Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2829-2502. p-ISSN: 2829-260X. Hal. DOI: https://doi. org/10. 56910/jumbiwira. Tersedia: https://jurnal-stiepari. id/index. php/jumbiwira Analisis Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Membangun Peningkatan UMKM dengan Pendekatan Ekonomi dan Teknologi Informasi di Desa Lau Buluh Kecamatan Kuta Buluh Abdul Malik Karim Amrullah1*. Agustami Daulay2. Nadita Syahfrida3. Noni Artiya Syahputri4. Nuriza Dora5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,Universitas Islam Negeri Sumatera Utara *Penulis Korespondensi: amrulmalikkarim12@gmail. com 1* Abstract:This study aims to examine in depth the contribution of UINSU Community Service Program (KKN) students in developing Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. in Lau Buluh Village by using economic approaches and information technology. Through mentoring, training, and community empowerment activities, students play a crucial role in helping MSMEs manage their businesses in a more focused manner. This role includes assistance in business planning, administrative management, improving marketing strategies, and implementing digital technology in daily business activities. One of the students' tangible contributions is seen in the use of social media as a means of product promotion, which can expand the market reach beyond the village In addition, students are also introduced to a simple financial recording application so that MSMEs can manage cash flow more regularly and transparently. This program has had a positive impact in terms of increasing knowledge, skills, and awareness of business actors regarding the importance of innovation in maintaining business continuity. Although there are still obstacles, especially in adapting to the use of digital technology, the results obtained indicate that there is a significant opportunity to develop digital-based MSMEs at the village level. Thus, this study confirms that KKN students have a strategic role as agents of change in strengthening the economic empowerment of rural communities. Keywords: Business Innovation. Economic Approach. Information Technology. Lau Buluh Village. UMKN. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UINSU dalam upaya pengembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lau Buluh dengan memanfaatkan pendekatan ekonomi serta teknologi informasi. Melalui kegiatan pendampingan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa berperan penting dalam membantu pelaku UMKM mengelola usaha secara lebih terarah. Peran tersebut mencakup pendampingan dalam perencanaan usaha, pengelolaan administrasi, peningkatan strategi pemasaran, hingga penerapan teknologi digital dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Salah satu kontribusi nyata mahasiswa terlihat pada pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk, yang mampu memperluas jangkauan pasar ke luar wilayah desa. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan aplikasi pencatatan keuangan sederhana agar pelaku UMKM dapat mengelola arus kas secara lebih sistematis dan Program ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya inovasi dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Walaupun masih terdapat hambatan, terutama dalam adaptasi penggunaan teknologi digital, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat peluang besar untuk mengembangkan UMKM berbasis digital di tingkat desa. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa mahasiswa KKN memiliki peranan strategis sebagai agen perubahan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Kata kunci : Desa Lau Buluh. Inovasi Bisnis. Pendekatan Ekonomi. Teknologi Informasi. UMKM. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian pesat telah menjadi salah satu faktor dominan dalam pertumbuhan ekonomi global. Di Indonesia sendiri. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran sentral sebagai penopang utama perekonomian nasional, karena mampu menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan Meski demikian, pelaku UMKM di wilayah pedesaan masih kerap menghadapi berbagai kendala, terutama terkait manajemen usaha, pengelolaan keuangan, strategi Naskah Masuk: 27 Agustus, 2025. Revisi: 10 September, 2025. Diterima: 24 September, 2025. Tersedia: 30 September, 2025 Analisis Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Membangun Peningkatan UMKM dengan Pendekatan Ekonomi dan Teknologi Informasi di Desa Lau Buluh Kecamatan Kuta Buluh pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital. Dalam menghadapi tantangan tersebut, keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi sangat penting. Kegiatan KKN memberi ruang bagi mahasiswa untuk turun langsung mendampingi masyarakat desa, khususnya dalam bidang ekonomi dan penerapan teknologi informasi. Upaya peningkatan kapasitas masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang Artikel ini berfokus pada analisis peran mahasiswa KKN UINSU dalam mendukung pengembangan UMKM di Desa Lau Buluh dengan pendekatan ekonomi dan teknologi informasi. Kajian Teori Konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat. Program ini menjadi sarana pengabdian perguruan tinggi melalui berbagai kegiatan, seperti pemberdayaan, pelatihan, bimbingan, dan pendampingan. Melalui KKN, mahasiswa turut membantu masyarakat menggali potensi yang ada sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup serta mendukung pembangunan di lingkungan desa maupun daerah tempat mereka bertugas (Puspitosari & Nurhidayah, 2. Penerapan pendidikan berbasis masyarakat di perguruan tinggi salah satunya diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini bersifat edukatif karena mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk merasakan kondisi nyata kehidupan sosial. Dalam pelaksanaannya, masyarakat dijadikan mitra sekaligus sumber belajar, sehingga mahasiswa dapat memahami persoalan yang ada serta berusaha menawarkan solusi secara (Apreriri Cahyani et al. , 2. Peranan Mahasiswa dalam Pemberdayaan Masyarakat Aktivitas mahasiswa tidak hanya terbatas pada proses belajar di kampus, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan, seperti mengikuti acara akademik maupun nonakademik serta berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan. Walaupun terlihat sederhana, peran mahasiswa sejatinya memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi dirinya sendiri, melainkan juga bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa berkesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki guna mendukung potensi daerah agar lebih berkembang. Kerangka Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2829-2502. p-ISSN: 2829-260X. Hal. kegiatan KKN tidak hanya berfokus pada program utama, tetapi juga mencakup penelitian serta penyusunan kegiatan pendukung yang dapat menambah nilai bagi masyarakat sasaran. Sebagai insan akademis, mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Mereka dapat membantu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga dengan pendekatan yang lebih terarah. Mahasiswa juga dipandang sebagai agen perubahan yang berada di garda terdepan dalam merancang dan menerapkan ide-ide pembangunan. Dari sudut pandang yang objektif, mahasiswa memiliki kepekaan untuk melihat dan menilai permasalahan yang muncul di lingkungannya. Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa, individu yang memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan negaranya. Dengan bekal ilmu pengetahuan, sikap etis, serta semangat pengabdian, mahasiswa diharapkan mampu membawa masa depan Indonesia ke arah yang lebih cerah. Oleh karena itu, penting bagi setiap mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya (Ardianto et al. , 2. Gagasan tentang pemberdayaan sebagai salah satu strategi pembangunan alternatif telah banyak dibahas dalam literatur dan wacana akademik, meskipun penerapannya di lapangan masih belum optimal. Isu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menjadi penting untuk dikaji karena berkaitan langsung dengan arah kemajuan serta perubahan bangsa di masa depan. Rendahnya keterampilan yang dimiliki sebagian masyarakat sering kali menjadi hambatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat dipandang sebagai model pembangunan yang berpijak pada kondisi nyata di lapangan, dengan tujuan mengangkat harkat dan martabat warga, khususnya di Kecamatan Pandan, yang selama ini masih terjebak dalam lingkaran ekonomi mikro yang rentan dan tertinggal. (Indah Damayanti & Fitrah Raffi Akbar, 2. Konsep dan Karakteristik UMKM Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu aktivitas ekonomi yang dijalankan mayoritas masyarakat Indonesia sebagai sumber utama penghasilan. Peran UMKM sangat penting bagi perekonomian, baik di tingkat nasional maupun global. Indonesia, sektor ini tidak hanya berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga berfungsi sebagai