Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 773-786 n Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN FIKIH ANTARA SANTRI PENGHAFAL ALQURAoAN DAN SANTRI UMUM DI PONDOK PESANTREN ALFALAH PUTERI Noor Anisa1*. Nuril Huda2 Prodi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Antasari. Kota Banjarmasin, 70235. Indonesia. Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta. Kota Yogyakarta, 55281. Indonesia. *Email korespondensi : nooranisa9908@gmail. Diterima Maret 2025. Disetujui Juli 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: : This study aims to determine the comparison of learning outcomes of fiqh subjects between students who memorize the Koran and general students in class Vi at al-falah puteri Islamic boarding school. The population of this research is the Vi grade students at Al-Falah Islamic Boarding School, totaling 280 people. Which consists of 260 general students and 20 Quran memorization students. Because the number is not balanced, the Quran memorization students are taken as a whole, while the general students are taken by random sampling, namely by lottery, so the sample of this study was 40 people, consisting of 20 Quran memorization students and general students. The results of this study indicate that the learning outcomes of Jurisprudence subjects of students who memorize the Quran, from the categorization that has been done, it is known that the learning outcomes of fiqh subjects in the good category are 1 student with a percentage of 5%, in the sufficient category are 17 students with a percentage of 85%, and in the insufficient category are 2 students with a percentage of 10%. Based on the data analysis that has been carried out, the average value of the learning outcomes of fiqh subjects of Quran memorization students is 91. As for the analysis of the learning outcomes of general santri fiqh subjects, from the categorization that has been done, it is known that the learning outcomes of fiqh subjects in the good category are 3 students with a percentage of 15%, in the sufficient category are 12 students with a percentage of 60%, and in the insufficient category are 5 students with a percentage of 25%. Based on the data analysis that has been carried out, the average value of the learning outcomes of fiqh subjects for general students is 86. The results of data processing with SPSS show that the Sig. value of <0. 01 is smaller than 0. 05 so that the conclusion is that there is a significant difference in the two sample means. by comparing the magnitude of the two samples above, the Quran memorization students are significantly different . n this case bette. when compared to general students. Keywords : comparison, learning outcomes, students. Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahu perbandingan hasil belajar mata pelajaran fikih antara santri penghafal Al-Quran dan santri umum kelas Vi di pondok pesantren al-falah puteri. Pupulasi penelitian ini adalah santri kelas Vi di Pondok Pesantren Al-Falah yang berjumlah 280 orang. Yang terdiri dari 260 santri umum dan 20 santri penghafal al-Quran. Karena jumlahnya yang tidak seimbang maka santri penghafal alQuran diambil seluruhnya, sementara santri umum diambil secara random sampling yaitu dengan cara undian, jadi sampel penelitian ini sebanyak 40 orang, yang terdiri dari 20 santri penghafal al-Quran dan santri umum. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa hasil belajar mata pelajaran Fikih santri penghafal al-Quran. Dari pengkategorian yang telah dilakukan, diketahui bahwa hasil belajar mata pelajaran fikih dengan kategori baik sejumlah 1 santri dengan presentase sebesar 5%, kategori cukup sejumlah 17 santri dengan presentase 85%, dan kategori kurang sejumlah 2 santri dengan presentase sebesar 10%. Berdasarkan analisis data yang telah Studi Komparasi Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih. (Anisa & Huda, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 773-786 http://jurnal. id/index. php/dedikasi dilakukan, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar mata pelajaran fikih santri penghafal al-Quran sebesar 91,10. Adapun analisis hasil belajar mata pelajaran fikih santri umum, dari pengkategorian yang telah dilakukan, diketahui bahwa hasil belajar mata pelajaran fikih dengan kategori baik sejumlah 3 santri dengan presentase sebesar 15%, kategori cukup sejumlah 12 santri dengan presentase sebesar 60%, dan kategori kurang sejumlah 5 santri dengan presentase sebesar 25%. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh nilai ratarata hasil belajar mata pelajaran fikih santri umum sebesar 86,25. hasil pengolahan data dengan SPSS diketahui nilai Sig. nya sebesar <0,01 lebih kecil dari 0,05 sehingga kesimpulannya terdapat perbedaan dua mean sampel yang signifikan. dengan membandingkan besarnya dua sampel di atas, para santri penghafal al-Quran secara signifikan berbeda . alam hal ini lebih bai. jika dibandingkan dengan santri umum. Kata kunci : perbandingan, hasil belajar, santri PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. pendidikan di anggap sebagai tolak ukur derajat manusia, maka dari itu para orang tua berlomba-lomba memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya, baik pendidikan dalam keagamaan maupun keilmuan. Dengan adanya pendidikan, seseorang akan menjalani kehidupannya dengan mudah. Pendidikan merupakan satu bidang yang menjadi tanggung jawab Negara, sebagaimana yang dijelaskan di dalam pembukaan UUD 1945 jelas mengamanatkan untuk Aumencerdaskan kehidupan bangsaAy. Amanat tersebut dituangkan ke dalam berbagai Undang-undang maupun peraturan yang mengatur tentang pendidikan. Undangundang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. (Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat . Dari definisi diatas menunjukkan bahwa usaha pendidikan berupaya mengarahkan seluruh potensi peserta didik secara maksimal. Harapan terhadap dunia pendidikanpun sangatlah besar untuk mengantarkan peserta didik ke arah kualitas hidup yang lebih baik. Melalui pendidikan manusia membuktikan bahwa dirinya sebagai makhluk yang paling sempurna, dari sebelumnya yang hanya memiliki potensi . ang belum memiliki arti apa-ap. , melalui pedidikan manusia menjadi lebih berkembang dan menjadi lebih sempurna. Firman Allah swt dalam Q. An-Nahl/16:78 AEE a e a a NE eI acI eI N NA a e AaEeA a aOA a e A eO acI N acIN ac NE eI aE a e aE NI eOIa a eOU o acO a aEa aE NE NI E eacI a aOA AyA aE eA ac a a o aE a acE NE eI a e NE N eOIA AaO NA Jadi ayat ini menjelaskan tentang keadaan manusia yang saat dilahirkan tidak mengetahui sesuatu apapun lalu Allah mengajarkan segala ilmu yang ia butuhkan mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui dan memberikan kepada manusia pendengaran, yang dengan pendengaran itu mereka mendengar dengannya dan juga diberi penglihatan yang dengannya manusia melihat dan manusia juga tidak mengetahui apa hakikatnya penglihatan itu, hati-hati yang dengen hati itu manusia bisa memahami segala sesuatu. Sehingga kenapa Allah melakukan ini mengajarkan manusia memberikan pendengaran agar manusia bersyukur atas segala nikmat- ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 773-786 nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya. (Muhammad Abdul Latif al-Khotib, 1964:. Era Globalisasi ini, pendidikan mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan, baik pada pendidikan formal maupun program ekstrakurikuler. Pondok pesantren al-Falah putri menyelenggarakan pendidikan formal berupa pembelajaran pondok yaitu mengajarkan kitab kuning dan pembelajaran negeri yaitu pembelajaran yang media pembelajarannya menggunakan lks terkhusus pada mata pelajaran fikih. Mata pelajaran fikih dalam tingkatan MTs merupakan pembelajaran yang membahas tentang hukumhukum dan tata cara ibadah yang di ajarkan oleh syariat Islam. Sehingga seseorang dapat menjalani suatu ibadah dengan baik dan benar sesuai syariat. Pondok pesantren al-Falah putri selain menyiapkan pendidikan formal juga menyiapkan program ekstrakurikuler sesuai bakat dan minat santri. Salah satu program ekstrakurikuler yang diselenggarakan adalah