Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 10-22 Penataan Jurnalisme Warga Di Media NU Sidoarjo . Zaimil Fanani Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto. Email: afan. voltus@gmail. Abstract Keywords: Editorial . Management. Citizen Journalism. Sidoarjo This research discusses how the community media nusidoarjo. id organizes citizen journalism as a support for the writings in its media. This research uses qualitative methods with descriptive analysis. As a community media, nusidoarjo. id has several limitations, one of which is financial limitations so nusidoarjo. id is managed by However, nusidoarjo. id, which is on a district scale, is quite productive, because it is able to upload 3-5 articles every day. Research data was obtained through interviews with managing editors, regular journalists and contributors. From the editorial management carried out using George R. Terry's management theory, namely planning, organizing, actuating and controlling, the results were found that the implementation of these four aspects can be implemented well by nusidoarjo. thus making this community media a media who is active and productive. Abstrak Kata Kunci: nusidoarjo. Manajemen Redaksi. Jurnalisme Warga Penelitian ini membahas bagaimana media komunitas nusidoarjo. id menata jurnalisme warga sebagai penyokong tulisan-tulisan di medianya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Sebagai media komunitas, id memiliki beberapa keterbatasan, salah satunya adalah keterbatasan finansial sehingga nusidoarjo. id dikelola secara sukarelawan. Meski demikian id yang berskala Kabupaten terbilang cukup produktif, karena mampu mengunggah 3-5 tulisan setiap harinya. Data penelitian diperoleh melalui wawancara kepada redaktur pelaksana, pewarta tetap dan kontributor. Dari manajemen redaksi yang dilakukan dengan menggunakan teori manajemen George R. Terry, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling, ditemukan hasil bahwa penerapan empat aspek tersebut dapat dilaksanakan dengan baik oleh nusidoarjo. id, sehingga membuat media komunitas ini bisa menjadi media yang aktif dan produktif Pendahuluan Di era revolusi industri 5. 0 seperti saat ini, masyarakat tidak asing dengan kalimat digital dan online. Dalam pencarian informasi, masyarakat kini lebih menyukai mencari melalui internet, baik media sosial maupun media online. Selain karena cepat dan mudah diakses, informasi yang dapat ditemukan di internet sangatlah berlimpah. Dengan adanya internet ini, menjadi salah satu penyebab munculnya era baru dalam ilmu komunikasi. masyarakat memiliki peran ganda, satu sisi berperan sebagai komunikator dan di sisi lain juga menjadi komunikan. Hal demikian memunculkan istilah yang disebut jurnalisme warga atau citizen journalist. Pokok dari Citizen journalism adalah warga menjadi obyek sekaligus subyek berita, kemudian didistribusikan melalui media cetak, media elektronik, dan media informasi Dilansir dari laman Wikipedia. com, yang dimaksud dengan media informasi alternatif adalah bentuk media yang berbeda dari bentuk media yang dominan dari segi konten, cara produksi, ataupun cara distribusi mereka. Media alternatif, seperti media pada umumnya, dapat memiliki banyak bentuk seperti cetak, audio, video, internet, atau seni jalanan. beberapa di antara contoh media alternatif adalah radio komunitas (Media Alternatif, 2. Media ini biasanya menjadi komoditas iklan dan bertujuan untuk mewakili kelompok tertentu. Contoh media informasi alternatif ialah media komunitas warga Nahdlatul Ulama di Sidoarjo, yaitu id yang menjadi objek penelitian ini. Pelibatan warga secara aktif dalam memproduksi konten media disebut sebagai citizen journalism (CJ) atau jurnalisme warga (Nah & Chung, 2. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi disebut membantu aktivitas ini berkembang dengan pesat, terutama dengan kehadiran media online yang semakin menjamur sejak tahun 2000-an. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar mengingat aktivitas jurnalisme non-profesional sudah ada sejak lama (Hughes, 2. Hanya saja munculnya berbagai platform media online menambah banyaknya warga yang berperan sebagai pewarta warga. Bagi masyarakat muslim, perkembangan ini dimaknai sebagai bentuk terbukanya lahan dakwah atau syiAoar. Hadirnya media-media online bernafaskan Islam seperti Eramuslim. Islamedia. Suara-Islam. Mediaumat. Voa-Islam. NU Online . dan Hidayatullah. com, membuktikan bahwa kelompok muslim sudah menganggap dunia maya sebagai sesuatu yang penting. Studi Rosyid di tahun 2013 menegaskan bahwa penggunaan media online bisa menjangkau kelompok menengah terdidik yang membutuhkan gaya modern dan fleksibel (Rosyid, 2. Media nusidoarjo. id adala media official Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo yang dikelola oleh Lembaga Taklif wan Nasyr (LTN) NU Sidoarjo. Media komunitas ini mulai hadir sejak 2018, namun sempat vakum di pertengahan tahun 2021, kemudian aktif kembali pada awal tahun 2022 setelah dilakukan pergantian kepengurusan LTN NU dan pengelola media nusidoarjo. Sebagai media komunitas, nusidoarjo. id dipengaruhi oleh adanya jurnalisme warga sebagai penyokong tulisan-tulisan di media nusidoarjo. Maka, untuk menata jurnalisme warga tersebut dibutuhkan pengorganisasian warga sebagai contributor media. Pengorganisasian warga atau kontributor ini adalah bagian dari manajemen redaksi. Bagi Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 10-22 media komunitas, manajemen redaksi yang baik sangat menentukan efektivitas penerbitan. Dari latar belakang tersebut, penelitian ini akan membahas bagaimana media komunitas id menata jurnalisme warga atau kontributor warga menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang dicetuskan oleh George R. Terry, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling. Sehingga dapat menambah khazanah penelitian mengenai manajemen redaksi, terkhusus pengaplikasiannya terhadap media komunitas seperti nusidoarjo. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Analisis ini lebih menitik beratkan pada proses-proses kejadian suatu fenomena, bukan menjelaskan kedalaman data atau pun makna data (Bungin, 2. Sementara, pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kajian pustaka. Dalam hal ini, peneliti mewawancarai Mustain, redaktur pelaksana nusidoarjo. Yulianto, kontributor tetap 2023-2024. Maschan Yusuf, tim pewarta nusidoarjo. id 2023-sekarang. Pemilihan ketiga narasumber tersebut didasarkan pada kebutuhan penelitian ini, yakni membahas bagaimana pengelolaan kontributor di nusidoarjo. Wawancara dilakukan melalui saluran telfon dan tatap muka pada bulan April 2024. Data lainnya didapat melalui buku, artikel, karya akademik, jurnal, serta sumber lainnya. Penataan Jurnalisme Warga Jurnalisme Warga (Citizen Journalis. Melansir dari situs Kompas. com yang dilansir dari situs Encyclopaedia Britannica, jurnalisme warga adalah kegiatan atau praktik jurnalisme, dilakukan oleh orang-orang yang bukan jurnalis professional (Putri, 2. Praktik jurnalisme yang dimaksud meliputi kegiatan pencarian, pengumpulan, dan penyusunan fakta menjadi informasi atau berita, dengan gaya penulisan dan penyampaiannya sendiri. Berbeda dengan praktik jurnalisme lainnya, media yang digunakan dalam jurnalisme warga biasanya berupa web, blog, atau media sosial yang sengaja dirancang oleh individu atau kelompok. Dikutip dari buku Public Service (Tinjauan Teoretis dan Isu-isu Strategis Pelayanan Publi. karya M. Chazienul Ulum, citizen journalism melibatkan warga dalam mengabarkan atau melaporkan suatu peristiwa. Informasi yang disampaikan dalam jurnalisme warga lebih berfokus pada konten yang berkaitan dengan isu kepentingan publik . ublic interest issu. Artinya konten yang dibuat adalah konten yang penting untuk disampaikan serta memiliki daya tarik publik. Kehadiran Jurnalisme Warga beriring dengan berkembangnya teknologi digital yang melahirkan bentuk masyarakat baru dengan istilah yang disebut warga berjejaring . he networked societ. Network society merupakan pengembangan dari digital society yang populer pada tahun 1990-an. Jurnalisne Warga memiliki beragam praktik dengan berbagai istilah, seperti, user-generated content (UGC), user-created content (UCC), participatory journalism, akar rumput and jurnalisme