pencipta lapangan kerja serta sarana untuk mendorong pemerataan pendapatan. Dalam konteks perkembangan era digital yang begitu cepat, pemanfaatan teknologi informasi (TI) menjadi faktor penentu yang dapat meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan usaha UMKM. (Octiva et al. , 2. Analisis Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Membangun Peningkatan UMKM dengan Pendekatan Ekonomi dan Teknologi Informasi di Desa Lau Buluh Kecamatan Kuta Buluh Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah. Di Indonesia, sektor ini bukan hanya memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi yang menopang kegiatan ekonomi masyarakat (Adi, 2. Dengan lingkup usaha yang beragam. UMKM mencerminkan kreativitas serta kekayaan industri, mulai dari kuliner tradisional hingga usaha modern berbasis teknologi informasi. Peran UMKM sangat terasa dalam membuka lapangan kerja baru yang membantu mengurangi tingkat pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Sucipto et al. , 2. UMKM hadir dalam berbagai bentuk, dari usaha kecil yang mengolah makanan khas daerah hingga perusahaan rintisan yang menawarkan inovasi teknologi. Keanekaragaman tersebut membuat UMKM mampu menyesuaikan diri dengan dinamika pasar serta mengikuti perubahan tren ekonomi dan selera konsumen (Putri, 2. Pendekatan Ekonomi dalam Pengembangan UMKM Dalam arus perekonomian global. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menempati posisi penting sebagai penopang utama perekonomian Indonesia. Pada sektor industri makanan, seperti usaha toko kue. UMKM dihadapkan pada persaingan yang semakin Selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. UMKM juga berperan besar dalam memperkuat perekonomian daerah. Kehadiran mereka kerap menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi di wilayah yang kurang maju, baik melalui penciptaan lapangan kerja maupun pengenalan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, meskipun kontribusinya signifikan. UMKM tidak lepas dari berbagai hambatan yang dapat menghalangi pertumbuhan usaha. (Purba et al. , 2. Tantangan yang umum dihadapi antara lain keterbatasan modal, lemahnya kemampuan manajerial, serta akses yang terbatas ke pasar yang lebih luas. Kondisi ini menuntut adanya perhatian dan dukungan yang lebih serius agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan serta tetap memberi dampak positif bagi perekonomian nasional dan lokal (Hanasi et al. , 2. Pendekatan ekonomi dalam pengembangan UMKM menitikberatkan pada peningkatan efisiensi produksi, perluasan akses terhadap sumber permodalan, serta penguatan strategi pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar. Dorongan untuk meningkatkan kualitas sekaligus menghadirkan inovasi produk menjadi penting agar sesuai dengan kebutuhan konsumen, dengan tetap memperhatikan standar mutu yang berlaku. Selain itu, menjalin kemitraan dengan usaha berskala lebih besar maupun lembaga terkait merupakan langkah Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2829-2502. p-ISSN: 2829-260X. Hal. strategis guna memperluas jaringan pasar serta memperkuat daya saing. Melalui strategi tersebut. UMKM diharapkan dapat berkembang secara mandiri, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat (Siagian et al. , 2. Pendekatan Teknologi Informasi dalam Pengembangan UMKM Teknologi informasi terdiri dari dua komponen utama, yaitu teknologi dan informasi. Secara etimologis, istilah technology berasal dari bahasa Yunani, yakni techne yang berarti seni, keterampilan, atau kerajinan, serta logia yang bermakna ilmu pengetahuan atau kajian. Dalam pengertian terminologis, teknologi dipahami sebagai pengetahuan mengenai cara menghasilkan sesuatu. Teknologi pada dasarnya merupakan upaya manusia dalam memenuhi kebutuhannya dengan memanfaatkan akal dan peralatan guna menghemat tenaga serta meningkatkan efisiensi. Secara umum, teknologi dapat dimaknai sebagai hasil karya manusia yang berfungsi membantu memecahkan persoalan sekaligus mempermudah aktivitas seharihari, sehingga kinerja manusia menjadi lebih optimal. Sementara itu, informasi dapat diartikan sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang bermakna bagi penggunanya. Informasi digunakan sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan, baik untuk kebutuhan saat ini maupun sebagai sumber penunjang bagi aktivitas di masa mendatang (Hamzah, 2. Pendekatan berbasis teknologi informasi dalam pengembangan UMKM merupakan