ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 3. Nomor 1. Maret 2022 ISSN: 2745-827X (Onlin. KESALAHAN DALAM PEMAHAMAN OBJEK DASAR MATEMATIKA TENTANG BENTUK ALJABAR SISWA KELAS Vi SMPN 4 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Mohammad Ardani Samad1. Basuki Rahmat Masdi Siduppa2 1,2Administrasi Rumah Sakit. Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin samad@gmail. ABSTRAK Kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari matematika yang disebabkan karena salah dalam memahami materi tertentu terkadang luput dari perhatian. Bahkan dapat dilihat bahwa siswa salah memahami dan bahkan tidak paham debfab materi dasar khususnya aljabar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesalahan pemahaman objek dasar matematika siswa SMPN 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa Kelas Vi. Jenis dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang siswa kelas Vi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes diagnostik dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . kesalahan pemahaman fakta matematika siswa mencakup: kesalahan menerapkan tanda plus atau minus dan tanda kurung pada bentuk aljabar. kesalahan pemahaman konsep matematika siswa mencakup: kesalahan pemahaman konsep suku, suku sejenis dan suku tidak sejenis. kesalahan pemahaman prinsip matematika siswa mencakup: kesalahan memahami sifat-sifat yang berlaku pada bentuk aljabar. kesalahan pemahaman operasi matematika siswa mencakup: . kesalahan pemahaman dalam menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. kesalahan pemahaman dalam menyelesaikan perkalian dan pembagian bentuk aljabar. kesalahan pemahaman dalam menyederhanakan pecahan bentuk aljabar. Kata kunci: kesalahan pemahaman, objek dasar matematika, bentuk aljabar. ABSTRACT The difficulties experienced by students in learning mathematics caused by misuderstanding of the certain materials that sometimes unconcerned. It can even be seen that students misunderstand and do not even understand the basic material, especially algebra. This study aimed to describe the misunderstandings of basic mathematical objects in algebraic form of SMPN 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa. The type of this research was descriptive qualitative research. The subject of this study were 3 students on grade Vi. The technique of collecting data used diagnostic test and interview guidelines. The results of this study showed that: . misunderstandingof mathematical facts included: error in applying a plus or a minus sign and parentheses in an algebraic form. misunderstanding of mathematical concepts included: misunderstanding the concepts of terms, such as like terms and unlike terms. misunderstanding of mathematical principles included: misunderstanding about the properties of algebraic form. Misunderstanding of mathematical operation included: . misunderstanding in solving the addition and substraction of algebraic form. misunderstanding in solving the multiplication and division of algebraic form. misunderstanding in simplifying fractionsof algebraic form. Keywords: misunderstanding, basic mathematical objects, algebraic form http://journal. id/index. php/ELIPS Mohammad Ardani Samad ELIPS: Vol. No. Maret 2022 PENDAHULUAN Pengajaran matematika di Indonesia dimulai sejak tahun 1973. Ketika itu pemerintah mengganti mata ajar yang semula diberi nama berhitung dengan matematika. Sejak itulah matematika menjadi mata pelajaran wajib di setiap sekolah. Matematika adalah mata pelajaran yang senantiasa ada di setiap jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Menurut Erman Suherman . , salah satu ciri dalam matematika yaitu objek kajian yang abstrak atau sering juga disebut dengan objek mental. Objek tersebut terdiri dari fakta, konsep, operasi dan prinsip. Sifat