amatir. Wikipedia, dan jurnalisme media sosial, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa Jurnalisme Warga (Citizen Journalis. merupakan konsep yang sangat luas dan multipraktik (Nah & Chung, 2. Jurnalisme warga bisa dikategorikan dalam jurnalisme publik. Karena tidak terikat dengan profesi tertentu, sehingga menghadirkan independensi, reliabilitas, akurasi, serta relevansi informasi. Dalam buku Journalism Today . karya Andi Fachruddin, menurut Barlow, ada lima bentuk aktivitas jurnalisme warga . itizen journalis. , yakni: Adanya partisipasi audiens, berupa penulisan dan pengunggahan tanggapan yang dilampirkan untuk mengomentari berita, blog pribadi, foto, atau video yang diambil dari kamera gadget, atau berita lokal yang ditulis pengguna komunitas. Berita independen dan informasinya ditulis dalam situs web. Jurnalisme warga menghasilkan informasi atau berita yang sifatnya independen, yang kemudian ditulis dalam situs web. Partisipasi di berita situs, berupa komentar pembaca atas sebuah berita yang diunggah atau disiarkan media tertentu. Tulisan ringan, seperti dalam milis, dan email. Bentuk jurnalisme warga ini berarti berita atau informasi yang disampaikan merupakan tulisan ringan. Situs pemancar pribadi, artinya menggunakan video situs pemancar dalam menyebarkan Manajemen Redaksi George R. Terry menyebutkan, bahwa perangkat fungsi manajemen ada empat, yaitu planning . , organizing . , actuating . , dan controlling . , biasa disingkat dengan istilah POAC (Terry, 2. Tahapan-tahapan ini dibutuhkan untuk mencapai tujuan manajemen sebagai upaya melakukan sesuatu secara efektif dan efisien (Winardi, 2. Menurut Maura Rosita Hafizha di situs detik. Redaksi merupakan badan yang menyusun tulisan dalam surat kabar atau penerbitan berita dalam sebuah media massa. Redaksi juga bertanggung jawab untuk mengumpulkan berita, menyusun, mengedit, dan mencetak atau menerbitkan berita ke masyarakat luar. Proses ini dilakukan agar rangkaian berita dan tulisan dapat menarik minat pembaca. Sementara manajemen redaksi menurut Stefanus Akim dalam Pramudita . adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi, dan pemeliharaan orang-orang dengan tujuan membantu mencapai tujuan organisasi media, individual, dan masyarakat. Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa institusi media bisa berjalan dengan efektif dan efisien bila sistem keredaksian memiliki manajemen yang baik, untuk mengelola teks maupun sumber daya manusianya. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 10-22 Hasil dan Pembahasan Penataan Jurnalisme Warga pada Media nusidoarjo. PCNU Sidoarjo merupakan kepengurusan Nahdlatul Ulama Tingkat Kabupaten/Kota. Nahdlatul Ulama (NU) sendiri adalah organisasi massa Islam yang memiliki jumlah puluhan juta anggota. Dilansir dari cncbindonesia. com yang mengutip dari NU online, dari survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan 56,9% penduduk Indonesia mengaku NU, dengan perkiraan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 280 juta, artinya sekitar 159 juta warga Indonesia merupakan NU. Namun, data Kemendagri pada 2019 menunjukkan anggota NU sebanyak 91,2 juta (Taufani, 2. Jumlah ini menjadikan NU sebagai salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 1926 NU memiliki berbagai kegiatan, salah satunya adalah publikasi atau penerbitan. Beberapa media menjadi media informasi, seperti Soeara Nahdlatoel Oelama . Berita Nahdlatoel Oelama . Suluh Nahdlatoel Oelama . Duta Masjarakat . Risalah Islamiyah . Warta NU . Tabloid Masa . , dan NU Online . yang lahir dari rekomendasi Muktamar NU tahun 1999 di Lirboyo. Kediri. Jawa Timur. Rekomendasi tersebut yaitu NU harus mampu mengelola media digital mengingat tuntutan perkembangan zaman. Sebagaimana PBNU yang membuat dan mengembangkan NU Online, maka PCNU Sidoarjo melalui Lembaga taklif wan nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) pun mengembangkan media digital di tingkat kabupaten/kota dengan domain nusidoarjo. Media ini sebenarnya telah aktif sejak tahun 2018, namun vakum pada 2021 pertengahan dan aktif kembali pada 2022 setelah pergantian kepengurusan dan redaksi. Pada