program tahfidz atau menghafal al-QurAoan. Program menghafal al-QurAoan merupakan sebuah wadah untuk santri yang berminat menghafal al-QurAoan. Kemampuan menghafal al-Quran pada anak, akan melatih berkonsentrasi tinggi. Semakin banyak ayat yang dihafal dan terpelihara dengan baik, berarti konsentrasi anak akan semakin tinggi. konsentrasi yang tinggi akan melatih anak untuk memiliki kemampuan berfikir yang baik. Menurut pengamatan sementara peneliti, dalam hal hasil belajar mata pelajaran fikih, lebih banyak didominasi oleh santri yang menghafal al-QurAoan. Karena santri umum ditinjau dari segi waktu belajar waktunya tidak seteratur santri penghafal Quran. Santri yang mengikuti program menghafal al-QurAoan biasanya memiliki asrama khusus, jadwal dan peraturan tersendiri dari santri yang lain. Mulai ia bangun tidur, hingga tidur lagi. Mengingat bahwa program menghafal al-QurAoan memiliki aturan-aturan yang lebih dari santri umumnya. Mulai dari adanya jadwal setoran pagi dan malam, peraturan menyetor hafalan al-QurAoan bertarget, di wajibkannya murojaah, serta sanksi bagi yang melanggar aturan, oleh karena itu, santri yang mengikuti program menghafal al-QurAoan harus benar-benar membagi waktu dengan sebaik-baiknya agar waktu senantiasa bermanfaat dan tidak terlewat dengan sia-sia. Dengan menghafal al-Quran santri akan lebih mudah memahami pelajaran agama terkhusus mata pelajaran fikih. Karena, al-Quran merupakan sumber ilmu pengetahuan. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan santri umum yang tidak mengikuti program tahfidz memiliki hasil belajar yang lebih baik. Berkat kesungguhan dalam menuntut ilmu, latihan-latihan yang diperoleh diluar pendidikan formal, dan kemungkinan mengikuti bimbingan belajar. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ilmiah yang ditulis dalam bentuk skripsi yang berjudul: AuStudi Komparasi Hasil Belajar Fikih Antara Santri Penghafal Al-QurAoan Dan Santri Umum Kelas Vi Di Pondok Pesantren Al-Falah. KAJIAN PUSTAKA Hasil Belajar Belajar merupakan suatu proses yang terjadi pada setiap orang dalam hidupnya, mulai dari dia dilahirkan hingga dia meninggal dunia (M Musfiqon, 2012: h. Menurut Sabri dalam Musfiqon mengatakan bahwa Studi Komparasi Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih. (Anisa & Huda, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 773-786 http://jurnal. id/index. php/dedikasi belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan pelatihan . , h. Artinya tujuan belajar adalah perubahan tingkah laku meliputi segenap aspek pribadi. Menurut Ahmad Susanto, hasil belajar merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar (Ahmad Susanto, 2013: h. Dengan kata lain, hasil belajar adalah adanya perubahan pada diri siswa dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor yang disebabkan dari kegiatan belajar. Menurut Zaiful Rosyid, hasil belajar yaitu adanya perubahan tingkah laku yang akan memberikan suatu pengalaman, baik dari segi pengetahuan, sikap dan keterampilan (Moh Zaiful Rosyid dkk, 2. Dengan kata lain, hasil belajar adalah adanya perubahan pada diri siswa yang dapat memberikan pengalaman dari berbagai Menurut Sinar, hasil belajar yaitu adanya perubahan perilaku, menyangkut yang harus dicapai oleh siswa selama belajar di sekolah baik aspek kognitif, psikomotor, dan afektif (D Sinar, 2. Dengan kata lain hasil belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri siswa yang dicapai setelah siswa menyelesaikan materi pelajaran. Secara sederhana perubahan yang terjadi pada diri siswa dapat dikatakan sebagai hasil proses belajar yang dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti kecakapan, kebiasaan, sikap, dan pengetahuan. Hasil belajar dapat dicapai peserta didik melalui usaha-usaha sebagai perubahan perilaku baik dari aspek ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal. Menurut Sudijono didalam Sutrisno berpendapat bahwa hasil belajar merupakan sebuah tindakan evaluasi yang dapat menyingkap aspek proses berpikir . ognitive domai. juga dapat mengungkap aspek kejiwaan lainnya, yaitu