Peran Taman Pendidikan Al-QurAo an (TPA) dalam Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan e ISSN: 2962-2271 Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Peran Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) dalam Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan di Desa Sidoharjo Kab. Oku Timur Ali Mustofa STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang aljep_90@yahoo. Munira Universitas Nurul Huda. Oku Timur. Indonesia Iramunira739@gmail. Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah peran taman pendidikan al-qurAoan (TPA) nurul islam dalam meningkatkan kualitas baca tulis al-qurAoan di desa sidoharjo kabupaten OKU Timur. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertempat di TPA Nurul Islam. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian : 1. Metode pendidikan baca tulis Al-QurAoan di TPA Nurul Islam lebih menekankan pada aspek keterampilan keaagamaan yang paling dasar, yaitu keterampilan membaca dan menulis Al-QurAoan, serta penguasaan sejumlah hafalan yang terkait dengan pelaksanaan shalat dan doa harian. Siswa sudah memiliki kemampuan dasar dalam membaca Al-QurAoan. Faktor pendukung pembelajaran baca tulis Al-QurAoan di TPA Nurul Islam adalah adanya motivasi dari orang tua siswa untuk lebih memperhatikan kemajuan anaknya dalam Baca Tulis Al-QurAoan. Adanya sifat keteladanan yang dicerminkan oleh seorang pengajar atau guru dalam proses pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan, dan adanya keaktifan antara guru dan siswa dalam proses pembelajara baca tulis Al-QurAoan. Sedangkan Faktor penghambat pembelajaran baca tulis Al-QurAoan adalah faktor nya lebih ke lingkungan sekitar dan orang tua, adapun siswa yang memiliki keluarga broken home mereka tidak memiliki dorongan yang kuat dari orang tuanya untuk setiap kegiatan yang mereka lakukan. Keywords: Peran TPA (Taman Pendiikan Al-QurAoa. Kualitas Belajar Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Ali Musthofa. Munira Abstract The problem in this study is the role of the Nurul Islam Al-Qur'an Education Park (TPA) in improving the quality of reading and writing the Qur'an in Sidoharjo village. East OKU district. The research method used in this research is descriptive qualitative research. This research took place at TPA Nurul Islam. The sampling technique used was observation and documentation interview techniques. The results of the study: 1. Al-Qur'an literacy education methods at TPA Nurul Islam emphasize more on the most basic aspects of religious skills, 2. The existence of TPA (Al-Qur'an Educational Par. in improving the quality of reading and writing the Qur'an has a very important role for the community and parents, especially for teachers of Al-Qur'an Reading and Writing subjects and Islamic Religion teachers. The role of TPA for schools is to make it easier for teachers to read and write the Qur'an because students already have basic skills in reading the Qur'an. Factors that support learning to read and write the Qur'an at TPA Nurul Islam are the motivation of parents to pay more attention to the progress of their children in Reading and Writing Al-Qur'an. Keywords: Role of TPA (Al-Qur'an Education Par. Learning Quality Pendahuluan Melihat dan mengingat maraknya krisis moral pada saat ini tentu dengan adanya dunia pendidikan keagamaan menjadi salah satu cara yang terbaik untuk merubah serta menyelamatkan perilaku bagi generasi penerus bangsa. Pendidikan keagamaan yang didapatkan oleh anak usia dini dilakukan secara informal melalui keluarga, lingkungan social serta dengan masyarakat sekitar, perwujudan tersebut salah satunya adalah melalui TPA. TPA sebagai tempat atau lembaga dasar untuk belajar baca tulis Al-QurAoan. Oleh karena itu. TPA harus memberikan pelayanan dan kualitas berstandar nasional, agar mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berjiwa