awalnya nusidoarjo. id hanya berfungsi sebagai media informasi dan Jumlah pengaksesnya pun terbatas karena warga NU Sidoarjo belum begitu mengenal nusidoarjo. selain itu karena kurangnya promosi dan informasi dari PCNU Sidoarjo. Ditambah konten pemberitaan yang tidak terlalu banyak dan sering kosong disebabkan minimnya sumber daya pengelola media. Akan tetapi pada tahun 2022 jumlah pengakses nusidoarjo. id mulai naik dengan hadirnya manajemen redaksi yang baru, ditambah gencarnya informasi dan himbauan dari PCNU Sidoarjo, agar pengurus NU Sidoarjo dan warga NU mengakses situs media milik PCNU Sidoarjo tersebut. Hal ini juga didukung dengan berkembangnya smartphone dan pesatnya perkembangan masyarakat digital, yang lebih suka mengakses berita melalui internet. Sampai saat ini, nusidoarjo. id adalah media yang terpercaya menginformasikan berita seputar NU dan kegiatan organisasi NU di Sidoarjo. Hal tersebut bisa terjadi karena penataan media yang baik, termasuk dalam memproduksi tulisan yang konsisten. Ini adalah hasil dari proses manajemen yang disesuaikan dengan empat fungsi manajemen, yaitu perencanaan . , pengorganisasian . , pengarahan . , dan pengendalian . Planning Konten tulisan di nusidoarjo. id diproduksi oleh redaksi dan kontributor yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah kabupaten Sidoarjo. Untuk memastikan tulisan sampai ke meja redaksi, ada langkah-langkah yang dilakukan oleh redaktur pelaksana. Peneliti mengategorikannya sebagai perencanaan redaksi. Terdapat 3 (Tig. tahapan dalam menjalankan fungsi perencanaan, yaitu. menetapkan tugas dan tujuan. observasi dan serta . mengidentifikasi alternatif. Sehubungan perencanaan keredaksian, nusidoarjo. id mengadakan rapat redaksi setiap hari JumAoat, dengan tempat yang tentatif . idak teta. , untuk memberikan suasana yang Rapat redaksi tersebut membahas berbagai rencana yang akan dilakukan dalam seminggu ke depan, terutama dalam memfokuskan isu. Pemimpin redaksi dan jajarannya, redaktur pelaksana, dan pewarta menjadi pihak-pihak yang dilibatkan dalam rapat ini. Beberapa poin rapat kemudian disampaikan kepada kontributor melalui grup WhatsApp agar para kontributor bisa menyesuaikan tulisan aktual berdasar isu yang ditentukan. Tim redaksi berperan sebagai editor yang menjadi quality controll untuk menentukan tulisan layak untuk dimuat. Media nusidoarjo. id tetap mengoptimalkan kiriman tulisan dari para kontributor, meski memiliki pewarta tetap yang berjumlah 5 (Lim. Kelima pewarta tetap tersebut bertugas memproduksi tulisan secara aktif, dengan target sebagaimana ditetapkan oleh media Kewajiban ini adalah langkah antisipatif apabila media kekurangan kiriman dari kontributor. Mustain, redaktur pelaksana nusidoarjo. id, menjelaskan bahwa waktuwaktu libur seperti Hari Lebaran menjadi perhatian redaksi. Sejak jauh-jauh hari, tim redaksi telah memperkirakan kemungkinan pengurangan jumlah kiriman tulisan, terutama di rubrik Solusi yang diambil adalah menyiapkan tulisan-tulisan yang tidak terbatas waktu, semisal opini atau features. Disampig itu tim redaksi akan membentuk tim kerja yang bertugas memproduksi tulisan apabila ada peristiwa menarik yang perlu diliput saat Hari Raya Idul Fitri Dalam mempersiapkan kontributor nusidoarjo. id menggelar pelatihan jurnalistik yang menghadirkan peserta dari berbagai kalangan. id juga mendatangi lembaga dan komunitas untuk mengajarkan jurnalistik dan kemudian menawarkan menjadi kontributor. Selain kedua cara tersebut, nusidoarjo. id juga menghimbau kepada pewarta tetap untuk mengajak orang kemudian mengkadernya untuk dijadikan sebagai kontributor. Organizing Secara tata organisasi media, nusidoarjo. id memiliki susunan redaksi sebagaimana struktur media pada umumnya. Media PCNU Sidoarjo ini juga memiliki direktur, pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, redaktur, dan pewarta. Sementara kontributor tidak dimasukkan dalam keredaksian. Meski begitu, kontributor tetap mempunyai peran yang penting bagi keberlanjutan media nusidoarjo. Untuk merekrut kontributor, nusidoarjo. id memiliki beberapa kiat. Pertama, nusidoarjo. id menggelar pelatihan jurnalistik