ISSN 2774-6895 SCIENING: Science Learning Journal Journal homepage: http://ejurnal. id/index. php/sciening Pengaruh Pendekatan STEAM terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Zat Aditif dan Adiktif di SMP Negeri 6 Tondano Endamia Tambun1*. Zusje Wiesje Merry Warouw2. Ester Caroline Wowor3. Maria Yasinta Manuel4 1,2,3,4Jurusan Pendidikan IPA. FMIPAK. Universitas Negeri Manado. Tondano. Indonesia *e-mail: endamiatambun@gmail. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan STEAM terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu . uasi-experimenta. dengan desain penelitian non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMP Negeri 6 tondano tahun ajaran 2022/2023, sedangkan sampel yang diambil adalah siswa kelas Vi-A dengan jumlah 25 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas Vi-B dengan jumlah 25 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian kemampuan berpikir kritis berupa tes belajar berbentuk essay. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian pretest dan postes kemudian selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Hasil perhitungan memperoleh nilai thitung = 8,0676. Nilai ini kemudian dikonfirmasikan terhadap nilai ttabel yaitu 2,0106 pada = 0,05, sehingga thitung = 8,0676 > ttabel = 2,0106. Berdasarkan hasil ini maka H0 ditolak dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan STEAM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, pendekatan STEAM Abstract. This study aims to determine the effect of the STEAM approach on critical thinking skills. This study is a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design. The population in this study were all students of class Vi of SMP Negeri 6 Tondano in the 2022/2023 academic year, while the sample taken was students of class Vi-A with a total of 25 students as the experimental class and class Vi-B with a total of 25 students as the control class. The research instrument for critical thinking skills was an essay-based learning test. The data collection technique in this study was the provision of a pretest and posttest, then analyzed using the t-test. The calculation results obtained a tcount value = 8. This value was then confirmed against the ttable value of 2. 0106 at = 0. 05, so that tcount = 8. 0676> ttable = 2. Based on these results. H0 is rejected, thus it can be concluded that there is an influence of the STEAM approach on students' critical thinking skills. Keywords: STEAM approach, critical thinking skills Diterima 22 Mei 2025 | Disetujui 13 Juni 2025 | Diterbitkan 30 Juni 2025 PENDAHULUAN Pada zaman sekarang dimana teknologi yang semakin maju, penyebaran informasi beserta akses telekomunikasi dan transportasi menjadi semakin cepat dan mudah. Dampaknya juga meluas ke berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Pendidikan masih menghadapi sejumlah permasalahan, salah satu isu yang dihadapi dalam dunia pendidikan saat ini adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis dapat didefinisikan sebagai tujuan utama dalam mengembangkan kemampuan kognitif siswa dan mampu menyimpan informasi secara efisien. Berpikir kritis diartikan SCIENING: Science Learning Journal. Vol. 6 No. Juni 2025, 10-16 Tambun. Warouw. Wowor. & Manuel. , 2025 sebagai keterampilan dalam menganalisa dan menarik kesimpulan secara logis dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita di tingkat pendidikan untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa, karena kemampuan berpikir kritis tidak muncul secara tibatiba, melainkan harus dilatih dalam setiap (Nurwidodo. Romdaniyah. Sudarmanto, & Husamah. Para guru saat ini perlu mengadopsi metode pembelajaran yang mampu mengasah keterampilan berpikir kritis Salah satu cara pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah pendekatan STEAM (Muntamah. Roshayanti, & Hayat, 2. Ilmu Pengetahuan. Teknologi. Rekayasa. Seni, dan Matematika atau disingkat STEAM adalah suatu metode yang efektif dalam upaya menerapkan Pembelajaran Tematik menggabungkan empat bidang utama dalam pendidikan yaitu sains, teknologi, matematika, dan teknik. Keempat bidang ini saling terkait dengan masalah yang Pendekatan ini dapat membangun sebuah sistem pembelajaran yang terintegrasi dan pembelajaran yang aktif karena keempat aspek tersebut diperlukan secara simultan untuk menyelesaikan masalah (Maulana. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri 6 Tondano, kemampuan berpikir kritis para siswa, masih tergolong di bawah standar. Terungkap bahwa banyak siswa yang menghadapi kesulitan dalam memahami penjelasan dari guru jika tidak diulangi berkali-kali. Siswa juga sering mempertanyakan tanggung jawab mereka, terlepas dari tanggung jawab guru dalam proses pembelajaran. Selain itu, mereka masih merasa kesulitan dan tampak bingung saat mencoba memahami aktivitas pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang masih terfokus pada pengajaran dari guru, dengan metode yang cenderung berupa ceramah. Akibatnya, siswa tampak kurang bersemangat dan kurang aktif selama proses belajar. Hanya sedikit siswa yang memberikan tanggapan terhadap pertanyaan guru saat diskusi berlangsung, sementara sebagian besar lebih memilih berbincang dengan teman sebaya dan melakukan aktivitas mereka Dalam mengamati, mengobservasi, menganalisis, membentuk hipotesis, menyimpulkan, dan mengevaluasi, belum ada indikasi yang jelas karena masih banyak yang terlihat Selain itu, ketika mengajar, guru cenderung menggunakan metode ceramah, sehingga anak-anak merasa jenuh dan enggan untuk memperhatikan saat guru mengajar, karena kurangnya variasi dan kreativitas dalam media pembelajaran yang digunakan. Pelaksanaan pembelajaran ialah kemampuan dan keterampilan siswa guna mempersiapkan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di antara berbagai metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah menengah pertama, hal yang penting berkaitan tentang pendekatan yang lebih sesuai untuk mengembangkan kemampuan berpikir STEAM (Qomariyah, & Qalbi, 2. Selanjutnya, berdasarkan sejumlah studi terkait, disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa dapat membantu mereka dalam menyelesaikan masalah serta membangun hubungan dengan lingkungan sekitar. Siswa juga berpotensi untuk melakukan eksplorasi dan memiliki cara berpikir yang inovatif dan lancar. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STEAM lebih mudah diterima oleh siswa melalui penerapan kemampuan berpikir kritis, memahami materi melalui aktivitas bermain (Imamah, & Muqowim, 2. Selain itu, kreativitas siswa dapat ditingkatkan melalui metode STEAM ini, yang ditunjukkan dengan keterampilan berpikir seperti fleksibilitas, originalitas, kelancaran, dan perhatian terhadap detail. Dengan menerapkan metode STEAM dalam kelas, siswa akan mampu memecahkan masalah dan terhubung dengan lingkungan yang ada disekitar (Wahyuningsih. Nurjanah. Rasmani. SCIENING: Science Learning Journal. Vol. 6 No. Juni 2025, 10-16 Tambun. Warouw. Wowor. & Manuel. , 2025 Hafidah. Pudyaningtyas, & Syamsuddin. Pembelajaran STEAM dilakukan melalui permainan tradisional, sehingga proses belajar tersebut mampu pertumbuhan siswa (Sit & Rakhmawati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis kreativitas siswa setelah tindakan ini, yang berarti bahwa pendekatan STEAM berpengaruh positif dalam meningkatkan memecahkan masalah peserta didik (Purwaningsih. Triharnanto, & Pusporini. Oleh karena itu, pendidik harus memainkan peran signifikan dalam mengembangkan kemampuan berpikir Inilah alasan mengapa peneliti STEAM terhadap kemampuan berpikir Selain itu, berbagai kompetensi yang diperlukan guru dalam proses berpikir kritis seharusnya ditangani secara optimal (Wulandani. Putri. Pratiwi, & Sulong, 2. Keunikan dari penelitian ini adalah pendekatan STEAM dirancang dan diterapkan oleh pendidik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis secara sistematis dan menarik. Pembelajaran STEAM ini juga mendorong siswa untuk menciptakan produk atau keterampilan berpikir kritis dan STEAM. Penelitian STEAM kemampuan berpikir kritis siswa pada materi zat aditif dan adiktif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah non equivalent control group design, desain penelitian ini terdapat 2 kelompok diambil sebagai sampel subjek diberi pretest dan postest untuk mengetahui hasil belajar dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok penelitian yang diajar menggunakan model STEAM sedangkan kelas kontrol Adapun model desain penelitian non equivalent control group design dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Desain penelitian non equivalent control group design Kelas Pretest Perlakuan Postest Eksperimen Kontrol (Sugiyono dalam Trisnowali, & Arifin. Keterangan. X adalah perlakuan. Q1 adalah nilai pretest kelompok eksperimen. Q2 adalah nilai posttest kelompok eksperimen. Q3 adalah nilai pretest kelompok kontrol, dan Q4 adalah nilai posttest kelompok kontrol. Berdasarkan Tabel 1, dapat dilihat bahwa desain penelitian non equivalent control group design terdiri atas 2 kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana pada awal dan akhir pembelajaran akan diberikan tes hasil belajar untuk mengukur kemampuan awal dan akhir siswa setelah diberikan perlakuan. Populasi adalah siswa kelas Vl SMP Negeri 6 Tondano sebanyak 2 kelas dengan jumlah keseluruhan siswa 50 orang. Sampel yang akan diambil disini adalah terdiri dari 2 kelas. Kelas Vl A sebagai kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan STEAM dan kelas Vl B sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yakni proses pengambilan sampel penelitian dengan pertimbangan tertentu. Metode pengumpulan data yang diterapkan dalam studi ini ialah teknik Teknik pengujian merupakan cara pengumpulan data melalui tes setelah seluruh materi disampaikan. Tes yang diterapkan berbentuk soal essay untuk mengenai materi zat aditif dan zat adiktif. Metode analisis data adalah cara yang digunakan untuk menelaah data yang telah terkumpul demi memahami mutu pembelajaran yang sudah diberikan. Adapun uji prasyarat yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan pengujian hipotesis penelitian. SCIENING: Science Learning Journal. Vol. 6 No. Juni 2025, 10-16 Tambun. Warouw. Wowor. & Manuel. , 2025 Uji normalitas dilaksanakan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil dalam penelitian terdistribusi normal atau Uji normalitas populasi harus menentukan langkah perhitungan yang akan dilakukan pada pengujian hipotesis Data yang diuji yaitu data dari kelas eksperimen dan data dari kelas Uji normalitas yang diterapkan penulis dalam penelitian ini adalah uji Lilliefors. Uji homogenitas dilakukan untuk memperoleh asumsi bahwa sampel penelitian memiliki kondisi yang serupa atau homogen. Uji homogenitas dilakukan dengan menganalisis apakah kedua sampel memiliki varians yang setara atau Untuk mengevaluasi homogenitas varians ini digunakan metode Uji varians terbesar dibandingkan dengan varians Jika data terdistribusi normal dan homogen, maka pengujian hipotesis penelitian dapat dilaksanakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian dari nilai pretest dan postest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Ringkasan hasil berpikir kritis Statistik Skor maks Skor min Rata-rata Varians Deviasi Eksperimen Pre Post Kontrol Pre Post Berdasarkan Tabel 2 diketahui nilai berpikir kritis siswa pretest dan posttest kelas eksperimen, dengan nilai perolehan untuk niliai pretest skor minimum 10 dan maksimum 60 dengan rata-rata 26 dengan jumlah siswa 25. Terjadi peningkatan pada nilai posttest yaitu skor minimum 20 dan skor maksimum 100 dengan rata-rata 67. dengan jumlah siswa 25. selanjutnya data pretest dan posttest untuk kelas kontrol, yakni untuk nilai pretest skor minimum 10 dan maksimum 60 dengan rata-rata 26. dengan jumlah siswa 25. Terjadi peningkatan pada nilai posttest yaitu skor minimum 30 dan skor maksimum 80 dengan rata-rata 55. 2 dengan jumlah Sebelum dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homegenitas varians kedua kelas. Hasil analisis untuk uji normalitas data penelitian dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil uji normalitas Kelas Kelas L0 = 0,158 L0 = 0,172 Lt = 0,173 Lt = 0,173 Keterangan L0 < Lt maka Berdasarkan Tabel 3, diperoleh hasil pengujian normalitas dengan uji lilliefors yang diselesaikan dengan menggunakan software microsoft excel. Diperoleh bahwa Dengan menunjukkan nilai dari Lhitung = 0,158 < Ltabel = 0,173 dengan taraf nyata 0. 05 dapat disimpulkan bahwa data kelas eksperimen Sementara pengujian normalitas dengan uji lilliefors diperoleh bahwa nilai pretest kelas eksperimen berdistribusi normal. Dengan menunjukkan nilai dari Lhitung 0,172 < Ltabel 0,173 dengan taraf nyata 0. 05 dapat disimpulkan bahwa data kelas eksperimen berdistribusi normal. Pengujian penelitian menggunakan rumus FINV . ,05,24,. dengan software microsoft excel didapatkan hasil Ftabel pada taraf signifikan = 0. 05 adalah = 1,983 dan Fhitung untuk pretest yaitu 1,086, maka Fhitung ttabel . ,0676 > 2,0. dengan menggunakan kriteria penerimaan atau penolakan H0 dalam pengujian ini karena . hitung > ttabe. sehingga H0 ditolak dan H1 Hal ini berarti terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran STEAM di SMP Negeri 6 Tondano. Pembahasan Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Tondano pada kelas Vi. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah kelas Vi A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 25 dan kelas Vi B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa Dari hasil uji kevalidan soal diperoleh 6 soal yang valid dari 10 soal essay yang diujikan dengan koefisien reliabilitas . sebesar 1,181 maka dapat dinyatakan instrumen penelitian soal essay dengan menyajikan 6 butir soal dan diikuti oleh 25 siswa tersebut sudah memiliki reliabilitas yang sangat tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut sudah memiliki kualitas yang baik. Uji persyaratan sebelum dilakukan uji hipotesis, yaitu uji normalitas data dan berdistribusi normal dan homogen. Sehingga kedua kelompok tersebut dapat memenuhi untuk penelitian. Kemudian kedua kelompok diberi perlakuan , untuk kelas eksperimen melalui pendekatan STEAM dan kelas kontrol diberi perlakuan dengan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran dengan pendekatan STEAM mempunyai banyak manfaat dan Manfaat pendekatam STEAM antara lain mempunyai pengaruh positif membuat siswa mampu memecahkan masalah dan sikap peserta didik terhadap pelajaran IPA. Data hasil penelitian di SMP Negeri Tondano pembelajaran IPA menunjukan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model STEAM lebih tinggi dari rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang mengalami pembelajaran Rata-rata nilai kelas eksperimen yaitu 67,6 dan rata-rata nilai kelas kontrol yaitu 55,2 maka dapat STEAM meningkatkan kemampuan berpikir kritis Berdasarkan hasil penelitian eksperimen ini yang dilakukan di SMP Negeri 6 Tondano diperoleh data yang menunjukkan hasil uji statistik bahwa thitung = 8,0676 > ttabel = 2,0106 sehingga berdasarkan kriteria H0 ditolak dan H1 Hal ini berarti terdapat pengaruh pendekatan STEAM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi zat aditif dan zat adiktif di SMP Negeri 6 Tondano. Pada STEAM dan kemudian membagi siswa menjadi 4 kelompok. Setelah itu, siswa diberikan peluang untuk menyelesaikan tugas yang telah ditentukan dengan langkah-langkah pendekatan STEAM yang mencakup materi pelajaran, menyusun pertanyaan, mempresentasikan hasil kerja mereka. Dengan memanfaatkan pembelajaran STEAM, kesempatan untuk belajar secara mandiri, berinovasi, dan lebih aktif. Mereka diberi ruang untuk menyelami materi terlebih dahulu, kemudian menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari kepada temantemannya sebelum mengisi LKS mengenai praktikum zat aditif dan zat adiktif. Dalam praktikum ini, mereka saling mengamati dan berinteraksi satu sama lain. Praktikum pendekatan STEAM ini membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar. Pada awalnya, mereka hanya berdiam diri, namun setelah praktikum, interaksi antar siswa terjadi melalui saling bertanya dan memecahkan masalah bersama. SCIENING: Science Learning Journal. Vol. 6 No. Juni 2025, 10-16 Tambun. Warouw. Wowor. & Manuel. , 2025 Keantusiasan penerapan pendekatan STEAM. Ini sejalan dengan pendapat Buonincontro . alam Rahma, 2. yang menyatakan bahwa integrasi STEAM memberikan peluang baru bagi peserta didik untuk menjalani proses pembelajaran desain secara langsung dan menciptakan produk dengan kemampuan kreativitas dan Kreativitas dan kemampuan berpikir menjadi dua aspek krusial yang harus Hal ini mendukung apa yang diungkapkan Widiana . bahwa dengan pendekatan STEAM, diharapkan siswa dapat belajar dengan terampil dan berinovasi, berpikir kritis dan mampu mengatasi masalah, kreatif dan inovatif, teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK), serta kemampuan untuk menjalani kehidupan karir, termasuk. pengembangan diri, serta keterampilan sosial dan budaya, produktif, dapat dipercaya, memiliki jiwa kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab. Demikian pula, orang yang berpikir kritis seharusnya memiliki sikap terbuka terhadap gagasan Meskipun ini bukan hal yang mudah, hal ini tetap perlu dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Kemampuan berpikir kritis sangat penting untuk siswa dalam menghadapi berbagai tantangan, mampu memecahkan masalah yang ada, dan mengambil keputusan yang tepat untuk membantu diri sendiri dan orang lain di era globalisasi ini. Ini sejalan dengan pernyataan Warouw . alam Pontoh. Warouw, & Rondonuwu, 2. bahwa berpikir kritis adalah bekal penting untuk menghadapi era teknologi dan informasi, dimana hal itu membantu seseorang dalam membuat keputusan yang tepat. Kemampuan berpikir kritis tidak bisa didapatkan dan ditingkatkan dengan Agar supaya siswa dapat kemampuan berpikir kritis, mereka membutuhkan latihan dan pembelajaran yang berfokus pada masalah nyata di lingkungan sekitar yang perlu mereka selesaikan (Sidampoi. Suriani. Harahap. Rogahang, & Rungkat, 2. Sejalan dengan pandangan ini, penelitian dari Wowor. Tumewu, & Rogahang . menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengaitkan dengan permasalahan nyata di lingkungan akan menjadikan proses belajar lebih menarik dan menyenangkan, dapat meningkatkan motivasi untuk lebih aktif, mendorong kreativitas peserta didik, membuat isi pembelajaran menjadi lebih nyata, memudahkan pemahaman materi, mendorong kerja sama dalam kelompok, pengalaman berharga dalam belajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran STEAM lebih Proses pembelajaran STEAM, siswa dituntut untuk lebih aktif berpikir. Siswa juga dapat mencoba serta mengembangkan gagasan serta ide mereka sendiri dalam pembelajaran, sehingga diharapkan dapat merangsang kreativitas yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. KESIMPULAN Bedasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan STEAM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi zat aditif dan zat adiktif di SMP Negeri 6 Tondano. DAFTAR PUSTAKA