Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 12– 18, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) Pengembangan Transportasi Wisata sebagai Sarana Edukasi dan Promosi Pariwisata Lokal: Studi Kasus Angkutan Wisata JELITA di Kabupaten Jember Reza Yoga Anindita1,Dewi Yulia Ningsih2, Novia Agustina Maulia3, Rufaida Ayu Dwiyanti4, Daryansyah Lesmana Putra5 1,2,3,4,5 Politeknik Keselamatan Trnasportasi Jalan, Tegal e-mail: reza@pktj.ac.id ,2dewiyulianingsih512@gmail.com, 3noviaagustinam@gmail.com, 4 fidafidaayu@gmail.com, 5daryansyahdota3@gmail.com 1 Received 2 Mei 2025; Reviewed 19 Mei 2025; Accepted 31 Mei 2025 Journal Homepage: http://ktj.pktj.ac.id/index.php/jat DOI:10.46447/jat.v3i1.677 Abstract This study evaluates the SI JELITA program (Students Join Jember City Tour), a collaborative initiative between the Transportation Department and Tourism Department of Jember Regency launched to develop the region’s tourism potential. The program provides tourist transportation services for students and local communities, covering various educational, historical, cultural, religious, and recreational destinations in the Jember area. The SI JELITA bus, operating four times a week, is equipped with 24 seats and supported by two Transportation Department employees and a tour guide. This descriptive research demonstrates how transportation becomes an important component in improving accessibility and attractiveness of tourist destinations, with SI JELITA serving as an educational tool introducing the community to tourism potential and local values in Jember Regency. The program not only supports the development of the tourism sector as a source of regional income but also increases awareness of the importance of preserving local culture and history. Keywords: Tourism, Transportation, Accessibility Abstrak Penelitian ini mengkaji program SI JELITA (Siswa Ikut Jember Keliling Kota), sebuah program kolaborasi antara Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember yang diluncurkan untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah. Program ini menyediakan Reza Yoga Anindita1,Dewi Yulia Ningsih2, Novia Agustina Maulia3, Rufaida Ayu Dwiyanti4, Daryansyah Lesmana Putra5, 12 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 12– 18, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) layanan angkutan wisata bagi pelajar dan masyarakat lokal yang mencakup berbagai destinasi wisata edukasi, sejarah, budaya, religi, dan rekreasi di wilayah Jember. Bus SI JELITA, yang beroperasi empat kali seminggu, dilengkapi dengan 24 kursi dan didukung oleh dua pegawai Dinas Perhubungan serta seorang pemandu wisata. Penelitian deskriptif ini menunjukkan bagaimana transportasi menjadi komponen penting dalam meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik destinasi wisata, dengan SI JELITA berperan sebagai sarana edukasi yang memperkenalkan masyarakat terhadap potensi wisata dan nilai-nilai lokal di Kabupaten Jember. Program ini tidak hanya mendukung pengembangan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan daerah, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan sejarah lokal. Kata Kunci: Pariwisata, Transportasi, Aksesibilitas PENDAHULUAN . Pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas yang memiliki peran penting dalam kegiatan perekonomian suatu negara (Nugroho & Basuki, 2018). Program pengembangan dan pendayagunaan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi (Salambue et al., 2020). Pariwisata yang baik dapat memberikan dampak postif bagi masyarakat yang tinggal di daerah tujuan wisata. Keberhasilan pariwisata tercermin dari penerimaan pemerintah di sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan sektor lainnya (Ristianti, 2016). Daya tarik pariwisata tidak terlepas dari panduan konektivitas moda-moda transportasi publik yang menjangkau suatu destinasi wisata dengan mudah (Utami, 2020). Aksesibilitas memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu destinasi wisata (Raharjo et al., 2023). Transportasi