abstrak tersebut tetap ada pada matematika Disebutkan bahwa keabstrakan objek matematika itulah yang menyebabkan seorang guru tidak mudah mengajarkan matematika. Akibatnya tidak sedikit siswa yang mengalami kesalahan dalam pemahaman dengan topik atau materi tertentu pada Seorang guru matematika sebaiknya mengurangi sifat abstrak pada proses pembelajaran sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami pelajaran matematika. Misalnya guru memberikan contoh pada kehidupan sehari-hari pada materi penjumlahan Aljabar adalah sebuah cabang yang mempelajari ilmu matematika di sekolah. Materi itu sangat penting untuk dapat dipelajari karena memiliki banyak kontribusi baik dalam matematika lanjutan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman dalam materi itu penting untuk dikuasai khususnya siswa SMP sehingga dapat menyelesaikan soal yang berkaitan dalam tingkatan selanjutnya. Akan tetapi hasil yang di dapatkan di lapangan menyatakan bahwa masih banyak kesalahan pemahaman yang dilakukan siswa pada materi aljabar. Hal itu dilihat dengan berkurangnya pemahaman matematika siswa pada materi prasyarat yang menyebabkan mereka lambat dalam memahami materi di tingkat yang lebih tinggi. Biasanya masih terdapat siswa yang bahkan kurang dalam penguasaan materi dasar seperti pada pengurangan dengan bilangan yang lebih kecil dengan bilangan yang lebih besar sehingga menghasilkan bilangan negatif, perkalian dan Semua itu bisa menghambat dalam proses pembelajaran apabila tidak diperhatikan oleh pengajar. Kemampuan dalam pemahaman matematis adalah aspek kognitif pada pembelajaran matematika. Aspek kognitif mencakup perilaku yang menekankan aspek Kemampuan d a l a m pemahaman matematis merupakan salah satu tujuan penting untuk pembelajaran, memberikan pengertian untuk materi yang diajarkan kepada siswa bukan hanya sebagai hafalan, namun lebih dari bagaimana siswa bisa lebih mengerti akan konsep materi pelajaran. Sebagaimana dari tujuan mengajar itu sendiri yaitu agar pengetahuan yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik. Pendidikan yang baik merupakan usaha yang dapat berhasil membawa siswa kepada tujuan yang ingin dicapai adalah agarbahan yang disampaikan dipahami sepenuhnya siswa. (Yusran, 2. Masih terdapat banyak kesulitan dialami siswa untuk mempelajari matematika karena salah memahami materi tersebut yang terkadang luput dari perhatian. Bahkan kita temui di sekolah menengah atas terdapat tidak sedikit siswa yang salah memahami bahkan tidak paham dengan materi dasar khususnya aljabar. Olehnya itu, peneliti tertarik mengkaji lebih lanjut tentang kesalahan pemahaman matematika siswa khususnya pada objek dasar matematika untuk materi aljabar. Dari latar belakang tersebut maka didapatkan rumusan masalah untuk penelitian merupakan bagaimana deskripsi kesalahan pemahaman objek dasar matematika tentang Kesalahan Dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Tentang Bentuk Aljabar Siswa Kelas Vi SMPN 4 Sungguminasa bentuk aljabar siswa SMP. Tujuan dalam penelitian adalah dapat mengetahui kesalahan pemahamanobjek dasar matematika tentang bentuk aljabar siswa SMP. METODE Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa Kelas Vi. Pemilihan subjek penelitian ini berdasarkan hasil tes diagnostik siswa. Diberikan tes berupa essay test sebanyak 5 nomor. Hasil dari tes tersebut menjadi acuan untuk memilih tiga orang subjek. Subjek yang dipilih berdasarkan banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan tes yang diberikan atau berdasarkan nilai atau skor yang mereka peroleh dari tes diagnostik tersebut. Ada tiga kategori subjek yaitu subjek berkemampuan tinggi yang merupakan ssiwa dengan kesalahan paling sedikit, subjek berkemampuan sedang dengan jumlah kesalahan sedang . idak terlalu banya. , subjek berkemampuan rendah