Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 Ae 168-182 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. e-ISSN: 2622-6421 ISSN: 2088-9607 ISSN: 1978-1520 Pengaruh Lokasi. Fasilitas Pendidikan dan Citra Sekolah Terhadap Keputusan Memilih Sekolah Yogi Merryanda Simamora1. Hanny Siagian2. Pioner Pelawi3 Universitas Mikroskil. Jl. H Thamrin No. 140, . 1,2,3 Fakultas Bisnis. Program Studi Manajemen. Universitas Mikroskil. Medan e-mail: 1197111196@students. id, 2hanny@mikroskil. id, 3pioner. pelawi@mikroskil. 1,2, 3 Dikirim: 23-08-2023 | Diterima: 27-09-2023 | Diterbitkan: 02-10-2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Lokasi. Fasilitas Pendidikan dan Citra Sekolah terhadap Keputusan Memilih Sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Simple Random Sampling dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi jurusan Akuntansi dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) sebanyak 166 siswa-siswi dan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 117 siswa-siswi. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, tidak terdapat pengaruh variabel lokasi dan citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah. Sedangkan, terdapat pengaruh variabel fasilitas pendidikan terhadap keputusan memilih Sekolah. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, terdapat pengaruh variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah. Nilai Adjusted r square menunjukkan bahwa variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah dapat menjelaskan variabel keputusan memilih sekolah sebesar 41. 4% dan sisanya 58. 6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: Lokasi. Fasilitas Pendidikan. Citra Sekolah. Keputusan Memilih Sekolah. Abstract This study aims to determine and analyze the effect of location, educational facilities and school image on the decision to choose a school at SMK Swasta Tritech Informatika Medan. The sampling technique in this study was Simple Random Sampling with the type of research used was descriptive quantitative. The population of this study were students majoring in Accounting and Software Engineering (RPL) totaling 166 students and determining the sample using the Slovin formula with a sample size of 117 The data analysis method used is multiple linear regression with statistical test hypothesis The results showed that partially, there was no effect of location variables and school image on the decision to choose a school. Meanwhile, there is an influence of educational facilities variables on the decision to choose a school. Furthermore, the results showed that simultaneously, there was an influence of location variables, educational facilities and school image on the decision to choose a The Adjusted r square value shows that the location variables, educational facilities and school image can explain the school choice decision variable by 41. 4% and the remaining 58. 6% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: location, educational facilities, school image, decision to choose a school Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi Received, 2012. Accepted July 10th, 2012 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. PENDAHULUAN Pendidikan dipandang sebagai penyumbang yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa sekaligus merupakan prioritas terpenting bagi masa depan (Agung et al. , 2. Pendidikan adalah sebuah usaha untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang didapat baik dari lembaga formal maupun informal untuk memperoleh manusia yang berkualitas (Yusuf & Aziizu. Abdul, 2. Suatu lembaga yang menjadi sarana untuk membantu terlaksananya pendidikan yaitu sekolah. Sekolah adalah sebuah organisasi yang terencana sekaligus sebagai tempat proses mengajar dan belajar peserta didik dan pendidik (Ahidin, 2. Dimasa sekarang, kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih layak sangat terbuka untuk siapa saja, baik yang tinggal di pedesaan, perkotaan, pendapatan rendah maupun kaya. Hal ini disebabkan karena sudah banyak muncul jasa pendidikan yang menawarkan berbagai variasi pendidikan yang sangat menarik (Agung et al. , 2. Banyaknya sekolah yang muncul mulai dari TK,SD,SMP,SMA/SMK/MA,Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dan lain sebagainya, masyarakat mulai memilih sesuai kebutuhan dan kepuasan mereka, sehingga kebutuhan sekolah saat ini sangat tinggi. Di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan unggul dalam sektor jasa pendidikan yang memiliki penyebaran pendidikan sesuai kebutuhan masyarakat, salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai alternatif sekolah menengah untuk menimba ilmu pengetahuan. SMK tidak hanya mengajarkan pengetahuan seperti di Sekolah Menengah Atas (SMA), tetapi juga mengasah keterampilan, keahlian dan kemandirian. Lulusan SMK merupakan sarana bagi calon siswa-siswi untuk menuntut ilmu serta melatih kemampuan memasuki dunia kerja yang lebih kompeten, siap pakai dan memiliki peranan strategis sumber daya manusia yang berkualitas (Ahidin, 2. Saat ini SMK banyak kita temui baik negeri maupun swasta. Salah satunya adalah SMK Swasta Tritech Informatika Medan yang berada di jalan Bhayangkara No. 484 Medan merupakan salah satu SMK yang yang memadukan ilmu komputer . erbasis IT) dan pengetahuan keagamaan. Keputusan memilih sekolah yang memiliki kredibilitas dan pengajaran yang bermutu baik merupakan keinginan siswa-siswi. Keputusan memilih adalah proses pemilihan dari berbagai alternatif sesuai kebutuhan seseorang dengan memilih pilihan yang dianggap tepat dan menguntungkan (Muhtarom et al. , 2. Keputusan siswa-siswi melanjutkan sekolah dihadapkan dengan pilihan-pilihan dari banyaknya sekolah yang ada. Dalam hal ini, penting bagi siswa untuk mempertimbangkan dengan matang berbagai faktor dan memperoleh informasi yang memadai tentang pilihan sekolah yang tersedia, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka (Mandagie. Yunita et al. , 2. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan tempat seseorang menghabiskan waktu dalam periode yang cukup lama untuk menimba ilmu dan berkembang sebagai individu yang berkualitas. Lokasi adalah tempat dimana kegiatan operasional usaha bisnis dilakukan (Muhtarom et al. Lokasi yang strategis menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi keputusan memilih. Seseorang cenderung memilih lokasi yang mudah dijangkau dibandingkan lokasi yang sulit untuk menjangkaunya karena jauh (Agung et al. , 2. Lokasi dengan kemudahan akses dapat memberikan manfaat berupa efisiensi waktu dan tenaga. Rasa aman dan tempat yang nyaman serta memiliki area parkir yang luas juga menjadi pilihan karena dapat memberikan kepuasan dan menambah nilai positif bagi seseorang dalam menjatuhkan pilihannya. SMK Swasta Tritech Informatika Medan memiliki akses yang mudah dijangkau dengan transportasi umum yang mudah ditemui karena dekat dengan jalan raya . Area parkir SMK Swasta Tritech Informatika Medan masih kurang memadai dan sempit, sehingga siswa-siswi dan staf sekolah atau pegawai yang memakai kendaraan sulit dalam memarkirkan kendaraannya. Tidak tersedia lahan untuk memperluas sekolah dikemudian hari. Ketersedian lahan yang luas perlu dipertimbangkan jika dikemudian hari pemilik sekolah berencana untuk melakukan ekspansi. Lokasi SMK Swasta Tritech Informatika Medan berada di tengah keramaian atau padat penduduk sehingga tersedianya tempat alat-alat perlengkapan sekolah yang mudah ditemui seperti, toko alat tulis sekolah dan fotocopy. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan dari sekitar lokasi sekolah menunjang jasa yang ditawarkan kepada calon siswa-siswi dalam keputusan memilih sekolah. Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang pengaruh lokasi terhadap keputusan memilih sekolah mendapatkan hasil yang berbeda. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Fadli . menyatakan bahwa lokasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih sekolah. Artinya jika lokasi yang strategis akan berdampak pada keputusan memilih sekolah (Fadli, 2. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Achmad Krisbiyanto dan Ismatun Nadhifah . yang menyatakan bahwa lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih sekolah (Krisbiyanto & Nadhifah, 2. Fasilitas diartikan sebagai penyediaan perlengkapan-perlengkapan yang terlihat nyata untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen dalam melakukan pembelian (Muhtarom et al. , 2. Fasilitas yang baik dapat mempengaruhi suatu tingkat keputusan dalam diri seseorang sehingga dapat mendorong seseorang dalam melakukan keputusan memilih. SMK Swasta Tritech Informatika Medan yang merupakan SMK berbasis teknologi informatika (IT) yang memiliki kesediaan komputer berjumlah 120 PC dilengkapi dengan ruang laboratorium masing-masing jurusan. SMK Swasta Tritech Informatika Medan memiliki 54 ruang kelas belajar dilengkapi fasilitas pendidikan yang lengkap seperti, televisi LED dalam menunjang pembelajaran, kursi, papan tulis putih, simbol Negara Indonesia . ambang garuda, foto presiden dan wakil preside. , dan fasilitas pendukungnya dilengkapi dengan kelas yang full AC . ir conditione. dan kipas angin yang digunakan selama pembelajaran berlangsung. Pemanfaatan TIK yang salah satunya disediakan oleh sekolah berupa televisi LED tersebut merupakan suatu alternatif belajar yang dipergunakan secara tidak efektif dalam pembelajaran, tetapi layak pakai guna menumbuhkan sikap pro aktif siswa-siswi dalam belajar. Fasilitas yang disediakan oleh SMK Swasta Tritech Informatika Medan seperti Wi-Fi atau Hotspot masih dikenakan pembayaran Layanan ini seharusnya diberikan sekolah untuk mempermudah kegiatan pembelajaran dan tidak menambah beban biaya bagi siswa-siswi. SMK Swasta Tritech Informatika Medan memiliki sarana penunjang pendidikan seperti perpustakaan yang bisa dimanfaatkan siswa-siswi untuk membaca buku fiksi maupun non fiksi yang tersusun rapi di rak buku serta meminjam buku sesuai kebutuhannya. Sekolah juga memerhatikan kebutuhan dan siap menerima keluhan dari siswa-siswi menyangkut masalah pembelajaran di sekolah, seperti adanya tekanan, kecemasan, emosi dan fisik siswa-siswi yang mengganggu kepribadian siswa-siswi dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang pengaruh fasilitas pendidikan terhadap keputusan memilih sekolah mendapatkan hasil yang berbeda. Penelitian yang dilakukan oleh Andrew Satria Lubis. Alfi Amalia. Saroha Simanjuntak . menyatakan bahwa fasilitas pendidikan berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih sekolah. Artinya hal pertama yang perlu diperhatikan oleh penyedia jasa adalah bahwa fasilitas pendidikan disini tidak hanya melengkapi dalam mendukung jasa pendidikan dan pembelajaran tetapi juga mendukung hal-hal lain, misalnya suasana dan kenyamanan dari jasa pendidikan tersebut (Lubis et al. , 2. Berbeda dengan penelitian lainnya yang dilakukan oleh Abid Muhtarom Muhamad. Imam Syairozi dan Hesty Lovi Yonita, yang menyatakan bahwa fasilitas pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih (Muhtarom et al. , 2. Citra sekolah berkaitan dengan nama, akreditasi, pelayanan dan kualitas sekolah. Citra merupakan persepsi terhadap suatu objek, yang dibentuk dengan memproses informasi dari berbagai sumber setiap waktu (Agung et al. , 2. Citra institusi yang positif akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut, sehingga institusi dapat lebih mudah meraih dukungan dan kredibilitas dari masyarakat. SMK Swasta Tritech Informatika Medan yang sudah berhasil memperoleh beberapa prestasi akademik seperti cerdas cermat, pidato, animasi sampai memperoleh juara presenter televisi dan radio dari kejuaraan baik tingkat lokal, regional, dan internasional. SMK Swasta Tritech Informatika Medan menunjukkan bahwa siswa-siswi memutuskan untuk memilih sekolah tersebut karena terkenal dengan sekolah berbasis informatika yang unggul dan alumni SMK Swasta Tritech Informatika Medan banyak yang masuk perguruan tinggi dan bekerja di instansi pemerintahan. SMK Swasta Tritech Informatika Medan berstatus terakreditas yang merupakan salah satu SMK COE (Center Of Excellen. , sekolah yang menekankan pentingnya kreatifitas dan inovasi dalam menciptakan ide-ide baru serta memiliki tanggung jawab dan kedisiplinan yang ketat. Kedisiplinan sekolah yang ketat masih ditemui banyak yang melanggar seperti siswa-siswi yang terlambat ke sekolah. Hal ini bisa membuat citra sekolah tersebut menurun. Siswa-siswi yang terlambat ke sekolah akan dikenakan sanksi atau Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Kurangnya hubungan sekolah dengan orangtua siswa-siswi dan bisnis usaha produk/jasa. Hal ini menunjukkan peran pemimpin sekolah dan guru atau staf lainnya dalam meningkatkan hubungan antar masyarakat sekolah, perlu adanya motivasi, dukungan dan bimbingan, supaya tercipta citra sekolah yang unggul dan mencapai tujuan visi dan misi sekolah. Kurikulum sekolah yang sudah memadai seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dan tercapainya kepuasan siswasiswi. SMK Swasta Tritech Informatika Medan pernah berpartisipasi menjadi peserta workshop AuSehari Jadi JurnalisAy dan terpilih sebagai video terbaik tingkat SMK kota Medan dan diundang menjadi peserta sebagai tamu talkshow di studio program Salam TV yang disiarkan secara langsung di youtube. Hal ini merupakan suatu penghargaan dengan membawa nama baik sekolah, dengan prestasi yang diperoleh siswa-siswi SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang pengaruh citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah mendapatkan hasil yang berbeda. Penelitian yang dilakukan oleh Udin Ahidin . menyatakan bahwa citra sekolah berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih sekolah (Ahidin, 2. Artinya citra sekolah yang baik akan mempengaruhi persepsi calon siswa untuk memilih sekolah tersebut. Berbeda dengan penelitian lainnya yang dilakukan oleh kurliyatin. Ibrahim Bafadal dan Wildan Zulkarnain . menyatakan bahwa citra sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih (Kurliyatin et al. , 2. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh masingmasing variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan, serta untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh secara simultan variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat untuk beberapa pihak terkait yaitu secara teoritis, diharapkan dapat membantu dan memberikan masukan secara teoritis kepada sekolah dan siswa-siswi dalam memilih sekolah, terutama dalam pengaruh lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah. Secara praktis, diharapkan sebagai bahan masukan dan informasi kepada pihak SMK Swasta Tritech Informatika Medan dan siswa-siswi dalam memecahkan masalah yang dapat bersumber dari pengaruh lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah. TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Landasan Teori Pendidikan Pendidikan dipandang sebagai penyumbang yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa sekaligus merupakan prioritas terpenting bagi masa depan. Pendidikan merupakan suatu usaha sadar untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan formal maupun non formal dalam proses transformasi sehingga dapat menghasilkan SDM yang berkualitas (Warisno, 2. Sekolah Sekolah merupakan lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Artinya, bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Sedangkan, bersifat unik karena sekolah memiliki karakter tersendiri, dimana terjadi proses belajar mengajar (Minsih et al. , 2. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan tentu tidak hanya menanamkan pengetahuan umum saja, akan tetapi juga harus mengajarkan karakter positif pada diri siswa-siswi. Siswa Siswa merupakan orang atau individu yang mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan agar tumbuh dan berkembang dengan baik serta mempunyai kepuasan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh pendidiknya (Muhammad RifaAoi. Rusydi Ananda, 2. Sebagai siswa, seseorang menerima layanan pendidikan dari pendidik agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya serta meraih kepuasan dalam belajar secara optimal. Selain Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. itu, siswa juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga disiplin di sekolah, menghormati guru dan rekan Keputusan Memilih Sekolah Keputusan memilih sekolah merupakan keputusan penting yang dapat mempengaruhi masa depan seseorang (Dwinanda & Nur, 2. Memilih sekolah yang tepat dapat berdampak besar pada masa depan siswa-siswi dan dapat membantu siswa-siswi mencapai tujuan akademik. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan faktor-faktor penting yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan siswa-siswi sebelum membuat keputusan adalah kunci untuk memilih sekolah yang tepat. Adapun indikator keputusan memilih Sekolah yaitu, lingkungan sekolah, program dan kurikulum, biaya sekolah, penerimaan dan kesempatan mendapatkan beasiswa, dan pengalaman orang lain (Wilson, 2. Lokasi Lokasi adalah tempat perusahaan beroperasi atau tempat perusahaan melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa (Fadli, 2. Lokasi sekolah yang baik dan strategis dapat berdampak pada keberhasilan suatu pendidikan. Jika perusahaan berhasil memperoleh dan mempertahankan lokasi yang strategis, maka itu dapat menjadi rintangan yang efektif bagi pesaing bisnis untuk mendapatkan akses ke pasar. Adapun indikator lokasi yaitu, keterjangkauan lokasi, kelancaran akses menuju lokasi, dan kedekatan lokasi dengan fasilitas pendukung (Tjiptono, 2. Fasilitas Pendidikan Fasilitas pendidikan merupakan semua kebutuhan yang diperlukan oleh siswa dalam rangka untuk memudahkan, melancarkan dan menunjang dalam kegiatan belajar di sekolah sehingga siswa dapat memperoleh tujuan belajar dengan maksimal (Muhtarom et al. , 2. Dengan adanya fasilitas belajar yang memadai, siswa dapat belajar dengan lebih mudah dan efektif. Fasilitas yang nyaman dan memadai dapat membantu meningkatkan motivasi belajar siswa. Adapun indikator fasilitas pendidikan yaitu, luas dan fasilitas ruangan, ketersediaan laboratorium dan perpustakaan, fasilitas kantin dan kebersihan, ketersediaan lapangan olahraga, kualitas pengajar dan metode pembelajaran, ketersediaan program dan ekstrakurikuler, ketersediaan teknologi informasi dan komunikasi, ketersediaan bimbingan, dukungan sosial dan emosional, dan ketersediaan kurikulum. Citra Sekolah Citra dibutuhkan untuk mengubah cara pandang konsumen terhadap suatu perusahaan. Citra merupakan impresi, perasaan, atau konsepsi yang ada pada publik mengenai perusahaan, mengenai suatu objek, orang atau mengenai lembaga (Kurliyatin et al. , 2. Penting bagi sekolah untuk membangun citra yang positif dengan menjaga kualitas pengajaran, mempromosikan prestasi siswa dan terlibat aktif dalam kegiatan komunitas. Adapun indikator citra sekolah yaitu, akreditasi sekolah, reputasi sekolah, budaya dan nilai-nilai sekolah, prestasi siswa, kepemimpinan sekolah, kualitas tenaga pendidik, dan hubungan dengan masyarakat Kerangka Konsep Berdasarkan teori dan penjelasan yang dikemukakan, maka dapat digambarkan kerangka konseptual sebagai berikut: Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Gambar 1. Kerangka Konseptual Pengembangan Hipotesis Pengaruh Lokasi Terhadap Keputusan Memilih Sekolah Lokasi merupakan tempat perusahaan beroperasi atau tempat melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang mementingkan segi ekonominya (Minarti & Ginoga, 2. Dengan lokasi yang tepat, dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam menentukan pilihan. Jika perusahaan berhasil memperoleh dan mempertahankan lokasi yang strategis, maka itu dapat menjadi rintangan yang efektif bagi para pesaing bisnis untuk mendapatkan akses ke pasar. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H1 : Terdapat pengaruh lokasi terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Pengaruh Fasilitas Pendidikan Terhadap Keputusan Memilih Sekolah Fasilitas yang baik dapat mempengaruhi suatu tingkat keputusan dalam diri seseorang sehingga dapat mendorong seseorang dalam melakukan keputusan memilih. Fasilitas merupakan sumber daya fisik yang harus ada sebelum suatu jasa ditawarkan kepada konsumen (Rikky, 2. Konsumen akan merasa puas jika penyedia jasa memberikan fasilitas yang lengkap. Semakin lengkap fasilitas yang disediakan kepada konsumen, maka konsumen akan merasa puas terhadap keputusan memilih jasa Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H2 : Terdapat pengaruh fasilitas pendidikan terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Pengaruh Citra Sekolah Terhadap Keputusan Memilih Sekolah Citra tidak dapat dibentuk begitu saja namun memerlukan proses untuk membentuknya. Citra merupakan reputasi dan prestasi yang hendak dicapai terhadap hubungan masyarakat atau public relations (Ahidin, 2. Seberapa kuat citra perusahaan tertanam dalam ingatan konsumen berpengaruh terhadap perilaku dan sikap konsumen selanjutnya. Oleh karena itu, suatu bisnis harus dapat menciptakan citra yang baik di benak konsumennya. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H3 : Terdapat pengaruh citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Pengaruh Lokasi. Fasilitas Pendidikan dan Citra Sekolah Terhadap Keputusan Memilih Sekolah Keputusan memilih adalah pemilihan suatu tindakan dari dua pilihan alternatif atau lebih (Fadli. Artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan dari beberapa alternatif pilihan dan keputusan yang diambil mengarah pada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan memilih. Oleh karena itu, bisnis sekolah harus memperhatikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Seperti memperhatikan lokasi yang cocok dan strategis, menyediakan fasilitas yang memadai guna mempermudah aktivitas siswa-siswi dan citra sekolah yang dikenal baik akan membuat siswasiswi memiliki rasa kepuasan dari jasa pendidikan tersebut. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H4 : Terdapat pengaruh lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah secara simultan terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. METODE PENELITIAN 1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang menggambarkan objek penelitian pada saat keadaan sekarang berdasarkan fakta-fakta sebagaimana adanya (Fadli, 2. Dalam pendekatan deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data pada dasarnya dilakukan dengan mengumpulkan data numerik atau kuantitatif yang dapat diukur secara Salah satu teknik pengumpulan data dalam pendekatan deskriptif kuantitatif ini adalah melalui wawancara, kuesioner, observasi atau survei, kemudian data diolah secara langsung menjadi data kuantitatif dengan alat bantu SPSS versi 25. 2 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah siswa-siswi jurusan Akuntansi dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), kelas X . dan kelas XI . tahun 2022 SMK Swasta Tritech Informatika Medan yang berlokasi di jalan Bhayangkara No. 484 Medan. 3 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara, pembagian kuesioner dan observasi. Pengisian kuesioner diukur dengan menggunakan skala likert yang terdiri atas, sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. 4 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMK Swasta Tritech Informatika Medan jurusan Akuntansi dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) kelas X . dan kelas XI . sebanyak 166 siswa-siswi. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan penentuan sampel menggunakan rumus slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 117 siswa-siswi. 5 Metode Analisis Data Pada penelitian ini tahap analisis data yang dilakukan adalah sebagai berikut : Analisis statistika deskriptif, adalah bentuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data sebagaimana adanya tanpa menarik kesimpulan secara umum. Uji kualitas data dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas, dimana pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan valid dan reliabel sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya digunakan untuk pengumpulan data. Pengujian asumsi klasik, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang relevan dan hasilnya digunakan untuk memecahkan suatu masalah, dengan melakukan pengujian multikolinieritas untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi, normalitas untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak dan heteroskedastisitas untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residual atau terbebas dari heteroskedastisitas. Analisis regresi linear berganda, untuk mengukur ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel independen . ariabel beba. dengan variabel dependen . ariabel terika. Uji Hipotesis, yang bertujuan memutuskan apakah menerima atau menolak hipotesis nol, dengan melakukan uji t . ecara parsia. , uji F . ecara simulta. dan uji determinasi (R. Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian 1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif dimaksudkan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari jawaban responden terhadap hasil kuesioner yang disebarkan. Hasil kuesioner tersebut meliputi variabel bebas yaitu Lokasi (X. Fasilitas Pendidikan (X. Citra Sekolah (X. dan variabel terikat yaitu Keputusan Memilih Sekolah (Y). Berikut disajikan deskripsi variabel penelitian: Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Variabel Minimum Maximum Mode Mean Std. Deviation Lokasi Fasilitas Pendidikan Citra Sekolah Keputusan Memilih Sekolah Dari analisis data variabel lokasi diperoleh kesimpulan siswa-siswi menjawab setuju dengan pernyataan yang ada pada variabel lokasi. Dari analisis data variabel fasilitas pendidikan diperoleh kesimpulan siswa-siswi menjawab kurang setuju dengan pernyataan yang ada pada variabel fasilitas Dari analisis data variabel citra sekolah diperoleh kesimpulan siswa-siswi menjawab setuju dengan pernyataan yang ada pada variabel citra sekolah. Dari analisis data variabel keputusan memilih sekolah diperoleh kesimpulan siswa-siswi menjawab kurang setuju dengan pernyataan yang ada pada variabel keputusan memilih sekolah. 2 Hasil Uji Kualitas Data Penelitian yang mengukur variabel dengan menggunakan kuesioner harus dilakukan pengujian, dimana pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan valid dan reliabel, sebab kebenaran data yang diolah sangat menentukan kualitas suatu penelitian. Alat uji kualitas data yang digunakan yaitu uji validitas dan uji reliabilitas. Uji Validitas dan Reliabilitas Validitas suatu instrument menunjukkan tingkat ketepatan suatu instrument berhubungan dengan mengukur apa yang harus diukur. Untuk mengukur valid tidaknya instrument ditentukan dengan cara membandingkan hasil perhitungan koefisien dengan nilai tabel koefisien pada taraf signifikan 5% atau taraf kepercayaan 95%, yang artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total item. Berdasarkan hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua butir pernyataan pada setiap variabel yaitu lokasi sebanyak 6 pernyataan, fasilitas pendidikan sebanyak 18 pernyataan, citra sekolah sebanyak 14 pernyataan dan keputusan memilih sekolah sebanyak 10 pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel dalam penelitian ini mempunyai nilai rhitung > rtabel dengan rtabel adalah 0,1816. Hal ini menunjukkan kuesioner penelitian pada setiap variabel adalah valid sehingga item pernyataan Ae pernyataan tersebut dapat dipergunakan dalam penelitian. uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan alat bantu aplikasi software SPSS. Jika nilai Cronbach alpha > 0,70 maka dinyatakan Reliabel. Sedangkan, jika nilai Cronbach alpha < 0,70 maka dinyatakan Tidak Reliabel. Berdasarkan hasil uji reliabilitas, menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha untuk semua variabel dalam penelitian ini bernilai di atas 0,70. Hal ini menandakan bahwa kuesioner dalam penelitian ini reliabel sehingga dapat digunakan dalam melakukan penelitian. 3 Hasil Uji Asumsi Klasik Salah satu teknik statistik yang digunakan untuk menguji diterima atau tidaknya data hasil penelitian akan digunakan uji asumsi klasik, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang relevan dan hasilnya digunakan untuk memecahkan suatu masalah Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan korelasi antara variabel bebas . Uji multikoliniertas dapat dilakukan dengan nilai tolerance Variance Inflation Factor (VIF). Nilai tolerance lebih besar dari 0. 1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10 sehingga model dapat dikatakan terbebas dari multikolinieritas Tabel 2. Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Model Tolerance VIF 1 (Constan. Total Lokasi Total Fasilitas Pendidikan Total Citra Sekolah Dependent Variable : Total Keputusan Memilih Sekolah Nilai tolerence value variabel bebas adalah lebih besar dari nilai ketetapan yaitu 0. 1 dan nilai VIF semua variabel bebas adalah lebih kecil dari ketetapan yaitu 10. Sehingga dapat dinyatakan bahwa korelasi antara variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah tidak terjadi mulikolinearitas Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk melihat apakah residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi dengan normal. Dalam pengujian dilakukan pengujian normalitas data dengan metode grafik dan metode statistik. Metode grafik digunakan untuk melihat Normal Probability P Plot dimana jika residu yang ada pada garis diagonal mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Grafik histogram pada penelitian ini menunjukkan pola data yang berdistribusi normal, karena berbentuk kurva simetris. Kurva dikatakan simetris apabila komposisi gambar tersusun dengan rapi dan memperhatikan keseimbangan Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan telah memenuhi asumsi Hasil pengujian Probability Plot dalam penelitian ini menunjukkan bahwa titik-titik menyebar dan mengikuti di sekitar garis diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa data atau residual berdistribusi normal. Metode statistik menggunakan uji statistik melalui non-parametic KolmogorvSmirnov (K-S). Pengujian dapat dilihat dari persamaan Asymptotic Sig Value. Jika nilai sig > 0. 05 maka data berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai sig < 0. 05 maka data tidak berdistribusi normal. Tabel 3. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Normal Parametersa,b Dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov Smirnov atau Test Statistic adalah 0. 095 dan signifikan pada Asymp. Sig . -taile. 120 > 0. Dengan demikian, residual terdistribusi secara normal. Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastatitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Metode Grafik bertujuan untuk melihat pola gambar scatterplot, antara nilai prediksi variabel terikat . yaitu nilai ZPRED . ilai prediks. dengan nilai residualnya yaitu nilai SRESID . ilai residua. Bila gambar scatterplot berpola acak maka dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil scatterplot diatas menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak atau tidak membentuk suatu pola tertentu, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas. Metode statistik untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dengan melakukan uji glejser. Uji ini dilakukan dengan mengabsolutkan nilai residual (U. dari model. Kemudian nilai absolut dari residualnya dimasukkan sebagai variabel terikat dalam persamaan regresi nilai probabilitas > alpha 5%, maka model dikatakan tidak terdapat heteroskedastisitas. Tabel 4. Hasil Uji Residual Glejser Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1(Constan. Total Lokasi Total Fasilitas Pendidikan Total Citra Sekolah Dependent Variable : ABRESID Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa nilai signifikasi variabel lokasi memiliki nilai signifikan sebesar 0,995, variabel fasilitas pendidikan memiliki nilai signifikan sebesar 0,862 dan variabel citra sekolah memiliki nilai signifikan sebesar 0,074. Maka dapat disimpulkan bahwa pada ketiga variabel independen memiliki nilai signifikan lebih besar dari 0,05. Sehingga dinyatakan data tidak terjadi heteroskedatisitas pada model regresi dalam penelitian ini. 4 Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh lebih dari satu independen variabel terhadap dependen variabel. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui lokasi (X. , fasilitas pendidikan (X. dan citra sekolah (X. , terhadap keputusan memilih sekolah (Y). Tabel 5. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta T Sig. 1 (Constan. Total Lokasi Total Fasilitas Pendidikan Total Citra Sekolah Dependent Variable : Total Keputusan Memilih Sekolah Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda, didapatkan pada penelitian ini menghasilkan persamaan sebagai berikut : Keputusan Memilih Sekolah = 2. 064 Lokasi 0. 312 Fasilitas Pendidikan 0. 026 Citra Sekolah . Adapun interpretasi persamaan regresi linear berganda di atas adalah sebagai berikut : Nilai konstanta sebesar 2. 714 menunjukkan tanda positif yang berarti bahwa jika variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah dianggap nol, maka keputusan memilih sekolah sebesar 2. satu-satuan. Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Nilai koefisien regresi untuk variabel lokasi menunjukkan nilai positif sebesar 0. 064 yang berarti jika variabel lokasi meningkat satu-satuan, maka keputusan memilih sekolah akan meningkat sebesar 064 dengan variabel lainnya konstan. Nilai koefisien regresi untuk variabel fasilitas pendidikan menunjukkan nilai positif sebesar 0. yang berarti jika variabel fasilitas pendidikan meningkat satu-satuan, maka keputusan memilih sekolah akan meningkat sebesar 0. 312 dengan variabel lainnya konstan. Nilai koefisien regresi untuk variabel citra sekolah menunjukkan nilai positif sebesar 0. 026 yang berarti jika variabel citra sekolah meningkat satu-satuan, maka keputusan memilih sekolah akan meningkat sebesar 0. 026 dengan variabel lainnya konstan. 5 Uji Hipotesis Pengujian Secara Parsial (Uji . Uji t digunakan untuk menguji pengaruh parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan asumsi bahwa variabel lain dinggap konstan. Hasil uji parsial yang dihasilkan dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 6. Hasil Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji . Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Total Lokasi Total Fasilitas Pendidikan Total Citra Sekolah Dependent Variable : Total Keputusan Memilih Sekolah Berdasarkan tabel 6 diketahui bahwa variabel lokasi dan citra sekolah memiliki nilai thitung < ttabel yaitu 1. 98118 dan memiliki nilai signifikan > yaitu 0. Maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh lokasi dan citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah. Sedangkan variabel fasilitas pendidikan memiliki nilai thitung > ttabel yaitu 1. 98118 dan memiliki nilai signifikan < yaitu 0. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh fasilitas pendidikan terhadap keputusan memilih sekolah. Pengujian Secara Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen atau variabel bebas yang dimasukan dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel depedenden atau terikat. Hasil uji simultan disajikan dalam tabel sebagai berikut : Tabel 7. Hasil Pengujian Secara Simultan (Uji F) Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Total Keputusan Memilih Sekolah Predictors: (Constan. Total Citra Sekolah. Total Lokasi. Total Fasilitas Pendidikan Berdasarkan hasil uji simultan yang disajikan pada tabel 7, dapat diketahui nilai Fhitung 28. > Ftabel 2. 685 dan signifikan 0,000 < 0,05. Dengan demikian, maka hipotesis Ha diterima dan H0 Dapat disimpulkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah terhadap keputusan memilih Sekolah. Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien determinasi (R. ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien Determinasi penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Total Citra Sekolah. Total Lokasi. Total Fasilitas Pendidikan Dependent Variable: Total Keputusan Memilih Sekolah Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel 8, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. yang diperoleh sebesar 0,414. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi pengaruh variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah sebesar 41. 4% terhadap keputusan memilih sekolah, sedangkan sisanya 58. 6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Lokasi Terhadap Keputusan Memilih Sekolah Berdasarkan hasil uji hipotesis dilihat pada pengujian secara parsial . , diketahui bahwa lokasi menunjukkan nilai thitung sebesar 0. 668 < ttabel sebesar 1. 98118 dengan nilai signifikan 0. 506 > 0. Maka hipotesis H0 diterima dan Ha ditolak, artinya bahwa tidak terdapat pengaruh lokasi terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh lokasi terhadap keputusan memilih sekolah (Krisbiyanto & Nadhifah, 2. Tetapi hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian terdahulu lainnya yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lokasi terhadap keputusan memilih sekolah (Fadli, 2. Lokasi adalah tempat dimana kegiatan operasional usaha bisnis dilakukan (Muhtarom et al. , 2. Siswa-siswi cenderung memilih lokasi sekolah yang memiliki keterjangkauan lokasi dan kelancaran akses menuju lokasi sekolah yang akan menjadi nilai tambah bagi calon siswa-siswi dalam memilih sekolah. Sekolah yang strategis biasanya terletak di tempat yang mudah dijangkau oleh siswa-siswi, guru, dan orangtua. Lokasi SMK Swasta Tritech Informatika Medan yang strategis yang berada di jalan raya atau tidak masuk gang kecil, sekolah juga berada di keramaian penduduk, seperti banyak ditemui tempat makanan dan minuman seperti kafe dan warung kopi, pusat perlengkapan kebutuhan sekolah seperti toko alat tulis sekolah, fotocopy dan indomaret serta tersedianya sarana transportasi umum yang mudah ditemui di sekolah, sebagai nilai tambah lokasi sekolah untuk siswa-siswi dalam menempuh sekolah dan pulang ke rumah. Pengaruh Fasilitas Pendidikan Terhadap Keputusan Memilih Sekolah Berdasarkan hasil uji hipotesis dilihat pada pengujian secara parsial . , diketahui bahwa fasilitas pendidikan menunjukkan nilai thitung 5. 632 > ttabel 1. 98118 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Maka hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa terdapat pengaruh fasilitas pendidikan terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh fasilitas pendidikan terhadap keputusan memilih sekolah (Lubis et al. , 2. Tetapi hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian terdahulu lainnya yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh fasilitas pendidikan terhadap keputusan memilih sekolah (Muhtarom et al. , 2. Fasilitas pendidikan merupakan sumber daya fisik dan non fisik yang harus ada sebelum suatu jasa ditawarkan kepada siswa (Fadli, 2. Penyediaan perlengkapan fisik dan non fisik yang disediakan oleh lembaga pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan siswa. Fasilitas pendidikan yang baik dan memadai dapat memberikan lingkungan yang kondusif bagi siswa-siswi dalam proses pembelajaran. Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. mengembangkan keterampilan berinteraksi dan mengoptimalkan potensi siswa-siswi dalam proses Fasilitas pendidikan yang disediakan secara fisik dan non fisik untuk siswa-siswi SMK Swasta Tritech Informatika Medan seperti. TV LED yang belum efektif dipergunakan saat proses pembelajaran dan belum meratanya akses internet yang diperlukan siswa-siswi untuk mendukung kegiatan pembelajaran, seperti WiFi yang masih bayar per bulannya. Pengaruh Citra Sekolah Terhadap Keputusan Memilih Sekolah Berdasarkan hasil uji hipotesis dilihat pada pengujian secara parsial . , diketahui bahwa citra sekolah menunjukkan nilai thitung 0. 331 < ttabel 1. 98118 dengan nilai signifikan sebesar 0,741 > 0,05. Maka hipotesis H0 diterima dan Ha ditolak, artinya bahwa tidak terdapat pengaruh citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah (Kurliyatin et al. , 2. Tetapi hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian terdahulu lainnya yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah (Ahidin, 2. Citra sekolah merupakan gambaran atau persepsi yang ada pada masyarakat terhadap sebuah sekolah (Annur & Audina, 2. Membangun citra sekolah yang baik merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi minat masyarakat untuk memilih sekolah tersebut, baik sebagai orang tua yang mencari sekolah untuk anak-anak mereka maupun siswa yang memilih sekolah untuk melanjutkan pendidikan mereka. Untuk membangun citra sekolah yang positif, sekolah perlu fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, mempromosikan nilai-nilai positif, memperhatikan kebutuhan siswa secara holistik, serta berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat dan melibatkan mereka dalam kegiatan SMK Swasta Tritech Informatika Medan merupakan sekolah terakreditas unggul yang berbasis IT modern dan salah satu SMK COE (Center Of Excellen. SMK Swasta Tritech Informatika Medan menekankan pentingnya kreatifitas dan inovasi dalam menciptakan ide-ide baru serta memiliki tanggung jawab dan kedisiplinan yang ketat. Kurikulum sekolah yang sudah memadai seperti yang telah ditetapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sesuai minat dan bakat siswa-siswi. SMK Swasta Tritech Informatika Medan memperoleh segudang prestasi akademik dan non akademik seperti, memenangkan olimpiade cerdas cermat dan kejuaraan bidang olahraga, seni dan musik. Hal ini merupakan suatu penghargaan dengan membawa nama baik sekolah, dengan prestasi yang diperoleh siswa-siswi SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Pengaruh Lokasi. Fasilitas Pendidikan dan Citra Sekolah Secara Simultan Terhadap Keputusan Memilih Sekolah Hasil pengujian secara simultan variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan memilih sekolah, dengan nilai Fhitung 28. Ftabel 2. 685 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Yang artinya terdapat pengaruh lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,414 atau 41,4%, yang menunjukkan bahwa keputusan memilih sekolah dipengaruhi oleh variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah, sedangkan sisanya 0,586 atau 58. 6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian Keputusan memilih sekolah merupakan keputusan yang diambil oleh siswa sendiri, dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kepuasan dan kebutuhannya (Ahidin, 2. Memilih sekolah yang tepat dapat berdampak besar pada perkembangan dan kesuksesan akademik seseorang, serta pengalaman belajar siswa-siswi. Oleh karena itu, dalam melakukan keputusan memilih sekolah hal yang harus diperhatikan adalah mempertimbangkan faktor-faktor penting sebelum membuat keputusan adalah kunci untuk memilih sekolah yang tepat seperti faktor lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lokasi SMK Swasta Tritech Informatika Medan yang strategis menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi keputusan memilih. Siswa-siswi memilih lokasi yang mudah dijangkau dan mudahnya dijumpai transportasi umum dan fasilitas pendukung belajar lainnya yang mendukung jasa yang ditawarkan dan memenuhi kepuasan siswa-siswi. Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Adanya fasilitas pendidikan yang disediakan dan ditawarkan oleh SMK Swasta Tritech Informatika Medan untuk siswa-siswi baik dari fasilitas fisik dan fasilitas non fisik yang sudah memadai untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri siswa-siswi di sekolah. Citra sekolah SMK Swasta Tritech Informatika Medan sudah baik, mengingat sekolah SMK Swasta Tritech Informatika Medan merupakan sekolah terakreditas unggul dan reputasi sekolah yang baik dengan memperoleh berbagai prestasi akademik dan non akademik yang diperoleh siswa-siswi serta tenaga pendidik yang berkualitas yang membawa nama baik Sekolah di masyarakat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji hipotesis dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Secara parsial menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh lokasi terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Secara parsial menunjukkan bahwa terdapat pengaruh fasilitas pendidikan terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Secara parsial tidak terdapat pengaruh citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Secara simultan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah terhadap keputusan memilih sekolah di SMK Swasta Tritech Informatika Medan. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. yang diperoleh sebesar 0,414. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi pengaruh variabel lokasi, fasilitas pendidikan dan citra sekolah sebesar 41. terhadap keputusan memilih sekolah, sedangkan sisanya 58. 6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti variabel promosi sekolah dan biaya pendidikan. Sekolah dapat dikenal baik melalui informasi dan komunikasi dalam promosi sekolah yang dapat meningkatkan kepuasan siswa, meningkatkan jumlah pendaftar dan memperoleh keunggulan bersaing. Sedangkan variabel biaya pendidikan menjadi faktor penting dalam keputusan memilih sekolah yaitu mempertimbangkan biaya pendidikan yang ditetapkan oleh lembaga sekolah dan menyesuaikan dengan fasilitas, kurikulum, ekstrakurikuler dan layanan yang diterima oleh siswa-siswi sesuai dengan kemampuan finansialnya. UCAPAN TERIMA KASIH Terlaksananya penelitian ini tidak terlepas dari dukungan beberapa pihak saat pelaksanaan penelitian dilakukan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis dengan segala kerendahan hati mengucapkan terima kasih kepada : Ibu Hanny Siagian. Si. selaku Dosen Pembimbing yang telah bersedia memberikan waktu, bimbingan serta pengarahan yang sangat berharga baik dalam menempuh studi maupun selama pelaksanaan penelitian ini sehingga dapat terselesaikan. Bapak Pioner Pelawi. Si. selaku Dosen Pendamping Pembimbing yang telah bersedia memberikan waktu, bimbingan serta pengarahan yang sangat berharga baik dalam menempuh studi maupun selama pelaksanaan penelitian ini sehingga dapat terselesaikan. Rektor. Dekan Fakultas Bisnis. Ketua Program Studi Manajemen. Dosen Wali. Bapak dan Ibu Dosen Pengajar Universitas Mikroskil Medan yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan motivasi bagi Yogi Merryanda Simamora. Hanny Siagian. Pioner Pelawi Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 13. No 02. Oktober 2023 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. v%vi%i. Kepala Sekolah. Bapak dan Ibu Guru dan Siswa-Siswi SMK Swasta Tritech Informatika Medan yang telah meluangkan waktu, mengisi kuesioner dan membantu memberikan data-data yang diperlukan selama proses penelitian berlangsung. DAFTAR PUSTAKA