JSIP 2 . Journal of Social and Industrial Psychology http://journal. id/sju/index. php/sip MOTIVASI KERJA: STUDI INDIGENOUS PADA GURU BERSUKU JAWA DI JAWA TENGAH Algon Ariyiliyanto A Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Info Artikel Abstrak ________________ ___________________________________________________________________ Sejarah Artikel: Diterima Agustus 2013 Disetujui September 2013 Dipublikasikan Oktober Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena konsep motivasi kerja yang ada didasarkan dari hasil-hasil penelitian yang dilakukan di dunia barat . ulture bara. Sementara terdapat perbedaan mendasar antara budaya barat dengan budaya lain, khususnya budaya suku Jawa. Beberapa peneliti mengatakan budaya . mempengaruhi pemahaman dan pola perilaku individu didalamnya. Penelitian ini menggunakan studi indegenous, alat pengumpul data yang dipakai adalah open-ended questionnaire, dan metode analisis data yang digunakan adalah mix-methode . ualitatif-kuantitati. Responden penelitian ini berasal dari provinsi Jawa Tengah berjumlah 487 dengan karakteristik guru bersuku Jawa. Temuan lapangan didapat 76,69% responden mendefinisikan motivasi kerja sebagai dorongan untuk bekerja. Faktor-faktor yang meningkatkan motivasi kerja antara lain : . kesejahteraan keluarga. tugas kelembagaan. peluang pengembangan diri. status sosial. kesempatan yang tersedia. keinginan dari diri sendiri. dukungan sosial dan lingkungan. Faktor-faktor yang menurunkan motivasi kerja antara lain . kesehatan menurun. faktor pekerjaan. managemen sekolah dan hubungan dengan rekan kerja. permasalahan dan kemampuan Dan 79,37% responden menganggap bahwa motivasi kerja yang tinggi akan meningkatkan kinerja, sementara 75,74% responden menganggap bahwa motivasi kerja yang rendah akan membuat kinerja menurun. ________________ Keywords: Indigenous. Java Tribes Teacher. Work Motivation ____________________ Abstract ___________________________________________________________________ The research was based on the phenomenon of work motivation concepts are based on the results of research conducted in the western world . estern cultur. While there are fundamental differences between western culture with another culture, especially Javanese culture. Some researchers said that the culture influence the understanding and behavior patterns of individuals in it. The research was use indegenous study, the data collection tool that is used is open-ended questionnaire, and the data analysis methods used are mixed-method . ualitative-quantitativ. The survey respondents came from Central Java province totaled 487 with Java tribes teacher characteristics. Field findings obtained 76. 69% of the respondents defines work motivation as the drive to work. Factors that increase the motivation are: . the welfare of the family, . institutional duties. opportunities for development. social status. the availability of opportunities. desires from self. social and environmental support. Factors that decrease employee motivation i. e: . declining health. occupational factors. income factor. school management and relationships with co-workers. problems and personal abilities. And 79. 37% of the respondents considered that high employee work motivation will increase performance, while 75. 