dengan jumlah kesalahan paling banyak. Selanjutnya dilakukan wawancara untuk mengidentifikasi kesalahan pemahaman siswa tersebut berdasarkan tes HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Berdasarkan hasil tes diagnostik matematika siswa maka dapat dikategorikan tingkat pemahaman subjek berada pada kategori tinggi, sedang ataupun rendah. Jika hasil tes diagnostik matematika siswa terdapat sedikit kesalahan maka dikategorikan subjek tinggi, hasil tes diagnostik matematika siswa terdapat banyak kesalahan maka dikategorikan subjek rendah, dan apabila siswa dengan hasil tes diagnostik berada ditengah atau dengan kesalahan bukan paling banyak ataupun bukan paling sedikit maka dikategorikan subjek sedang. Tabel 3. 1 Subjek Dalam Penelitian Hasil Tes Diagnostik Matematika Kategori Kesalahan paling sedikit Kategori Pemahaman Subjek Tinggi Inisial Kategori kesalahan sedang Sedang AKT Kategori kesalahan paling banyak Rendah Berdasarkan tabel diatas dilihat bahwa dari tiga orang siswa yang terpilih dengan inisial NH hasil tes diagnostik matematikanya berada pada kategori kesalahan paling sedikit dan dapat dikategorikan pemahaman subjek berada pada kategori tinggi. Inisial AKT hasil tes diagnostik matematikanya berada pada kategori sedang dan dapat dikategorikan pemahaman subjek berada pada kategori sedang. Siswa yang ketiga dengan inisial WJ pada hasil tes diagnostik matematikanya berada pada kategori kesalahan paling banyak dan mempunyai pemahaman subjek pada kategori rendah. Paparan dan Tafsiran Data dari Pemahaman Subjek Kategori Tinggi Paparan Data Hasil Wawancara Untuk membandingkan antara hasil kerja tes siswa dengan hasil wawancaranya pada pemahaman subjek kategori tinggi tentang kesalahan pemahaman dalam objek dasar Mohammad Ardani Samad ELIPS: Vol. No. Maret 2022 matematika tentang bentuk aljabar maka disajikanlah validasi data sebagai berikut: Tabel 3. 2 Validasi Data Subjek Tinggi Hasil Tes Hasil Wawancara Kesesuaian Siswa mampu Siswa menyebutkan Sesuai, yaitu menunjukkan dengan dengan benar unsur- subjek tinggi tepat unsur-unsur aljabar memahami . ontoh dan bukan walaupun begitu siswa contoh dan bukan conto. dari aljabar menyebut suku sebagai contoh dalam yang merupakan suku suku sejenis dan tidak unsur-unsur variabel, koefisien adanya bentuk aljabar. dan konstanta. Namun, siswa mampu menyebutkan yang termasuk suku meskipun siswa agak kalimat yang tepat pertanyaan peneliti. Siswa mampu Siswa memahami Sesuai, yaitu menjawabnya dengan bahwa subjek tinggi Siswa dapat memahami cara mengerjakan operasi penjumlahan dan penjumlahan dan penjumlahan dan pengurangan aljabar dengan langkahaljabar, siswa terlebih aljabar. langkahyang terurut dan sistematis. Siswa sesuai dengan sifat yang ada pada perkalian bentuk Aljabar yaitu suku-suku Siswa Hanya saja belum memahami sifat apa yang digunakan yang berlaku untuk bentuk aljabar. Sesuai, yaitu siswa mampu perkalian dalam bentuk aljabar sifat distributif Kesalahan Dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Tentang Bentuk Aljabar Siswa Kelas Vi SMPN 4 Sungguminasa Siswa salah dalam pembagian dalam bentuk aljabar. Pada operasi pembagian dalam aljabar, siswa salah memahami cara atau pembagian bentuk Siswa tidak dapat dalam menyelesaikan pecahan bentuk Siswa salah memahami cara menyederhanakan dalam bentuk aljabar penyebutnya terlebih Sesuai, terdapat matematika siswa pembagian dalam bentuk aljabar. Sesuai, terdapat kesalahan operasi matematika siswa pecahan bentuk Dari tabel dapat dilihat hasil tes siswa dengan wawancara pada subjek tinggi kredibel sehingga data ini dapat dijadikan acuan dalam menganalisis kesalahan pemahaman dalam objek dasar matematika siswa tentang bentuk aljabar. Paparan dan Tafsiran Data dari Pemahaman Subjek Kategori Sedang Untuk membandingkan antara hasil kerja tes siswa dengan hasil wawancaranya pada subjek sedang tentang kesalahan pemahaman dalam objek dasar matematika tentang bentuk aljabar maka disajikanlah validasi data sebagai berikut. Tabel 3. 