merupakan salah satu komponen penting untuk menunjang pertumbuhan pariwisata dan keberadaan alat transportasi yang memadai akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk menjangkau tempat-tempat wisata yang ingin dikunjungi (Tanamal & Nurlaily Kadarini, 2018). Jember adalah sebuah wilayah kabupaten yang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Jawa Timur yang terbagi menjadi 31 kecamatan terdiri atas 28 kecamatan dengan 226 desa dan 3 kecamatan dengan 22 kelurahan (BPS, 2024). Sebagai kota pendidikan, Kabupaten Jember menarik banyak pendatang dari berbagai daerah. Kondisi tersebut menjadi potensi besar karena banyaknya pelancong yang ingin menjelajahi Kabupaten Jember sebagai tujuan wisata dalam beberapa tahun kedepan. Menurut Undang-Undang No.10/2009 tentang kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Pariwisata adalah keseluruhan elemen yang terkait Reza Yoga Anindita1,Dewi Yulia Ningsih2, Novia Agustina Maulia3, Rufaida Ayu Dwiyanti4, Daryansyah Lesmana Putra5, 13 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 12– 18, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) didalamnya berupa wisatawan, daerah tujuan wisata, perjalanan, industri wisata dan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan wisata (Salambue et al., 2020). Sarana untuk wisatawan bergerak dari tempat asal menuju ke suatu objek wisata tetapi juga bergerak mengunjungi objek wisata lainnya memerlukan ketersedian infrastruktur yang memadai (Ramadhan & Widjonarko, 2022). Ketersedian transportasi sangat penting dalam industri pariwisata dan dibutuhkan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan pemerintah. Pemerintah berperan sebagai fasilitator yang bertanggung jawab dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan terkait pengembanagan objek wisata dan daya tariknya. Daya tarik wisata merupakan modal dasar untuk meningkatkan dan mengembangkan objek wisata karena daya tarik inilah yang menjadi alasan utama wisatawan mengunjungi destinasi. Sebagian besar sistem transportasi yang melayani pariwisata mengabaikan unsur keberlanjutan atau penilaian dampak lingkungannya (Setiawan et al., 2019). Transportasi memiliki peranan esensial dalam industri pariwisata terutama dalam menyediakan eksesibilitas dengan pengembangan jaringan infrastruktur transportasi dan peningkatan konektivitas antar fasilitas wisata merupakan strategi untuk meningkatkan aksesibilitas destinasi (Utami, 2020). Infrastruktur transportasi yang berkualitas serta aksesibilitas yang baik menjadi pertimbangan utama wisatawan dalam memilih tujuan wisata (Narwastuti et al., 2024). Sektor pariwisata diharapkan mampu memainkan peran sebagai sumber pendapatan daerah dan devisa negara, pencipta lapangan pekerjaan, sekaligus sarana melestarikan nilai-nilai tradisional melalui nilai baru maupun pengalaman baru (Purnawati & Aprillianti, 2024). Wisatawan akan berkunjung apabila tersedia layanan pariwisata yang memadai, dengan transportasi sebagai komponen pendukung utama dalam pengembangan pariwisata dengan sistem angkutan umum sebagai aset vital yang dibutuhkan untuk meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas (Utami, 2020). Untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Jember telah meluncurkan program Jember Keliling KotaI (JELITA) yaitu layanan angkutan wisata yang ditujukan untuk masyarakat lokal dan pendatang yang menawarkan pengalamanan keliling kota dengan rute yang mencangkup berbagai destinasi wisata. Bus JELITA menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami lebih dalam berbagai industri pariwisata. Pemerintah Kabupaten Jember bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk menjamin armada transportasi yang memenuhi standar teknis dan kelayakan operasional. Meskipun demikian, terdapat kendalam untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata lokal, karena belum banyak warga yang memahami nilai sejarah serta daya tarik wisata di Kabupaten Jember. Oleh karena itu, program ini diharapkan bisa meningkatkan antusiasme