Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 46 - 55 Peninjauan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Secara Kuantitatif pada PT Citra Lentera Indonesia Abdul Azis1*. Fathan Arif2 1,2 Program Studi Manajemen. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan Corresponding Author: Abdul Azis dosen02241@unpam. ARTICLEINFO ABSTRACT Keywords: Work Motivation. Work Discipline. Employee Performance This study aims to review the effect of work motivation and discipline on employee performance at PT Citra Lentera Indonesia, either partially or This study uses a quantitative The population in this study were all employees, totalling 65 employees. The sampling technique uses a saturated sample technique in which the sample in this study is 65 employees. The type of data used is primary and secondary. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis, data instrument testing, classic assumption testing, simple and multiple linear regression testing, hypothesis testing through t-test and F-test, as well as correlation and determination coefficient tests. The results showed that partially motivation had a positive and significant effect on employee tcount value 6,460 > 2,002 ttable value with a significant value of 0. 000 <0. Simultaneous testing shows that motivation and work discipline simultaneously have a positive and significant effect on employee performance, this is indicated by the Fcount value of 31,450 > 3,159 Ftable value with a significance value of 0. 000 <0. The R-Square value of 0,555 indicates that motivation and work discipline affect employee performance by 55,5% and the rest are influenced by other variables. Received : Juli 15, 2025 Revised : Juli 16, 2025 Accepted : Juli 19, 2025 A2025 The Author. : This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. DOI prefik: 10. 36587/exc. ISSN-E: 2747-2833 https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Abdul Azis. Fathan Arif PENDAHULUAN Masalah sumber daya manusia menjadi perhatian yang sangat penting bagi perusahaan untuk tetap dapat bertahan. Perusahaan dituntut untuk memperoleh, mengembangkan dan mempertahankan SDM . umber daya manusi. yang berkualitas. Oleh karena itu didalam menjalankan suatu bisnis, perusahaan yang wajib menjalankan standar manajemen yang baik sehingga pekerjaan akan teratur dan berhasil. Menurut Masram dan Mu'ah . Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja. Permasalahan kinerja yang terjadi di PT Citra Lentera Indonesia seringkali berbeda-beda. Dalam hal ini pencapaian target yang kurang maksimal, peka terhadap lingkungan kerja antar sesama karyawan yang belum terjalin baik sehingga mempengaruhi tingkat prestasi kerja, dan semangat kerja yang tidak konsisten. Motivasi sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dimana karyawan mengharapkan setiap individu dapat menciptakan kinerja yang tinggi demi kemajuan perusahaan. Menurut Mulyadi dan Winarso . terdapat dua motif dasar yang menggerakkan perilaku seseorang, yaitu motif biologis yang berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan hidup dan motif sosial yang berhubungan dengan kebutuhan sosial. PT Citra Lentera Indonesia menurunnya tingkat motivasi disebabkan oleh kurangnya pemberian motivasi kerja kepada karyawan. Motivasi kerja merupakan hal penting dan berpengaruh dalam naik atau turunya kinerja karyawan selain itu kenyamanan saat berkerja, dan masalaah kepuasan kerja Jika hal ini di biarkan diperkirakan tentu akan berdampak buruk jika tidak dilakukan perbaikan motivasi kerja karyawan akan terus mengalami penurunan dan akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Selain permasalahan faktor motivasi yang menyebabkan kinerja faktor lainnya juga bisa disebabkan oleh disiplin kerja. Permasalahan disiplin terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan karyawan yang dilakukan setiap hari, dimana disiplin yang kurang baik akan berakibat buruk dalam menjalakan tugas-tugas. Menurut Harras dkk . Dalam bahwa disiplin merupakan lintasan multidimensi yang mempengaruhi keseluruhan pegawai. Mulai dari pengaturan waktu, sikap, perilaku, tugas, laporan, dan hasil kerja. Dari hasil observasi pada PT Citra Lentera Indonesia disiplin karyawan pada PT tersebut masih sangat memprihatinkan, kedisiplinan dalam bekerja merupakan factor yang sangat penitng bagi suatu Perusahaan untuk mencapai tujuannya, kedisiplinan dapat memotivasi karyawan melaksanakan pekerjaan baik secara perorangan atau kelompok, dan mendidik karyawan dalam mematuhi peraturan, sehinga menghasilkan kinerja yang baik dan menguntungkan Perusahaan. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Mulyadi dan Winarso . motif berasal dari Bahasa latin movere yang berarti bergerak atau to move yang berarti kekuatan dalam diri Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 46-55 organisme yang mendorong untuk berbuat . riving forc. Motif menjadi pendorong saling terkait dengan faktor lain yang disebut dengan motivasi. Menurut Mulyadi dan Winarso . terdapat dua motif dasar yang menggerakkan perilaku seseorang, yaitu motif biologis yang berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan hidup dan motif sosial yang berhubungan dengan kebutuhan sosial. Terlepas dari beberapa definisi tentang motif diatas, tentu kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa motif adalah suatu dorongan dari dalam diri individu yang mengarahkan pada suatu aktivitas tertentu dengan tujuan tertentu pula. Berdasarkan uraian di atas, motivasi merupakan suatu pembentukan perilaku yang dicirikan oleh berbagai aktivitas melalui suatu proses psikologis yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik untuk mengarahkan seseorang menuju tujuan. Faktor intrinsik yang dimaksud antara lain latar belakang pendidikan, pengalaman dan kebutuhan. Adapun faktor ekstrinsik yang dimaksud antara lain kepemimpinan, lingkungan kerja, rekan sejawat, kompensasi, dan lain lain. Menurut Harras dkk . disiplin dipandang sebagai cara untuk melatih dan meningkatkan keahlian. Artinya, disiplin dapat mengendalikan setiap ruang aktivitas kerja, bahwa ini harus begini, itu harus begitu, dan Namun dampak yang dirasakan pada waktu-waktu mendatang adalah terbentuknya perilaku dan keahlian yang mumpuni. Menurut Harras dkk . bahwa disiplin merupakan lintasan multidimensi yang mempengaruhi keseluruhan pegawai. Mulai dari pengaturan waktu, sikap, perilaku, tugas, laporan, dan hasil kerja. Semuanya diatur tanpa Kuatnya pengaruh disiplin ini secara pasti mampu memperkuat stigma atau persepsi pegawai tentang betapa bermanfaatnya disiplin itu. Menurut Masram dan Mu'ah . Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja Menurut Masram dan Mu'ah . menyatakan bahwa kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan pegawai. Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan merupakan pencapaian hasil karyawan dalam suatu proses melaksanakan tugasnya dengan sesuai tanggung jawab yang diberikan. Dengan meningkatkan kinerja karyawan akan membawa dampak yang positif bagi perusahaan, sehingga karyawan memiliki tingkat kinerja yang baik dan optimal untuk membantu mewujudkan tujuan perusahaan. Abdul Azis. Fathan Arif Motivasi Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Disiplin Kerja (X. Gambar 1. Kerangka Berpikir Menurut Mundir . Hipotesis merupakan suatu teori sementara yang kebenarannya perlu diuji. Teori tersebut dibuat atas dasar masalah dan anggapan dasar yang telah ditetapkan dengan seksama Menurut Sugiyono . Auhipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah karena sifatnya sementara, maka perlu di buktikan kebenarannya melalui data empirik yang terkumpulAy. Hipotesis dalam penelitian ini adalah harapan yang dinyatakan oleh peneliti mengenai hubungan antara variable-variabel di dalam masalah penelitian. Berdasarkan perumusan masalah yang ditetapkan pada penelitian ini, maka dirumuskan hipotesis Peninjauan Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Secara Kuantitatif Pada PT Citra Lentera Indonesia sebagai Ho1 = 0 : tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia. Ha1O0 : terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia. H02 = 0 : tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia. Ha2 O 0 : terdapat pengaruh positif dan signifikan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia. H03 = 0 : tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi kerja dan disiplin kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia. Ha3 O 0 : terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi kerja dan disiplin kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia. Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 46-55 METODE PENELITIAN Menurut Siyoto dkk . Penelitian Adalah metode untuk menemukan sebuah pemikiran kritis. Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, memformulasikan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan, dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan yang diambil untuk menentukan apakah kesimpulan tersebut cocok dengan hipotesis. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas. Pada penelitian ini objek yang diteliti adalah PT Citra Lentera Indonesia dengan jumlah populasi berjumlah 65 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah teknik pengambilan sampel Jenuh. Menurut Sugiyono . berpendapat Ausampling jenuh adalah metode pengambilan sampel yakni semua anggota populasi dijadikan sebagai sampelAy. Tabel 1. Rangkuman Kisi Instrumen Penelitian No. Variabel Motivasi (X. Sumber:Adha,Qomariah dan Hafidzi . Disiplin (X. Sumber: Veitzhzal Rivai . Kinerja Karyawan (Y) Sumber: Affandi P Indikator Fisik Nomor Rasa Aman Kebutuhan Sosial Penghargaan Kebutuhan Dorongan Tujuan 9,10 Frekuensi Kehadiran Tingkat Kewaspadaan Ketaatan Standar Kerja Ketaatan Peraturan Kerja Etika Kerja 9,10 KualitasKerja KuantitasKerja Inisiatif Efesiensi Disiplin Kerja Ketelitian Kepemimpinan Kejujuran Kreativitas 9,10 Butir Instrumen Pada penelitian ini langkah yang dilakukan adalah melakuan pengumpulan data. Menurut Sugiyono . Metode pengumpulan data adalah cara ilmiah untuk menghasilkan data yang valid untuk dapat dibuktikan, dan dikembangkan sehingga dapat digunakan memecahkan dan mengantisipasi Kemudian data tersebut di analisis dengan metode teknik analisis data. Metode analisis adalah metode yang digunakan untuk mengolah data, pengolahan data ini sangat penting agar data yang telah dikumpulkan dapat Abdul Azis. Fathan Arif dianalisis kemudian dapat diberi arti atau makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Dalam penelitian ini, skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Menurut Sugiyono . Auskala likert adalah digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orangAy. HASIL PENELITIAN Hasil pengolahan data atas karakteristik responden dari seluruh populasi yaitu berjumlah 65 . nam puluh lima oran. karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia dengan gambaran karakteristik reponden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 40 orang dan perumpuan berjumlah 25 orang. Dimana masing masing memiliki latar belakang pendidikan SMA/SMK 19 orang. Diploma 15 orang. Sarjana S1 28 orang. Pasca Sarjana 3 orang. Tabel 2. Rangkuman Hasil Uji Kualitas Instrumen Penelitian Variabel No Pernyataan r-hitung Motivasi Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Hasil Kesimpulan Uji Validitas Keseluruhan hitung > 0. AuValidAy Keseluruhan hitung > 0. AuValidAy Keseluruhan hitung > 0. AuValidAy Nilai Cronbach Alpha Hasil Uji Reliabilitas Variabel Nilai Cronbach Alpha > 0. maka artinya Nilai Cronbach Alpha > 0. maka artinya Nilai Cronbach Alpha > 0. maka artinya Keseluruhan pernyataan pada tabel 2. di atas memperoleh r-hitung > rtable . , artinya AuValidAy dan memenuhi asumsi uji validitas. Untuk uji reliabilitas diketahui nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0. 6, artinya variabel Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 46-55 penelitian Motivasi Karyawan, (X. Disiplin Karyawan (X. , dan Kinerja Karyawan (Y) terbukti reliable untuk digunakan dalam mengukur kualitas dari instrument penelitian. Pada penelitian ini juga menggunakan uji normalitas dengan menggunakan metode grafik dengan hasil sebagai berikut: Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Grafik Probability Plot Pada Gambar 2. dapat diketahui bahwa grafik normal Probability Plot menunjukkan pola grafik normal. Hal ini terbukti dari titik-titik yang menyebar di sekitar garis diagonal, dan penyebarannya mengikuti garis diagonal. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi Normalitas. Hasil Uji Heteroskedastisitas pada penelitian ini juga menggunakan grafik Scatter Plot dengan cara melihat penyebaran data yang terjadi. Jika penyebaran data pada Scatter Plot tidak teratur, dan tidak membentuk pola tertentu . aik turun, mengelompok menjadi sat. , maka dapat disimpulkan tidak terjadi problem Heteroskedastisitas. Berikut ini hasil uji Heteroskedastisitas menggunakan grafik Scatter Plot. Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas (Grafik Scatter Plo. Abdul Azis. Fathan Arif Berdasarkan Gambar 3. Scatter Plot, menunjukkan bahwa penyebaran titik-titik secara acak, serta titikAetitik menyebar di atas, dan di bawah angka nol pada sumbu Y, berarti tidak terdapat Heteroskedastisitas. Maka penelitian dapat Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Standardize Coefficients Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constant 5,240 4,142 Motivasi ,813 ,126 Disiplin ,034 ,095 Dependent Variable: Kinerja Beta ,693 ,038 1,265 Sig. ,211 6,460 ,357 ,000 ,722 Collinearity Statistics Toleranc VIF ,670 ,670 1,464 1,464 Berdasarkan Tabel 3, hasil pengujian Multikolinearitas diperoleh nilai tolerance variabel motivasi sebesar 0,670, dan disiplin kerja sebesar 0,670 bahwa kedua nilai tersebut kurang dari 1, dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) variabel motivasi sebesar 1,464, dan variabel disiplin kerja sebesar 1,464 yang ternyata nilai tersebut kurang dari 10. Dengan demikian, model regresi ini tidak terdapat gangguan Multikolinearitas antar variabel. Hasil uji hipotesis melalui uji t, koefisien determinasi, dan uji-F pada masing-masing variable penelitian dirangkum dalam tabel 4. sebagai berikut ini: Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Hubungan antar Motivasi Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Nilai R2 Probabilitas Signifikansi t/F-Values 6,460 Kesimpulan Hasil Uji H1 Diterima H2 Diterima H3 Diterima Berdasarkan tabel 4. Uji hipotesis skor R square adalah sebesar 0. 555 dimana model regresi tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan dampak kinerja Nilai kinerja karyawan sebesar 55. 5%, sisanya dijelaskan oleh variabel lain selain Motivasi kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. Nilai t hitung atas variabel Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) lebih besar dari t-table 0. begitu juga dengan Disiplin Kerja (X. atas Kinerja Karyawan (Y) yaitu masingmasing 0. 828 dan 3. 562, dimana artinya bahwa Motivasi kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. berpengaruh atas Kinerja Pegawai (Y) secara signifikan. Nilai F-hitung variabel Motivasi kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) 159 dengan hasil 31. 450 dimana artinya variabel Motivasi kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. memberikan dampak secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Vol. No. Juli 2025: 46-55 PEMBAHASAN Variabel Motivasi Kerja (X. pada PT Citra Lentera Indonesia yang telah diuji dampaknya atas Kinerja Karyawan (Y) menyatakan H1 diterima dengan nilai statistik t-hitung > t Tabel atau . ,460 > 2,. Hal ini menmberikan arti bawha Variabel Disiplin Kerja memberikan pengaruh pada Kinerja Karyawan secarasignifikan dalam uji hipotesis pertama. Variabel Disiplin Kerja (X. pada PT Citra Lentera Indonesia yang telah diuji dampaknya atas Kinerja Karyawan (Y) menyatakan H2 diterima dengan nilai statistik t-hitung > t Tabel atau . 562 > 2,. Hal ini menmberikan arti bawha Variabel Disiplin Kerja memberikan pengaruh pada Kinerja Karyawan secarasignifikan dalam uji hipotesis kedua. Variabel Motivasi Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. setelah di uji secara secara silmultan terhadap Kinerja Karyawan (Y) menyatakan H3 diterima dengan nilai F hitung sebesar 31. 450 > F table 3. 159, hal ini menunjukkan bahwa variabel Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja memberikan dampak secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan : . Motivasi Kerja memberikan dampak atas Kinerja Karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia secara signifikan. Disiplin Kerja memberikan dampak atas Kinerja Karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia secara signifikan. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Kinerja Karyawan pada PT Citra Lentera Indonesia. PENELITIAN LANJUTAN PT Citra Lentera Indonesia terkait Motivasi disarankan dapat membangun hubungan sosial yang baik dan memberikan penghargaan atau insetif yang adil terhadap karyawan dan meningkatkan ketaatan kerja dengan cara memberikan hukuman kepada karyawan yang tidak mematuhi peraturan kerja. Selanjutnya. Perusahaan agar selalu meningkatkan disiplin kerja dengan cara memberikan hukuman/sanksi atau memberikan surat peringatan terhadap karyawan yang datang terlambat maupun pulang lebih awal. DAFTAR PUSTAKA