74% of respondents considered that the low work motivation will make decrease performance. A 2013 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung A1 Lantai 2 FIP Unnes Kampus Sekaran. Gunungpati. Semarang, 50229 E-mail: algonariyuliyanto@gmail. ISSN 2252-6838 Argon Ariyiliyanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . kerja, dan penghargaan atas tugas yang Adams . dalam desertasi mengenai motivasi kerja karyawan di instansi pemerintahan di provinsi Western Cape, menyimpulkan bahwa motivasi dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu faktor pribadi, penghasilan, promosi, pengakuan dan manfaat yang didapat. Dieleman, dkk . dalam penelitiannya terhadap pekerja medis pedesaan di Viet Nam Utara menemukan bahwa pengawasan yang adil, penilaian kerja yang baik, dan ketersediaan kesempatan untuk mengembangkan diri berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Sementara faktor insentif . aji dan tunjangan-tunjanga. tidak berpengaruh terhadap peningkatan motivasi kerja, namun ketiadaan faktor ini dapat menyebabkan turunnya motivasi kerja. Temuan-temuan motivasi kerja tersebut tentu tidak bisa serta merta diterapkan di Indonesia, khususnya di masyarakat Jawa yang memiliki karakteristik dan nilai-nilai budaya yang khas, yang juga akan memberikan ke-khasan dalam bagaimana cara mereka berperilaku. Markus dan Kitayama . alam Woo, 2. menemukan bahwa nilainilai dari budaya yang berbeda mempunyai pengaruh terhadap kognitif, emosi, motivasi dan sistem perilaku individu. Hofstede (Dalam Woo, 2. mengatakan bahwa budaya membentuk bagaimana masyarakat berfikir dan berperilaku dalam berbagai situasi tertentu. Dalam situasi yang sama masyarakat bisa memunculkan perilaku yang berbeda bergantung pada nilai budaya yang dianut. Kemudian Kluckhohn . alam Poerwanto 2006:52-. mengutarakan bahwa yang dimaksud dengan kebudayaan adalah keseluruhan pola-pola tingkah laku dan pola-pola bertingkah laku, baik eksplisit maupun implisit, yang diperoleh dan diturunkan melalui simbol, yang akhirnya mampu membentuk sesuatu yang khas dari kelompok-kelompok manusia, termasuk perwujudannya dalam benda-benda materi. Ke-khasan budaya masyarakat Jawa tercermin melalui stereotipe serta nilai-nilai yang Masyarakat Jawa memiliki stereotipe sebagai masyarakat yang sopan, halus, dan PENDAHULUAN Keberhasilan proses pendidikan tidak bisa lepas dari efektivitas sumber daya manusia, dalam hal ini guru sebagai tenaga pengajar. Tugas guru erat kaitannya dengan peningkatan Undang-undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, memberikan pengertian bahwa Guru adalah sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi, peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan . ttp://w. id/kemdikbud/guru diunduh 27 Januari 2. Upaya-upaya peningkatan mutu dan profesionalisme guru perlu dilakukan agar peningkatan mutu pendidikan dapat berhasil. Seorang guru profesional dituntut memiliki motivasi yang kuat dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang pengajar. Karena motivasi yang kuat akan mendorong guru tersebut meningkatkan Terkait sebelumnya telah banyak peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan variabel motivasi kerja sebagai objek penelitian. Wanda Roos, . dalam tesisnya tentang hubungan antara motivasi pekerja, kepuasan kerja dan budaya organisasi di Afrika Utara menyebutkan bahwa motivasi berhubungan langsung dengan kepuasan kerja, dan persepsi karyawan terhadap budaya organisasi. Sementara Adeyinka Tella . , dari penelitiannya yang berjudul AuWork Motivation. Job Satisfaction, and Organisational Commitment of Library Personnel in Academic and Research Libraries in Oyo State. NigeriaAy menemukan bahwa terdapat korelasi antara motivasi, kepuasan kerja dan komitmen organisasi, namun motivasi kerja berkorelasi negatif dengan komitmen organisasi. Dalam penelitiannya. Hackman . alam Viljoen,2. mengatakan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja diantaranya adalah sistem penggajian, pengawasan, hubungan antar rekan Argon Ariyiliyanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . menjunjung tata krama. Masyarakat Jawa juga dikenal sebagai masyarakat yang tertutup dan tidak mau berterus terang, ini karena masyarakat Jawa lebih cenderung