langkah strategis yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital guna memperkuat daya saing sekaligus memperluas kesempatan usaha. Melalui pemanfaatan teknologi, pelaku UMKM dapat memasarkan produknya secara lebih luas lewat media sosial, marketplace, maupun platform e-commerce, sehingga tidak hanya bergantung pada pasar lokal. Penggunaan aplikasi keuangan digital juga memberikan manfaat besar dalam hal pengelolaan keuangan, karena lebih transparan, efektif, serta akurat (Meliawati et al. , 2. Selain itu, penerapan teknologi informasi turut mendorong lahirnya inovasi, baik dalam proses produksi, distribusi, maupun pelayanan kepada konsumen. Contohnya melalui sistem pemesanan daring dan promosi digital yang bersifat interaktif (Rahmah et al. , 2. Akses informasi yang cepat memungkinkan pelaku UMKM untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan tren pasar dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, penerapan teknologi informasi menjadikan UMKM lebih adaptif, efisien, dan mampu bersaing dalam era ekonomi digital yang semakin kompetitif (Fitriani et al. , 2. Analisis Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Membangun Peningkatan UMKM dengan Pendekatan Ekonomi dan Teknologi Informasi di Desa Lau Buluh Kecamatan Kuta Buluh METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan rancangan studi kasus yang bertujuan menggambarkan peranan mahasiswa dalam mendukung pengembangan UMKM di Desa Lau Buluh melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan selama KKN Informan penelitian meliputi pelaku UMKM, mahasiswa KKN UINSU, dan pihak-pihak terkait di desa sebagai stakeholder. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan interpretatif untuk menelaah kontribusi mahasiswa pada aspek manajerial, strategi pemasaran, penerapan teknologi informasi, serta pengembangan usaha mikro. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan proses verifikasi berkelanjutan dengan para partisipan. Melalui pendekatan ini, diharapkan diperoleh pemahaman yang utuh mengenai mekanisme dan dampak keterlibatan mahasiswa dalam upaya pemberdayaan UMKM di Desa Lau Buluh. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Desa Lau Bulih Kecamatan Kuta Buluh Desa Lau Buluh merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kuta Buluh. Kabupaten Karo. Sumatera Utara. Desa ini memiliki karakteristik pedesaan khas dataran tinggi dengan suasana alam yang sejuk dan asri. Letaknya yang berada di kawasan pegunungan membuat Desa Lau Buluh memiliki potensi besar di bidang pertanian. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dengan hasil utama berupa padi, jagung, sayur-sayuran, serta berbagai jenis tanaman hortikultura yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Selain sektor pertanian, sebagian masyarakat juga mengembangkan usaha kecil dan menengah seperti perdagangan hasil bumi, peternakan, serta kerajinan sederhana. Dari sisi sosial budaya, masyarakat Desa Lau Buluh hidup dalam suasana kekeluargaan yang erat dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat Karo. Kehidupan sehari-hari masih dipengaruhi oleh tradisi lokal yang diwariskan turun-temurun, namun masyarakat juga mulai terbuka dengan perkembangan teknologi dan informasi. Sarana pendidikan dan fasilitas umum di desa ini terus berkembang meskipun masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan akses internet. Desa Lau Buluh memiliki pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Potensi ini didukung oleh keramahan penduduk serta kekayaan tradisi yang dapat menjadi daya tarik Dengan potensi alam, sosial, dan budaya yang dimiliki. Desa Lau Buluh memiliki Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2829-2502. p-ISSN: 2829-260X. Hal. peluang besar untuk terus berkembang, terutama jika masyarakat dan pemerintah desa mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada melalui pendekatan ekonomi dan teknologi informasi. HASIL PENELITIAN UMKM MINI Penelitian ini berfokus pada usaha mikro pembuatan risol yang dijalankan oleh Ibu Tiur, seorang perempuan berusia 27 tahun yang tinggal di Desa Lau Buluh. Usaha ini termasuk dalam kategori UMKM mini karena dijalankan dalam skala rumah tangga dengan fasilitas Produksi dilakukan di dapur rumah panggung menggunakan peralatan dasar seperti wajan, baskom, dan kompor gas. Meskipun skala kecil, usaha risol ini memiliki potensi besar untuk berkembang karena permintaan masyarakat sekitar cukup stabil