HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2828-7037 Vol. 1 No. 1 Edisi Mei 2022 Universitas Nias Raya MENDAYAGUNAKAN TEKNOLOGI DAN KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SUMBER KREASI DAN INOVASI KERJA Martiman S. Sarumaha Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nias Raya Email: marzo_bei@yahoo. Abstrak: Tujuan dari pengabdian ini untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat kampus bagai mana mendayagunakan teknologi dan memanfaatak nilai-nilai kearifan lokal. Metode pelaksanaan pengabdian ini dalam bentuk ceramah menyampaikan kepada peserta untuk dapat memanfaatakan teknologi dalam mengembangkan potesnis kearifan local yang memiliki nilai jual tinggi. Pada kegiatan pengabdian ini dilakukan di Kampus Yayasan Pendidikan Nias Selatan. Hasil dari pengabdian ini diharapkan Membenahi Negara ini terkhusus kepulauan Nias, perlu tangan dingin dan tangan besi serta hati yang bersih untuk mengubah pulau Nias menjadi daerah terdepan di wilayah Indonesia bagian barat maka diperlukan investasi SDM yang unggul melalui pendidikan sebagai kunci kemajuan, menjaga budaya lokal sebagai kearifan lokal untuk menjadi sumber belajar. Kata Kunci: Teknologi. Kearifan Lokal. Kreasi. Inovasi Abstract The purpose of this service is to provide socialization to the campus community on how to utilize technology and take advantage of local wisdom values. The method of implementing this service in the form of lectures conveys to participants to be able to utilize technology in developing the potential for local wisdom that has high selling value. This service activity was carried out at the South Nias Education Foundation Campus. The results of this dedication are expected to fix this country, especially the Nias archipelago, it needs cold hands and an iron hand and a clean heart to turn Nias island into a leading area in western Indonesia, so it requires investment in superior human resources through education as the key to progress, maintaining local culture as local wisdom to be a source of learning. Keywords: Technology. Local culture. Creation. Innovation Pendahuluan menghargai perbedaan sebagai bangsa Dalam situasi pandemik tentu kita yang majemuk, maka melalui pembenahan berharap untuk terus adaptif dan produktif ini akan membangun identitas kita sebagai dengan tetap mengikuti protokol kesehatan masyarakat yang berbudaya dan Negara dan terus bekerjasama dengan Pemerintah Pancasila (M. Sarumaha, 2. dan masyarakat serta doa yang tidak henti- B. Metode Pengabdian hentinya agar bencana non-alam C-19 serta Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian bencana alam yang melanda wilayah ini dilakukan dengan metode ceramah Indonesia bahkan dunia beberapa waktu (Sugiyono, 2. Dalam kegiatan yang ini segera teratasi dan pulih (Adirasa Hadi dilakukan sekaligus orasi kepada peserta Prastyo. , 2. yaitu para alumni, mahasiwa, dosen dan Memiliki kedisiplinan yang tinggi, masyarakat yang hadir di lingkungan Aula kejujuran, kerja keras, dan tentu dengan Yayasan Pendidikan Nias Selatan. membangun toleransi yang baik yang C. Hasil dan Pembahasan https://jurnal. id/index. php/HAGA HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2828-7037 Vol. 1 No. 1 Edisi Mei 2022 Universitas Nias Raya Pengetahuan tidak berhenti dalam satu titik kehidupan manusia atau tidak mengalami stagnasi, namun berkembang seiring pertumbuhan dan perkembangan manusia terlebih di era revolusi industry 0, open society 5. 0, dan disruption era serta C-19 melanda dunia, artinya bahwa berbagai bidang kehidupan manusia tergantung dan bersinergi dengan teknologi yang begitu cepat dibarengi kemampuan dan kapasitas keunggulan manusia itu sendiri apalagi Pengetahuan berkembang sesuai dengan tuntutan jaman dan tuntutan kebutuhan manusia itu sendiri serta kemampuan adaptasi manusia karena perubahan lingkungan, seiring dengan apa yang dialami oleh manusia atas segala peristiwa yang terjadi (Martiman S Sarumaha, 2. Wisuda sarjana di lingkungan Yayasan Pendidikan Nias Selatan (YPNS) pada tiga institusi, yaitu STKIP Nias Selatan. STIE Nias Selatan dan STIH Nias Selatan merupakan output yang harus mampu produktif, bukan manusia manja, bukan manusia cengeng, bukan manusia labil, bukan manusia yang hanya pasrah terhadap keadaan, apalagi bukan manusia perubahan jaman . Namun diharapkan sebagai manusia berkualitas yang telah teruji oleh hiruk pikuk kemajuan jaman dari generasi X ke generasi Z dan dari generasi primitive ke generasi digital native ditambah dengan tingginya perubahan iklim dibarengi dengan perubahan perilaku manusia yang menuntut kemampuan skill yang tinggi di era revolusi industry 4. 0, open 0 dan era disrupsi serta bencana non-alam wabah pandemic Covid-19. https://jurnal. id/index. php/HAGA Fakta kasus di lapangan menunjukkan bahwa selama studi dan dari 278 jumlah wisudawan STKIP Nias Selatan sebagai sample yang diobservasi, mereka yang pengesahan skripsi hanya 17% yang memiliki sikap terbuka, optimis dan merasa tertantang dari apa yang mereka lakukan selama proses akademik ditempuh. Kasus tersebut didominasi oleh takut berdiskusi dan berinteraksi dengan dosen . %), kuatir ketika mengetahui pengujinya dosen tertentu . %), dan sisanya karena judul yang diajukan berubah . %) dan sulitnya sumber data yang diperoleh . %). Selain data tersebut, ikut dilakukan wawancara kepada beberapa mahasiswa dengan hanya menghela nafas ketika ditanya tugas dan aktivitas selama perkuliahan, dan ketika dipenghujung limit waktu yang ditentukan, mahasiswa terlihat terpaksa menjalani dan menghadapi situasi akhir yang harus (Martiman SuAoazisiwa Sarumaha. Artinya, mahasiswa STKIP NIas Selatan masih jauh dari sikap produktif artinya tidakambil bagian pada prose Tridharma Perguruan Tinggi. Melihat kasus dari hasil observasi di atas, bisa dijadikan sebagai indikator bahwa lulusan yang diwisuda pada periode ini diharapkan harus memiliki sikap yang kuat dalam menghadapi tantangan dan perubahan serta tuntutan perkembangan Mahasiswa harus memaksakan diri dalam menghadapi segala sesuatu atas melakukan kegiatan yang sungguh memicu Sikap ini harus perlu diperbaiki, bila tidak maka diyakini bahwa hanya yang 17% dari seluruh wisudawan tersebut yang akan survive dan bisa adaptif dan mau berbuat tanpa harus dipaksa. Persoalan lain HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2828-7037 Vol. 1 No. 1 Edisi Mei 2022 Universitas Nias Raya yang dihadapi anak-anak muda saat ini, terutama fresh graduate ketika mereka tidak memiliki skill atau keterampilan yang memadai, yaitu hanya wait & see tanpa berbuat sesuatu. Tantangan ke depannya semakin sulit bersaing terlebih menghadapi tantangan di era revolusi industry 4. 0 dan menghadapi situasi era disrupsi yang dibarengi dengan bencana non-alam wabah C-19 dan juga di penghujung tahun 2021 dimana-mana terjadi beberapa bencana alam yang tentu menguras energy dalam Oleh karena itu, inipun juga menjadi tanggung jawab kita bersama, terkhusus para tenaga pendidikan, guru dan dosen di perguraun tinggi harus memiliki kemampuan lebih yang mampu mendampingi mahasiswa agar kreatif, aktif, produktif, inovatif, konstruktif dan (KAPIKA) perkembangan tuntutan perubahan jaman dan kebutuhan manusia melalui desain kurikulum yang diikuti oleh peserta didik atau mahasiswa. Bila tidak, berarti lulusan dan wisudawan ini hanya wisudaanwisudaan tanpa kapasitas, tidak kapabel dan tentu tak berkualitas. Institusi di bawah YPNS telah menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberi layanan yang mendefinisikan kembali pada bidangbidang pengembangan keilmuan hingga ke level program studi. Melihat kasus dari hasil observasi di atas, bisa dijadikan sebagai indikator bahwa lulusan yang diwisuda pada periode ini diharapkan harus memiliki sikap yang kuat dalam menghadapi tantangan dan perubahan serta tuntutan perkembangan jaman (M. Sarumaha, 2. Mahasiswa harus memaksakan diri dalam menghadapi segala sesuatu atas dirinya dan ketika terdesak baru melakukan kegiatan yang https://jurnal. id/index. php/HAGA sungguh memicu adrenalin. Sikap ini harus perlu diperbaiki, bila tidak maka diyakini bahwa hanya yang 17% dari seluruh wisudawan tersebut yang akan survive dan bisa adaptif dan mau berbuat tanpa harus Persoalan lain yang dihadapi anak-anak muda saat ini, terutama fresh graduate ketika mereka tidak memiliki skill atau keterampilan yang memadai, yaitu hanya wait & see tanpa berbuat sesuatu. Tantangan ke depannya semakin sulit bersaing terlebih menghadapi tantangan di era revolusi industry 4. 0 dan menghadapi situasi era disrupsi yang dibarengi dengan bencana non-alam wabah C-19 dan juga di penghujung tahun 2021 dimana-mana terjadi beberapa bencana alam yang tentu menguras energy dalam menanganinya. Oleh karena itu, inipun juga menjadi tanggung jawab kita bersama, terkhusus para tenaga pendidikan, guru dan dosen di mendampingi mahasiswa agar kreatif, aktif, produktif, inovatif, konstruktif dan (KAPIKA) perkembangan tuntutan perubahan jaman dan kebutuhan manusia melalui desain kurikulum yang diikuti oleh peserta didik atau mahasiswa. Bila tidak, berarti lulusan dan wisudawan ini hanya wisudaanwisudaan tanpa kapasitas, tidak kapabel dan tentu tak berkualitas. Institusi di bawah YPNS telah menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberi layanan yang mendefinisikan kembali pada bidangbidang pengembangan keilmuan hingga ke level program studi. khususnya kepada wisudawan agar mampu merespon setiap bencana yang dialami bangsa ini, karena melalui bencana kitapun banyak belajar khususnya untuk memiliki empathy dan HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2828-7037 Vol. 1 No. 1 Edisi Mei 2022 Universitas Nias Raya simpathy, karena disegala peristiwa ada hikmah yang membawa pada kebaikan (Surur. , 2. Penutup Pada pengabdian ini diharapkan setiap para alumni mampu untuk memanfaatkan ilmu dan pengetahuan mereka ditengahtengah masyarakat dalam memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang. Sehingga kekayaan yang dimiliki oleh daerah di Nias Selatan mampu untuk pemberdayaan teknologi yang sudah ada dan berkembang. Daftar Pustaka