menghindari konflik, lebih memilih mengatakan AuiyaAy menghindari konflik dengan orang lain, sebagaimana pepatah Jawa yang menyebutkan Aywani nglah dhuwur wekasaneAy. Dalam masyarakat Jawa, dikenal konsep hidup Aunerimo ing pandumAy, konsep ini menggambarkan sikap hidup yang serba pasrah dengan segala keputusan yang ditentukan oleh Tuhan. Orang Jawa memang kehidupan ini ada yang mengatur dan tidak dapat ditentang begitu saja. Konsep hidup nerimo ing pandum . ra ngoy. selanjutnya mengisyaratkan bahwa orang Jawa dalam hidup tidak terlalu berambisi. Jalani saja segala yang harus di jalani. Tidak perlu terlalu ambisi untuk melakukan sesuatu yang nyata-nyata tidak dapat di lakukan. Masyarakat Jawa juga mengenal falsafah alon-alon waton Falsafah alon-alon waton kelakon mengajarkan untuk melakukan sesuatu dengan hati-hati . lon-alo. , cermat, penuh perhitungan, dengan dasar . atau tujuan yang jelas sehingga akan diperoleh hasil yang maksimal. Konsep hidup serta falsafah-falsafah yang dianut masyarakat Jawa tentu akan memberikan pengaruh terhadap bagaimana cara mereka dalam berperilaku, baik dalam kehidupan seharihari maupun dalam lingkungan pekerjaan. Konsep-konsep hidup, falsafah-falsafah, dan nilai-nilai masyarakat tertentu akan memengaruhi bentuk motivasi, yang merupakan dasar terbentuknya perilaku, yang dimiliki oleh setiap individu yang ada dalam masyarakat tersebut. Penelitian tentang motivasi di Indonesia juga telah banyak dilakukan. Santoso . kompensasi dan motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan PDAM Tirta Moedal Semarang, menjelaskan variabel kompensasi dan variabel bersama-sama pengaruh yang bersifat positif terhadap produktivitas kerja karyawan. Mahesa . dalam studinya mengenai analisis pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan lama kerja sebagai variabel moderating Pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia (Central Jav. menyebutkan bahwa motivasi kerja yang dialami oleh karyawan berpengaruh terhadap kinerja. Semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan, maka kinerja karyawan akan meningkat. Rahardja . dalam penelitannya tentang hubungan antara komunikasi antar pribadi guru dan motivasi kerja guru dengan kinerja guru SMUK BPK Penabur Jakarta menyimpulkan terdapat hubungan positif antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Dalam penelitian tentang Kinerja Karyawan PT. Slamet Langgeng Purbalingga dengan motivasi kerja sebagai variabel Dito . menjelaskan bahwa Kompensasi berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja melalui motivasi kerja, sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja menjadi variabel yang memediasi antara Kemudian Tanjung mengkorelasikan motivasi kepala sekolah SMA Muhammadiyah Kota Medan. Dari hasil analisisnya dia menyimpulkan bahwa faktor motivasi kepala sekolah berpengaruh positif dengan kerja guru. Meskipun banyak penelitian tantang motivasi kerja telah dilakukan, namun kebanyakan berupa penelitian-penelitian terapan yang umumnya bersifat komparatif korelasional. Disamping itu, penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya selalu menggunakan konstruk dan teori motivasi yang disusun oleh ahli-ahli ilmu perilaku dari barat yang tentunya tidak lepas dari pengaruh budaya dan pola hidup masyarakat setempat. Sementara faktor budaya menjadi perlu untuk diperhatikan karena budaya masyarakat setempat mempengaruhi pola perilaku individu dalam suatu masyarakat. Argon Ariyiliyanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai partisipan penelitian (Morissan 2012:. Penelitian open-ended pengumpul data berupa Open-ended questionnaire dipilih sebagai alat pengumpul data karena mempunyai banyak keuntungan, antara lain . Partisipan mempunyai kebebasan dalam memberikan jawaban