3 Validasi data subjek sedang Hasil Tes Hasil Wawancara Kesesuaian Siswa dapat Siswa menjawab Sesuai, siswa mengklasifikasi unsur- dengan benar yang tidak mengalami unsur aljabar seperti termasuk suku, suku, variabel, variabel, koefisien koefisien dan maupun kontanta pada terkait fakta dan konstanta pada soal soal tersebut. konsep pada soal dengan benar. Siswa salah memberi Siswa memahami Sesuai, yaitu tanda minus maupun Siswa salah plus pada operasi memahami fakta penjumlahan dan pengurangan aljabar. pengurangan bentuk pada soal ini. aljabar tetapi keliru Yaitu siswa dalam menentukan tanda minus dan plus Mohammad Ardani Samad Siswa mengerjakan perkalian bentuk aljabar dengan cara yang benar. Siswa salah mengerjakan operasi pembagian aljabar. Siswa salah dalam pecahan bentuk ELIPS: Vol. No. Maret 2022 serta tanda kurung ketika dioperasikan. tanda positif/ negatif atau fungsi tanda Kurung pada bentuk aljabar. Siswa dapat menjelaskan cara mengerjakan soal perkalian bentuk aljabar sesuai dengan sifat distributif pada perkalian, hanya saja tidak mengetahui nama dari sifat yang digunakan tersebut. Siswa salah memahami prosedur mengerjakan pembagian bentuk Siswa terlebih dengan suku sejenis diberi penyebut 1 dengan alasan supaya dapat dibagi. Siswa dapat dengan pembilang antara pembilang dan penyebut dengan Siswa juga mengurangkan suku yang tidak sejenis. Sesuai, yaitu siswa dapat perkalian aljabar dengan benar sesuai dengan sifat distributif pada perkalian Sesuai, yaitu siswa salah terkait pembagian bentuk aljabar. Sesuai, adalah salah memahami n pecahan bentuk Dari tabel dapat dilihat hasil tes siswa dengan hal wawancara pada subjek sedang kredibel sehingga data ini dapat dijadikan acuan dalam menganalisis kesalahan pemahaman dalam objek dasar matematika siswa tentang bentuk aljabar. Paparan dan Tafsiran Data dari Pemahaman Subjek Kategori Rendah Untuk membandingkan antara hasil kerja tes siswa dengan hasil wawancaranya pada subjek rendah tentang kesalahan pemahaman dalam objek dasar matematika tentang bentuk aljabar maka disajikanlah validasi data sebagai berikut. Tabel 3. 4 Validasi data subjek sedang Hasil Tes Hasil Wawancara Kesesuaian Siswa menuliskan Pada Sesuai. Kesalahan Dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Tentang Bentuk Aljabar Siswa Kelas Vi SMPN 4 Sungguminasa unsur-unsur yang konstanta benar, menentukan yang termasuk suku. wawancara siswa mampu menjawab dengan benar yang termasuk variabel. Tetapi menentukan suku siswa terkait konsep suku untuk bentuk Siswa suku-suku sejenis jawaban akhirnya suku-suku yang Tanda minus dan Siswa penjumlahan dan bentuk aljabar. Dia a, sehingga pada hasil akhirnya ia suku yang tidak Sesuai, yaitu operasi atau pada bentuk Siswa salah dalam bentuk aljabar. Siswa prinsip atau sifat ada pada perkalian Sesuai, yaitu Siswa salah dalam bentuk aljabar. Siswa Sesuai, yaitu masingmasing pangkat dari pembagian Mohammad Ardani Samad ELIPS: Vol. No. Maret 2022 Siswa salah dalam n bentuk aljabar. Siswa pengurangan dua bilangan negatif Sesuai, siswa aljabar terkait akan bentuk Dari tabel dapat dilihat hasil tes siswa dengan hal wawancara pada subjek rendah kredibel sehingga data ini dapat dijadikan acuan dalam menganalisis kesalahan dalam pemahaman objek dasar matematika siswa tentang bentuk aljabar. PEMBAHASAN Pada bagian ini akan dijawab pertanyaan penelitian terkait Aubagaimanakah deskripsi kesalahan dalam pemahaman objek dasar matematika siswa tentang bentuk aljabarAy. Kesalahan dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Subjek Tinggi tentang Bentuk Aljabar Dari paparan dan analisis data maka dapat