religi dan professional di bidang Al-QurAoan maupun hadist (Vinny Aisyahlani Putri, 2. Al-QurAoan adalah kalam Allah atau firman Allah yang diturunkan pada nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril secara berangsuran gurdan membacanya merupakan ibadah. Al-QurAoan merupakan petunjuk dan pedoman umat islam, untuk itu umat islam harus bias membaca Al-QurAoan serta mengamalkannya karna al-QurAoan memberikan pertolongan dihari akhir bagi orang-orang yang membacanya. Dengan demikian maka diperlukan adanya sebuah pendidikan dasar yang dibuat rujukan yaitu taman pendidikan Al-QurAoan (TPA) dalam hal itu TPA mempunyai peran penting untuk menjadikan anak-anak mampu membaca Al-QurAoan, selama ini pembelajaran di pendidikan Al-QurAoan kurang maksimal terbukti banyak yang kurang mampu membaca Al-QurAoan jika tidak di pesantren. Pembelajran Al-QurAoan merupakan pondasi utama bagi disiplin ilmu. Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) merupakan sebuah lembaga yang bergerak pada kegiatan-kegiatan agamis. Taman Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Peran Taman Pendidikan Al-QurAo an (TPA) dalam Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan e ISSN: 2962-2271 Pendidkan al-QurAoan (TPQ) merupakan lembaga yang sangat tepat untuk mengembangkan syiAoar Islam dalam hal pendalaman bacatulis Al-QurAoan dan kegiatan agama lainnya di lingkungan sekitarnya. Keterampilan membaca AlQurAoan atau lebih dikenal dengan istilah mengaji merupakan keterampilan penting pada fase awal guna memahami isi kandungan Al-QurAoan. Semua kebutuhan manusia yang dikemukakan dalam dua pendapat tersebut baik jasmani maupun rokhani juga menjadi kebutuhan yang dibutuhkan peserta didik dalam kehidupan hanya kalau pada pendapat di atas kebutuhan akan agama dijadikan kebutuhan terakhir maka dalam proses pendidikan Islam. kebutuhan agama merupakan kebutuhan utama sekaligus menjadi filterisasi bagi semua kebutuhan-kebutuhan lain bagi peserta didik dalam kehidupan dimana peserta didik yang berkualitas dalam pendidikan Islam adalah peserta didik yang mampu mengaktualkan seluruh aktivitas dalam kehidupan sikap dan tata lakunya sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga agama Islam menjadi materi utama dan sekaligus barometer terhadap materi-materi pendidikan lain yang diterima peserta didik (Halid Hanafi. La Adu, 2. Pengajaran Al-QurAoan merupakan pondasi utama pengajaran bagi disiplin ilmu. Pentingnya kemampuan dasar ini akan lebih mudah, bila diterapkan kepada semua umat Islam pada usia dini. Karena pada masa-masa itu, fikiran dan hati mereka masih bersih dan suci. Santri dan santriwatinya pun sangat banyak, mulai dari masyarakat yang agak ekat sampai yang berada agak jauh sekalipun mereka berminat untuk belajar tau bersekolah di Taman Pendidkan al-QurAoan (TPQ) di samping sekolah formal di pagi harinya, kemudian juga didukung oleh ustadz/ustadzah yang sudah berpengalaman di bidangnya sehingga dalam memberikan pelajaranmu dah dimengerti oleh santri-santrinya. Disambut juga dengan materi ajar yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sendiri atau pun bagi kehidupan orang banyak, ditambah juga dengan berbagai kegiatan yang bersifat menghibur dan hiburan tersebut bukan hiburan semata melainkan di dalamnya terdapat juga berbagai ilmu pengetahuan. Pembelajaran di TPA ini sangat diperlukan sebagaimana dibeberapa TPA yang berlangsung perlu ada inovasi baru sebagaimana yang telah terjadi di TPA Nurul Islam bedasarkan studi pendahuluan peneliti TPA Nurul Islam memiliki sebanyak 80 santri dan memiliki 1 buah gedung yang terdiri dari 4 ruangan dan 1 kantor. Adapun keunggulan TPA Nurul Islam yaitu diantaranya : Sebagai wadah untuk mendidik anak usia dini terutama di bidang keagamaan yang dimulai dengan baca tulis Al-QurAoan. Menciptakan generasi islam yang taat beribadah