JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 125-132 PENGARUH KOMPENSASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA KEPADA KINERJA PEGAWAI DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PETERNAKAN PROVINSI SUMATERA SELATAN Enab Fatmawati1. Edizal AE2. Djatmiko Noviantoro3 Universitas Tridinanti1,2,3 enabfatmawati@gmail. com1, edizal64@yahoo. com2, drmikosemsi2@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan kompetensi terhadap kepuasan kerja serta dampaknya kepada kinerja pegawai di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan metode kuantitatif, perhitungan skala likert, uji Validitas dan uji Realibilitas menggunakan SEM berbasis varian dengan software Smart PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompensasi terhadap kepuasan kerja. Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja, terdapat pengaruh positif tidak langsung dan signifikan kompensasi terhadap kinerja yang dimediasi oleh kepuasan kerja dan pengaruh positif tidak langsung kompetensi terhadap kinerja yang dimediasi oleh kepuasan kerja. Artinya hubungan kompensasi, kompetensi dan kepuasan kerja secara bersama-sama dengan kinerja pegawai menunjukkan adanya korelasi yang kuat dan bersifat positif yang memberikan pengertian bahwa kinerja pegawai dapat dijelaskan atau dipengaruhi oleh kompensasi (X. , kompetensi (X. yang dimediasi melalui kepuasan Kerja (Y). Kata kunci: Kinerja. Kompensasi. Kompetensi. Kepuasan Kerja ABSTRACT This study was conducted to determine the effect of compensation and competence on job satisfaction and its impact on employee performance at the Food Security and Livestock Service of South Sumatra Province. The methods used in this study were quantitative. Likert scale calculations, validity tests, and reliability tests using variance-based SEM with Smart PLS software. The results of this study indicate that there is a positive and significant influence between compensation and job satisfaction, competence has a positive and significant influence on job satisfaction, there is an influence of job satisfaction on performance, there is a positive and significant indirect influence of compensation on performance mediated by job satisfaction, and a positive and significant indirect influence of competence on performance mediated by job satisfaction. This means that the relationship between compensation, competence, and job satisfaction, together with employee performance, shows a strong and positive correlation, indicating that employee performance can be explained or influenced by compensation (X. and competence (X. mediated through job satisfaction (Y). Keywords: Performance. Compensation. Competence. Job Satisfaction PENDAHULUAN Latar Belakang Kelancaran pembangunan nasional sangat bergantung pada kesempurnaan aparatur negara, khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan publik secara profesional dan berintegritas (Wibisono, 2. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan peternakan berkelanjutan, antara lain melalui penguatan cadangan pangan, pengendalian inflasi pangan, pencegahan stunting, serta edukasi konsumsi pangan bergizi seimbang kepada masyarakat (Badan Ketahanan Pangan. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, kinerja pegawai menjadi faktor krusial dalam mencapai target layanan publik. Menurut Sutrisno . menyatakan bahwa kinerja merupakan salah satu konsep dalam manajemen sumber daya manusia yang salah satunya dipengaruhi salah satunya oleh budaya organisasi. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan tingkat persaingan menyebabkan penelitian serta pengukuran kinerja juga menjadi krusial untuk diperhatikan. Meskipun pegawai bekerja dalam satu instansi yang sama, perbedaan kinerja dapat terjadi karena adanya perbedaan pada tempat kerja dan faktor individu pegawai. Lumbanraja & Jumjuma . , menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 125-132 antara lain kemampuan dan keahlian, motivasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja, budaya organisasi, kepemimpinan, disiplin kerja, kompetensi, serta kompensasi. Menurut Pandi . , dimensi untuk variabel kinerja (Z) mencakup hasil kerja, perilaku kerja dan sifat Kompensasi merupakan salah satu faktor penting dalam memacu semangat kerja pegawai agar dapat melaksanakan tugas secara efektif dan efisien (Pratama & Armanu, 2. Hasibuan, . , mendefinisikan kompensasi sebagai segala bentuk pendapatan yang diterima oleh karyawan baik berupa uang, barang, secara langsung maupun tidak langsung, sebagai imbalan atas jasa yang telah diberikan kepada organisasi. Kompensasi dapat berupa imbalan langsung . aji, tunjangan tunai, tunjangan hari raya, bonus, dan insenti. maupun imbalan tidak langsung yang diterima pada kondisi tertent. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengatur kebijakan kompensasi pegawai melalui Peraturan Gubernur, meliputi gaji, tunjangan jabatan, tunjangan kesehatan, dan tambahan penghasilan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja Menurut Vandist . terdapat 4 dimensi kompensasi meliputi: kesesuaian tunjangan, kecukupan tunjangan, kepuasan tunjangan, dan ketepatan waktu. Selain kompensasi, kompetensi juga menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja Kompetensi merupakan kemampuan untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang dilandasi keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan (Wibowo, 2. Kompetensi yang baik akan mendorong pegawai untuk bekerja lebih efektif, produktif, dan sesuai target yang telah ditetapkan. Menurut Sutrisno . , dimensi kompetensi kebutuhan untuk bersikap, dan kebutuhan untuk Di sisi lain, kepuasan kerja menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi kinerja Kepuasan kerja adalah penilaian mengenai sejauh mana pekerjaan dapat memenuhi kebutuhan pegawai serta perasaan pegawai terhadap pekerjaannya (AsAoad, 2. Robbins & Judge . , menambahkan bahwa kepuasan kerja juga mencakup penilaian pegawai terhadap kesesuaian antara imbalan yang diterima dengan yang diyakininya layak diterima. Menurut Luthan . , terdapat 7 dimensi untuk kepuasaan kerja mencakup isi pekerjaan, supervisi, organisasi dan manajemen, kesempatan untuk maju, gaji/insentif, rekan kerja, dan kondisi kerja Namun demikian, permasalahan seperti rendahnya pemahaman pegawai terhadap tugas, keterlambatan penyelesaian pekerjaan, serta kualitas kerja yang belum optimal masih menjadi tantangan dalam pencapaian target kinerja pegawai di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi, pelatihan, pengawasan yang efektif, serta pemberian kompensasi yang layak. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini kompensasi dan kompetensi terhadap kepuasan kerja serta dampaknya terhadap kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas layanan publik dan II. METODOLOGI PENELITIAN Locus Penelitian Locus Penelitian ini adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan yang beralamat di Jalan Kolonel H. Burlian KM. 6 No. 82 Palembang. Objek Penelitian Objek penelitian pada penelitian ini adalah Pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan berjumlah 107 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan yang di toleransi 5% di dapatkan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 85 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam hubungannya dengan teknik survey ini. Siswoyo . , lebih lanjut menyatakan survei merupakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden. Teknik Analisis Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan metode Partial Least Squares - Structural JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 125-132 Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan program SmartPLS. Metode ini dipilih karena sesuai untuk model kompleks, ukuran sampel relatif kecil, dan bertujuan eksploratif. Rentang skor dihitung dengan membagi selisih antara nilai tertinggi dan skor terendah dengan jumlah pilihan skor jawaban kuesioner. Kategori jawaban responden apabila dilakukan pengklasifikasian dapat dilakukan dengan menghitung terlebih dahulu interval . dengan rumus: ycn= ycIycoycuyc ycyceycycycnycuyciyciycn Oe ycIycoycuyc ycyceycyceycuyccycaEa 5 Oe 1 Oc yaycaycyceyciycuycycn = 1,33 Dengan interval sebesar 1,33, maka dapat dibuat 3 kategori yaitu : Tabel 1. Kategori Jawaban Nilai rata-rata . Rendah 1,00 - 2. Sedang 34 - 3,67 Tinggi 3,68 - 5,00 Kategori Sumber : (Sugiyono, 2. Keterangan: 1 Rendah * Jika Nilai rata-rata jawaban responden 1 sampai 2 dengan interval sebesar 1,33 2 Sedang * Jika Nilai rata-rata jawaban responden 2 sampai 3 dengan interval sebesar 1,33 3 Tinggi * Jika Nilai rata-rata jawaban responden 3 sampai 5 dengan interval sebesar 1,33 i. Gambar 1. Full Model 1 Setelah Kalkulasi Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan gambar 1 atas menunjukkan bahwa nilai loading factor memiliki nilai lebih besar dari 0,7, sehingga dapat dikatakan sudah memenuhi convergent