dan bahan baku mudah Analisis Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Membangun Peningkatan UMKM dengan Pendekatan Ekonomi dan Teknologi Informasi di Desa Lau Buluh Kecamatan Kuta Buluh Dalam proses produksinya. Ibu Tiur memulai dengan mempersiapkan bahan dan menjaga kebersihan, termasuk mencuci sayur, menyiapkan alat masak, dan menggunakan sarung tangan Pembuatan dimulai dari kulit risol, yang dibuat dari campuran tepung terigu, telur, air atau susu, garam, dan sedikit minyak. Adonan ini kemudian dimasak tipis-tipis di atas teflon hingga berbentuk dadar tipis. Selanjutnya. Ibu Tiur menyiapkan isi berupa ragout yang dibuat dari campuran ayam cincang, wortel, kentang, bawang, dan bumbu sederhana yang dimasak hingga kental. Setelah dingin, isi tersebut dibungkus dengan kulit risol, dilipat rapi, lalu Tahap berikutnya adalah pelapisan risol. Gulungan risol dicelupkan ke dalam telur kocok dan dilumuri tepung panir hingga tertutup merata. Risol yang sudah berlapis kemudian digoreng dalam minyak panas sampai berwarna keemasan dan renyah. Setelah digoreng, risol ditiriskan dan dibiarkan dingin sebelum dikemas. Untuk penjualan. Ibu Tiur menggunakan kemasan sederhana berupa plastik atau kertas minyak. Sementara itu, untuk memenuhi pesanan lebih besar, risol dapat disimpan dalam bentuk beku agar tahan lebih lama. Dari hasil observasi, terlihat bahwa usaha risol milik Ibu Tiur memiliki keunggulan pada rasa yang konsisten dan tampilan yang menarik setelah adanya pendampingan mahasiswa KKN. Penggunaan sarung tangan saat produksi menunjukkan adanya kesadaran terhadap aspek kebersihan, yang sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Namun, usaha ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan modal untuk membeli bahan dalam jumlah besar, kapasitas dapur yang sederhana, dan pemasaran yang masih terbatas pada wilayah Secara ekonomi, usaha ini sudah mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga, meski pembukuan keuangan masih dilakukan secara sederhana. Untuk pengembangan lebih lanjut, diperlukan pencatatan biaya dan pendapatan harian agar keuntungan dapat dihitung secara jelas. Selain itu, pengemasan yang lebih menarik serta promosi melalui media sosial sederhana seperti WhatsApp dan Facebook dapat meningkatkan jangkauan pasar. Dukungan berupa pelatihan kewirausahaan dan akses modal juga dapat membantu usaha ini berkembang menjadi lebih besar. Dengan demikian. UMKM risol milik Ibu Tiur merupakan contoh nyata usaha kecil yang memiliki potensi untuk tumbuh apabila mendapat pendampingan yang tepat, baik dalam hal manajemen, kebersihan produksi, maupun strategi pemasaran. Keberadaan mahasiswa KKN turut berperan dalam membantu meningkatkan kualitas produk serta menambah wawasan pemilik usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2829-2502. p-ISSN: 2829-260X. Hal. Kondisi UMKM Mini di Desa Lau Buluh Sebelum Program KKN Sebelum adanya program Kuliah Kerja Nyata (KKN), kondisi UMKM mini di Desa Lau Buluh masih berjalan secara sederhana dan tradisional. Sebagian besar pelaku usaha merupakan masyarakat setempat yang mengelola usaha rumahan dengan skala kecil, seperti warung sembako, usaha makanan ringan, kerajinan sederhana, serta hasil olahan pertanian. Produk jarang dipasarkan melalui media digital karena minimnya pemahaman teknologi serta terbatasnya akses internet. Hal ini membuat jangkauan pasar hanya sebatas lingkungan desa dan sekitarnya. Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Aspek Ekonomi UMKM Mahasiswa KKN UIN Sumatera Utara memiliki peranan penting dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM di Desa Lau Buluh. Kehadiran mahasiswa bukan hanya sekadar menjalankan program pengabdian, tetapi juga membawa pengetahuan, keterampilan, serta inovasi yang dibutuhkan oleh pelaku usaha kecil. Dalam aspek ekonomi, mahasiswa membantu memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, mulai dari pencatatan modal, perhitungan laba rugi, hingga strategi memisahkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga. Hal ini sangat bermanfaat karena sebelumnya sebagian besar pelaku UMKM belum terbiasa melakukan pembukuan secara teratur. Selain itu, mahasiswa turut berperan dalam memberikan pelatihan mengenai strategi pemasaran yang lebih efektif. Mereka memperkenalkan cara promosi sederhana yang tidak memerlukan biaya besar, seperti memanfaatkan media sosial, membuat kemasan produk yang lebih menarik, serta menanamkan pemahaman tentang pentingnya membangun merek atau brand. Dengan strategi ini, produk UMKM diharapkan tidak hanya laku di pasar lokal, tetapi juga berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas. Dalam aspek ekonomi, mahasiswa juga membantu membuka wawasan masyarakat mengenai akses permodalan. Melalui penyuluhan dan diskusi, pelaku UMKM diberikan informasi tentang berbagai sumber modal, baik dari lembaga keuangan formal seperti bank dan koperasi, maupun alternatif lain seperti kelompok usaha bersama. Dukungan ini sangat penting agar UMKM dapat berkembang lebih besar dan tidak hanya bergantung pada modal pribadi. Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Aspek Teknologi Informasi UMKM Selama pelaksanaan KKN di Desa Lau Buluh, peranan mahasiswa UINSU dalam aspek teknologi informasi UMKM terlihat sangat penting. Banyak pelaku usaha kecil yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan secara langsung, mulai diperkenalkan pada cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Dengan penggunaan sederhana melalui Analisis Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Membangun Peningkatan UMKM dengan Pendekatan Ekonomi dan Teknologi Informasi di Desa Lau Buluh Kecamatan Kuta Buluh Facebook. WhatsApp, atau platform digital lainnya, produk UMKM dapat dipromosikan lebih luas, bahkan menjangkau pasar di luar desa. Hal ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi dalam mendukung usaha mereka. Mahasiswa juga berperan dalam memberikan pendampingan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital. Melalui aplikasi tersebut, pelaku UMKM dapat memisahkan antara keuangan usaha dan kebutuhan rumah tangga, sekaligus lebih mudah melihat arus masuk dan keluar modal. Meskipun pada awalnya terasa sulit, perlahan masyarakat mulai terbiasa dan merasakan manfaatnya. Peranan lain yang tidak kalah penting adalah memperkenalkan inovasi sederhana dalam pengemasan produk dengan memanfaatkan desain digital. Dengan kemasan yang lebih menarik dan informasi yang jelas, nilai jual produk menjadi meningkat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi informasi dapat digunakan tidak hanya untuk promosi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas produk. Mahasiswa KKN UINSU memiliki kontribusi nyata dalam mengajarkan pemanfaatan teknologi informasi kepada UMKM di Desa Lau Buluh. Kehadiran mereka membantu membuka wawasan masyarakat bahwa teknologi bukanlah hal yang sulit, melainkan sarana penting untuk mendukung pengembangan usaha di era modern. Kendala yang Dihadapi dalam Pelaksanaan Program Dalam pelaksanaan program KKN di Desa Lau Buluh, terdapat beberapa kendala yang cukup dirasakan di lapangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sarana dan prasarana, terutama akses internet yang masih lemah. Hal ini menyulitkan ketika program berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi bagi UMKM, karena tidak semua masyarakat memiliki perangkat memadai dan jaringan yang stabil. Kondisi ini membuat proses pendampingan digital berjalan lebih lambat dari yang direncanakan. Dampak dan Hasil Program terhadap Peningkatan UMKM Mini Pelaksanaan program KKN di Desa Lau Buluh memberikan dampak yang cukup nyata terhadap peningkatan UMKM mini di tengah masyarakat. Sebelum adanya program, sebagian besar usaha kecil masih berjalan dengan cara sederhana, baik dari segi manajemen maupun Namun setelah mendapatkan pendampingan, pelaku UMKM mulai menyadari pentingnya mengelola usaha dengan lebih teratur. Salah satu hasil yang terlihat adalah meningkatnya pemahaman mereka dalam pencatatan keuangan. Dampak lain yang dapat dirasakan adalah peningkatan dalam aspek pemasaran. Melalui pengenalan media sosial dan platform digital, produk UMKM tidak lagi hanya dipasarkan di lingkungan sekitar desa, melainkan mulai dikenal lebih luas. Beberapa pelaku usaha sudah Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2829-2502. p-ISSN: 2829-260X. Hal. mencoba mengunggah produk mereka secara online, dan hal ini memberikan semangat baru karena mampu menjangkau konsumen di luar wilayah Lau Buluh. Selain itu, perbaikan dalam kemasan produk juga menjadi salah satu hasil dari program, karena tampilan yang lebih menarik terbukti meningkatkan daya tarik konsumen. Dampak dan hasil program terhadap UMKM mini di Desa Lau Buluh menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program ini bukan hanya memberi ilmu dan pendampingan, tetapi juga menumbuhkan optimisme