pada setiap item yang ditanyakan berdasarkan nilai-nilai personal dan pengalaman partisipan, . respon-respon terhadap item mencerminkan ekspresi dan opini dari partisipan penelitian, . peneliti dapat mengidentifikasi mengeksplorasi aspek-aspek yang ditemukan dalam topik penelitian ini secara lebih luas dan mendalam (Hayes dalam Primasari dan Yuniarti, 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan merupakan gabungan antara kualititf dan kuantitatif metode ini disebut metode mixed methode (Kualitatif-kuantitati. Mixed-method atau seringkali disebut dengan multi methodology merupakan penggabungan dua atau lebih metode inti di dalam menjalankan penelitian (Nurdini dkk, 2. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi indigenous. Indigenous psychology merupakan salah satu disiplin ilmu yang berusaha untuk memahami fenomena psikologis dalam konteks budaya. Dua pendapat tersebut pada dasarnya menyebut indigenous psychology adalah suatu bentuk pendekatan untuk memahami fenomena psikologi dalam konteks budaya tertentu (Yang dan Lu 2007:. Data dalam penelitian ini diambil dari partisipan yang berjumlah 487 orang, yang berasal dari guru suku Jawa di Jawa Tengah. Kriteria guru yang di jadikan partisipan adalah guru yang mengajar di sekolah swasta ataupun negeri, bersuku jawa. Model sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik snow ball Snow ball sampling adalah teknik pengambilan sampel penelitian dimana peneliti secara acak menghubungi beberapa partisipan yang memenuhi kriteria . ualified volunteer sampl. dan kemudian meminta partisipan bersangkutan untuk merekomendasikan teman, keluarga, atau kenalan yang mereka ketahui HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Temuan definisi motivasi kerja menurut suku Jawa. Berdasarkan hasil koding yang dilakukan terhadap 487 jawaban subjek yang telah ditabulasi diperoleh 4 kategori jawaban dari pertanyaan Aumenurut anda, apakah motivasi kerja itu?Ay. Keempat kategori tersebut dapat Tabel Hasil Definisi Motivasi Kerja. No. Kategori Jumlah Dorongan untuk bekerja 76,69% Meningkatkan kesejahteraan 11,76% Ibadah 5,66% Mengembangan ilmu dan pengabdian masyarakat 5,88% Total 100,00% Argon Ariyiliyanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . Temuan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja Berdasarkan hasil koding yang dilakukan terhadap 487 jawaban subjek yang telah ditabulasi diperoleh 8 kategori jawaban dari pertanyaan AuSebutkan 3 faktor yang memotivasi anda dalam bekerja!Ay. Kedelapan kategori tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut Tabel 4. 30 Hasil Faktor-faktor yang Meningkatkan Motivasi Kerja. No. Kategori Jumlah Kesejahteraan keluarga 37,28% Tugas kelembagaan 13,24% Mengembangkan ilmu 11,70% Religiusitas 11,14% Status sosial 8,90% Adanya kesempatan 3,15% Keinginan dari diri sendiri 5,40% Dukungan sosial dan lingkungan kerja 9,18% Jumlah 100,00% Sementara hasil koding yang dilakukan terhadap 487 jawaban subjek yang telah ditabulasi diperoleh 5 kategori jawaban dari pertanyaan AuSebutkan 3 faktor utama yang menyebabkan motivasi kerja anda menurun!Ay. Kelima kategori tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut Tabel 4. 38 Hasil Faktor-faktor yang Menurunkan Motivasi Kerja. No. Kategori Jumlah Kesehatan menurun 19,01% Faktor pekerjaan 34,62% Faktor penghasilan 8,27% Managemen sekolah dan hubungan dengan rekan 22,13% Kemampuan dan permasalahan pribadi 15,97% 100,00% Total Temuan pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru bersuku Jawa Berdasarkan hasil koding yang dilakukan terhadap 487 jawaban subjek yang telah ditabulasi diperoleh 2 kategori jawaban dari item pertanyaan AuKetika anda memiliki motivasi kerja yang tinggi bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja anda?Ay. Dua kategori tersebut dapat dilihat secara rinci dalam tabel Argon Ariyiliyanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . Tabel 4. 