masyarakat uuntuk lebih mengenal, mengunjungi, dan mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Jember. Reza Yoga Anindita1,Dewi Yulia Ningsih2, Novia Agustina Maulia3, Rufaida Ayu Dwiyanti4, Daryansyah Lesmana Putra5, 14 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 12– 18, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) METODE Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Jember dan berhasil mengumpulkan informasi terkait Program SI JELITA (Siswa Ikut Jember Keliling Kota), yaitu program kolaboratif antara Dinas Perhubungan Kabupaten Jember dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap operasional bus SI JELITA, wawancara semi-struktur dengan pegawai Dishub, pemandu wisata, serta dokumentasi berupa foto dan laporan operasional. Analisis data dilakukan secara induktif melalui coding dan identifikasi tema utama. HASIL DAN PEMBAHASAN Program kolaborasi antara Dinas Perhubungan Kabupaten Jember dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember bernama SI JELITA (Siswa Ikut Jember Keliling Kota). Program ini merupakan layanan angkutan wisata yang ditujukan untuk pelajar dan masyarakat lokal Kabupaten Jember. SI JELITA menawarkan pengalaman berkeliling kota dengan rute yang mencangkup berbagai destinasi wisata edukasi, sejarah, budaya, religi, dan pendidikan di wilayah Jember. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan masyarakat terutama pelajar terhadap potensi wisata dan nilai-nilai lokal y ang ada, sekaligus untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan sejarah lokal. Selain itu, layanan ini juga berperan dalam mendukung pariwisata lokal dengan memberikan akses mudah dan gratis bagi masyarakat yang ingin mengenal dalam tentang kekayaan Jember. Program SI JELITA beroperasi sebanyak 4 (empat) kali dalam seminggu, yang terbagi atas 2 hari weekday (Senin dan Rabu), dan 2 hari weekend (Sabtu dan Minggu). Gambar 1. Bus SI JELITA (Siswa Ikut Jember Keliling Kota) Bus SI JELITA (Siswa Ikut Jember Keliling Kota) merupakan aset Pemerintah Kabupaten Jember sejak tahun 2020 yang berwarna dasar putih, memiliki tempat duduk total 24 kursi dan dalam pelaksanaan programnya melibatkan 2 orang pegawai Dinas Perhubungan yang terdiri dari seorang sopir dan seorang pendamping, serta didukung oleh seorang pemandu wisata yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Reza Yoga Anindita1,Dewi Yulia Ningsih2, Novia Agustina Maulia3, Rufaida Ayu Dwiyanti4, Daryansyah Lesmana Putra5, 15 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 12– 18, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Kabupaten Jember untuk program. ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) memberikan pengetahuan dan membantu kelancaran Program Bus SI JELITA di Kabupaten Jember untuk meningkatkan aksesibilitas dan promosi pariwisata Derah, dengan proses penggunaan yang sangat inklusif, hanya memerlukan Kartu Tanda Penduduk tanpa syarat khusus lainnya, sehingga memungkinkan warga menentukan jadwal berwisata yang fleksibel. Bus ini beroperasi dengan rute perjalanan yang dimulai dan diakhiri di titik 0 Kilometer di sekitar Masjid Jami’ Al-Baitul Amien Alun-Alun Jember, dengan tujuan menggabungkan aspek transportasi, edukasi, dan pelestarian nilai-nilai kultural secara terintegrasi. Prosedur Pelaksanaan Program SI JELITA 1. Masyarakat dapat melihat jadwal program SI JELITA yang diposting di akun media sosial berupa Instagram dari Dinas Perhubungan Kabupaten Jember. Kemudian dapat mendaftarkan diri dengan menghubungi nomor WhatsApp center yang tertera. Setelah itu, masyarakat akan menerima konfirmasi tentang jadwal keberangkatan dari tenggapan admin program SI JELITA. 2. Jika kuota masih ada, masyarakat dapat mengajukan permintaan jadwal wisata. 3. Penumpang harus tiba pada jam dan lokasi penjemputan yang telah ditentukan. 