diungkapkan deskripsi kesalahan dalam pemahaman objek dasar matematika siswa khususnya subjek tinggi dengan mengacu pada indikator yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut : Kesalahan Pemahaman Fakta Matematika Berdasarkan hasil kerja dan wawancara yang diperoleh dari siswa ditemukan bahwa pemahaman subjek pada kategori tinggi tidak mengalami kesalahan dalam pemahaman fakta matematika, di mana setiap simbol, tanda kurung dan tanda yang lain dipahami dengan benar. Kesalahan dalam Pemahaman Konsep Matematika Pada mengklasifikasikan contoh dan bukan contoh unsur pada bentuk aljabar, subjek tinggi juga tidak mengalami kesalahan dalam pemahaman terkait konsep matematika bentuk aljabar seperti, variabel, koefisien, konstanta dan Kesalahan Pemahaman Operasi Matematika Subjek tinggi salah memahami prosedur dalam menyelesaikan operasi pembagian pada bentuk aljabar. Begitu pula dalam menyederhanakan pecahan pada bentuk aljabar, subjek tinggi juga salah memahami langkahlangkah penyelesaiannya. Kesalahan dalam Pemahaman Prinsip Matematika Subjek tinggi salah dalam memahami sifat operasi matematika dalam bentuk aljabar. Kemudian kesalahan dalam pemahaman prinsip yang lain merupakan pada indikator yang mengaitkan antara satu konsep dengan Kesalahan Dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Tentang Bentuk Aljabar Siswa Kelas Vi SMPN 4 Sungguminasa konsep lainnya. Pada kasus ini mengaitkan konsep/operasi penjumlahan dengan pembagian bentuk aljabar tentang suku sejenis dan tidak sejenis. Siswa menganggap x2 dan x3 merupakan suku sejenis pada penjumlahan tetapi suku tidak sejenis pada pembagian bentuk aljabar. Dari Uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Kesalahan Pemahaman Objek Dasar Matematika Subjek Tinggi Mengacu pada uraian yang dianalisis dan dikaji lebih lanjut serta indikator kesalahan pemahaman objek dasar matematika siswa, maka subjek tinggi tidak mengalami kesalahan pemahaman pada fakta dan konsep matematika terkait bentuk aljabar, tetapi terdapat kesalahan pemahaman pada operasi dan prinsip Kesalahan operasi pada subjek tinggi terkait prosedur penyelesaian pembagian dan pecahan bentuk aljabar. Adapun kesalahan dalam pemahaman prinsip matematika subjek tinggi terdapat kesalahannya membedakan sifat-sifat yang ada pada operasi aljabar tersebut. Kesalahan prinsip yang lain merupakan indikator yang mengaitkan antara satu konsep dengan konsep lainnya. Dalam kasus ini subjek tinggi salah memahami keterkaitan konsep suku pada penjumlahan dan pembagian bentuk aljabar. Kesalahan dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Subjek Sedang tentang Bentuk Aljabar Berdasarkan paparan dan analisis data maka dapat diungkapkan deskripsi kesalahan dalam pemahaman objek dasar matematika siswa khususnya subjek sedang dengan mengacu pada indikator yang telah ditetepkan yaitu sebagai berikut : Kesalahan Pemahaman Fakta Matematika Subjek sedang salah memahami penentuan tanda positif dan atau negatif serta penerapan tanda kurung dalam menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Kesalahan dalam Pemahaman Konsep Matematika Subjek sedang mampu menyatakan ulang konsep yang telah ia pelajari. Dapat memaparkannya dengan kalimat yang jelas contoh atau kontra contoh pada unsur-unsur bentuk aljabar, sehingga bisa disimpulkan subjek sedang tidak memiliki kesalahan pemahaman konsep matematika pada bentuk aljabar. Kesalahan dalam Pemahaman Operasi Matematika Subjek sedang salah memahami sifat-sifat operasi yang berlakupada bentuk Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Kesalahan Pemahaman Objek Dasar Matematika Subjek Sedang Mengacu pada uraian yang dianalisis dan dikaji lebih lanjut serta indikator kesalahan dalam pemahaman dasar objek matematika siswa, maka subjek sedang tidak mengalami kesalahan dalam pemahaman