aspek nilai atau sikap . ffective domai. dan aspek keterampilan . sychomotor domai. yang melekat pada diri setiap individu peserta didik. (Valiant Lukad Perdana Sutrisno, 2. Ini artinya melalui hasil belajar dapat terungkap bahwa secara holistik penggambaran pencapaian siswa selama pembelajaran. Faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang diperoleh setiap peserta didik tidaklah sama, karena ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilannya dalam proses pembelajaran. Menurut Slameto didalam Rohmah berpendapat bahwa faktor yang memengaruhi hasil belajar dapat dikelompokkan menjadi dua faktor, yaitu: Faktor internal faktor yang berasal dari dalam individu, meliputi: Faktor jasmani. Faktor psikologis, seperti minat, inteligensi, bakat, perhatian, kematangan dan kesiapan. Faktor kelelahan, dapat dibedakan menjadi kelelahan rohani . asa bosan dan lesu sehingga minat melakukan sesuatu berkurang dan kelelahan jasmani . ubuh terlihat letih atau lema. Faktor eksternal yang meliputi: Faktor keluarga, seperti cara orang tua mendidik anak, relasi antar anggota keluarga, keadaan ekonomi keluarga, suasana rumah tangga, pengertian dari orang tua serta latar belakang kebudayaan. Faktor sekolah, mencakup metode mengajar, sarana prasarana kurikulum, relasi siswa dengan guru ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 773-786 maupun dengan siswa lain, dll. Faktor masyarakat, meliputi kegiatan siswa di masyarakat, teman bergaul, media masa, dan bentuk kehidupan yang berlangsung di dalam Masyarakat (Rohmah, 2. Carrol dalam Musfiqon berpendapat bahwa hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh 5 faktor, yaitu: Faktor bakat belajar Faktor waktu yang tersedia untuk belajar Faktor kemampuan individu Faktor kualitas pengajaran Faktor lingkungan (M musfiqon, 2021: h. Mata Pelajaran fikih Dilihat dri segi bahasa. Fikih berasal dari kata (A )ACNAyang berarti AumemahamiAy dan AumengertiAy. Menurut istilah ilmu fiqh dimaksudkan sebagai ilmu yang berbicara tentang hukum-hukum syarAoi amali . yang penetapannya diupayakan melalui pemahaman yang sangat mendalam terhadap dalil-dalilnya terperinci (Alaidin Koto, 2. Di dalam al-Quran yang berkaitan dengan kata fikih tidak kurang dari 19 ayat dan semua dalam bentuk kata kerja, seperti di dalam Q. at Taubah/9: 122 a a aE eOaE aIA aa Iac eI NE acE A eac aC acI eIN eIA ac eO aC eO aIN eI ac a a a N eO ac aEO aceN eI aE a acEN eI aOe a N eOIA ca A acAa acE aO a aA acCN eO A eacOA AEO aceI aO acE NO eI NA Di dalam Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan (H. Djazuli, 2005: h. AcEE ac acN a O Ue NO aAC eacNN AacO Eac O aceIA AaI eI O acNO N NA Dari ayat dan hadist di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa fikih itu berarti mengetahui, memahami, dan mendalami ajaran-ajaran agama secara keseluruhan. Ruang Lingkup Fikih Adapun ruang lingkup Fikih secara umum, pembahasan fikih ini mencakup dua bidang, yaitu fikih ibadah yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, seperti salat, zakat, haji, membayar kafarat pelanggaran sumpah. Kedua, fikih muamalah yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia lainnya. Kajiannya mencakup seluruh bidang fikih kecuali persoalan ubudiyah, seperti jinayah, jual beli, sewa menyewa, dan lain-lain (Hafsah, 2016: h. Program Tahfidz al-QurAoan Kata Tahfidz berasal dari Bahasa Arab, hifdh merupakan bentuk masdar dari kata hafidzo-yahfadzu-hifdzon artinya memelihara, menjaga, dan menghafal (Mahmud Yunnus, 2010: h. Secara etimologi, tahfidz . yaitu selalu diingat dan sedikit lupa dan dapat mengucapkan kembali diluar kepala . anpa melihat buku/catata. Tahfidz adalah proses menghafal sesuatu ke dalam ingatan sehingga dapat diucapkan kembali di luar kepala dengan metode tertentu (Ali Muhsin dan Zainul Arifin, 2017, h. Sedangkan yang dimaksud menghafal dalam pembahasan ini yaitu menghafalkan ayat-ayat Alquran. Dalam tataran praktisnya, yaitu membaca dengan lisan sehingga menimbulkan ingatan didalam pikiran dan meresap masuk kedalam hati untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Studi