berkala. Di sisi lain, id juga mengamati warga Nahdliyin yang menulis untuk diajak bergabung Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 10-22 menjadi kontributor, setetelah dirasa cukup konsisten maka akan direkrut menjadi kontributor Ada beberapa keuntungan menjadi kontributor tetap, seperti mendapat ID Card, dana komunikasi, dan pengalaman sebagai jurnalis media NU. Menurut keyakinan sebagian besar warga NU bisa berkhidmah di Nahdlatul Ulama adalah suatu kebanggaan tersendiri. Mustain, redaktur pelaksana nusidoarjo. id menjelaskan bahwa dana komunikasi diberikan kepada para kontributor tetap sebagai bentuk apresiasi atas upayanya meliput satu peristiwa di wilayahnya. Setiap satu tulisan dihargai Rp7. 000 diakumulasikan sesuai jumlah tulisan yang dikirimkan, dan diberikan setiap awal bulan. Angka tersebut memang sedikit. Hal itu disebabkan keterbatasan finansial yang dimiliki oleh nusidoarjo. sebagai media komunitas, yang anggaran dananya pun disesuaikan oleh kemampuan PCNU Sidoarjo. Selanjutnya pemimpin redaksi bersama redaktur pelaksana akan memonitor para kontributor sebelum memutuskan untuk merekrut kontributor tetap. Kontributor tetap yang dipilih akan dibina langsung oleh koordinator wilayah yang terdiri dari para pewarta tetap. Untuk menjadi kontributor di nusidoarjo. dapat melalui beberapa cara. Pertama, mengikuti pelatihan yang diadakan oleh nusidoarjo. id dengan tindak lanjut mengirim tulisan secara intensif. Kedua, proses alamiah di mana seseorang menginginkan untuk mengirimkan tulisannya beberapa kali. Ketiga, melalui rekomendasi dari para koordinator wilayah. Yulianto merupakan kontributor tetap nusidoarjo. id sejak tahun 2023. Keikutsertaan Yulianto sebagai kontributor tetap dimulai pasca mengikuti pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh PC LTN NU Sidoarjo selaku pengelola media nusidoarjo. Sejak saat itu ia yang kini juga aktif sebagai reporter media NU Online Jatim mulai dilibatkan sebagai kontributor tetap. Tidak butuh waktu lama bagi Yulianto untuk diangkat sebagai kontributor tetap , karena intensitas kiriman beritanya. Sebagaimana dijelaskan Mustain, pengangkatan seseorang sebagai kontributor dilakukan setelah ada monitoring. Sementara Ahmad Nadjib menjadi kontributor tetap sejak 2022 pertengahan, karena sering mengirimkan tulisan kepada nusidoarjo. Nadjib tertarik untuk mengirimkan tulisannya, selain karena hobi menulis, ia juga tertarik untuk mengabdi di Nahdlatul Ulama dan ia juga menyampaikan bahwa ingin turut andil membesarkan media milik PCNU kotanya Menurut Nadjib, dengan aktif mengirimkan tulisan ke nusidoarjo. id, itu akan memberikan keuntungan bagi perkembangan tulisannya. Berbeda dengan pewarta tetap. Pewarta tetap ialah direkrut sebagai bagian dari struktur Mustain menyebut pewarta tetap direkrut dari pengurus LTN NU Sidoarjo yang mampu menulis, dan dari kontributor yang menyanggupi beban tugas tambahan. Sekitar tahun 2022 terdapat 5 (Lim. pewarta tetap yang bekerja sebagai jurnalis di nusidoarjo. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara pewarta tetap dan kontributor tetap. Hitungan dana kehormatan pewarta tetap pun sama dengan kontributor tetap, namun yang membedakan hanyalah status keredaksian dan fasilitas yang boleh diberikan. Selain itu pewarta tetap juga diberikan hak untuk turut andil menentukan arah kebijakan media. Mustain menjelaskan bahwa jumlah kontributor di nusidoarjo. id sangat flukltuatif karena bersifat tidak mengikat. Penyebab kontributor tidak lagi aktif biasanya disebabkan karena mendapat pekerjaan yang mengikat dan tidak bisa ditinggal, selain itu juga karena disebabkan pindah tempat tinggal ke luar daerah. Oleh karenya, sejak tahun 2023 awal id membuat koordinatorat wilayah per-kecamatan. Wilayah tersebut dikoordinatori oleh pewarta tetap, dengan masing-masing pewarta tetap memegang 3-4 Actuating Di Media nusidoarjo. id, pengarahan dilakukan meliputi 3 (Tig. hal, yaitu kepemimpinan, komunikasi, dan motivasi. Dalam kepemimpinan, nusidoarjo. id mengadopsi struktur media mainstream, hanya saja direktur ditiadakan, karena nusidoarjo. belum butuh posisi itu sebab bukan PT. Selain