dan berakhlak mulia. Menanamkan nilai- nilai budi pekerti yang baik dengan meneladani Rasulullah dan parasahabatnya. Para Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Ali Musthofa. Munira santri diajarkan gerakan- gerakan wudhu serta sholat, sehingga anak- anak dapat melaksanakan wudhu dan sholat dengan baik dan benar. Melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Taman Pendidikan Al-QurAoan adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam luar sekolah atau dapat disebut juga sebagai pendidikan non formal untuk anak-anak, yang mendidik santri agar mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid sebagai target pokoknya. Taman pendidikan Al-QurAoan adalah lembaga pendidikan di luar sekolah yang berfungsi sebagai pengajar dasar-dasar pelaksanaan ibadah dalam agama islam, oleh sebab itu bersifat alamiah. Metode pembelajaran yang digunakan TPA Nurul Islam yaitu dengan metode iqraAo. Dengan demikian penelitian ini nantinya bermanfaat bagi TPA lain agar lebih berinovasi dalam pembelajaran TPA sehingga meningkatkan kualitas baca tulis Al-QurAoan. Taman Pendidikan Al-QurAoan Nurul Islam merupakan wadah yang sangat berguna bagi masyarakat khususnya di desa sidoharjo. Adapun wawancara yang penulis lakukan pada hari rabu tanggal 5 Januari 2022 dengan kepala Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) Nurul Islam bahwa selain dari kegiatan baca tulis Al-QurAoan adapun kegiatan lain seperti mengenal sejarah islam, menyanyikan lagu-lagu islami. Keberadaan Taman Pendidikan Al-QurAoan sangat penting untuk memperkuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam pendidikan formal baik tingkat TK,SD maupun MI. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian yang berjudul AuPeran Taman Pendidikan Al-QurAoan ( TPA ) Nurul Islam dalam Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan di Desa Sidoharjo Kab. OKU TimurAy. adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : . Apa metode pendidikan TPA Nurul Islam dalam meningkatkan kualitas baca tulis Al-QurAoan, . Bagaimana Peran TPA Nurul Islam dalam meningkatkan kualitas baca tulis Al-QurAoan, . Apa saja faktor pendukung dan penghambat TPA Nurul Islam dalam meningkatkasn kualitas baca tulis Al-QurAoan berdasarkan dari rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : . Untuk mengetahui metode pendidikan apa saja yang akan dilakukan di TPA Nurul Islam dalam meningkatkan kualitas baca tulis Al-QurAoan. Untuk mengetahui peran apa saja yang akan dilakukan di TPA Nurul Islam dalam meningkatkan kualitas baca tulis Al-QurAoan. Untuk mengetahui apa saja faktor prndukung dan penghambat TPA Nurul Islam dalam meningkatkan kualitas baca tulis Al-QurAoan. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Peran Taman Pendidikan Al-QurAo an (TPA) dalam Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan e ISSN: 2962-2271 Kajian Teori Peran Taman Pendidikan Al-QurAoan Pengertian taman pendidikan Al-QurAoanub Bab Teori Berisi teori-teori yang relevan dengan penelitian. Sajikan kajian teori dengan font candana ukuran 12pt. Taman Pendidikan Al-QurAoan adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam luar sekolah atau dapat disebut juga sebagai pendidikan non formal untuk anak-anak, yang mendidik santri agar mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid sebagai target pokoknya. Taman pendidikan Al-QurAoan adalah lembaga pendidikan di luar sekolah yang berfungsi sebagai pengajar dasar-dasar pelaksanaan ibadah dalam agama islam, oleh sebab itu bersifat alamiah. Pesertanya secara umum memang ditujukan pada anak-anak usia taman kanak-kanak, tetapi pada praktiknya sering ditemui anak-anak usia sekolah adasar atau SLTP bahkan terkadang SLTA yang ining belajar lancer membaca Al-QurAoan (Chirani idris dan tasyrfin, 2017 : . Lembaga pendidikan yang sesungguhnya tidak hanya terbatas pada konsep institusi