validity. Average Variance Extracted (AVE) Proses selanjutnya selain dilihat dari nilai Average Variance Extracted (AVE). Nilai Average Variance Extracted (AVE) menggambarkan besarnya varian atau keragaman variable manifest yang dapat dimiliki oleh konstruk laten. Dengan demikian, semakin besar varian atau keragaman variable manifest yang dapat dikandung oleh konstruk laten, maka semakin besar representasi variable manifest terhadap konstruk latennya. Tabel 2. Average Variance Extracted (AVE) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan pada penelitian dengan teknik pengolahan data analisis inferensial menggunakan metode SEM berbasis Partial Least Square (PLS), yaitu: Convergent Validity Karena outer model Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 2 Validitas dari masingmasing konstruk diuji dengan Average Variance Extracted (AVE), konstruk dengan validitas baik karena bernilai lebih dari 0. 5 (Ghozali, 2. Dari tabel dilihat bahwa Average Variance Extracted (AVE) kompensasi (X. , kompetensi (X. , kepuasan Kerja (Y) dan kinerja (Z). JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 125-132 Discriminant Validity Uji discriminant validity dilakukan untuk memastikan bahwa setiap konsep dari masingmasing variabel laten berbeda dengan variabel Model discriminant validity yang baik jika setiap nilai loading indikator dari sebuah variabel laten lebih besar berkorelasi dengan variabel laten tersebut dibanding bila dikorelasikan dengan variabel laten lainnya. Hasil pengujian discriminant validity diperoleh pada tabel sebagai berikut: Tabel 3 Discriminant Validity Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 3 dapat dinyatakan bahwa indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah memiliki discriminant validity yang baik dalam menyusun variabelnya masingmasing. Untuk tabel discriminant Validity diatas nilai kuadrat korelasi antara konstruk. Rasio korelasi heterotrait-monotrait (HTMT) lebih tinggi dari Average Variance Extracted (AVE) menunjukkan kompensasi (X. terhadap kepuasan Kerja (Y) 0,948. Kompetensi (X. terhadap kepuasan kerja (Y) 0,928, kompensasi (X. terhadap kinerja (Z) 0,958, kompetensi (X. terhadap kinerja (Z) 0,936 dan kepuasan kerja (Y) terhadap kinerja (Z) 0,962. Construct Reliability and Validity (Reliabilitas dan Validitas Konstru. Tahap selanjutnya dilihat dari nilai Composite Relibility dan Cronbach Alpha dari masing-masing variabel seperti dilihat dari tabel Tabel 4. Composite Reliability dan Cronbach Alpha Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel 4 di atas menunjukkan bahwa nilai composite reliability semua variabel di atas 0,7 dan nilai cronbahAos alpha semua variabel di atas 0,6, sehingga semua variabel penelitian sudah menunjukkan sebagai pengukur yang fit, hal ini berarti bahwa semua item pertanyaan yang akan digunakan untuk mengukur variabel adalah reliable, dimana reliabilitas atau keandalan suatu instrumen adalah kemantapan atau stabilitas antara hasil pengamatan dengan instrumen atau pengukuran. Analisis R Square Pengujian R-squared (R. merupakan cara untuk mengukur tingkat Goodness of Fit (GOF) suatu model structural. Chin menyebutkan hasil R2 sebesar 0,67 ke atas untuk variabel laten endogen dalam model struktural mengindikasikan pengaruh variabel eksogen . ang mempengaruh. terhadap variabel endogen . ang dipengaruh. termasuk dalam kategori baik. Sedangkan jika hasilnya sebesar 0,33 Ae 0,67 maka termasuk dalam kategori sedang, dan jika hasilnya sebesar 0,19 Ae 0,33 maka termasuk dalam kategori lemah. R-Square Adjusted variabel dependen. Nilai R-Square Adjusted variabel dependen dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5. R-square Sumber: Data diolah, 2025 Dari tabel 5 di atas dapat dilihat nilai R2 untuk variabel Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi sebesar 0,922 yang artinya nilai tersebut mengidentifikasi bahwa varibel Kepuasan Kerja dapat dijelaskan oleh variabel kompensasi dan Kompetensi sebesar 92,2% sedangkan sisanya sebesar 7,8 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Sedangkan untuk nilai R2 untuk variabel Kinerja sebesar 0,952 yang artinya nilai tersebut mengidentifikasi bahwa variabel Kinerja dapat dijelaskan oleh variabel kompensasi. Kompetensi dan Kepuasan Kerja sebesar 95,2 % sedangkan sisanya sebesar 4,8 % dijelaskan oleh variabel yang tidak terdapat dalam penelitian ini. F Square Model struktural dievaluasi dengan menggunakan F-square untuk konstruk dependen. Stone-Geisser Q-square test untuk predictive relevance dan uji t serta signifikansi dari koefisien parameter jalur structural (Ghozali, 2. Dalam menilai model dengan PLS dimulai dengan melihat R-square untuk setiap variabel laten Perubahan nilai F-square dapat JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 125-132 digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap variabel laten dependen apakah mempunyai pengaruh yang Menurut Nftali . Kriteria F2 - 0. 