itu nusidoarjo. id adalah media berada langsung dalam naungan kepengurusan PCNU Sidoarjo yang dikelola oleh Lembaga LTN NU. Jadi nusidoarjo. id hanya memilik penasehat yang dijabat oleh rais syuriah . iai pemimpin tertinggi organisas. , dilanjut dengan penanggungjawab yang dikoordinatori oleh ketua PCNU dengan anggota para pakar. Sementara pemimpin media langsung dijabat oleh pemimpin redaksi, kemudian sekretaris redaksi, redaktur pelaksana, dan redaktur. Redaktur pelaksana adalah orang yang memiliki akses langsung ke para pewarta. Selain menjalankan fungsi manajemen, redaktur pelaksana juga masih terlibat dalam kerja editing naskah. Sementara dalam hal komunikasi, pemimpin redaksi bersama redaktur pelaksana dapat berkomunikasi langsung dengan para pewarta tetrap yang juga ditugasi menjadi koordinator wilayah peliputan. Sedang para kontributor berkomunikasi melalui koordinator wilayah. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan para kontributor bisa langsung berinteraksi dengan redaktur pelaksana, baik melalui pesan pribadi atau pun percakapan di grup WhatsApp. Menurut Mustain jumlah kontributor nusidoarjo. id saat ini masih sebatas puluhan orang, namun ia bertekad akan terus menggiatkan para coordinator wilayah untuk dapat merekrut kontributor sebanyak banyaknya, sehingga dapat mencover berita secara maksimal. Dalam hal motivasi, pemimpin redaksi Bersama redaktur pelaksana secara rutin mengadakan pertemuan, untuk memberikan arahan dan semangat kepada para pewarta, terkadang pertemuan tersebut juga dihadiri oleh kontributor tetap. Selain itu, nusidoarjo. juga memberikan ID card, dan dana kehormatan kepada para pewarta dan kontributor. Pemberian dana kehormatan merupakan bentuk terimakasih dari nusidoarjo. id kepada para redaktur, sekaligus upaya memotivasi kontributor agar lebih aktif mengirim tulisan. Dan hal menariknya, bahwa pengiriman berita atau pun tulisan yang dilakukan oleh para kontributor tidak didasari pada faktor ekonomi. Para pewarta dan kontributor mengirim tulisan lebih didasarkan pada faktor pengabdian dan pengembangan diri. Sehingga para redaktur dan kontributor tidak pernah mempermasalahkan besaran dana kehormatan yang memang tidak Selain alasan di atas, yang menjadi kebanggan para redaktur dan kontributor id adalah mereka bisa mendapatkan akses lebih mudah menemui tokoh-tokoh NU skala daerah, regional bahkan nasional. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 10-22 Media nusidoarjo. id mempunyai standar naskah yang dapat dimuat. Standar tersebut meliputi aspek substansi dan teknikal. Aspek substansi tulisan kiriman kontributor harus tulisan yang terkait dengan NU, namun tidak harus NU sturktural, bisa terkait tokoh, peristiwa, kajian keislaman dan rubrik lainnya. Sedangkan aspek teknikal meliputi jumlah sumber, unsur kelengkapan berita, framing, teknik penulisan seperti jumlah kata tiap tulisan dan paragraph, serta ciri khas awalan berita. Awalan tulisan di media ini selalu diawali nama kecamatan tempat peristiwa terjadi yang ditulis dengan huruf besar kemudian dilanjutkan dengan alamat domain Contoh : WARU, nusidoarjo. id | A. Kriteria sumber adalah kredibilitas . dan jumlah . Kredibilitas berarti sumber yang dipilih harus benar-benar memiliki kompetensi dan relevansi terhadap peristiwa yang diliput. Sumber ini bisa berupa orang atau pun data. Hal yang ditekankan dalam aspek ini adalah jumlah minimal sumber berita harus lebih dari satu. Hal ini merupakan upaya id untuk tidak terjebak pada kultur berita online yang melakukan praktik jurnalisme pecahan, di mana satu sumber justru bisa dijadikan bermacam-macam judul berita. Kelengkapan berita berstandar pada rumus umum 5W 1H. Salah satu kegiatan yang dilakukan redaktur atau editor adalah memastikan unsur tersebut terpenuhi. Apabila ada berita yang belum memenuhi syarat akan dikembalikan kepada pengirim untuk dilengkapi. Redaktur juga memberi masukan terkait framing apabila naskah dari kontributor masih belum memiliki sudut pandang yang jelas. Controlling Dalam hal controlling, media nusidoarjo. id tetap berupaya memenuhi standar untuk menjadi media yang berkualitas dengan tetap mengikuti kode etik jurnalistik. Pengawasan dalam struktur media nusidoarjo. id mempunyai tiga tahap. standar kinerja, menilai kinerja saat ini kemudian menyetarakan dengan standar yang ditentukan, dan menevaluasi kinerja yang tidak memenuhi standar. Ketiga fungsi tersebut berjalan dengan cukup baik di nusidoarjo. Standar kinerja di nusidoarjo. id mencakup dua hal. Pertama. Kualitas, yaitu standar sumber daya manusia . uman resourc. , sarana dan prasarana, serta tulisan. Kedua. Kuantitas, hal ini meliputi jumlah tulisan yang harus diterbitkan setiap harinya. Dalam hal sumber daya manusia. Mustain menyadari bahwa titik berangkat setiap kontributor berbeda. Ada kontributor yang sudah aktif di media lain sehingga secara kualitas tulisan sudah baik. Namun ada pula kontributor yang memulainya dari nol. Pada situasi kedua. Mustain selaku redaktur pelaksana kerap memberikan catatan kepada kontributor untuk perbaikan dan kemudian dikirimkan kembali. Sesuai pengalamannya, ada banyak kontributor yang mengalami peningkatan kualitas tulisan setelah mendapat arahan dari tim redaktur. Berikut adalah alur penerbitan tulisan dari kontributor di nusidoarjo. Gambar 1. Alur penerbitan tulisan di Nusidoarjo. Sementara hal sarana dan prasarana, nusidoarjo. id tidak memberi bekal apapun kepada setiap kontributor. Namun bagi redaktur dan kontributor tetap, nusidoarjo. memberikan ID Card sebagai identitas untuk memudahkan kontributor meliput peristiwa. Pemberian tanda pengenal ini berawal dari sulitnya kontributor lokal mendapatkan Apalagi di kultur warga NU narasumber dari kalangan tokoh kiai melalui pengawalan yang sangat ketat. Adanya ID Card membuat persoalan ini bisa teratasi. Sedangkan dari standar kuantitas, tidak ada kendala berarti karena jumlah kiriman dari redaktur dan kontributor sudah mencukupi target minimum. Setiap hari selalu ada 3-5 tulisan yang siap upload. Jumlah tersebut di luar tulisan yang dikembalikan ke redaktur karena dianggap belum memenuhi standar keredaksian. Hal lain yang termsuk dalam fungsi controlling adalah melakukan ralat, bahkan pencabutan berita jika dianggap perlu. Salah satu pertimbangan menjalankan mekanisme ini adalah ketika berita yang dimuat menimbulkan kontroversi atau dianggap memiliki efek buruk terhadap seseorang. Penataan Jurnalisme Warga di Media nusidoarjo. Media nusidoarjo. id dihadirkan untuk mentransformasikan potensi yang dimiliki NU sebagai organisasi yang mempunyai struktur dari pusat ke daerah, sekaligus menjadi kekuatan jaringan informasi berbasis komunitas. Selain itu, nusidoarjo. id diharapkan menjadi pengiring konsolidasi organisasi. Pengurus Majelis Wakil Cabang NU di Sidoarjo yang berjumlah 18 dengan 383 Ranting NU ini memerlukan sebuah media konsolidasi untuk memperkuat jaringan organisasi. Selain itu, sebagai media milik organisasi ulama ini, id sekaligus menjadi media dakwah dengan menyediakan konten-konten praktis yang dibutuhkan masyarakat muslim, khusunya warga nahdliyin. Media komunitas ini dikelola oleh Lembaga TaAolief wan Nasyr (LTN NU) atau lembaga Komunikasi. Informasi, dan Publikasi PCNU Sidoarjo. Lembaga ini yang membentuk struktur redaksi sebagai pengelola media. Dalam memuat berita, nusidoarjo. id memiliki kontributor yang tersebar di hamper seluruh Kecamatan di Sidoarjo. Para kontributor inilah yang melaporkan berita-berita menyangkut NU dan warga NU, yang selanjutnya disebarkan melalui website tersebut. Bagi media komunitas seperti nusidoarjo. id, peran aktif warga dalam memproduksi tulisan sangat menentukan karena adanya standar kualitas dan kuantitas yang dikerjakan secara Selama ini, praktik jurnalisme warga kerap mengalami masalah kualitas Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 10-22 dikarenakan para jurnalis warga tidak mendapatkan pemahaman jurnalistik. Akan tetapi hal ini bisa disiasati dengan baik oleh nusidoarjo. id dengan memaksimalkan sumber daya manusianya melalui manajemen keredaksian. Hal yang fundamental dalam perencanaan adalah saat nusidoarjo. id tidak hanya menerima tulisan warga secara pasif, namun berupaya membentuk kontributor aktif yang menjadi penyokong penting media