4. Berangkat menuju tempat tujuan destinasi wisata sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Kemudian pulang diantarkan kembali ke titik penjemputan. KESIMPULAN Program SI JELITA (Siswa Ikut Jember Keliling Kota) merupakan inovasi kolaboratif antara Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember dalam pengembangan sektor pariwisata guna mengatasi tantangan aksesibilitas transportasi melalui layanan angkutan wisata gratis yang mencakup destinasi edukasi, sejarah, budaya, religi, dan rekreasi di Kabupaten Jember. Program ini mempresentasikan paradigma baru pengembangan transportasi dengan strategi pariwisata pengembangan yang mengintegrasikan pariwisata layanan berkelanjutan, serta menghasilkan inovasi pelayanan publik yang berdampak positif bagi pembangunan daerah. UCAPAN TERIMA KASIH Keberhasilan dalam penulisan artikel ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan membantu penelitian kami hingga selesai. Kami menyadari bahwa artikel ini masih memiliki banyak kekurangan yang perlu perbaikan di masa mendatang. Reza Yoga Anindita1,Dewi Yulia Ningsih2, Novia Agustina Maulia3, Rufaida Ayu Dwiyanti4, Daryansyah Lesmana Putra5, 16 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 12– 18, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) DAFTAR PUSTAKA BPS. (2024). Jember Dalam Angka 2024. Jember: Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. Narwastuti, P. N., Rahayu, P., & Pujantiyo, B. S. (2024). Analisis Aksesibilitas Pariwisata Menuju Kawasan Objek Wisata (Studi Kasus: Kawasan Wisata Air Di Kecamatan Polanharjo) Priscila Nila Narwastuti 1 , Paramita Rahayu 1 , Bambang S. Pujantiyo 1. 25(4), 52–67. Nugroho, W. S., & Basuki, I. (2018). Penataan Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (Akdp) Berbasis Obyek Wisata Wulan. Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi. Purnawati, L., & Aprillianti, V. (2024). Strategi Pemerintah Desa dalam Pengembangan Pariwisata Alam di Desa Winong Kabupaten Tulungagung Village Government Strategy in Developing Natural Tourism in Winong Village, Tulungagung Regency . 9(2), 273–283. Raharjo, E. P., Adidana, I. K. S. P., Candrarahayu, A. M., & Fitasari, Y. (2023). Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Transportasi dalam Mendukung Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Provinsi Bali. Jurnal Teknologi Transportasi Dan Logistik, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.52920/jttl.v4i1.103 Ramadhan, Z., & Widjonarko, W. (2022). Prioritas Pemilihan Moda transportasi Wisata Menuju Objek Wisata Lawang Sewu, Kota Semarang. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 11(4), 287–295. https://doi.org/10.14710/tpwk.2022.32813 Ristianti, N. S. (2016). Pengembangan Kajian Kebutuhan Pariwisata Di Kota Transportasi Salatiga. Dalam Ruang, Mendukung 2(2), 96–103. http://ejournal2.undip.ac.id/INDEX.PHP/RUANG Salambue, R., Fatayat, Mahdiyah, E., & Andriyani, Y. (2020). Development of Tourism Object Attractions in Teluk Jering, Tambang District, Kampar Regency (Pengembangan Daya Tarik Objek Wisata Teluk Jering, Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar). Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin E-ISSN, 4(1), 9– 18. Setiawan, T. H., Putro, H. P. H., & . P. (2019). Model Pengembangan Angkutan Umum Kawasan Wisata Dieng Jawa Tengah. Jurnal Transportasi, 19(1), 49–58. Reza Yoga Anindita1,Dewi Yulia Ningsih2, Novia Agustina Maulia3, Rufaida Ayu Dwiyanti4, Daryansyah Lesmana Putra5, 17 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 12– 18, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) https://doi.org/10.26593/jt.v19i1.3262.49-58 Tanamal, R., & Nurlaily Kadarini, S. (2018). Perencanaan Angkutan Pariwisata Kota Pontianak. JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang, 5(3), 1–10. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JMHMS/article/view/25311 Utami, A. L. (2020). Potensi Transportasi Umum Dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Kota Palangka Raya. Jurnal Transportasi, 20(3), 201–212. https://journal.unpar.ac.id/index.php/journaltransportasi/article/view/4467 Reza Yoga Anindita1,Dewi Yulia Ningsih2, Novia Agustina Maulia3, Rufaida Ayu Dwiyanti4, Daryansyah Lesmana Putra5, 18