02 -> kecil - 0. 02 Ae 0. 15 menengah - 0. 15 Ae 0. 35 besar Tabel 6. F-Square Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan kriteria tersebut maka dapat dinyatakan sebagai berikut: Kompensasi (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) memiliki F2 . masuk dalam kriteria Kompetensi (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) memiliki F2 . masuk dalam kriteria Kompensasi (X. Terhadap Kinerja (Z) memiliki F2 . termasuk dalam kriteria Kompetensi (X. Terhadap Kinerja pegawai memiliki F2 . termasuk dalam kriteria Kepuasan Kerja (Y) Terhadap Kinerja (Z) memiliki F2 . termasuk dalam kriteria Path Analysis Gambar 2. Model Fit Boot Strapping masing-masing hipotesis dapat dijelaskan seperti Hipotesis pertama: Kompensasi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, hal ini ditunjukkan oleh t-statistik 929 > 1,96 atau P-value 0. Hipotesis Kompetensi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, hal ini ditunjukkan oleh t-statistik 633 > 1,96 atau P-value 0. Hipotesis Kompensasi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (Z) pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, hal ini ditunjukkan oleh t-statistik 290 > 1,96 atau P-value 0. Hipotesis keempat: Kompetensi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (Z) pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, hal ini ditunjukkan oleh t-statistik 205 >1,96 atau P-value 0. Hipotesis Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (Z) pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, hal ini ditunjukkan oleh t-statistik 830 >1,96 atau P-value 0. Hipotesis Keenam: Ada pengaruh tak langsung yang berpengaruh positif dari Variabel Kompensasi terhadap Kinerja yang dimediasi oleh Variabel Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, hal ini ditunjukkan oleh t-statistik sebesar 3. 1,96 atau P-value 0. 001 < 0. Hipotesis ketujuh: Ada pengaruh tak langsung yang berpengaruh positif dari Variabel Kompetensi terhadap Kinerja yang dimediasi oleh Variabel Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, hal ini ditunjukkan oleh t-statistik sebesar 2. 1,96 atau P-value 0. 003 < 0. Hasil uji hipotesis melalui inner model dapat dilihat pada Gambar 2 di atas, dan hasil dari JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 125-132 Pembahasan Pengaruh Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan menggunakan SmartPLS 3. 3 seperti pada tabel 15 dimana Original Sample (O) merupakan koefisien jalur yaitu 0. 611 dan t-Statistics (|O/STDEV|) untuk menunjukkan t-hitung yaitu 929 lebih besar dari t-tabel 1,96 . -statistik > ttabe. dan P-Value 0,000 < 0,05. Pada hasil uji Hipotesis Pertama kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja. Hal ini juga didukung dengan pendapat ahli menurut Menurut Hasibuan, . kompensasi merupakan segala jenis pendapatan baik berupa uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Pengaruh Kompetensi terhadap Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan menggunakan SmartPLS 3. 3 seperti pada tabel 15 dimana Original Sample (O) merupakan koefisien jalur yaitu 0. 369 dan t-Statistics (|O/STDEV|) untuk menunjukkan t-hitung yaitu 4,633 lebih besar dari t-tabel 1,96 . -statistik > ttabe. P-Value 0,000 < 0,05. Pada hasil uji Hipotesis Kedua menunjukkan bahwa Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, membuktikan bahwa Kompetensi berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja pegawai. Hasil penelitian ini sejalan dengan Hasil dari penelitian terdahulu Sitepu et al. , . Kompetensi Kepuasan Kerja. Pengaruh Kompensasi (X. terhadap Kinerja (Z) pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan menggunakan SmartPLS 3. 