Komparasi Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih. (Anisa & Huda, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 773-786 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Dapat disimpulkan bahwa program tahfidz Alquran adalah suatu kegiatan menghafal Alquran yang dilaksanakan sesuai aturan yang telah dibuat, baik itu peraturan, kurikulum, metode, kegiatan, jadwal dan lain sebagainya demi tercapainya suatu tujuan program tahfidz Alquran. Santri Santri adalah mereka yang taat dalam melaksanakan perintah agamanya, yaitu Islam (Iva Yulianti Umdatul Izzah, 2021: h. Santri merupakan siswa atau mahasiswa yang dididik dan menjadi pengikut dan penerus perjuangan para ulama. Secara sempit, santri merupakan murid atau siswa yang sedang belajar ilmu agama Islam di bawah asuhan Kyai atau ulama, dengan cara bermukim di sebuah tempat yang disebut Pesantren. Adapun secara luas, santri berarti kaum muslimin, yaitu golongan orang Islam yang menjalankan ibadah agamanya secara kafakh sesuai dengan ajaran syariat Islam yang sesungguhnya (Djoko Suryo, 2000: h. Secara sederhana, santri yaitu orang yang belajar mendalami ilmu agama di sebuah pesantren yang menjadi tempat belajar bagi para santri. Biasanya para santri bertempat tinggal di sebuah bangunan yaitu tempat tinggal bersama yang biasanya disebut pondok, yang didirikan di dekat Mesjid dan di dekat kediaman pengasuhnya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan field research yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan langsung terjun ke lapangan untuk mengumpulkan sejumlah data yang ada, mengenai studi komperasi hasil belajar mata pelajaran fikih antara santri penghafal al-QurAoan dan santri umum kelas Vi di Pondok Pesantren Al-Falah Putri. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang banyak menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran data, serta penampilan hasilnya. Angka-angka yang terkumpul sebagai hasil penelitian dapat dianalisis menggunakan metode statisik. (Arikunto. Suharsimi, 2. Kemudian teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis komparasional yang digunakan untuk menguji hipotesis mengenai ada tidaknya perbedaan antar variabel yang diteliti. (Anas Sudijono, 2. Studi komparasi dalam penelitian ini penulis bermaksud untuk menjelaskan apakah ada perbedaan hasil belajar mata pelajaran fikih antara santri kelas Vi yang mengikuti program tahfidz dan santri umum. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Penyajian data yang diperoleh selama melakukan penelitian di MTs al-Falah Puteri, yaitu berupa hasil penilaian akhir semester (PAS) pada semester II dari Ustadzah pengajar mata pelajaran Fikih. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah santri penghafal al-quran kelas Vi sebanyak 20 orang dan santri umum . ang tidak mengikuti program menghafal al-Qura. kelas Vi sebanyak 20 orang, data ini diambil secara random. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 773-786 Tabel 1. data nilai santri penghafal Al-Quran kelas Vi Mts Al-Falah Puteri. NAMA SANTRI Nilai Mata pelajaran Fikih Aisyah Gita Cahyani Athiyyah Cahya Rahmatus Syakdiah fitriani Nurul Afihah Heni Lisda Regina Putri Maulida Al Zahra Medina Annisa Puteri Mutia SaAoadah Najwa Rezqina Nia Chusnul Khotimah Nida Noor Asyifa Nur Jannatunnisa Nurul aisah Rahmawati Y Rahmawati az-zahra Raihan Aryana Mutia ThalAoatun Nafisah Tabel 2. Data nilai Santri umum kelas Vi Mts Al-Falah Puteri NAMA SANTRI Nilai Mata pelajaran Fikih Najwa Nur Azkiya Aulia Nur Haliza Ayu Rahma Maulida Chifira Nur Suci Eka Hibnadia Aldila Raisya Kamilah Nadini Marfuah Misbah Nor Aisyah Nor Mahlina Rohmah Rally Citra Lestari Siti Aisah Siti Rodiyah Siti Munawwaroh Zahro Rohima Zakiyyatul Adzkiyaa Zulfa Aziza Studi Komparasi Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih. (Anisa & Huda, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 773-786 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Analisis Data Sebelum melakukan analisis data, harus diketahui terlebih dahulu bahwa data . erdistribusi norma. dan bersifat homogen. Dari hasil perhitungan uji normalitas dengan rumus uji kolmogorof-smirnov, diketahui bahwa nilai hasil belajar siswa berdistribusi normal. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig > 0,05. Yaitu sebesar 200. Hasil perhitungan uji homogenitas dengan rumus levene diketahui bahwa Based on Mean sebesar 0,403 untuk nilai hasil belajar mata pelajaran fikih. Nilai probabilitas > 0,05. Maka Ho diterima, yang artinya data hasil belajar mata pelajaran fikih memiliki variansi homogen Tabel 3. Uji Normalitas. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. -taile. e Sig. 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed 2000000. Tabel 4. Uji Homogenitas Tests of Homogeneity of Variances Levene Statistic Sig. hasil belajar mata pelajaranBased on Mean Median and with. Based on Median Based adjusted df Based on trimmed mean ANOVA hasil belajar mata pelajaran fikih ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 773-786 Sum of Squares Mean Square Sig. Between Groups Within Groups Total ANOVA Effect Sizesa,b 95% Confidence Interval Point Estimate Lower Upper hasil belajar mata pelajaranEta-squared Epsilon-squared Omega-squared Fixed-effect Omega-squared Random-effect . Eta-squared and Epsilon-squared are estimated based on the fixed-effect model. Negative but less biased estimates are retained, not rounded to zero. Analisis data yang pertama yaitu untuk menjawab rumusan masalah yang pertama, tentang hasil belajar mata pelajaran Fikih santri penghafal al-Quran kelas Vi di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri sebagai berikut. Untuk menganalisis data santri penghafal al-Quran yaitu dengan mencari mean, standar deviasi dan standar error dengan langkah-langkah sebagai berikut: Mean dan Standar Deviasi di ambil dari hitungan SPSS dengan rincian sebagai berikut: M sebesar 91,10 SD sebesar 3. SEM1 sebesar 0,714 Tabel 5. Kategori hasil belajar satri penghafal Al-Quran Nilai Frekuensi Presentase Kategori >94 Baik Cukup <87 Kurang Oc Analisis data yang kedua yaitu untuk menjawab rumusan masalah yang kedua, tentang hasil belajar mata pelajaran Fikih santri umum kelas Vi di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri sebagai berikut. Untuk menganalisis data santri umum yaitu dengan mencari mean, standar deviasi dan standar error dengan langkah-langkah sebagai berikut: Mean dan Standar Deviasi di ambil dari hitungan SPSS dengan rincian sebagai berikut: M sebesar 86,25 SD sebesar 5,118 SEM2 sebesar 1,144 Studi Komparasi Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih. (Anisa & Huda, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 773-786 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Hasil tersebut akan diperingkatkan dengan melakukan pangaktegorian rumus. Perhitungan dilakukan dengan cara penambahan standar deviasi dengan mean . ata-rat. untuk kategori baik dan mengurang untuk kategori kurang. Tabel 6. Kategori hasil belajar santri umum Nilai Frekuensi Presentase Kategori >91 Baik Cukup <81 Kurang Oc Analisis data yang ketiga yaitu untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga, tentang perhitungan perbedaan antara hasil belajar santri penghafal al-Quran dan hasil belajar santri umum dengan menggunakan AutAy Tabel 7. uji independent sample t-test Group Statistics pelajaran fikih Std. Mean Deviation Std. Error Mean Independent Samples Test LeveneAos Test for Equality of Variances Significance Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Aqual Variances Assumed Equal Assumed 95% Confiden Interval Of The Difference Sig. OneSided TwoSided Mean Difference Std. Error Difference Lower Upper <,001 <,001 <,001 Independent Samples Effect Sizes ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 773-786 Standardizera 95% Confidence Interval Point Estimate Lower Upper hasil belajar mata pelajaranCohen's d Hedges' correction 4. Glass's delta The denominator used in estimating the effect sizes. Cohen's d uses the pooled standard deviation. Hedges' correction uses the pooled standard deviation, plus a correction