baru bahwa UMKM desa dapat berkembang, mandiri, dan berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan perekonomian Analisis Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Peningkatan UMKM Pelaksanaan KKN UINSU di Desa Lau Buluh memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam mendukung pengembangan UMKM mini yang ada di masyarakat. Peranan mahasiswa terlihat jelas dari berbagai kegiatan yang dilakukan untuk membantu pelaku usaha kecil meningkatkan manajemen, kualitas, dan strategi pemasaran produk. Analisis peranan mahasiswa dalam peningkatan UMKM dapat dilihat dari beberapa aspek Pertama, dari segi manajemen usaha, mahasiswa berperan dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya pencatatan keuangan yang teratur. Sebelumnya, sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki sistem yang jelas dalam memisahkan keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga. Melalui pendampingan, masyarakat mulai memahami bahwa pembukuan sederhana dapat membantu mereka mengetahui keuntungan dan mengelola modal dengan lebih baik. Kedua, dari sisi pemasaran, mahasiswa membantu memperkenalkan cara-cara baru untuk memperluas jangkauan produk. Penggunaan media sosial dan platform digital menjadi salah satu strategi yang efektif, karena memungkinkan produk lokal dikenal lebih luas tanpa memerlukan biaya besar. Selain itu, mahasiswa juga mendorong adanya perbaikan dalam kemasan produk agar terlihat lebih menarik dan memiliki daya saing. Ketiga, peranan mahasiswa juga terlihat dalam membuka wawasan masyarakat tentang peluang akses permodalan. Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya hanya mengandalkan modal pribadi, mulai mengetahui bahwa ada berbagai alternatif sumber pembiayaan yang dapat Pengetahuan ini memberikan harapan baru agar usaha yang dijalankan dapat terus berkembang. Analisis Peranan Mahasiswa KKN UINSU dalam Membangun Peningkatan UMKM dengan Pendekatan Ekonomi dan Teknologi Informasi di Desa Lau Buluh Kecamatan Kuta Buluh Kehadiran mahasiswa KKN UINSU membawa dampak positif bagi peningkatan UMKM di Desa Lau Buluh. Meskipun pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala, terutama dalam keterbatasan waktu dan sarana, program ini berhasil menumbuhkan kesadaran baru di kalangan Peranan mahasiswa bukan hanya sebagai fasilitator pengetahuan, tetapi juga sebagai motivator yang mendorong UMKM agar lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Kehadiran mahasiswa KKN UINSU membawa dampak positif bagi peningkatan UMKM di Desa Lau Buluh. Meskipun pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala, terutama dalam keterbatasan waktu dan sarana, program ini berhasil menumbuhkan kesadaran baru di kalangan Peranan mahasiswa bukan hanya sebagai fasilitator pengetahuan, tetapi juga sebagai motivator yang mendorong UMKM agar lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Kehadiran mahasiswa KKN UINSU membawa dampak positif bagi peningkatan UMKM di Desa Lau Buluh. Meskipun pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala, terutama dalam keterbatasan waktu dan sarana, program ini berhasil menumbuhkan kesadaran baru di kalangan Peranan mahasiswa bukan hanya sebagai fasilitator pengetahuan, tetapi juga sebagai motivator yang mendorong UMKM agar lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis, peranan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lau Buluh menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan UMKM setempat, khususnya usaha mikro pembuatan risol milik Ibu Tiur. Melalui pendampingan dalam aspek manajemen, kebersihan produksi, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi informasi, mahasiswa mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan wawasan pelaku usaha tentang peluang akses modal dan inovasi Kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan, kemasan menarik, serta promosi melalui media sosial menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan Dengan dukungan program pendidikan berbasis masyarakat dan pemanfaatan teknologi informatika, diharapkan UMKM di desa tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri serta berdaya saing di era digital. Oleh karena itu, kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan instansi terkait memegang peranan penting dalam mendorong kemajuan ekonomi desa melalui pemberdayaan UMKM. Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2829-2502. p-ISSN: 2829-260X. Hal. DAFTAR PUSTAKA