konsep matematika, namun salah memahami fakta, operasi dan prinsip matematika pada bentuk aljabar. Kesalahan dalam pemahaman fakta matematika terkait tanda negatif/positif dan fungsi tanda kurung pada soal sehingga dapat berpengaruh pada operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Kemudian kesalahan dalam pemahaman operasi siswa pada penyelesaian pembagian dan pecahan bentuk aljabar. Adapun kesalahan dalam pemahaman prinsip subjek sedang adalah kesalahan dalam membedakan sifat-sifat yang ada pada operasi bentuk aljabar. Mohammad Ardani Samad ELIPS: Vol. No. Maret 2022 Kesalahan dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Subjek Rendah pada Bentuk Aljabar Berdasarkan paparan dan analisis data maka dapat diungkapkan deskripsi kesalahan pemahaman objek dasar matematika siswa khususnya subjek rendah dengan mengacu pada indikator yang telah ditetapkan yaitu sebagai berikut : Kesalahan Pemahaman Fakta Matematika Melihat hasil kerja dan wawancaranya, subjek rendah salahmemahami fungsi tanda negatif ataupun positif pada soal. Kesalahan Pemahaman Konsep Matematika Pemahaman konsep matematika subjek rendah khususnya unsur- unsur dalam bentuk aljabar cukup bagus. Subjek rendah memahami konsep variabel, koefisien dan konstanta dengan benar. Tetapi salahmemahami konsep suku dalam bentuk aljabar. Kesalahan dalam Pemahaman Operasi Matematika Terdapat banyak kesalahan dalam pemahaman subjek rendah terkait operasi pada bentuk aljabar. Seperti pada penjumlahan dan pengurangan, siswa salah mengoperasikan bilangan lebih kecil dikurangkan antara bilangan yang lebih besar, yaitu 13a -21a=8a yang seharusnya negatif. Pada perkalian bentuk aljabar, subjek rendah pun tidak memahami cara Subjek rendah langsung mengalikan variabel dengan variabel dan angka dengan angka, begitupula pada pembagian dan pecahan bentuk aljabar. Kesalahan Pemahaman Prinsip Matematika Subjek yang rendah salah dalam menyelesaikan operasi untuk bentuk aljabar maka akan sulit dalam memahami sifat-sifat atau prinsip matematika yang berlaku dalam bentuk aljabar. Pada operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar, siswa mula-mula mengerjakannya dengan mengelompokkan suku sejenis terlebih dahulu tapi pada hasil akhir tetap menjumlahkan atau mengurangkan suku tidak sejenis. Ketika ditanya pada sesi wawancara, subjek rendah mengaku mengerjakannya sebagaimana yang dicontohkan guru, mengelompokkannya terlebih dahulu. Tapi subjek tidak memahami alasan pengelompokkan suku sejenisnya, sehingga di akhir jawaban tetap mengoperasikan suku- suku tidak sejenis. Dari uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Kesalahan Pemahaman Objek Dasar Matematika Subjek Rendah Mengacu pada uraian yang dianalisis dan dikaji lebih lanjut serta indikator kesalahan dalam pemahaman objek dasar matematika siswa, maka subjek rendah mengalami kesalahan dalam pemahaman di hampir semua objek dasar matematika. Subjek rendah hanya dapat membedakan unsur pada bentuk aljabar, kecuali konsep tentang suku. Jadi subjek rendah salah dalam memahami fakta, operasi dan prinsip matematika pada bentuk aljabar. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan dari hasil dan pembahasan maka disimpulkan bahwa kesalahan dalam pemahaman objek dasar matematika pada bentuk aljabar adalah sebagai berikut: Kesalahan Dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Tentang Bentuk Aljabar Siswa Kelas Vi SMPN 4 Sungguminasa . Kesalahan dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Subjek Berkemampuan Tinggi untuk Bentuk Aljabar Kesalahan dalam Pemahaman Unsur-unsur Bentuk Aljabar adalah Subjek berkemampuan tinggi tidak mengalami kesalahan pemahaman subjek tinggi terkait unsur-unsur bentuk aljabar. Kesalahan dalam Pemahaman Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar adalah Tidak