atau lembaga kependidikan semata, tetapi mencakup segala sesuatu yang mengalami atau melakukan perubahan oleh sebab itu, pendidikan islam sebagai suatu lembaga memiliki wilayah kajian cakupan studi ilmu yang tidak kalah luas dengan semesta ilmu (Jasa Ungguh Muliawan, 2015 : 301-. Lembaga Pembina adalah institusi yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap tumbuh kembangnya lembaga pendidikan Al-QurAoan (TKQ atau TPQ) penyelenggaraannya (Tim Dirokturat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren : Ditinjau dari segi sumber hukum islam, bisa ditemukan dalil nash yang memuat tuntutan terhadap muslimin untuk mempelajari dan mengajarkan AlQurAoan dalam kehidupan sehari-hari tidak ada jalan lain yang bisa memenuhi tuntutan ini, kecuali dengan melaksanakan pendidikan dan pengajaran Al-QurAoan. firman Allah SWT dalam QS: At-Tahrim ayat:6 Kurikulum Taman Pendidikan Al-QurAoan Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Ali Musthofa. Munira Kurikulum yang dimaksud adalah semua hal yang secara nyata terjadi dalam proses pendidikan di lembaga pendidikan Al-QurAoan sejenis TKQ. TPQ dan TQA. Di dalam pendidikan kegiatan yang dilakukan oleh santri dapat memberikan pengalaman belajar, seperti pergaulan dengan sesama santri, shalat berjamaah dan belajar. Semua ini merupakan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi anak, dan karena itu inti kurikulum adalah adalah pengalaman Pengalaman belajar mempengaruhi pendewasaan, baik dalam perubahan kemampuan pengetahuan, sikap dan emosi, maupun segi keterampilan yang dimiliki anak. Dengan demikian, isi atau muatan kurikulum amatlah luas kurikulum dapat dikatakan sebagai suatu perencanaan pengalaman belajar secara tertulis. Isi kurikulum pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam empat bagian yaitu tujuan, isi, metode pembelajaran, serta evaluasi. Tujuan merupakan komponen dasar dalam sebuah kurikulum. Tujuan menggambarkan target yang hendak dicapai oleh suatu lembaga pendidikan melalui serangkaian kegiatan pembelajaran dalam waktu tertentu. Karena itu, cakupan isi kurikulum merupakan penjabaran yang diturunkan dari tujuan itu ke dalam beberapa materi pokok. Dengan kata lain, materi yang dirumuskan dalam kurikulum disusun dan dirumuskan untuk mencapai tujuan atau target capaian suatu lembaga pendidikan. Komponen tujuan menjadi dasar atau fondasi dalam merumuskan komponen berikutnya, yaitu komponen isi, metode, serta evaluasi. Isi atau materi inti yang relevan dengan tujuan pembelajaraan yang telah dirumuskan di atas. Isi atau materi kurikulum berisikan mata pelajaran atau materi apa sajakah yang akan menjadi bahan pembelajaran yang disiapkan untuk anak-anak. Materi pelajaran dapat dikelompokkan pada materi pelajaran inti atau utama, materi penunjang, serta materi muatan lokal. Dalam hal ini, materi pokok tentu harus mendapat porsi yang paling besar dari materi Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran sebagaimana tertuang dalam kurikulum, lembaga Pembina memiliki peran untuk melakukan pembinaan dan pengembangan kemampuan para ustadz dalam memilih dan menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk para santri TKQ. TPQ, dan TQA. Tidak ada satu metode yang paling ideal dan paling ampuh untuk dapat diterapkan pada semua santri, karena itu dibutuhkan pembinaan kepada para ustadz untuk dapat menguasai berbagai metode pembelajaran Al-QurAoan yang sesuai dengan karakteristik para santri, alokasi waktu yang tersedia, sarana penunjang Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Peran Taman Pendidikan Al-QurAo an (TPA) dalam Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan e ISSN: 2962-2271 pembelajaran, serta kemampuan para ustadz itu sendiri. Sebagai langkah akhir dari keseluruhan rangkaian pembelajaran adalah evaluasi. Kegiatan evaluasi dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajaran dapat mengantarkan para santri pada pencapaian target atau tujuan kurikulum TKQ. TPQ, dan TQA. Dengan adanya evaluasi ini, manfaat bagi para ustadz adalah dapat melakukan perbaikan kegiatan pembelajaran, bagi lembaga penyelenggara dapat dijadikan sebagai alat untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan kelembagaan yang telah ditetapkan. Metode Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif dalam menganalisis data di lapangan. Pengertian secara teoritis tentang penelitian kualitatif adalah penelitian yang terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan dalam keadaan bagaimana adanya sehingga hanya merupakan penyikapan fakta. Suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan sara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian. Oleh karena itu peneliti terjun lansung ke lapangan untuk menggali data-data dan mengetahui secara jelas. Jenis yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yaitu suatu penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, presepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah serta dengan memanfaatkan berbagai metde alamiah. Data deskriptif ini adalah dengan cara mendeskripsikan atau menjelaskan, menggambarkan dan menguraikan fakta fakta yang peneliti dapatkan di lapangan berkaitan dengan Peran Taman Pendidikan Al-QurAoan Nurul Islam dalam meningkatkan kualitas Baca Tuis Al-QurAoan di Desa Sidoharjo Kab. OKU TIMUR. Analisa data dalam suatu penelitian merupakan bagian penting, sebab dengan analisis ini, data yang akan disajikan nampak manfaatnya terutama dalam memecahkan masalah penelitian untuk mencapai tujuan akhir penelitian. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Ali Musthofa. Munira Hasil dan Pembahasan Berikut dijabarkan hasil penelitian tentang peran taman pendidikan AlQurAoan (TPA) Nurul Islam dalam meningkatkan kualitas baca tulis Al-QurAoan di desa Sidoharjo Kabupaten OKU Timur : Metode Pendidikan TPA (Taman Pendidikan Al-QurAoa. Nurul Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan Sebagaimana Ahmad Nasih,dkk. menyatakan bahwa metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode pembelajaran merupakan suatu cara kerja yang sisitematis untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan. Penerapan metode dalam proses belajar mengajar, amat berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar mengajar. Guru membagi santri menjadi beberapa kelas agar lebih Penerapan metode dalam proses belajar mengajar, amat berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar mengajar. Guru membagi santri menjadi beberapa kelas agar lebih mudah. Para Ustadz/Ustadzah bertanggung jawab terhadap kedisiplinan dan ketenangan kelas tanpa membatasi ruang gerak para santri dalam mengembangkan kemampuan belajar. Kondisi yang tetap harus ada dalam proses belajar mengajar santri adalah bermain sambil belajar agar minat belajar membaca Al-QurAoan santri dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan masa perkembangannya. Metode IqraAo dalam penerapannya, guru-guru TPA ditekankan agar dapat menggunakan metode yang beragam dalam setiap proses belajar mengajar yang Pendekatan yang biasa mereka gunakan adalah metode langsung . anpa diej. dan CBSA . nak yang aktif membaca sendiri walaupun tidak ada Pendekatan CBSA diterapkan dengan membiarkan para santri untuk aktif membaca huruf-huruf Al-QurAoan dengan tetap mengawasi kalau terjadi kesalahan, dan bila itu terjadi maka Ustadz/Ustadzah biasanya hanya memberi isyarat berupa kata, atau bunyi yang mengisyaratkan bahwa bacaan santri salah . isalnya e, ehm dan lain sebagainy. Pada sistem CBSA. Ustadz/Ustadzah mengunakan metode langsung dimana para santri dibiasakan untuk langsung membaca bunyi huruf tanpa mengucapkan tanda fathah, dhommah, atau kasroh. Bagi santri yang dianggap mampu dan menguasai bacaan huruf Al-QurAoan