JURNAL ILMU EKONOMI (JIE) Vol. 02 No. April 2023 https://risetekonomi. com/jurnal/index. php/jie E-ISSN : 2985-4652 ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) DI KECAMATAN JEROWARU Ahmad Zaenal Wafik Universitas Mataram. Mataram. Nusa Tenggara Barat. Indonesia ABSTRACT The aims of this research are, . to know and describe the plan to build a wind power plant (PLTB). to describe the public's perception of the PLTB development plan. to identify the factors that influence people's perceptions. This study uses a survey method. Sampling technique as many as 60 respondents were taken by accidental sampling. The analysis technique used is quantitative descriptive analysis and Kendall tau-b analysis. The results of the study show that the Regional Government of West Nusa Tenggara Province provides optimal support regarding the PLTB development plan. Furthermore, the results of the study show that in general the community still does not know about the derivative impacts of PLTB construction and the community still thinks that PLTB construction has not yet had an economic impact on the local community. The results of the quantitative analysis show that four factors have a relationship influencing the perceptions of the local community, namely age, knowledge, education, and employment. Keywords: wind power plant, kendall tau-b, public perception ABSTRAK Tujuan dari Penelitian ini antara lain, . Mengetahui dan mendeskripsikan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTB. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik Pengambilan sampel sebanyak 60 responden yang diambil secara aksidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisa deksriktif kuantitatif, dan analisis Kendall tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan dukungan yang optimal terkait rencana pembangunan PLTB. Lebih lanjut hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat masih belum mengetahui dampak turunan akibat dibangunanya PLTB dan masyarakat masih beranggapan bahwa pembangunan PLTB belum memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Adapun hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang memiliki hubungan mempengaruhi persepsi masyarakat setempat yaitu umur, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan. Kata Kunci: PLTB. Kendall tau-b, persepsi masyarakat RIWAYAT ARTIKEL Tanggal Masuk: 31-03-2023 Tanggal Diterima: 01-04-2023 Tersedia Online: 01-04-2023 KORESPONDENSI: Nama : Ahmad Zaenal Wafik E-mail: azaenal_wafik@unram. PENERBIT: Laboratorium Riset Ekonomi Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE). Vol. 02 No. April 2023 PENDAHULUAN Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi pada sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan. Adapun pertumbuhan dan peranan sektor ekonomi di suatu daerah yang dilihat berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha yang dirinci menjadi 17 sektor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017-2021, sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kabupaten Lombok Timur selalu menjadi sektor penyumbang PDRB tertinggi di daerah tersebut. Tingginya PDRB pada sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan disebabkan oleh mayoritas masyarakat di Kabupaten Lombok Timur bekerja pada Subsektor seperti Tanaman Pangan. Tanaman Holtikultura. Tanaman Perkebunan. Peternakan, dan Jasa Pertaniaan dan Perburutan. Sektor ini masih menjadi tumpuan dalam penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. PDRB Kabupaten Lombok Timur Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Juta Rupia. tahun 2017-2021 No. Lapangan Usaha/Industri Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas 14,51 15,54 16,69 17,92 18,99 Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang Konstruksi 14,24 12,87 13,50 14,53 15,35 993,97 2,130,12 433,12 098,24 353,31 947,19 231,87 555,08 345,32 553,96 735,41 785,45 857,07 697,24 748,00 177,00 192,16 212,48 204,63 210,50 298,53 318,38 336,72 383,29 404,43 463,45 506,24 520,95 559,44 627,07 631,89 686,99 730,39 744,36 758,48 Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertanahan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya TOTAL 941,32 279,20 429,55 582,52 777,25 067,82 174,70 369,35 383,10 459,19 320,44 350,81 414,73 379,59 446,33 19,80 21,29 23,01 22,72 22,86 273,13 333,35 387,07 489,09 551,53 934,49 011,28 094,28 136,61 184,33 359,94 399,15 435,70 446,02 480,12 356,32 385,65 419,47 407,34 422,47 549,45 835,07 312,14 018,95 054,17 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur, 2022 Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kecamatan Jerowaru Gambar 1. Perbandingan Trend PDRB Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan dengan Rata-rata PDRB di Kabupaten Lombok Timur tahun 2017-2021(Juta Rupia. Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur, 2022 Tingginya peran sektor Pertanian. Kehutanan, dan perikanan di Kabupaten Lombok Timur harus ditopang oleh sektor kelistrikan yang memegang peranan penting dalam pembangunan suatu daerah. Menurut (Latif Adam, 2. menjelaskan bahwa sektor kelistrikan memiliki peran penting dalam memfasilitasi sektor-sektor ekonomi lainnya . eperti insdustri pengolahan, pertanian, pertambangan, pendidikan, dan kesehata. dan memenuhi kebutuhan sosial masyarakat sehari-hari. Lebih lanjut dalam penelitian (Hutauruk, 2. menjelaskan bahwa infrastruktur listrik merupakan aspek penting dalam peningkatan Produk Domestik Regional Bruto yang juga akan berdampak pada pertumbuhan Ekonomi. Salah satualternatif infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan listrik di berbagai daerah adalah dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) merupakan mandat Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) Untuk Penyediaan Tenaga Listrik sebagai salah satu upaya menarik lebih banyak investasi dalam pengembangan energi terbarukan. Tidak hanya mengatur pemanfaatan energi terbarukan dari segi harga dan mekanisme pengadaan. Lebih lanjut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan sebagai koordinator yaitu Direktorat Jenderal Energi Baru. Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) secara intensif melakukan pembahasan dan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Energi Terbarukan. Diharapkan dengan adanya regulasi dalam bentuk Undang-Undang, terdapat kepastian hukum, penguatan kelembagaan dan tata kelola, penciptaan iklim investasi yang kondusif, serta sumber EBT untuk pembangunan industri dan ekonomi nasional. Ahmad Zaenal Wafik Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE). Vol. 02 No. April 2023 Pembangkit listrik dari sumber energi terbarukan dapat dikembangkan di daerahdaerah dengan potensi energi terbarukan yang tinggi. Daerah Lombok Timur, tepatnya di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru memiliki sumber daya angin yang tinggi sehingga Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sangat cocok untuk dikembangkan. Adapun menurut (Budiastara. Giriantari. Artawijaya, & Partha, 2. PLTB merupakan energi terbarukan . sudah jelas akan memberikan keuntungan karena angin tidak akan habis digunakan tidak seperti pada penggunaan bahan bakar fosil. Tenaga angin juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, sehingga penggunaannya tidak mengakibatkan emisi gas buang atau polusi yang berarti ke lingkungan. Namun, pembangunan PLTB tidak sepenuhnya ramah lingkungan dikarenakan terdapat beberapa masalah yang terjadi akibat penggunaan sumber energi angin sebagai pembangkit listrik, seperti dampak visual, derau suara, dampak ekologi, dan keindahan. Penelitian ini penting dikarenakan masyarakat selalu hadir dengan berbagai macam persepsi terkait dengan rencana pembangunan PLTB. Menurut (Muttaqiyatin & Prakoso B. Eko, 2. , keterlibatan masyarakat juga akan sangat membantu berjalannya program pembangunan, selain menjadi tambahan tenaga, dalam pengadaannya, masyarakat juga dapat menjadi pengontrol keberlangsungan upayaupaya tersebut agar dapat berjalan dengan lancar. Banyak masyarakat yang mendukung pembangunan PLTB dengan berharap mendapatkan imbas yakni penyerapan tenaga kerja yang adil, namun tidak sedikit pula yang menolak adanya pembangunan PLTB dikarenakan dampak negatifnya yang dapat merukan lingkungan jika limbah tidak dikelola dengan baik, dan tentunya ketakukan masyarakat akan penyerapan tenaga kerja yang tidak adil. Persepsi inilah nantinya yang akan mencerminkan sikap keberterimaan masyarakat terhadap rencana Pembangunan PLTB. TELAAH LITERATUR Energi Baru Terbarukan (EBT) Energi adalah kebutuhan hidup manusia yang sangat penting yang dibutuhkan dalam jumlah besar tetapi diharapkan dengan biaya yang rendah. Energi listrik berasal dari dua sumber yaitu energi yang bisa diperbaharui dan energi yang tidak bisa Yang termasuk dalam energi yang bisa diperbaharui adalah tenaga surya, energi gelombang laut energi angin tetapi membutuhkan penelitian utuk pengembangannya di Indonesia. Jenis energi yang tidak dapat diperbaharui adalah pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit listrik tenaga diesel, pembangkit listrik tenaga gas dan pembangkit listrik tenaga nuklir (Lubis. Lubis, & Harahap, 2. Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah sumber-sumber energi yang bisa habis secara alamiah. Energi terbarukan berasal dari elemen-elemen alam yang tersedia di bumi dalam jumlah besar, misal: matahari, angin, sungai, tumbuhan dsb. Energi terbarukan merupakan sumber energi paling bersih yang tersedia di planet ini. Ada beragam jenis energi terbarukan, namun tidak semuanya bisa digunakan di daerahdaerah terpencil dan perdesaan. Energi terbarukan lainnya termasuk Panas Bumi dan Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kecamatan Jerowaru Energi Pasang Surut adalah teknologi yang tidak bisa dilakukan di semua tempat. (Vries. Conners, & Jaliwala, 2. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) adalah pembangkit yang memanfaatkan tenaga angin untuk menghasilkan energi listrik (Arifin. Suyanto. Aziz, & Elektro, 2. Lebih lanjut. PLTB adalah pembangkit listrik yang dapat mengkonversi energi angin menjadi energi listrik. Energi angin memutar turbin angin/ kincir angin dan menyebabkan berputarnya rotor generator sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Prinsip kerja PLTB adalah dengan memanfaatkan energi kinetik angin yang masuk ke dalam area efektif turbin untuk memutar baling-baling atau kincir angin, kemudian energi putar ini diteruskan ke generator untuk membangkitkan energi listrik. Persepsi Masyarakat Pengertian persepsi dari kamus psikologi adalah berasal dari bahasa Inggris, perception yang artinya: persepsi, penglihatan, tanggapan. adalah proses seseorang menjadi sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang atau pengetahuan lingkungan yang diperoleh melalui interpretasi data indera (Gulo, 1. Sedangkan (Siagian, 1. berpendapat bahwa persepsi merupakan suatu proses dimana seseorang mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesankesan sensorisnya dalam usahanya memberikan suatu makna tertentu dalam Dalam penelitian ini, persepsi yang dimaksudkan adalah bagaimana pesan dan tanggapan masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTB di Desa Sekaroh. Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur. Persepsi ini selanjutnya akan melahirkan sikap keberterimaan mereka terhadap rencana tersebut. METODE PENELITIAN Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Peneliti mengajukan pertanyaan dengan cara wawancara dengan tujuan mengetahui lebih lanjut terkait pandangan responden terkait rencana pembangunan PLTB. Penelitian dilakukan di Desa Sekaroh. Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur. Khususnya di Dusun Ujung Ketangga yang beredekatan langsung dengan lokasi rencana pembangunan PLTB. Satuan analisis penelitian adalah individu sebagai responden. Adapun responden dalam penelitian ini sebanyak 60 responden. Teknik pengumpulan data primer digunakan untuk mengetahui upaya pemerintah terhadap rencana pembangunan PLTB, persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan pabrik PLTB dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi persepsi masyarakat dalam rencana pembangunan pabrik PLTB. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari instansi pemerintah dan dokumen-dokumen perencanaan yang berkaitan dengan rencana pembangunan PLTB. Hasil kuesioner dilapangan kemudian dilakukan pengkategorian berdasarkan skala likert dan diolah menggunakan software SPSS 16. Teknik analisis yang digunakan adalah Ahmad Zaenal Wafik Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE). Vol. 02 No. April 2023 analisa deksriptif kuantitatif dan analisis kendall tau-b untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTB. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Kegiatan Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Rencana kegiatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Provinsi Nusa Tenggara Barat dilakukan oleh PT. UPC Lombok Timur Bayu Energi (PT UPC LTBE). Pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dibangun dengan adanya sarana dan prasarana tambahan. Peta lokasi rencana pembangunan PLTB PT. UPC-LTBE tertera pada Gambar dibawah ini. Gambar 2. Lokasi Proyek PLTB PT. UPC Lombok Timur Bayu Energi-Provinsi NTB Sumber : Dokumen Kerangka Acuan (KA) PT. UPC LTBE Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kecamatan Jerowaru Gambar 3. Peta Lokasi/Tapak PLTB PT. UPC Lombok Timur Bayu Energi Sumber : Dokumen Kerangka Acuan (KA) PT. UPC LTBE Adapun berbagai fasilitas utama PLTB PT. UPC LTBE yang akan dibangun adalah Generator Turbin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Lombok Timur. Adapun komponen penting dalam Generator Turbin PLTB adalah Menara. Nacelle. Drive Train, dan Rotor Blade (Pisau Roto. Dalam hal ini, konstruksi PLTB diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua belas hingga lima belas bulan. Konstruksi proyek akan dilakukan dalam bebeerapa tahap secara berkelanjutan yang mencakup elemen dan kegiatan berikut: C Pelatihan di tempat bagi semua personel untuk memproyeksikan persyaratan khusus. C Melakukan survei dan membangun pusat-pusat fasilitas linier dan mengidentifikasi lokasi-lokasi WTG. C Memasang penanda untuk mengidentifikasi batas yang ditetapkan pada berbagai aspek/elemen proyek . kses jalan, lokasi turbin, koridor jalur transmisi, dan lokasi C Memasang rambu sementara untuk mengidentifikasi jalan yang dapat dimanfaatkan oleh staf konstruksi dan jalan yang tidak diizinkan. C Menyelamatkan vegetasi dan transplantasi sementara di lokasi yang dipilih dekat lokasi Proyek. C Pembersihan umum dan pembangunan jalan akses, bantalan derek dan area belok. C Pembangunan fondasi menara turbin. C Pemasangan sistem pengumpulan listrik internal. C Perakitan dan pemasangan WTG. C Pemasangan Modul PV C Konstruksi dan pemasangan sub-stasiun. C Konstruksi dan pemasangan saluran transmisi. C Komisioning dan energi pabrik. C Penilaian akhir dan drainase. C Kegiatan restorasi Tapak proyek . apak WTG) PLTB akan dibangun di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru. Untuk tapak jaringan transmisi dari Gardu Induk (GI) PLTB ke GI milik PT PLN (Perser. terdekat melawati Desa Sekaroh. Pamongkong, dan Pandan Wangi Kecamatan Ahmad Zaenal Wafik Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE). Vol. 02 No. April 2023 Jerowaru. Sedang untuk Jalur pengangkutan darat dari pelabuhan Haji ke lokasi Tapak Proyek melewati wilayah Kecamatan Labuhan Haji. Sakra Timur. Keruak, dan Sekroh Kabupaten Lombok Timur. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan hasil Konsultasi publik yang dilakukan di Aula Kantor Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 7 Januari 2019. Tanggapan masyarakat terhadap rencana kegiatan berdasarkan hasil konsultasi publik antara lain: . Masyarakat pada umumnya mendukung rencana kegiatan karena untuk kepentingan masyarakat sendiri. Masyarakat juga meminta pembangunan infrastruktur dipercepat agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Adanya perhatian untuk pembangunan fasilitas umum bagi masyarakat publik. Adanya tempat pengaduan bila ada keluhan dari . Sosialisasi tidak hanya satu kali tetapi dilakukan terus menerus setiap tahapan kegiatan. Dampak lingkungan harus dikelola dengan baik. Manfaat SosialEkonomi PLTB bagi masyarakat sekitar. Adanya program CSR harus tepat sasaran untuk masyarakat sekitar. Pengetahuan Masyarakat Terhadap Dampak Rencana Pembangunan PLTB Pengetahuan masyarakat Desa Sekaroh terhadap rencana pembangunan PLTB berkaitan dengan sejauh mana masyarakat setempat mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat dibangunanya PLTB. Masyarakat yang berada di wilayah yang akan dijadikan lokasi Pembangunan PLTB secara umum sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan PLTB dan mengetahui rencana pembangunannya. Namun berdasarkan hasil survei, sebagaian masyarakat masih tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat adanya pembangunan seperti beralihnya fungsi lahan, penyerapan tenaga kerja yang tidak transparan. Hal tersebut ditunjukkan pada tabel 3 berikut. Gambar 4. Pengetahuan Masyarakat Terhadap Dampak Rencana Pembangunan PLTB Mengetahui. Sangat Mengetahui. Cukup Mengetahui. Sangat Tidak Mengetahui. Tidak Mengetahui. Sumber : Data Primer . Berdasarkan data diatas, diketahui bahwa Pengetahuan Masyarakat Terhadap Dampak dari Rencana Pembangunan PLTB tergolong cukup mengetahui adanya pembangunan proyek. Hal ini ditunjukkan berdasarkan persentase Aucukup mengetahuiAy sebesar 38 persen. Namun, perlu dicermati bahwa persentase Autidak mengetahuiAy juga tergolong besar yakni 33 persen. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi terkait dampak pembangunan PLTB baik dampak lingkungan, sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kecamatan Jerowaru Dengan adanya persepsi masyarakat terkait dampak tersebut, masyarakat sangat mengharapkan adanya keterbukaan informasi terkait dampak yang ditimbulkan dalam rencana pembangunan PLTB. Tentunya keterbukaan informasi diharapkan berasal dari pihak Pemerintah Daerah dan pihak pemrakarsa dalam hal ini PT. UPC Lombok Timur Bayu Energi (LTBE). Gambar 5. Pengetahuan Masyarakat Terhadap Dampak Sosial-Ekonomi Akibat Rencana Pembangunan PLTB. Memberikan Dampak Cukup Memberikan Dampak Sangat Memberikan Dampak Sangat Tidak Memberikan Dampak Tidak Memberikan Dampak Sumber : Data Primer . Lebih lanjut berdasarkan Gambar 5 diatas, dapat diketahui bahwa Kegiatan Pembangunan PLTB masih belum memberikan dampak positif seperti terserapnya tenaga kerja lokal dan munculnya kegiatan ekonomi disekitar lokasi pembangunan PLTB, hal tersebut diperburuk dengan adanya pandemi Covid-19 yang dimulai pada tahun 2020, hal ini dikarenakan kegiatan pembangunan masih pada tahap konstruksi awal sehingga belum terjadi mobilitas masyarakat yang tinggi di sekitar lokasi proyek yang dapat menyebabkan peningkatan penjualan oleh pelaku usaha. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat terhadap Rencana Pembangunan PLTB Pembentukan pembentukan persepsi dari masyarakat ditentukan oleh beberapa faktor yang melatarbelakanginya antara lain usia, pendidikan, pekerjaan dan Adapun hubungan antara faktor-faktor tersebut terhadap persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTB dapat dilihat pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Pengetahuan Masyarakat Terhadap Rencana Pembangungan PLTB Faktor Nilai Korelasi Kekuatan korelasi Sig. Usia -0,395 Cukup 0,000 Pendidikan 0,650 Kuat 0,000 Pekerjaan 0,403 Cukup 0,000 Pengetahuan 0,415 Cukup 0,000 Sumber : Data Primer . Berdasarkan hasil analisis, semua variable memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi masyarakat. Lebih lanjut bahwa berdasarkan nilai signifikansi atau Sig. Ahmad Zaenal Wafik Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE). Vol. 02 No. April 2023 . -taile. , variable usia memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel usia dengan persepsi masyarakat. Adapun kekuatan korelasi pada variabel usia adalah AucukupAy dan memiliki arah hubungan yang negatif atau tidak searah. Hal ini mengindikasikan bahwa jika usia semakin tua, maka persepsi masyarakat cenderung tidak setuju dengan pembangunan PLTB. Lebih lanjut variabel pendidikan juga memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pendidikan dengan persepsi masyarakat. Kekuatan korelasi pada variabel pendidikan adalah AukuatAy dan memiliki arah hubungan yang positif atau searah. Hal ini mengindikasikan bahwa jika pendidikan masyarakat semakin tinggi, maka persepsi masyarakat cenderung setuju dengan pembangunan PLTB. Sejalan dengan variabel pendidikan, variabel pekerjaan juga memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pekerjaan dengan persepsi masyarakat. Kekuatan korelasi pada variabel pekerjaan adalah AucukupAy dan memiliki arah hubungan yang positif atau Hal ini mengindikasikan jika masyarakat memiliki pekerjaan dengan pendapatan yang tinggi, maka persepsi masyarakat cenderung setuju dengan pembangunan PLTB. Variabel terakhir yakni pengetahuan, juga memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan persepsi masyarakat. Kekuatan korelasi pada variabel pengetahuan adalah AucukupAy dan memiliki arah hubungan yang positif atau searah. Hal ini bermakna bahwa jika masyarakat memiliki pemahaman yang baik terhadap dampak dari proyek, maka persepsi masyarakat cenderung setuju dengan pembangunan PLTB. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) oleh PT. UPC LTBE di Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur. Dengan berbagai macam persepsi masyarakat, diharapkan pembangunan PLTB dapat memberikan dampak yang positif bagi pelaku usaha. Pemerintah Daerah, terlebih masyarakat setempat. Hasil analisis persepsi masyarakat menunjukkan bahwa secara umum masyarakat masih belum mengetahui dampak turunan akibat dibangunnya PLTB dan masyarakat masih beranggapan bahwa pembangunan proyek PLTB belum memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat setempat. Adapun berdasarkan hasil analisis analisis kendall tau-b antara keempat variabel yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendidikan dengan persepsi masyarakat, dapat disimpulkan bahwa keempat variabel memiliki hubungan yang signifikan. Adapun arah hubungan setiap variabel adalah positif atau searah terkecuali variabel usia. Hasil juga menunjukkan nilai korelasi yang beragam, yakni variabel usia memiliki nilai korelasi yang AucukupAy, variabel pendidikan memiliki nilai Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kecamatan Jerowaru korelasi yang AukuatAy, variabel pekerjaan memiliki nilai korelasi yang AucukupAy, dan variabel usia memiliki nilai korelasi yang AucukupAy. Saran Berdasarkan hasil penelitian rekomendasi yang dapat diberikan adalah adanya penelitian lanjutan yang berkaitan dengan evaluasi dampak pembangunan PLTB Ketika sudah dibangun. Dampak yang dilihat dapat berupa dampak sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat. Adapun rekomendasi kepada pemrakarsa dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini adalah PT. UPC LTBE dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah kejelasan terkait pelaksanaan pembangunan PLTB. REFERENSI