43 Hasil Pengaruh Motivasi Kerja Yang Tinggi Terhadap Kinerja. No. Kategori Jumah Meningkatkan kinerja 79,37% Hasil memuaskan 20,63% 100,00% Jumlah Sementara hasil koding yang dilakukan terhadap 487 jawaban subjek yang telah ditabulasi diperoleh 3 kategori jawaban dari pertanyaan Auketika motivasi kerja anda menurun, bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja anda?Ay. Ketiga kategori tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut Tabel 4. 49 Hasil Pengaruh Motivasi Kerja Yang Rendah Terhadap Kinerja. No. Kategori Jumlah Hasil tidak memuaskan 18,78% Kinerja menurun 75,74% Tidak berpengaruh terhadap pekerjaan 5,49% Total 100,00% mencapai suatu tujuan. Higgins, . alam Pie Yu Lin, 2. mendefinisikan moivasi kerja sebagai dorongan untuk memuaskan kebutuhan. Menurut Buford. Bedeian, & Lindner, . alam Pie Yu Lin, 2. motivasi kerja adalah kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan. Kemudian Menurut Jones & George, . alam Pie Yu Lin, 2. motivasi kerja adalah dorongan psikologis yang menentukan tujuan perilaku seseorang dalam organisasi, intensitas usaha seseorang, dan ketahanan seseorang dalam menghadapi suatu masalah. Motivasi kerja juga diartikan sebagai mempengaruhi arah, intensitas, dan ketekunan pada usaha yang dilakukan di saat bekerja (Schernerhorn et al, dalam Pie Yu Lin, 2. Selanjutnya Wexley dan Yulk menyebutkan motivasi adalah pemberian atau penimbulan Jadi, motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Anwar . alam Parmadi, 2. berpendapat bahwa motivasi kerja adalah kondisi yang berpengaruh, membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku yang berhubungan Pembahasan Pembahasan penelitian dilakukan dengan cara membandingkan temuan penelitian dengan hasil penelitian-penelitian lain dengan variabel yang serupa yang telah dilakukan di tempattempat lain diluar masyarakat suku Jawa. Perbandingan hasil temuan penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mencari ada tidaknya perbedaan hasil penelitian. Perbedaan yang muncul menunjukkan prinsip indigenous dalam penelitian, bahwa perbedaan karakteristik budaya memunculkan perbedaan pola pikir dan Mengenai definisi motivasi kerja menurut suku Jawa. Definisi motivasi kerja yang telah dirumuskan oleh banyak ahli, diantaranya Motivasi kerja menurut Reksohadiprojo dan Handoko . alam Parmadi, 2. adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang melakukan kegiatan - kegiatan tertentu guna Argon Ariyiliyanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . dengan lingkungan kerja. Armstrong . alam Reza, 2. menerangkan motivasi merupakan sesuatu yang membuat bertindak atau berperilaku dalam cara-cara tertentu. Wayne F. Casio . alam Ayudhia, 2. mengungkapkan motivasi sebagai suatu kekuatan untuk melakukan sesuatu yang dihasilkan dari kebutuhan hidupnya, misalnya rasa lapar, haus, dan pergaulan sosial. Seng et al . alam Syam, 2. mengemukakan bahwa motivasi sebagai suatu kekuatan dalam diri yang mengarahkan seseorang dari tidak bersemangat atau keadaan lesu kearah perilaku yang dinamis. Sementara dari hasil temuan penelitian Jawa mendefinisikan motivasi kerja dalam 4 kategori, yaitu: . motivasi kerja adalah dorongan untuk . motivasi kerja adalah usaha untuk meningkatkan kesejahteraan. motivasi kerja adalah ibadah. motivasi kerja adalah usaha untuk mengembangkan ilmu dan pengabdian Dari hasil penelitian, kategori ibadah mendefinisikan motivasi kerja sebagai suatu ibadah, definisi motivasi tersebut hanya ditemukan dalam masyarakat Jawa. Hal ini dikarenakan masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat yang religius. Salah