang peranan penting dalam membantu guru untuk meningkatkan kinerjanya, sebagaimana dikemukakan oleh Baharuddin & Nursita . bahwa supervisi bertujuan untuk memberi bantuan kepada guru dan warga sekolah lainnya di dalam mengatasi kendala yang dihadapinya demi mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memberikan penguatan terhadap temuan sebelumnya bahwa kinerja yang dicapai oleh guru dapat ditingkatkan melalui implementasi supervisi akademik dengan baik di sekolah. Hal ini memberikan indikasi bahwa guru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik serta mampu menghasilkan kinerja yang baik pula jika ditunjang oleh supervisi akademik yang berlakukan demi membantu guru dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapinya. 58 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Pengaruh kompetensi pedagogik terhadap kinerja guru juga telah terbukti kebenarannya berdasarkan hasil penelitian ini. Hal ini sesuai dengan hasil temuan Hartana . dalam penelitiannya bahwa kompetensi pedagogik merupakan variabel yang dapat berkontribusi terhadap kinerja guru secara positif dan signifikan yang menandakan bahwa akan terjadi peningkatan pada kinerja guru apabila kompetensi pedagogik ditingkatkan yang berpengaruh signifikan secara statistik. Lebih lanjut, temuan penelitian yang dihasilkan oleh Nurdianti . yang membuktikan bahwa kinerja guru dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik sebesar 30,3%. Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Paida . dan Rasam et al. mendapatkan hasil bahwa kinerja yang dicapai oleh guru dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik. Dengan demikian, penelitian ini menguatkan hasil temuan yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya bahwa kompetensi pedagogik merupakan faktor determinan terhadap kinerja. Hal tersebut mengindikasikan bahwa apabila guru memiliki kompetensi pedagogik yang baik dan mengimplementasikannya dalam melaksanakan tugasnya akan meningkatkan kinerjanya. Dengan demikian, semakin baik kompetensi pedagogik seorang guru, kinerja yang dihasilkan juga akan semakin baik. Penelitian ini juga mendukung hasil temuan Hadi et al. dalam penelitiannya yang menemukan bahwa Ausupervisi akademik, kompetensi guru, dan kedisiplinan secara parsial maupun secara bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru karena variabel supervisi akademik, kompetensi guru, dan kedisiplinan dalam prakteknya merupakan satu kesatuan yang memengaruhi kinerja guruAy. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Barizi . yang mengemukakan bahwa aspek yang dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja guru dapat bersumber dari Auinternal maupun eksternal. Faktor internal berupa kemampuan, keterampilan, kepribadian, persepsi, motivasi menjadi guru, pengalaman lapangan dan latar belakang keluarga. Sedangkan faktor eksternalnya yakni gaji, sarana dan prasarana, lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan kepala sekolahAy. Oleh karena itu, supervisi akademik, kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial menjadi faktor penting dan determinan terhadap kinerja guru. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja yang dihasilkan oleh guru dapat ditentukan oleh supervisi akademik, kompetensi pedagogik yang diterapkan. KESIMPULAN AuSupervisi akademik dan kompetensi pedagogik merupakan variabel determinan terhadap kinerja guru yang diuji dalam penelitian ini. Pengaruh supervisi akademik secara parsial terhadap kinerja guru yang dihasilkan adalah positif dan signifikan dengan sumbangan efektif sebesar 12,8%. Pengaruh kompetensi pedagogik secara parsial terhadap kinerja guru yang dihasilkan adalah positif dan signifikan dengan sumbangan efektif sebesar 10,9%. Kedua variabel tersebut tidak hanya berpengaruh secara parsial, tetapi juga secara simultan yang menunjukkan bahwa supervisi akademik dan kompetensi pedagogik berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada SMP Negeri se- 59 | Supervisi Akademik danA. Ika Kusuma Wardani, dkk A. Vol. : 50-61 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Kecamatan Ulaweng di Kabupaten Bone sebesar 23,7%. Oleh karena itu, kinerja yang dihasilkan oleh guru tidak terlepas dari kontribusi supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah dan kompetensi pedagogik yang dimilikinya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin baik implementasi supervisi akademik dan kompetensi pedagogik, akan semakin meningkatkan kinerja Guru SMP Negeri di Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone. DAFTAR PUSTAKA