PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH DOMPET DHUAFA JAWA BARAT DI DESA CIPANJALU KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG MELAUI PROGRAM DESA TANI https://doi. org/10. 38214/jurnalbinaummatstidnatsir. Submitted: 02-04-2025 Reviewed: 13-05-2025 Published: 04-06-2025 Salman Alfarisi salman@stidnatsir. STID Mohammad Natsir Ade Pratiwi Yorissa adepratiwiyorissa@gmail. STID Mohammad Natsir ABSTRACT As a country with vast and promising agricultural land, it is expected that the rural population of Indonesia can live prosperously and securely. However, in reality, this condition is the opposite, as most farmers or agricultural workers still live in poverty. The aim of this research is to understand the community empowerment conducted by Dompet Dhuafa West Java through the Farmer Village program in Cipanjalu Village. Cilengkrang District. Bandung Regency. Using qualitative research methods, the study found that community empowerment carried out by Dompet Dhuafa West Java through the Farmer Village Program includes the following: First, human development by enhancing farming skills and capacities as well as improving behavior. Second, business assistance through the provision of business capital. Third, business management by managing several business units. Fourth, environmental development through activities such as farmer schools and tree donations. Keywords: Empowerment. Community. Farmer Village. Dompet Dhuafa ABSTRAK Sebagai negara yang memiliki lahan pertanian yang luas dan cukup menjanjikan, sepatutnya penduduk Indonesia yang bermukim di pedesaan dapat hidup makmur dan sejahtera. Namun, pada kenyataannya kondisi tersebut berbanding terbalik karena sebagian besar petani atau buruh tani masih hidup dalam kemiskinan. Tujuan penelitian adalah untuk Mengetahui pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat melalui program Desa Tani di Desa Cipanjalu. Kecamatan Cilengkrang. Kabupaten Bandung. Dengan Metode Penelitian Kualitatif. Penelitian menemukan bahwa Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat melalui Program Desa Tani yaitu sebagai berikut: Pertama, melakukan bina manusia yang dilakukan dengan meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam bertani serta perbaikan perilaku. Kedua, melakukan bina usaha yaitu dengan pemberian modal usaha. Ketiga, melakukan bina usaha yaitu dengan mengelola beberapa unit usaha. Keempat, melakukan bina lingkungan dengan cara melakukan kegiatan sekolah tani dan sedekah pohon. Kata Kunci: Pemberdayaan. Masyarakat. Desa Tani. Dompet Dhuafa Pendahuluan Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Sektor pertanian juga menyerap tenaga kerja paling banyak dengan capaian Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License 27 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 40,64 juta pekerja dibandingkan lapangan pekerjaan pada bidang yang lain. 1 Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) di Indonesia sebanyak 398 rumah tangga yang tersebar pada sektor tanaman pangan, peternakan dan Sebagai negara yang memiliki lahan pertanian yang luas dan cukup menjanjikan, sepatutnya penduduk Indonesia yang bermukim di pedesaan dapat hidup makmur dan Namun, pada kenyataannya kondisi tersebut berbanding terbalik karena sebagian besar petani atau buruh tani masih hidup dalam kemiskinan. Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan dapat dibagi dalam tiga aspek: aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek agama. 4 Dalam aspek sosial pemerintah menggencarkan bantuan sosial baik perorangan atau kelompok, memberikan jaminan sosial, pembinaan dan rehabilitas bagi sekelompok masyarakat yang terlantar dan tersesat serta mengadakan pengembangan dan penyuluhan sosial. Pada aspek ekonomi, pemerintah memiliki kewenangan dan kekuasaan untuk menetapkan peraturan tentang perekonomian masyarakat Indonesia. Berbagai peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah akan berpengaruh terhadap kesejahteraan petani, pedagang dan konsumen karena adanya perbaikan tata niaga, penurunan biaya distribusi serta biaya dagang. Kemudian, aspek agama juga turut andil dalam pengentasan kemiskinan, khususnya di Indonesia. Islam menjadi agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia menunjukkan adanya potensi zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswa. yang sama besarnya dengan jumlah penganut agama Islam. Ziswaf merupakan ajaran Islam yang memiliki fungsi untuk menanggulangi penumpukan harta pada segelintir orang. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat, menanggulangi kemiskinan serta menghilangkan kesenjangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah gerakan pemberdayaan yang akan mengelola serta mengontrol kegiatan pemberdaya agar tepat dan cermat. Pemberdayaan yang akan menjadikan umat muslim kuat dari berbagai segi dan melahirkan generasi-generasi yang kuat. Saat ini, begitu banyak lembaga-lembaga amil zakat yang ikut serta bergerak bersama dalam rangka membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesi, salah satu contoh adalah Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa yang didiran sejak 2 Juli 1993 telah menjadi lembaga filantropi Islam dan lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam bidang pemberdayaan umat dan kemanusiaan. Dompet Dhuafa menggulir dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswa. yang dititipkan oleh para muzakki. Dalam mengelola dana tersebut. Dompet Dhuafa mengedepankan konsep kasih sayang dengan lima pilar program, yaitu kesehatan, pendidikan, sosial budaya, daAowah dan ekonomi. 1 Viva Budy Kusnandar. Jumlah Pekerja Berdasarkan Lapangan Pekerjaan Utama (Februari 2. Diakses pada 1 Februari 2024, https://databoks. id/datapublish/2022/11/09/sekitar-40-jutapenduduk-indonesia-bekerja-di-sektor-pertanian-pada-februari-2022. 2 Badan Pusat Statistik. Rumah Tangga Usaha Pertanian. Diakses pada 1 Februari 2024, https://sensus. id/main/index/st2023. 3 Ishartono dan Santoso. AuSustainable Development Goals (SDG. dan Pengentasan KemiskinanAy. Social Work Jurnal. VI, 2, hal. 4 Yeni Salma. AuKebijakan-kebijakan Pemerintah dalam Penanggulangan KemiskinanAy. Le Jurnalica. IV, 3. Agustus 2007, hal. 5 Ibid. 6 Ibid. 7 Dompet Dhuafa. Tentang Kami. Diakses pada Mei https://w. org/tentang-kami/. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH | 28 Desa Tani di Desa Cipanjalu. Kecamatan Cilengkrang. Kabupaten Bandung menjadi Desa Tani pertama dan satu-satunya yang saat ini dikelola oleh Dompet Dhuafa. Lokasi tersebut dipilih karena budaya masyarakat setempat adalah bertani, meski para petani tersebut pada mulanya rendah dari segi produktivitas karena tidak cakap teknologi. Namun, pihak Dompet Dhuafa Jawa Barat melihat kualitas sayur yang dihasilkan daerah tersebut baik dan bagus sehingga harga yang bisa ditawarkan lebih dari biasanya di pasar modern. Program yang diimplementasikan pertama kali pada Desember 2018 dengan tagline AuBerdaya di Tanah SendiriAy yang dimaksudkan agar petani menjadi lebih sejahtera dari sekadar menjadi buruh tani. Para petani yang berasal dari masyarakat miskin diberdayakan untuk mengelola sebuah lahan pertanian. Mereka akan disewakan sebuah lahan pertanian, diberikan sarana-prasarana yang memadai dan pelatihan bertani oleh pihak Dompet Dhuafa Jawa Barat agar mereka bisa bertani. Selain itu. Desa Tani juga melakukan pendampingan intensif, literasi keuangan, riset serta motivasi. Pemberdayaan melalui program Desa Tani ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas hasil panen hortikultura dan produksi pertanian masyarakat, meningkatkan pendapatan mitra petani penerima manfaat serta membengun manajemen pertanian hortikultura terpadu di masyarakat. Desa Tani di Desa Cipanjalu saat ini memiliki luas lahan pertanian 10 hektar dengan 52 penerima manfaat. Dana yang dialokasikan untuk mewujudkan program tersebut berasal dari dana zakat dan wakaf yang dititipkan muhsinin kepada Dompet Dhuafa. Dengan adanya program Desa Tani ini menjadikan petani berdaya dan mandiri yang awalnya berpenghasilan 1,2 juta rupiah menjadi 2,4-6 juta rupiah per bulan. Bahkan yang awalnya petani tersebut berstatus mustahik . enerima manfaa. dapat menjadi muzakki . emberi manfaa. Pengertian Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan masyarakat menurut Suharto adalah rangkaian proses kegiatan untuk memperkokoh kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk pribadi-pribadi yang mengalami kemiskinan. Pemberdayaan ini merujuk kepada suatu kondisi yang ingin dicapai oleh perubahan sosial, yaitu menjadikan masyarakat berdaya, mempunyai kekuasaan, kemampuan dan pengetahuan dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan baik secara fisik, ekonomi maupun sosial seperti rasa percaya diri, mampu mengutarakan aspirasi, memiliki mata pencaharian, turut serta dalam kegiatan sosial dan mandiri atas hidupnya. Ruang Lingkup Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat Para ahli bersepakat bahwa pemberdayaan masyarakat berpusat pada kegiatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Maka, diperlukan sebuah upaya dalam melaksanakan kegiatan tersebut pada beberapa pokok:13 Bina Manusia 8 Andini Dwi. Dompet Dhuafa Ajak Donatur Susuri Desa Tani. Kenalkan Pertanian Modern Hingga Implementasi Wakaf Produktif. Diakses pada 27 Februari 2024, https://w. org/dompetdhuafa-ajak-donatur-susuri-desa-tani-kenalkan-pertanian-modern-hingga-implementasi-wakaf-produktif/. 9 Ibid. 10 Ibid. 11Andini Dwi. Dompet Dhuafa: Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki. Bisa!. Diakses pada 27 Februari 2024, https://w. org/dompet-dhuafa-mengubah-mustahik-menjadi-muzakki-bisa/ 12 Edi Suharto. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, hal. 13 Totok Mardikanto dan Poerwoko Soebianto. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta, 2017, hal. 29 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Bina manusia adalah upaya pertama yang dapat dilakukan. Karena manusia adalah subjek dalam konteks ini, yakni sebagai pelaku kegiatan pemberdayaan. Bina manusia adalah segala hal yang berkaitan penguatan serta pengembangan kapasitas, seperti: Pengembangan kapasitas individu, meliputi kapasitas kepribadian, kapasitas keprofesionalan dan kapasitas dalam dunia kerja. Pengembangan kapasitas entitas/kelembagaan, meliputi kejelasan visi, misi dan budaya organisasi, kejelasan struktur organisasi, proses organisasi, pengembangan, interaksi di dalam dan di luar organisasi. Pengembangan kapasitas sistem, meliputi pengembangan organisasi dan interaksi di luar sistem. Kemudian, tujuan dari pemberdayaan yang dilakukan adalah untuk keberdayaan yang meliputi aspek peningkatan kemampuan masyarakat dan peningkatan posisi-tawar. Kedua aspek inilah yang sepatutnya diperhatikan dalam melakukan pembinaan manusia. Peningkatan kemampuan masyarakat mencakup pada akpek kognitif, afektif dan Namun, pada proses pemberdayaan ini yang dibutuhkan adalah peningkatan kemampuan pada sikap kewirausahaan, profesionalisme dan kemandirian. Adapun pada aspek peningkatan posisi-tawar, masyarakat diharapkan mampu memiliki daya saing dan dengan itu juga dapat menjalin jaringan antara sesama. Bina Usaha Bina Usaha adalah upaya selanjutnya setelah melakukan bina manusia. Karena bina manusia yang tidak memberikan dampak pada kesejahteraan, dalam hal ini ekonomi, maka tidak akan menarik perhatian atau bahkan akan menambah kekecewaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa pelaku usaha di Indonesia adalah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun, pelaku UMKM termasuk dalam golongan lemah, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, aksesibilitas, modal/aset, bahkan terkadang lemah semangat untuk maju. Oleh karena itu, para pelaku pemberdaya hendaknya memperhatikan beberapa hal, seperti peningkatan pengetahuan dan aksesibilitas, perbaikan manajemen serta pengembangan jiwa kewirausahaan. Bina Lingkungan Sejauh ini, lingkungan seringkali dimaknai sekadar lingkungan fisik, seperti menyangkut pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Namun, bina lingkungan juga termasuk penanaman modal dan tanggung jawab sosial dan lingkungan serta tanggung jawab perbaikan kesejahteraan sosial masyarakat yang bermukim di daerah 19 Kebersamaan serta sikap gotong royong termasuk ke dalam pembinaan secara lingkungan, karena lingkungan sosial juga dapat menjadi faktor pendukung dari Bina Kelembagaan Bina kelembagaan tidak cukup dengan membentuk sebuah lembaga, namun seberapa efektif lembaga tersebut berfungsi. Sebab, kelembagaan akan mengatur terkait anggota, aturan dan kepentingan bersama, serta struktur lembaga. Dengan ini, bina kelembagaan akan menaungi bina manusia, bina usaha dan bina lingkungan. 14 Totok Mardikanto dan Poerwoko Soebianto. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta, 2017, hal. 15 Ibid. , hal. 16 Ibid. 17 Ibid. , hal. 18 Ibid. , hal. 19 Ibid. , hal. 20 Ibid. , hal. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH | 30 Pendekatan Penelitian Penelitia ini dilakukan dengan menggunakan sebuah pengamatan, wawancara atau telaah dokumen, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan . ield researc. , dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan sarana fisik tertentu atau frekuensi terjadinya suatu fenomena sosial dan fenomena tertentu secara terperinci. Pada penelitian ini, peneliti mendalami tentang upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat melalui program Desa Tani terhadap masyarakat Desa Cipanjalu. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah langkah-langkah strategis yang dilakukan dalam sebuah penelitian guna mendapatkan data yang diinginkan. Peneliti tidak akan mendapatkan data yang sesuai jika tidak menggunakan teknik ini. 22 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap, yaitu: Observasi Observasi adalah teknik pengamatan langsung dengan menggunakan panca indera . elihat, mendengar dan merasaka. terhadap subjek atau objek penelitian guna memperoleh informasi atau data yang sistematik dan valid. 23 Data tersebut akan digunakan untuk memberikan kesimpulan pada hasil penelitian dengan membandingkan dengan data yang diperoleh melalui wawancara. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap objek penelitian. Observasi yang dilakukan oleh penulis mengenai: Mengamati kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat pada program Desa Tani di Desa Cipanjalu. Mengamati keberhasilan dari pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat melalui program Desa Tani di Desa Cipanjalu. Wawancara Wawancara merupakan kegiatan interaksi dua arah dalam bentuk tanya jawab antara pewawancara dan subjek penelitian yang saling bertukar ide dan informasi terkait data penelitian. Dengan wawancara peneliti juga dapat mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang situasi dan fenomena yang terjadi, dan hal ini tidak diperoleh dari observasi. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif sering dijumpai penggabungan teknik observasi dan wawancara. 24 Dalam penelitian wawancar ini dilakukan kepada : Pihak Dompet Dhuafa Jawa Barat yaitu kepada Staf Pemberdayaan Ekonomi mengenai program Desa Tani yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat di Desa Cipanjalu. Petani penerima manfaat program Desa Tani mengenai hal-hal yang diperoleh dan dirasakan efeknya dari program Desa Tani di Desa Cipanjalu. 21 Suryana. Metodologi Penelitian Model Praktis Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia, 2010, hal. 22 Rahmadi. Pengantar metodologi Penelitian, hal. 23 Indriati Yulistiani. Ragam Penelitian Kualitatif: Penelitian Lapangan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: UI, 2001, hal. 24 Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Cet. XII, 2016, hal. 31 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Pendamping dan pengurus program Desa Tani mengenai hal-hal yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan program Desa Tani di Desa Cipanjalu. Dokumentasi Dalam penelitian kualitatif, studi dokumen menjadi salah satu cara untuk mendapatkan gambaran dari sudut pandang yang tertuang dalam tulisan dan atau dokumen lainnya yang dibuat oleh subjek yang bersangkutan. Peneliti akan mengumpulkan, membaca serta mempelajari berbagai bentuk data tertulis yang ada di lapangan atau data-data pustaka lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan analisis untuk mencapai hasil penelitian. Data ini berupa foto atau video, arsip desa, buku-buku serta jurnal yang memiliki hubungan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hasil Penelitian Profil Singkat Dompet Dhuafa Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang menghimpun dan menyalurkan dana ziswaf . akat, infak, sedekah dan waka. serta dana lainnya yang halal dan legal dari perorangan, yang didirikan sejak 1993 oleh Para jurnalis yaitu Parni Hadi . nisiator dan pendir. Haidar Bagir. Erie Sudewo dan Sinansari Ecip. Dengan visi AuTerwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan dan pemberdayaan yang berbasis pada sistem yang berkeadilanAy Dompet Dhuafa mendapatkan akta pendirian yayasan yang tercatat melalui akta No. 41 Tanggal 14 September 1994 di hadapan Notaris H. Abu Yusuf. H, yang diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 163/A. YAY. HKM/1996/PNJAKSEL. Dompet Dhuafa terus mendorong perkembangan gerakan zakat profesional di tengah masyarakat guna memastikan keberlanjutan kebaikan. Saat ini. Dompet Dhuafa hadir di 31 Provinsi dengan 157 zona layanan dalam negeri dan 94 mitra di 34 Negara. Hal tersebut ditujukan agar dapat menjangkau dan melayani masyarakat lebih luas. Dompet Dhuafa mendirikan cabang dengan skala nasional di Jawa Barat pada tahun 2015 silam. Lokasi Dompet Dhuafa Jawa Barat berada di Jalan Martanegara. No. 22 A, Turangga. Kecamatan Lengkong. Kota Bandung. Provinsi Jawa Barat, 40264. Gambaran Umum Desa Cipanjalu Desa Cipanjalu adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Cilengkrang. Kabupaten Bandung. Provinsi Jawa Barat. Indonesia. Desa tersebut resmi berdiri sejak tahun 1987 sebagai bagian dari Desa Jatimekar dan pada tahun 1990. Desa Cipanjalu menjadi desa Desa Cipanjalu berjarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota Kabupaten Bandung yang berada di Kecamatan Soreang. Secara administratif. Desa Cipanjalu terdiri dari 11 RW yang terletak di kaki Gunung Palasari dan Gunung Manglayang. 26 Adapun, pusat pemerintahan Desa Cipanjalu (Kantor Des. berada di Jalan Palintang No. Cipedes. RT. 02/RW. Desa Cipanjalu. Kecamatan Cilengkrang. Kabupaten Bandung, 40618. Jumlah penduduk di Desa Cipanjalu sebanyak 5656 jiwa, yang terdiri dari laki-laki sebanyak 2912 jiwa dan perempuan sebanyak 2744 jiwa. 27 Sektor pertanian di Desa Cipanjalu merupakan sektor yang memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian masyarakatnya. Petani dan atau buruh tani menjadi profesi 59% dari total keseluruhan mata pencaharian penduduk 25 Dompet Dhuafa. Sejarah. Diakses pada 10 Juli 2024, https://publikasi. org/tentang26 Ida Widianingsih, et. AuPenguatan Kapasitas Pengelolaan Bumdes Cipta Rahayu di Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang Kabupaten BandungAy. Kumalawu, i, 2. Agustus 2020, hal. 27 Portal Satu Data. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan di Kabupaten Bandung. Diakses pada 10 Juli 2024, https://satudata. id/integrasi/jumlah-penduduk-laki-laki-dan-perempuan. 28 Desa Cipanjalu. Data Penduduk Menurut Pekerjaan. Diakses pada 10 Juli 2024. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH | 32 Profil singkat Desa Tani Program Desa Tani pertama kali diimplementasikan pada tahun 2018 oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat. Namun pada kenyataan di lapangan. Desa Tani ini sudah tergagas pada tahun 2015 dan dinyatakan dalam konsep yang lebih serius pada tahun 2017. Desa Tani adalah program pemberdayaan ekonomi yang digagas oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat pada bidang pertanian hortikultura. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswa. yang telah dititipkan oleh para Desa Tani adalah salah satu program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pengelolaan pertanian hortikultura oleh mustahik dengan luas lahan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melalui program ini, para mustahik diberikan fasilitas berupa lahan pertanian serta sarana prasarana bertani, pelatihan, pembinaan dan pendampingan. Selain itu, para mustahik akan diberikan fasilitas berupa kemudahan penjualan hasil tani yang akan dikelola oleh bagian marketing. Pemberdayaan Masyarakat Desa Cipanjalu Oleh Dompet Dhuafa Berdasarkan hasil penelitian pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh dompet dhuafa jawa barat melalui program desa tani terhadap masyarakat desa cipanjalu kecamatan cilengkrang kabupaten bandung adalah sebagai berikut : Melakukan bina manusia Bina manusia merupakan upaya awal dan utama yang dilakukan dalam setiap upaya pemberdayaan masyarakat dan memerlukan perhatian lebih. Karena menelisik dari tujuan pemberdayaan masyarakat adalah untuk keberdayaan masyarakat yang diukur melalui peningkatan kemampuan serta perbaikan posisi-tawar. 30 Manusia memiliki posisi yang unik dalam unsur manajemen yaitu sebagai pengelola dan pelaku manajemen itu sendiri. Selain itu, manusia juga berperan sebagai salah satu sumber daya dalam proses manajemen. Dompet Dhuafa Jawa Barat melakukan pembinaan terhadap masyarakat dengan langkah-langkah sebagai berikut : Peningkatan Kemampuan Masyarakat Langkah ini dilakukan dengan beberapa langkah yaitu : Asesmen Awal Kegiatan ini dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat dengan tujuan untuk menyeleksi calon penerima manfaat yang kemudian diukur kemampuan pertaniannya dan pendapatan perkapitanya. Para calon penerima manfaat akan tersadar dari kegiatan ini bahwa kemampuan pertanian yang dimiliki berada di tingkatan sekian. Asesmen merupakan tahap awal yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat dalam menerima petani yang akan mendapatkan manfaat dari program Desa Tani. Sebagai lembaga filantropi Islam. Dompet Dhuafa mengumpulkan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf untuk disalurkan kepada masyarakat yang perlu penguatan dan Dalam Islam, telah disebutkan 8 asnaf yang akan memperoleh dana zakat, di antaranya: fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, fiisabilillah dan ibnu sabil. Saat ini, penerima manfaat di Desa Tani masih terfokus kepada kelompok masyarakat kecil dengan harapan agar mereka bisa bertumbuh, baik dari segi fisik, mental, ekonomi dan spiritual. Namun, kriteria 8 asnaf yang menjadi acuan pertama bagi Dompet https://cipanjalu. id/first/statistik/1. 29 Wawancara dengan Mang Ade. Direktur Umum Desa Tani. Wawancara. Bandung, 24 April 2024. 30 Totok Mardikanto dan Poerwoko Soebianto. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta, 2017, hal. 33 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Dhuafa Jawa Barat untuk menerima petani penerima manfaat, terkhusus pada kategori fakir dan miskin. Selain itu. Dompet Dhuafa Jawa Barat juga mengajukan persyaratan penerima manfaat dengan profesi sebagai buruh tani, petani perambah hutan dan petani Namun, kriteria yang telah ditetapkan akan memperoleh tahapan lainnya. Prioritas utama Dompet Dhuafa adalah bagi masyarakat yang akan memperoleh manfaat adalah masyarakat yang masih memiliki Honesty. Open Mind and Willingnes (HOW). Kejujuran, keterbukaan pikiran dan kemauan akan membantu pribadi petani untuk berdaya dan membantu pengurus dalam mengelola proses pemberdayaan yang diupayakan. Asesmen awal juga dilakukan untuk mengukur kemampuan dan kondisi perekonomian calon petani penerima manfaat. Karena, setelah bergabung di Desa Tani, hal tersebut akan menjadi tugas dari pengurus Desa Tani dan Dompet Dhuafa Jawa Barat untuk melakukan pemberdayaan atau peningkatan baik dari segi kualitas jasmani dan kualitas rohani. Perbedaan yang terjadi antara sebelum dan sesudah pemberdayaan akan menjadi tolok ukur keberhasilan dari sebuah program. Pemberian Fasilitas/Modal Setelah melalui proses asesmen, penerima manfaat akan diberikan fasilitas atau modal, berupa lahan pertanian, modul pertanian serta sarana produksi pertanian. Pemberian fasilitas/modal kepada penerima manfaat yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat bertujuan untuk memberikan ruang kepada penerima manfaat untuk melakukan Di antara fasilitas yang diberikan adalah: lahan pertanian . onvensional/green hous. yang telah dibangun, bibit tanaman dan sarana produksi pertanian, seperti pupuk, pestisida, obat-obatan serta zat pengatur tumbuh. Selain itu, para petani penerima manfaat juga akan diberikan modul pertanian yang telah mencakup keseluruhan proses bertani, mulai dari tata cara tanam, perawatan, pemberian pupuk, panen hingga tata cara penggemburan tanah. Fasilitas yang diberikan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat dalam melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Tani ini telah mencakupi keseluruhan kebutuhan pertanian. Tugas petani hanya perlu berusaha menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada serta mengembalikan apa yang mereka ambil dan dapat diputar kembali. Jadi, petani tidak berpangku tangan terhadap pemberian Dompet Dhuafa, akan tetapi berusaha untuk memberdayakan dirinya sendiri. Pembinaan dan Pendampingan Pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat akan diintervensi kepada penerima manfaat dengan tujuan mengawal perkembangan pengetahuan dan perilaku penerima manfaat. Pada kegiatan ini juga akan terjadi proses transformasi pengetahuan antara pendamping desa dengan penerima manfaat. Pemberian fasilitas-fasilitas untuk bertani tidak akan menjadikan petani memiliki kemampuan pertanian yang memadai dan berkualitas, terlebih pada petani penerima manfaat yang tidak memiliki latar belakang sebagai petani. Oleh karena itu. Dompet 31 Wawancara dengan Mang Ade. Direktur Umum Desa Tani. Wawancara. Bandung, 24 April 2024. 32 Wawancara dengan Mang Ade. Direktur Umum Desa Tani. Wawancara. Bandung, 24 April 2024. 33 Wawancara dengan Mang Ade. Direktur Umum Desa Tani. Wawancara. Bandung, 24 April 2024. 34 Wawancara dengan Mang Ade. Direktur Utama Desa Tani. Wawancara. Bandung, 24 April 2024. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH | 34 Dhuafa Jawa Barat melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani penerima manfaat dalam meningkatkan kualitas bertani para petani. Pelaksanaannya dilakukan secara dinamis, menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Karena. Desa Tani lahir dari sebuah masalah. Sehingga, pihak pemberdaya menekankan pada pertumbuhan bukan pembentukan. Di Desa Tani, perilaku akan menjadi suatu hal yang penting karena beberapa petani penerima manfaat berasal dari kehidupan yang kurang dari segi keagamaan. Sehingga tolok ukur keberlangsungan dan keberhasilan proses pemberdayaan ini tidak hanya dilihat dari peningkatan pendapatan perkapita, tapi juga pada akhlak. Kemandirian, perkembangan diri dan kedewasaan peserta menjadi salah satu indikator terlaksananya proses pemberdayaan. Karena yang dikawal bukan hanya perubahan pendapatan perkapita, tapi juga akhlak. Mulai dari perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap . au atau tida. di kemudian hari. Peningkatan Posisi-Tawar Masyarakat Upaya dalam meningkatkan posisi-tawar masyarakat dalam proses pemberdayaan masyarakat adalah dengan membangun sinergi. Sinergi dibangun dengan mengupayakan pesaing potensial menjadi mitra atau dalam hal ini diharapkan terjadi kolaborasi. Meski pada dasarnya, peningkatan posisi-tawar diharapkan agar para pelaku pemberdayaan memiliki daya saing dengan petani lain terkait pengetahuan yang mereka miliki. 37 Dalam hal ini, para petani di Desa Tani memiliki daya saing dengan petani-petani lainnya. Untuk meningkatan Posisi-Tawar Masyarakat dilakukan melalui program Program Aftercare. Program Aftercare adalah program setelah para petani tersebut dipedulikan. Sampai saat ini, sudah ada 10 petani yang dapat dikategorikan ke dalam Program Aftercare ini. Angka 10 tersebut sudah mencapai sekitar 20% dari keseluruhan petani yang bergabung di Desa Tani. Beberapa pertimbangan yang dilakukan di Desa Tani dalam mengkategorikan petaninya dalam Program Aftercare ini. Di antaranya adalah: . Perubahan perilaku. Manajemen budidaya. Manajemen keuangan. Manajemen waktu. Manajemen psikologi/mental. Berdasarkan pertimbangan tersebut, para petani penerima manfaat dari Dompet Dhuafa Jawa Barat sudah mampu bersaing dengan petani-petani di luar. Namun, karena keterbatasan lahan pertanian, maka mereka belum bisa membuktikan secara nyata kemampuan mereka pada lahan yang berbeda. Pada peningkatan posisi-tawar, masyarakat tidak hanya diharapkan mampu bersaing dalam hal kompetisi. Namun, bagaimana mereka yang memiliki kapabilitas dalam pengetahuan tertentu dan mampu diajak untuk bekerja sama demi mewujudkan keberdayaan bersama. Petani penerima manfaat akan terus diberikan fasilitas serta pembinaan dan pendampingan dalam mengelola pertanian hingga dapat menghasilkan produk yang Tidak jarang Desa Tani menerima tamu yang ingin belajar dengan konsep pertanian yang mereka kelola, contohnya dari berbagai institusi pendidikan (Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Magang, dl. serta kunjungan dari perwakilan World Bank dan Jabar Digital Service, kunjungan pengusaha pupuk dari Jepang serta kunjungan Agro Edu Wisata. 35 Wawancara dengan Pak Aris. Staf Ekonomi Dompet Dhuafa jawa Barat. Wawancara. WhatsApp, 14 Mei 2024. 36 Wawancara dengan Pak Aris. Staf Ekonomi Dompet Dhuafa Jawa Barat. Wawancara. WhatsApp, 14 Mei 2024. 37 Ibid. , hal. 35 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Selain itu, saat ini Desa Tani juga menjalin mitra kerja sama dengan beberapa kelompok tani untuk menyerap hasil produksi pertanian mereka guna memenuhi permintaan mitra produsen Desa Tani. Dalam kondisi yang lain. Desa Tani juga melakukan pembelajaran dari petani luar, salah satu yang diketahui oleh peneliti adalah budidaya benih di rumah semai. Berdasarkan hal tersebut, peningkatan posisi-tawar memainkan peran secara strategis dengan menyusun kekuatan serta membangun jaringan . Desa Tani mengubah pendekatan konflik menjadi manajemen kolaboratif, yang seharusnya bisa bersaing namun dijadikan mitra kerja sama demi keberdayaan bersama. Melakukan Bina Usaha Bina usaha adalah salah satu upaya yang biasanya dilakukan dalam proses pemberdayaan, karena bina usaha memberikan dampak juga manfaat terhadap perbaikan pendapatan serta kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya pada masyarakat yang belum berdaya dan masyarakat miskin. Pemberdayaan dalam fase ini berkaitan erat dengan perubahan kondisi perekonomian masyarakat. Bina usaha yang dilakukan pada program pemberdayaan Desa Tani yaitu dengan memanfaatkan lahan pertanian tersebut. Kemudian, beberapa usaha di Desa Tani yang berkolaborasi dengan Koperasi Produsen Agronative Pratama Indonesia. Usaha-usaha yang dilakukan pada program Desa Tani dapat diuraikan sebagai berikut: Lahan Pertanian Desa Tani merupakan pemberdayaan ekonomi melalui pertanian hortikultura. Sehingga lahan pertanian menjadi komponen utama yang diperlukan dalam proses Lahan ini akan menjadi modal utama bagi para petani dalam meningkatkan Usaha yang dimiliki oleh para petani adalah lahan pertanian ini, baik yang konvensional atau green house. Karena, unit usaha lainnya berfungsi sebagai bantuan fasilitas/modal bagi para petani dalam menunjang proses bertani. Rumah Semai Rumah bibit atau semai adalah rumah yang diperuntukkan bagi benih yang akan berproses menjadi bibit/semai dalam kurun waktu tertentu hingga siap dipindah tanam pada lahan pertanian. Di Desa Tani, rumah semai menjadi wadah bagi para petani untuk memperoleh bibit. Rumah semai di Desa Tani merupakan tempat penyemaian benih dengan kapasitas yang besar yaitu bisa mencapai 200 ribu benih. Kapasitas tersebut dapat mencukupi kebutuhan para petani mitra Desa Tani. Benih yang disemai di Desa Tani untuk memenuhi pasar modern di antaranya tomat, kacang-kacangan, kubis, cabe dan lainlain. Benih-benih yang dikembangkan di Desa Tani, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan para petani penerima manfaat, tapi juga didistribusikan kepada petani di luar. Pendistribusian ini dimaksudkan karena petani penerima manfaat tidak memiliki kewajiban untuk membayar bibit yang diambil di awal, sedangkan Mang Hilman perlu membayar petani yang bekerja di rumah semai. Selain itu, cuaca di Desa Tani lebih dingin dari cuaca di Cibodas menyebabkan tingkat kegagalannya lebih tinggi, yang seharusnya berhasil 10 ribu, hanya berhasil 9 ribu. Untuk menutupi hal ini, seharusnya diadakan kenaikan harga bibit kepada para petani, namun sejak awal pengurus Desa Tani mengharapkan agar petani penerima manfaat mendapatkan harga yang lebih murah, baik itu dari bibit atau saprodi. 38 Wawancara dengan Mang Hilman. Direktur Produksi Desa Tani. Wawancara. Bandung, 24 April 2024. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH | 36 Rumah semai di Desa Tani membuka peluang untuk usaha benih tanaman untuk petani luar. Hal tersebut, sebenarnya memberikan keuntungan, karena akan memangkas waktu dan tenaga serta memperkecil kemungkinan kematian bibit saat di perjalanan. Jadi, petani di luar mitra yang biasanya membeli bibit di Cibodas dimudahkan dengan adanya rumah semai di Desa Tani, tepatnya di Desa Cipanjalu. Rumah Saprodi Rumah Saprodi merupakan rumah yang menyediakan sarana produksi pertanian, baik itu obat-obatan maupun pupuk. Di Desa Tani, rumah saprodi berfungsi untuk memudahkan para petani dalam bertani tanpa dibebankan modal untuk membeli bahanbahan tersebut. Selain untuk membantu petani, rumah saprodi juga menjadi salah satu unit usaha yang dilakukan di Desa Tani. Jadi. Desa Tani tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tapi juga menjual berbagai sarana produksi pertanian. Inovasi ini berawal dari sejarah berdirinya Desa Tani yang ingin membantu para petani dalam pengadaan sarana produksi Oleh karena itu, pengurus Desa Tani mengusahakan pembuatan rumah kompos dan rumah ternak yang saat ini telah dibangun bangunannya. Dengan maksud agar tidak ada yang terbuang secara percuma di Desa Tani, pemberdayaan yang berlangsung seyogianya dilakukan dengan maksimal. Rumah Kemasan Rumah kemasan atau packing house adalah tempat bagi para petani untuk menyimpan hasil panennya. Rumah Kemasan ini berfungsi untuk mengelola hasil panen para petani, mulai dari penimbangan, pengemasan dan juga penyaluran kepada Adanya rumah kemasan ini, membuat para petani penerima manfaat dimudahkan dalam pendistribusian hasil panen. Karena produk Desa Tani telah ditunggu oleh Selain membantu para petani dalam pendistribusian barang, rumah kemasan juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luar untuk melakukan fungsi rumah kemasan itu sendiri. Jadi. Desa Tani yang memiliki slogan AoBerdaya di Tanah SendiriAo dapat terlaksana dengan baik, karena mereka memfokuskan tentang bagaimana agar warga sekitar memiliki keberdayaan dan terhindar dari keterpurukan yang pernah dirasakan oleh mereka. Rumah kemasan atau packing house adalah tempat bagi para petani untuk menyimpan hasil panennya. Rumah Kemasan ini berada di bawah pengawasan Direktur Marketing Desa Tani, yaitu Dadan Kartiwa Aeatau sering disebut Mang Dadan. Hasil panen para petani akan dikelola di rumah kemasan, mulai dari penimbangan, pengemasan dan juga penyaluran kepada konsumen. Dengan adanya rumah kemasan ini, dapat memudahkan para petani dalam mendistribusikan hasil panennya. Petani yang menjadi mitra Desa Tani tidak khawatir terhadap pencarian pasar, namun petani hanya perlu merawat tanaman hingga menghasilkan produk yang berkualitas. Hal ini karena suda kerjasasama dengan beberapa pasar yang siap menampung hasil karya masyarakat. Agro Edu Wisata Agro Edu Wisata merupakan salah satu unit usaha di Desa Tani yang dijalankan dengan menjual pemandangan pertanian. Atas permintaan dari masyarakat juga yang ingin mengetahui tentang pertanian serta memetik sayuran, maka hadirlah Agro Edu Wisata Pertanian di Desa Tani. Dengan hal tersebut, dapat diketahui bahwa pihak pengurus Desa Tani mampu melakukan pemanfaatan sumber daya dengan baik melalui Agro Edu Wisata. Terlebih 37 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 pada zaman sekarang, generasi muda sangat tertarik dengan berbagai spot-spot foto menarik seperti pemandangan yang indah dan Bandung memang terkenal dengan wisata Lima unit usaha yang dikelola di Desa Tani yaitu lahan pertanian, rumah semai, rumah saprodi, rumah kemasan dan agro edu wisata bertujuan untuk membantu berjalannya proses pemberdayaan. Contohnya, rumah semai dan rumah kemasan yang akan memudahkan petani dalam memperoleh kebutuhan pertanian di lahan tanpa harus bayar di awal. Kemudian, rumah kemasan yang bertugas untuk menimbang, mengemas dan mendistribusikan produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh para petani. Sedangkan. Agro Edu Wisata akan memberikan penghasilan tambahan bagi para petani. Sampai saat ini, para petani dapat merasakan manfaat dari program pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat. Mang Amit, salah satu petani penerima manfaat yang merasakan perbedaan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah. Karena kondisi keuangan yang sulit, anaknya putus sekolah, serta tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk membeli susu buat anaknya. Dalam kurun waktu setengah tahun setelah bergabung bersama Desa Tani kehidupan beliau berubah hingga anak beliau dapat kembali bersekolah. Petani penerima manfaat di Desa Tani memiliki rata-rata pendapatan awal sebelum bergabung dengan Desa Tani adalah sekitar 1,5 Juta. Berikut laporan penghasilan beberapa petani penerima manfaat Desa Tani dalam beberapa bulan terakhir pada tahun Rp9,000,000 Rp8,000,000 Rp7,000,000 Rp6,000,000 Rp5,000,000 Rp4,000,000 Rp3,000,000 Rp2,000,000 Rp1,000,000 Rp- Oktober November Desember Ujang Asep Ayat S Mamat Iwan Berdasarkan bagan di atas, dapat diketahui bahwa penghasilan petani penerima manfaat mengalami peningkatan dari sebelum bergabung di Desa Tani. Penghasilan yang berbeda dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti luas lahan pertanian yang dikelola, jenis tanaman serta ketekunan dalam merawat tanaman. Melakukan Bina Lingkungan Bina lingkungan terhadap lingkungan hidup memiliki indikator yang setidaknya bisa terpenuhi salah satunya atau terpenuhi seluruhnya, yaitu: Sedekah Pohon Sedekah pohon adalah kegiatan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat di Desa Tani guna melakukan pembinaan pengetahuan kepada masyarakat tentang alam serta penjagaan terhadap kelestarian alam yang ada. Masyarakat yang ikut berpartisipasi dapat mengikuti acara langsung di lokasi atau hanya melakukan sedekah pohon atau melakukan proses pembelian bibit di website. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH | 38 Sedekah pohon yang diikuti oleh seribu peserta yang mengikuti kegiatan penanaman 10 ribu pohon, talkshow interaktif serta farm camping. Kegiatan ini memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga dan juga melestarikan alam. Tidak hanya itu, masyarakat juga diajak untuk mendalami aspek ruhiyah melalui konsep sedekah dengan menanam pohon. Sekolah Tani Sekolah Tani merupakan sebuah kegiatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, terkait hal-hal yang berkenaan dengan Sekolah Tani juga menjadi ajang perkenalan kepada masyarakat bahwa petani tidak sekotor yang mereka pikir, bahkan dengan adanya petanilah kebutuhan pangan tetap terjaga. Desa Tani ingin menghilangkan berbagai stigma buruk yang senantiasa melekat di pundak petani. Stigma yang mengatakan bahwa petani itu jorok, bodoh serta orang kampung yang tidak berpendidikan dan akhirnya dijadikan sebagai objek. Maka dari itu, bersama dengan generasi muda di Desa Tani, muncul keinginan untuk memberikan label bahwa petani tidak sejorok yang mereka bayangkan, petani itu pintar juga eksis. Sehingga mampu menarik minat anak-anak muda untuk memilih hidup sebagai petani. Mewujudkan hal tersebut, maka diadakan sebuah kegiatan dengan nama AoSekolah TaniAo untuk memberikan gambaran kepada generasi muda bahwa seperti inilah kehidupan petani dan asiknya jadi petani. Adapun tujuan diadakannya sekolah tani adalah untuk: . Melatih generasi muda untuk hidup sebagai petani. Menanamkan mental petani. Mewujudkan petani yang sukses dunia dan akhirat. Dengan adanya sekolah tani menjadikan masyarakat, khususnya generasi muda untuk sadar akan pentingnya menjaga kelestariaan alam dan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan bertani. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa bentuk pemberdayaan Dompet Dhuafa Jawa Barat melalui Desa Tani terhadap Desa Cipanjalu adalah . Pertama, bina manusia melalui pemberian fasilitas serta pelatihan, pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat petani untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bertani. Kedua, bina usaha yang dilakukan dengan pemberian modal dan lahan pertanian untuk menjalankan usahanya demi meningkatkan perekonomian masyarakat petani Desa Tani. Ketiga, bina lingkungan melalui kegiatan sedekah pohon dan sekolah tani untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan menjalankan pembinaan kepada masyarakat agar menjaga kelestarian alam. DAFTAR PUSTAKA