satu ciri khas masyarakat Jawa adalah percaya pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sangkan paraning dumadi, dengan segala sifat dan kebesarannya (Sujamto, 1992:. Masyarakat jawa percaya bahwa tugas utama seorang manusia adalah untuk beribadah kepada Tuhan, dan segala sesuatu yang dikerjakan selama didunia adalah Nilai kepercayaan ini yang membentuk pemahaman bahwa bekerja merupakan sebuah ibadah, dan bekerja dengan motivasi yang tinggi adalah cerminan ketaatan dalam beribadah. Namun secara teoritis, jawaban ini tidak dapat digunakan untuk mendefinisikan motivasi kerja karena jawaban subjek hanya terdiri dari satu kata AuibadahAy saja. Terlebih lagi ada kemungkinan bahwa jawaban ini muncul karena kesalahan subjek dalam memahami pertanyaan Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat hasil temuan penelitian. Mengenai faktor-faktor terhadap motivasi kerja Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menyimpulkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja. Herzberg . alam Syam, 2. mengemukakan bahwa menurutnya faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dalam bekerja dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu faktor motivasi dan faktor pemeliharaan . ygiene facto. Faktor motivasi lebih berorientasi pada kandungan pekerjaan itu sendiri dan berhubungan dengan kepuasan Faktor berhubungan dengan lingkungan eksternal dari pekerjaan itu sendiri. Munandar . menerangkan yang termasuk dalam faktor motivasi adalah tanggung jawab, peluang pengembangan diri, tantangan dalam pekerjaan, hasil dan prestasi kreja, dan penghargaan. Sedangkan yang termasuk dalam faktor hygiene yaitu, kebijakan perusahaan, gaji, tunjangan, hubungan antar rekan kerja, dan kondisi lingkungan kerja. Dieleman, dkk . dalam penelitiannya terhadap pekerja medis pedesaan di Viet Nam Utara menemukan bahwa pengawasan yang adil, penilaian kerja yang baik, dan ketersediaan kesempatan untuk mengembangkan diri berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Sementara faktor insentif . aji dan tunjangan-tunjanga. tidak berpengaruh terhadap peningkatan motivasi kerja, namun ketiadaan faktor ini dapat menyebabkan turunnya motivasi kerja. Dalam desertasi mngenai motivasi kerja karyawan di instansi pemerintahan di provinsi Western Cape. Adams . menyimpulkan bahwa motivasi dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu faktor pribadi, penghasilan, promosi, pengakuan dan manfaat yang didapat. Drafke dan Kossen . alam Adams, 2. mengakatan karyawan yang memperoleh kesempatan untuk profesionalitas, akan memiliki moivasi kerja dan kepuasn kerja yang tinggi. Dalam penelitiannya. Argon Ariyiliyanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . Hackman . alam Viljoen,2. , mengatakan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja pengawasan, hubungan antar rekan kerja, dan penghargaan atas tugas yang terselesaikan. Anderson & Iwanicki dalam penelitiannya tentang motivasi kerja dan hubungannya dengan burn out, menyatakan bahwa motivasi kerja kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut yaitu: kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan bersosial, kebutuhan akan pengghargaan, kebutuhan otonomi . , dan kebutuhan aktualisasi diri. Ketidakpuasan kebutuhankebutuhan tersebut akan mempengaruhi kepuasan guru dan mengarahkan kepada burnout tendensy Dari hasil penelitian ditemukan faktorfaktor yang meningkatkan motivasi kerja menurut guru bersuku Jawa antara lain adalah: kesejahteraan keluarga. tugas kelembagaan. mengembangkan ilmu. status sosial. ketersediaan kesempatan. keinginan dari diri sendiri. dukungan sosial dan lingkungan kerja. Sementara faktor-fakor yang menurunkan motivasi kerja menurut guru bersuku Jawa antara lain: . faktor pekerjaan. managemen