terdapat kesalahan dalam pemahaman subjek tinggi terkait penjumlahan pengurangan bentuk aljabar. Kesalahan dalam Pemahaman Perkalian Bentuk Aljabar adalah Subjek tinggi mengerjakan perkalian bentuk aljabar sesuai dengan sifat distributif yang ada pada perkalian tersebut. Kesalahan Pemahaman Pembagian Bentuk Aljabar adalah subjek tinggi salah dalam memahami operasi matematika pembagian dalam bentuk Kesalahan Pemahaman untuk Menyederhanakan Bentuk Aljabar adalah subjek tinggi juga salah memahami operasi matematika untuk menyederhanakan pecahan bentuk aljabar. Kesalahan dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Subjek Berkemampuan Sedang pada Bentuk Aljabar Kesalahan Pemahaman Unsur-unsur Bentuk Aljabar adalah Tidak terdapat kesalahan pemahaman terkait unsur bentuk aljabar. Kesalahan Pemahaman Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar adalah subjek sedang salah memahami fakta matematika terkait fungsi tanda kurung dan tanda positif/negatif pada soal tersebut. Kesalahan Pemahaman Perkalian Bentuk Aljabar adalah subjek sedang benar dalam mengoperasikan perkalian bentuk aljabar tetapi salah memahami prinsip yang berlaku pada soal ini. Kesalahan Pemahaman Pembagian Bentuk Aljabar adalah subjek sedang juga mengalami kesalahan pemahaman operasi pembagian untuk bentuk Kesalahan dalam Pemahaman untuk Menyederhanakan Bentuk Aljabar adalah subjek sedang salah memahami operasi matematika yaitu menyederhanakan bentuk pecahan aljabar. Kesalahan dalam Pemahaman Objek Dasar Matematika Subjek Berkemampuan Rendah untuk Bentuk Aljabar Kesalahan dalam Pemahaman Unsur-unsur Bentuk Aljabar adalah Terdapat kesalahan pemahaman konsep salah satu unsur-unsur bentuk aljabar yaitu Kesalahan Pemahaman Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar adalah subjek rendah salah memahami prinsip dan operasi matematika pada penjumlahandan pengurangan pada bentuk aljabar. Kesalahan dalam Pemahaman Perkalian Bentuk Aljabar adalah Subjek rendah menyelesaikan perkalian bentuk aljabar tidak sesuai dengan sifat yang dimiliki operasi tersebut. Kesalahan Pemahaman Pembagian Bentuk aljabar adalah subjek rendah yang salah memahami operasi matematika pada pembagaian bentuk Mohammad Ardani Samad ELIPS: Vol. No. Maret 2022 Kesalahan Pemahaman dalam Menyederhanakan Bentuk Aljabar adalah subjek rendah salah memahami operasi bentuk aljabar terkait menyederhanakan bentuk-bentuk aljabar. Saran Berdasarkan pada pembahasan deskripsi kesalahan dalam pemahaman objek dasar matematika tentang bentuk aljabar dan kesimpulan di atas maka saran- saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut. Kepada guru agar lebih memperkenalkan unsur-unsur yang ada pada aljabar dan memberikan banyak contoh dan bukan contoh sehingga siswa bisa memahami konsep matematika terkait unsur-unsur bentukaljabar dengan baik. Guru sebaiknya dapat memberikan lebih banyak soal-soal aplikasi yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari kepada siswa sehingga mereka bukan hanya dapat menyelesaikan soal-soal bentuk aljabar tetapi juga memahami penggunaannya untuk kehidupan sehari-hari sehingga dapat memberikan semangat dan motivasi kepada siswa agar belajar matematika. Hendaknya memberikan dukungan dan bimbingan khusus kepada siswa yang kurang dalam matematika dasar sehingga mereka tidak terus- menerus mengalami kesalahan pemahaman dalam matematika yang ujung-ujungnya membuat mereka tidak menyukai matematika. Kepada peneliti lain yang juga membahas terkait kesalahan pemahaman matematika, disarankan melakukan penelitian untuk lebih lanjut mengenai kesalahan pemahaman yang mungkin dilakukan siswa dan bisa ditambahkan dengan solusi-solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasinya. Mengingat penelitian ini hanya terfokus pada kesalahan pemahaman pada objek dasar DAFTAR PUSTAKA