dengan baik dan benar, maka santri diperbolehkan menginjak tahapan yang lebih tinggi disbanding teman- Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Peran Taman Pendidikan Al-QurAo an (TPA) dalam Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan e ISSN: 2962-2271 Sistem CBSA diterapkan pada sistem privat dimana tiap kelas ditangani oleh beberapa orang guru, dengan rasio perbandingan seorang guru mengajar. Tujuan tersebut diatas menjadi tolak ukur keberhasilan pelaksanaan pengajaran yang diterapkan di TPA, termasuk didalamnya TPA Nurul Islam. Dengan adanya tujuan tersebut, pihak pengelola TPA Nurul Islam berupaya merealisasikannya dengan beragam upaya, salah satunya adalah penerapan metode iqraAo. Metode tersebut baru dapat dikatakan efektif dalam penerapannya apabila memenuhi kriteria yang dikutip dari teori Syaiful Bahri Djamarah yang memberi kesimpulan bahwa efektivitas suatu metode dipengaruhi pula oleh beberapa pertimbangan yang mengacu pada beberapa faktor, antara lain berpedoman pada tujuan yang ingin dicapai, mempertimbangkan faktor perbedaan individual santri, kemampuan guru, sifat dan bahan pelajaran, situasi kelas, kelengkapan fasilitas, serta mempertimbangkan segi kelebihan dan kelemahan metode. Peran TPA (Taman Pendidikan Al-QurAoa. Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan Nurul Islam Dalam Peranan TPA (Taman Pendidikan al-QurAoa. sangat dirasakan juga oleh guru di sekolah, terutama untuk guru mata melajaran Baca Tulis AlQurAoan dan guru Agama Islam. Dimana telah kita ketahui bahwa mata pelajaran Agama Islam adalah mata pelajaran yang berhubungan dengan Al-QurAoan. Orang yang sudah mampu membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar memberi kesan bahwa mereka telah mampu melaksanakan ibadah shalat secara sempurna, terutama bagi anak-anak sebagai bentuk latihan sehingga mereka nantinya sudah terbiasa ketika menginjak usia dewasa. (Arief Ayatullah, 2. Kondisi inilah yang melahirkan terbentuknya TPA untuk mencintai Al-QurAoan terutama bagi anak-anak dan para remaja dapat mengetahui cara membaca Al-QurAoan demgan baik dan benar, dapat memahami dan mengerjakan apa yang terkandung dalam Al-qurAoan dan menjadikannya bacaan seharu-hari. Selain TPA sebagai lembaga pendidikan nonformal yang mempunyai peran utama mengajarkan kemampuan membaca dan menulis Al-QurAoan juga sangat berperan bagi perkembangan jiwa anak untuk dapat menghafal surat-surat penddek, doAoa sehari-hari, asmaul husnah dan praktek sholat dengan Penjelasan tersebut, membuktikan bahwa TPA Nurul Islam memiliki peranan dalam membina kualitas baca tulis Al-QurAoan anak. Hal itu terlihat dari adanya perubahan bacaan anak123 Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Ali Musthofa. Munira anak yang sudah cukup baik dari sebelumnya dan mengarah kepada bacaan yang lebih fasih, karena sifat-sifat yang terkandung dalam peranan TPA yang diajarkan bukan hanya baca tulis Al-QurAoan saja tetapi juga seperti hormat kepada orangtua, guru dan temannya sudah dilaksanakan oleh santri walaupun tidak sepenuhnya. Faktor Yang Menjadi Pendukung Dan Penghambat Dalam Mening Ae katkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan Di TPA (Taman Pendidikan AlQurAoa. Nurul Islam Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor pendukung dan penghambat minat baca Al-QurAoan di TPA Nurul Islam. Minat membaca Al-QurAoan pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: faktor dari anak itu sendiri, pola asuh orang tua, teman bermain, dan lingkungan Menurut teori Farida Rahim . mengatakan bahwa minat itu bisa ditumbuhkan meliputi dua faktor, faktor yang mempengaruhi minat yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang meliputi dua aspek yakni aspek fisiologis . ang bersifat jasmania. dan aspek psikologis . ang bersifat rohania. , sedangkan untuk faktor eksternal yaitu faktor yang