sekolah dan hubungan dengan rekan kerja. permasalahan dan kemampuan pribadi. Persamaan hasil temuan penelitian terdapat pada faktor kesejahteraan keluarga, mengembangkan ilmu, faktor status sosial, keinginan dari diri sendiri, faktor dukungan sosial dan lingkungan kerja, faktor kesehatan, faktor pekerjaan, faktor penghasilan, faktor managemen sekolah dan hubungan dengan kerja, faktor permasalahan dan kemampuan pribadi. Sementara perbedaan hasil temuan penelitian terdapat pada fakotr ibadah. Faktor ibadah kembali membedakan antara hasil temuan penelitan motivasi kerja pada guru bersuku Jawa dengan penelitian lain yang juga mengungkap tentang motivasi kerja. Ibadah sebagai faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja hanya ditemukan dalam penelitian yang dilakukan pada masyarakat suku Jawa. Hal ini disebabkan karena pengaruh nilai dan budaya yang dianut masyarakat suku Jawa. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa masyarakat Jawa adalah masyarakat yang religius dan percaya bahwa semua tindakan yang dilakukan ditujukan sebagai bentuk Mengenai pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru bersuku Jawa Dari hasil penelitian, motivasi kerja yang tinggi pada guru bersuku Jawa akan berpengaruh terhadap meningkatnya kinerja dan mendapakan hasil yang memuaskan. Sementara motivasi kerja yang rendah akan menyebabkan hasil tidak memuaskan, kinerja menurun, dan tidak berpengaruh terhadap kinerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara umum, bagi guru bersuku Jawa, motivasi kerja akan berpengaruh positif terhadap kinerja. Senada dengan hasil penelitian tersebut Wanda Roos, . dalam tesisnya tentang hubungan antara motivasi pekerja, kepuasan kerja dan budaya organisasi di Afrika Utara menyebutkan bahwa kepuasan kerja, dan persepsi karyawan terhadap budaya organisasi. Sementara Adeyinka Tella . , dari penelitiannya yang berjudul AuWork Motivation. Job Satisfaction, and Organisational Commitment of Library Personnel in Academic and Research Libraries in Oyo State. NigeriaAy menemukan bahwa terdapat korelasi antara motivasi, kepuasan kerja dan komitmen organisasi, namun motivasi kerja berkorelasi negatif dengan komitmen organisasi. Ketut Gunawan . dari hasil studi yang dilakukan pada lembaga perkrediatan desa di Bali menemukan bahwa Motivasi kerja berpengaruh posiif dan signifikan terhadap gaya kemimpinan dan kinerja organisasi. Motivasi yang tinggi akan mendorong kearah perilaku seorang pemimpin yang baik dan pada gilirannya akan dapat meningkatkan kinerja organisasi. Indra Jaya . , berdasarkan penelitiannya tentang Argon Ariyiliyanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . pengaruh kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai dinas pendidikan kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jambi, menemukan bahwa motivasi kerja pegawai berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Perbedaan yang muncul adalah dalam penelitian-penelitian lain yang juga membahas mengenai hubungan dan pengaruh motivasi kerja dengan kinerja, tidak menyebutkan bahwa motivasi kerja yang rendah tidak berpengaruh terhadap kinerja. sementara dari hasil penelitian pada masyarakat Jawa, ada sebagian subjek yang memberikan respon bahwa motivasi kerja yang rendah tidak berpengaruh terhadap kinerja. Kinerja akan berjalan seperti biasa meskipun motivasi untuk bekerja rendah. Selain itu dari hasil penelitian pada masyarakat Jawa tidak ditemukan hasil bahwa motivasi kerja mempengaruhi persepsi terhadap budaya organisasi dan motivasi kerja mempengaruhi komitmen seperti yang ditemukan dalam penelitian-peneliian lain. Perbedaan-perbedaan hasil penelitian yang muncul mengungkapkan bahwa prinsip indigenous berlaku terhadap konstruk motivasi Budaya . pemahaman dan pola perilaku individu Perbedaan budaya dan nilai yang dianut oleh sekelompok masyarakat akan dinamika tentang motivasi kerja individu dalam masyarakat tersebut. peluang pengembangan diri. kesempatan yang tersedia. keinginan dari diri sendiri. dukungan sosial dan Faktor-faktor menurunkan motivasi kerja menurut guru bersuku Jawa antara lain: . faktor pekerjaan. managemen sekolah dan hubungan dengan rekan kerja. permasalahan dan kemampuan pribadi. Menurut guru bersuku jawa motivasi kerja akan berpengaruh terhadap kinerja dan kepuasan kerja, disamping itu, namun ada kalanya motivasi kerja yang rendah tidak berpengaruh terhadap kinerja. Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dikemukakan peneliti sebagai berikut: bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih mendalami metode penelitian indigenous agar sebelum melakukan penelitian peneliti memiliki gambaran pelaksanaannya. Karena yang menjadi kajian dalam penelitaian adalah memperbanyak subjek penelitian, agar konsep budaya yang didapat bisa lebih utuh. Agar penelitian lebih efektif dan efisien, sebaiknya penelitian dilakukan secara berkelompok, hal ini penelitian yang dihadapi seperi cakupan wilayah penelitian yang luas, subjek penelitian yang banyak, dan waktu penelitian yang lama. Disarankan untuk memperbanyak melakukan penelitian indegenous dengan tema-tema lain khususnya psikologi industri dan organisasi untuk memperkaya gambaran suatu konsep teori budaya setempat. Saran Bagi Instansi Terkait, hasil dari penelitian ini memberi informasi bagi kepala sekolah atau instansi pendidikan khususnya di Jawa Tengah mengenai gambaran motivasi kerja sesuai pemahaman guru bersuku Jawa agar penerapan managemen dan kebijakankebijakan yang dihasilkan bisa berfungsi lebih SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: definisi motivasi kerja menurut guru bersuku jawa adalah suatu dorongan untuk bekerja dengan tujuan untuk mensejahterakan keluarga dan sebagai suatu wujud ibadah kepada Tuhan. Faktor-faktor yang meningkatkan motivasi kerja menurut guru bersuku jawa adalah: . kesejahteraan keluarga. tugas kelembagaan. Argon Ariyiliyanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . Munandar. Ashar Sunyoto. Psikologi Industri Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Pres. Nurdini. Allis et al. Pembelajaran Tentang MixedMethode Pada Penelitian Perumahan Pasca Bencana Studi Kasus: Penelitian di Aceh dan Pangandaran. Online. Diunduh melalui http://ar. id/pp. Institut Teknologi Bandung. Parmadi. Aloysius Dimas. Organizational Citizenship Behavior Ditinjau Dari Motivasi Kerja Pada Karyawan PT Pasar Raya Sri Ratu Group. Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Pei Yu Lin. The Correlation Between Management And Employee Motivation In Sasol Polypropylene Business. South Africa. Thesis http://upetd. Faculty Economics And Management Sciences At The University Of Pretoria. PretoriaSouth Africa. Poerwanto. Hari. Kebudayaan dan Lingkungan Dalam Perspekif Anropologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Primasari. Ardi et al. What make teenagers happy? An exploratory study using indigenous psychology approach. International Journal of Research Studies in Psychology. Volume 1 Number 2, 53-61. Rahardja. Alice Tjandralila. Hubungan Antara Komunikasi antar Pribadi Guru dan Motivasi Kerja Guru dengan Kinerja Guru SMUK BPK Penabur Jakarta. Jurnal Pendidikan Penabur - No. 03 / Th. i / Desember 2004:1-21. Reza. Regina Aditya. Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara. Skripsi tidak Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. Santoso. Anityo Angga. Pengaruh Kompensasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan Pada PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Ilmu Sosial dan DAFTAR PUSTAKA