3 seperti pada tabel 15 dimana Original Sample (O) merupakan koefisien jalur yaitu 0,375 dan t-Statistics (|O/STDEV|) untuk menunjukkan t-hitung yaitu 290 lebih besar dari t-tabel 1,96 . -statistik > t- tabe. dan P-Value 0,001 < 0,05. Pada hasil uji Hipotesis Ketiga menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, pengujian ini secara statistic membuktikan bahwa kompensasi berpengaruh terhadap Kinerja Hal ini juga didukung dengan pendapat ahli menurut Vandist . , tunjangan merupakan upaya perusahaan untuk memberikan imbalan kepada karyawan berupa asuransi, program kesehatan, program keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan karyawan yang diberikan oleh perusahaan selama karyawan tersebut bekerja, sakit, menganggur, dan juga tunjangan ketika meninggal yang diberikan kepada keluarga Pengaruh Kompetensi (X. terhadap Kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan menggunakan SmartPLS 3. 0 seperti pada tabel 14 dimana Original Sample (O) merupakan koefisien jalur yaitu 0. 219 dan t-Statistics (|O/STDEV|) untuk menunjukkan t-hitung yaitu 205 lebih besar dari t-tabel 1,96 . -statistik > ttabe. dan P-Value 0,028 < 0,05. Pada hasil uji Hipotesis Kompetensi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (Z) pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, pengujian ini secara statistic membuktikan bahwa Kompetensi berpengaruh positif terhadap Kinerja pegawai. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan menggunakan SmartPLS 3. 3 seperti pada tabel 17 dimana Original Sample (O) merupakan koefisien jalur yaitu 0. 403 dan t-Statistics (|O/STDEV|) untuk menunjukkan t-hitung yaitu 830 lebih besar dari t-tabel 1,96 . -statistik > ttabe. Pada hasil uji Hipotesis kelima: Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (Z) pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, hal ini ditunjukkan oleh t-statistik sebesar 3. 830 > 1,96 atau P-value 0. 000 < 0. Hipotesis Kelima menunjukkan pengujian ini secara statistik Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja pegawai. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu Pradnyana et al. , . menunjukan JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 125-132 bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja Karyawan. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Terdapat Pengaruh yang positif dan signifikan kompensasi terhadap Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, menunjukkan t-hitung yaitu 7. 929 lebih besar dari t-tabel 1,96 . -statistik > t-tabe. dan PValue 0,000 < 0,05. Terdapat Pengaruh yang positif dan signifikan Kompetensi terhadap Kepuasan Kerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, menunjukkan t-hitung yaitu 4. 633 lebih besar t-tabel 1,96 . -statistik > t-tabe. PValue 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh positif dan signifikan kompensasi terhadap Kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, menunjukkan t- hitung yaitu 3,290 lebih besar dari t-tabel 1,96 . -statistik > t-tabe. dan P-Value 0,001 < 0,05. Terdapat Pengaruh yang positif dan signifikan Kompetensi terhadap Kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, menunjukkan thitung yaitu 2. 205 lebih besar dari t-tabel 1,96 . -statistik > t-tabe. dan P-Value 0,028 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya Pengaruh positif dan signifikan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, menunjukkan t-hitung yaitu 3. lebih besar dari t-tabel 1,96 . -statistik > ttabe. dan P-Value 0,000 < 0,05. Saran Berdasarkan kesimpulan yang dihasilkan pada penelitian ini, maka penulis memberikan saran kepada beberapa pihak yang terkait sebagai 1 Memberikan kompensasi yang kompetitif, insentif kinerja yang terukur, serta penghargaan atas pencapaian kerja guna meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai. 2 Menyediakan pelatihan yang relevan, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, serta menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. 3 Melakukan evaluasi kinerja secara berkala, membangun komunikasi yang efektif antara atasan dan bawahan, serta menciptakan pengawasan yang tepat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih dalam pengaruh kompensasi dan insentif terhadap kinerja pegawai, mengingat pentingnya penghargaan yang adil dan terukur dalam meningkatkan motivasi kerja. Selain itu, perlu dilakukan studi mengenai efektivitas program pelatihan dan pengembangan terhadap peningkatan kompetensi pegawai agar intervensi yang dilakukan benar-benar berdampak pada Penelitian juga dapat difokuskan pada hubungan antara budaya kerja, lingkungan kerja yang mendukung, serta komunikasi yang efektif dengan tingkat kepuasan dan retensi pegawai, guna menciptakan iklim kerja yang kondusif dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA