Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 Tahun 2025 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 STATUS KESUBURAN TANAH PADA AREAL REPLANTING TANAMAN KARET (Hevea brasiliensi. DI KONVERSI MENJADI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jac. Fitra Syawal Harahap1. Hilwa Walida1. Syarifa Mayly 2. Sudarija3. Sulaiman Harahap3. Muhammad Rizwan4. Indra Gunawan4. Wan Afriani Barus5 Prodi Agroteknologi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Labuhanbatu. Jl Sisingamangaraja No. 126 A KM 3. 5 Aek Tapa Prodi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Al Washliyah Medan Jl S. Raja KM 5,5 No. 10 Medan Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Utara Prodi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Sumatera Utara Jl S. Raja No. 191 Medan Prodi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jl Kapten Muchtar Basri No. 3 Medan *Email: fitrasyawalharahap@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah pada perkebunan tanaman karet yang di konversi menjadi tanaman kelapa sawit. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga Januari 2024 di perkebunan kelapa sawit milik PTPN i Kebun Aek Nabara Utara Kabupaten Labuhanbatu dan dianalisis di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah metode observasi, pengambilan sampel dilapangan dan dianalisis di laboratorium untuk mendapatkan data kuantitatif. Parameter pengamatan meliputi. pH tanah. C-organik. Nitrogen total. P tersedia. Kapasitas tukar kation dan Kejenuhan Basa. Hasil Peneltian menunjukkan Tingkat kesuburan tanah pada lokasi penelitian termasuk ke dalam kategori rendah. Faktor pembatas utama yang menjadi penyebab rendahnya kesuburan tanah adalah kandungan bahan organik tanah yang rendah dan untuk meningkatkan status kesuburan tanah di lokasi penelitian guna penanaman selanjutnya, maka diperlukan upaya berupa pengapuran dan pemupukan serta penambahan bahan organik agar ketersediaan unsur-unsur hara bagi tanaman lebih tercukupi. Kata Kunci : Areal Repanting. Tanaman Karet. Konversi. Kesuburan Tanah. Data Kuantitatif ABSTRACT Rubber plants (Hevea brasiliensi. will experience a decrease in production as plants age and the nutrient content in the soil decreases. This study aims to find out the chemical properties of soil on plantations of rubber crops that are converted into palm and coconut crops. The research was conducted from October 2023 to January 2024 at the palm coconut plantation of PTPN i Aek Nabara North Garden in Labuhanbatu district and analyzed in the Land Laboratory of the Faculty of Agriculture of the University of Northern Sumatra. The methods used are observation methods, field sampling, and analysis in the laboratory to obtain quantitative data. Observation parameters include soil pH. C-organic. Total Nitrogen. Available P. Cation Interchange Capacity, and Base Fulness. The results of the survey showed that the level of soil fertility at the site of the research was included in the low category. The main limiting factor that causes the low fertility of the soil is the low content of organic material in the soil. In order to Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 Tahun 2025 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 improve the fertility status of the ground at the research site for further planting, it is necessary to make efforts such as irrigation and fertilization, as well as the addition of organic materials, to make the availability of nutrients for plants more affordable. Keywords: Replanting Area. Rubber Plants. Conversion. Soil Fertility. Quantitative Data melakukan penanaman pada lahan bukaan ulangan . Penggunaan lahan ini dapat menjadi solusi yang efektif bagi kelangsungan tanaman kelapa sawit karena dapat mengurangi penebangan hutan secara liar, pembakaran hutan serta dapat menghindari konflik dengan masyarakat setempat (Lubis dan Siregar, 2. Pelaksanaan replanting tanaman kelapa sawit memerlukan evaluasi lahan guna mengetahui kondisi lahan serta tingkat kesuburan tanah. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan terjadinya perubahan unsur fisika tanah dan unsur kimia tanah yang mempengaruhi kesuburan tanah pada lahan akibat penyerapan tanaman kelapa sawit pada masa tanam sebelumnya (Harahap et al Hambatan utama dalam pemanfaatan lahan untuk pertanian dan khususnya perkebunan adalah rendahnya tingkat kesuburan tanah yang disebabkan oleh adanya sejumlah kendala kimia yang membatasi pertumbuhan tanaman seperti masalah kemasaman, ketersediaan hara dan rendahnya kandungan bahan organik tanah. Menurut Rinojati et al. , . kondisi ini makin diperburuk dengan terbatasnya penggunaan pupuk organik dan penggunaan pupuk anorganik yang tidak tepat waktu, dosis, jenis, dan aplikasi. Maka diperlukan usaha pengelolaan tanah yang baik berdasarkan dari parameter kesuburan kimia tanah artinya sesuai dengan kebutuhan untuk jenis tanaman yang dibudidayakan. Untuk itu diperlukan strategi untuk dapat melaksanakan peremajaan dengan baik salah satunya dengan memperhatikan sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit sehingga bagaimana sifat kimia tanah pada lahan karet yang usia sekitar 20 tahun, mengapa perlu dilakukannya uji sifat kimia tanah dan bagaiman cara meningkatkan kandungan hara dalam tanah. Sehingga sebelum dilakukan penanaman PENDAHULUAN Replating tanaman karet menjadi tanaman kelapa sawit merupakan satu upaya alternative untuk mempertahankan kelangsungn perkebunan khususnya kelapa sawit akan tetapi penggunaan lahan replating untuk penanaman sawit dan bibit baru memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah tingkat produktivitas lahan serta adanya perubahan struktur tanah akibat penanaman karet pada sebelumnya. Menurut Mehran et al. tanah aluvial merupakan tanah bertekstur liat dan bereaksi netral dengan pH berkisar 6,5, kandungan C-organik rendah, kandungan N-total sangat rendah, kandungan Ktersedia sangat tinggi dan kandung P tinggi. Hasil penelitian Faizal . menunjukan pada masa replanting tanah kelapa sawit di Rokan Hulu . mur 26 tahu. memiliki hasil yang kurang baik diperoleh data bahwa pH tergolong ke dalam kategori masam. C-organik tergolong ke dalam kategori rendah, kandungan N tergolong ke dalam kategori rendah, kandungan P dalam kategori yang sangat rendah, kandungan K berada dalam kategori rendah dan KTK berada dalam kategori rendah. Hasil penelitian Kiki et al. , . juga menunjukan status kesuburan tanah pada lahan replanting kelapa sawit yang diteliti di Kabupaten Sanggau. Kalimantan Barat termasuk kedalam kriteria Reaksi tanah . H) sangat masam. COrganik rendah. N-total kriteria sedang. P-total sangat rendah. K-total kriteria rendah. KTK kriteria rendah dan kejenuhan basa rendah. Penanaman tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pembukaan lahan baru . ew plantin. , penanaman pada lahan konversi . ahan bekas tanaman lai. serta penanaman kembali pada lahan bekas tanaman kelapa sawit . Dari ketiga cara tersebut, penanaman yang dianjurkan bagi perkebunan-perkebunan yang ada adalah dengan Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 Tahun 2025 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 kembali pada lahan replanting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah pada perkebunan tanaman karet yang di konversi menjadi tanaman kelapa sawit. tanamani kelapa sawit milik PTPN i Kebun Aek Nabara Utara Kabupaten Labuhanbatu dengan ketinggan 32 meter diatas permukaan laut pada Gambar 1. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga Januari 2024 di perkebunan kelapa sawit dan dianalisis di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di lahan tanaman karet yang direplating yang akan di PT. PERKEBUNAN NUSANTARA i ( PERSERO ) PETA AFDELING : IV (EMPAT) K A N A U Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Penelitian dimulai dengan prapenelitian dengan pengambilan sampel tanah dan Metode yang digunakan adalah metode observasi, pengambilan sampel dilapangan dan dianalisis di Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran grid bebas pada tingkat survei semi detail . rekuensi pengamatan 1 sampel per 500 mete. Melakukan pengambilan sampel tanah sampai dengan 5 titik pengambilan sampel dengan jarak 100 meter di lapangan dengan menggunakan metode acak, tersebar di area yang telah ditentukan berdasarkan peta dasar seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3 (Rauf dan Harahahap. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling pada titik-titik yang telah ditentukan pada setiap blok, pengambilan sampel dilakukan dari dua kedalaman yaitu dari masing-masing 5 sampel pada dua kedalaman yang sama untuk pemeriksaan kandungan kimia. menggali sifat-sifat tanah dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Untuk Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 Tahun 2025 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 mengetahui sifat-sifat kimia tanah dengan kriteria tertentu yang telah ditentukan Petunjuk Teknis Evaluasi Kesuburan Tanah (PPT,1. yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Petunjuk Teknis Evaluasi Kesuburan Tanah Parameter Tanah Sangat Rendah C-organik (%) < 1. Kejenuhan Basa (%) < 20 P2O5 HCl 25% < 10 K2O HCL 25% < 10 KTK . e/100 . Sumber: (PPT Bogor, 1. Rendah Pada sampel tanah dianalisis untuk mengetahui kandungan unsur hara yaitu pH tanah. Nitrogen (N) Metode Kjeldah satuan %. Sedang Tinggi Sangat Tinggi > 5. > 70 > 60 > 60 > 40 Pospor (P) Metode HCl 25% satuan mg/100. COrganik Metode Walkey and Black satuan % . Kapasitas tukar kation dan Kejenuhan Basa. Gambar 2. Pengambilan Titik Sampel Tanah di Lapangan kedalam status rendah, sedang dan tinggi dapat dilihat pada Tabel 1. Hasil Pengukuran parameter kesuburan tanah dan status kesuburan tanah lahan replating tanaman karet di konversi menjadi kelapa sawit disajikan pada Tabel 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Data primer . ata analisi. diperoleh dari hasil analisis tanah di laboratorium diharkatkan menurut pengharkatan kesuburan tanah PPT Bogor . Sehingga diketahui harkat parameter kesuburan kimia tanah termasuk Tabel 2. Hasil Analisa Tanah Parameter Satuan pH Tanah N-Total P2O5 C-Organik CEC me/100 gr Sampel i Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 Tahun 2025 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Hasil Tabel 1 Menunjukan bahwa pH tanah pada lokasi penelitian termasuk pada kategori agak masam yaitu berkisar 4. 67 pH Tanah merupakan reaksi tanah yang menunjukkan kemasaman atau alkalinitas tanah. pH tanah berperan penting dalam menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap oleh tanaman. Unsur hara pada umumnya dapat diserap dengan baik oleh tanaman pada pH netral. Mikroorganisme tanah dan jamur dapat berkembang dengan baik pada pH di atas 5. jika kurang maka akan terhambat aktivitasnya. pH tanah yang rendah akan menyebabkan tanaman tidak dapat memanfaatkan N. K, dan zat hara lain yang dibutuhkan. pH yang rendah juga menyebabkan tersedianya unsur beracun seperti alumunium yang selalu meracuni tanaman dan juga mengikat fosfor sehingga tidak bisa diserap oleh tanaman (Hardjowigeno Kejenuhan Basa (KB) Tanah Kejenuhan basa adalah perbandingan antara jumlah kation basa yang ditukarkan dengan KTK tanah yang dinyatakan dalam persen. Tanah dilokasi penelitian memiliki nilai kejenuhan basa rendah dengan nilai 7. 54 sampai 20. 12 %. Menurut Bohn et al. , nilai KTK tanah biasanya berbanding lurus dengan KB tanah, karena kejenuhan basa merupakan gambaran tingginya jumlah kation pada kompleks koloid tanah Penambahan pupuk pada saat penanaman merupakan salah satu sebab kenaikan KTK pada lokasi penelitian. Selain KTK kejenuhan basa juga menentukan kesuburan tanah. Kejenuhan basa merupakan perbandingan antara jumlah kation basa yang ditukarkan dengan kapasitas tukar kation (KTK) tanah yang dinyatakan dalam persen. Kejenuhan basa pada lokasi penelitian termasuk dalam kategori sedang dan sangat tinggi. Nilai KTK tanah biasanya berbanding lurus dengan kejenuhan basa (KB) tanah, karena kejenuhan basa merupakan gambaran tingginya jumlah kation pada kompleks koloid tanah (Bohnet 2. Kadar C-organik Tanah Hasil penetapan kadar C-organik pada lokasi penelitian dengan kriteria rendah bernilai antara 1. Hal ini diduga disebabkan dalam budidaya kelapa sawit di lokasi penelitian jarang dilakukan penambahan pupuk organik, hanya pupuk anorganik saja yang diberikan. Kandungan Corganik rendah secara tidak langsung mengakibatkan produksi kelapa sawit rendah, karena bahan organik tanah merupakan salah satu parameter yang menetukan produktivitas tanah dan tanaman (Susila, 2. Hasil pengukuran kandungan fosfor total tanah dari masing-masing lahan tahun tanam sangat sedang dengan nilai 23. 43 Ae 46. 50 ppm Hal ini juga sejalan dengan kandungan bahan orgaik yang rendah pada lokasi penelitian. Unsur-unsur P di dalam tanah berasal dari bahan organik . upuk kandang dan sisa-sisa tanama. selain mineral fosfat yang ada di dalam tanah . (Sukisno et al. , 2. Lahan lokasi penelitian jarang dilakukan penambahan bahan organik yang akhirnya semakin memiskinkan kesuburan Fosfor merupakan unsur makro esensial yang kedua setelan nitrogen yang sangat dibutuhkan tanaman yang berfungsi dalam pembelahan sel, pembentukan albumin, mempercepat pematangan dan memperkuat batang tidak mudah roboh. Unsur fosfor dalam tanah berasal dari bahan organik, mineralmineral tanah dan pupuk buatan (Herawati Kapasitas tukar kation (KTK) merupakan indikator kesuburan tanah. Tanah di lokasi penelitian memiliki nilai KTK antara 9. 72me/100 dengan status rendah. Berdasarkan fakta ini Sufardi, et al. menyatakan bahwa salah satu yang mempengaruhi nilai KTK tanah adalah kandungan humus tanah dan jenis mineral liat. Tanah yang didominasi oleh fraksi oksida-hidrat Al dan Fe biasanya memiliki muatan negatif yang rendah pada permukaan koloid (Sposito, 2. , sehingga nilai KTK tanah biasanya rendah. Hal ini sejalan dengan kandungan bahan organik di likasi penelitian secara umum rendah. Secara alami kandungan bahan organik tanah di daerah tropis cepat Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 Tahun 2025 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 menurun dan penurunannya mencapai 30-60% dalam waktu 10 tahun (Sufardi et al. , 2. kesuburan sesuatu tanah. Kemudahan dalam melepaskan ion yang dijerap untuk tanaman tergantung pada derajat kejenuhan basa. Tanah sangat subur bila kejenuhan basa > 80%, jika kejenuhan basa antara 50-80% kesuburan tanahnya sedang dan tanah tidak subur jika kejenuhan basa < 50%. Evaluasi Status Kesuburan Tanah Evaluasi Status Kesuburan Tanah Menurut Poerwowidodo, . dalam Husni . Kesuburan tanah adalah kemampuan suatu tanah untuk menyediakan unsur hara, pada takaran dan keseimbangan tertentu untuk menunjang pertumbuhan suatu jenis tanaman pada lingkungan dengan faktor pertumbuhan lainnya dalam keadaan menguntungkan. Sutedjo . menambahkan tanah yang subur memilliki ketersediaan unsur haranya yang tersedia bagi tanaman cukup dan tidak terdapat faktor pembatas dalam tanah untuk pertumbuhan Status kesuburan tanah merupakan kondisi kesuburan tanah di tempat dan waktu tertentu yang dinilai berdasarkan kriteria baku parameter kesuburan tanah sesuai petunjuk teknis evaluasi kesuburan tanah. Pusat Penelitian Tanah. PPT Bogor 1995 (Susila, 2. Berdasarkan penentuan status kesuburan tanah didasarkan pada petunjuk teknis evaluasi kesuburan tanah pusat penelitian Tanah. Bogor (PPT,1. menunjukkan penilaian status kesuburan keseluruhan lahan kebun kelapa sawit adalah status kesuburan Rendahnya status kesuburan pada lokasi penelitian disebababkan karena adanya faktor pembatas yaitu rendahnya kandungan C-organik tanah dan kejenuhan basa tanah. Kandungan Corganik . ahan organi. tanah sangat berpengaruh terhadap kemampuan tanah dalam mempertahankan kesuburan dan produktifitas tanah melalui aktivitas organisme tanah, banyak sifat-sifat tanah baik fisik, kimia dan biologi tanah secara langsung dan tidak langsung dipengaruhi oleh bahan organik. Bahan organik juga berperan dalam pembentukan agregat tanah. Penambahan organik mutlak harus diberikan karena bahan organik tanah sangat berperan penting dalam menciptakan kesuburan tanah (Tolaka, 2. Selanjutnya Kejenuhan basa tanah selalu dihubungkan sebagai petunjuk mengenai KESIMPULAN Tingkat kesuburan tanah pada lokasi penelitian termasuk ke dalam kategori Faktor pembatas utama yang menjadi penyebab rendahnya kesuburan tanah adalah kandungan bahan organik tanah yang rendah. Untuk meningkatkan status kesuburan tanah di lokasi penelitian guna penanaman selanjutnya, maka diperlukan upaya berupa ketersediaan unsur-unsur hara bagi tanaman lebih tercukupi. DAFTAR PUSTAKA