terdiri dari dua macam yakni faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial. Faktor pendukung minat baca Al-QurAoan di TPA Nurul Islam ini dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu: Adanya motivasi atau dorongan dari orang tua siswa untuk lebih memperhatikan kemajuan anaknya dalam membaca Al-QurAoan. Motivasi orang tua disini terdiri dari memberikan bimbingan dalam belajar membaca Al-QurAoan, memberi teladan bagi anak, melengkapi kebutuhan belajar Al-QurAoan anak dan memberikan anak hadiah . Adanya sifat keteladanan yang dicerminkan oleh seorang pengajar atau guru dalam proses pembelajaran membaca Al-QurAoan, pengajar harus bisa menjadi contoh suri tauladan bagi anak didiknya. Adanya keaktifan antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran baca tulis Al-QurAoan. Pada saat pembelajaran didalam kelas tidak hanya anakanak yang harus semangat dan aktif belajar, tetapi Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Peran Taman Pendidikan Al-QurAo an (TPA) dalam Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al-QurAoan e ISSN: 2962-2271 pengajar pun juga harus semangat dan aktif. Hal ini juga dapat mempengaruhi minat baca Al-QurAoan pada anak. Sedangkan faktor penghambat minat baca Al-QurAoan pada anak dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kurangnya minat pada diri anak untuk membaca Al-QurAoan, kurangnya waktu yang disediakan anak dalam membaca Al-QurAoan sehingga frekuensi/keseringan anak dalam membaca kurang efisien dan efektif. Kemudian dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu sulitnya mengontrol anak pada saat pembelajaran membaca Al-QurAoan Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Pelaksanaan metode pendidikan baca tulis AlQurAoan di TPA Nurul Islam. Metode pengajarannya lebih menekankan pada aspek keterampilan keaagamaan yang paling dasar, yaitu keterampilan membaca dan menulis Al-QurAoan, keterampilan kaifiyat shalat 5 waktu serta penguasaan sejumlah hafalan yang terkait dengan pelaksanaan shalat dan doa harian. Keberadaan TPA (Taman Pendidikan Al-QurAoa. dalam meningkatkan, kualitas baca tulis al-QurAoan mempunyai peranan yang sangat penting bagi masyarakat dan para orang tua. Peranan TPA bagi sekolah adalah memudahkan guru Baca Tulis AlQurAoan karena siswa sudah memiliki kemampuan dasar dalam membaca Al-QurAoan yang didapatkannya di TPA, begitupun dengan guru Agama Islam. Sedangkan bagi masyarakat TPA memiliki peranan yang juga sangat penting yakni menciptakan generasi islami yang taat beribadah dan berakhlaq mulia, membentuk masyarakat yang QurAoani, dan menanamkan nilai-nilai budi pekerti yang baik dengan meneladani Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Faktor pendukung pembelajaran baca tulis Al-QurAoan di TPA Nurul Islam,adalah adanya motivasi dari orang tua siswa untuk lebih memperhatikan kemajuan anaknya dalam Baca Tulis Al-QurAoan. Adanya sifat keteladanan yang dicerminkan oleh seorang pengajar atau guru dalam proses pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan, dan adanya keaktifan antara guru dan siswa dalam proses pembelajara baca tulis Al-QurAoan. Sedangkan Faktor penghambat pembelajaran baca tulis Al-QurAoan adalah faktor nya lebih ke lingkungan sekitar dan orang tua, adapun siswa yang memiliki keluarga broken home mereka tidak memiliki dorongan yang kuat dari orang tuanya untuk setiap kegiatan yang mereka lakukan. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Ali Musthofa. Munira Saran Memberikan daya dukung terhadap segala kebutuhan Santri terutama yang berkaitan dengan pengadaan buku-buku referensi penunjang demi perubahan cara baca tulis al-QurAoan Santri menjadi lebih baik. Adanya dukungan dari keluarga dan kerja sama antara guru/pengajar dengan orang tua santri serta masyarakat sekitar,Adanya pendampingan orang tua untuk setiap kegiatan anaknya. Referensi