factor. Glass's delta uses the sample standard deviation of the control group. Untuk Aqual Variances Assumed di atas yaitu hasil dari uji parametric untuk independent sample t-test yang mana hasil ini diperoleh nilai Sig . -taile. sebesar <0,01 Adapun dasar pengambilan keputusan Jika nilai Sig. -taile. <0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada santri penghafal al-Quran dan santri umum. Jika nilai Sig. -taile. >0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada santri penghafal al-Quran dan santri umum. Dari hasil pengolahan data dengan SPSS diketahui nilai Sig. nya sebesar <0,01 lebih kecil dari 0,05 sehingga kesimpulannya terdapat perbedaan dua mean sampel yang signifikan. dengan membandingkan besarnya dua sampel di atas, para santri penghafal al-Quran secara signifikan berbeda . alam hal ini lebih bai. jika dibandingkan dengan santri umum. Pembahasan Penelitian ini membandingkan hasil belajar mata pelajaran fikih antara santri penghafal al-Quran dan santri umum kelas Vi di Pondok Pesantren al-Falah Puteri. Untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan diantara keduanya, peneliti menggunakan data hasil Penilaian Akhir Semester Genap yang kemudian di uji normalitas dan homogenitasnya, sehingga dapat diketahui bahwa data tersebut berdistribusi normal dan bersifat Analisis hasil belajar mata pelajaran Fikih santri penghafal al-Quran, peneliti mengumpulkan data dengan cara dokumentasi yaitu hasil Penilaian Akhir Semester (PAS) semester genap. Dari pengkategorian yang telah dilakukan, diketahui bahwa hasil belajar mata pelajaran fikih dengan kategori baik sejumlah 1 santri dengan presentase sebesar 5%, kategori cukup sejumlah 17 santri dengan presentase 85%, dan kategori kurang sejumlah 2 santri dengan presentase sebesar 10%. Adapun analisis hasil belajar mata pelajaran fikih santri umum, dari pengkategorian yang telah dilakukan, diketahui bahwa hasil belajar mata pelajaran fikih dengan kategori baik sejumlah 3 santri dengan presentase sebesar 15%, kategori cukup sejumlah 12 santri dengan presentase sebesar 60%, dan kategori kurang sejumlah 5 santri dengan presentase sebesar 25%. Studi Komparasi Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih. (Anisa & Huda, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 773-786 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar mata pelajaran fikih santri penghafal al-Quran adalah 91,10, sedangkan hasil rata-rata hasil belajar mata pelajaran fikih santri umum sebesar 86,25. Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar mata pelajaran fikih santri penghafal al-Quran lebih baik dari hasil belajar santri umum. Hal ini sesuai dengan teori M. Gagne dalam bambang warsita mengatakan Belajar adalah perubahan yang tejadi pada diri manusia setelah belajar secara kuntinu. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor dari luar maupun faktor dari dalam. Dan teori dari slameto dalam rohmah yang menyatakan faktor yang memengaruhi hasil belajar dapat dikelompokkan menjadi dua faktor yaitu faktor internal meliputi minat, kebiasaan belajar, ketekunan, kondisi fisik. Faktor eksternal meliputi cara orang tua mendidik anak, metode guru mengajar, sarana prasarana kurikulum, kegiatan siswa di masyarakat, dan teman bergaul. Berdasarkan hasil wawancara yang telah peneliti lakukan kepada santri penghafal al-Quran peneliti menyimpulkan terkait faktor apa yang mempengaruhi hasil belajar mereka serta alasan mereka untuk memilih mengikuti program menghafal al-Quran. Mereka berpendapat bahwa menghafal al-Quran adalah kegiatan hal yang menyenangkan, dengan mengikuti program menghafal al-Quran, mereka merasa lebih mudah dalam memahami pelajaran karena sudah terbiasa dalam menghafal dan mengingat. Terlebih pada mata pelajaran fikih, pada mata pelajaran tersebut seringkali memuat dalil-dalil al-Quran sehingga memudahkan mereka dalam Selain itu faktor yang mempengaruhi hasil belajar mereka adalah faktor masyarakat meliputi teman bergaul, dan faktor keluarga, seperti adanya dorongan dari orang tua. Santri yang menghafal al-Quran di