tersebut, dengan tetap memperhatikan secara serius kuantitas dan kualitas tulisan kiriman warga. Media nusidoarjo. id melaksanakan persiapan dengan melakukan seleksi sebelum menetapkan kontributor tetap. Persiapan tersebut dengan mengadakan pelatihan jurnalistik berkala, memotivasi penulis baru untuk konsisten mengirimkan tulisan, dan mengintruksikan redaktur untuk mengkader kontributor. Untuk mengorganisasikan redaktur dan kontributor, nusidoarjo. id benar-benar memaksimalkan teknologi informasi dan komunikasi. Grup WhatsApp menjadi medium utama redaktur dan kontributor dalam berkomuniksi selain pertemuan tatap muka berkala. Hingga saat ini tedapat puluhan kontributor yang tersebar di seluruh kecamatan. Tim redaksi akan menginformasikan berbagai update terkait tema, isu, atau pun hal-hal terkait keredaksian melalui grup tersebut. Sejak tahun 2022, nusidoarjo. id telah membentuk koordinator wilayah peliputan untuk memudahkan komunikasi antara redaktur dengan kontributor di wilayah tersebut. Langkah pengendalian dengan standar yang ditentukan sejak awal, banyak membantu kerja redaktur, khususnya dalam menyeleksi tulisan kontributor. Untuk memotivasi kontributor, redaksi melakukan pendekatan personal dengan memberikan semangat, selain itu redaksi juga memberikan sejumlah fasilitas seperti ID Card, dan reward berupa dana Hanya saja belum ada penghargaan tahunan, yang seharusnya bisa dilakukan seperti memberikan penghargaan kepada kontributor dalam beberapa kategori, seperti penulis terbanyak dan tulisan paling berkualitas. Langkah pengendalian dilakukan dengan mengukur standar kuantitas dan kualitas. Media nusidoarjo. id ini tetap berupaya menjaga kualitas dengan memastikan standar sumber, struktur tulisan, dan melakukan mekanisme pencabutan tulisan apabila dianggap perlu. Ini menunjukkan meski nusidoarjo. id adalah media komunitas, namun mampu beraktivitas seperti media profesional, termasuk dalam mengorganisasikan redaktur dan kontributornya. Kesimpulannya, nusidoarjo. id mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen redaksi dengan baik. Media ini bisa menjadi rujukan bagi komunitas yang mengelola media berdasarkan partisipasi warga. Meski fungsi-fungsi manajemen sudah diterapkan dengan baik ada satu kendala yang terjadi di nusidoarjo. id di mana jumlah kontributor masih sangat minim bila dilihat dari intensitas kegiatan warga NU dan luasnya wilayah Kabupaten Sidoarjo. Padahal dalam struktur kepengurusan NU memiliki banyak badan otonom dan Lembaga yang memiliki banyak kader dan anggota. Penutup Membicarakan Jurnalisme warga tidak akan bisa tanpa adanya keterlibatan warga sebagai subjek utama. Media nusidoarjo. id sebagai media komunitas keagamaan organisasi terbesar di Indonesia di wilayah Sidoarjo, memperlihatkan bahwa penataan kontributor memiliki peran penting dalam memajukan media komunitas. Secara umum empat fungsi manajemen sudah diterapkan dengan baik oleh nusidoarjo. id untuk mengelola para kontributor sebagai juranalis warga. Penataan yang dilakukan nusidoarjo. id sangat mungkin diduplikasi oleh media official PCNU Kabupaten lain, maupun komunitas yang sedang mengelola media komunitas keagamaan. Jurnal ini mengalami keterbatasan, karena hanya membahas bagaimana id menata kontributor tanpa membuktikan klaim-klaim narasumber menggunakan content analysis pada naskah yang dipublikasikan media tersebut. Oleh karena itu peneliti merekomendasikan bagi para peneliti lain untuk melengkapi artikel ini dengan mengkaji kualitas tulisan menggunakan teori-teori kualitas berita dan sejenisnya. Atau mungkin ada penelitian lanjutan dari penulis untuk membahas hal tersebut. Selanjutnya penting pula untuk menyinggung soal perekrutan sumber daya yang lebih besar lagi. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah selanjutnya bagi nusidoarjo. id di tengah pengelolaan media yang saat ini sudah cukup baik. Misalnya dengan menjalin kerja sama dengan banom-banom dan lembaga untuk memiliki semacam jurnalis yang menulis kegiatan. Jurnalis banom dan lembaga ini kemudian dilatih agar menjadi kontributor tetap yang senantiasa meliput setiap kegiatan institusinya. Daftar Pustaka