pondok Pesantren al-Falah Puteri memiliki asrama, kegitan, serta peraturan tambahan yang berbeda dengan santri yang lain . ang tidak mengikuti program tahfid. Dengan kegiatan tersebut, secara tidak langsung dapat meningkatkan kecerdasan santri dalam mengatur waktu dengan sebaik-baiknya baik waktu untuk menghafal, belajar, muthalaAoah, makan, berteman dll. Menurut beberapa tokoh, orang yang menghafalkan al-Quran akan mendapat keutamaan dan kelebihan dari Allah SWT, seperti diantaranya memiliki pemikiran yang cemerlang, lebih cepat mengerti, teliti dan hati-hati. Lain halnya santri umum, ia memilih menjadi santri biasa-biasa saja, atau mengikuti program yang lain selain program menghafal al-Quran. Terkait alasan mereka yaitu sebenarnya mereka berkeinginan mengikuti program menghafal al-Quran akan tetapi mereka merasa belum siap untuk mengikuti program tersebut dengan serangkaian kegiatan yang padat dan peraturan tambahan yang ada di asrama penghafal al-Quran. Dan mereka juga berpendapat dengan tidak mengikuti program menghafal al-Quran, mereka memiliki banyak waktu luang. Sehingga, waktu untuk mengulangi pelajaran lebih banyak tersedia akan tetapi dengan mereka tidak mengikuti program menghafal al-Quran ketika latihan maupun ulangan mereka merasa kesulitan dengan penjelasanpenjelasan yang terkait al-Quran karena tidak adanya hafalan yang mereka miliki. Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar santri umum adalah adanya dorongan dari orang tua. Jika dilihat dari latar belakang, santri umum banyak kemungkinan mereka tidak begitu terbiasa menghafal al-Quran dan tingkat konsentrasi nya kurang. Namun jika santri memang memiliki kemauan yang kuat maka ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 773-786 seberat apapun menghafal al-Quran insyaAllah akan Allah permudah selama niatnya benar dengan mengharap ridhanya Allah dan Rasulullah. Dan jika santri dapat cepat menyesuaikan diri dengan baik, maka setiap santri bagaimanapun latar belakangnya juga akan mampu mendapatkan hasil belajar yang baik, dengan catatan belajar sungguh-sungguh dengan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Mengingat santri umum yang tidak mengikuti program tahfidz lebih memiliki waktu kosong sehingga dapat digunakan untuk mengulang pelajaran. Sehingga tak heran jika santri umum dapat memiliki hasil belajar yang bagus seperti santri penghafal al-Quran Hasil tersebut akan diperingkatkan dengan melakukan pangaktegorian rumus. Perhitungan dilakukan dengan cara penambahan mean . ata-rat. dengan standar deviasi untuk kategori baik dan mengurang untuk kategori kurang KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar mata pelajaran fikih santri penghafal al-Quran sebesar 91,10. Adapun analisis hasil belajar mata pelajaran fikih santri umum, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar mata pelajaran fikih santri umum sebesar 86,25. Dari hasil pengolahan data dengan SPSS diketahui nilai Sig. nya sebesar <0,01 lebih kecil dari 0,05 sehingga kesimpulannya terdapat perbedaan dua mean sampel yang signifikan. dengan membandingkan besarnya dua sampel di atas, para santri penghafal al-Quran secara signifikan berbeda . alam hal ini lebih bai. jika dibandingkan dengan santri umum. Saran Penelitian ini telah memberikan gambaran yang jelas mengenai perbedaan hasil belajar mata pelajaran fikih antara santri penghafal Al-QurAoan dan santri umum kelas Vi di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri. Namun, untuk memperkaya khazanah penelitian di bidang serupa, peneliti menyarankan agar kajian selanjutnya dapat memperluas fokus pada jenjang kelas atau lembaga yang berbeda sebagai bentuk penguatan generalisasi. Selain itu, pendekatan penelitian dapat dikembangkan dengan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif agar diperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi capaian belajar santri. Penambahan instrumen seperti wawancara atau observasi juga dapat menjadi pelengkap dalam mengungkap dinamika pembelajaran fikih secara lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA